RR DIAN TRISTIANA


Thing That Never Change is Changes

analisis situasi pengmas 1

     Kesehatan jiwa adalah bagian yg tidak terpisahkan dari kesehatan jasmani dan merupakan  unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yg utuh. Upaya Pembangunan Kesehatan Jiwa diselenggarakan dalam rangka mewujudkan kesehatan jiwa yang sehat secara menyeluruh baik  intelektual maupun emosional. Kesehatan jiwa di Indonesia saat ini mulai menjadi  aspek yang sangat diperhatikan. Sebanyak 29% penduduk dunia terdiri dari remaja, dan 80% diantaranya tinggal di negara berkembang. Berdasarkan sensus di Indonesia pada tahun 2005, jumlah remaja yang berusia 10 - 19 tahun adalah sekitar 41 juta orang (20% dari jumlah total penduduk Indonesia dalam tahun yang sama) (IDAI, 2013). Satu dari 10 anak usia 5-16 tahun didiagnosa dengan masalah kesehatan mental (Royal College of Nursing, 2016).

     World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah anak berkebutuhan  khusus di Indonesia sekitar 7-10% dari total jumlah anak. Menurut data Sussenas tahun 2003, di Indonesia terdapat 679.048 anak usia sekolah berkebutuhan khusus atau 21,42% dari keseluruhan jumlah anak berkebutuhan khusus (Direktorat bina kesehatan anak, 2010). Sedangkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Nasional tahun 2007, terdapat 82.840.600 jiwa anak dari 231.294.200 jiwa penduduk Indonesia, dimana sekitar 8,3 juta jiwa diantaranya adalah anak berkebutuhan  khusus (Kemenkes, 2010).

    Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, menyebutkan bahwa anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang berkualitas. Hasil wawancara dengan beberapa perawat di bagian jiwa anak menyatakan bahwa jumlah perawat masih terbatas, perawat masih belum memahami peran perawat di ruang jiwa anak dan masih banyak perawat yang belum berpengalaman dalam merawat anak dengan gangguan psikiatri serta belum memiliki keterampilan yang memadai dalam melakukan asuhan keperawatan pada kasus jiwa anak.

       Perawat merupakan salah satu anggota pelayanan kesehatan dengan jumlah terbesar di lingkup fasilitas kesehatan dan yang paling sering melakukan kontak dengan pasien sehingga penting sekali perawat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan perawatan pada anak dengan gangguan mental (Royal College of Nursing, 2016). Peran perawat di psikiatri anak dan remaja telah berkembang pesat menjadi suatu kekhususan sehingga perlu keterampilan yang lebih (Barwick, Melanie A & Boydell, 2005).

 

DAFTAR PUSTAKA

Barwick, Melanie A & Boydell, K. M. (2005). A Review of Acute Child and Adolescent Mental Health Services, (November).

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2013). Kesehatan Mental Remaja di indonesia. www.idai.go.id. Diakses tanggal 20 Juli 2016 Pukul 09.00 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenskes). (2010). Anak dengan Kebutuhan Khusus di Indonesia. www.kemenkes.go.id. Diakses tanggal 20 Juli 2016 Pukul 09.13 WIB

Royal College of Nursing. (2016). Mental health in children and young people. Cavendish: Royal College of Nursing.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :