RR DIAN TRISTIANA


Thing That Never Change is Changes

Halusinasi (2)

Tahapan Halusinasi
FASE 1. Comforting (ansietas sebagai halusinasi menyenangkan)
Merupakan fase halusinasi yang mempunyai karakteristik: klien mengalami perasaan seperti ansietas, kesepian, rasa bersalah dan takut mencoba untuk berfokus pada pikiran menyenangkan untuk meredakan ansietas individu mengenal bahwa pikiran- pikiran dan pengalaman stressor berada dalam kondisi kesadaran jika ansietas dapat ditangani (nonpsikotik). Perilaku klien yang dapat muncul dalam fase ini: tersenyum dan tertawa tidak sesuai menggerakkan bibir tanpa suara menggerakkan mata yang cepat dan respon verbal yang lambat.

FASE II Condemning (ansietas berat halusinasi memberatkan)
Merupakan fase halusinasi dengan karaktersitik klien pengalaman sensasi menjijikan dan Peningkatan sistem saraf otonom yang menunjukan menakutkan,klien mulai tidak dapat mengontrol dan mencoba untuk menjauhkan dirinya dari sumber yang di persepsikan,individu merasa malu karena pengalaman sensorinya dan menarik diri dari orang lain(nonpsikotik). Perilaku klien yang muncul adalah peningkatan sistem saraf otonom yang menunjukan ansietas,peningkatan tekanan darah, peningkatan nadi dan pernapasan, penyempitan kemampuan konsentrasi dan kehilangan kemampuan membedakan halusinasi dan realita

FASE III Controling (Anxietas berat, pengalaman sensori menjadi
penguasa)
Merupakan fase halusinasi dengan karakteristik: klien berhenti melakukan perlawanan terhadap halusinasi dan menyerah serta membiarkan halusinasi menguasai dirinya,individu mungkin mengalami kesepian jika pengalaman sensori tersebut berakhir (psikotik). Perilaku klien yang muncul: kemampuan dikendalikan halusinasi akan lebih di takuti,menghindar untuk berhubungan dengan orang lain,saat berinteraksi dengan oranglain perhatian hanya beberapa detik/menit saja, adanya tanda tanda fisik ansietas berat,tremor, tidak mampu memahami peraturan.

FASE IV Conquering/panic (Umumnya menjadi senang dalam
halusinasinya)
Merupakan fase halusinasi dengan karaktersitik: Pengalaman sensori menjadi mengancam jika klien mengikuti perintah halusinasi berakhir dari beberapa jam/hari jika intervensi terapeutik (psikotik berat). Perilaku klien: perilaku tremor akibat panik, potensi berat suicide aktifitas merefleksikan halusinasi perilaku isi, seperti kekerasan, agitasi, agitas menarik diri, tidak mampu merespon terhadap perintah yang komplek dan tidak mampu berespon lebih dari satu orang.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :