RR DIAN TRISTIANA


Thing That Never Change is Changes

Gangguan Kepribadian

Definisi

Gangguan kepribadian adalah kelompok gangguan yang sangat heterogen dan dianggap sebagai pola perilaku dan pengalaman internal yang bertahan lama, pervasif, dan tidak fleksibel yang menyimpang dari ekspektasi budaya  orang yang bersangkutan dan menyebabkan hendaya dalam keberfungsian sosial dan pekerjaan (Davison et al., 2012).

Klasifikasi gangguan kepribadian

1. Kelompok aneh/eksentrik

1)      Gangguan kepribadian paranoid

Individu yang mengalami gangguan kepribadian paranoid selalu mencurigai orang lain. Orang-orang dengan diagnosis ini merasa dirinya diperlakukan secara salah dan dieksploitasi oleh orang lain sehingga berperilaku misterius dan selalu waspada terhadap tanda-tanda adanya tipu daya atau pelecehan. Mereka sering kali kasar dan bereaksi dengan kemarahan terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan (Davison et al., 2012).

2)      Gangguan kepribadian schizoid

Pasien yang mengalami gangguan kepribadian skizoid tidak menginginkan atau menikmati hubungan sosial dan biasanya tidak memiliki teman akrab. Mereka tampak tumpul, datar dan menyendiri serta tidak mempunyai perasaan hangat serta tulus kepada orang lain (Davison et al., 2012).

3)      Gangguan kepribadian skizotipal

Para pasien yang mengalami gangguan kepribadian skizotipal biasanya memiliki kesulitan dalam hubungan interpersonal yang terjadi dalam kepribadian skizoid dan kecemasan sosial yang berlebihan yang tidak berkurang setelah mereka mengenal orang-orang disekitarnya (Davison et al., 2012).

2. Kelompok dramatik/eratik

1)      Gangguan kepribadian ambang

Ciri-ciri utama gangguan ini adalah impulsivitas dan ketidakstabilan dalam hubungan dengan orang lain dan mood (Sanislow, Grilo, & McGlashan, 2000). Pasien yang mengalami gangguan kepribadian ambang memiliki karakter argumentatif, mudah tersinggung, sarkastik, cepat menyerang, dan secara keseluruhan sangat sulit hidup bersama mereka (Davison et al., 2012).

2)      Gangguan kepribadian histrionik

Diagnosis kepribadian histrionic ditegakkan bagi orang-orang yang terlalu dramatis  dan mencari perhatian. Mereka sering kali menggunakan ciri-ciri penampilan fisik, seperti pakaian yang tidak umum, rias wajah, atau warna rambut untuk  menarik perhatian orang kepada mereka (Davison et al., 2012).

3)      Gangguan kepribadian narsistik

Orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik memiliki pandangan berlebihan mengenai keunikan dan kemampuan mereka (Davison et al., 2012).

4)      Gangguan kepribadian antisosial dan psikopati

Orang yang mengalami gangguan kepribadian antisosial menunjukkan perilaku tidak bertanggung jawab dan antisocial dengan bekerja secara tidak konsisten, melanggar hukum, mudah tersinggung dan agresif secara fisik, tidak mau membayar utang, dan sembrono ceroboh. Sedangkan karakteristik utama psikopat adalah kemiskinan emosi, baik positif maupun negatif. Orang-orang psikopatik tidak memiliki rasa maul, bahkan perasaan mereka tampak positif terhadap orang yang hanyalah sebuah kepura-puraan. Mereka tampaknya kebal terhadap kecemasan atau kepedihan hati nurani yang membantu mencegah sebagian besar diantara kita untuk melanggar hukum atau berbohong atau mencederai orang lain, dan mereka sulit mengendalikan impuls (Davison et al., 2012).

 

 3. Kelompok pencemas/ketakutan

1)      Gangguan kepribadian menghindar

Diagnosis gangguan kepribadian menghindar ditegakkan bagi orang-orang yang sangat takut terhadap kemungkinan timbulnya kritikan, penolakan, atau ketidaksetujuan dari orang lain sehingga enggan menjalin hubungan, kecuali jika mereka merasa yakin bahwa mereka akan disukai (Davison et al., 2012).

2)      Gangguan kepribadian dependen

Ciri utama gangguan kepribadian dependen adalah kurangnya kepercayaan diri dan perasaan otonom. Para pasien dengan gangguan kepribadian dependen memandang diri mereka sebagai orang yang lemah dan orang lain sebagai orang uang penuh kekuatan (Davison et al., 2012).

3)      Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif

Kepribadian obsesif-kompulsif adalah seorang perfeksionis,  terfokus berlebihan pada detail, aturan, jadwal, dan sejenisnya (Davison et al., 2012).

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :