RR DIAN TRISTIANA


Thing That Never Change is Changes

API (Analisa Proses Interaksi)

A. Jelaskan apa itu analisa proses interaksi? Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ? Tambahkan informasi lain tentang API yang anda ketahui?

B. Buatlah satu percakapan semu antara perawat dan pasien, kemudian buat analisa proses interaksi. Pilihlah klien dengan salah satu masalah kepererawatan di bawah ini:

1. Gangguan persepsi sensori halusinasi

2. Harga diri rendah

3. Isolasi sosial: menarik diri

4. Waham

5. Resiko bunuh diri

6. Resiko perilaku kekerasan

7. Defisit perawatan diri


1. Isnaini Via Zuraiyahya

pada : 08 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) adalah alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Ada 3 macam catatan : Catatan perkembangan (proses keperawatan), Catatan hubungan perawat-klien, Catatan resume.
Tujuan API
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Nama : Ny. A Hari/Tanggal : Sabtu, 08 April 2017
Usia : 45 th Waktu : 09.00-09.30 WIB
Interaksi : Tujuan : Setelah Intervensi Keperawatan defisit
Lingkungan : Posisi duduk berdampingan di samping perawatan diri. K dapat mengenal tentang tempat tidur. pentingnya kebersihan diri.

Deskripsi : Penampilan K nampak tidak rapi, rambut tidak disisir, badan bau tidak sedap, memakai kaos lengan panjang dan rok panjang

Komunikasi verbal Komunikasi non verbal Analisa berfokus pada klien Analisa berfokus pada perawat Rasional
P : Selamat pagi ibu A

K : selamat pagi

P : bagaimana bu keadaannya pagi ini? apakah sudah baik bu? Sudah sarapan?

K :

P : ibu tau tidak nama saya?

K : mbak isnaini

P : yaa. Benar sekali bu.

P : bagaimana ibu perasaannya hari ini? kok nampaknya ibu terlihat lelah? Apakah sudah mandi bu hari ini?

K : belum

P : Kenapa belum mandi bu?

K : masih pengen main

P : ibu sebaiknya mandi, biar badan ibu lebih segar

K : iya nanti saja!

P : baik bu, habis ini mandi ya bu.

K : iya

P : baik, nanti saya akan kembali lagi dan bercerita kembali dengan ibu. Terimakasih banyak bu.

K : iya sama-sama mbak. P : Menghampiri K, tersenyum, berdiri di samping tempat tidur K

K : Melihat ke arah P, sambil tersenyum, kemudian pandangan ke arah boneka.

P : Kontak mata, bicara santai tapi jelas.

K : Menunduk dan menatap ke arah P

K : Kontak mata kurang.

P : Tenang, rileks, mempertahankan kontak mata.

K : Memandang ke arah P kemudian pandangan ke arah boneka

P : menatap ke arah K

K : menatap ke arah lain dan bermain bonekanya

P : bicara santai tapi jelas

K : menunduk dan tetap bermain boneka

P : Berbicara dengan nada lembut dan santai

K : Tampak berpikir sambil menunduk.

P: Kontak mata tetap, nada bersahabat tidak menuduh atau menghakimi.

K : Tersenyum dan menunduk. Mungkin bertanya dalam hati, maksud kedatangan perawat.






K berfikir bahwa ia tidak mengalami perubahan.





























K berfikir ia harus berhenti bermain dan mandi Merasa ragu, apakah pasien mau menerima kehadiran P.










Perasaan masih ragu apakah K dapat menerima kehadiran P.




Berusaha mengetahui keadaan hari ini , dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi saat ini.





Bersikap persuasif agar klien dapat bekerja sama menjalankan kontrak sebelumnya.



Memberikan penguatan dengan harapan K terus mau cerita.
Salam merupakan langkah awal untuk membina interaksi.









Pertanyaan terbuka memberi kesempatan K untuk menentukan arah permbicaraan.


Informing, menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya.





Informing menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya.



Memberikan dorongan dan penguatan terhadap pernyataan klien.


"


2. Isnaini Via Zuraiyahya

pada : 08 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) adalah alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Ada 3 macam catatan : Catatan perkembangan (proses keperawatan), Catatan hubungan perawat-klien, Catatan resume.
Tujuan API
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Nama : Ny. A Hari/Tanggal : Sabtu, 08 April 2017
Usia : 45 th Waktu : 09.00-09.30 WIB
Interaksi : Tujuan : Setelah Intervensi Keperawatan defisit
Lingkungan : Posisi duduk berdampingan di samping perawatan diri. K dapat mengenal tentang tempat tidur. pentingnya kebersihan diri.

Deskripsi : Penampilan K nampak tidak rapi, rambut tidak disisir, badan bau tidak sedap, memakai kaos lengan panjang dan rok panjang

Komunikasi verbal Komunikasi non verbal Analisa berfokus pada klien Analisa berfokus pada perawat Rasional
P : Selamat pagi ibu A

K : selamat pagi

P : bagaimana bu keadaannya pagi ini? apakah sudah baik bu? Sudah sarapan?

K :

P : ibu tau tidak nama saya?

K : mbak isnaini

P : yaa. Benar sekali bu.

P : bagaimana ibu perasaannya hari ini? kok nampaknya ibu terlihat lelah? Apakah sudah mandi bu hari ini?

K : belum

P : Kenapa belum mandi bu?

K : masih pengen main

P : ibu sebaiknya mandi, biar badan ibu lebih segar

K : iya nanti saja!

P : iya bu, habis ini mandi ya bu.

K : iya

P : baik, nanti saya akan kembali lagi dan bercerita kembali dengan ibu. Terimakasih banyak bu atas waktunya hari ini.

K : iya sama-sama mbak. P : Menghampiri K, tersenyum, berdiri di samping tempat tidur K

K : Melihat ke arah P, sambil tersenyum, kemudian pandangan ke arah boneka.

P : Kontak mata, bicara santai tapi jelas.

K : Menunduk dan menatap ke arah P

K : Kontak mata kurang.

P : Tenang, rileks, mempertahankan kontak mata.

K : Memandang ke arah P kemudian pandangan ke arah boneka

P : menatap ke arah K

K : menatap ke arah lain dan bermain bonekanya

P : bicara santai tapi jelas

K : menunduk dan tetap bermain boneka

P : Berbicara dengan nada lembut dan santai

K : Tampak berpikir sambil menunduk.

P: Kontak mata tetap, nada bersahabat tidak menuduh atau menghakimi.

K : Tersenyum dan menunduk. Mungkin bertanya dalam hati, maksud kedatangan perawat.






K berfikir bahwa ia tidak mengalami perubahan.





























K berfikir ia harus berhenti bermain dan mandi Merasa ragu, apakah pasien mau menerima kehadiran P.










Perasaan masih ragu apakah K dapat menerima kehadiran P.




Berusaha mengetahui keadaan hari ini , dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi saat ini.





Bersikap persuasif agar klien dapat bekerja sama menjalankan kontrak sebelumnya.



Memberikan penguatan dengan harapan K terus mau cerita.
Salam merupakan langkah awal untuk membina interaksi.









Pertanyaan terbuka memberi kesempatan K untuk menentukan arah permbicaraan.


Informing, menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya.





Informing menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya.



Memberikan dorongan dan penguatan terhadap pernyataan klien.


"


3. Ayu Okta M.j

pada : 08 April 2017

"A.
Analisa Proses Interaksi atau API adalah suatu cara yang digunakan oleh perawat terutama mahasiswa untuk memahami interaksi antara perawat dengan klien . Semua pasien dapat dilakukan API.
API ini diperlukan untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu diantaranya yaitu :
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat terutama mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan
Aspek penting yang dicatat dan dilaporkan dalam Keperawatan Jiwa terkait API adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat dengan klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat-klien dan catatan resume. Catatan hubungan perawat dengan klien adalah interaksi yang terjadi selama perawat berhubung individual klien atau kelompok klien pada terapi modalitas keperawatan.
Catatan hubungan perawat dengan klien secara verbal dapat berupa video tape; tape recording, catatan secara garis besar dan catatan interaksi.
Komponen API terdiri atas :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4 (Orientasi-Terminasi)
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
B.Contoh API pada klien dengan risiko bunuh diri
Inisial klien : Nn. F
Status interaksi : Pertemuan ke 1 (Fase orientasi)
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di halaman Rs dengan keadaan nyaman, tenang, dan santai.
Deskripsi klien : Penampilan klien cukup bersih dan rapi, klien tampak menatap perawat, dan terkadang memandang ke arah lain.
Tujuan (berorientasi pada klien) : Melindungi pasien dari risiko bunuh diri dan untuk meningkatkan harga diri pasien
Nama Mahasiswa : Ayu Okta
Tanggal : 28 Mei 2016
Jam : 09.15 – 09. 35 WIB
Ruang : Anggrek
1.
•Komunikasi verbal
P: Selamat Pagi, perkenalkan saya Ners Gangga, dengan mbak siapa ?
K: Selamat pagi Ners. Panggil aja
Nn. F
•Komunikasi Non verbal
P: Memandang klien dan tersenyum.
K: Pandangan tidak fokus dan tersenyum.
•Analisa berpusat pada perawat
Ingin membuka percakapan dengan klien
•Analisa berpusat pada klien
Memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat.
•Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.
Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.
2.
•Komunikasi verbal
P: Bagaimana perasaan mbak hari ini? Saya akan menemani mbak disini selama 20 menit.
K: Saya baik, Ners. Iya.
•Komunikasi Non verbal
P: Tetap memandang klien dan tersenyum.
K: Pandangan mata waspada dan mengarah ke belakang.
•Analisa berpusat pada perawat
Merasa senang karena klien memberikan respon positif terhadap percakapan
•Analisa berpusat pada klien
Klien mendengarkan pertanyaan perawat dengan serius
•Rasional
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka serta memberi kesempatan klien mengeksplorasikan apa yang dirasakannya.
3.
•Komunikasi verbal
P: Bagaimana kalau kita mengobrol tentang apa yang mbak rasakan selama ini? Saya siap mendengarkan sesuatu yang ingin mbak sampaikan. Bagaimana kalau kita lakukan disini saja?
K: Iya, Ners.
•Komunikasi Non verbal
P:Memandang dan tersenyum kepada klien
K: Pandangan tidak fokus terhadap perawat yang bertanya
•Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
•Analisa berpusat pada klien
Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
•Rasional
Untuk mendapatkan persetujuan dari pasien.
4
P: Bagaimana perasaan mbak setelah bencana itu terjadi? Apakah dengan bencana tersebut mbak merasa paling menderita di dunia ini? Apakah mbak kehilangan kepercayaan diri?
K: Saya merasa segala sesuatu akan lebih baik jika tanpa saya. Saya adalah orang yang selalu membawa musibah sudah sepantasnya saya pergi jauh dari sini. P: Memandang klien
K: Menatap perawat dan terlihat sedih. Ingin mengetahui keadaan klien saat ini terhadap musibah yang telah terjadi Klien tampak ingin menceritakan masalah keadaannya kepada perawat Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
5.
P: Apakah mbak merasa tidak berharga? Apakah mbak setelah kejadian tersebut sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi?
K: Iya benar Ners, saya semenjak kejadian itu, saya tidak bisa berkonsentrasi dan selalu ingat dan ingat kejadian itu, saya takut musibah itu terulang lagi karena saya.
P: Memandang dan menyimak apa yang dikatakan klien
K : Penuh kekawatiran, memandang perawat, dan sesekali memandang ke arah kanan dengan tatapan mata yang sendu.
Mencoba menggali lebih dalam tentang masalah klien
Klien tampak trauma terhadap kejadian tersebut
Mengeksplorasi permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
6.
P: Apakah mbak berniat untuk menyakiti diri sendiri seperti ingin bunuh diri atau berharap mati? Apakah mbak pernah mencoba untuk bunuh diri?
K: Iya Ners pernah, dari pada saya merugikan banyak orang, saya berpikir lebih baik saya mati saja. Saya mencoba melakukannya karena saya tidak kuat menanggung musibah itu sendiri. Waktu saya mau melakukan bunuh diri itu ibu saya mengetahuinya. Sampai akhirnya saya dibawa kesini.
P: Memandang klien dan mendengarkan klien dengan baik
K: Memandang perawat dan tampak berpikir. Perawat berusaha mendengarkan ungkapan klien
Klien tampak tegas mengambil kesimpulan tentang kejadiannya
Mengetahui keadaan pasien sekarang menurut sudut pandang pasien
7.
P: Setelah beberapa hari disini, apakah yang akan mbak lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul?
K: Saya mencoba untuk sebisa mungkin berpikir positif , apabila tidak berhasil saya akan mencari perawat yang ada disini untuk membantu saya agar mampu berpikir positif dan tidak melakukan bunuh diri.
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian.
K : Suara klien terdengar pelan dan memandang perawat dengan serius. Perawat berusaha menyimak kembali cerita klien
Klien tampak lebih bersemangat menceritakan rencananya kepada perawat Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik
8.
P: Ya, bagus sekali. Saya percaya Mbak dapat melakukannya
K: Iya Ners.
P: Memandang klien dengan pandangan menghargai dan tersenyum.
K: Mengangguk
Perawat berusaha memberi reinforcement (+)
Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang menjadi rencananya Reinforcement (+) meningkatkan harga diri klien, teknik eksplorasi dengan memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien
9.
P: Bagaimana perasaan Mbak setelah kita mengobrol?
K: Lega , Ners.
P : Suara jelas, tersenyum dan sikap terbuka
K : Memandang perawat serta wajah tampak lebih rileks
Perawat mengevaluasi perasaan klien Klien terlihat antusias menjawab pertanyaan perawat
Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan
10.
P: Mbak, untuk pertemuan selanjutnya kita akan membicarakan tentang cara mensyukuri hidup. Bagaimana?
Jam berapa mbak bersedia untuk mengobrol lagi? Dan mau berapa lama?
K: Oke, Ners.
Terserah Ners aja.
P : Mendengarkan penjelasan dari klien dengan serius
K : Menjawab dengan suara yang jelas Perawat membuat kontrak pertemuan dan menentukan topik pembicaraan
Klien terlihat setuju dengan kontrak yang ditawarkan perawat
Menyepakati kontrak merupakan bentuk penghargaan kepada klien, hal ini dapat meningkatkan harga diri klien dan memotivasi klien mempertahankan perilaku baru
11.
P: Mbak, mau dimana tempatnya?
K: Di sini saja, Ners.
P : Memperhatikan klien,
K : Mendengarkan kata-kata perawat dengan serius dan menjawab dengan suara jelas Perawat merasa senang atas kemampuan klien menyepakati kontrak dan menentukan pilihan tempat
Klien mencoba memahami perawat
Kemampuan klien menentukan tempat dan waktu interaksi menunjukkan kemampuan klien dalam penilaian dan pengambilan keputusan sederhana
12.
P: Baiklah Mbak, kita akan ketemu lagi minggu depan jam 09.00, di halaman ini, kita akan terapkan cara hidup bersyukur dengan baik.
Sampai bertemu lagi.
K: Iya Ners, terima kasih.
P: Memandang klien dan berbicara dengan sopan.
K: Menganggukkan kepala
Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien
Klien tampak senang karena perawat membantunya dalam mengatasi masalahnya Terminasi adalah saat untuk mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai
"


4. Ayu okta m.j

pada : 08 April 2017

"A.
Analisa Proses Interaksi atau API adalah suatu cara yang digunakan oleh perawat terutama mahasiswa untuk memahami interaksi antara perawat dengan klien . Semua pasien dapat dilakukan API.
Aspek penting yang dicatat dan dilaporkan dalam Keperawatan Jiwa terkait API adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat dengan klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat-klien dan catatan resume. Catatan hubungan perawat dengan klien adalah interaksi yang terjadi selama perawat berhubung individual klien atau kelompok klien pada terapi modalitas keperawatan.
Catatan hubungan perawat dengan klien secara verbal dapat berupa video tape; tape recording, catatan secara garis besar dan catatan interaksi.
Komponen API terdiri atas :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4 (Orientasi-Terminasi)
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
B.Contoh API pada klien dengan risiko bunuh diri
Inisial klien : Nn. F
Status interaksi : Pertemuan ke 1 (Fase orientasi)
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di halaman Rs dengan keadaan nyaman, tenang, dan santai.
Deskripsi klien : Penampilan klien cukup bersih dan rapi, klien tampak menatap perawat, dan terkadang memandang ke arah lain.
Tujuan (berorientasi pada klien) : Melindungi pasien dari risiko bunuh diri dan untuk meningkatkan harga diri pasien
Nama Mahasiswa : Ayu Okta
Tanggal : 28 Mei 2016
Jam : 09.15 – 09. 35 WIB
Ruang : Anggrek
1.
•Komunikasi verbal
P: Selamat Pagi, perkenalkan saya Ners Gangga, dengan mbak siapa ?
K: Selamat pagi Ners. Panggil aja
Nn. F
•Komunikasi Non verbal
P: Memandang klien dan tersenyum.
K: Pandangan tidak fokus dan tersenyum.
•Analisa berpusat pada perawat
Ingin membuka percakapan dengan klien
•Analisa berpusat pada klien
Memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat.
•Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.
Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.
2.
•Komunikasi verbal
P: Bagaimana perasaan mbak hari ini? Saya akan menemani mbak disini selama 20 menit.
K: Saya baik, Ners. Iya.
•Komunikasi Non verbal
P: Tetap memandang klien dan tersenyum.
K: Pandangan mata waspada dan mengarah ke belakang.
•Analisa berpusat pada perawat
Merasa senang karena klien memberikan respon positif terhadap percakapan
•Analisa berpusat pada klien
Klien mendengarkan pertanyaan perawat dengan serius
•Rasional
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka serta memberi kesempatan klien mengeksplorasikan apa yang dirasakannya.
3.
•Komunikasi verbal
P: Bagaimana kalau kita mengobrol tentang apa yang mbak rasakan selama ini? Saya siap mendengarkan sesuatu yang ingin mbak sampaikan. Bagaimana kalau kita lakukan disini saja?
K: Iya, Ners.
•Komunikasi Non verbal
P:Memandang dan tersenyum kepada klien
K: Pandangan tidak fokus terhadap perawat yang bertanya
•Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
•Analisa berpusat pada klien
Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
•Rasional
Untuk mendapatkan persetujuan dari pasien.
4
P: Bagaimana perasaan mbak setelah bencana itu terjadi? Apakah dengan bencana tersebut mbak merasa paling menderita di dunia ini? Apakah mbak kehilangan kepercayaan diri?
K: Saya merasa segala sesuatu akan lebih baik jika tanpa saya. Saya adalah orang yang selalu membawa musibah sudah sepantasnya saya pergi jauh dari sini. P: Memandang klien
K: Menatap perawat dan terlihat sedih. Ingin mengetahui keadaan klien saat ini terhadap musibah yang telah terjadi Klien tampak ingin menceritakan masalah keadaannya kepada perawat Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
5.
P: Apakah mbak merasa tidak berharga? Apakah mbak setelah kejadian tersebut sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi?
K: Iya benar Ners, saya semenjak kejadian itu, saya tidak bisa berkonsentrasi dan selalu ingat dan ingat kejadian itu, saya takut musibah itu terulang lagi karena saya.
P: Memandang dan menyimak apa yang dikatakan klien
K : Penuh kekawatiran, memandang perawat, dan sesekali memandang ke arah kanan dengan tatapan mata yang sendu.
Mencoba menggali lebih dalam tentang masalah klien
Klien tampak trauma terhadap kejadian tersebut
Mengeksplorasi permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
6.
P: Apakah mbak berniat untuk menyakiti diri sendiri seperti ingin bunuh diri atau berharap mati? Apakah mbak pernah mencoba untuk bunuh diri?
K: Iya Ners pernah, dari pada saya merugikan banyak orang, saya berpikir lebih baik saya mati saja. Saya mencoba melakukannya karena saya tidak kuat menanggung musibah itu sendiri. Waktu saya mau melakukan bunuh diri itu ibu saya mengetahuinya. Sampai akhirnya saya dibawa kesini.
P: Memandang klien dan mendengarkan klien dengan baik
K: Memandang perawat dan tampak berpikir. Perawat berusaha mendengarkan ungkapan klien
Klien tampak tegas mengambil kesimpulan tentang kejadiannya
Mengetahui keadaan pasien sekarang menurut sudut pandang pasien
7.
P: Setelah beberapa hari disini, apakah yang akan mbak lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul?
K: Saya mencoba untuk sebisa mungkin berpikir positif , apabila tidak berhasil saya akan mencari perawat yang ada disini untuk membantu saya agar mampu berpikir positif dan tidak melakukan bunuh diri.
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian.
K : Suara klien terdengar pelan dan memandang perawat dengan serius. Perawat berusaha menyimak kembali cerita klien
Klien tampak lebih bersemangat menceritakan rencananya kepada perawat Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik
8.
P: Ya, bagus sekali. Saya percaya Mbak dapat melakukannya
K: Iya Ners.
P: Memandang klien dengan pandangan menghargai dan tersenyum.
K: Mengangguk
Perawat berusaha memberi reinforcement (+)
Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang menjadi rencananya Reinforcement (+) meningkatkan harga diri klien, teknik eksplorasi dengan memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien
9.
P: Bagaimana perasaan Mbak setelah kita mengobrol?
K: Lega , Ners.
P : Suara jelas, tersenyum dan sikap terbuka
K : Memandang perawat serta wajah tampak lebih rileks
Perawat mengevaluasi perasaan klien Klien terlihat antusias menjawab pertanyaan perawat
Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan
10.
P: Mbak, untuk pertemuan selanjutnya kita akan membicarakan tentang cara mensyukuri hidup. Bagaimana? Jam berapa mbak bersedia untuk mengobrol lagi? Dan mau berapa lama?
K: Oke, Ners. Terserah Ners aja.
P : Mendengarkan penjelasan dari klien dengan serius
K : Menjawab dengan suara yang jelas
Perawat membuat kontrak pertemuan dan menentukan topik pembicaraan
Klien terlihat setuju dengan kontrak yang ditawarkan perawat
Menyepakati kontrak merupakan bentuk penghargaan kepada klien, hal ini dapat meningkatkan harga diri klien dan memotivasi klien mempertahankan perilaku baru
11.
P: Mbak, mau dimana tempatnya?
K: Di sini saja, Ners.
P : Memperhatikan klien,
K : Mendengarkan kata-kata perawat dengan serius dan menjawab dengan suara jelas
Perawat merasa senang atas kemampuan klien menyepakati kontrak dan menentukan pilihan tempat
Klien mencoba memahami perawat
Kemampuan klien menentukan tempat dan waktu interaksi menunjukkan kemampuan klien dalam penilaian dan pengambilan keputusan sederhana
12.
P: Baiklah Mbak, kita akan ketemu lagi minggu depan jam 09.00, di halaman ini, kita akan terapkan cara hidup bersyukur dengan baik.Sampai bertemu lagi.
K: Iya Ners, terima kasih.
P: Memandang klien dan berbicara dengan sopan.
K: Menganggukkan kepala
Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien
Klien tampak senang karena perawat membantunya dalam mengatasi masalahnya Terminasi adalah saat untuk mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai
"


5. Ayu okta m.j

pada : 08 April 2017

"A.
Analisa Proses Interaksi atau API adalah suatu cara yang digunakan oleh perawat terutama mahasiswa untuk memahami interaksi antara perawat dengan klien secara rinci. Semua pasien dapat dilakukan API.
Dalam melakukan API ada catatan hubungan perawat dengan klien.Catatan hubungan perawat dengan klien adalah interaksi yang terjadi selama perawat berhubung individual klien atau kelompok klien pada terapi modalitas keperawatan. Catatan hubungan perawat dengan klien secara verbal dapat berupa video tape; tape recording, catatan secara garis besar dan catatan interaksi.
Komponen API terdiri atas :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4 (Orientasi-Terminasi)
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
B.Contoh API pada klien dengan risiko bunuh diri
Inisial klien : Nn. F
Status interaksi : Pertemuan ke 1 (Fase orientasi)
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di halaman Rs dengan keadaan nyaman, tenang, dan santai.
Deskripsi klien : Penampilan klien cukup bersih dan rapi, klien tampak menatap perawat, dan terkadang memandang ke arah lain.
Tujuan (berorientasi pada klien) : Melindungi pasien dari risiko bunuh diri dan untuk meningkatkan harga diri pasien
Nama Mahasiswa : Ayu Okta
Tanggal : 28 Mei 2016
Jam : 09.15 – 09. 35 WIB
Ruang : Anggrek
1.
•Komunikasi verbal
P: Selamat Pagi, perkenalkan saya Ners Gangga, dengan mbak siapa ?
K: Selamat pagi Ners. Panggil aja
Nn. F
•Komunikasi Non verbal
P: Memandang klien dan tersenyum.
K: Pandangan tidak fokus dan tersenyum.
•Analisa berpusat pada perawat
Ingin membuka percakapan dengan klien
•Analisa berpusat pada klien
Memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat.
•Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.
Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.
2.
•Komunikasi verbal
P: Bagaimana perasaan mbak hari ini? Saya akan menemani mbak disini selama 20 menit.
K: Saya baik, Ners. Iya.
•Komunikasi Non verbal
P: Tetap memandang klien dan tersenyum.
K: Pandangan mata waspada dan mengarah ke belakang.
•Analisa berpusat pada perawat
Merasa senang karena klien memberikan respon positif terhadap percakapan
•Analisa berpusat pada klien
Klien mendengarkan pertanyaan perawat dengan serius
•Rasional
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka serta memberi kesempatan klien mengeksplorasikan apa yang dirasakannya.
3.
•Komunikasi verbal
P: Bagaimana kalau kita mengobrol tentang apa yang mbak rasakan selama ini? Saya siap mendengarkan sesuatu yang ingin mbak sampaikan. Bagaimana kalau kita lakukan disini saja?
K: Iya, Ners.
•Komunikasi Non verbal
P:Memandang dan tersenyum kepada klien
K: Pandangan tidak fokus terhadap perawat yang bertanya
•Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
•Analisa berpusat pada klien
Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
•Rasional
Untuk mendapatkan persetujuan dari pasien.
4
P: Bagaimana perasaan mbak setelah bencana itu terjadi? Apakah dengan bencana tersebut mbak merasa paling menderita di dunia ini? Apakah mbak kehilangan kepercayaan diri?
K: Saya merasa segala sesuatu akan lebih baik jika tanpa saya. Saya adalah orang yang selalu membawa musibah sudah sepantasnya saya pergi jauh dari sini. P: Memandang klien
K: Menatap perawat dan terlihat sedih. Ingin mengetahui keadaan klien saat ini terhadap musibah yang telah terjadi Klien tampak ingin menceritakan masalah keadaannya kepada perawat Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
5.
P: Apakah mbak merasa tidak berharga? Apakah mbak setelah kejadian tersebut sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi?
K: Iya benar Ners, saya semenjak kejadian itu, saya tidak bisa berkonsentrasi dan selalu ingat dan ingat kejadian itu, saya takut musibah itu terulang lagi karena saya.
P: Memandang dan menyimak apa yang dikatakan klien
K : Penuh kekawatiran, memandang perawat, dan sesekali memandang ke arah kanan dengan tatapan mata yang sendu.
Mencoba menggali lebih dalam tentang masalah klien
Klien tampak trauma terhadap kejadian tersebut
Mengeksplorasi permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
6.
P: Apakah mbak berniat untuk menyakiti diri sendiri seperti ingin bunuh diri atau berharap mati? Apakah mbak pernah mencoba untuk bunuh diri?
K: Iya Ners pernah, dari pada saya merugikan banyak orang, saya berpikir lebih baik saya mati saja. Saya mencoba melakukannya karena saya tidak kuat menanggung musibah itu sendiri. Waktu saya mau melakukan bunuh diri itu ibu saya mengetahuinya. Sampai akhirnya saya dibawa kesini.
P: Memandang klien dan mendengarkan klien dengan baik
K: Memandang perawat dan tampak berpikir. Perawat berusaha mendengarkan ungkapan klien
Klien tampak tegas mengambil kesimpulan tentang kejadiannya
Mengetahui keadaan pasien sekarang menurut sudut pandang pasien
7.
P: Setelah beberapa hari disini, apakah yang akan mbak lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul?
K: Saya mencoba untuk sebisa mungkin berpikir positif , apabila tidak berhasil saya akan mencari perawat yang ada disini untuk membantu saya agar mampu berpikir positif dan tidak melakukan bunuh diri.
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian.
K : Suara klien terdengar pelan dan memandang perawat dengan serius. Perawat berusaha menyimak kembali cerita klien
Klien tampak lebih bersemangat menceritakan rencananya kepada perawat Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik
8.
P: Ya, bagus sekali. Saya percaya Mbak dapat melakukannya
K: Iya Ners.
P: Memandang klien dengan pandangan menghargai dan tersenyum.
K: Mengangguk
Perawat berusaha memberi reinforcement (+)
Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang menjadi rencananya Reinforcement (+) meningkatkan harga diri klien, teknik eksplorasi dengan memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien
9.
P: Bagaimana perasaan Mbak setelah kita mengobrol?
K: Lega , Ners.
P : Suara jelas, tersenyum dan sikap terbuka
K : Memandang perawat serta wajah tampak lebih rileks
Perawat mengevaluasi perasaan klien Klien terlihat antusias menjawab pertanyaan perawat
Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan
10.
P: Mbak, untuk pertemuan selanjutnya kita akan membicarakan tentang cara mensyukuri hidup. Bagaimana? Jam berapa mbak bersedia untuk mengobrol lagi? Dan mau berapa lama?
K: Oke, Ners. Terserah Ners aja.
P : Mendengarkan penjelasan dari klien dengan serius
K : Menjawab dengan suara yang jelas
Perawat membuat kontrak pertemuan dan menentukan topik pembicaraan
Klien terlihat setuju dengan kontrak yang ditawarkan perawat
Menyepakati kontrak merupakan bentuk penghargaan kepada klien, hal ini dapat meningkatkan harga diri klien dan memotivasi klien mempertahankan perilaku baru
11.
P: Mbak, mau dimana tempatnya?
K: Di sini saja, Ners.
P : Memperhatikan klien,
K : Mendengarkan kata-kata perawat dengan serius dan menjawab dengan suara jelas
Perawat merasa senang atas kemampuan klien menyepakati kontrak dan menentukan pilihan tempat
Klien mencoba memahami perawat
Kemampuan klien menentukan tempat dan waktu interaksi menunjukkan kemampuan klien dalam penilaian dan pengambilan keputusan sederhana
12.
P: Baiklah Mbak, kita akan ketemu lagi minggu depan jam 09.00, di halaman ini, kita akan terapkan cara hidup bersyukur dengan baik.Sampai bertemu lagi.
K: Iya Ners, terima kasih.
P: Memandang klien dan berbicara dengan sopan.
K: Menganggukkan kepala
Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien
Klien tampak senang karena perawat membantunya dalam mengatasi masalahnya Terminasi adalah saat untuk mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai
"


6. Novia Dwi Windasari

pada : 08 April 2017

"Analisa proses interaksi adalah suatu alat yang berupa catatan atau laporan untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Aspek penting yang dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola prilaku antara perawat dan klien. Analisa proses interaksi ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan mendengar, berkomunikasi, memberi dasar belajar, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, dan membantu perawat untuk merencanakan tindakan keperawatan. Ada pula beberapa komponen yang dikaji melalui analisa proses interaksi yaitu komunikasi verbal dan non verbal perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa makna dan rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi, dan rencana tindakan keperawatan.
Analisa Proses Keperawatan
Nama : Ny. A
Usia : 40 th
Interaksi : I fase kerja
Lingkungan : klien duduk sendiri di halaman rumah, perawat berada disebelah klien
Deskripsi : klien nampak menundukkan kepala, merasa cemas, dan tatapan mata kosong
Hari/Tanggal : minggu/9 april 2017
Waktu : 09.00 wib
Tujuan : klien mampu meningkatkan harga dirinya dan mampu mengontrol rasa cemasnya yang berhubungan dengan perasaan tidak bergunanya
Mahasiswa : Novia Dwi Windasari
Masalah keperawatan : Harga Diri Rendah
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisa berfokus pada perawat Analisa berfokus pada klien Rasional
P : Assalamualaikum, selamat pagi bu A?

K : waalaikumsalam, selamat pagi suster

P : bolehkah saya duduk disebelah ibu?

K : iya boleh sus, silahkan





P : apakah ibu masih ingat dengan saya?

K : ingat, suster novia kan?

P : iya, benar sekali bu saya suster novia. Bolehkah saya berbincang dengan ibu sebentar?

K : iya suster

P : apakah ibu nyaman kalau kita berbincang disini?

K : iya suster


P : bagaimana perasaan ibu hari ini?

K : kepala saya pusing suster, saya merasa tidak berguna untuk keluarga saya

P : lho kenapa ibu merasa seperti itu?

K : ..

P : tidak apa-apa bu, coba cerita ke saya, insyaallah saya bisa membantu ibu

K : tidak tau sus, pokoknya saya merasa tidak berguna

P : jadi kalau ibu merasa seperti itu, biasanya melakukan apa?

K : saya tidak melakukan apa-apa sus. Saya diam saja
P : jadi kalau ibu diam pusingnya ibu bisa hilang?

K : tidak sus

P : kalau begitu apa ibu mau melakukan kegiatan yang bisa membuat pusing ibu hilang?

K : iya sus mau

P : ibu sukanya melakukan apa?

K : saya suka melihat bunga-bunga di taman

P : kalau begitu bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman melihat bunga-bunga bu?

K : ..

P : bagaimana bu, apa ibu mau?

K : iya suster, mau

*Sampai di taman

P : bagaimana bu, indah ya bu bunga-bunganya?

K : iya sus

P : bagaimana kalau ibu menanam bunga di halaman rumah ibu? Dan setiap hari ibu harus merawatnya. Soalnya tadi saya lihat tidak ada bunga-bunga sama sekali di halaman rumah ibu.

K : apa saya bisa melakukannya sus?

P : pasti bisa bu, yang penting ada kemauan
K : ..

P : jadi ibu bisa memasukkan kegiatan ini dalam jadwal keseharian ibu.

K : capek tidak sus?

P : tidak kok bu, kan setiap hari cuma disiram saja. Kalau ibu bisa merawat bunga-bunga dengan baik, halaman ibu akan semakin indah jika bunganya bermekaran. Keluarga ibu juga pasti senang melihatnya karena ada pemandangan yang indah. Setuju tidak bu?

K : iya suster, dengan begitu saya bisa merasa berguna lagi.

P : iya bu, betul sekali. Bu sepertinya ini mau hujan. Ayo kita pulang dulu.

K : iya suster

*sampai di rumah

P : bu, kalu begitu saya pamit dulu ya. Terimakasih atas waktunya. Assalamualaikum

K : iya sus, waalaikumsalam

P : menghampiri klien, tersenyum lalu duduk disebelah klien.

K : memandang kearah perawat sebentar lalu menundukkan kepalanya kembali






P : tersenyum kepada klien

K : berkata sambil tersenyum

P : tetap tersenyum dan memegang pundak klien

K : menatap perawat

P : tetap tenang dan mempertahankan kontak mata dengan klien

K : menganggukan kepala

P : mata melihat daerah sekitar yang diikuti dengan gerakan tubuh

K : hanya diam, ikut memandang halaman, menganggukkan kepala lalu meunduk kembali

P : nada suara rendah, rileks dan jelas

K : memandang lurus kedepan sambil memegang kepala

P : tetap tenang dan sambil memegang pundak klien

K : menundukkan kepala dan mata mulai berkaca-kaca

P : tetap tersenyum pada klien

K : menatap perawat, kemudian menunduk

P : tetap tenang dan tersenyum

K : menggelengkan kepala

P : bicara jelas dan lembut dan mempertahankan senyuman

K : menganggukan kepa sambil tersenyum

P : tersenyum dan mempertahankan kontak mata

K : pandangan mulai dialihkan ke taman

P : suara lembut dan jelas. Tangan menunjuk ke arah bunga-bunga

K : menunduk kemudian menatap perawat kemudian menunduk lagi

P : tersenyum sambil menepuk paha klien

K : menunduk dan mendengarkan apa yang dikatakan perawat

P : menatap klien dengan mempertahankan senyum

K : menganggukan kepala dengan penuh keyakinan

P : diam sambil mengamati klien dengan seksama

K : menundukkan kepala, menoleh ke arah perawat dan menundukkan kepala lagi

P : tetap tenang dan meyakinkan klien lagi

K : menatap dan senyum kepada perawat dan nampak kesungguhan saat megucapkan

P : mengacungkan jempol sambil tersenyum kepada klien

K : tersenyum dan mengangguk ke arah perawat

P : melihat cuaca yang akan turun hujan

K : menjawab dengan semangat

P : mengulurkan tangan untuk berjabat

K : menjabat tangan perawat





• Penuh percaya diri dan senang bertemu dengan klien

• Berharap klien masih mengingat tentang diri perawat

• Berharap klien bersedia melanjutkan interaksi

• Memulai percakapan dengan topik yang ringan sebelum masuk ke kondisi klien hari ini


• Berusaha menggali keluhan klien

• Menawarkan kepada klien cara menghilangkan pusing

• Mencoba memberikan alternatif kegiatan pada klien

• Meyakinkan klien bahwa klien mampu melakukan kegiatan yang berguna

• Mencoba memberikan gambaran positif dari kegiatan yang ditawarkan


• Mengingatkan bahwa interaksi telah selesai

• Kemungkinan klien berfikir mengapa perawat menghampiri dirinya

• Klien merasa yakin masih mengenali lawan bicaranya

• Klien bersedia berinteraksi dengan perawat

• Klien bersedia menceritakan apa yang dia rasakan saat itu

• Sedih karena merasa dirinya tidak berguna sama sekali

• Klien merasa tidak mampu berbuat apa-apa

• Bersedia mendengarkan tawaran dan saran dari perawat

• Merasa ragu akan kemampuannya dan masih merasa tidak mampu melakukan

• Mulai berfikir dan mempertimbangkan masukan dari perawat

• Sudah mengerti dan mau menerima saran dari perawat

• Menyetujui topik dalam upaya mengatasi masalah

• Klien senang berinteraksi dengan perawat

• Salam merupakan langkah awal untuk memulai interaksi


• Memperkenalkan diri sebagai hubungan saling percaya dan dasar interaksi antara perawat dengan klien

• Topik ringan dapat mempermudah interaksi sebelum pertanyaan berlanjut ke topik yang dituju

• Pertanyaan yang diajukan perawat mampu mengeksplorasi kemampuan klien dan sebagai bahan memberi tanggapan terhadap pikiran negatif yang muncul saat ini

• Respon penguatan atau jawaban yang diutarakan klien akan memberikan kesan bahwa perawat serius dalam memperhatikan masalah klien.

• Memotivasi memandang dirinya positif

• Memberikan pujian untuk meningkatkan harga diri


• Salam terakhir untuk menunjukkan rasa saling percaya perawat dan klien telah terbina




"


7. Ainil Fikroh Rahma Dheaning

pada : 08 April 2017

"Analisa proses interaksi merupakan suatu metode yang digunakan oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien dalam diagnosa keperawatan apapun. Tujuannya adalah untuk membangun komunikasi yang baik antara klien dan perawat, membantu merencanakan intervensi keperawatan, dan memaksimalkan intervensi keperawatan yang dilakukan.

Contoh :
Inisial Klien : Nn. A
Usia : 17 tahun
Pukul : 15.00
Status Interaksi: Pertemuan ke-1
Lingkungan :
Kondisi lingkungan di sekitar klien tidak terlalu ramai dan mengganggu.
Posisi interaksi perawat dan klien yaitu klien berada di tempat tidur sedangkan perawat duduk di samping tempat tidur klien dan menghadap klien
Deskripsi klien :
Klien meunjukkan wajah yang lemas, terdapat lingkaran hitam di sekitar matanya. Baju klien terlihat kusut namun masih terlihat bersih.
Tujuan :
1. Klien tidak mencoba bunuh diri lagi
2. Klien mampu memperbaiki kualitas dirinya, tidak merasa bersalah, dan tidak rendah diri

Berikut contoh percakapan :
Komunikasi verbal :
P : Selamat sore Mbak, mohon maaf, dengan mbak siapa?
K : Selamat sore Mbak. Nn. A
Komunikasi non verbal :
P : Tersenyum saat memandang klien
K : Biasa saja, tidak tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat ingin memberikan kesan yang baik saat bertemu dengan klien dan membuka percakapan
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan respon negative saat diajak komunikasi dengan perawat
Rasional :
Ucapan selamat pagi, atau sapaan apapun, menujukkan rasa ramah dan menghargai antara sesama.

Komunikasi Verbal :
P : Bagaimana kabarnya mbak? Sudah baikkan?. Oh iya sebelumnya perkenalkan saya Ns. Ainil, yang nantinya merawat mbak disini.
K : Ya beginilah Ners kabarnya
Komunikasi Non Verbal :
P : Perawat terus tersenyum, berusaha menggunakan intonasi yang baik dan lembut
K : Klien nampak tidak senang, tidak menunjukkan rasa ramah
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa canggung karena sepertinya kehadirannya tidak diharapkan oleh klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien merespon dengan singkat pertanyaan perawat
Rasional :
Bertanya kabar menunjukkan sikap peduli kepada orang lain. Sedangkan memperkenalkan diri menunjukkan rasa ingin mengenal dan akrab dengan lawan bicara.

Komunikasi Verbal :
P : Mbak, kalau memang ada yang perlu diceritakan, boleh kok cerita sama saya. Tidak baik memendam sendiri.
K : -
Komunikasi Non Verbal :
P : Masih tersenyum dan memandang klien
K : Diam saja, mulai memandang perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha agar klien mau menceritakan masalah yang dialaminya
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien tampak berpikir, apakah tindakan nya untuk menceritakan semua masalah nya itu dibenarkan atau tidak
Rasional :
Untuk menggali semua apa yang dirasakan oleh klien

Komunikasi Verbal :
P : Mbak kenapa kok merasa putus asa? Karena masalah teman-teman di kampus?
K : Saya juga bingung Ners
Komunikasi Non Verbal :
P : Perawat memandang klien
K : Ekspresi klien bingung, memandang ke arah depan
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat masih berusaha untuk menggali perasaan klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai mencoba untuk terbuka kepada perawat
Rasional :
Untuk menggali semua apa yang dirasakan oleh klien

Komunikasi Verbal :
P : Ceitakan saja mbak, tidak apa-apa. Mungkin saya bisa membantu
K : Iya, saya ada masalah dengan teman baik saya, teman baik saya selama ini. Saya merasa telah merebut apa yang dia punya. Padahal saya tidak bermaksud seperti itu.
Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien dengan rasa empati
K : Pandangan klien mulai berfokus pada perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mendengarkan klien dengan baik
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai terbuka dengan perawat
Rasional :
Menjadi pendengar yang baik, menjadi salah satu pereda cemas atau apapun yang mengganggu hati yang bercerita.

Komunikasi Verbal :
P : Masalah bisa diselesaikan dengan baik kok, tanpa perlu menyalahkan diri sendiri seperti ini, apalagi sampai berusaha menghilangkan nyawa diri sendiri mbak
K : Saya merasa hancur mbak, dia itu baik sekali sama saya, sampai karena masalah ini, saya merasa dikucilkan di sekolah, merasa seolah saya sudah tidak bisa hidup lagi
Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien dengan penuh empati
K : Matanya mulai berkaca-kaca, intonsi bicara agak meninggi
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat masih menjadi pendengar yang baik
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mencurahkan semua apa yang dirasakannya
Rasional :
Menggali lebih dalam alasan klien melakukan semua hal ini

Komunikasi Verbal :
P : Mbak, masalah itu bisa diselesaikan dengan baik kok, tanpa harus dengan cara seperti ini
K : Iya sih Ners
Komunikasi Non Verbal :
P : Tersenyum, pandangan fokus pada klien, memgang bahu klien
K : Memandang perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha memberikan solusi
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mencoba untuk menerima ucapan perawat
Rasional :
Menciptakan suasana yang lebih komunikatif dengan memegang bahu klien menjadikan klien merasa semakin lebih baik dan merasa ada yang mendengarkan

Komunikasi Verbal :
P : Sekarang masih merasa putus asa? Masih merasa bersalah?
K : Sudah agak mendingan si Ners, tapi gimana ya Ners caranya suapaya semua baik seperti semula?
Komunikasi Non Verbal :
P : Tersenyum, memandang klien
K : Tersenyum memandang perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mengevaluasi perasaan klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien semakin antusias dan terbuka kepada perawat
Rasional :
Kemampuan klien untuk bertanya mengenai solusi menunjukkan perkembangan diri klien yang lebih baik

Komunikasi Verbal :
P : Berusaha menemuni dia, menjelaskan yang sebenarnya, memang susah sih mbak, tapi saya yakin mbak bisa kok
K : Pasti Ners, makasi ya
Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien
K : Mengepalkan tangan (say yes) sambli tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat memberikan solusi terbaik untuk klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien memberikan umpan balik positif pada perawat
Rasional :
Solusi yang baik, memberikan klien perasaan lega

Komunikasi Verbal :
P : Yasudah, kalau ada apan-apa lagi, mbak bisa panggil saya atau perawat yang bertugas disini. Sekarang mbak bisa istirahat
K : Iya ners, terima kasih banyak
Komunikasi Non Verbal :
P : Tersenyum kepada klien. Merapikan tempat tidur klien
K : Tersenyum kepada perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha meyakinkan klien bahwa banyak orang yang mau mendengarkannya
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien terlihat sangat lega dan senang
Rasional :
Menyatakan kehadiran membuat klien merasa ada yang menghargai dan mendengarkan

Komunikasi Verbal :
P : Saya tinggal dulu ya mbak
K : Iya
Komunikasi Non Verbal :
P : Merapikan alat dan meninggalkan klien dengan tersenyum
K : Tersenyum kepada perawat dan mengganggukkan kepala
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa puas dan senang dengan respon klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien terlihat lebih baik dari sebelumnya
Rasional :
Tahap akhir merupakan tahap dimana sikap klien jauh lebih baik dan berusaha meninggalkan hal-hal yang dirasanya memang tidak perlu untuk dilakukan"


8. Fara Anggita Rosa

pada : 08 April 2017

"• Apa itu analisa proses interaksi? Alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi antara perawat dan klien
• Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ? Interaksi bertujuan untuk membina hubungan saling percaya antara perawat dan klien sehingga membantu perawat dalam menyusun rencana keperawatan
• Pada analisa proses interaksi terdapat komunikasi verbal, komunikasi non verbal, analisa berpusat pada perawat, analisa berpusat pada klien, rasional dan kesan/ evaluasi

• Analisa Proses Interaksi
Nama Klien : Tn. M
Hari/Tanggal : Jumat, 7 April 2017
Umur : 40 tahun
Waktu : 08.00-08.15
Deskripsi : Klien memakai kaos lengan pendek, celana kain panjang, memakai sandal jepit, rambut tidak begitu rapi
Tujuan : Klien mau berkomunikasi dengan perawat, terbina hubungan saling percaya, klien dapat mengontrol halusinasinya
Interaksi
Ns : Assalamualaikum, Selamat pagi Pak M ? (datang menghampiri klien sambil tersenyum). Rasional (memberi salam adalah hal baik dalam memulai perbincangan)
Tn. M : Selamat pagi (menatap ke arah Ners sambil tersenyum)
Analisa klien (merasa senang dengan kehadiran perawat dan menjawab dengan ramah)
Ns : Bapak sedang apa ? masih ingat saya tidak pak ? (menghampiri klien lalu duduk di dekat klien)
Analisa perawat : berharap klien masih ingat dan bersedia berbincang-bincang
Tn. M : Iya masih ingat suster saya baru selesai makan
Ns : Wah bagus, kalau gitu boleh dong sekarang saya ajak bapak bincang-bincang tentang halusinasi ? (bertanya dengan nada yang bersahabat)
Tn. M : Iya boleh sus
Ns : Apa bapak masih sering dengar suara-suara yang tidak jelas pak ? (kontak mata dipertahankan ketika sedang berbincang-bincang)
Analisa perawat : menanyakan tentang halusinasi klien
Tn. M : Masih sering sus saya selalu dengar
Analisa klien : menjawab dengan jelas
Ns : Apa yang dikatakan oleh suara-suara itu pak ?. Rasional (mendapat informasi mengenai halusinasi klien)
Tn. M : Saya mendengar suara laki-laki tua yang mengancam akan membunuh saya sus kalau saya pergi tidur
NS : Berapa kali bapak mendengar suara-suara itu dalam sehari pak ?
Tn. M : 2-5 kali sus
Ns : Bapak mendengar suara itu saat ingin tidur saja atau ada saat lain pak ?
Tn. M : Saya juga sering mendengar waktu saya duduk duduk sendirian sus
Ns : Lalu, apa yang bapak lakukan jika mendengar suara itu pak ?
Tn. M : Saya takut sus, saya mengamuk dan menangis
Ns : Bapak mau nggak kalau sya ajarkan cara mengontrol halusinasi itu supaya bapak tidak takut ?
Tn. M : iya mau sus bagaimana ?
Ns : Begini pak saat bapak mulai mendengar bapak cepat-cepat tutup telinga bapak dan katakan saya tidak mau dengar kamu (Ners mempraktikkan agar lebih jelas dan dapat diikuti klien). Cobak sekarang bapak yang melakukan seperti saya
Analisa klien :bersedia mengikuti saran dari perawat
Analisa perawat : bersedia memasukkan cara tersebut kedalam kegiatan sehari-hari
Tn. M : (klien menutup telinga lalu mengatakan “saya gakmau dengar kamu!”)
Ns : Nah, bagus sekali bapak. Bagaimana kalau latihan menutup telinga ini kita lakukan setiap hari pak ?. Rasional (pujian ditujukan untuk memotivasi klien dalam melakukan kegiatannya)
Analisa klien :senang dengan pujian yang diberikan
Analisa perawat : membuat kontrak untuk kegiatan selanjutnya
Tn. M : Iya sus
Ns : Bagus pak. Bagaimana nih perasaan bapak sekarang setelah berbincang dengan saya ?
Tn. M : Senang sus
Ns : Wah alhamdulilah kalau begitu. Nanti bapak ingat-ingat lagi ya apa yang tadi kita bicarakan.
Tn. M : iya suster
Ns : Baik pak kalau begitu bagaimana kalau kita besok berbincang- bincang lagi pak di depan sana di taman seperti ini tadi ?. Rasional (mengajak klien terbiasa dengan kegiatan terjadwal)
Tn. M : Boleh sus
Ns : Baik pak kalau begitu bapak silahkan istirahat pak, saya permisi dulu, terimakasih ya pak (tersenyum lalu menjabat tangan klien)

Kesan : Ners puas dengan interaksi karena tujuan tercapai, klien mau berkomunikasi dengan ners dan dapat mempraktikkan cara mengontrol halusinasi





"


9. Puji Setyowati

pada : 08 April 2017

" Analisa Proses Interaksi (API) sesuatu yang dilakukan perawat/mahasiswa untuk memahami interaksi yang terjadi pada klien dan perawat yang dapat dilakukan melalui pencatatan dan pelaporan antar tim keperawatan dan tim kesehatan lainya. Dimana catatan tersebut terdiri dari 3 macam yaitu : Catatan perkembangan (proses keperawatan); catatan hubungan perawat-klien dan catatan resume.
Komponen API :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan.

Tujuan API
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan



Initial klien : Tn.B
Usia : 35 Tahun
Waktu interaksi : 08.00 WIB
Interaksi ke : 1 (12 Desenber 2014)
Ruang : Anggrek
No. RM : 1003754
Lingkungan : Di Halaman Rs dengan keadaan Nyaman, tenang, dan santai.
Diskripsi klien : Klien dengan penampilan kurang rapi dan pendiam.
Tujuan komunikasi : Klien dapat mengungkapkan secara terbuka permasalahannya


1. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : Selamat sore pak, boleh saya duduk di sebelah bapak?
K : Sore, silahkan
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Memandang K dan tersenyum
K : Ekspresi datar
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
p : Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh si K.
P merasa senang ada tanggapan walaupun hanya dengan kata tidak dengan ekspresi.
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K masih ragu dan takut terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya. Takut merasa kecewa.
e. RASIONAL
salam yang dilakukan perswat merupakan kalimat untuk memulai percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.
2. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : Wah, suasana pagi ini sejuk sekali ya pak?
K : (diam)
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Memandang ke halaman sambil melirik K
K : Ikut melihat ke halaman, dan hanya diam dambil menundukkan kepala
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P ingin memulai percakapan ringan untuk menjalin rasa ramah kepada si K.
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K memberikan respon sepintas dengan melihat halaman juga namun tetap tidak memberikan tanggapan dengan verbal.
e. RASIONAL
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih lanjut.
3. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : Perkenalkan saya Puji, mahasiswa yang praktik disini dan bertugas merawat bapak. Oh ya nama bapak siapa?
K : hmm...bastian mbak (nada lirih)
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Memandang K sambil menjulurkan tangan K untuk berjabat tangan.
K : Ekspresi datar dan menerima uluran tangan dari P dan menariknya dengan cepat.
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P ingin berkeanalan dengan pasien
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K masih ragu dan merasa perkenalan hanya formalitas.
e. RASIONAL
perkenalan menciptakan rasa percaya dan memudahkan interaksi.
4. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : bapak bastian ingat tidak kenapa dirawat disini?
K : karena saya mencuri motor.
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : dengan wajah tersenyum namun pertanyaan serius.
K : menunduk
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P berhati-hati karena pertanyaan sangat spesifik dan takut menyinggung pasien.
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K mengingat-ingat dan sedikit menyesal.
e. RASIONAL
keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS JIWA.
5. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : Kalau boleh tahu, apakah bapak pernah mengamuk
K : tidak pernah pak, saya sering melamun. Karena istri saya meninggal bulan lalu.
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : bertanya perlahan dan memperhatikan respon K
K : mengingat dan memandang ke langit
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P mengkaji lebih jauh.
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K mengingat-ingat dan mualai mengalami halusinasi
e. RASIONAL
Halusinasi dapat terjadi kapan saja karena adanya stimulasi tertentu.
6. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : -
K : suami saya orangnya cantik, sayang meninggal. Namun anak saya sudah jadi bos besar di jakarta.
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Masih kaget dan memperhatikan
K : berhalunisasi dan berbicara
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P menemukan adanya flight of ideas dan dan berpikir tentang faktor penyebab.
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K mengingat istri dan anaknya
e. RASIONAL
dengan P diam, K merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaanya.
7. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : lalu bagiamana dengan anak bapak yang menjadi bos, apakah sering berkunjung?
K : iya sebulan sekali, karena takut ada perang disana.
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Memandang K dan berusaha menganalisi
K : menoleh ke P dan tersenyum
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P mengkaji hubungan K dengan keluarganya, P senang K mulai percaya dan terbukan dengan P.
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K mengingat keluarganya dan mulai percaya pada P dengan mengungkapkan rahasianya
e. RASIONAL
keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya. Keluarga juga dapat membuat klien melihat realitas menyenangkan atau malah menjadi sumber stressor.
8. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : kalau dirumah , ngapain aja pak bas? Suka ngobrol dengan keluarga atau tetangga?
K : ya, enak diem dirumah aja. tidur dan baca buku-buku penelitian. Profesor harus banyak baca.
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Memandang K dan berusaha menganalisi
K : menoleh ke P dan menjawab pertanyaan K
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P mengkaji aktivitas K dirumah
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K mengingat aktivitasnya dirumah dan menganggap ngobrol mengganggu aktivitas membaca buku.
e. RASIONAL
menarik diri membuat si K asyik dengan dunianya sendiri.
9. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : pak bas, kita sudah banyak bercerita. ,asih ingat nama saya?
K : Puji
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Memandang K dan berusaha menganalisi
K : menoleh ke P dan tersenyum
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P ingin mengkaji daya ingat K
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K mengingat nama K
e. RASIONAL
daya ingat pasien berhubungan dengan kebenaran dari semua data yang didapat.
10. a. KOMUNIKASI VERBAL
P : pak bas, cukup kita berbincang-bincangnya, besok saya bertemu lagi ditempat ini ya? Terima kasih atas kesediaan pak bas yang sudah mau mengobrol dengan saya, selamat pagi.
K : pagi
b. KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Menepuk bahu K dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
K : menoleh ke P dan menjabat tangan dengan P.
c. ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P mengakiri mencari data dan menganalisis.
d. ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K menunjukan rasa percaya pada P
e. RASIONAL
salam penutup merupakan fase membina rasa percaya kembali.
"


10. Alex Susanto

pada : 08 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) merupakan komponen dari praktik keperawatan yang terdiri dari serangkaian proses interaksi antara perawat dengan klien. Interaksi tersebut dilakukan hingga terjadi kesama-pahaman antara perawat dengan klien, serta tercapainya tujuan yang diinginkan.
Analisa Proses Interaksi sangat penting bagi perawat. Selain digunakan sebagai metode mengkaji informasi dan data dari klien untuk menyusun rencana asuhan keperawatan, juga mampu digunakan sebagai sarana untuk menilai dan melatih komunikasi klien.
Contoh: Tn. Y dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi.
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial klien :Tn. Y
Nama Mahasiswa :Alex Susanto
Status interaksi perawat-klien :Fase I (perkenalan)
Tanggal dan Waktu :8 April 2017 pukul 08.00 – 08.30 WIB (30 menit)
Tempat :Lobi ruang bougenville RS Menur
Lingkungan :Suasana tenang, berhadapan dengan klien, klien di tempat duduk dekat lobi
Deskripsi klien :Penampilan klien rapi, sudah mandi, memakai kaos dan celana panjang, duduk sendiri.
Tujuan komunikasi :Klien mampu mengenal perawat, berkomunikasi, serta mengungkapkan permasalahan yang sedang dialami.


Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisa Berpusat pada Perawat Analisa Berpusat pada Klien Rasional
P: Selamat pagi, Pak. Bolehkah saya duduk di sebelah Anda? P: Memandang K dan tersenyum
K: Ekspresi datar. P Ingin berkomunikasi dengan K dan berharap K mampu menerima kehadiran P. K Masih ragu terhadap orang yang baru dikenalnya.
Salam merupakan pembuka suatu percakapan yang harus dilakukan dengan sopan. Tujuannya yaitu membina hubungan saling percaya.
K: Selamat pagi. Silahkan. K: Ekspresi datar dan memandang P
P: Memandang K P Merasa senang karena mendapat respon dari K walaupun ekspresinya datar. K Ragu untuk membalas percakapan dengan orang yang baru dikenalnya.
P: Perkenalkan Pak, saya Alex. Mahasiswa keperawatan Unair yang sedang praktik disini dan akan merawat Bapak. P: memulai percakapan sambil memandang K dan mengulurkan tangan.
K: Menerima uluran tangan dan menatap P sambil terdiam. P Ingin memulai pembicaraan ringan sebelum masuk ke pembahasan kondisi K. K masih ragu dan bertanya-tanya. Memperkenalkan diri mampu membina hubungan rasasaling percaya antara perawat dengan klien, sehingga mampu menciptakan sebuah komunikasi yang aktual.
K: (diam) K: Menggenggam tangan P dan terdiam.
P: Memandang K. P Merasa perlu untuk menjelaskan pada K maksud dari kedatangannya. K masih belum percaya untuk berkomunikasi dengan P.
P: Nama Bapak siapa? P: Masih menggenggam tangan K dan mendekat kepadanya.
K: Menyebutkan namanya sambil menunduk dan segera melepaskan genggamannya. P ingin mengetahui nama K.
K masih ragu.
Mengenal nama klien bertujuan untuk memudahkan dalam berkomunikasi dan berinteraksi.
K: Saya Yudi. K: Menjawab pertanyaan P dengan menyebutkan namanya.
P: Merespon dengan baik jawaban K. P merasa K belum percaya untuk berkomunikasi dengannya. K merasa bahwa perkenalan hanya basa-basi untuk mengisi waktu luang.
P: Kalau begitu, saya panggil Pak Yudi saja ya? P: Memandang K sambil tersenyum.
K: Menunduk P mencoba untuk mengakrabkan suasana. K mulai mencoba menjalin komunikasi tanpa ragu bersama P. Nama panggilan adalah nama yang disukai dan mudah diingat oleh klien. Klien akan senang bila dipanggil sesuai dengan nama panggilan kesukaannya.
Pujian perlu diberikan untuk mengakrabkan dan menjalin komunikasi terapeutik.
K: Iya. K: Menoleh ke P.
P: Menatap K dan merespon baik jawabannya. P merasa bahwa pertanyannya telah direspon dengan baik. K mulai nyaman berkomunikasi dengan K dan merasa dekat.
P: Pak Yudi, asalnya dari mana Pak? P: Memandang K.
K: Menunduk dan berpikir. P berusaha membangun keakraban dimulai dengan topik pembahasan yang sederhana. K mencoba mengingat nama daerah asalnya. Komunikasi dapat dimulai dengan topik bahasan yang sederhana. Tujuannya yaitu menjalin keakraban dan rasa nyaman.
K: dari Balong Panggang, Gresik. K: Menjawab pertanyaan P sambil memandang wajahnya.
P: tersenyum dan memperhatikan. P merasa senang atas respon yang diberikan oleh K. K merasa senang karena ingat akan daerah asalnya, dan berusaha mengingat kembali daerah asalnya tersebut.
P: Wah, jauh juga ya Pak. Bapak sudah berapa lama tinggal disini? P: Memandang K sambil tersenyum.
K: hanya terdiam dan berusaha mengingat kembali. P mulai mengkaji data umum atau data demografi K. K berusaha mengingat kembali. Penyakit kronis atau akut dapat diidentifikasi dari berapa lama klien dirawat.
K: Sekitar lima tahun. K: Respon menjawab tanpa menatap P.
P: Memandang K. P merasa khawatir akan pertanyaannya, menyinggung K atau tidak. K membayangkan keadaannya yang sudah dijalani.
P: Sejak tahun berapa ya Pak? P: Menatap K dan menunjukkan perhatian
K: Menunduk sembari menepukkan kedua tangannya di paha. P berharap mampu mendapatkan data rawat inap secara pasti sambil mengkaji daya ingat pasien. K berusaha mengingat kembali. Menanyakan data klien yang sederhana mampu mengkaji daya ingat klien.
K: Tahun 2012. K: Menunduk dan mengayunkan kakinya.
P: Memperhatikan dengan seksama. P merasa senang karena pertanyannya direspon baik oleh K. K menjawab dengan seadanya.
P: Sekarang umur Bapak berapa? P: Mendekatkan diri pada K.
K: mencoba mengingat untuk menjawab. P mengkaji usia K dan mengkaji daya ingatnya. K mencoba mengingat usianya. Usia memengaruhi daya ingat klien.
K: Emm.. 46 tahun. K: Menjawab sambil sesekali melihat sekitarnya.
P: Mendengarkan jawaban K. P mendengarkan jawaban K dan merasa senang. K menjawabnya dengan ragu-ragu.
P: Pak Yudi ingat nggak mengapa bapak bisa dirawat disini? P: Mulai menanyakan riwayat penyakit K.
K: Mengingat kembali kejadian yang mengantarkannya ke RS. P sangat berhati-hati karena pertanyaan itu sangat spesifik dan takut menyinggung K. K mencoba mengingat kembali. Keluhan utama menjadi dasar perawatan pasien di RS Jiwa.
K: Waktu itu saya sakit kepala. Sakiit banget. Terus diberi obat dan dirawat disini. K: Menjawab dengan singkat.
P: Mendengarkan jawaban K. P merasa pertanyaannya direspon dengan baik dan pertanyannya tidak menyinggungnya. K menjawab dengan singkat tanpa keraguan.
P: Oh begitu. Ngomong-ngomong, Pak Yudi suka nggak kalau ada di tempat ramai? P: Menatap K sambil bertanya untuk menjaga jalinan rasa nyaman dalam berkomunikasi.
K: melihat kearah P. P ragu atas pertanyannya dan takut menyinggung perasaan K. K mengingat kembali akan kebiasaannya. Halusinasi bisa terjadi kapan saja selama ada stimulus tertentu yang memengaruhipikiran klien.
K: Nggak.. saya nggak suka. Lebih enak yang sepi. Saya sudah terbiasa sendirian.Apalagi disini, seperti lihat anakku berdiri disana! K: Mulai berpaling dan berbicara diluar topik.
P: Mencoba mendengarkan dan memahami respon K. P seketika kaget, dan menemukan bahwa K mengalami halusinasi lihat. K mengalami halusinasi lihat.
P: Keluarga Pak Yudi sekarang tinggal dimana? P: Melihat kearah K sambil menanyakan tentang keluarganya.
K: memikirkan jawaban. P mencoba menanyakan pertanyaan sensitif yaitu mengenai kehidupan keluarga K. K memikirkan jawaban atas pertanyaan yang diberikan P. Keluarga dan orang terdekat mampu memengaruhi pola pikir klien.
K: Istri saya ada di rumah, di Gresik. Anak saya ada tiga orang. Yang pertama sudah berkeluarga tinggal di Jakarta. Yang kedua masih SMA, yang ketiga sudah nggak ada. Tapi kadang-kadang masih menemani saya saat sendirian. K: Menjawab pertanyaan P dengan rinci dan timbul halusinasi.
P: Mencoba untuk memberikan respon terbaik, yaitu dengan mendengarkan jawaban K. P semakin menemukan bukti bahwa K mengalami halusinasi lihat mengenai anak bungsunya yang sudah meninggal dunia. K semakin mengalami halusinasi lihat saat ditanya mengenai anggota keluarganya.
P: Pekerjaan Bapak sebagai apa? P: Mengkaji perilaku K dengan menanyakan pekerjaannya.
K: Menatap P. P merasa takut pertanyaannya akan menyinggung K karena berrsifat sensitif. K berusaha mengingat kembali. Beragam faktor yang dapat memengaruhi pola pikir klien, salah satunya adalah pekerjaan dan tanggung jawab didalamnya.
K: Saya kerja di pabrik pengolahan ikan di Gresik. Lokasinya dekat sekolah anak saya yang ketiga. Saya sering ingat dia saat jam pulang.. K: menjawab pertanyaan P dan meresponnya dengan baik.
P: Mendengarkan jawaban K. P menemukan data bahwa lokasi kerja K dekat dengan tempat sekolah anak bungsunya. Hal ini juga semakin memperparah halusinasi K. K mengatakan bahwa ia mengalami halusinasi lihat saat melewati sekolahan anaknya.
P: Oh gitu.. P: Menatap K.
K: Mendengarkan respon P. P mencoba memahami K. K merasa sedih dan tertunduk. Rasa percaya perlu dikembangkan saat menjalin komunikasi. Agar klien senantiasa merasa nyaman dalam obrolan dan mampu memberikan data yang sebenarnya.
K: Lihat! Ada anak saya berdiri disana! Dia melihat saya!! K: Menatap lorong jalan dan menunjukkan kearah tepi.
P: Menengok dan berusaha memperhatikan arah tunjuk K. P melihat bahwa K sering mengalami halusinasi saat duduk sendiri di lobi. Hal inilah yang membuatnya semakin merasa nyaman disana. K mengalami halusinasi lihat saat duduk di lobi.
P: Iya Pak. Setiap hari Bapak melakukan apa saja semenjak dirawat disini? P: Menanyakan aktivitas klien.
K: Menunduk dan berpikir. P berusaha menggali kebiasaan klien untuk mengetahui apakah ada aktivitas lain yang sering menimbulkan halusinasi. K tertunduk dan mengingat kembali aktivitas yang biasa dilakukannya. Penggalian faktor penyebab halusinasi perlu untuk mengurangi frekuensi terjadinya halusinasi dan mengetahui kapan klien mengalaminya.
K: Makan, mandi, minum obat.. K: Menjawab dengan singkat sambil menghitung jarinya.
P: Mendengarkan dan menatap K. P menanyakan aktivitas K bertujuan untuk mengkaji daya ingat. K menceritakan kebiasaannya dengan singkat.
P: Lalu, apa lagi Pak? P: Menanyakan lagi dengan menatap K.
K: Mendengarkan dan berpikir. P ingin mengkaji lagi mengenai aktivitas K. K terdiam dan berpikir. Aktivitas klien perlu diketahui untuk mengkaji apakah didalamnya sering terjadi halusinasi atau tidak.
K: Abis minum obat yaa duduk-duduk disini. Sambil lihat anak saya datang menjenguk.. K: Menjawab dengan senang.
P: Menatap K dan mendengarkannya. P melihat bahwa K sering duduk di lobi hanya untuk melihat halusinasi anaknya. K menjawab dengan tersenyum dan penuh percaya diri.
P: Pak Yudi betah atau tidak tinggal disini? P: Melihat kearah taman.
K: Menunduk. P mencoba mengalihkan pemikiran K dari halusinasi. K hanya menunduk terdiam dan berpikir. Merupakan proses pengalihan pikiran dari halusinasi pada fase ini.
K: Betah banget. Apalagi pas anak saya rutin datang kesini. Walaupun Cuma berdiri di sana (sambil nunjuk jalan didepan lobi). K: Ikut melihat kearah taman.
P: Memperhatikan. P merasa senang karena mampu mengalihkan perhatian K. K berusaha menjawab seadanya.
P: Keluarga Pak Yudi sering datang kesini? P: Menatap K.
K: Menunduk sembari melihat kakinya. P mencoba mengkaji keterlibatan keluarga dengan proses perawatan K. K berusaha mengingat keluarganya. Keluarga merupakan support system utama, sehingga harus dikaji keterlibatannya.
K: Sering. Apalagi anak saya itu.. K: Menjawab dengan menatap P.
P: Memperhatikan K. P mulai memahami kedekatan K dengan anak bungsunya. K mengingat keluarganya, terutama anak bungsunya.
P: Kalau istri dan anak Bapak yang lain? P: Menatap K.
K: Melihat P P berusaha menanyakan kedekatan Kdengan anggota keluarganya yang lain. K berpikir dan terdiam sejenak. Perhatian dari keluarga yang utuh mampu memberikan support system yang lebih baik.
K: Istri saya datang paling sebulan sekali. Anak saya repot semua, jauh lagi. Yang kecil paling rajin jenguk saya. K: Menatap P.
P: Menatap K. P menemukan kejadian halusinasi lagi. K mengalami halusinasi lagi bahwa anak bungsunya sering menjenguknya di RS.
P: Kalau di rumah Bapak biasanya ngapain aja? P: Melihat K.
K. Menunduk dan melihat kearah kakinya. P menanyakan aktivitas K di rumah. K terdiam dan berpikir. Aktivitas di rumah bisa mendorong klien untuk berhalusinasi.
K: Sore pulang kerja, langsung mandi makan. Malam lagi, tidur, berangkat lagi. K: Menatap P dan menjawab dengan singkat.
P: Mencoba memahami kondisi K. P menemukan bahwa aktivitas K sangat padat sehingga jarang berkomunikasi dengan keluarganya. K menjawab dengan yakin.
P: Sekarang kangen nggak Pak sama suasana di rumah? P: Menatap K.
K: Terdiam dan berpikir. P mencoba menanyakan perasaan K terhadap kediamannya. K mencoba mengingat kembali kondisi di kediamannya. Suasana rumah bisa menjadi faktor yang utama untuk berhalusinasi karena menjadi tempat bertemu dengan kenangan.
K: Kangen. K: Menjawab dengan pasti.
P: Memperhatikan. P memahami perasaan K. K menjawab dengan pasti mengenai perasaannya.
P: Sering ngobrol nggak Pak sama keluarga di rumah? P: Melihat kearah K.
K: Memperhatikan P. P mencoba mengkaji hubungan K dengan keluarganya. K terdiam dan mencoba berpikir. Kedekatan keluarga mampu mengurangi frekuensi terjadinya halusinasi.
K: Nggak. Seringnya di kamar. Istirahat soalnya capek. K: Menjawab dengan pasti.
P: Mendengarkan. P menemukan bahwa K sering menyendiri dalam kamarnya. K lebih suka menyendiri karena capek dengan aktivitasnya.
P: Perasaan Bapak sekarang bagaimana? P: Melihat K.
K: Menunduk dan berpikir. P menanyakan kondisi K saat ini. K mencoba berpikir. Kondisi saat ini perlu dikaji untuk mengembangkan rencana keperawatan.
K: Senang. Kan abis ketemu anakku yang paling kecil. K: Menjawab dengan pasti.
P: Mendengarkan K. P melihat bahwa kondisinya saat ini nyaman karena berhalusinasi melihat anak bungsunya. K mencoba mengungkapkan perasaannya saat ini.
P: - P: Menunduk.
K: Melihat kearah P. P mencoba memahami K dengan diam. K mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Diam bisa menjadi tindakan terapeutik karena mampu memberikan kesempatan lawan bicara untuk menyampaikan suatu topik.
K: Dia lucu sekali. Kadang dia menemani saya saat sendiri sambil bergurau dan makan snack kesukaannya. Rasa capek langsung hilang pas lihat dia. K: Menceritakan dengan pasti sambil melihat P.
P: Mendengarkan dengan seksama. P mengetahui bahwa K sering bergurau dan dekat dengan anak bungsunya. K menceritakan pengalamannya bersama anak bungsunya.
P: Baik Pak. Ngomong-ngomong, tadi kita sudah perkenalan Pak. Masih ingat nggak Pak sama nama saya? P: Melihat kearah K.
K: Menunduk. P menanyakan kembali perihal identitasnya untuk menguji daya ingat dan memalingkannya dari halusinasi. K menunduk dan berpikir. Evaluasi fase I dikatakan berhasil jika klien mampu mengingat nama pemeriksa sehingga nantinya terjalin kepercayaan.
K: Alex K: Menjawab dengan pasti.
P: Mendengarkan respon K. P merasa senang dengan respon yang diberikan K. K menjawab dengan pasti.
P: Baik. Saya senang sekali bisa ngobrol sama Pak Yudi. Bagaimana kalau selepas tidur siang nanti kita ngobrol lagi? Sebentar kok Pak. Sekitar 15 menit saja. P: Menepuk bahu K.
K: Tersenyum dan melihat kearah P. P memberikan reinforcement pada K. K merasa senang diberikan reinforcement. Kontrak selanjutnya harus ditentukan, agar klien siap dan ingat terhadap kontrak tersebut.
K: Oke K: Tersenyum.
P: Tersenyum sembari melihat K. P merasa senang karena K mampu diajak bekerja sama menentuka kontrak selanjutnya. K ikut menentukan kontrak.
P: Kalau Pak Yudi setuju, nanti kita ngobrol tentang perasaan Pak Yudi terhadapKeluarga Bapak. Sekalian saya periksa ya Pak. P: Memandang K.
K: Menunduk sembari melihat tangannya. P menentukan aktivitas dan topik pada kontrak selanjutnya. K memikirkan kegiatan yang disebutkan. Harus disampaikan mengenai topik dan kegiatan yang akan dilakukan pada kontrak selanjutnya. Hal ini digunakan sebagai batasan untuk mengembalikan pembicaraan yang diluar topik dan kegiatan sesuai kontrak.
K: Siap. K: Menyetujui dan mengangguk.
P: Tersenyum. P merasa senang karena K telah menyetujui agenda yang akan dilakukan selanjutnya. K setuju terhadap aktivitas yang akan dilakukan selanjutnya.
P: Terimakasih Pak sudah menyempatkan waktunya untuk ngobrol dengan saya. Selamat Pagi. P: Menepuk bahu K dan mengulurkan tangan.
K: Membalas uluran tangan P. P menutup fase I. K menunjukkan rasa percaya terhadap P. Salam penutup merupakan akhir dari sebuah percakapan yang harus dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya klien.
K: Selamat Pagi. K: Tersenyum.
P: Tersenyum. P merasa senang atas reaksi K. K menyambut salam P.

Kesan Perawat:
Fase awal (fase I) dapat berjalan dengan baik. Klien lebih sering mengalami halusinasi, namun tidak menghambat dalam penyampaian informasi. Data yang didapatkan adalah mengenai halusinasi lihat yang dialami klien, harga diri rendah kronik, koping individu tidak efektif, menarik diri, dan koping keluarga tidak efektif. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan klien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya, yaitu fase II (fase kerja).
"


11. Aisyah Niswatus Sakdiyah

pada : 08 April 2017

"Analisis Proses Interaksi adalah cara yang dilakukan perawat untuk menganalisis atau memahami proses-proses interaksi antara perawat dan klien yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan keluhan klien, meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi terapeutik, dan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap kebutuhan klien, dan memudahkan perawat dalam merencanakan tindakan keperawatan.
Interaksi tersebut harus dicatat. Aspek yang harus dicatat yaitu pola perilaku klien dan hubungan interpersonal antara perawat dan klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat dan klien, dan catatan resume.
Analisis Proses Interaksi terdiri dari beberapa komponen, yaitu komunikasi verbal dan non-verbal antara perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan oleh perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi, serta rencana lanjutan tindakan keperawatan.

Contoh Analisis Proses Interaksi klien dengan masalah keperawatan risiko bunuh diri:
Inisial klien : Nn. A
Tujuan interaksi: Percakapan untuk melindungi pasien dari risiko bunuh diri
Usia: 19 Tahun
Waktu interaksi: 11.00 WIB
Lingkungan: Di taman Rumah Sakit dengan keadaan nyaman dan tenang
Diskripsi klien: Klien mengenakan baju dan celana bersih, rambut rapi, tidak memakai sandal dan klien duduk di taman Rumah Sakit.
1. - Komunikasi Verbal
P: Selamat siang mbak, perkenalkan saya ners Aisyah, mahasiswi keperawatan Universitas Airlangga, mbak namanya siapa?
K: Siang. Saya A.
- Komunikasi Non Verbal
P: Memandang A dan tersenyum.
K: pandangan tidak fokus dan tersenyum.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Ingin membuka percakapan dengan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K : Memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat.
- Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien agar klien dapat membuka diri.
2. - Komunikasi Verbal
P: Bagaimana perasaan mbak hari ini? Bolehkah saya menemani mbak selama 20 menit?
K: Saya baik mbak, iya
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang A dan tersenyum.
K: pandangan mata waspada kepada klien
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : merasa senang karena Nn. A memberikan respon yang baik
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien mendengarkan pertanyaan dengan serius
- Rasional
Perawat mencoba mencari tahu kondisi klien dengan pertanyaan terbuka dan memberi kesempatan klien untuk mengutarakan apa yang dirasakan.
3. - Komunikasi Verbal
P: Bagaimana kalau kita membicarakan tentang apa yang mbak rasakan selama ini?
K: Iya mbak.
- Komunikasi Non Verbal
P:Memandang dan tersenyum
K: Pandangan tidak fokus terhadap perawat yang bertanya
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
- Rasional
Untuk mendapatkan persetujuan dari klien.
4. - Komunikasi Verbal
P: Bagaimana perasaan mbak saat ini?
K: Saya merasa keluarga saya akan lebih baik jika tanpa saya. Saya adalah orang yang selalu membawa musibah bagi keluarga saya dan sebaiknya saya pergi saja dari kehidupan mereka.
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang Nn. A
K: menatap perawat dan terlihat sedang berpikir.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Ingin mengetahui keadaan Nn. A saat ini.
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak ingin menceritakan Masalahnya dengan perawat
- Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
5. - Komunikasi Verbal
P: Apa yang mbak rasakan ketika mengingat masalah itu?
K: semenjak adik saya sakit parah, saya selalu merasa bersalah, karena saya tidak bisa menjaga adik saya dengan baik.
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang Nn. A
K : Mengingat-ingat kejadian yang telah terjadi, penuh kekhawatiran, dan memandang perawat.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat mencoba menggali lebih dalam tentang masalah klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien mencoba memahami pertanyaan perawat
- Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
6. - Komunikasi Verbal
P: Apakah mbak berniat untuk bunuh diri? Mengapa?
K: Iya mbak daripada saya merugikan keluarga saya dan disalahkan oleh semua orang, lebih baik saya mati saja mbak. Saya sudah mencoba bunuh diri tetapi ada tetangga saya yang mengetahui dan akhirnya saya dibawa ke sini.
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang Nn. A
K: memandang perawat dan tampak berpikir.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat berusaha mendengar ungkapan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak tegas mengambil kesimpulan tentang kejadiannya
- Rasional
Mengetahui keadaan pasien sekarang.
7. - Komunikasi Verbal
P: Apa yang akan mbak A lakukan kalau ingin bunuh diri lagi?
K: Saya mencoba menahan diri dan mencari kesibukan, terkadang mencari bantuan perawat di sini.
- Komunikasi Non Verbal
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian.
K : Suara klien terdengar pelan.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat berusaha menyimak kembali cerita klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak lebih bersemangat menceritakan rencananya kepada perawat
- Rasional
Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik
8. - Komunikasi Verbal
P: Bagus sekali mbak. Dengan kesibukan itu mbak bisa melupakan masalah mbak. Mbak juga harus memanggil perawat untuk membantu. Saya percaya mbak A dapat melakukannya dengan baik.
K: Iya mbak.
- Komunikasi Non Verbal
P: Memandang A dengan pandangan menghargai dan tersenyum.
K: Menunduk.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat berusaha memberi penguatan yang positif dan menggali permasalahan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang menjadi rencananya
- Rasional
Penguatan yang positif dapat meningkatkan harga diri klien, memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien.
9. - Komunikasi Verbal
P: Bagaimana perasaan mbak A setelah kita membicarakan hal ini?
K: Senang mbak.
- Komunikasi Non Verbal
P : Suara jelas, tetap tersenyum, sikap terbuka
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat mengevaluasi perasaan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien terlihat antusias menyimak pertanyaan perawat
- Rasional
Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan
10. - Komunikasi Verbal
P: Baiklah mbak, besok kita akan berbincang-bincang lagi jam 11.00, di taman ini ya mbak. Apakah mbak bersedia?
K: Iya mbak. Terima kasih.
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang D dan berbicara dengan sopan.
K: menganggukkan kepala
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak senang karena perawat membantunya dalam mengatasi masalahnya
- Rasional
Terminasi adalah saat untuk mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai."


12. Maya Rahma Ruski

pada : 08 April 2017

"A. Pengertian
Analisa proses interaksi (API) adalah prosedur kerja dengan metode pencatatan dan pelaporan yang digunakan oleh perawat untuk memahami interaksi komunikasi secara verbal dan non verbal yang terjadi antara perawat dan klien, catatan tersebut yaitu, catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat-klien, dan catatan kesimpulan (hasil akhir) sehingga perawat mendapatkan rencana lanjutan tindakan keperawatan. Proses API ini dapat dilakukan pada semua pasien, tujuan dari API yaitu Meningkatkan kepedulian perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan pendekatan perawat dengan klien, serta untuk meningkatkan interaksi verbal dan non verbal sehingga proses ini dapat membantu tindakan perawat untuk melakukan tindakan selanjutnya.

B. Dialog semu Analisa proses interaksi (API) Perawat dengan Masalah Keperawatan Klien Resiko bunuh diri.

Inisial klien : Tn. M
Status interaksi perawat-klien : Pertemuan 1 (Fase Orientasi)
Lingkungan Prolog : Perawat dan Klien duduk berhadapan di Gazebo Rsj. Menur dengan kondisi santai, nyaman, tenang dan rileks.
Deskripsi klien : Penampilan klien bersih dan sedikit kurang rapi, klien terlihat sedih, sering melamun, pada saat mengobrol dengan perawat klien tidak menatap mata perawat.
Tujuan (berorientasi pada klien) : Klien tau bagaimana cara untuk menghindari bunuh diri serta menjauhkan klien dengan masalah keperawatan Resiko bunuh diri.
Nama Mahasiswa : Maya Rahma Ruski
Tanggal : 8 April 2016
Jam : 08.00 – 08.30
Ruang : Kamboja

Prolog :
Disebuah ruang kamboja Rsj Menur terdapat pasien gangguan jiwa bernama Tuan M, klien tersebut masuk ke rumah sakit jiwa karena dirumah suka melamun, menyendiri, terlihat sedih apabila diajak bicara menjawab “semua salah saya, saya tidak pantas hidup di dunia ini lagi”. Dan klien pernah mencoba menyayat tangannya serta membenturkan kepalanya ke benda tumpul. Keluarga berusaha menyingkirkan benda- benda tajam seperti pisau, gunting disekitar klien dan selalu memantau klien, hingga keluarga takut akan hal mengakhiri dirinya lalu keluarganya membawanya kerumah sakit jiwa menur.
Percakapan
(Komunikasi Verbal)
Perawat : “Assalamualaikum, selamat pagi ini dengan Tuan siapa namanya?
Pasien : “ Walaikumsalam, Tn. M”
Perawat : “Perkenalkan saya adalah perawat Maya yang berjaga di ruang kamboja ini, saya dinas pagi dari jam 7 sampai jam 2 siang.”
Pasien : “Oh”
Perawat : “ Bagaimana perasaan Tn. M pagi hari ini?”
Pasien : “Kurang baik”
Perawat : “ Bagaimana kalau kita mengobrol tentang apa yang Tn. M keluhkan saat ini? ayo kita cari tempat yang Tn. M merasa nyaman, berapa lama kita bicara?”
Pasien : “Di sana saja mbak (menunjuk arah Gazebo)”
Perawat : “Baiklah di gazobo saja lebih sejuk, bagaimana perasaan Tn. M setelah kejadian yang telah dialami saat ini? Apakah Tn. M merasa bersalah atau mempersalahkan diri sendiri?”
Pasien : “ Iya, saya merasa bersalah sekali kepada pacar saya yang sudah saya sakiti hingga pacar saya menangis dan saya merasa tidak ada gunanya saya hidup di dunia ini”
Perawat :” Apakah Tn. M berniat menyakiti diri sendiri? ingin bunuh diri atau berharap Tn. M mati? sehingga beban hidup perasasan bersalah teratasi?”
Pasien : “ Iya, saya lebih baik mati dari pada tidak bisa membahagiakan pacar saya, saya lebih baik mati!”
Perawa :” Tampaknya sekarang Tn. M membutuhkan pertolongan segera karena ada keinginan unrtuk mengakiri hidup, saya perlu memeriksa isi kamar T untuk memastikan tidak ada benda- benda membahayakan. Mari kita sekarang ke kamar Tn. M untuk memeriksa ada tidaknya benda tajam”
(Komunikasi Non Verbal)
Pasien : “Diam dan melamun”
Perawat : “Menatap mata klien”
Pasien : “ Mata Tn. M berkaca kaca”
 Analisa berpusat pada perawat
Perawat merasa senang karena klien memberikan respon dengan menjawab salam, dan pertanyaan dari perawat.
 Analisa berpusat pada klien
Klien memberikan respon dengan jawaban, klien terlihat memikirkan sesuatu.
 Rasional
Perawat mencoba mencari tau kondisi masalah klien saat itu dengan sebuah pertanyaan dan masukan pada klien serta mengecek keadaan lingkungan kamar agar terhindar dari sesuatu yang bisa mencelakakan klien.
(Komunikasi Verbal)
Perawat : “Bagaimana Tn. M saya ingin ke kamar Tn.M, tenang saja Tn. M, saya hanya melihat saja”
Pasien : “Baik”
(Memeriksa kamar Tn. M)
Perawat : “Karena Tn. M tampaknya masih memiliki keinginan untuk mengakiri hidup maka saya tidak akan membiarkan Tn. M sendiri. Apa yang Tn. M lakukan apabila keinginan bunuh diri muncul?”
Pasien : “Saya ingin menyayat- nyayat tangan saya hingga mati, membenturkan kepala saya ditembok atau minum racun, segala cara akan saya lakukan”
Perawat : “Begini Tn. M kalau rasa keinginan itu muncul maka cara untuk mengatasinya Tn. M harus memanggil mbak perawat diruangan ini atau keluarga dan teman yang sedang besuk. Jadi Tn. M jangan sendirian ya, katakan pada perawat jika ada dorongan untuk mengakiri hidup”
(Komunikasi Non Verbal)
Pasien : “ Tn. M menganguk kan kepalanya”
Perawat : “Tersenyum”
Pasien : “ Hanya diam dan memendang perawat”
 Analisa berpusat pada perawat
Perawat memberikan solusi cara agar pasien tidak melakukan perbuatan bunuh diri.
 Analisa berpusat pada klien
Klien mengerti solusinya bila adanya dorongan ingin bunuh diri
 Rasional
Klien tau mengatasi masalah tersebut dengan solusi yang diberikan
(Komunikasi Verbal)
Perawat : “Saya percaya pada Tn. M dapat mengatasi segala masalah saat ini”
Pasien : “Hmm”
Perawat : “Bagaimana perasaan T sekarang setelah mengetahui cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri?”
Pasien : “Sedikit lebih mengerti”
Perawat : “Coba sebutkan lagi cara yang saya berikan”
Pasien : “Jika ada dorongan untuk mengakiri hidup saya, saya harus memanggil perawat atau keluarga yang membesuk untuk meminta pertolongan, jadi saya tidak boleh sendiri”
Perawat : “Bagus, kalau begitu saya akan menemani Tn. M sampai keinginan bunuh diri itu hilang, pangil saya jika Tn. M memerlukan sesuatu”.
Pasien : “ Baik mbak”
 Analisa berpusat pada perawat
Perawat merasa senang karena klien paham dan mengerti bila ada dorongan untuk mengakiri hidup.
 Analisa berpusat pada klien
Klien paham dan akan melakukan cara yang diberikan oleh perawat apa bila terdapat adanya dorongan untuk mengakhiri hidupnya.
 Rasional
Perawat dapat mengevaluasi hasil yang didapat, dalam melakukan pendekatan terhadap klien dan klien dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang diajarkan oleh perawat.

Prolog penutup
Tuan M telah mengerti bagaimana cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri dan dapat melakukan cara tersebut apabila ada dorongan untuk mengakiri hidupnya kembali muncul. Setelah kamar T diperiksa sudah tidak ada lagi benda- benda berbahaya.
"


13. Maya Rahma Ruski

pada : 08 April 2017

"A. Pengertian
Analisa proses interaksi (API) adalah prosedur kerja dengan metode pencatatan dan pelaporan yang digunakan oleh perawat untuk memahami interaksi komunikasi secara verbal dan non verbal yang terjadi antara perawat dan klien, catatan tersebut yaitu, catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat-klien, dan catatan kesimpulan (hasil akhir) sehingga perawat mendapatkan rencana lanjutan tindakan keperawatan. Proses API ini dapat dilakukan pada semua pasien, tujuan dari API yaitu Meningkatkan kepedulian perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan pendekatan perawat dengan klien, serta untuk meningkatkan interaksi verbal dan non verbal sehingga proses ini dapat membantu tindakan perawat untuk melakukan tindakan selanjutnya.

B. Dialog semu Analisa proses interaksi (API) Perawat dengan Masalah Keperawatan Klien Resiko bunuh diri.

Inisial klien : Tn. M
Usia : 26 Tahun
Status interaksi perawat-klien : Pertemuan 1 (Fase Orientasi)
Lingkungan Prolog : Perawat dan Klien duduk berhadapan di Gazebo Rsj. Menur dengan kondisi santai, nyaman, tenang dan rileks.
Deskripsi klien : Penampilan klien bersih dan sedikit kurang rapi, klien terlihat sedih, sering melamun, pada saat mengobrol dengan perawat klien tidak menatap mata perawat.
Tujuan (berorientasi pada klien) : Klien tau bagaimana cara untuk menghindari bunuh diri serta menjauhkan klien dengan masalah keperawatan Resiko bunuh diri.
Nama Mahasiswa : Maya Rahma Ruski
Tanggal : 8 April 2016
Jam : 08.00 – 08.30
Ruang : Kamboja

Prolog :
Disebuah ruang kamboja Rsj Menur terdapat pasien gangguan jiwa bernama Tuan M, klien tersebut masuk ke rumah sakit jiwa karena dirumah suka melamun, menyendiri, terlihat sedih apabila diajak bicara menjawab “semua salah saya, saya tidak pantas hidup di dunia ini lagi”. Dan klien pernah mencoba menyayat tangannya serta membenturkan kepalanya ke benda tumpul. Keluarga berusaha menyingkirkan benda- benda tajam seperti pisau, gunting disekitar klien dan selalu memantau klien, hingga keluarga takut akan hal mengakhiri dirinya lalu keluarganya membawanya kerumah sakit jiwa menur.
Percakapan
(Komunikasi Verbal)
Perawat : “Assalamualaikum, selamat pagi ini dengan Tuan siapa namanya?
Pasien : “ Walaikumsalam, Tn. M”
Perawat : “Perkenalkan saya adalah perawat Maya yang berjaga di ruang kamboja ini, saya dinas pagi dari jam 7 sampai jam 2 siang.”
Pasien : “Oh”
Perawat : “ Bagaimana perasaan Tn. M pagi hari ini?”
Pasien : “Kurang baik”
Perawat : “ Bagaimana kalau kita mengobrol tentang apa yang Tn. M keluhkan saat ini? ayo kita cari tempat yang Tn. M merasa nyaman, berapa lama kita bicara?”
Pasien : “Di sana saja mbak (menunjuk arah Gazebo)”
Perawat : “Baiklah di gazobo saja lebih sejuk, bagaimana perasaan Tn. M setelah kejadian yang telah dialami saat ini? Apakah Tn. M merasa bersalah atau mempersalahkan diri sendiri?”
Pasien : “ Iya, saya merasa bersalah sekali kepada pacar saya yang sudah saya sakiti hingga pacar saya menangis dan saya merasa tidak ada gunanya saya hidup di dunia ini”
Perawat :” Apakah Tn. M berniat menyakiti diri sendiri? ingin bunuh diri atau berharap Tn. M mati? sehingga beban hidup perasasan bersalah teratasi?”
Pasien : “ Iya, saya lebih baik mati dari pada tidak bisa membahagiakan pacar saya, saya lebih baik mati!”
Perawa :” Tampaknya sekarang Tn. M membutuhkan pertolongan segera karena ada keinginan unrtuk mengakiri hidup, saya perlu memeriksa isi kamar T untuk memastikan tidak ada benda- benda membahayakan. Mari kita sekarang ke kamar Tn. M untuk memeriksa ada tidaknya benda tajam”
(Komunikasi Non Verbal)
Pasien : “Diam dan melamun”
Perawat : “Menatap mata klien”
Pasien : “ Mata Tn. M berkaca kaca”
 Analisa berpusat pada perawat
Perawat merasa senang karena klien memberikan respon dengan menjawab salam, dan pertanyaan dari perawat.
 Analisa berpusat pada klien
Klien memberikan respon dengan jawaban, klien terlihat memikirkan sesuatu.
 Rasional
Perawat mencoba mencari tau kondisi masalah klien saat itu dengan sebuah pertanyaan dan masukan pada klien serta mengecek keadaan lingkungan kamar agar terhindar dari sesuatu yang bisa mencelakakan klien.
(Komunikasi Verbal)
Perawat : “Bagaimana Tn. M saya ingin ke kamar Tn.M, tenang saja Tn. M, saya hanya melihat saja”
Pasien : “Baik”
(Memeriksa kamar Tn. M)
Perawat : “Karena Tn. M tampaknya masih memiliki keinginan untuk mengakiri hidup maka saya tidak akan membiarkan Tn. M sendiri. Apa yang Tn. M lakukan apabila keinginan bunuh diri muncul?”
Pasien : “Saya ingin menyayat- nyayat tangan saya hingga mati, membenturkan kepala saya ditembok atau minum racun, segala cara akan saya lakukan”
Perawat : “Begini Tn. M kalau rasa keinginan itu muncul maka cara untuk mengatasinya Tn. M harus memanggil mbak perawat diruangan ini atau keluarga dan teman yang sedang besuk. Jadi Tn. M jangan sendirian ya, katakan pada perawat jika ada dorongan untuk mengakiri hidup”
(Komunikasi Non Verbal)
Pasien : “ Tn. M menganguk kan kepalanya”
Perawat : “Tersenyum”
Pasien : “ Hanya diam dan memendang perawat”
 Analisa berpusat pada perawat
Perawat memberikan solusi cara agar pasien tidak melakukan perbuatan bunuh diri.
 Analisa berpusat pada klien
Klien mengerti solusinya bila adanya dorongan ingin bunuh diri
 Rasional
Klien tau mengatasi masalah tersebut dengan solusi yang diberikan
(Komunikasi Verbal)
Perawat : “Saya percaya pada Tn. M dapat mengatasi segala masalah saat ini”
Pasien : “Hmm”
Perawat : “Bagaimana perasaan T sekarang setelah mengetahui cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri?”
Pasien : “Sedikit lebih mengerti”
Perawat : “Coba sebutkan lagi cara yang saya berikan”
Pasien : “Jika ada dorongan untuk mengakiri hidup saya, saya harus memanggil perawat atau keluarga yang membesuk untuk meminta pertolongan, jadi saya tidak boleh sendiri”
Perawat : “Bagus, kalau begitu saya akan menemani Tn. M sampai keinginan bunuh diri itu hilang, pangil saya jika Tn. M memerlukan sesuatu”.
Pasien : “ Baik mbak”
 Analisa berpusat pada perawat
Perawat merasa senang karena klien paham dan mengerti bila ada dorongan untuk mengakiri hidup.
 Analisa berpusat pada klien
Klien paham dan akan melakukan cara yang diberikan oleh perawat apa bila terdapat adanya dorongan untuk mengakhiri hidupnya.
 Rasional
Perawat dapat mengevaluasi hasil yang didapat, dalam melakukan pendekatan terhadap klien dan klien dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang diajarkan oleh perawat.

Prolog penutup
Tuan M telah mengerti bagaimana cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri dan dapat melakukan cara tersebut apabila ada dorongan untuk mengakiri hidupnya kembali muncul. Setelah kamar Tn. M diperiksa sudah tidak ada lagi benda- benda berbahaya."


14. Aulathivali Inas Faravida

pada : 08 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) adalah suatu metode yang digunakan oleh perawat (mahasiswa khusunya) untuk menganalisis dan memahami interaksi atau percakapan antara perawat dengan pasien. API digunakan untuk; lebih memahami klien, meningkatkan komunikasi satu sama lain, lebih peka terhadap kondisi klien, dan guna membantu perawat dalam menyusun intervensi ke depannya.

Contoh :
Klien : Tn. B
Usia : 30 tahun
Pukul : 13.00
Status Interaksi: Pertemuan ke-2 (sebelumnya perawat sudah melakukan pembicaraan singkat dengan klien)
Lingkungan :
Taman RS K. Kondisi lingkungan di sekitar klien tidak terlalu ramai dan mengganggu. Posisi interaksi perawat dan klien yaitu klien berada di taman, perawat duduk di sebelah klien.
Deskripsi klien :
Klien masih tampak lemas dan tidak bersemangat.
Tujuan :
Menegtahui alasan klien berada di RS dan Klien tidak mencoba bunuh diri lagi

Contoh percakapan:
1. Komunikasi verbal :
P : Selamat siang Bapak.
K : Selamat siang
Komunikasi non verbal :
P : Tersenyum saat memandang klien
K : Biasa saja, tidak tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat ingin memberikan kesan yang baik saat bertemu dengan klien dan membuka percakapan
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan respon biasa saja, namun lebih baik daripada pertemuan ke-1
Rasional :
Sapaan sebelum melakukan sebuah percakapan berguna untuk mencairkan suasana dan membuka topik.

2. Komunikasi verbal :
P : Jadi apa yang membawa bapak ada di RS K. sekarang?
K : Saya mencoba untuk memotong tenggorokan saya dengan pisau
Komunikasi non verbal :
P : Melakukan eye-contact dengan klien
K : Klien menghindari tatap mata, menunjuk pada tenggorokannya.
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat ingin mengetahui alasan klien berada di RS. K
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien berusaha menceritakan kisahnya, mencoba mendapatkan teman bicara
Rasional :
Menggali informasi tentang klien

3. Komunikasi verbal :
P : Apakah ada sesuatu yang menyebabkan Bapak bertindak seperti itu?
K : Jadi…. Saya merasa sangat sedih karena istri saya ingin menceraikan saya.
Komunikasi non verbal :
P : Menatap klien dan mencondongkan badan sedikit
K : Tertunduk, masih menghindari kontak mata
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa penasaran dan ingin mengetahui cerita klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien berusaha menceritakan kisahnya meski agak ragu
Rasional :
Menggali informasi tentang klien

4. Komunikasi verbal :
P : Jika Bapak butuh seseorang untuk cerita, saya akan mendengarkan
K : (diam sesaat kemudian mulai menceritakan kisahnya bahwa istrinya meminta cerai karena tertarik dengan pria lain)
Komunikasi non verbal :
P : Mencondongkan tubuh dan memperhatikan klien dengan seksama
K : Bercerita sesekali menatap perawat dan sesekali memegang lehernya
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat ingin klien percaya padanya dan tidak merasa beban untuk bercerita
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan respon ingin cerita dan di dengarkan.
Rasional :
Menggali informasi tentang klien

5. Komunikasi verbal :
P : Apakah Bapak berusaha bunuh diri karena sedih dan masih mencintai istri Bapak?
K : Yah, semacam itu. Tapi saya lebih merasa gagal sebagai seorang suami oleh karena itu saya ingin bunuh diri.
Komunikasi non verbal :
P : Mencondongkan tubuh dan memperhatikan klien dengan seksama
K : Mulai melakukan kontak mata dan menjawab pertanyaan tidak banyak berpikir
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat ingin klien percaya padanya dan tidak merasa beban untuk bercerita
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan respon ingin cerita dan di dengarkan.
Rasional :
Menggali informasi tentang klien

6. Komunikasi verbal :
P : Apakah perceraian Bapak adalah salah satunya alasan Bapak ingin bunuh diri?
K : Saya rasa begitu. Karena saya merasa sangat terpuruk dan benar-benar tidak ada gairah untuk hidup lagi. Kalau saya pisau yang saya gunakan lebih tajam dari kemarin, mungkin saya tidak akan berada disini sekarang.
P : Mencondongkan tubuh dan memperhatikan klien dengan seksama
K : Menatap kaki di depannya, menghindari kontak mata
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat ingin klien percaya padanya dan tidak merasa beban untuk bercerita
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien bersedih mengenang kejadian yang menimpanya
Rasional :
Menggali informasi tentang klien

7. Komunikasi verbal :
P : Apakah Bapak lega bahwa pisau tersebut tidak tajam seperti perkiraan Bapak?
K : Untuk sekarang, saya belum bias memastikan. Kita lihat saja ke depannya apakah saya merasa lega atau malah merasa menyesal.
Komunikasi non verbal :
P : Mencondongkan tubuh dan memperhatikan klien dengan seksama
K : Menoleh pada perawat sekilas lalu memalingkan wajah
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat ingin klien percaya padanya dan tidak merasa beban untuk bercerita
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien masih merasa terpukul dan sedih atas kejadian yang menimpanya dan masih belum positive thinking
Rasional :
Menggali informasi tentang klien

8. Komunikasi verbal :
P : Apakah menurut Bapak berada di RS. K membantu?
K : Saya rasa iya. Berada disini saya bertemu orang-orang baru. Jadi saya bias melupakan sejenak masalah saya dengan mereka.
Komunikasi non verbal :
P : Mencondongkan tubuh dan melakukan kontak mata dengan klien
K : Melakukan kontak mata dengan perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat ingin mengetahui perasaan klien saat ini
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan respon yakin dengan jawabannya
Rasional :
Menggali informasi tentang klien

9. Komunikasi Verbal :
P : Semoga Bapak akan cepat merasa lebih baik. Saya pergi dulu Bapak, ada pasien lain yang harus saya tengok. Nanti kita bicara lagi ya, Pak. Terima kasih
K : Iya, terima kasih kembali.
Komunikasi Non Verbal :
P : Menjabat tangan klien dan tersenyum
K : Menjabat tangan perawat dan tersenyum tipis
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa puas dapat mendengarkan cerita klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien terlihat sedikit lebih ramah kepada perawat
Rasional:
Bepisah dengan baik dan tidak ada ketegangan diantara keduanya.
"


15. Rosiska Pangestu

pada : 08 April 2017

"Analisa proses interaksi diperkenalkan pertama kali oleh seorang psikolog sosial asal Amerika bernama Robert Freed Bales, pada tahun 1947.

Analisa proses interaksi adalah suatu metode untuk mempelajari interaksi yang ada di dalam sebuah kelompok kecil. Metode ini di mulai dengan individu (mahasiswa, perawat,dll) yang berperan sebagai “observator” mengidentifikasi/ mengenali/ mengingat/ mempelajari/ merekam setiap tingkah dan perilaku (termasuk helaan napas, tatapan mata, gerak alis dan anggota badan yang lain), perkataan, serta ekspresi wajah, yang nampak atau dilakukan oleh individu lain atau klien yang berperan sebagai “target analisa”.

Teknik ini tidak dilakukan untuk menilai hal yang sedang diperbincangkan, namun untuk menilai respon individu terhadap suatu hal yang sedang dibahas. Segala bentuk respon atau tanggapan dari klien akan di klasifikasikan berdasarkan pada 12 kategori dan di nilai, yaitu:

1. Show solidarity (contoh: mengangkat derajat orang lain, memberi bantuan)
2. Show tension release (contoh: tersenyum, tertawa, bercanda gurau)
3. Agrees (contoh: memahami, menganggukkan kepala)
4. Gives suggestion (contoh: memberikan arahan)
5. Gives opinion (contoh: mengomentari, menganalisa, memberi suatu harapan)
6. Give orientation (contoh: memberikan informasi, mengklarifikasi atau mengonfirmasi sesuatu)
7. Ask for orientation (meminta konfirmasi, informasi)
8. Ask for opinion (contoh: bertanya, wajah bingung, wajah ingin tahu, mengekspresikan perasaan)
9. Ask for suggestion (banyak aksi)
10. Disagrees (contoh: memalingkan wajah, menolak pendapat mentah-mentah, menghentakkan kaki)
11. Show tension (contoh: ekspresi wajah lelah penuh beban, berfikir)
12. Show antagonism (contoh: menjatuhkan derajat orang lain, meninggikan diri sendiri)

Nilai
A: 1,2,3 (reaksi positif)
B: 4,5,5 (usaha untuk menjawab)
C: 7,8,9 (kebingungan/ pertanyaan)
D: 10,11,12 (reaksi negatif)

CONTOH PERCAKAPAN
Nama : Ny. ‘D’
Usia : 41 tahun
Interaksi : II (Fase Kerja)
Lingkungan : Duduk di kursi taman, perawat duduk disamping klien dan suasana sekitar tenang.
Deskripsi : Klien nampak duduk sendiri ditaman dengan wajah yang sedih dan nampak menundukkan kepala, tatapan
mata kosong dan penampilan cukup bersih.
Hari/Tanggal : Sabtu/ 8 Maret 2017
Waktu : 10.09 WIB
Tujuan : Klien mampu mengontrol rasa cemasnya berhubungan dengan perasaan tidak bergunanya.
Mahasiswa : Rosiska Pangestu S.Kep

P: perawat, K: Klien
(komunikasi verbal)
P : Assalamu Alaikum, bu D?
K : Waalaikumsalam suster.
P : Apa ibu masih ingat dengan
saya ?
K : Iya masih ingat, suster R kan?
P : Iya ibu betul sekali, kemarin kita sudah janjian loh ibu, ibu ingat tidak janjinya apa yang kemarin?
K : iya suster ingatkok. kalau ngobrol jangan lama-lama ya sus
P : Bisa saja kalau begitu bu, Ibu maunya ngobrol berapa lama?
K : 10 menit aja
P : baik,Ibu maunya ngobrol dimana?
K : Disini saja suster.
P : Wahh cuaca hari ini begitu sejuk ya, pantas ibu betah disini
K:..
P : Bagaimana perasaan ibu D hari
ini?
K : kepala saya pusing suster.
P : Kenapa bu?
K : Saya merasa tidak berguna
untuk keluarga saya.
P : kalau ibu sedang pusing seperti ini,
biasanya melakukan apa?
K : Saya tidak melakukan apa-apa,
hanya diam saja.
P : Oh.. jadi kalau ibu diam
pusingnya bisa hilang?
k: tidak lah sus
P : Nah kalau begitu ibu mau tidak
melakukan kegiatan yang bisa
membuat pusingnya hilang?
K : Iya suster, mau.
P : Ibu sukanya melakukan apa?
K : Saya suka jalan
ditaman bunga yang cantik dan terawat. tapi disni tamannya tidak banyak
P: tuh emang benar bu, bunya disini memang kurang banyak kan bu? Kalau begitu bagaimana kalau
ibu mulai menanam bunga
ditaman ini,mungkin ibu akan lebih senang lagi melihat bunga yang banyak dan cantik hasil jerih payah tangan Ibu, orang lain juga pasti senang melihat taman ini ditumbuhi lebih banyak bunga yang warna warni.sekarang menurut Ibu bagaimana?
K: iya sus saya mau sekali, tapi saya tidak mau sendiri
P: oh ibu tidak usah cemas, saya akan membantu ibu untuk menanam bunga
K; muali kapan sus?
P: saya terserah Ibu saja, Ibu siap menanam bunga kapan?
K: besok juga tidak apa sus
P: oh baik kalau begitu bu, saya siapkan alatnya juga besok ya bu
K; suster mau menyiapkan bunga apa?
P: saya tidak terlalu tahu jenis banyak bunga, jadi mungkin ibu bisa mengusulkan bunga apa yang bagus untuk taman ini?
K: oh iya sus, saya pikirkan nanti bunga apa saja yang bagus
P: wah terima kasih banyak loh bu, Ibu D sudah mau berusaha mempercantik taman ini demi kesenangan Ibu dan banyak orang
K: ini bukan apa-apa sus, saya juga tidak pandai seperti orang lain.

(komunikasi non verbal)
P: Menghampiri
K, tersenyum lalu
duduk
bersampingan
dengan klien.
K : Memandang
kearah P dan
membalas senyum
terus
menundukkan
kepala kembali
selama perbincangan awal mengenai janji dan kontrak waktu, K masih menundukkan kepala dan tidak sering menatap P.
saat membahas bunga dan rencana menanam bersama, K mampu menatap P dan berbicara dengan penuh percaya diri dan raut wajah berseri dengan sedikit senyuman.

(analisa berfokus pada klien)
klien merasa canggung saat berhadapan dan tidak ingin berbicara terlalu lama dengan P, walapun K mengingat tentang siapa dan apa yang dibicarakan (janji) P kemarin. namun pada akhirnya, mungkin K merasa lebih nyaman berbicara dengan P dalam topik bahasan yang disukai K, sehingga K tidak menyadari bahwa durasi perbincangan lebih dari yang di minta oleh K sendiri.
ekspresi senyum dan tingkah laku K dapat
di klasifikasikan pada "show release tension" dan "gives opinion" atau masih dalam nilai positif seperti A/ B.

(analisa berfokus pada perawat)
perawat berusaha untuk menjalin kedekatan dan kepercayaan dengan K secara bertahap. mulai dari duduk mendekati dan salam, hingga mengajak K melakukan hal bersama-sama dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi menyukai dan rencana menjaga keindahan lingkungan, sehingga K lebih merasa berguna untuk orang lain. perawat merasa puas dengan respon K hari ini."


16. Fida Asyariha Auniaisma Suparwito

pada : 08 April 2017

"a. Analisa proses interaksi merupakan alat komunikasi yang digunakan tim kesehatan dan tim keperawatan untuk melaporkan pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat dengan klien. Semua klien dapat dilakukan analisa proses interaksi. Terdapat 3 macam catatan tentang analisa proses interaksi yaitu, perkembangan, hubungan perawat dengan klien, serta resume. Catatan hubungan antara perawat dengan klien berupa resume interaksi yang dilakukan perawat selama berkomunikasi dengan klien dan kelompok klien. Tujuan dari pelaksanaan analisa proses interaksi adalah meningkatkan kemampuan mendengar, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta merencanakan tindakan keperawatan yang akan dilakukan.
b. Nama : Nn. X
usia : 24 tahun

Status interaksi perawat –klien : fase kerja
Lingkungan : pasien dan klien duduk dikamar
Deskripsi klien : klien memukul anggota tubuhnya sendiri sampai memar dan emosional yang tinggi
Tujuan : klien tidak lagi mencederai dirinya sendiri
Nama Mahasiswa : Fida Asyariha A.S
Tanggal : 27 maret 2011
Jam : 10.00 WIB
Tempat : kamar mandi
Komunikasi verbal Komunikasi non verbal Analisa berpusat perawat Aalisa berpusat klien Rasional

Assalamu’alaikum?
Selamat pagi mbak ? Perawat : tersenyum.
Klien : dengan muka kebingungan Ingin memulai interaksi dengan klien Klien memberikan respon positif Salam terapeutik diberikan untuk memulai interaksi
Perkenalkan nama saya Ners Fida, kalau boleh tahu nama mbak siapa, dan ingin dipanggil apa?” Perawat : tersenyum dan mengulurkan tangan .
Klien : memandang perawat dan mengulurkan tangan Ingin memulai pendekatan diri dengan klien. Klien menanggapi ajakan perawat Perkenalan diberikan untuk menjalan interaaksi dan sikap terapeutik
Amalia Klien : menjawab dengan muka datar.
Perawat : masih memandang klien dengan wajah tersenyum Ingin meyakinkan klien agar percaya kepada perawat Klien menanggapi ajakan perawat Klien mau berinteraksi dengan perawat
“Saya perhatikan kok mbak itu sering mukul badan sendiri ya?

Gimana kalau kita bincang-bincang sedikit tentang memar ini?” “Berapa lama mau bincang-bincangnya dan mau dimana???”

Klien : termenung dan mendengarkan apa yang dikatakan perawat
Perawat : menatap klien. Ingin menanyakan apa yang terjadi dengan kondisi klien Klien memberikan respon positif Rasa empati muncul untuk memulai interaksi
Bentar saja. Ya. Klien : menjawab dengan muka datar
Perawat: mmeperhatikan perilaku klien Ingin mendapat persetujuan kontrak kegiatan Klien menyetujui kontrak yang disepakati Terjainya hubungan saling percaya
“sekarang yuk mulai cerita mengapa mbak mukul-mukul badan mbak sendiri?? Yang mbak rasakan apa?? Klien : memandang perwatperawat.
Perawat : memandang klien dan tangan menepuk pundak klien. Menerima klien dengan baik Sikap Klien sudah terbuka. Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien
Karena badan saya ada ulatnya biar hilang Klien : memandang perwat
Perawat : menganggukan kepala Rasa empati untuk mendengarkan apa yan dikatakan klien Sikap klien yang terbuka Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien
Terus apa yang mbak lakukan jika merasa jengkel / marah?
Menurut mbak yang tindakan yang lakukan apa???
Klien : menatap perawat.
Perawat : menganggukan kepala Memperhatikan klien Klien memberikan sikap terbuka Memulai tahap kerja
Karena ada ulat makanya saya pukul. Klien : memandang perawat.
Perawat : tersenyum kepada klien


Mengetahui persaan klien Klien memberikan respon positif Klien dapat bercerita tenteng apa yang dirasakan
Baiklah untuk sekarang ini mbak menyendiri duli diruangan in sampai marahnya hilang, yang bertujuan agar mbak bisa tenang dan nyaman.( melakukan isolasi pada klien di ruangan yang aman).
Jika kondisi mbak sudah baik nanti baru keluar jalan-jalan ditaman.
Ya mbak? Klien : melihat dan merespon perawat
Perawat : tersenyum dan memegang pundak Member solusi tentang apa yang selama in dia lakunan Klien merasa terbuka Perawat dengan sikap empati memberikan solusi dengan sikap terapeutik

iya
Perawat : memandang klien.
Klien : menatap muka perawat Mendapat tanggapan atau respon dari klien Klien dapat terbuka dengan perawat Klien merasa terbuka dan berespon
Bagaimana perasaan mbak sekarang diruangan ini???
Nah bagaimana kalau saya besok mau datang lagi? Boleh tidak.??
Klien : menoleh kepada perawat.
Perawat : perawat menatap klien Persetujuan kontrak yang akan dilakukan Klien mendapat kontrak selanjutnya. Perasaan klien berkurang setelah dilakukan tindakan.
Enak, ya Klien : melihat sekeliling ruangan
Perawat : memperhatikan gerak gerik klien Tanggapan positif yang diberkan klien untuk kontrak selanjutnya Klien mendapat kontrak selanjutnya. Pasien merasa senang dan perilaku mencederai diri sendiri berkurang.
Mau dimana dan jam berapa???
Ya sudah besok saya akan kembali lagi ya mbak?? Assalamu”alaikum.”
Klien : menganggukkab kepala
Perawat : tersenyum Mengetahui respon klien Klien merespon tindakan perawat Klien mau melakukan aktivitas
Dimana aja. Walaikumsalam Perawat : tersenyum dan berjabat tangan
Klien : terdiam dan mengulurkan tangan Ingin mengetahui keinginan dari klien Merespon tindakan perawat Persetujuan diberikan untuk kontrak selanjutnya.

"


17. Fida Asyariha Auniaisma Suparwito

pada : 08 April 2017

"a. Analisa proses interaksi merupakan alat komunikasi yang digunakan tim kesehatan dan tim keperawatan untuk melaporkan pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat dengan klien. Semua klien dapat dilakukan analisa proses interaksi. Terdapat 3 macam catatan tentang analisa proses interaksi yaitu, perkembangan, hubungan perawat dengan klien, serta resume. Catatan hubungan antara perawat dengan klien berupa resume interaksi yang dilakukan perawat selama berkomunikasi dengan klien dan kelompok klien. Tujuan dari pelaksanaan analisa proses interaksi adalah meningkatkan kemampuan mendengar, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta merencanakan tindakan keperawatan yang akan dilakukan.
b. Nama : Nn. X
Usia : 24 tahun
Status interaksi perawat –klien : fase kerja
Lingkungan : pasien dan klien duduk dikamar
Deskripsi klien : klien memukul anggota tubuhnya sendiri sampai memar dan emosional yang tinggi
Tujuan : klien tidak lagi mencederai dirinya sendiri
Nama Mahasiswa : Fida Asyariha A.S
Tanggal : 27 maret 2011
Jam : 10.00 WIB
Tempat : kamar mandi
Komunikasi verbal Komunikasi non verbal Analisa berpusat perawat Aalisa berpusat klien Rasional

Assalamu’alaikum?
Selamat pagi mbak ? Perawat : tersenyum.
Klien : dengan muka kebingungan Ingin memulai interaksi dengan klien Klien memberikan respon positif Salam terapeutik diberikan untuk memulai interaksi
Perkenalkan nama saya Ners Fida, kalau boleh tahu nama mbak siapa, dan ingin dipanggil apa?” Perawat : tersenyum dan mengulurkan tangan .
Klien : memandang perawat dan mengulurkan tangan Ingin memulai pendekatan diri dengan klien. Klien menanggapi ajakan perawat Perkenalan diberikan untuk menjalan interaaksi dan sikap terapeutik
Amalia Klien : menjawab dengan muka datar.
Perawat : masih memandang klien dengan wajah tersenyum Ingin meyakinkan klien agar percaya kepada perawat Klien menanggapi ajakan perawat Klien mau berinteraksi dengan perawat
“Saya perhatikan kok mbak itu sering mukul badan sendiri ya?

Gimana kalau kita bincang-bincang sedikit tentang memar ini?” “Berapa lama mau bincang-bincangnya dan mau dimana???”

Klien : termenung dan mendengarkan apa yang dikatakan perawat
Perawat : menatap klien. Ingin menanyakan apa yang terjadi dengan kondisi klien Klien memberikan respon positif Rasa empati muncul untuk memulai interaksi
Bentar saja. Ya. Klien : menjawab dengan muka datar
Perawat: mmeperhatikan perilaku klien Ingin mendapat persetujuan kontrak kegiatan Klien menyetujui kontrak yang disepakati Terjainya hubungan saling percaya
“sekarang yuk mulai cerita mengapa mbak mukul-mukul badan mbak sendiri?? Yang mbak rasakan apa?? Klien : memandang perwatperawat.
Perawat : memandang klien dan tangan menepuk pundak klien. Menerima klien dengan baik Sikap Klien sudah terbuka. Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien
Karena badan saya ada ulatnya biar hilang Klien : memandang perwat
Perawat : menganggukan kepala Rasa empati untuk mendengarkan apa yan dikatakan klien Sikap klien yang terbuka Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien
Terus apa yang mbak lakukan jika merasa jengkel / marah?
Menurut mbak yang tindakan yang lakukan apa???
Klien : menatap perawat.
Perawat : menganggukan kepala Memperhatikan klien Klien memberikan sikap terbuka Memulai tahap kerja
Karena ada ulat makanya saya pukul. Klien : memandang perawat.
Perawat : tersenyum kepada klien


Mengetahui persaan klien Klien memberikan respon positif Klien dapat bercerita tenteng apa yang dirasakan
Baiklah untuk sekarang ini mbak menyendiri duli diruangan in sampai marahnya hilang, yang bertujuan agar mbak bisa tenang dan nyaman.( melakukan isolasi pada klien di ruangan yang aman).
Jika kondisi mbak sudah baik nanti baru keluar jalan-jalan ditaman.
Ya mbak? Klien : melihat dan merespon perawat
Perawat : tersenyum dan memegang pundak Member solusi tentang apa yang selama in dia lakunan Klien merasa terbuka Perawat dengan sikap empati memberikan solusi dengan sikap terapeutik

iya
Perawat : memandang klien.
Klien : menatap muka perawat Mendapat tanggapan atau respon dari klien Klien dapat terbuka dengan perawat Klien merasa terbuka dan berespon
Bagaimana perasaan mbak sekarang diruangan ini???
Nah bagaimana kalau saya besok mau datang lagi? Boleh tidak.??
Klien : menoleh kepada perawat.
Perawat : perawat menatap klien Persetujuan kontrak yang akan dilakukan Klien mendapat kontrak selanjutnya. Perasaan klien berkurang setelah dilakukan tindakan.
Enak, ya Klien : melihat sekeliling ruangan
Perawat : memperhatikan gerak gerik klien Tanggapan positif yang diberkan klien untuk kontrak selanjutnya Klien mendapat kontrak selanjutnya. Pasien merasa senang dan perilaku mencederai diri sendiri berkurang.
Mau dimana dan jam berapa???
Ya sudah besok saya akan kembali lagi ya mbak?? Assalamu”alaikum.”
Klien : menganggukkab kepala
Perawat : tersenyum Mengetahui respon klien Klien merespon tindakan perawat Klien mau melakukan aktivitas
Dimana aja. Walaikumsalam Perawat : tersenyum dan berjabat tangan
Klien : terdiam dan mengulurkan tangan Ingin mengetahui keinginan dari klien Merespon tindakan perawat Persetujuan diberikan untuk kontrak selanjutnya."


18. Fida Asyariha Auniaisma Suparwito

pada : 08 April 2017

"a. Analisa proses interaksi merupakan alat komunikasi yang digunakan tim kesehatan dan tim keperawatan untuk melaporkan pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat dengan klien. Semua klien dapat dilakukan analisa proses interaksi. Terdapat 3 macam catatan tentang analisa proses interaksi yaitu, perkembangan, hubungan perawat dengan klien, serta resume. Catatan hubungan antara perawat dengan klien berupa resume interaksi yang dilakukan perawat selama berkomunikasi dengan klien dan kelompok klien. Tujuan dari pelaksanaan analisa proses interaksi adalah meningkatkan kemampuan mendengar, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta merencanakan tindakan keperawatan yang akan dilakukan.
b. Nama : Nn. X
Usia : 24 tahun
Status interaksi perawat –klien : fase kerja
Lingkungan : pasien dan klien duduk dikamar
Deskripsi klien : klien memukul anggota tubuhnya sendiri sampai memar dan emosional yang tinggi
Tujuan : klien tidak lagi mencederai dirinya sendiri
Nama Mahasiswa : Fida Asyariha A.S
Tanggal : 27 maret 2011
Jam : 10.00 WIB
Tempat : kamar mandi
Komunikasi verbal Komunikasi non verbal Analisa berpusat perawat Aalisa berpusat klien Rasional

Assalamu’alaikum?
Selamat pagi mbak ? Perawat : tersenyum.
Klien : dengan muka kebingungan Ingin memulai interaksi dengan klien Klien memberikan respon positif Salam terapeutik diberikan untuk memulai interaksi
Perkenalkan nama saya Ners Fida, kalau boleh tahu nama mbak siapa, dan ingin dipanggil apa?” Perawat : tersenyum dan mengulurkan tangan .
Klien : memandang perawat dan mengulurkan tangan Ingin memulai pendekatan diri dengan klien. Klien menanggapi ajakan perawat Perkenalan diberikan untuk menjalan interaaksi dan sikap terapeutik
Amalia Klien : menjawab dengan muka datar.
Perawat : masih memandang klien dengan wajah tersenyum Ingin meyakinkan klien agar percaya kepada perawat Klien menanggapi ajakan perawat Klien mau berinteraksi dengan perawat
“Saya perhatikan kok mbak itu sering mukul badan sendiri ya?

Gimana kalau kita bincang-bincang sedikit tentang memar ini?” “Berapa lama mau bincang-bincangnya dan mau dimana???”

Klien : termenung dan mendengarkan apa yang dikatakan perawat
Perawat : menatap klien. Ingin menanyakan apa yang terjadi dengan kondisi klien Klien memberikan respon positif Rasa empati muncul untuk memulai interaksi
Bentar saja. Ya. Klien : menjawab dengan muka datar
Perawat: mmeperhatikan perilaku klien Ingin mendapat persetujuan kontrak kegiatan Klien menyetujui kontrak yang disepakati Terjainya hubungan saling percaya
“sekarang yuk mulai cerita mengapa mbak mukul-mukul badan mbak sendiri?? Yang mbak rasakan apa?? Klien : memandang perwatperawat.
Perawat : memandang klien dan tangan menepuk pundak klien. Menerima klien dengan baik Sikap Klien sudah terbuka. Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien
Karena badan saya ada ulatnya biar hilang Klien : memandang perwat
Perawat : menganggukan kepala Rasa empati untuk mendengarkan apa yan dikatakan klien Sikap klien yang terbuka Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien
Terus apa yang mbak lakukan jika merasa jengkel / marah?
Menurut mbak yang tindakan yang lakukan apa???
Klien : menatap perawat.
Perawat : menganggukan kepala Memperhatikan klien Klien memberikan sikap terbuka Memulai tahap kerja
Karena ada ulat makanya saya pukul. Klien : memandang perawat.
Perawat : tersenyum kepada klien


Mengetahui persaan klien Klien memberikan respon positif Klien dapat bercerita tenteng apa yang dirasakan
Baiklah untuk sekarang ini mbak menyendiri duli diruangan in sampai marahnya hilang, yang bertujuan agar mbak bisa tenang dan nyaman.( melakukan isolasi pada klien di ruangan yang aman).
Jika kondisi mbak sudah baik nanti baru keluar jalan-jalan ditaman.
Ya mbak? Klien : melihat dan merespon perawat
Perawat : tersenyum dan memegang pundak Member solusi tentang apa yang selama in dia lakunan Klien merasa terbuka Perawat dengan sikap empati memberikan solusi dengan sikap terapeutik

iya
Perawat : memandang klien.
Klien : menatap muka perawat Mendapat tanggapan atau respon dari klien Klien dapat terbuka dengan perawat Klien merasa terbuka dan berespon
Bagaimana perasaan mbak sekarang diruangan ini???
Nah bagaimana kalau saya besok mau datang lagi? Boleh tidak.??
Klien : menoleh kepada perawat.
Perawat : perawat menatap klien Persetujuan kontrak yang akan dilakukan Klien mendapat kontrak selanjutnya. Perasaan klien berkurang setelah dilakukan tindakan.
Enak, ya Klien : melihat sekeliling ruangan
Perawat : memperhatikan gerak gerik klien Tanggapan positif yang diberkan klien untuk kontrak selanjutnya Klien mendapat kontrak selanjutnya. Pasien merasa senang dan perilaku mencederai diri sendiri berkurang.
Mau dimana dan jam berapa???
Ya sudah besok saya akan kembali lagi ya mbak?? Assalamu”alaikum.”
Klien : menganggukkab kepala
Perawat : tersenyum Mengetahui respon klien Klien merespon tindakan perawat Klien mau melakukan aktivitas
Dimana aja. Walaikumsalam Perawat : tersenyum dan berjabat tangan
Klien : terdiam dan mengulurkan tangan Ingin mengetahui keinginan dari klien Merespon tindakan perawat Persetujuan diberikan untuk kontrak selanjutnya."


19. Nurfa Dwiki Fitriana

pada : 08 April 2017

"Analisa proses interaksi adalah metode yang digunakan tenaga kesehatan dalam menganalisa interaksi dengan klien. Selama interaksi terdapat cacatan berupa laporan hasil yang terjadi selama proses interaksi dengan klien. Catatan berupa tingkah laku, respon, dan arah pandang mata klien. Hal ini diperlukan oleh tenaga kesehatan, terutama perawat untuk membuat asuhan keperawatan. Menganalisa juga diperlukan sebagai bahan ajar perawat untuk bagaimana menjalin kepercayaan dan memahami kebutuhan klien, sehingga perawat dapat melakukan pendekatan terapeutik.
Analisa Proses Interaksi:
Initial klien : Nn. V
Nama Mhs : Ana Tania
Tanggal : 12 April 2017
Jam : 16.00-16.25 (25 menit)
Status interaksi : Pertemuan 1 (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Taman RS Hyng, situasi ramai, klien duduk di kursi taman sendiri.
Deskripsi klien : Menunduk dan diam.
Tujuan : UMUM: Klien menaruh kepercayaan kepada mahasiswa. KHUSUS: Klien secara terbuka menceritakan masalahnya penyebab menarik diri dan mencari solusi bersama-sama untuk permasalahannya.
K Verbal
P : Halo mbak, selamat sore
K : Iya, halo.
Non Verbal
P : Memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan bingung
Analisa Berpusat pada Perawat : Ingin membuka percakapan dan dengan sapaan dapat diterima oleh K
Analisa Berpusat pada Klien : Menatap bingung dengan P karena belum mengenal sebelumnya

P : Boleh saya duduk disini?
K : Tentu.
Non Verbal
P : Duduk disebal K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan senyum tipis dan ragu
Analisa Berpusat pada Perawat : Ingin meminta izin dan dengan tersebut dapat diterima oleh K
Analisa Berpusat pada Klien : K ragu terhadap orang baru

P : sendirian saja mbak?
K : 
Non Verbal
P : Duduk disebal K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan senyum tipis dan tidak nyaman
Analisa Berpusat pada Perawat : Ingin membukan percakapan dan dengan tersebut dapat membuat akrab.
Analisa Berpusat pada Klien : K ragu terhadap orang baru

P : Tidak bermain dengan teman-temannya yang lain? Sepertinya ada pesta ulang tahun.
K : Tidak.
Non Verbal
P : Duduk disebal K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan datar
Analisa Berpusat pada Perawat : Ingin membukan percakapan dan dengan tersebut dapat membuat akrab.
Analisa Berpusat pada Klien : K merasa terganggu dengan P

P : Kalau begitu saya temani boleh?
K : Boleh.
Non Verbal
P : Duduk disebal K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan senyum tipis
Analisa Berpusat pada Perawat : Ingin meminta izin dan dengan tersebut dapat membuat K merasa dihargai
Analisa Berpusat pada Klien : K mulai menerima P

P : Kenalan dulu, saya Ana, calon perawat istri idaman masa depan dan suka tersenyum.
K : Hehehe saya Vey
Non Verbal
P : Duduk disebal K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Berkenalan membuat peningkatan keakraban dan humor membuat suasana rileks.
Analisa Berpusat pada Klien : K mulai menerima P

P : Nama yang indah. Apakah aku boleh berbincang-bincang denganmu?
K : Oke. Terimakaksih.
Non Verbal
P : Duduk disebal K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Memuji membuat peningkatan keakraban dan meminta izin akan membuat merasa dihargai sehingga penerimaan mulai terbangun
Analisa Berpusat pada Klien : K mulai menerima P

P : Terimakasih, jika kamu keberatan bilang saja. Tidak apa-apa.
K : Iya
Non Verbal
P : Duduk disebal K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Meminta izin akan membuat merasa dihargai sehingga penerimaan mulai terbangun
Analisa Berpusat pada Klien : K mulai menerima P

P : Sudah berapa lama di rumah sakit kanker Vey?
K : sudah 6 bulan
Non Verbal
P : Duduk disebal K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Bertanya untuk menjali kedekatan dengan K
Analisa Berpusat pada Klien : K mulai menerima P

P : Kalau Ana boleh tahu, Vey kena kanker apa?
K : (diam)
Non Verbal
P : Duduk disebalah K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan datar
Analisa Berpusat pada Perawat : Bertanya untuk menjali kedekatan dengan K
Analisa Berpusat pada Klien : K ragu untu bercerita

P : Tidak apa apa, Ana tidak memaksa kok.
K : Kanker darah, stadium akhir.
Non Verbal
P : Duduk disebal K dan memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Meminta izin akan membuat merasa dihargai sehingga penerimaan mulai terbangun
Analisa Berpusat pada Klien : K mulai menerima P

P : Maaf
K : Buat apa?
Non Verbal
P : Duduk disebalah K, memegang tangan dan memandang K dengan empati
K : Memandang P dengan bingung
Analisa Berpusat pada Perawat : Rasa empati dapat meninkatkan kepercayaan K
Analisa Berpusat pada Klien : K bingung dengan mkasud K


P : Membuatmu jadi sedih.
K : Tidak apa apa kok. Saya sudah menerimanya.
Non Verbal
P : Duduk disebalah K, memegang tangan dan memandang K dengan empati
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Rasa empati dapat meninkatkan kepercayaan K
Analisa Berpusat pada Klien : K menghargai P

P : Kalau begitu apa yang membuatmu sedih sekarang? Menyendiri dan tidak bersama teman-temanmu?
K : Bukan apa-apa
Non Verbal
P : Duduk disebalah K memandang K dengan bertanya
K : Memandang P dengan datar
Analisa Berpusat pada Perawat : P ingin mengetahu masalah K
Analisa Berpusat pada Klien : K tidak suka membicarakan masalahnya

P : Oh oke. Kamu suka langit senja ya?
K : Iya, bagaimana kamu tahu?
Non Verbal
P : Duduk disebalah K dan memandang langit
K : Memandang P dengan bingung
Analisa Berpusat pada Perawat : mencoba mengenal K dengan hal-hal yang disukainya berharap dapat menigkatkan rasa percaya K
Analisa Berpusat pada Klien : K bingung bagaimana P bisa mengetahuinya

P : Hanya menebaknya, soalnya dari tadi saya perhatiin kamu tersenyum memandang senja namun tiba-tiba sedih. Maaf bukan untuk ikut campur, tapi saya ingin membuat mu tersenyum.
K : Terimakasih, tapi saya tidak terbiasa menceritakan masalah saya dengan orang lain karena tidak ada yang sungguh-sungguh peduli saya.
Non Verbal
P : Duduk disebalah K, memandang K dengan tersenyum
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Memperhatika tingkah laku K dapat membuat K merasa dipedulikan
Analisa Berpusat pada Klien : K memberikan pengertian kepada P dan mulai menceritakan masalahnya.


P : Siapa mereka? Jika mereka tidak mau, Ana betul-betul peduli sama kamu kok.
K : Iya? Terimakasih banyak Ana.
Non Verbal
P : Duduk disebalah K dan memandang K dengan marah
K : Memandang P dengan terkejut
Analisa Berpusat pada Perawat : Rasa empati dapat meninkatkan kepercayaan K
Analisa Berpusat pada Klien : K terkejut ketika P peduli dengannya.

P : Jadi Kenapa?
K : Mereka memiliki papa dan mama. Setiap hari dijenguk dan bermain bersama disini. Hari ini acara ulang tahun teman saya dan diadakan dirumah sakit. Keluarga mereka diundang. Semua tampak bahagia. Vey tidak suka melihat mereka bahagian. Rasanya sedih tidak ada keluarga yang datang menjenguk saya dan tidak peduli sama saya.
Non Verbal
P : Duduk disebalah K, memandang K dengan seksama, dan mendengarkan ceritanya
K : Memandang P dengan sedih
Analisa Berpusat pada Perawat : Mendengarkan cerita dengan seksama dapat meninkatkan kepercayaan K
Analisa Berpusat pada Klien : K menerima P dan mulai menceritakan masalahnya

P : Keluarga kamu kemana Vey?
K : Aku tidak tahu. Mereka tidak peduli padaku
Non Verbal
P : Duduk disebalah dan memandang wajah K
K : Memandang P dengan sedih
Analisa Berpusat pada Perawat : Bertanya untuk mengenal lebih jauh dapat meninkatkan kepercayaan K
Analisa Berpusat pada Klien : K sedih mengetahui faktanya.

P : Jadi selama 6 bulan ini kamu sering menyendiri?
K : Iya, tapi saya punya teman perawat , namanya Dee. Dia peduli membuat saya nyaman dengannya.
Non Verbal
P : Duduk disebalah K, memegang tangan dan memandang K dengan sedih
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Rasa empati dapat meninkatkan kepercayaan K
Analisa Berpusat pada Klien : K menerim P

P : Syukurlah kalau begitu. Bolehkah saya memberi saran?
K : Tentu Ana.
Non Verbal
P : Duduk disebalah K, memegang tangan dan memandang K dengan senyum
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Memberikan solusi terhadap masalah yang dialami K dapat meningkatkan rasa percaya karena menandakan mereka peduli
Analisa Berpusat pada Klien : K merasa senang dipedulikan

P : Vey, terimakasih sudah menceritakan masalahmu. Setelah ini, aku beranggapan bahwa kita adalah keluarga. Iya kan Vey? Selain Dee, saya adalah keluargamu. Menurutku, cobalah untuk bermain bersama-sama. Kamu bisa mengganggap mereka adalah keluargamu semua. Semua peduli sama kamu. Bukalah pandanganmu, tatap wajah mereka dan berikan senyum manismu. Beranilah untuk yakin. Saya akan sering datang untuk menjengukmu.
K : Kamu yakin Ana?
Non Verbal
P : Duduk disebalah K, memegang tangan dan memandang K dengan senyum
K : Memandang P dengan terkejut
Analisa Berpusat pada Perawat : P telah beranggap bahwa K sudah menerimanya, memberikan saran yang dapat membanu K mengahadapi masalahnya
Analisa Berpusat pada Klien : K terkejut ketika P mau menjenguknya

P : Tentu. Saya tidak berbohong
K : Terimakasih Ana saya akan mencoba saranmu tadi.
Non Verbal
P : Duduk disebalah K, memegang tangan dan memandang K dengan senyum
K : Memandang P dengan senyum
Analisa Berpusat pada Perawat : Perkataan janji, tidak berbohong dibutuhkan untuk meyakinkan K bahwa P peduli.
Analisa Berpusat pada Klien : K menerima P dan menyadari rasa pedulinya. Sehingga K mulai menerima sarah dari P
Kesan Perawat:
Fase awal perkenalan dapat dilaksanakan dengan baik , meskipun terkadang K tidak kooperatif. Data yang didapat adalah menarik diri dan sulit pada kepercayaan. Secara umu, proses interaksi berjalan lancar dan dapat dilanjutkan ke fase berikutnya.
"


20. Aisyah Niswatus Sakdiyah

pada : 08 April 2017

"Analisis Proses Interaksi adalah cara yang dilakukan perawat untuk menganalisis atau memahami proses-proses interaksi antara perawat dan klien yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan keluhan klien, meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi terapeutik, dan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap kebutuhan klien, dan memudahkan perawat dalam merencanakan tindakan keperawatan.
Interaksi tersebut harus dicatat. Aspek yang harus dicatat yaitu pola perilaku klien dan hubungan interpersonal antara perawat dan klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat dan klien, dan catatan resume.
Analisis Proses Interaksi terdiri dari beberapa komponen, yaitu komunikasi verbal dan non-verbal antara perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan oleh perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi, serta rencana lanjutan tindakan keperawatan.

Contoh Analisis Proses Interaksi klien dengan masalah keperawatan risiko bunuh diri:
Inisial klien : Nn. A
Tujuan interaksi : Percakapan untuk melindungi pasien dari risiko bunuh diri
Usia : 19 Tahun
Waktu interaksi : 11.00 WIB
Lingkungan : Di taman Rumah Sakit dengan keadaan nyaman dan tenang
Diskripsi klien : Klien mengenakan baju dan celana bersih, rambut rapi, tidak memakai sandal dan klien duduk di taman Rumah Sakit.
1. - Komunikasi Verbal
P: Selamat siang mbak, perkenalkan saya ners Aisyah, mahasiswi keperawatan Universitas Airlangga, mbak namanya siapa?
K: Siang. Saya A.
- Komunikasi Non Verbal
P: Memandang A dan tersenyum.
K: pandangan tidak fokus dan tersenyum.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Ingin membuka percakapan dengan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K : Memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat.
- Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien agar klien dapat membuka diri.
2. - Komunikasi Verbal
P: Bagaimana perasaan mbak hari ini? Bolehkah saya menemani mbak selama 20 menit?
K: Saya baik mbak, iya
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang A dan tersenyum.
K: pandangan mata waspada kepada klien
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : merasa senang karena Nn. A memberikan respon yang baik
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien mendengarkan pertanyaan dengan serius
- Rasional
Perawat mencoba mencari tahu kondisi klien dengan pertanyaan terbuka dan memberi kesempatan klien untuk mengutarakan apa yang dirasakan.
3. - Komunikasi Verbal
P: Bagaimana kalau kita membicarakan tentang apa yang mbak rasakan selama ini?
K: Iya mbak.
- Komunikasi Non Verbal
P:Memandang dan tersenyum
K: Pandangan tidak fokus terhadap perawat yang bertanya
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
- Rasional
Untuk mendapatkan persetujuan dari klien.
4. - Komunikasi Verbal
P: Bagaimana perasaan mbak saat ini?
K: Saya merasa keluarga saya akan lebih baik jika tanpa saya. Saya adalah orang yang selalu membawa musibah bagi keluarga saya dan sebaiknya saya pergi saja dari kehidupan mereka.
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang Nn. A
K: menatap perawat dan terlihat sedang berpikir.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Ingin mengetahui keadaan Nn. A saat ini.
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak ingin menceritakan Masalahnya dengan perawat
- Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
5. - Komunikasi Verbal
P: Apa yang mbak rasakan ketika mengingat masalah itu?
K: semenjak adik saya sakit parah, saya selalu merasa bersalah, karena saya tidak bisa menjaga adik saya dengan baik.
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang Nn. A
K : Mengingat-ingat kejadian yang telah terjadi, penuh kekhawatiran, dan memandang perawat.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat mencoba menggali lebih dalam tentang masalah klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien mencoba memahami pertanyaan perawat
- Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
6. - Komunikasi Verbal
P: Apakah mbak berniat untuk bunuh diri? Mengapa?
K: Iya mbak daripada saya merugikan keluarga saya dan disalahkan oleh semua orang, lebih baik saya mati saja mbak. Saya sudah mencoba bunuh diri tetapi ada tetangga saya yang mengetahui dan akhirnya saya dibawa ke sini.
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang Nn. A
K: memandang perawat dan tampak berpikir.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat berusaha mendengar ungkapan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak tegas mengambil kesimpulan tentang kejadiannya
- Rasional
Mengetahui keadaan pasien sekarang.
7. - Komunikasi Verbal
P: Apa yang akan mbak A lakukan kalau ingin bunuh diri lagi?
K: Saya mencoba menahan diri dan mencari kesibukan, terkadang mencari bantuan perawat di sini.
- Komunikasi Non Verbal
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian.
K : Suara klien terdengar pelan.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat berusaha menyimak kembali cerita klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak lebih bersemangat menceritakan rencananya kepada perawat
- Rasional
Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik
8. - Komunikasi Verbal
P: Bagus sekali mbak. Dengan kesibukan itu mbak bisa melupakan masalah mbak. Mbak juga harus memanggil perawat untuk membantu. Saya percaya mbak A dapat melakukannya dengan baik.
K: Iya mbak.
- Komunikasi Non Verbal
P: Memandang A dengan pandangan menghargai dan tersenyum.
K: Menunduk.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat berusaha memberi penguatan yang positif dan menggali permasalahan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang menjadi rencananya
- Rasional
Penguatan yang positif dapat meningkatkan harga diri klien, memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien.
9. - Komunikasi Verbal
P: Bagaimana perasaan mbak A setelah kita membicarakan hal ini?
K: Senang mbak.
- Komunikasi Non Verbal
P : Suara jelas, tetap tersenyum, sikap terbuka
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat mengevaluasi perasaan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien terlihat antusias menyimak pertanyaan perawat
- Rasional
Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan
10. - Komunikasi Verbal
P: Baiklah mbak, besok kita akan berbincang-bincang lagi jam 11.00, di taman ini ya mbak. Apakah mbak bersedia?
K: Iya mbak. Terima kasih.
- Komunikasi Non Verbal
P: memandang D dan berbicara dengan sopan.
K: menganggukkan kepala
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P: Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K: Klien tampak senang karena perawat membantunya dalam mengatasi masalahnya
- Rasional
Terminasi adalah saat untuk mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai."


21. LAILATUR ROKHMAH

pada : 08 April 2017

"Analisa proses interaksi adalah usaha dalam mengamati secara mendetail terhadap proses tindakan yang terjadi ketika dua atau lebih objek yang mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. API merupakan salah satu metode yang digunakan perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan klien. Dalam melakukannya perawat perlu memiliki kemampuan berkomunikasi yangefektif dan bertujuan. Perawat perlu memahami tentang komunikasi teraupetik. Kounikasi teraupetik adala suatu interaksi interpersonal antara perawat dank lien yang selama interaksi berlangsung perawat berfokus pada kebutuhan klien untuk peningkatan pertukaran informasi yang efektif antara perawatdan klien.
Analisa proses interaksi diperlukan sebab API dapat membantu perawat mengkaji kondisi klien sehingga dapat menentukan diagnosis yang tepat dan membantu merencanakan tindakan keperawatan. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
Analisa proses interaksi dapatdilakukan dengan cara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Tahapan analisa proses interaksi, terdiri dari tahap awal (orientasi), tahap pertengahan (kerja), dan tahap akhir.

Contoh Analisa Proses Interaksi
Nama : IBU M
Usia : 55 thn
Diskrepsi : penampilan klien terlihat cukup bersih, wajah bersih, sudah mandi, selalu membawa bunga melati.
INTERAKSI FASE 1 (PERKENALAN)
P selamat pagi bu
Komunikasi non verbal : kontak mata, tersenyum menatap klien
K  Pagi suster
Komunikasi non verbal : menatap perawat, tersenyum melihat perawat
Analisa berpusat padaperawat : berharap klien menerima perkenalan
Analisa bepusatpada klien : berdiri di depan klien
Rasional : salam merupakan salah satu cara member perhatiaan pada klien.

P perkenalkan bu saya Laila dari fakultas keperawatan UNAIR akan bertugas disini selama 3 hari bisakah saya berbincang-bincangdengan ibu untuk 15 menit ?
K Iya boleh
Analisa berpusatpadaperawat : berharap klien dapat menjawab pertanyaan dengan benar
Analisa berpusat pada klien : klien mengulurkan tangan, kontak mata ada
Rasional perkenalan merupakan salah satu cara untuk membina hubungan saling percaya.
P maaf bu sebelumnya, ini dengan ibu siapa ya ?
K  saya ibu “M”
Komunikasi verbal : kontak mata singkat , sesekali berpaling, tertawa
Analisa berpusat pada perawat : berharap klien dapat menjawab
Analisa berpusat pada klien : klien berbicara keras, dan lancar, tersenyum
Rasional : menyebutkan nama menandakan kesediaan menerima hubungan dengan baik
p Bu M sudah tau tidak ibu sekarang ada dimana?
K Di rumah Sakit sus
Analisa berpusat pada perawat : berharap klien dapat mengingat tempat ia berada. Perawat senang klien dapat menjawab dengan baik
Analisa berpusat pada klien : klien menggerak-gerakkan tangan
Rasional : menilai kemampuan meningkat
Fase I dapat berjalan dengan baik, klien dapat berkomunikasi dengan baik.
INTERAKSI TAHAP II (FASE KERJA)
P  Bu M sudah mandi atau belum ?
K  sudah sus
Analisa berpusat kepada klien : berharap klien mengingat kebersihan diri
Analisa berpusat pada klien : klien meras percaya diri
Rasional : evaluasi kebersihan diri klien
P  saya lihat ibu tampak sehat, kenapa ibu kok bisa dirawat di rumah sakit ini ?
K  iya sus, saya ini sehat sekali, saya tidak mengerti kenapa saudara saya membawa saya disini padahal saya hanya makan bunga melati.
P  memangnya siapa yang menyuruh ibu memakan bunga melati?
Analisa berpusat pada perawat : berharap klien mau menjawab dank lien terus bercerita
Analisa berpusat padaklien : klien mengungkapakan masalahnya dengan bebas
Rasional : menggali perasaan klien untuk menimbukan rasaempati dan mencari tau penyebab klien dapat melakukan tindakan yang dilakukannya.
K  saya makan melati karena saya mendengar suara bisikan ditelinga yang menyuruh syauntuk makan melati
P  apakah ibu mengetahui siapa yang menyuruh ibu ?
Komunikasi non verbal klien : menatap perawa, bercerita dengan wajah ekspresi dengan wajah serius, sesekali tertawa
Analisa berpusat pada perawat : berharap klien dapat menjawab pertanyaan
Analisa berpusat pada klien : klien menceritakan apa yang ia alami sehingga samapi di RS
Rasional : mencari tahu sejauh mana mengenali halusinasi yang ia dapatkan .
K  suaranya itu seperti suara nenek moyang saya , saya mendengar suara itu hamper setiap malam. Dan nenek moyang saya bebisik kalau makan melati saya bisa awet muda dan seperti anak-anak gadis.
P suara itu dapat didengar ibu, tapi saya perawat tidak mendengar suara tersebut. Jadi jika ibu mendengar suara seperti itu apa yang ibu lakukan?
K  ya sewaktu saya mendengar suara itu saya mintak anak saya buat ambil melati di depan tersu saya makan.
Analisa berpusat pada perawat : berharap klien dapat mempercayai
Analisa berpusat pada klien : menatap perawat dan senyum
Rasional : membatu klien mengenali halusinasi dan memberikan masukan sederhana untuk meningkatkan hubungan saling percaya
P  kalau begitu ibu harus mengatakan ibu tidak mau melakukan apa yang ibu dengaratau ibu bisa bebincang-bincang dengan perawat ketika ibu mendengar suara bisikan itu.
K  baik sus, saya mau
P  kalau begitu sampai jumpa besok ya Bu
Analisa berpusat pada perawat : berharap klien dapat menerima saran perawat
Analisa berpusat pada klien : tersenyum pada perawat
Rasional : membatu klien untuk memutuskan atau mengontrol halusinasinya
FASE II Klien lebih sering mengalami halusinasi, namun tidak menghambat dalam penyampaian informasi. klien juga menerima saran dari perawat. Klien dapat delanjutkan ke fase berikutnya yaitu fase III terminal
"


22. Nurul Fitrianil Jannah

pada : 09 April 2017

"A. Analisa Proses Interaksi (API) adalah cara yang digunakan oleh perawat dalam proses keperawatan untuk menegakkan suatu diagnosa keperawatan dengan cara menganalisa dan memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan kliennya secara mendetail. Pencatatan dan pelaporan API meliputi seluruh pola perilaku interaksi perawat dan klien.
Analisa Proses Interaksi digunakan sebagai sarana perawat untuk mengumpulkan data pengkajian dari klien yang selanjutnya digunakan untuk menyusun asuhan keperawatan yang sesuai dengan keadaan klien. Selain itu API juga dapat membuat perawat menjadi pendengar yang baik bagi keluhan kliennya, serta meningkatkan hubungan komunikasi antara perawat dan klien. Komunikasi dapat dilakukan dengan cara verbal dan non-verbal.
B. Contoh Analisa Proses Interaksi
Dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan
Nama : Ny. Z
Status interaksi perawat-klien: Fase I (perkenalan)
Nama mahasiswa : N.F
Tempat : Ruang tunggu RS UA
Lingkungan : Perawat berhadapan dengan klien
Tanggal : 8 April 2017
Jam : 10.00 WIB
Deskripsi klien : Klien memukuli tangan kirinya sampai memar
Tujuan : Klien mampu berkomunikasi dengan perawat, mengungkapkan perasaannya dan tidak lagi melukai dirinya sendiri.

Pr: Halo mbak selamat pagi, saya duduk disini boleh ya? (Pr: senyum, Kl: ekspresi bingung)
Kl: Iya sus silahkan (Pr: ingin berkomunikasi dengan klien, Kl: ekspresi datar namun agak ragu)
Pr: Perkenalkan nama saya perawat NF, kalau boleh tau nama mbat siapa? (Pr: tersenyum dan mengulurkan tangan, Kl: memandang perawat dan mengulurkan tangan)
Kl: Mbak Z (Kl: menjawab dengan singat dan menurunkan pandangan)
Pr: Mbak kenapa kok tangannya dipukuli sendiri? (Pr: perawat menatap klien, Kl: melihat dengan tajam dan mendengarkan apa yang dikatakan perawat)
Kl: Tangan saya nakal maka nya saya pukul biar gak nakal (Pr: menganggukan kepala, Kl: memandang perawat dan menjawab dengan terbata-bata)
Pr: Memangnya tangan mbak habis ngapain kok nakal?
Kl: Iya kemarin tangan saya habis mukul ibu saya (Pr: menganggukan kepala, Kl: memandangi tangannya, terlihat matanya berkaca-kaca)
Pr: Kenapa kok bisa mukul ibunya mbak?
Kl: Kemarin saya bertengar dengan ibu saya lalu tiba-tiba tangan saya mukul ibu (Pr: memperhatikan klien, Kl: klien mulai menangis)
Pr: Kalau boleh saya tahu bertengkarnya gara-gara apa ya?
Kl: (hanya menggelangkan kepala)
Pr: Ya sudah kalau tidak mau cerita, mbak mau ikut saya jalan-jalan di taman? (Pr: membujuk klien, Kl: meganggukkan kepala)
Kl: Iya mau
Pr: Bagaimana perasaanya sekarang? Enakkan jalan-jalan di luar (Pr: bertanya sambil tersenyum)
Kl: Enak
Pr: Itu tangannya kasian jangan dipukuli terus ya nanti berdarah (Pr: membujuk klien sambil menunjuk kearah tangan klien, Kl: melihat dan merespon perawat)
Kl: (Klien diam)
Pr: Coba sini saya lihat tangannya (Kl: mengulurkan tanganya)
Kl: Ini sus
Pr: Besok kesini lagi mau ya? Saya ajak jalan-jalan lagi tapi mbak harus berhenti mukul tanganya lagi ya (Pr: membujuk klien, Kl: menatap perawat )
Kl: Iya sus saya akan mencoba (Kl: menganggukan kepala)
Pr: Kalau begitu besok kesini lagi ya jam 10 (Pr: tersenyum berjabat tangan)
Kl: Iya sus (Kl: mengulurkan tangan)

Kesan perawat:
Fase I perkenalan dapat berjalan dengan baik walaupun klien belum mau menceritakan masalahnya ke perawat secara mendetail. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan klien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya, yaitu fase II (fase kerja).
"


23. Clauvega M.S

pada : 09 April 2017

"Analisa proses interaksi merupakan metode untuk mengamati dan mengelompokkan interaksi sosial yang terjadi antara perawat dan klien. Hasil analisa proses interaksi ini memberikan dampak positif terhadap proses keperawatan yang mana dapat meningkatkan peran perawat untuk berkomunikasi, melakukan pendekatan terhadap klien, mengidentifikasi kebutuhan klien, serta mengevaluasi efektifitas proses keperawatan yang telah dilaksanakan. Komponen analisa proses interaksi berfokus pada komunikasi secara verbal maupun non verbal. Terbangunnya komunikasi teraupetik memudahkan peran perawat untuk mengidentifikasi kebutuhan klien serta mengklasifikasikannya. Berikut klasifikasi dalam analisa proses interaksi, yaitu:
1. Menunjukan keramahan atau solidaritas
2. Menunjukan ketegangan
3. Menyatakan menerima
4. Memberikan saran
5. Memberikan opini
6. Memberikan informasi
7. Meminta informasi dan pendapat

Nama : Ny. Tina
Usia : 34 tahun
Interaksi : Ke-1
Tanggal : 9 April 2017
Waktu : 15.00 WIB
Lingkungan : Duduk berhadapan + 1 m suasana tenang, siang hari. Klien memakai gaun berwarna merah jambu dan sepatu berwarna putih.
Tujuan : Mempertahakan hubungan saling percaya antara perawat dan klien.
DESKRIPSI
Perawat : “Selamat Siang”
Pasien : “Tersenyum sambil menatap perawat”
Analisa pada klien : berdiri di depan perawat
Analisa pada perawat : klien dapat menerima perkenalan
Perawat : “Perkenalkan saya Vega yang berdinas di sift sore selama 3 hari. Bolehkan saya berbincang dengan ibu?”
Pasien : “Tersenyum”
Analisa pada klien : berjabat tangan
Analisa pada perawat : klien dapat menerima perkenalan
Perawat : “Nama ibu siapa?”
Pasien : “Saya Tina” (berjabat tangan dan menatap mata)
Analisa pada klien : Klien bicara keras dan lancar
Analisa pada perawat : Berharap klien dapat menjawab dengan benar
Perawat : “Ibu tahu sekarang berada dimana?”
Pasien : “Saya berada di RS” (sambil menatap sekelilingnya)
Analisa pada klien : Klien bicara keras dan lancar
Analisa pada perawat : Berharap klien dapat menjawab
Perawat : “Ibu, apakah sudah mandi sore?”
Pasien : “belum” (sambil menunduk)
Analisa pada klien : Klien bicara halus dan lancar
Analisa pada perawat : Berharap klien dapat mengingat kebersihan dirinya
Perawat : “sore ini ibu tampak kurang segar, bagaimana kalau ibu mandi dulu agar tampak segar dan harum baunya?”
Pasien : “entar saja” (sedikit menunjukan muka murung)
Analisa pada klien : Klien bicara keras dan lancar
Analisa pada perawat : Berharap klien dapat mengingat kebersihan dirinya dan mau melakukan perintah
Perawat : “Baiklah, saya tidak memaksa ibu untuk mandi. Kalau boleh tau mengapa ibu tidak mau mandi sekarang?”
Pasien : “(menunduk dan terdiam)”
Analisa pada klien : Klien mulai menunjukkan kemarahannya
Analisa pada perawat : Berharap klien dapat memahami pertanyaan dan menjawabnya dengan ucapan halus dan lancar
Perawat : “Ibu Tina, lihat ada seekor burung terberangan di atas langit!”
Pasien : “Woww, indahnya mereka bisa bertebrangan” (tersenyum)
Analisa pada klien : Klien berbicara lantang dan lancar
Analisa pada perawat : Berharap klien dapat melupakan sejenak kemarahannya
Perawat : “Ibu tampak sehat, kenapa Ibu di rawat disini?”
Pasien : “Iya mbak, saya ini sehat sekali, saya tidak mengerti kenapa anak saya membawa saya disini padahal saya hanya latihan menyanyi” (berbicara dengan lantang)
Analisa pada perawat : berharap klien mampu menceritakan perasaannya
Analisa pada klien : klien dapat bercerita dengan lantang dan percaya diri
Perawat : “Memangnya siapa yang menyuruh Ibu latihan bernyanyi?
Pasien : “Saya latihan bernyanyi karena saya mendengar suara/bisikan di telinga yang menyuruh saya untuk latihan bernyanyi” (ekspresi wajah serius)
Analisa pada perawat : berharap klien mampu menceritakan perasaannya
Analisa pada klien : klien dapat bercerita dengan lantang dan percaya diri
Perawat : “Apakah Ibu mengetahui siapa yang menyuruh Ibu bernyanyi?”
Pasien : “Tidak, tapi saya memang mendengar suara itu hampir setiap malam” (ekspresi wajah tenang)
Analisa pada perawat : berharap klien mampu menceritakan perasaannya
Analisa pada klien : klien dapat bercerita dengan lantang dan percaya diri
Perawat : “Iya memang Ibu dapat mendengarkan suara itu, tapi saya tidak mendengarkannya. Jadi, Ibu harus berkata tidak bila Ibu mendengarkan suara/bisikan itu ya”
Pasien : “Oh begitu, lalu mengapa saya harus berkata tidak?” (ekspresi wajah penasaran)
Perawat : “Coba Ibu lihat burung bertebrangan di atas sana, bayangkan bila burung itu berkicau tiada henti. Apakah Ibu tidak curiga dengan burung itu? Apakah Ibu juga tidak merasa terganggu dengan kicauannya?”
Analisa pada perawat : berharap klien mampu menerima saran yang diberikan
Analisa pada klien : klien tidak mempercayai suara yang didengarnya setiap malam itu
Pasien : “Oh iya ya, baiklah mbak”
Perawat : “Baiklah Ibu, kalau begitu perbincangan sore ini sudah selesai ya. Besok kita berbicang lagi”
Pasien : “(tersenyum sambil menantap mata perawat)”
Analisa pada perawat : berharap klien mampu menerima saran yang diberikan
Analisa pada klien : klien tidak mempercayai suara yang didengarnya setiap malam itu"


24. Zaenab

pada : 09 April 2017

"Analisa Proses interaksi adalah alat kerja yang digunakan oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Analisa ini dapat dilakukan untuk semua klien. Tujuan dilakukan analisa proses interaksi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mendengar dan komunikasi perawat. Selain itu juga untuk meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat. Di akhir nanti, diharapkan perawat dapat merencanakan tindakan keperawatan selanjutnya.
Pada Analisa Proses Interaksi, komponen yang harus ada adalah, Komunikasi Verbal dan non verbal perawat dan klien, analisa yang berpusat pada perawat dan klien serta Alasan Teoritis atau rasionalitas tindakan yang dilakukan

Berikut ialah contoh dari Analisa Proses Interaksi pada kasus Resiko perilaku kekerasan karena halusinasi

Nama : Tn. L
Hari/Tanggal : Minggu, 9 April 2017
Usia : 22 Tahun
Waktu : 11.00-11.30
Nama Mahasiswa : Zaenab
Status interaksi perawat-klien : Ke 1 (Fase perkenalan)
Tempat : Ruang Perawatan Srikaya
Lingkungan : Meja makan, suasana tenang, posisi disebelah klien
Deskripsi pasien : Penampilan pasien kurang rapi, ada luka memar samar di punggung tangan, pakaian banyak lubang bekas rokok, pasien merokok, menunduk
Tujuan :
 Klien dapat mengenali perawat dan membina hubungan saling percaya sehingga klien dapat menceritakan permasalahannya secara terbuka
 Klien tidak lagi memukul orang disekitarnya dan menghilangkan halusinasinya

KOMUNIKASI VERBAL
P : Selamat siang Pak, boleh saya duduk disebelah bapak?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Tersenyum, berdiri sejenak disamping K dan memandang K
K : Ekspresi datar
ANALISIS BERPUSAT PADA PERAWAT
Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh K
ANALISIS BERPUSAT PADA KLIEN
Merasa terkejut disapa oleh P. Masih ragu terhadap orang baru yang masuk kedalam Kingkungannya
RASIONAL
Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya. Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan yang menjadi salah satu cara untuk terjalin rasa percaya

KOMUNIKASI VERBAL
K : Siang, silahkan mbak
KOMUNIKASI NON VERBAL
K : Ekspresi masih datar, memandang P agak ragu
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Merasa senang salamnya dijawab walaupun belum diekspresikan secara tulus
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Klien masih ragu terhadap perawat
RASIONAL
Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya.

KOMUNIKASI VERBAL
P : Wah, siang ini suasananya cukup panas ya pak
K : (diam)
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Duduk disebelah klien dan memandang ke halaman sambil melirik K
K : Ikut melihat ke halaman Kalu menghisap rokoknya dan menunduk Kagi
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi dan riwayat K
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian yang cukup terhadap P
RASIONAL
Topik ringan akan memudahkan untuk interaksi Kebih Kanjut

KOMUNIKASI VERBAL
P : Oh iya, perkenalkan nama saya Zaenab, panggil saja saya Ners Zaenab, Mahasiswa S1 keperawatan yang selama 2 minggu ini akan praktek disini dan yang akan merawat bapak.
K : (diam)
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Memandang K sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan K
K : Mengalihkan rokok ke tangan kiri, menerima uluran tangan P dan tersenyum datar pada P
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P merasa bahwa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P dan berharap dapat melanjutkan percakapan.
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K masih memberikan tanggapan ragu-ragu terhadap perawat. Mulai menunjukkn sedikit perhatian dan ketertarikan terhadap P
RASIONAL
Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya

KOMUNIKASI VERBAL
P : Nama bapak siapa?
K : Lukman
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Masih menjabat tangan klien dan mendekatkan diri ke K
K : Memandang P dengan ragu
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Ingin mengetahui nama klien namun P merasa pasien enggan berkenalan. Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P dan K mau menyebut namanya.
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Menjawab dengan ragu-ragu dan berpikir bahwa perkenalan hanyalan formalitas
RASIONAL
Mengenal nama klien akan memudahkan interaksi dan membangun kepercayaan dengan klien

KOMUNIKASI VERBAL
P : Bapak senangnya dipanggil dengan nama apa?
K : Maman
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Memandang K dengan tersenyum
K : Menjawab sambil memandang P dan mulai tersenyum
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P ingin menjalin kedekatan dengan klien
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K mulai tertarik dengan perkenalan P
RASIONAL
Nama panggilan merupakan nama akrab klien sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya

KOMUNIKASI VERBAL
P : Baik bapak Maman, kalau tidak keberatan bisakah kita cerita-cerita sebentar sekitar 10 menit?
K : Baik Ners
P : Maunya Bapak Maman kita ceritanya dimana ya pak?
K : Disini di meja makan saja ners
P : Baik pak kalau begitu. Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh bapak maman. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang bapak Maman rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya, Untuk itu saya sangat berharap bapak Maman mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah bapak Maman setuju?
K : Iya Ners
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Memandang K dengan tersenyum dan mempertahankan kontak mata
K : Memandang P dengan tersenyum kecil
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Berharap K mulai terbuka untuk melanjutkan interaksi dan mengungkapkan ceritanya
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K mulai menunjukkan antusias dan mulai mendengar dengan serius dan menuuti apa yang diminta oleh perawat
RASIONAL
Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan P mengadakan interkasi dengan K. Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya

KOMUNIKASI VERBAL
P ; Bapak Maman, bagaimana perasaannya hari ini,apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak ?
K ; Nyenyak, saya merasa baik-baik saja
P : Bisakah Pak Maman bercerita, kenapa sampai Pak Maman dibawa ke rumah sakit?
K : Saya habis mukul tetangga saya Ners
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Tetap menjaga kontak mata dan tersenyum kepada klien
K : Menunduk, menjawab pertanyaan P dengan ragu-ragu
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Berharap K mau menjawab pertanyaan P
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K menunjukkan kepercayaan kepada P dengan menjawab pertanyaan dengan topik yang mendalam
RASIONAL
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di Rumah Sakit Jiwa

KOMUNIKASI VERBAL
P : Kalau boleh tahu, kenapa bapak memukul tetangga bapak?
K : Ada banyak ulat ditubuhnya, jadi saya pukul dia pakai rotan agar ulat-ulatnya mati dan jatuh ke lantai
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : P memandang K dan menepuk pundak K
K : Menjawab dengan datar
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Menerima K dengan baik
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Klien sudah terbuka menceritakan permasalahannya
RASIONAL
Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien

KOMUNIKASI VERBAL
P : Apakah bapak masih sering melihat ulat-ulat itu?
K : Iya, saya sangat jijik dan takut sama ulat, makanya saya pukul
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Mempetahankan kontak mata dan tersenyum, memberikan rasa empati pada K dan memperhatikan perilaku K
K ; Ada raut muka jengkel dan ekspresi marah
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Menunjukkan rasa empati dengan tetap mempetahankan kontak mata dan tersenyum
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Klien sudah terbuka menceritakan permasalahannya
RASIONAL
Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien

KOMUNIKASI VERBAL
P ; Apa yang bapak lakukan jika merasa jengkel sama ulat-ulat itu?
K ; Ya saya pukuli ulatnya sampe hilang dan mati. Di wajah orang yang disana juga ada ulatnya. Saya merasa jengkel dan pngen mukul ulat-ulat di wajah orang itu sekarang juga.
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Mempetahankan kontak mata dan tersenyum, memberikan rasa empati pada K dan memperhatikan perilaku K. Menepuk pundak K
K ; Menunjuk orang di halaman dengan ekspresi jengkel dan marah
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Menunjukkan rasa empati dengan tetap mempetahankan kontak mata dan tersenyum
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Klien sudah terbuka menceritakan permasalahannya
RASIONAL
Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien

KOMUNIKASI VERBAL
P : Baiklah untuk sekarang ini bapak menyendiri duludiruangan ini sampai marahnya hilang, yang bertujuan agar bapak bisa tenang dan nyaman.( melakukan isolasi pada klien di ruangan yang aman). Jika kondisi bapak sudah baik nanti baru keluar jalan-jalan ditaman.
K : Iya Ners
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Tersenyum dan menepuk pundak K
K ; Melihat dan merespon P
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Memberikan solusi tentang apa yang selama ini dia lakukan
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Klien sudah terbuka menceritakan permasalahannya
RASIONAL
Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien

KOMUNIKASI VERBAL
P : Bagaimana perasaan bapak setelah dari ruangan ini?
K ; Enak, saya tidak jadi memukul ulat-ulat itu
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Mempetahankan kontak mata dan tersenyum,
K ; Melihat P dan tersenyum
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Mendapat tanggapan dan respon klien
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Klien sudah terbuka dengan perawat
RASIONAL
Perasaan K berkurang setelah tindakan

KOMUNIKASI VERBAL
P : Baiklah mungkin Pak Maman mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Nanti besok kita lanjutkan pembicaraan kita sekitar jam 10.00 pagi, mengenai ulat-ulat itu lagi. Bagaimana apakah Pak Maman setuju ?
K : Ia Ners
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Tetap tersenyum dan mempertahankan kontak mata
K : Nampak tersenyum dan menatap P
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
Merasa senang karena K setuju untuk kontrak petemuan berikutnya.Tidak memaksakan diri untuk bertanya tentang masalah K dan mengalihkan pembicaraan.
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Tampak K tidak keberatan dengan kontrak watu yang ditawarkan.
RASIONAL
Pertanyaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya. Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubunga n saling percaya,

KOMUNIKASI VERBAL
P : Bagus sekali, sudah mau berceritera dengan saya, Selamat siang ..!
K : Terima kasih Ners, Selamat siang ..!
KOMUNIKASI NON VERBAL
P : Berdiri di samping K sambil mengulur tangan dan salaman dengan K sebagai tanda perpisahan.
K : Membalas jabat tangan
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P : Mendapatkan respon positif dari klien
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K : Menerima kehadiran P dengan baik dan memberikan respon positif
RASIONAL
Perawat mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien
"


25. Rinda Harwidiana Rani

pada : 09 April 2017

"Alat komunikasi berupa pencatatan dan pelaporan antar tim keperawatan dan tim kesehatan kepada klien agar dapat merencanakan tindakan keperawatan dengan baik dan sesuai dengan kondisi klien. Yang perlu dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan kesehatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perwat dengan klien. Tiga macam catatan :
1. Catatan perkembangan (proses keperawatan)
2. Hubungan antara perawat dengan klien
3. Resume. Resume berupa interaksi yang terjadi selama proses berinteraksi. Pelaku didalam proses berinteraksi bisa perawat dengan individu (klien), perawat dengan keluarga atau teman dekat klien dsb.
berikut contoh API (Analisis Proses Interaksi)dengan pasien Isolasi sosial: menarik diri
Nama Mahasiswa:Rinda Harwidiana Rani
Tanggal :09 April 2017
Waktu :09.30-09.50 WIB
Tempat :Ruang Melati RSJ Surabaya
Inisial klien :Ny.X
Interaksi ke :I (Fase perkenalan)
Lingkungan :Ruang meja makan, berhadapan dengan klien dengan suasana yang tenang
Deskripsi :Penampilan tidak rapi, selalu menunduk, rambut terlihat kotor dan banyak ketombe, nafas bau karena tidak gosok gigi, dan kukunya terlihat panjang dan kotor
Tujuna :klien dapat terbuka dengan perawat dan mampu menceritakan secara terbuka tentang permasalahannya

Komunikasi Verbal
P : Selamat pagi ibu, bolehkah saya duduk disini ?
Ny.X : selamat pagi, iya silahkan
Komunikasi Non Verbal
P : Memandang Ny.X lalu tersenyum
Ny.X : Ekspresi datar dan menunduk
Analisa berpusat pada p
p : Berharap ketika p menyapa Ny.X bisa menerima sapaan p dengan baik
p : Merasa senang karena ada jawaban atas sapaannya, walaupun belum diekspresikan secara jelas dan tulus
Analisa berpusat pada klien
Ny.x merasa tidak percaya diri karena kedatangan p dan menaruh perasaan curiga terhadap p. Ny.X ragu terhadap orang baru
Rasional
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan, sehingga dapat terjalin rasa percaya
Komunikasi Verbal
P : Bagaimana kabar ibu? sehat? perkenalkan ya bu,nama saya Rinda, saya mahasiswa yang praktek disini yang akan merawat ibu.
Ny.x : hanya diam
Komunikasi Non verbal
P : Memandan Ny.X sambil menjulurkan tangan ke Ny.x
Ny.x : menengok kearah suara p dan menerima uluran tangan p
Analisa berpusat pada perawat
P ingin memulai percakapan ringan sebelum masuk ke kondisi K dan merasa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P
Analisa berpusat pada klien
Ny.X masih ragu memberikan tanggapan
Rasional
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat
Komunikasi Verbal
P : Dengan ibu siapa ?
Ny.X : Dengan Ny.x
Komunikasi non verbal
p : Masih menjabat tangan pasien dan mendekatkan diri ke Ny.X
Ny.X : Menyebut nama dengan menunduk dan menarik tangannya dengan cepat
Analisa berpusat pada perawat
P merasa klien enggan berkenalan
Analisa berpusat pada klien
Ny.X merasa ragu-ragu berkenalan dengan P
Rasional
Mengenal nama klien akan memudahkan interaksi
Komunikasi verbal
P : ibu X kalau ibu tidak keberatan bisakah kita bercerita sebentar sekitar 10 menit
Ny.x : iya, bisa kok
Komunikasi non verbal
P : Tetap tersenyum dan memperhatikan Ny.X dengan sikap terbuka
Ny.X : Menatap kearah P
Analisa berpusat pada perawat
Befikir apakah Ny.X melanjutkan interkasinya dan bagaimana cara Ny.X mau berinterkasi selanjutnya
Analisa berpusat pada klien
Klien mampu menuruti apa yang diminta perawat dan mau mendengarkan serta memperhatikan dengan serius
Rasional
Memberikan informasi tentang waktu dan tujuan P mengadakan interaksi dengan klien
Komunikasi verbal
P : Ibu X, saya praktek disini selama 2 minggu dari jam 09.30-09.50 WIB. Saya akan selalu bersama Ibu. Nanti kita akan membahas masalah yang dialami Ibu. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalah ibu. tidak usah ragu-ragu bu ketika ingin menceritakan masalah ibu. Rahasia terjamin akan terjaga. Apakah ibu setuju ?
Ny.X :Iya ners, saya setuju
Komunikasi non Verbal
P : tetap tersenyum dan mempertahankan kontak mata dan suara sedang tapi jelas
Ny.X : Ekspresi tersenyum pada perawat, tapi sesekali Ny.X menundukkan kepala
Analisa berpusat pada perawat
Berharap Ny.X mau terbuka dan menceritakan masalahnya
Analisa berpusat pada klien
Mengerti apa yang dimaksud P
Rasional
Kalimat terbuka akan memberikan kesempatan pada Ny.X untuk mengungkapkan perasaanya
Komunikasi Verbal
P : Ibu, bagaimana perasaan hari ini. Makanan hari ini enak nggak Bu?
Ny.X : Alhamdulillah baik-baik saja. enak kok
P : Alhamdulillah, ehm.. Bu bisakah ibu bercerita kenapa ibu sampai dibawa ke rumah sakit ?
Ny.X : Saya merasa malu atas kekurangan pada diri saya ners. Kaki saya yang kanan diamputasi karena kecelakaan
Ekspresi non verbal
P : Mempertahankan kontak mata pada Ny.X
Ny.X : Menundukan kepala, tidak percaya diri
Analisa berpusat pada perawat
Berharap Ny.X mau menjawab pertanyaan P
Analisa berpusat pada klien
Tidak merasa keberatan dengan pertanyaan P
Rasional
Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubungan saling percaya
Komunikasi Verbal
P : Baiklah, mungkin ibu ingin beristirahat. pertemuan hari ini cukup sampai disini ya Bu. Besok kita lanjut lagi jam 09.30. tentang mengapa ibu merasa malu atas kekurangan yang ada pada diri ibu? apakah ibu setuju ?
Ny.X :Iya ners.
Komunikasi non verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum
Ny.X : Tersenyum tipis dan menatap ke arah P
Analisa berpusat pada perawat
Tidak memaksakan diri untuk bertanya tentang masalah Ny.X dan mengalihkan pembicaraan
Analisa bepusat pada klien
Tampak Ny.X tidak keberatan dengan kontrak waktu yang ditawarkan
Rasional
Kontrak penting untuk melanjutkan interaksi selanjutnya
Komunikasi Verbal
P : Terimakasih Bu, sudah mau bercerita dengan saya. selamat pagi bu...
Ny.X : Iya selamat pagi bu
Analisa berpusat pada perawat
Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa beristirahat
Analisa berpusat pada Klien
Ny.x menunduk
Rasional
Klien mulai menunjukan sikap terbukanya.


"


26. Kusnul Chotimah

pada : 09 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) merupakan suatu alat kerja yang digunakan perawat maupun mahasiswa untuk memahami interaksi yang terjadi Antara perawat maupun mahasiswa dengan klien.
Analisa proses interaksi (API) diperlukan karena hal ini dapat memberi dasar belajar, dapat meningkatkan kemampuan mendengar, berkomunikasi, dan juga kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien. Selain itu API juga dapat membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
API terdiri dari komunikasi verbal dan nonverbal perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta komunikasi yang dapat dilakukan perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data tersebut diatas, dan rencana lanjutan tindakan keperawatan.

Contoh :
Inisial klien : Nn. E/21 tahun
Status interaksi : pertemuan ke-1
Lingkungan : perawat dan klien duduk berhadapan di kamar Nn. E. Kamar Nn. E tampak sepi karena hanya ada perawat A dan Nn. E.
Deskripsi klien : penampilan klien cukup bersih dan rapi, ekspresi klien tampak gelisah, klien senang menatap jendela dan memegangi lengannya yang diperban.
Tujuan : membina hubungan saling percaya dan mengeksplorasi perasaan klien saat ini.
Nama perawat : Ns. A
Tanggal : 9 April 2017
Jam : 09.00 – 09.30
Ruang : cendana

Komunikasi verbal (Non verbal,Analisa berpusat pada perawat,Analisa berpusat pada klien) Rasional
P : selamat pagi mbak, saya perawat A. Saya boleh duduk disini ya? (tersenyum dan memandang klien)
K : (memandangi perawat A dengan ekspresi datar dan mengangguk)
Salam merupakan pembuka suatu percakapan yang harus dilakukan secara sopan. Tujuannya yaitu membina hubungan saling percaya
P : mbak namanya siapa? Kita ngobrol-ngobrol sebentar yuk sekitar 15 menitan mau? (masih tersenyum, mengulurkan tangan dan berusaha mendekati klien)
K : aku E (ekspresi masih datar, mengangguk, memandang perawat sambil menerima jabat tangannya dan sesekali memandangi jendela)
Perawat merasa senang karena klien sudah mulai mau berbicara meskipun dengan ekspresi datar. Klien merasa ragu untuk berbicara dengan orang baru.
P : mbak sudah sarapan? (dengan nada halus)
K : sudah (masih dengan ekspresi datar dan menatap perawat)
P : bagaimana sarapanya tadi? Enak? (tetap tersenyum)
K : biasa saja (sambil mengalihkan pandangan ke jendela)
Perawat mencoba mendekati klien dengan pertanyaan – pertanyaan sederhana. Klien merasa senang karena ada orang yang ingin tahu keadaanya.
P : ohh begitu ya. Bagaimana perasaan mbak hari ini? Diluar cuacanya sangat cerah (ekspresi ingin tahu)
K : saya merasa kosong. Saya tidak ingin melakukan apapun. Saya hanya ingin pergi dari dunia ini (masih menatap jendela)
Perawat mencoba menggali apa yang dirasakan klien. Klien merasa ingin sekali mengungkapkan semua yang dirasakannya namun tidak berani.
P : kenapa mbak kok bisa berpikiran seperti itu? (khawatir)
K : saya merasa bahwa tidak ada serangpun yang memperdulikan saya. Jadi untuk apa saya hidup? (menatap perawat dengan seksama)
P : itu tidak benar mbak. Pasti banyak sekali orang yang perduli dengan mbak (menunjukan sikap empati)
K : tidak mungkin. Siapa yang peduli dengan saya? (ekspresi tidak percaya)
P : saya peduli kok dengan mbak (merasa empati)
K : buktinya apa? (meninggikan suara)
P : buktinya saya disini bersama mbak. Kita ngobrol, saya ingin tau keadaan mbak E. (tersenyum dengan tenang)
K : benarkah? (ekspresi lega)
P : iya mbak. (tersenyum simpul)
K : tapi kenapa orang yang saya cintai meninggalkan saya? (ekspresi sedih)
Perawat merasa empati terhadap apa yang dirasakan klien. Perawat mencoba untuk meyakinkan klien. Klien merasa senang karena ada yang peduli dengannya namun klien juga merasa ragu apakah benar apa yang diucapkan perawat kepadanya.
P : itu tidak benar. Orang yang mbak cintai juga mencintai mbak kok. Hanya saja setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk mengungkapkan cintanya. Tidak mungkin mereka meninggalkan mbak.(tersenyum sambil memegang pundak klien)
K : mungkinkah itu terjadi? (berharap)
Perawat berusaha meyakinkan klien. Klien merasa masih ada harapan untuknya.
P : iya mbak. Mbak tenang saja. Saya yakin pasti ada orang yang mencintai dan memperdulikan mbak. Lalu kenapa tangannya dipegangi terus mbak? Apa sakit? (berusaha meyakinkan dan menenangkan)
K : sudah tidak lagi kok (lega)
P : baiklah kalau begitu mbak ngobrolnya sampai disini dulu. Sampai ketemu besok. Terimakasih atas waktunya (tersenyum sembari meninggalkan klien)
K : iya sama-sama
Perawat terminasi dengan klien dan berharap intervensi nya tadi dapat diterima oleh klien. Klien merasa lebih lega dari yang sebelumnya.

Evaluasi
Fase 1 berjalan dengan baik. Klien awalnya terlihat gelisah dan pandangan kosong sekarang terlihat lebih baik. Klien mudah untuk menerima support dari perawat. Intervensi perlu dilanjutkan.
"


27. Diah Ayu Mustika

pada : 09 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.
Tujuan API
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan
Komponen API :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan

Inisial : CB
Umur : 25 tahun
Status Interaksi : fase perkenalan
Lingkungan : Dilaksanakan di ruang Melati RSJ Propinsi Banten, perawat dan klien duduk berhadapan, suasana tenang
Deskripsi Klien : Klien tampak rapi, menggunakan baju hijau, celana hijau
Tujuan : Klien dapat membina hubungan saling percaya
Hari / Tanggal / Waktu : Rabu, 15 Februari 2017, selama 15 menit dari pukul 09.15 – 09.30 WIB
1. Komunikasi Verbal
P : Selamat pagi saya bu diah ayu, apa kabar?
K : (menoleh)
Komunikasi Non Verbal
P: Memandang K dan tersenyum
K: Ekpresi datar
K: Ekpresi datar
P: memandang K
Analisa Berpusat pada Perawat
P : Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh K. P merasa senang mulai ada kontak mata walaupun belum diekpresikan secara tulus
Analisa Berpusat pada Klien
K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya. K ragu terhadap orang baru
2. Komunikasi Verbal
P : Nama ibu siapa? Ibu senangnya dipanggil siapa?
K : Cherry
Komunikasi Non Verbal
P : Mengambil tangan K menjabat tangan K dan mendekatkan diri ke-K
K : Menoleh sebentar
K : Menunduk
Analisa Berpusat pada Perawat
P ingin tahu nama pasien.
P merasa K sudah mau berkenalan.
Analisa Berpusat pada Klien
K tertarik
K merasa perkenalan harus mulai dilakukan
3. Komunikasi Verbal
P : Terima kasih ibu , ini suatu anugrah bagi saya, ibu mau mengenalkan diri
K : (diam)
Komunikasi Non Verbal
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menunduk
K : Memandang kedepan dengan pandangan kosong
P : Memperhatikan K
Analisa Berpusat pada Perawat
P mencoba mengakrabkan suasana
P merasa pertanyaan belum mendapatkan respon
Analisa Berpusat pada Klien
K membuka diri
K merasa bahwa P datang untuk membantu K
4. Komunikasi Verbal
P : Ibu asalnya dari mana Bu?
K : Serang
Komunikasi Non Verbal
P : Memandang K
K : memandang ke arah P
K : bengong
P : Memperhatikan K
Analisa Berpusat pada Perawat
P masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
P tetap sabar , K belum memberi respon
Analisa Berpusat pada Klien
K sudah peduli dengan pertanyaan yg diajukan
K ada kemauan untuk menjawab
5. Komunikasi Verbal
P : Ibu masih ingat siapa yang mengajak Ibu ke sini dan karena apa diajak kesini?
K : Ayah, Narto Sugiono
Komunikasi Non Verbal
P : Mendekatkan diri ke K
K : Menoleh ke halaman dan terdiam beberapa lama
K : Menoleh P sebentar lalu menunduk lagi
P : Tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat
P mengkaji daya ingat K
P pertanyaan dapat dijawab dengan jelas oleh K
Analisa Berpusat pada Klien
K menunjukan sedang mengingat
K menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya
6. Komunikasi Verbal
P : Siapa orang terdekat ibu dirumah
K : Ibu
Komunikasi Non Verbal
P : Memandang K
K : Menoleh pada K : menunduk dan terlihat sedih
P : Memperhatikan
Analisa Berpusat pada Perawat
P menggali perasaan klien
P memberikan penilaian yang negative terhdap dirinya
Analisa Berpusat pada Klien
K tidak bingung dengan pertanyaan yang diberikan
K menjawab tentang keadaannya
7. Komunikasi Verbal
P : Nah kalau ibu Ani setuju, nanti kita kenalan dengan 2 teman ibu disini dan sebutkan namanya
K : (pandangan kosong)
Komunikasi Non Verbal
P : Memandang K
K : Menunduk
K : Diam
P : Tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat
P menentukan teman yg sering diajak K
P menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan
Analisa Berpusat pada Klien
K memikirkan tentang kegiatan yang ditawarkan
K belum menentukan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan
8. Komunikasi Verbal
P : Terimakasih atas kesediaan ibu Ani ngobrol dengan saya, selamat pagi
K : (mengangguk)
Komunikasi Non Verbal
P : Menepuk bahu K dan mengulurkan jabat tangan
K : Pasien mengulurkan tangan
Analisa Berpusat pada Perawat
P menutup fase I.
P sangat senang akhirnya fase satu terlewati juga berinteraksi ke fase berikutnya
Analisa Berpusat pada Klien
K menunjukkan rasa percaya pada P
K menyambut salam P"


28. Mitha Wulan NurAini

pada : 09 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Analisis Proses Interaksi (API) dikembangkan sebagai metode untuk "pengamatan tangan pertama dari interaksi sosial dalam lingkup kecil, muka dengan muka kelompok" (Bales, 1950) . Tujuan penelitian Bales secara keseluruhan adalah untuk mengembangkan instrumen umum yang akan memungkinkan untuk perbandingan fenomena interaksional di berbagai jenis kelompok sosial, termasuk keluarga. Tujuan ini didasarkan pada asumsi teoritis Bales bahwa ada kesamaan formal dalam interaksi tatap muka karena masalah keterampilan dan etika dalam hubungan manusia. tinjauan tentang sistem pengamatan pada tahun 1940 menghasilkan tiga kesimpulan:
a. kebanyakan sistem terikat dengan tujuan spesifik dari penelitian dan dengan demikian tidak sesuai untuk menemukan prinsip-prinsip umum tentang interaksi sosial yang akan span berbagai jenis kelompok
b. sebagai hasilnya, tidak ada norma-norma pada tingkat fenomena teoritis dalam berbagai jenis kelompok-kelompok kecil
c. ada kebutuhan untuk kategori yang jelas dan aturan coding yang dapat digunakan di seluruh waktu dan di berbagai jenis sistem sosial.
Ada 3 macam catatan yakni : catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat-klien dan catatan resume. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien.

Tujuan dari API sendiri yakni :
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Komponen API :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan


ANALISA PROSES INTERAKSI


Nama : Tn. P
Hari/ Tanggal : 9 April 2017
Usia : 32 Tahun
Waktu : 10.00-10.15 WIB
Interaksi : Ke III (Fase Kerja)
Lingkungan : Posisi berdiri berdampingan di samping tempat tidur. K dapat mengenal halusinasinya.

Deskripsi : Klien tampak tidak rapi, rambut tidak disisir dan lepek, kuku jari tangan dan kaki panjang-panjang, bau mulut tidak sedap.
Tujuan : Setelah dilakukan intetvensi keperawatan, klien mau berkomunikasi dengan perawat, hubungan saling percaya dapat terbina, klien dapat mengontrol rasa ketakutan dan halusinasinya.
Interaksi
Ns : "Selamat pagi Pak P.." (Kom. Non Verbal : Menghampiri pak P sambil tersenyun dan duduk berdampingan) (Rasional : salam merupakan langkah awal untuk membina interaksi)
Tn. P : "Iya Sus pagi" (Kom. Non Verbal : melihat ke arah P, sambil tersenyum)
- Analisa Klien : mungkin bertanya dalam hati, maksud kedatangan perawat
-Analisa Perawat : penuh percaya diri dan senang bertemu klien
Ns : "Bagaimana perasaanya hari ini Pak, apa tadi malam tidurnya nyenyak? apa sudah sarapan pak? Ingat nama saya tidak pak?" (Kom. Non Verbal : tenang, rileks, mempertahankan kontak mata) (Rasional : pertanyaan terbuka memberi kesempatan Tn. P untuk menentukan arah pembicaraan)
Tn. P : "Ehmm suster Mitha?" (kom. Non Verbal : sebelum menjawab, klien melamun dan menunduk)
Ns : "iya pak, betul sekali.. Apa Bapak masih mendengar suara-suara yang sering bapak dengar?" (Non Verbal : kontak mata, bicara santai tapi jelas) (Rasional : informing, menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya)
- Analisa perawat : berusaha mengetahui keadaan hari ini, dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi . Bersikap persuasif agar klien dapat diajak bekerja sama
Tn. P : "masih" (Non verbal : tersenyum dan memandang ke Ns.)
Ns : "Kapan biasanya muncul suara-suara itu pak?" (Non Verbal : menatap ke arah Tn. P)
Tn. P : "ketika sendirian" (Non Verbal : menatap ke arah Ns)
- analisa klien : membayangkan suara-suara itu muncul
Ns : "Apa yang dibilang pak?" (Non Verbal : bicara santai tapi jelas) (Rasional : memberikan dorongan dan penguatan terhadap pernyataan klien)
Tn. P : "Menyuruh pulang" (Non verbal : tampak berpikir sambil menunduk)
-analisa klien : mengingat apa yang dilakukan jika mendengar suara suara itu
Ns : "saya percaya apa yang didengar bapak, tapi saya tidak mendengar suara itu. Ada juga yang lain disini juga sama seperti bapak yang sering mendengar suara-suara" (Non verbal : kontak mata tetap, nada bersahabat tidak menuduh atau menghakimi) (Rasional : mengidentifikasi kegiatan atau hal-hal yang dilakukan klien ketika terjadi halusinasi)
Tn. P : "iya" (non verbal : tersenyum)
- analisa perawat : memberikan penguatan agar klien mau terus bercerita
Ns : "Apa yang bapak rasakan ketika mendengar suara suara itu?" (non verbal : nada bicara santai, tetap senyum dan mempertahankan kontak mata)
Tn. P : ".." (Non verbal : tersenyum dan menunduk)

Ns : "Nanti siang kita berbincang-bincang lagi ya pak. Bapak mau kan?"
Tn. P : "iya sus" (non verbal : sambil menunduk dan menganggukan kepalanya)
Ns : "Terima kasih pak.. saya permisi dulu. selamat pagi pak." (non verbal : sambil tersenyum dan bergegas meninggalkan pasien)
Kesan :
Klien terlihat sedikit mengalami kemajuan dalam berkomunikasi karena sebelumnya klien tidak terlalu mau berkomunikasi. Klien juga sudah berusaha mengungkapkan bagaimana halusinasinya, hanya saja.. klien masih belum mengutarakan apa yang dirasakan ketika mendengar suara-suara tersebut.


"


29. Faza Hisba Afifa

pada : 09 April 2017

"A)) Analisa proses interaksi adalah suatu alat kerja yang biasa dipakai perawat atau mahasiswa untumemahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. API diperlukan bertujuan untuk membina hubungan yang saling percaya antara perawat dan klien sehingga membantu perawat dalam menyusun rencana keperawatan. Dalam menganalisa proses interaksi ini pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan yang sangat penting. Aspek penting yang biasanya dicatat dan dilaporkan adalah 1) catatan perkembangan (proses keperawatan). 2) catatan hubungan perawat klien. 3) catatan resume. Catatan hubungan antara perawat dan klien secara verbal dapat berupa : video tape, catatan secara garis besar, dan catatan interaksi.

Tujuan dilakukan API :
1. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
2. Meningkatkan kemampuan mendengarkan
3. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien
4. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

B)) Contoh percakapan API dengan masalah keperawatan defisit perawatan diri.

a. Nama : Ibu. “NS”
b. Usia : 42 Th
c. Interaksi : III (fase kerja)
d. Hari/tanggal : Minggu, 09 April 2017
e. Waktu : 12.00
f. Tujuan : setelah intervensi keperawatan Ibu “NS” dapat menenal pentingnya kebersihan diri
g. Lingkungan : posisi duduk berdampingan disamping tempat tidur
h. Deskripsi : penampilan Ibu “NS” tampak tidak terawat, rambut tidak tersisir, menggunakan daster kucal, dan bau yang tidak sedap

 Komunikasi Verbal
Ns. Faza : selamat pagi ibu..
Ibu. Ns : pagi
Ns. Faza : gimana ibu perasaanya hari ini ? masih inget saya nggak hayo..
Ibu. Ns : -
Ns. Faza : saya boleh duduk sini ta buk, sambil cerita-cerita sama ibu ?
Ibu. Ns : iya
Ns. Faza : inget saya nggak buk ? saya faza..
Ibu. Ns : -
Ns. Faza : masa lupa buk, kemarin kan sudah kenalan sudah janji mau ketemu juga.. nama saya faza buk
Ibu. Ns : -
Ns. Faza : gimana buk tidurnya semalam ?
Ibu. Ns : ya tidur mbak
Ns. Faza : gimana buk perasaannya hari ini ? kelihatannya lemes gitu, lesuh juga.. ibu sudah mandi apa belum ?
Ibu. Ns : belum mbak, nanti aja
Ns. Faza : mandi dulu enak buk, seger nanti badannya gak bau juga
Ibu. Ns : iya nanti ae mbak!
Ns. Faza : yasudah kalau gitu, terimakasih sudah mau cerita sama saya ya buk, nanti saya kesini lagi, cerita-cerita lagi, boleh ya buk ?
Ibu. Ns : hehe iya mbak

 Komunikasi Non Verbal
Ns. Faza : menghampiri Ibu. Ns, tersenyum dan berdiri di samping tempat tidur
Ibu. Ns : melihat ke arah Ns. Faza, sambil tersenyum, kemudian mengalihkan padangan ke tempat lain
Ns. Faza : kontak mata, bicara santai tapi masih jelas sambil bercanda
Ibu. Ns : menunduk dan terus bermain ludah dan kotoran hidung
Ns. Faza : tetap tenang, rileks dan mempertahankan kontak mata
Ibu. Ns : melamun dan menunduk
Ns. Faza : tetap kontak mata, bicara santai tapi jelas
Ibu. Ns : memandang lagi ke arah Ns. Faza dan berpaling muka
Ns. Faza : menatap arah ibu. Ns
Ibu. Ns : menunduk dan tetap memainkan ludah dan garuk-garuk kepala
Ns. Faza : tetap bicara santai tapi jelas
Ibu. Ns : tampak berfikir dan menunduk
Ns. Faza : kontak mata tetap dengan nada yang bersahabat tidak menuduh atau menghakimi Ibu. Ns
Ibu. Ns : tersenyum dan menunduk lagi

 Analisa Berfokus pada Klien
- Mungkin bertanya dalam hati maksut kedatangan perawat
- Klien berfikir bahwa ia tak mengalami perubahan

 Analisa Berfokus pada Perawat
- Merasa ragu, apakah pasien mau menerima kehadirannya
- Perasaan masih ragu apakah pasien dapat menerima kehadirannya
- Berusaha mengetahui keadaan pasien hari ini dan kebutuhan yang harus segera terpenuhi saat ini
- Bersikap persuasif agar klien dapat bekerjasama menjalankan kontrak sebelumnya
- Memberikan penguatan dengan harapan klien terus mau bercerita

 Rasional
- Salam merupakan langkah awal untuk membina interaksi
- Pertanyaan terbuka memberi kesempatan klien untuk menentukan arah pembicaraan
- Informing, menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya
- Memberikan dorongan dan penguatan terhadap pernyataan klien"


30. Putra Madila

pada : 09 April 2017

"Analisis proses interaksi (API) adalah alat kerja yang digunakan perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien. API ini adalah alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan (LPSP). Pada LPSP, perawat sudah merencanakan berbagai pertanyaan untuk mengkaji atau bahkan melaksanakan intervensi keperawatan. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan ini ditulis dalam analisis proses interaksi.
Ketepatan diagnosis keperawatan yang ditemukan akan dengan mudah dikoreksi dari hasil wawancara dan pengkajian yang dilakukan dalam pelaksanaan fase kerja LPSP. Dari hal ini, akan tergambar data yang ditemukan baik verbal maupun nonverbal dan teknik wawancara yang diterapkan. Dengan demikian, API dapat mengoreksi ketepatan diagnosis atau intervensi yang diberikan.
Beberapa komponen yang harus ditulis dalam API adalah komunikasi verbal, komunikasi nonverbal perawat dan pasien, analisis berpusat pada perawat, dan analisis berpusat pada pasien. Setelah itu, berikan alasan perawat melakukan tindakan berupa komunikasi verbal dan nonverbal di atas, serta temukan masalah pasien dari apa yang terjadi dengan pasien selama wawancara. Jelaskan alasan rasional teknik terapeutik yang dilakukan oleh perawat. Dengan demikian, API adalah merupakan alat evaluasi dari kemampuan terapeutik perawat.

Tujuan
1. Meningkatkan keterampilan komunikasi.
2. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien.
3. Mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
4. Memberi dasar pembelajaran, yang berarti bahwa API merupakan alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan pasien dan menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan.
5. Membantu perawat dalam penerapan proses keperawatan.

Komponen API
1. Komunikasi verbal perawat dan pasien.
2. Komunikasi nonverbal perawat dan pasien.
3. Analisis berpusat pada perawat, yang merupakan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
4. Analisis berpusat pada pasien, yang merupakan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi pasien.
5. Rasional dan makna dari komunikasi.
6. Kesan perawat yang merupakan evaluasi terhadap efektivitas komunikasi yang telah dilakukan.
7. Rencana tindak lanjut, yang merupakan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan berikutnya berdasarkan hasil evaluasi dari komunikasi yang telah dilakukan.

ANALISA PROSES INTERAKSI
Nama Mahasiswa : Putra Madila
Tanggal : 8 April 2016
Jam : 10.00 – 10.20 WIB
Tempat : Ruang Mawar
Initial klien : Tn. D
Interaksi ke : 1 (Satu)
Tujuan Interaksi : Klien dapat mengenal halusinasinya
Lingkungan : Di ruang tamu, duduk berhadapan dengan klien dalam suasana tenang
Diskripsi : Klien berpakaian agak rapi, terlihat capek dan lemas juga sering melihat keluar jendela

• Komunikasi Verbal
P : Selamat pagi, mas.
K : Pagi.
• Komunikasi Non Verbal
P: tersenyum dan menatap klien
K: menoleh ke perawat dan menjawab
• Analisa berpusat pada perawat
Mengawali pembicaraan dengan klien
• Analisa berpusat pada klien
Klien menyadari perawat dan membalas salam
• Rasional
Dengan mengucapkan salam diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat
Klien mau menjawab salam perawat menunjukkan klien mau mengawali pembicaraan dengan perawat.

• Komunikasi verbal
P : Perkenalkan nama saya PM, Biasa dipanggil P. Saya akan merawat mas, nama mas siapa ya?
K : D
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap dan tersenum pada klien sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman
K: bersalaman dengan perawat, untuk membalas ajakan perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Melakukan pendekatan secara fisik dan menatap klien untuk mempertahankan komunikasi dan lebih akrab
• Analisa berpusat pada klien
Klien mau berkenalan dengan perawat
• Rasional
Dengan memperkenalkan diri pada klien diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat
Klien membuka diri untuk berkenalan atau klien mulai menerima hubungan dengan perawat

• Komuniksi Verbal
P : Bagaimana perasaan mas D hari ini ?
K : Baik.
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien dengan tersenyum
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan perhatian pada klien
• Analisa berpusat pada klien
Memperhatikan pertanyaan perawat dan mengungkapkan apa yang dirasakannya
• Rasional
Memberikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya sehingga klien akan merasa diperhatikan oleh perawat
Klien mau mengungkapkan perasaannya pada perawat

• Komunikasi Verbal
P : Mas, kita ngobrol sebentar gimana?, biar lebih akrab
K : Boleh
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien sambil bertanya
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Menunggu jawaban dan meyakinkan klien
• Analisa berpusat pada klien
Menyetujui ajakan perawat
• Rasional
Memberikan kesempatan pada klien untuk memutuskan tindakan
Pernyataan persetujuan dari klien akan memudahkan klien dan perawat untuk saling mengenal

• Komunikasi Verbal
P : Ngomong-ngomong mas D kok bisa sampai dibawa kesini?
K : Saya tidak bisa tidur, mendengar suara-suara
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien sambil tersenyum dan mendengarkan jawaban klien
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan perhatian pada klien
• Analisa berpusat pada klien
Memperhatikan pertanyaan perawat dan lebih terbuka pada perawat
• Rasional
Dengan menanyakan penyebab klien dibawa ke rumah sakit akan membantu perawat dalam merawat klien
Jawaban klien menunjukkan bahwa klien merasakan kalau keadaannya perlu perawatan di rumah sakit

• Komunikasi Verbal
P : Siapa yang membawa Mas D kesini? terus sejak kapan mas D disini ?
K : Kalau tidak salah yang membawa bapak dan ibu. Hari Senin
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien dan mendengarkan jawaban klien
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Memperhatikan klien dan menunjukkan perharhatian
• Analisa berpusat pada klien
Klien mencoba mengingat kejadian yang dialaminya
• Rasional
Mengarahkan klien terhadap orientasi tempat dan waktu

• Komunikasi Verbal
P : Makasih ya mas, sudah mau berkenalan dan ngobrol sebentar. Sekarang bagaimana perasaan mas D setelah kita ngobrol tadi?
K : Senang
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap dan tersenyum pada klien
K: mendengarkan ucapan perawat dan tersenyum
• Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan rasa senang setelah berinteraksi dengan klien
• Analisa berpusat pada klien
Menunjukkan rasa senang setelah berinteraksi dengan perawat
• Rasional
Mengetahui perasaan klien setelah berbincang-bincang membantu perawat untuk mengadakan kontrak selanjutnya dengan klien
Ungkapan rasa senang klien akan semakin membuat klien percaya pada perawat

• Komunikasi Verbal
P : Oh iya, tadi mas D bilang kalau mendengar suara-suara, bagaimana kalau besok kita ngobrol tentang suara yang mas D dengar disini?
K : Ya
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan rasa senang karena klien mau berbicara dengan perawat
• Analisa berpusat pada klien
Klien memperhatikan pertanyaan perawat dan ingin berbicara dengan perawat lagi
• Rasional
Kontrak dengan klien akan meningkatkan kepercayaan klien pada perawat
Persetujuan yang telah disampaikan klien akan memudahkan perawat dalam berinteraksi dengan klien

• Komunikasi Verbal
P : Terimakasih mas, sampai bertemu besok pagi.
K : Ya
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap dan bersalaman dengan klien
K: membalas tindakan perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Mengakhiri pembicaraan dengan klien
• Analisa berpusat pada klien
Klien memperhatikan perawat
• Rasional
Ucapan terima kasih pada klien akan meningkatkan kepercayaan klien pada perawat
Jawaban klien menunjukkan keterbukaan klien pada perawat"


31. BILQIES RAHMA M

pada : 09 April 2017

"
Analisa proses interaksi atau yang sering disebut API merupakan sebuah alat yang di gunakan untu memahami dalam proses interaksi verbal maupun non-verbal yang terjadi antara perawat dengan klien dalam bentuk catatan.
Tujuan dari API selain meningkatkan kemampuan dalam hal komunikasi antara perawat dengan klien adalah meningkatkan kemampuan mendengar, dan juga API sangat membantu perawat dalam proses perencanaan tindakan keperawatan.
Dalam menganalisa proses interaksi, perawat mempersepsikan apa yang di analisa dan juga di identifikasi mengenai emosi dan komunikasi pada klien berdasarkan data 1 sampai 4 untuk membuat rencana lanjutan tindakan keperawatan.
Berikut contoh analisa proses interaksinya
Nama : Tn. Kena
Hari/Tanggal : Senin, 27 Mei 2017
Usia : 24 Tahun
Waktu : 11.20 – 11.30 wib.
Interaksi : Ke I (Fase Perkenalan)
Tujuan : Setelah intervensi keperawatan klien dapat meningkatkan harga dirinya
Lingkungan : Tenang, posisi duduk berdampingan di kursi di ruang makan pasien K dan P dapat membina hubungan saling percaya
Ruang Perawatan : Anggrek
Deskripsi : Penampilan klien terlihat cukup rapi, rambut bersih disisir dan wajah bersih,sudah mandi.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Selamat siang Mas !
K: Selamat siang !
P: Saya perawat Bilqies , Saya mahasiswa S1 Keperawatan UNAIR yang sementara praktek di sini selama 2 minggu. Kalau mas siapa namanya ?
K: Nama Saya Kena
P: Oh... namanya Kena

KOMUNIKASI NON VERBAL

P: Tersenyum, berdiri sejenak disamping K.
K: Menatap ke arah P sambil tersenyum.

P: Tetap tersenyum
K: Tersenyum.

P: Sambil duduk disamping Klien dan setelah itu, mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan K.
K: Mau bersalaman tersenyum dan menatap ke arah P.

P: Sikap terbuka, tetap tersenyum.
K : memperhatikan P namun kelihatan masih ragu


ANALISA BERFOKUS PADA KLIEN
Merasa terkejut disapa oleh P

Duduk agak ragu dan mencoba tidur lagi kemudian bangkit lagi

Klien duduk berhadapan kelihatan ragu dan curiga sambil menoleh kearah klien

ANALISA BERFOKUS PADA PERAWAT

Merasa ragu apakah K mau menerima kehadiran P.

Merasa senang karena K mau menjawab salam.

Berharap dapat melanjutkan pembicaraan

Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P dan K mau menyebut namanya.

RASIONAL
Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya.

Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.

Untuk menimbulkan kepercayaan bagi klien.

Mengulangi apa yang diucapkan untuk memvalidasi atau menegaskan kembali.


KOMUNIKASI VERBAL
P: Kena, kalau tidak keberatan bisakah kita cerita-cerita sebentar sekitar 10 menit.

K: Ia mbak boleh

P: Maunya Kena kita ceritanya dimana ?

K: Di meja makan saja mbak.

P: Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh mas Kena ya.

P: Kena, saya praktek di sini setiap hari selama 2 minggu dari jam 08.00 – 14.00. Saya akan bersama-sama dengan Kena. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang Kena rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya, Untuk itu saya sangat berharap Kena mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Bagaimana ?
K: Ia Mbak
P: Kena, bagaimana perasaannya hari ini,apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak ?

K: Saya merasa baik-baik saja.

P: Bisakah Kena cerita, mulanya kenapa sampai Kena dibawah ke rumah sakit ?

K: Saya memukul orang.
P: Oh Begitu baiklah mungkin Kena mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Besok kita lanjutkan pembicaraan kita sekitar jam 10.00 pagi, tentang mengapa sampai Kena memukul orang ? Bagaimana apakah Kena mau ?

K : Ia Mbak

P: Bagus sekali, sudah mau berceritera dengan saya, Selamat siang ..!

K: Terima kasih mbak. Selamat siang ..!


KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Tetap tersenyum, memperhatikan K, dengan sikap terbuka.

K: Menatap ke arah P .

P: Tetap tersenyum, dan tetap mempertahankan kontak mata.

K: Ekspresi tersenyum pada perawat, kadang menundukkan kepala.

P: Menggunakan nada suara sedang tapi jelas.

P: Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.

K: Nampak tersenyum dan menatap ke arah P



P: Berdiri di samping K sambil mengulur tangan dan salaman dengan K sebagai tanda perpisahan.

K: Membalas jabat tangan.

Analisa Berfokus Pada Klien:
Klien mau menuruti apa yang diminta perawat.

Mau mendengar dengan serius dan memperhatikan.

Mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.

Tampak K tidak keberatan dengan kontrak watu yang ditawarkan.


Analisa Berfokus Pada Perawat:

Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.

Berharap K mulai mau berinteraksi dengan Perawat.

Berharap K mau terbuka dan menceritakan masalahnya.

Merasa senang karena K setuju untuk kontrak petemuan berikutnya..

Tidak memaksakan diri untuk bertanya tentang masalah K dan mengalihkan pembicaraan.

Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa istirahat.


Rasional
Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan P mengadakan interkasi dengan K.

Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya.

Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.

Pertantaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.

Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubunga n saling percaya,


Kontrak penting untuk melakukan interaksi selanjutnya.


BILQIES RAHMA M/A3/131511133136"


32. Alifia Aurora Rahmanindina

pada : 09 April 2017

"Analisa Proses Interaksi merupakan alat
kerja yang dipakai perawat (mahasiswa)
untuk memahami interaksi yang terjadi
antara perawat dan klien. Semua pasien dapat dilakukan analisa proses interaksi.
 Pencatatan dan pelaporan merupakan alat
komunikasi antar tim keperawatan dan tim
kesehatan. Aspek yg penting dicatat dan dilaporkan dalam
kep. Jiwa adalah pola prilaku dan hub
interpersonal perawat interpersonal perawat-klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan
perkembangan (proses keperawatan), hubungan
perawat perawat-klien dan resume. atatan hubungan perawat Catatan hubungan perawat-klien adalah resume klien adalah resume
interaksi yang terjadi selama perawat
berhubungan individual klien, kelompok klien,
pada terapi modalitas keperawatan. Catatan hubungan perawat Catatan hubungan perawat-klien secara klien secara
verbal dapat berupa :
a. Video-tape, tape tape, tape-recording recording
b. Catatan secara garis besar
c. Catatan interaksi
Tujuan A.P.I.
a. Meningkatkan kemampuan mendengar
b. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
c. Memberi dasar belajar
d. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan
pendekatan perawat.
e. Membantu perawat merencanakan
tindakan keperawatan.
Komponen A.P.I.
a. Komunikasi verbal dan non verbal perawat dan klien
b. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
c. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
d. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
e. Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 s/d 4
f. Rencana lanjutan tindakan keperawatan

Contoh Percakapan
Isolasi sosial: menarik diri
Initial Klien : Ny. L
Status Interaksi : Pertemuan 1
Lingkungan : RSJ. M
Deskripsi Klien : Ny. L berusia 56 tahun dibawa ke RSJ M. setelah 2 minggu tidak mau keluar kamar, tidak mau mandi, dan tidak mau bicara. Rambut Ny. L dan bajunya tampak kusut. Bau badan Ny. L juga tidak enak.
Tujuan Interaksi : Membina hubungan saling percaya
Mahasiswa : Alifia Aurora Rahmanindina

Komunikasi verbal
P: Selamat pagi ibu
K: (hanya diam)
Komunikasi non verbal
P: memegang bahu klien dari samping
K: menunduk
Rasional
Perawat masih canggung dalam menyapa klien karena sebelumnya belum pernah berhadapan dengan klien. Begitu pula dengan klien yang hanya diam, klien belum percaya pada perawat karena baru pertama kali bertemu.

Komunikasi verbal
P: Bu, apakah boleh saya duduk di sini?
K: diam
Komunikasi non verbal
P: mencoba duduk di depan klien sambil menatap mata klien dengan wajah bersahabat
K: menunduk
Rasioanal
Perawat mencoba untuk membuat klien merasa nyaman atas kehadirannya. Klien belum merespon perawat karena baru melakukan interaksi

Komunikasi verbal
P: Perkenalkan bu, saya ners di sini. Nama saya Fia
K: diam
Komunikasi non verbal
P: mencoba memegang tangan klien
K: menarik tangannya, melihat ke wajah perawat dengan ekspresi datar lalu kembali menunduk
Rasional
Perawat memperkenalkan dirinya sambil memegang tangan klien, menunjukkan bahwa dia bukan orang asing yang ingin berbuat jahat terhadap klien. Klien merasa tidak nyaman tangannya dipegang oleh orang yang baru dilihat tetapi mulai ingin tahu siapa yang ada di depannya

Komunikasi verbal
P: Baik bu, saya akan menemani ibu duduk disini ya, kira-kira selama 10 menit
K: mengangguk
Komunikasi non verbal
P: memandang klien dengan wajah yang ramah
K: mengangguk
Rasional
Perawat menemani duduk klien karena tidak berusaha memaksa klien untuk berbicara. Tujuan utama pertemuan pertama dengan klien adalah membina hubungan saling percaya antara perawat dan klien.

10 menit kemudian
Komunikasi verbal
P: Bu, ini sudah 10 menit berlalu. Saya akan pergi ke Nurse station. Apabila ibu ingin berbicara atau ada keperluan dengan saya, ibu bias menemui saya di sana.
K: Ya
Komunikasi non verbal
P: Perawat menunjukkan jam tangannya, menunjukkan bahwa sudah 10 menit berlalu.
K: mengangguk
Rasional
Perawat menepati janjinya supaya mendapat kepercayaan dari klien. Klien mulai percaya dengan perawat

"


33. Putra Madila

pada : 09 April 2017

"Analisis proses interaksi (API) adalah alat kerja yang digunakan perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien. API ini adalah alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan (LPSP). Pada LPSP, perawat sudah merencanakan berbagai pertanyaan untuk mengkaji atau bahkan melaksanakan intervensi keperawatan. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan ini ditulis dalam analisis proses interaksi.
Ketepatan diagnosis keperawatan yang ditemukan akan dengan mudah dikoreksi dari hasil wawancara dan pengkajian yang dilakukan dalam pelaksanaan fase kerja LPSP. Dari hal ini, akan tergambar data yang ditemukan baik verbal maupun nonverbal dan teknik wawancara yang diterapkan. Dengan demikian, API dapat mengoreksi ketepatan diagnosis atau intervensi yang diberikan.
Beberapa komponen yang harus ditulis dalam API adalah komunikasi verbal, komunikasi nonverbal perawat dan pasien, analisis berpusat pada perawat, dan analisis berpusat pada pasien. Setelah itu, berikan alasan perawat melakukan tindakan berupa komunikasi verbal dan nonverbal di atas, serta temukan masalah pasien dari apa yang terjadi dengan pasien selama wawancara. Jelaskan alasan rasional teknik terapeutik yang dilakukan oleh perawat. Dengan demikian, API adalah merupakan alat evaluasi dari kemampuan terapeutik perawat.

Tujuan
1. Meningkatkan keterampilan komunikasi.
2. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien.
3. Mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
4. Memberi dasar pembelajaran, yang berarti bahwa API merupakan alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan pasien dan menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan.
5. Membantu perawat dalam penerapan proses keperawatan.

Komponen API
1. Komunikasi verbal perawat dan pasien.
2. Komunikasi nonverbal perawat dan pasien.
3. Analisis berpusat pada perawat, yang merupakan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
4. Analisis berpusat pada pasien, yang merupakan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi pasien.
5. Rasional dan makna dari komunikasi.
6. Kesan perawat yang merupakan evaluasi terhadap efektivitas komunikasi yang telah dilakukan.
7. Rencana tindak lanjut, yang merupakan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan berikutnya berdasarkan hasil evaluasi dari komunikasi yang telah dilakukan.

ANALISA PROSES INTERAKSI
Nama Mahasiswa : Putra Madila
Tanggal : 8 April 2016
Jam : 10.00 – 10.20 WIB
Tempat : Ruang Mawar
Initial klien : Tn. D
Interaksi ke : 1 (Satu)
Tujuan Interaksi : Klien dapat mengenal halusinasinya
Lingkungan : Di ruang tamu, duduk berhadapan dengan klien dalam suasana tenang
Diskripsi : Klien berpakaian agak rapi, terlihat capek dan lemas juga sering melihat keluar jendela

• Komunikasi Verbal
P : Selamat pagi, mas.
K : Pagi.
• Komunikasi Non Verbal
P: tersenyum dan menatap klien
K: menoleh ke perawat dan menjawab
• Analisa berpusat pada perawat
Mengawali pembicaraan dengan klien
• Analisa berpusat pada klien
Klien menyadari perawat dan membalas salam
• Rasional
Dengan mengucapkan salam diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat
Klien mau menjawab salam perawat menunjukkan klien mau mengawali pembicaraan dengan perawat.

• Komunikasi verbal
P : Perkenalkan nama saya PM, Biasa dipanggil P. Saya akan merawat mas, nama mas siapa ya?
K : D
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap dan tersenum pada klien sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman
K: bersalaman dengan perawat, untuk membalas ajakan perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Melakukan pendekatan secara fisik dan menatap klien untuk mempertahankan komunikasi dan lebih akrab
• Analisa berpusat pada klien
Klien mau berkenalan dengan perawat
• Rasional
Dengan memperkenalkan diri pada klien diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat
Klien membuka diri untuk berkenalan atau klien mulai menerima hubungan dengan perawat

• Komuniksi Verbal
P : Bagaimana perasaan mas D hari ini ?
K : Baik.
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien dengan tersenyum
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan perhatian pada klien
• Analisa berpusat pada klien
Memperhatikan pertanyaan perawat dan mengungkapkan apa yang dirasakannya
• Rasional
Memberikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya sehingga klien akan merasa diperhatikan oleh perawat
Klien mau mengungkapkan perasaannya pada perawat

• Komunikasi Verbal
P : Mas, kita ngobrol sebentar gimana?, biar lebih akrab
K : Boleh
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien sambil bertanya
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Menunggu jawaban dan meyakinkan klien
• Analisa berpusat pada klien
Menyetujui ajakan perawat
• Rasional
Memberikan kesempatan pada klien untuk memutuskan tindakan
Pernyataan persetujuan dari klien akan memudahkan klien dan perawat untuk saling mengenal

• Komunikasi Verbal
P : Ngomong-ngomong mas D kok bisa sampai dibawa kesini?
K : Saya tidak bisa tidur, mendengar suara-suara
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien sambil tersenyum dan mendengarkan jawaban klien
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan perhatian pada klien
• Analisa berpusat pada klien
Memperhatikan pertanyaan perawat dan lebih terbuka pada perawat
• Rasional
Dengan menanyakan penyebab klien dibawa ke rumah sakit akan membantu perawat dalam merawat klien
Jawaban klien menunjukkan bahwa klien merasakan kalau keadaannya perlu perawatan di rumah sakit

• Komunikasi Verbal
P : Siapa yang membawa Mas D kesini? terus sejak kapan mas D disini ?
K : Kalau tidak salah yang membawa bapak dan ibu. Hari Senin
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien dan mendengarkan jawaban klien
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Memperhatikan klien dan menunjukkan perharhatian
• Analisa berpusat pada klien
Klien mencoba mengingat kejadian yang dialaminya
• Rasional
Mengarahkan klien terhadap orientasi tempat dan waktu

• Komunikasi Verbal
P : Makasih ya mas, sudah mau berkenalan dan ngobrol sebentar. Sekarang bagaimana perasaan mas D setelah kita ngobrol tadi?
K : Senang
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap dan tersenyum pada klien
K: mendengarkan ucapan perawat dan tersenyum
• Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan rasa senang setelah berinteraksi dengan klien
• Analisa berpusat pada klien
Menunjukkan rasa senang setelah berinteraksi dengan perawat
• Rasional
Mengetahui perasaan klien setelah berbincang-bincang membantu perawat untuk mengadakan kontrak selanjutnya dengan klien
Ungkapan rasa senang klien akan semakin membuat klien percaya pada perawat

• Komunikasi Verbal
P : Oh iya, tadi mas D bilang kalau mendengar suara-suara, bagaimana kalau besok kita ngobrol tentang suara yang mas D dengar disini?
K : Ya
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap klien
K: menatap perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan rasa senang karena klien mau berbicara dengan perawat
• Analisa berpusat pada klien
Klien memperhatikan pertanyaan perawat dan ingin berbicara dengan perawat lagi
• Rasional
Kontrak dengan klien akan meningkatkan kepercayaan klien pada perawat
Persetujuan yang telah disampaikan klien akan memudahkan perawat dalam berinteraksi dengan klien

• Komunikasi Verbal
P : Terimakasih mas, sampai bertemu besok pagi.
K : Ya
• Komunikasi Non Verbal
P: menatap dan bersalaman dengan klien
K: membalas tindakan perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Mengakhiri pembicaraan dengan klien
• Analisa berpusat pada klien
Klien memperhatikan perawat
• Rasional
Ucapan terima kasih pada klien akan meningkatkan kepercayaan klien pada perawat
Jawaban klien menunjukkan keterbukaan klien pada perawat
"


34. Dilruba Umi Shalihah

pada : 09 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) merupakan alat kerja berupa komunikasi yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien berupa pencatatan dan pelaporan. Aspek yang dicatat dan dilaporkan meliputi pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat dengan klien. Tujuan dari API yaitu untuk memperbaiki komuikasi interpersonal, membantu perawat merencanakan intervensi keperawatan, dan mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.

Contoh:
Inisial klien : Nn. G
Usia : 23 tahun.
Status interaksi : Pertemuan ke-1 (fase perkenalan)
Lingkungan : Posisi interaksi klien dan perawat yaitu duduk berhadapan. Suasana di sekitar klien tenang dan ruangannya rapi.
Deskripsi klien : Klien berpakaian rapi, bersih. Terkadang klien berbicara sendiri dan terlihat sedih.
Tujuan : Klien dapat mengenal perawat dan terbentuk hubungan saling percaya antara klien dan perawat, serta klien dapat terbuka untuk mengungkapkan permasalahannya.
Nama mahasiswa : Dilruba Umi S.
Hari/Tanggal : Selasa, 11 April 2017
Jam : 08.30 – 08.45

Komunikasi verbal
P : Selamat pagi Mbak.
K : Selamat pagi Ners.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien dan tersenyum.
K : Menatap perawat tanpa ekspresi.
Analisa berpusat pada perawat
Perawat ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap klien mau mengawali perkenalan dengan perawat.
Analisa berpusat pada klien
Klien masih ragu terhadap perawat yang masuk ke lingkungannya namun mau menerima sapaan perawat.
Rasional
Salam merupakan salah satu cara memberi perhatian pada klien.

Komunikasi verbal
P : Bagaimana kabarnya hari ini?
K : Yah seperti yang Ners lihat, saya baik Ners.
Komunikasi non berbal
P : Menghampiri klien yang duduk di tepi ranjang sambil melihat ke arah jendela, tersenyum, berbicara dengan suara jelas dan nada pelan.
K : Mengalihkan pandangan dari jendela dan menatap perawat.
Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan perhatian pada klien.
Analisa berpusat pada klien
Menunjukkan adanya perhatian terhadap pertanyaan yang diajukan oleh perawat.
Rasional
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka, memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan apa yang dirasakan klien sehingga klien akan merasa diperhatikan oleh perawat.

Komunikasi verbal
P : Perkenalkan nama saya Dilruba, panggil saja Ners Diba. Saya perawat yang bertugas hari ini. Nama Mbak siapa?
K : Nama saya Nn. G, Ners.
Komunikasi non verbal
P : Mengambil posisi duduk berhadapan dengan klien, menatap klien dan tersenyum dengan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
K : Klien mengulurkan tangan sebagai wujud balasan terhadap ajakan perawat, berbicara keras dan lancar.
Analisa berpusat pada perawat
Melakukan pendekatan secara fisik untuk membangun keakraban dalam berinteraksi.
Analisa berpusat pada klien
Klien mau memulai perkenalan dengan perawat.
Rasional
Dengan memperkenalkan diri pada klien diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat.

Komunikasi verbal
P : Cuaca hari ini sedang bagus ya di luar. Bagaimana kalau kita berbincang-bincang sebentar sekitar 15 menit Mbak?
K : Boleh Ners, saya senang jika ada yang mengajak bicara.
Komunikasi non verbal
P : Menatap ke arah jendela kemudian menatap klien dan tersenyum.
K : Menatap perawat, menganggukkan kepala dan tersenyum.
Analisa berpusat pada perawat
Meminta persetujuan klien dan meyakinkan klien bahwa keputusan klien diharapkan oleh perawat.
Analisa berpusat pada klien
Memperhatikan pertanyaan perawat dan memberikan persetujuan dari pertanyaan perawat.
Rasional
Untuk mendapatkan persetujuan klien sehingga dapat memudahkan klien dan perawat lebih saling mengenal.

Komunikasi verbal
P : Kenapa Mbak G bisa berada di sini?
K : Saya dibawa Ibu saya kesini karena kata beliau saya sering keluar rumah sendiri dan berbicara sendiri. Padahal saya tidak sendirian. Jika saya bercerita pun Ibu saya tidak dapat memahami dan tidak percaya dengan apa yang saya katakan. Saya selalu diabaikan, tidak ada orang yang percaya dengan saya.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien, wajah menunjukkan keseriusan, mempertahankan sikap terbuka.
K : Diam sejenak kemudian menatap perawat.
Analisa berpusat pada perawat
Perawat mencoba menggali penyebab klien menjalani rawat inap dan menemukan bahwa klien mengalami halusinasi penglihatan.
Analisa berpusat pada klien
Klien mau menjelaskan alasan dia dirawat inap.
Rasional
Mengidentifikasi masalah dan gangguan yang dialami klien untuk membantu perawat dalam memberikan intervensi.

Komunikasi verbal
P : Sudah berapa lama Mbak G di sini?
K : Sudah 2 minggu Ners.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien, menunjukkan perhatian.
K : Menatap perawat dengan tatapan sedih
Analisa berpusat pada perawat
Perawat berharap dapat memperoleh data lamanya pasien dirawat sambil mengkaji daya ingat pasien.
Analisa berpusat pada klien
Klien menjawab dengan sekedarnya.
Rasional
Mengkaji daya ingat pasien dengan menanyakan data sederhana.

Komunikasi verbal
P : Mbak G tidak jangan sedih, Mbak bisa bilang ke saya masalah yang Mbak alami. Saya akan membantu menyelesaikan masalah tersebut. Santai saja mbak.
K : Saya hanya ingin membentu anak yang sedang sedih dan kesakitan. Bahkan dia juga merasa ketakutan.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien dengan rasa empati dan mempertahankan sikap terbuka.
K : Menjawab pertanyaan perawat dan menatap perawat.
Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan perhatian pada klien dan berharap klien dapat membagi masalahnya dengan perawat.
Analisa berpusat pada klien
Klien nampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang dilakukan perawat.
Rasional
Mengetahui permasalahan yang dialami klien.

Komunikasi verbal
P : Jadi Mbak ingin membantu anak tersebut supaya tidak mengalami penderitaan lagi?
K : Iya Ners.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien.
K : Menatap perawat dan menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada perawat.
Menunjukkan perhatian pada klien.
Analisa berpusat pada klien
Merasa lega karena merasa apa yang diucapkan diperhatikan oleh perawat.
Rasional
Mengulangi apa yang diucapkan untuk memvalidasi atau menegaskan kembali sebagai bentuk perhatian kepada klien.

Komunikasi verbal
P : Siapa anak yang mbak bantu? Apakah mbak kenal dengan anak itu?
K : Dia bilang rumahnya jauh dari sini. Setiap hari dia menangis dan minta bantuan saya.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien.
K : Mendengar pertanyaan klien dan menatap ke arah kakinya.
Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien mau menjawab pertanyaan yang diberikan dan mempercayai perawat.
Analisa berpusat pada klien
Klien memberikan respon dari pertanyaan yang diberikan perawat.
Rasional
Mengkaji lebih dalam apa yang sedang dialami klien.

Komunikasi verbal
P : Memangnya bagaimana kondisi anak itu mbak? Mengapa Mbak G memperhatikannya.
K : Ditubuhnya ada banyak lebam dan terdapat darah. Dia bilang selalu dipukul ayahnya. Ibunya juga mengalami hal yang sama. Saya tidak ingin dia mengalami hal yang sama dengan teman saya hingga merenggut nyawanya. Saya merasa bersalah karena tidak dapat membantunya.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien, memperhatikan dan mendengarkan cerita klien.
K : Menatap perawat, membenarkan posisi duduk dan sesekali melihat ke luar jendela.
Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan perhatian dan mempertahankan kontak dengan klien. Disini perawat mencatat bahwa halusinasi yang dialami klien disebabkan oleh kehilangan dan rasa bersalah atas dirinya terhadap temannya.
Analisa berpusat pada klien
Klien bercerita dengan lancar dan jelas.
Rasional
Untuk mengetahui perasaan yang dirasakan klien.

Komunikasi verbal
P : Sejak kapan mbak mengenal anak itu?
K : Saya bertemu anak itu sekitar satu bulan yang lalu.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien dengan keseriusan.
K : Diam sejenak, berusaha mengingat lalu menatap perawat.
Analisa berpusat pada perawat
Perawat berusaha mengkaji permasalahan lain dan merasa senang karena klien mau berusaha untuk mengingat berapa lama waktu kejadian tersebut.
Analisa berpusat pada klien
Klien berusaha mengingat kapan dirinya bertemu dengan anak yang dibicarakannya.
Rasional
Untuk menggali ingatan klien tentang permasalahannya.

Komunikasi verbal
P : Seberapa sering Mbak G bertemu dengan anak itu?
K : Setiap hari dia datang pada saya. Terkadang saat sore sebelum pulang ke rumahnya, terkadang saat siang hari. Dia selalu datang pada saya dimanapun saya berada. Baik di rumah, di luar rumah, maupun di rumah sakit ini.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien dan memperhatikan.
K : Menatap perawat dan terlihat berpikir.
Analisa berpusat pada perawat
Tetap memperhatikan kontak, menggali lebih dalam permasalahan klien dan mengetahui seberapa sering klien berbicara dengan anak yang dibicarakannya.
Analisa berpusat pada klien
Klien berusaha mengingat saat-saat dia bertemu anak yang dibicarakannya.
Rasional
Mengembangkan pertanyaan untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien.

Komunikasi verbal
P : Baiklah, saya mengerti apa yang sedang Mbak G alami. Apakah mbak G bersedia memanggil saya jika Mbak bertemu dengan anak tersebut? Saya akan membantu menyelesaikan masalah yang mbak G alami.
K : Tentu. Saya akan memberitahu Ners Diba dan menunjukkannya pada Ners.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien, tersenym dan bersikap terbuka.
K : Menatap perawat dengan penuh harap dan tersenyum.
Analisa berpusat pada perawat
Perawat sudah mendapatkan permasalahan klien. Perawat merasa senang karena memberikan respon positif.
Analisa berpusat pada klien
Klien merasa perawat ada untuk membantunya dalam mengatasi masalahnya. Klien berharap masalahnya dapat terselesaikan.
Rasional
Membuat klien bersikap lebih terbuka dan mengurangi perasaan sedih yang dirasakan.

Komunikasi verbal
P : Untuk saat ini Mbak G silahkan istirahat terlebih dahulu. Saya juga mohon pamit unruk bertugas di ruangan lainnya. Jika Mbak G membutuhkan bantuan saya atau ingin bercerita, Mbak bisa memanggil saya.
K : Baiklah Ners Diba.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien dengan senyum, melihat jam dan berdiri dari kursi.
K : Menatap perawat dan tersenym.
Analisa berpusat pada perawat
Menunjukkan perhatian pada klien dan rasa senang setelah berinteraksi dengan klien.
Analisa berpusat pada klien
Klien senang dapat berinterksi dengan P dan menerima perpisahan dengan baik.
Rasional
Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubunga n saling percaya.

Komunikasi verbal
P : Kalau begitu, selamat beristirahat Mbak, mari kita bertemu lagi nanti. Terima kasih karena sudah bersedia berbincang-bincang dengan saya.
K : Iya, sampai jumpa Ners. Terima kasih juga.
Komunikasi non verbal
P : Menatap klien, tersenyum dan mengulurkan tangan.
K : Menatap perawat, tersenyum dan menjabat tangan perawat.
Analisa berpusat pada perawat
Perawat mengakhiri interaksi hari ini. Perawat merasa senang karena interaksi berjalan dengan lancar.
Analisa berpusat pada klien
Klien mau mengakhiri interaksi hari ini. Klien merasa senang karena ada yang mendengarkan permasalahannya.
Rasional
Salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan klien pada perawat."


35. Oktiana Duwi Firani

pada : 09 April 2017

"Analisis Proses Interkasi (API) merupakan cara yang dilakukan perawat dalam menganalisis atau memahami proses-proses interaksi antara perawat dan klien yang bertujuan untuk :
a. Meningkatkan kemampuan mendengar
b. Meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi terapeutik
c. Meningkatkan rasa kepedulian terhadap kebutuhan klien
d. Memudahkan perawat dalam merencanakan tindakan keperawatan.
Interaksi tersebut harus dicatat. Aspek yang harus dicatat yaitu pola perilaku klien dan hubungan interpersonal antara perawat dan klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat dan klien, dan catatan resume.
Analisis Proses Interaksi terdiri dari beberapa komponen, yaitu komunikasi verbal dan non-verbal antara perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan oleh perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi, serta rencana lanjutan tindakan keperawatan.

 Contoh Analisis Proses Interaksi Klien dengan Masalah Keperawatan Risiko Bunuh Diri
Nama : Ny. Z
Hari / Tanggal : Minggu, 09 April 2017
Waktu : 09.00
Usia : 21 Tahun
Tujuan interaksi : Percakapan untuk melindungi pasien dari Risiko Bunuh Diri.
Lingkungan : Di halaman Taman Rumah Sakit dengan keadaan yang nyaman dan tenang.
Diskripsi klien : Klien mengenakan baju dan celana yang bersih, dengan rambut rapi, tidak memakai sandal dan klien duduk dikursi Taman Rumah Sakit.
1. - Komunikasi Verbal
P : Selamat Pagi mbak, perkenalkan saya Ners Okti mahasiswi Fakultas Keperawatan Universiitas Airlangga, kalau boleh tau namanya mbak siapa ?
K : Iya Pagi. Saya Z.
P : Oiya dengan mbak Z ya. Bagaimana mbak keadaannya pagi ini ? Apakah sudah baik mbak ? Sudah sarapan ?
K : Baik, Sudah
- Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tersenyum
K : Pandangan tidak fokus dan sambil tersenyum
- Analisis Berpusat pada Perawat
P : Ingin membuka percakapan dengan klien
- Analisis Berpusat pada Klien
K : Memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat
- Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien agar klien dapat membuka diri.
2. - Komunikasi Verbal
P : Oiya mbak, Bagaimana perasaan mbak hari ini ? Bolehkah saya disin sebentar menemani mbak selama 15 menitan ?
K : Saya baik mbak, Iya boleh.
- Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien dan tersenyum
K : Pandangan mata waspada kepada perawat
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Merasa senang karena Ny. Z memberikan respon yang baik
- Analisis Berpusat Pada Klien
K : Klien mendengarkan pertanyaan yang disampaikan dengan serius
- Rasional
Perawat mencoba mencari tahu kondisi keadaan klien dengan pertanyaan yang terbuka dan memberi kesempatan klien untuk mengutarakan apa yang dirasakannya.
3. - Komunikasi Verbal
P : Mbak bagaiman kalu kita membicarakan tentang apa yang mbak rasakan selama ini ?
K : Iya Mbak
- Komunikasi Non Verbal
P : Memandang sambil tersenyum kearah klien
K : Pandangan klien tidak fokus terhadap perawat yang bertanya
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien saat ini
- Analisi Berpusat Pada Klien
K : Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
- Rasional
Untuk mendapatkan persetujuan dari klien

4. – Komunikasi Verbal
P : Bagaimana perasaan yang dirasakan mbak saat ini ?
K : Saya merasa saya akan jauh lebih baik jika tanpa adanya kehadiran saya. Saya adalah orang yang selalu membawa musibah bagi keluarga saya dan sebaiknya saya harus pergi saja dari kehidupan mereka semua.
- Komunikasi Non Verbal
P : Memandang ke arah klien
K : Klien Menatap ke arah perawat dan terlihat sedang berpikir.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Ingin mengetahui kondisi klien yang dialami saat ini
- Analisis Berpusat Pada Klien
K : Klien tampak ingin menceritakan semua Masalahnya kepada perawat
- Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien yang bertujuan mampu untuk mengidentifikasi masalah utama yang terjadi pada klien.
5. - Komunikasi Verbal
P : Apa yang dapat mbak rasakan ketika mengingat masalah itu ?
K: Semenjak adik saya sakit parah, saya selalu merasa bersalah, karena saya tidak bisa menjaga adik saya dengan baik. Sampai adik saya akhirnya tidak bisa terselamatkan
- Komunikasi Non Verbal
P : Memandang wajah Klien
K: Mengingat-ingat kejadian yang terjadi dulu, dengan penuh kekhawatiran dan memandang ke arah perawat.
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Perawat mencoba menggali lebih dalam tentang masalah yang terjadi pada klien
- Analisi Berpusat Pada Klien
K : Klien mencoba memahami tentang pertanyaan yang diberikan oleh perawat
- Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalh utama pada klien.
6. – Komunikasi Verbal
P : Apakah mbak berniat untuk melakukan bunuh diri? Kalau iya mengapa mbk berniat melakukannya?
K : Iya mbak karena daripada saya merugikan semua anggota keluarga saya dan disalahkan oleh semua orang, lebih baik saya mati saja mbak. padahal saya sudah berniat mencoba bunuh diri tetapi ada tetangga saya yang mengetahui dan pada akhirnya saya dibawa ke sini oleh keluarga.
- Komunikasi Non Verbal
P : Memandang ke arah wajah klien
K : Memandang kearah perawat dan tampak berpikir
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Perawat berusaha mendengar yang diceritakan oleh klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K : Klien tampak tegas mengambil kesimpulan tentang kejadian yang dialami
- Rasional
Mengetahui tentang keadaan yang dialami pasien sekarang.
7. - Komunikasi Verbal
P : Apa yang akan mbak lakukan kalau jika ingin bunuh diri lagi?
K : Saya mencoba menahan diri saya dan mencari kesibukan, terkadang mencari bantuan perawat disini.
- Komunikasi Non Verbal
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian
K : Suara klien trdengar sangat pelan
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Perawat mengamati kembali cerita klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K : Klien tampak lebih bersemangat dan tenang menceritakan rencananya kepada perawat
- Rasional
Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik.

8. - Komunikasi Verbal
P : Bagus sekali mbak. Dengan kesibukan itu mbak bisa melupakan masalah mbak. Mbak juga harus memanggil perawat untuk membantu. Saya percaya, mbak dapat melakukannya dengan baik.
K : Iya Mbak
- Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien dengan pandangan menghargai dan sambil tersenyum
K : Menunduk kearah bawah
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Perawat berusaha memberikan penguatan yang positif dan menggali semua permasalahnyang terjadi pada klien.
- Analisis Berpusat Pada Klien
K : Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang akan menjadi rencananya
- Rasional
Penguatan yang positif akan dapat meningkatkan harga diri klien, memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien.

9. - Komunikasi Verbal
P : Bagaimana perasaaan mbak saat ini setelah kita membicarakan hal ini ?
K : Saya senang mbak.
- Komunikasi Non Verbal
P : Suara mulai jelas, tetap tersenyum, sikap klien mulai terbuka
K : Klien mulai terbuka
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Perawat mengevaluasi perasaan yan g terjadi pada klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K : Klien terlihat antusias menyimak pertanyaan yang diberikan oleh perawat.
- Rasional
Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan.

10. - Komunikasi Verbal
P : Baiklah mbak, sampai disini dulu yaa besok kita akan berbincang-bincang lagi seperti ini tadi, di taman ini lagi ya mbak. Apakah mbak bersedia?
K : Iya mbak. Terima kasih.
- Komunikasi Non Verbal
P : Memandang kearah klien dan berbicara dengan sopan
K : Klien menganggukkan kepalanya
- Analisis Berpusat Pada Perawat
P : Perawat merasa puas dengan interaksi yang diberikan oleh klien
- Analisis Berpusat Pada Klien
K : Klien tampak senang karena perawat membantunya dalam mengatasi masalah yang terjadi padanya saat ini.
- Rasional
Terminasi adalah keadaan dimana untuk mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai.
Pertanyaan yang terbuka memberikan kesempatan pada klien untuk menentukan arah pembicaraan yang jelas.
Informing, menjelaskan kontak dan tujuan untuk memudahkan intervensi selanjutnya. Memberikan dorongan dan pengutan terhadap pernyataan yang diberikan oleh klien
"


36. Siti Maisaroh B

pada : 09 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang digunakan perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan pasien, yang bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
2. Mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan klien.
3. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien dan meningkatkan perkembangan serta perubahan pendekatan yang perlu dilakukan perawat
4. Membantu untuk mengintervensi tindakan keperawatan

Terdiri dari:
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4 (Orientasi-Terminasi)
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan

B.Contoh API pada klien dengan isolasi social: menarik diri
Inisial klien : Tn.S
Status interaksi : Pertemuan ke 2
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di ruang anggrek dengan keadaan nyaman, tenang, dan santai.
Deskripsi klien : Penampilan klien cukup bersih dan rapi, klien menghindari menatap perawat, dan memandang ke arah lain.
Tujuan (berorientasi pada klien) : Meningkatkan kepercayaan diri dan body image pasien
Nama Mahasiswa : Siti Maisaroh B
Tanggal : 15 Mei 2016
Jam : 09.00-09.30 WIB
Ruang : Anggrek
1.
• Komunikasi verbal
P: Selamat Pagi, mas S. Bertemu lagi dengan saya Ners Siti
K: Selamat pagi, mbak.
• Komunikasi Non verbal
P: Memandang klien dan tersenyum.
K: Pandangan tidak fokus dan datar
• Analisa berpusat pada perawat
Mencari topik percakapan dengan klien
• Analisa berpusat pada klien
Memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat tetapi mencoba tidak terlalu dekat dengan perawat
• Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat mendekatkan diri dengan orang lain.

2.
• Komunikasi verbal
P: Bagaimana perasaan mas hari ini? Saya akan menemani mbak disini selama 30 menit.
K: perasaan saya biasa saja, mbak. Iya
• Komunikasi Non verbal
P: Tetap memandang klien dan tersenyum.
K: Pandangan mata waspada dan mengarah ke belakang.
• Analisa berpusat pada perawat
Merasa senang karena klien memberikan respon positif terhadap percakapan
• Analisa berpusat pada klien
Klien mendengarkan pertanyaan perawat dengan serius
• Rasional
Perawat mencoba mencari tahu kondisi klien dengan pertanyaan terbuka serta memberi kesempatan klien mengungkapkan apa yang dirasakannya.

3.
• Komunikasi verbal
P: Bagaimana kalau kita mengobrol tentang apa yang mas rasakan selama ini? Saya siap mendengarkan sesuatu yang ingin mas sampaikan. Kalau kita lakukan disini saja, apa tidak apa-apa?
K: Iya.
• Komunikasi Non verbal
P:Memandang dan tersenyum kepada klien
K: Pandangan tidak fokus terhadap perawat yang bertanya
• Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
• Analisa berpusat pada klien
Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
• Rasional
Untuk mendapatkan persetujuan dari pasien.

4.
• Komunikasi verbal
P: apa mas mau menceritakan kepada saya apa yang terjadi sehingga mas merasa tidak mementingkan lingkungan sekitar?
K: Saya merasa segala sesuatu akan lebih baik jika tanpa saya. Saya melihat orang lain tidak pernah tulus berteman dengan saya
• Komunikasi non-verbal
P: Memandang klien
K: Menatap perawat dan terlihat sedih.
• Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui keadaan klien saat ini terhadap musibah yang telah terjadi
• Analisa berpusat pada klien
Klien tampak ingin menceritakan masalah keadaannya kepada perawat
• Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
5.
• Komunikasi verbal
P: Apakah mas merasa tidak berharga? Sehingga membatasi diri dengan orang lain?
K: Ya rasanya seperti itu
• Komunikasi non-verbal
P: Memandang dan menyimak apa yang dikatakan klien
K : Penuh kekawatiran, memandang perawat, dan sesekali memandang ke arah kanan kiri dengan tatapan mata tidak nyaman
• Analisa berpusat pada perawat
Mencoba menggali lebih dalam tentang masalah klien
• Analisa berpusat pada klien
Klien tampak trauma terhadap kejadian tersebut
• Rasional
Mencari tahu permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
6.
• Komunikasi verbal
P: Apakah mas berniat untuk mendekatkan diri kepada orang lain? Mencari teman?
K: Iya Ners pernah, tetapi rasanya teman-teman disekitar saya tidak menunjukkan ketulusan untuk berteman dengan saya. Dan mereka menganggap saya aneh, karena tidak memiliki teman satupun
• Komunikasi non verbal
P: Memandang klien dan mendengarkan klien dengan baik
K: Memandang perawat dan tampak berpikir. Perawat berusaha mendengarkan ungkapan klien
• Analisa berpusat pada perawat
Mengetahui keadaan pasien sekarang menurut sudut pandang pasien
• Analisa berpusat pada klien
Klien tampak sedih menceritakan keadaannya
• Rasional
Mendekatkan diri kepada klien sebagai pendengar yang baik
7.
• Komunikasi verbal
P: Setelah beberapa hari disini, dan setelah mengenal saya beberapa hari ini, apa mas bersedia berteman dengan saya?
K: Saya mencoba untuk sebisa mungkin berpikir positif , bahwa mbaknya tulus berteman dengan saya.
• Komunikasi non verbal
P: tepat memandang bola mata pasien
K: menundukkan kepalanya
• Analisa berpusat pada perawat
Mengetahui kemauan pasien
• Analisa berpusat pada klien
Klien tampak sedikit ragu kepada perawat
• Rasional
Mendekatkan diri kepada pasien, membangun rasa saling percaya
8.
• Komunikasi verbal
P: Ya, benar. Tidak mungkin juga saya tidak tulus, apa yang saya dapatkan dari mas selain pertemanan? Bukan begitu?
K: Iya Ners.
• Komunikasi non verbal
P: Memandang klien dengan pandangan menghargai dan tersenyum.
K: Mengangguk
• Analisa berpusat pada perawat
Perawat merasa senang karena klien mencoba percaya
• Analisa berpusat pada klien
Lega karena perawat tidak melakukan apa yang ditakutkannya
• Rasional
Menerapkan hubungan terapeutik
9.
• Komunikasi verbal
P: Bagaimana perasaan Mas setelah kita mengobrol?
K: Lega , meskipun sedikit canggung
• Komunikasi non verbal
P : Suara jelas, tersenyum dan sikap terbuka
K : Memandang perawat serta wajah tampak lebih rileks
• Analisa berpusat pada perawat
Perawat mengevaluasi perasaan klien
• Analisa berpusat pada klien
Klien terlihat antusias menjawab pertanyaan perawat
• Rasional
Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan




10.
• Komunikasi verbal
P: Mas, Bagaimana untuk pertemuan selanjutnya kita akan membicarakan tentang menanggapi orang lain, bersosialisasi dengan baik. Kapan mas mau ngobrol lagi dengan saya?
K: terserah mbaknya saja. Atau saat saya sedang santai dan tidak ada orang lain
• Komunikasi non verbal
P : Mendengarkan penjelasan dari klien dengan serius
K : Menjawab dengan suara yang jelas
• Analisa berpusat pada perawat
Perawat membuat kontrak pertemuan dan menentukan topik pembicaraan
• Analisa berpusat pada klien
Klien terlihat setuju dengan kontrak yang ditawarkan perawat
• Rasional
Menyepakati kontrak merupakan bentuk penghargaan kepada klien, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri klien dan memotivasi klien mempertahankan perilaku baru
11.
• Komunikasi verbal
P: Mas, mau dimana tempatnya?
K: Di sini saja, tidak apa-apa.
• Komunikasi non verbal
P : Memperhatikan klien,
K : Mendengarkan kata-kata perawat dengan serius dan menjawab dengan suara jelas
• Analisa berpusat pada perawat
Perawat merasa senang atas kemampuan klien menyepakati kontrak dan menentukan pilihan tempat
• Analisa berpusat pada klien
Klien mencoba memahami perawat
• Rasional
Kemampuan klien menentukan tempat dan waktu interaksi menunjukkan kemampuan klien dalam penilaian dan pengambilan keputusan sederhana
12.
• Komunikasi verbal
P: Baiklah mas, kita bertemu lagi besok disini, kapanpun masnya ingin bercerita dan bertemu saya, silahkan bercerita langsung saja
K: Iya Ners, terima kasih.
• Komunikasi non verbal
P: Memandang klien dan berbicara dengan sopan.
K: Menganggukkan kepala

• Analisa berpusat pada perawat
Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien
• Analisa berpusat pada klien
Klien tampak senang karena perawat membantunya dalam mengatasi masalahnya
• Rasional
Melakukan fase terminasi untuk mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai



"
"


37. Maria Nerissa Arviana

pada : 09 April 2017

"Analisa Proses Interaksi ( API ) merupakan alat atau pedoman yang digunakan oleh perawat atau tenaga kesehatan saat berinteraksi dengan klien.
Pedoman ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan mendengar, berkomunikasi, meningkatkan perkembangan dan perubahan pendekatan perawat, serta membantu perawat atau tenaga kesehatan yang lainnya guna menyusun rencana tindakan bagi pasien sesuai dengan kondisinya.

Pencatatan dalam API mencakup 3 catatan yaitu Catatan perkembangan ( Proses Keperawatan ), hubungan perawat – klien, dan resume. Kompoenen API terdiri dari :
1. Komunikasi verbal dan nonverbal antara perawat dengan klien.
2. Analisa dan identifikasi persepsi perawat serta komunikasi yang mungkin dilakukan perawat.
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi klien saat melakukan komunikasi.
4. Evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data
5. Intervensi lanjutan berdasarkan tindakan perawat.


Contoh kasus semu API pada klien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi

Inisial klien : An A
Status interaksi perawat – klien : Pertemuan I (Orientasi dan kerja)
Lingkungan : perawat dan klien duduk berhadapan di meja kamar An. A.
Deskripsi klien : Klien tampak sedang melamun diatas tempat tidur
Tujuan (berorientasi pada klien) : Klien mampu mengenal halusinasinya, mengontrol halusinasi dengan satu cara
Nama Perawat : Maria Nerissa
Tanggal : 13 Juni 2014
Jam : 08.00 – 08.30 WIB
Ruang : Tulip
Komunikasi Verbal
P: Selamat pagi, perkenalkan nama saya suster Maria Nerissa, biasanya dipanggil Maria, nama Adek siapa? Sukanya dipanggil siapa?
K : Iya suster, saya Fadilah biasanya dipanggil Adi
P : Bagaimana perasaan Adi sekarang ?
K : Biasa aja sus.
P : Apa yang dimaksud biasa aja? Adi Bagaimana tidurnya semalam ?
K : Saya, tidak bisa tidur semalam suster.
P : Apa yang membuat Adi tidak bisa tidur ?
K : Saya mendengar suara yang menakutkan setiap malam. Ada yang menertawakan saya
P : Oh jadi Adi mendengar suara orang tertawa ? Baiklah sekarang kita akan bicara tentang suara menakutkan yang di dengar Adi. Sekarang Adi mau bercerita dimana ?
K : Disini saja suster.
P : Baiklah tadi Adi bilang mendengar suara oang tertawa pada malam hari, apakah sering didengarnya, berapa kali dalam sehari?
K : Saya mendengarnya pada malam hari, kadang siang hari saat sendiri, yah
sering juga suster
P : Kira-kira berapa sering mendengar suara itu pada malam atau siang hari apa ? satu kali,dua kali atau sepanjang malam
K : tiga sampai empat kali suster
P : Biasanya pada saat kapan suara itu muncul dan apa yang dirasakan Adi saat mendengar suara-suara itu ?
K : Suara itu paling sering muncul kalau saat malam hari suster.
P : Apakah suara itu muncul saat menjelang tidur atau saat malam hari Adi terbangun karena mendengar suara itu.
K :Biasanya saya terbangun karena mendengar suara itu suster.
P :Kalau begitu perasaan Adi ketika mendengar suara itu bagaimana
K : Kesel suster.
P : Adi bilang kesal karena mendengar suara itu, selama ini apa yang sudah dilakukan Dimi untuk
mengatasi suara itu
K : ya didiamkan saja
P : Baiklah suster punya cara untuk mengontrol suara itu, bagaimana kalau kita sekarang belajar satu cara dahulu?
K : Gimana caranya suster?







P : Adi bisa tutup telinga dan mengatakan Stop ! pergi kamu-pergi kamu jangan ganggu saya. Bisa Adi coba?
K : Stop ! Pergi kamu-pergi kamu jangan ganggu saya, begitu yah suster
P : Iya, bagus sekali Adi sudah mencobanya, nanti yang sudah Adi coba itu dimasukkan dalam jadwal, suster bawakan jadwal kegiatan sehari-hari. Adi mau latihan cara itu jam berapa?
K : Jam sepuluh pagi aja suster
P : baiklah selain jam 10 :00 mau jam berapa lagi ?
K : Sore aja suster jam 17 : 00 yah suster ?
P : Suster tulis disini yah, kita latihan jam 10 : 00 dan jam 17:00. Malamnya jika Adi mendengar suara itu bisa latihan cara menutup telinga dan mengusir suara suara itu dan jadwal ini nanti bisa disimpan dikamar Dimi
K : Iya suster
P : bagaimana perasaan Adi setelah kita berbincang-bincang?
K : Senang suster, sudah tau cara mengatasi suara yang menakutkan.
P : Bisa Adi ulangi kembali bagaimana cara mengatasi suara tangisan yang menakutkantersebut?
K : Menutup telinga dan mengatakan Stop ! pergi kamupergi kamu saya tidak mau dengar.
P : Wah Bagus sekali Adi sudah melakukannya dengan baik nanti setiap jam 10:00 dan jam 17:00 . Sekarang sudah 30 menit , kapan kita mau ketemu lagi?
K : nanti jam 10:00 Suster
P : Baiklah nanti jam 10 kita ketemu lagi untuk melatih cara yang sudah suster ajarkan dan suster akan melatih 2 cara lagi untuk mengatasi suara suara itu, tempatnya dimana?
K : Disini saja suster.
P : Kita ketemu lagi nanti jam 10 sekarang Adi bisa melakukan kegiatan yang lain, Selamat Pagi










Komunikasi Non Verbal
P : Mempertahankan kontak mata, tersenyum, bicara Perlahan
K : Diam, dan menatap perawat dengan ekspresi datar
K : Menatap perawat, suara terdengar pelan
P : Mempertahankan kontak mata, dan mendengarkan klien
P : Kontak mata tetap, sikap terbuka dan memperhatikan klien
K. Melihat perawat, terlihat sedang berpikir
K : Bicara sedikit keras, ekspresi wajah terlihat tegang
P : memandang klien, diam , berfikir melihat jawaban pasien.
P : Mendekat dan menatap klien , menganggukan kepala , sikap terbuka
K. Menatap perawat, ekspresi mulai tidak tegang
K : Mengalihkan pandangan disekitarnya, lalu kembali menatap perawat
P : Menganggukan kepala, tetap menatap klien.
P : Bebicara dengan sikap terbuka, dan menatap klien
K : Melihat sekitarnya lagi, lalu menunduk
K : Suara pelan, sedikit menunduk.
P : tetap menatap, Bersikap terbuka, ekspresi berempati, mengangguk, dan mendengarkan
P : Menyentuh pundak klien, sedikit membungkuk, menatap klien
K: Mempertahankan kontak mata, diam, mendengarkan.
K : berfikir, kemudian menjawab.
P : Mendengarkan klien.
P : Menatap klien, duduk berhadapan, mulai berbicara
K : Berfikir, dan menjawab pertanyaan perawat
P : Mendengarkan, sikap terbuka
P : Kontak mata, duduk berhadapan, bicara sedikit ditajamkan
K : Diam sambil berfikir lagi
K : Menjawab pertanyaan dengan intonasi rendah.
P : Mendengarkan, posisi badan lebih membungkuk
P : Kontak mata, duduk berhadapan, bicara agak ditajamkan
K : diam sambil berpikir, menjawab pertanyaan
K : Berpikir, menjawab sambil menatap perawat
P : Medengarkan dengan sikap terbuka
P : Kontak mata, duduk berhadapan, bicara agak ditajamkan
K : Diam, ingin segera menjawab pertanyaan, menatap perawat
K : Menjawab pertanyaan dengan intonasi agak ditinggikan sambil menatap perawat
P : Mendengarkan, sikap terbuka
P : Kontak mata, duduk berhadapan, , sikap terbuka, tersenyum, menganggukan kepala
K. Diam, berfikir, ekspresi wajah tegang
K : Menjawab pertanyaan.dengan intonasi tinggi, menatap perawat
P : mendengarkan, sikap terbuka, mengganggukan kepala
P : Bertanya, Menatap klien, bicara lebih dipertegas, tersenyum
K : Mendengarkan perawat
K : menjawab pertanyaan.dengan cepat, menatap perawat
P : Mendengarkan, sikap terbuka
P : Menatap klien, tersenyum, sedikit membungkuk.
K : Mendengarkan dengan penuh perhatian
K : mendekat, dan mulai meninggikan suaranya.
P: Memperhatikan, sikap terbuka, tersenyum, menganggukkan kepala
P : Menatap klien, menutup telinga, sambil bicara, intonasi sedikit lebih tinggi.
K : Mendengarkan dengan penuh perhatian
K : Menutup telinga, bicara dengan keras
P : Memperhatikan, sikap terbuka, tersenyum, menganggukkan kepala
P : Sedikit membungkukkan badan, tersenyum, menganggukkan kepala, mengacungkan jempol, memegang kertas dan pena.
K : Diam , memperhatikan, menatap perawat, tersenyum
K : Melihat jam perawat
P : tersenyum, menganggukan kepala
P : Sedikit membungkukan badan, tersenyum, menganggukkan kepala, memegang kertas dan pena.
K : Diam, berfikir, melihat kekertas suster.
K. Menatap perawat dan melihat kejadual harian
P. Menatap Klien , menganggukan kepala, kemudian menuliskan
P : Sedikit membungkukan badan, tersenyum, memegang kertas dan pena, sambil menulis K : Mengangguk, memperhatikan perawat menulis
K : menganggukan kepala
P : tersenyum sambil menepuk nepuk kecil pundak klien
P : Sedikit membungkukan badan, tersenyum
K : diam, memperhatikan perawat
K : tersenyum, kontak mata dipertahankan
P : Tersenyum, sikap terbuka
P : bertanya, intonasi suara sedikit ditinggikan
K : Berfikir, diam,
memperhatikan perawat
K : menutup telinga, bicara dengan intonasi suara sedikit ditinggikan
P : Memperhatikan klien, tersenyum.
P : Tersenyum, mengacungkan jempol
K : tersenyum, menganggukan kepala
K : Melihat Jam, menatap perawat.
P : Tersenyum
P : Menganggukan kepala, tersenyum, kontak mata
K : Memperhatikan perawat, diam, berfikir.
K : Menjawab dengan cepat, intonasi suara lebih tinggi
P : menganggukan kepala
P : Berjabat tangan dengan pasien, berdiri
K : Membalas jabat tangan perawat, berdiri

Analisa Berpusat pada Klien
K : ingin menceritakan apa yang dirasakan klien saat ini
K : Ingin mengungkapkan perasaan apa yang dialami klien
K : Mulai merasakan perawat ingin mendengarkannya
K : Berusaha mengidentifikasi masalahnya
K : Berusaha untuk membicarakan masalahnya.
K : Menceritakan kembali kejadian kemarin malam
K : Agak ragu untuk menceritakan
K : K merasa perawat memperhatikan klien K, klien mengungkapkan perasaannya
K : Klien merasa Perawat K peduli terhadap permasalahannya.
K : Menyepakati kontrak
K : Mendengarkan pertanyaan perawat.
K : bingung menjawab pertanyaan perawat
K : Mencoba mengingat dan memahami pertanyaan
K : mencoba menjawab pertanyaan
K : Ingin segera mengekspresikan kekesalannya terhadap suara yag didengar
K : Mencoba menjelaskan waktu munculnya suara
K : Menganalisa maksud pertanyaan Perawat
K : Menjawab situasi timbulnya suara - suara
K : Klien ingin segera mengungkapkan perasan tentang suara yang didengar
K : Klien mengungkapkan Perasan kesalnya tentang suara yang didengar
K : Mengingat kembali apa yang biasa dilakukan saat suara itu
muncul
K : Mengungkapkan cara yang biasa dilakukan.
K : Ingin segera mendapatkan cara baru untuk mengatasi suara yang menakutkan.
K : ingin cepat mendapatkan informasi
K : Mencoba memahami cara tersebut dan ingin segera mempraktekkan
K : Mempraktekkan cara untuk mengatasi suara-suara
K : Berfikir untuk mencatat cara tersebut dalam daftar aktivitas harian
K. Memikirkan jam berapa harus dilakukan cara tersebut
K : Sedang Memikirkan waktu untuk berlatih
K. Mengungkapkan waktu lain untuk berlatih
K : Mencoba memperhatikan.
K : Menyetujui kesepakatan jadual
dengan perawat
K : Mencoba nengidentifikasi perasaan setelah berinteraksi dengan klien
K : Mengungkapkan perasaan setelah berinteraksi dengan perawat
K : Mengingat kembali apa yang sudah diajarkan
K : Mengingat kembali apa yang sudah Diajarkan
K : Mencoba untuk membuat kontrak yang akan datang
K : Mengungkapkan waktu untuk pertemuan yang akan datang
K : Mencoba mnengingat tujuan pertemuan berikutnya
K : Menjawab tempat untuk pertemuan berikutnya
K : Mengakhiri pertemuan dengan membalas salam

Analisa Berpusat pada Perawat
P : Mencoba membina hubungan saling percaya dengan klien
P : Mulai merasakna klien mau berinteraksi dengan perawat
P : Memulai menggali perasaan dan permasalahan klien
P : Mencoba memahami klien.
P : Menggali permasalahan klien.
P : Mendengarkan masalah klien
P : Berusaha mengklarifikasi masalah klien
P : Mendengarkan masalah yang diungkapkan klien
P : Memastikan kembali masalah klien.
P: Senang, klien menyepakati kontrak.
P : Menanyakan frekuensi mendengar suara
P : Jawaban tidak sesuai yang diharapkan
P : Memfokuskan kembali pertanyaan yang diberikan
P : Jawaban klien sesuai dengan pertanyaan perawat
P : Mencoba menggali perasaan klien terhadap suara – suara itu
P : Jawaban belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
P : lebih memfokuskan isi pertanyaan kembali untuk mengetahui situasi yang seperti apa yang dapat memunculkan suara suara
P : Lebih menginginkan klien untuk bercerita lebih banyak.
P : Mencoba menggali perasan klien
P : Mencoba memahami perasan klien
P : Mengidentifikasi cara klien mengatasi masalah ketika mendengar suara – suara itu.
P : Mencari cara baru untuk mengontrol suara-suara itu
P : Memikirkan tehnik yang paling mudah diterima untuk mengajarkan cara baru
tersebut
P : Memikirkan tehnik yang paling mudah diterima untuk mengajarkan cara baru
tersebut
P : Mengaajarkan dan mempraktekkan satu cara untuk mengatasi suara-suara
P : Senang klien mampu dengan cepat mengerti cara tersebut.
P : Mencoba memasukkan cara yang sudah diajarkan kedalam jadwal kegiatan harian
P: Senang dengan jawaban klien yang sesuai dengan keinginan perawat
P : Mencoba menawarkan alternatif untuk waktu yang lain melatih cara tersebut
P. Setuju dengan jawaban klien
P : Meminta persetujuan klien terhadap jadual kegiatan yang telah disusun
P : Respon klien yang koopertif lebih memotivasi perawat
P : melakukan evaluasi subjektif untuk menggali perasan klien
P : Senang dengan jawaban klien
P : melakukan evaluasi objektif untuk melihat kemampuan kognitif dan psikomotor yang telah diajarkan
P : Senang dengan kemampuan kognitif dan psikomotor klien.
P : menanyakan kesepakatan untuk bertemu kembali
P : Melakukan kesepakatan kontrak untuk pertemuan yang akan datang
P : Menentukan topik untuk pertemuan yang berikutnya
P : Menyepakati tempat untuk pertemuan berikutnya.
P : Mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan salam Hubungan saling percaya merupakan landasan dalam melakukan interaksi dengan pasien,
Rasional
R : Salam terapeutik merupakan awal dalam membina hubungan saling Percaya
R : Mengeksplorasi permasahalan klien kilen bertejuan untuk mengidentifikasi masalah utama yang terjadi pada klien.
R : Refleksi in action dilakukan untuk lebih mengidentifikasi fokus dari masalah yang dihadapi klien. Refleksi bertujuan mengarahkan ide, perasaan, pertanyaan dan isi
pembicaraan kepada pasien
R : Klarifikasi berupaya untuk menjelaskan kedalam kata- kata ide atau pikiran pasien yang tidakjelas atau meminta klien menjelaskan artinya
R : Pengidentidikasian tema tentang isu atau masalah pokok yang timbul Merumuskan kontrak bersama pasien untuk mempertahankan hubungan saling percaya dan saling keterikatan untuk
berinteraksi
R : Klarifikasi membantu mengungkapkan ide, perasan dan persepsi klien serta memberikan kejelasan tentang hubungan antara perasaan, ide, dan persepsi klien serta tindakannya
R : Memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah sentral dan tetap mengarahkan komunikasi untuk mencapai tujuan.
R : Eksplorasi bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan yang dialami
R : Respon maladaptif klien dapat menjadi stressor pemicu munculnya masalah baru
R : Latihan psikomotor Membantu klien mengatasi permasalahan dengan cara
yang konstruktif
R : Latihan mengontrol halusinasi secara psikomotor meningkatklan keterampilan klien untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi
R : Reinforcement positif meningkatkan harga diri Klien
R : Latihan psikomotor secara continue meningkatkan ketrampilan klien untuk mengatasi permasalahan nya.
R : Jadwal kegiatan meningkatkan kesadaran klien untuk melaksanakan aktifitas secara rutin., sehingga merupakan tehnik distraksi agar klien tidak berfokus pada halusinasinya
R : Evaluasi subjektif untuk mengevaluasi apa yang dirasakan klien setelah berinteraksi dengan perawat.
"


38. Farhan Ardiansyah

pada : 09 April 2017

"A.

Analisa proses interaksi (API) adalah suatu metode yang digunakan oleh tenaga medis untuk memahami dan menganalisa proses interaksi antara tenaga medis dengan klien. Selama proses interaksi, tnaga medis mencatat laporan hasil dari interaksi tersebut. Catatan tersebut dapat berupa video tape, catatan secara garis besar, dan catatan interaksi. Dalam proses pencatatan hal yang perlu diperhatikan adalah komunikasi verbal, tingkah laku, respon dan arah pandang dari klien. Metode ini juga dapat digunakan untuk menjalin kepercayaan antara tenaga medis dengan klien yang ditangani.

B.

Nama klien : Ny. P
Usia : 32 Tahun
Nama pemeriksa : Ns. Farhan
Interaksi : Fase 2 (Tahap kerja), interaksi ke 3
Tujuan interaksi : Percakapan untuk melindungi pasien dari resiko bunuh diri
Watu interaksi : 13.00
Tempat : Ruang konseling pada rumah sakit
Deskripsi klien : klien memakai pakain bersih

Komunikasi
Ns. Farhan : Selamat siang Ny. P.
Ny. P : Selamat siang juga.
Ns. Farhan : Apakah anda masih ingat dengan saya? (Duduk berhadapan dengan Klien)
Ny. P : Iya, anda yang merawat saya waktu itu.
Ns. Farhan : Bagaimana keadaan anda sekarang?
Ny. P : Baik-baik saja Ns. Aku kesini untuk mengikuti jadwal konseling yang telah diberikan.
Ns. Farhan : Oh iya Ny. P. Jadi bagaimana? Apakah anda masih berpikiran untuk melakukan bunuh diri lagi Ny. P? (mulai memperhatikan klien)
Ny. P : Tidak! Tentu saja tidak. Saya merasa sangat sedih sampai saat ini. Tetapi saya tidak mau mati. (memegang tangan bekas luka percobaan bunuh diri dan memasang muka menyesal)
Ns. Farhan : Sekarang ceritakan padaku, apa yang anda rasakan saat ini.
Ny. P : Saya tetap marah kepada suamiku, saya tidak berfikir karena dia sekarang memiliki kerjaan yang lebih baik, dia meninggalkanku. Saya sangat bekerja keras untuk menyekolahkannya lagi di perguruan tinggi. Dan kini dia melupakanku. (Tangan menggenggam, muka memerah)
Ns. Farhan : Jadi karena dengan alasan itu anda ingin bunuh diri?
Ny. P : Iya, kupikir dengan aku mati, dia akan sadar bahwa tidak ada wanita lain yang mencintainya selain aku. (mulai meneteskan air mata perlahan)
Ns. Farhan : Sepertinya itu menjadi suatu penyelesaian masalah yang sangat dramastis. (berusaha memahami perasaan klien)
Ny. P : Aku tahu, itu merupakan tindakan terbodoh yang pernah kulakukan. Aku tidak akan mengulanginya lagi. (menghapus air matanya)
Ns. Farhan : Kemudian bagaimana yang anda rasakan sekarang? Tentang situasi ini.
Ny. P : Aku tidak tahu. Aku masih tetap mencintainya. Aku tidak mau dia menikah dengan wanita lain. (mulai menangis kembali)
Ns. Farhan : Ya, aku tau, anda menginginkan keadaan sebagaimana jauh sebelum kejadian ini. (menawarkan tissue pada klien)
Ny. P : - (diam dan hanya menangis dengan perlahan)
Ns. Farhan : Apakah anda sudah mengajak suami anda untuk kembali ke rumah anda?
Ny. P : Tidak. Dia menolak untuk kembali padaku. Dia juga menolak untuk diadakan konseling. Dia kini sudah pindah rumah dan mengatakan ini sudah berakhir. (menghapus air mata dan memandang langsung ke arah Ns.)
Ns. Farhan : Kemudian bagaimana rencana anda kedepannya?
Ny. P : Aku akan melakukan apa yang dulu pernah kita perbincangkan. Aku akan bergabung dengan komunitas yang memiliki nasib sama denganku, meningkatkan jam kerjaku dan melakukan tindakan sosial. Dan tentunya aku akan menghubungi anda kembali jika kubutuhkan. (menatap langsung ke Ns. Dan mulai tersenyum.)
Ns. Farhan : Iya benar, aku rasa anda sudah mulai memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah ini. (berdiri, menghadap ke klien dan tersenyum)
Ny. P : Ya aku tau, aku sudah memiliki masa yang sulit. Dan kini aku ingin melanjutkan hidupku dan bahagia kembali. (berdiri, kemudian tersenyum dengan lepas kepada Ns.)

Analisa berfokus pada klien
• Klien mampu memahami tindakannya yang tidak benar
• Klien sudah memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri
• Klien berfikir bahwa ia sudah mengalami perubahan
• Klien sudah dapat menerima atas kejadia yang menimpanya
• Klien berusaha untuk melupakan kejadian yang pernah dialaminya

Analisa berfokus pada perawat
• Memancing klien untuk menceritakan keadaannya sekarang
• Melakukan penguatan agar klien tetap meceritakan masalahnya
• Menanyakan bagaimana solusi yang klien ingin lakukan kedepannya
• Meyakinkan klien untuk berubah dan melakukan tindakan positif
• Mendukung klien untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia

"


39. Herlyn Afifah Nurwitanti

pada : 09 April 2017

"Alat komunikasi yang digunakan antar tim keperawatan dan tim kesehatan khususnya kesehatan keperawatan jiwa adalah pencatatan dan pelaporan yang berisi tentang pola perilaku dan hubungan interpersonal antara perawat dengan klien. Catatan harus mencakup contoh bukan interpretasi. Ada 3 macam catatan, yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat dengan klien, dan resume. Catatan hubungan perawat dengan klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan. Catatan hubungan perawat dengan klien secara verbal dapat berupa : video tape atau tape recording, catatan secara garis besar, dan catatan interaksi. Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat yang digunakan perawat untuk memahami interaksi antara perawat dengan klien.
Adapun tujuan dilakukan API, adalah :
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam beinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor untuk memberikan arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat tentang kebutuhan klien, dan mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat dalam merencakan tindakan keperawatan yang tepat
Komponen yang harus ada dalam API adalah :
1. Komunikasi verbal dan nonverbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadaap efektifikas dari komunikasi berdasarkan data 1-4
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan

Contoh API pada klien defisit perawatan diri
Initial klien : An. I
Umur : 6 tahun
Status interaksi : 1 (fase perkenalan)
Lingkungan : klien berada di ruang inap perawatan di Rumah Sakit yang berisi 12 orang dalam satu ruangan. Ruangan terasa penuh karena banyaknya pengunjung.
Deskripsi klien : klien mengeluarkan bau badan yang tidak sedap, gigi klien Nampak kotor, dan pakaian klien terlihat lusuh.
Tujuan :
Meningkatkan perawatan diri klien
Mengetahui pentingnya personal hygiene
Perawat dapat memberikan edukasi dan peralatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan perawatan diri klien
Nama perawat : Ns. Herlyn
Hari/Tanggal : Rabu, 14 Januari 2013
Jam : 07.00

Komunikasi Verbal
P : selamat siang adek I, perkenalkan suster namanya suster Herlyn
K : selamat siang suster Herlyn
P : apa kabar adek? Sudah enakan belum?
K : kepala adek masih pusing suster, badan adek juga masih panas
Komunikasi Nonverbal
Kontak mata klien dan memberikan senyuman kepada klien
Klien nampak senang dan membalas salam perawat
Analisa berpusat pada klien
Klien melihat perawat dengan wajah tersenyum
Klien menyambut perawat dengan ramah
Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien dapat menerima perkenalan
Berharap klien dapat memberikan penyambutan dan interaksi yang ramah
Rasional
Memberikan salam merupakan penyambutan pertama kepada klien agar klien dapat memberikan nilai positif kepada perawat.

Komunikasi Verbal
P : adek sudah mandi belum hari ini?
K : adek tidak mau mandi sus, airnya dingin, adek tidak mau, dan kamar mandinya banyak dipakai orang, adek tidak mau
P : hm, kalau gosok gigi? Adek sudah gosok gigi belum?
K : kan adek sudah bilang, adek tidak mau ke kamar mandi, banyak orang
Komunikasi Nonverbal
Kontak mata dengan klien, memberikan senyuman, dan berbicara dengan ramah
Klien terlihat jengkel ketika menjawab pertanyaan perawat
Analisa berpusat pada klien
Klien terlihat kurang nyaman pada fasilitas yang dimilikinya
Klien merasa terganggu fasilitasnya harus berbagi dengan orang lain
Analisa berpusat pada perawat
Perawat berharap klien memberikan jawaban yang jujur
Perawat berharap dapat mengetahui penyebab terjadinya masalah agar bisa memberikan solusi
Rasional :
Memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien, ketika perawat sudah mengetahui penyebabnya, perawat dapat memberikan rencana keperawatan yang sesuai dengan masalah klien

Komunikasi Verbal
P : ooo jadi begitu, hm tau gak sih dek, kalo adek gak mandi banyak kuman kuman jahat yang nempel di badannya adek terus kuman itu bikin adek baunya jadi gak enak, nanti kalo adek baunya gak enak, temen temennya adek gak mau main sama adek, terus adek main sama siapa? Ayo adek mandi biar badannya wangi terus bisa cepet sehat dan main sama teman-teman
K : tapi airnya dingin susteerr
P : terus kalo adek gak mau sikat gigi, nanti ada kuman juga yang hidup di giginya adek, terus nanti kumannya makan giginya adek, terus giginya adek jadi habis dek, adek mau giginya kayak nenek, habis dimakan kuman
K : hmm adek tidak mau giginya hilang kayak nenek
P : yasudah ayo suster anterin mandi yuk, sama dianterin ibu juga
K : iyadeh adek mandi, ayo bu
Komunikasi nonverbal
Perawat memberikan ekspresi yang meyakinkan
Klien menunjukkan ekspresi percaya terhadap perkataan perawat
Analisis berpusat pada klien
Klien tampak percaya dan mengikuti anjuran yang diberikan perawat
Analisis berpusat pada perawat
Perawat berharap klien menyadari efek negative kebiasaannya dan mengikuti anjuran yang diberikan kepada klien
Rasional
Memberikan pengetahuan tentang efek negative kebiasaannya dapat membantu perawat untuk mengatasi masalah klien
"


40. Meilia Dwi Cahyani

pada : 09 April 2017

"A. Analisa proses interaksi adalah alat kerja yang dipakai perawat atau mahasiswa untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.
Tujuan :
Meningkatkan kemampuan mendengar, Meningkatkan kemampuan berkomunikasi, Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bai CI/supervisor/ pembimbing untuk memberi arahan, Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat, Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
Catatan hubungan perawat-klien secara verbal dapat berupa : video-tape, tape recording, catatan secara garis besar, dan catatan interaksi.

B.
Inisial klien : Tn. T
Status interaksi : Pertemuan ke 1 (Fase orientasi)
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di teras ruang Kemuning, di sebelah kiri terdapat satu perawat yang juga sedang berinteraksi dengan klien lain.
Deskripsi klien : Penampilan klien bersih dan rapi, ekspresi klien tampak tenang, menatap perawat, dan terkadang memandang ke arah lain
Tujuan : Membina hubungan yang baik antar perawat dan klien serta klien dapat mengatasi Isolasi sosial : menarik diri
Nama Mahasiswa : Meilia Dwi Cahyani
Tanggal : 9 April 2017
Jam : 07.00 – 08.00 WIB
Ruang : Kemuning
P : Perawat
K : Klien

VERBAL :
P : Selamat siang, pak!
NON VERBAL :
P : Duduk berhadapan, mengulurkan tangan, tersenyum, badan agak membungkuk ke depan, kaki sikap terbuka
K : Melihat ke arah perawat dan mengulurkan tangan
ANALISA BERPUSAT :
P : Perawat memulai percakapan dengan sikap terbuka
K : Klien tampak bersedia berinteraksi
RASIONAL :
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.

VERBAL
K : Selamat siang, suster
NON VERBAL
K : Klien memandang perawat, menjawab dengan singkat
P : Mempertahankan sikap terbuka, badan condong ke depan, memandang dan mendengarkan dengan penuh perhatian
ANALISA BERPUSAT :
P : Perawat tetap menjaga posisi tubuh dengan terapeutik
K : Klien berespon positif dengan salam yang disampaikan oleh perawat
RASIONAL :
Perawat mempertahankan sikap terbuka, memandang dan mendengarkan dengan penuh perhatian ketika berinteraksi dengan klien.

VERBAL
P : Perkenalkan nama saya Ners Meilia. Saya dari Fakultas keperawatan Universitas Airlangga. Nama bapak siapa dan senang dipanggil apa?
NON VERBAL
P : Suara jelas, memandang klien dengan bersahabat, sikap terbuka dan tersenyum
K : Memandang perawat dengan wajah serius
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat mencoba untuk membuka diri dan mencoba menggali identitas klien
K : Klien mendengarkan pertanyaan perawat dengan serius
RASIONAL :
Membuka diri bagi perawat untuk memudahkan dan membina hubungan saling percaya dengan klien

VERBAL
K : Nama saya T, panggil saja saya T
NON VERBAL
K : Suara klien terdengar pelan dan memandang perawat dengan serius
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian dan sikap terbuka
ANALISA BEPUSAT
P : Perawat menunjukkan sikap terbuka dengan klien
K : Klien terlihat mulai menampakkan rasa percaya dengan perawat
RASIONAL
Memperkenalkan diri dan mengatakan nama panggilan yang disukai dapat meningkatkan rasa percaya kepada orang lain

VERBAL
P : Bagaimana perasaan bapak siang ini?
NON VERBAL
P : Suara jelas, tetap tersenyum, mempertahankan sikap terbuka, memandang klien dengan bersahabat
K : Memandang perawat, wajah tampak lebih rileks
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat mencoba membuka diri dan mencoba menggali data baru yang mungkin sangat diperlukan dari klien
K : Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
RASIONAL
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka, memberi kesempatan klien mengeksplorasikan apa yang dirasakan klien

VERBAL
K : Biasa aja Ners, tapi pengen dibesuk keluarga, sudah dua bulan tidak dibesuk keluarga
NON VERBAL
K : Suara terdengar agak lirih, wajah terlihat sedih memandang ke arah lain
P : Memandang klien dengan sikap bersahabat dan mempertahankan sikap terbuka
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat menunjukkan sikap terbuka dengan klien
K : Klien sudah mulai menanamkan sikap terbuka dengan perawat
RASIONAL
Klien sudah mulai membuka diri dengan perawat. Ini merupakan awal yang baik untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang masalah yang dihadapinya

VERBAL
P : Jadi bapak sudah kangen keluarga? Baiklah, bagaimana kalau kita membicarakan tentang apa yang bapak rasakan hari ini? Bagaimana Bapak bersedia? Berapa lama mengobrolnya? Dan maunya dimana?
NON VERBAL
P : Mempertahankan kontak mata, sambil mengangguk perlahan, dengan suara penuh perhatian

K : Memandang perawat, mendengarkan pertanyaan dengan serius, muka tampak mulai rileks, tangan diletakkan di atas meja.
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat melakukan klarifikasi terhadap Masalah yang dihadapi klien serta membuat kontrak pertemuan dan menentukan topik pembicaraan
K : Klien mendengarkan penjelasan dan terlihat ingin mengungkapkan permasalahan yang dihadapi
RASIONAL
Teknik validasi untuk memastikan ucapan klien. Kontrak waktu, topik dan tempat merupakan cara untuk menjalin hubungan yang terapeutik.

VERBAL
K : Boleh suster, terserah suster, tapi ngobrol disini juga nggan apa-apa
NON VERBAL
K : Wajah sudah tampak rileks, memandang lawan bicara
P : Tersenyum dan menganggukkan kepala.
ANALISA BERPUSAT
Perawat mempertahankan sikap terbuka dengan klien
Klien sudah tampak percaya dengan kehadiran perawat dan dapat membuat kontrak yang jelas
RASIONAL
Klien sudah dapat membuat suatu keputusan yang sederhana. Hal ini menandakan bahwa meskipun klien sudah lansia tapi proses kognitif klien masih baik

VERBAL
P : Baiklah, bagaiman kalau kita ngobrol kurang lebih 15 menit, di teras ini saja ya pak? Baiklah sekarang coba bapak ceritakan lebih lanjut tentang keluarga bapak
NON VERBAL
P : Tersenyum, mempertahankan sikap terbuka, suara jelas
K : Mendengarkan pertanyaan perawat, memandang perawat.
ANALISA BERPUSAT
Perawat memberikan pertanyaan terbuka kepada klien
Klien terlihat ingin menyampaikan sesuatu
RASIONAL
Perawat memberikan pertanyaan terbuka yang bersifat eksplorasi, sesuai dengan teori bahwa eksplorasi adalah mempelajari topik secara mendalam.

VERBAL
K : Keluarga saya keluarga besar, tinggal bersama dalam satu rumah, jadi ramai... tapi ada juga yang sudah keluar rumah, kakak yang sudah menikah.. Tapi saya paling dekat dengan paman saya.... tinggal tidak jauh dari rumah..
NON VERBAL
K : menjawab dengan suara yang lirih &menunduk saat bercerita bahwa ia tinggal bersama orangtua
P : Mengangguk kepala, memandang klien dengan ramah
ANALISA BERPUSAT
Perawat mencoba memahami apa yang dikatakan oleh klien
Klien tampak ingin menceritakan Masalahnya dengan perawat
RASIONAL
Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.

VERBAL
P : Jadi bapak paling dekat dengan paman, apa sebabnya?
NON VERBAL
P : Memandang klien dengan bersahabat, mempertahankan sikap terbuka
K : Memandang perawat sambil mengernyitkan dahi
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat mencoba menggali lebih dalam tentang masalah klien
K : Klien mencoba memahami pertanyaan perawat
RASIONAL
Mengeksplorasi permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.

VERBAL
K : Paman baik suster, paman juga yang pernah besuk saya ke RS
NON VERBAL
K : Menjawab dengan suara yang jelas dan kemudian terdiam.
P : Mendengarkan penjelasan dari klien dengan serius
ANALISA BERPUSAT
Perawat mencoba memahami penjelasan yang diberikan klien.
Klien berusaha menjelaskan tentang hal yang ditanyakan oleh perawat
RASIONAL
Klarifikasi dari klien menandakan klien sudah mencoba berpikir rasional. Hal ini dilakukan perawat untuk meningkatkan kemampuan analisa klien terhadap suatu masalah.

VERBAL
P : O begitu ya, nanti kalau sudah pulang ke rumah, apa yang mau Bapak kerjakan? NON VERBAL
P : Memperhatikan klien, mempertahankan sikap terbuka
K : Menunduk sambil mendengarkan kata-kata perawat dengan serius.
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat mencoba untuk menggali lebih jauh tentang rencana klien terkait keinginannya untuk segera pulang.
K : Klien terlihat ingin mengungkapkan apa yang dirasakan saat ini Perawat berusaha mengeksplorasi dengan memberikan pertanyaan terbuka yang bertujuan untuk mennggali pikiran dan perasaan klien

VERBAL
K : Saya ingin berdagang kelontong Suster
NON VERBAL
K : Menunduk dan berkata dengan tegas
P : Mendengarkan dengan serius sambil tetap mempertahankan kontak mata
ANALISA BERPUSAT
Perawat berusaha menggali kemampuan klien membuat perencanaan pulang
Klien berusaha menjelaskan rencana kegiatannya
RASIONAL
Penjelasan dari klien menandakan klien sudah mencoba berpikir rasional. Hal ini dilakukan perawat untuk meningkatkan kemampuan analisa klien terhadap suatu masalah.

VERBAL
P : Wah, rencana yang bagus sekali, apa Bapak sudah pernah mencoba berdagang kelontong sebelumnya?
NON VERBAL
P : Tetap mempertahankan kontak mata
K : Berpikir mengangkat muka sesaat tetapi kembali menunduk.
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat berusaha memberi reinforcement (+) dan menggali permasalahan klien
K : Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang menjadi rencananya
RASIONAL
Reinforcement (+) meningkatkan harga diri klien, teknik eksplorasi dengan memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien.

VERBAL
K : Belum pernah, tapi pernah pengalaman kerja di toko mainan dan toko kelontong
NON VERBAL
P : Tetap memandang klien dengan penuh perhatian
K : Memandang perawat sesaat kemudian menunduk, nada suara terdengar lirih
ANALISA BERPUSAT
P :Perawat mencoba menggali rencana klien lebih dalam.
K : Klien berusaha menceritakan rencananya
RASIONAL
Eksplorasi bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan yang dialami klien

VERBAL
P : Baiklah, berarti Bapak sudah memiliki bekal pengalaman kerja di toko kelontong, kemudian bagaimana dengan modal untuk usaha nanti? Apakah sudah bapak pikirkan?
NON VERBAL
P : Mempertahankan kontak mata dan sikap terbuka
K : Diam sesaat, berpikir, klien mamainkan jari-jari
ANALISA BERPUSAT
Perawat berusaha menggali kemampuan klien menetapkan rencananya
Klien tampak sudah memikirkan rencananya dengan matang
RASIONAL
Perawat mencoba memberikan pertanyaan terbuka yang bersifat eksplorasi sehingga dapat tergali permasalahan klien sebenarnya

VERBAL
K : Ya rencananya minta bantuan dari saudara-saudara, makanya saya rencana dagang kelontong karena modalnya tidak besar...
NON VERBAL
K : Menjawab dengan jelas sambil memandang ke arah perawat
P : Menatap klien dengan penuh perhatian
ANALISA BERPUSAT
P :Perawat mendengarkan keterangan yang disampaikan klien
K : Klien tampak sudah memikirkan rencananya dengan matang
RASIONAL
Perawat berusaha mengeksplorasi lebih jauh untuk melengkapi penyebab masalah utama

VERBAL
P : Barang apa saja rencananya nanti yang akan Bapak jual?
NON VERBAL
P : Bicara jelas, badan agak condong ke arah klien, memandang klien dengan bersahabat
K : Mengalihkan pandangan ke arah lain sambil berpikir sejenak.
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat berusaha menggali
K: Klien tampak sudah memikirkan rencananya dengan matang
RASIONAL
Perawat tetap menghormati otonomi klien dalam menjawab pertanyaan dengan memberikan pertanyaan terbuka lain

VERBAL
K : Sisir, kampfer, ya ... macam-macam lah ... yang harganya tidak mahal.dan modalnya tidak besar
NON VERBAL
K : ekspresi serius, kontak mata dipertahankan
P : Mendengar cerita klien dengan seksama dan mengamati perubahan ekspresi wajah klien.
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat berusaha menyimak cerita klien.
K : Klien tampak bersemangat menceritakan rencananya kepada perawat Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik

VERBAL
P : Nah, baiklah, bagaimana kalau kita sekarang belajar cara berkanalan dengan orang lain? menurut Bapak, apa saja yang perlu kita lakukan untuk bisa berteman dengan orang lain?
NON VERBAL
P : Mempertahankan sikap terbuka dan menjaga kontak mata
K : Menyimak pertanyaan perawat dengan serius
ANALISA BERPUSAT
Perawat berusaha memberi reinforcement (+) dan mengeksplore kemampuan klien menyelesaikan masalah
Klien terlihat bersemangat menyimak penjelasan perawat
RASIONAL
Eksplorasi bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan yang dialami klien

VERBAL
K : Cara berteman, yaitu salaman, sebutkan nama, alamat, hobby, saya sudah diajarkan oleh mahasiswa Akper
NON VERBAL
K : ekspresi serius, sambil memandang perawat.
P : Tersenyum, memandang klien dengan bersahabat, mempertahankan sikap terbuka
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat mencoba memahsami perasaan klien
K : Klien mengungkapkan perasaannya setelah berdiskusi dengan perawat

VERBAL
P : Wah, bagus sekali, sudah berteman dengan siapa saja Bapak di rungan ini?
NON VERBAL
P : Mengangguk dan tersenyum
K : Memandang perawat
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat memberikan reinforcement positif dan menawarkan topik pembicaraan mendatang
K : Klien terlihat antusias dengan janji pertemuan berikutnya
RASIONAL
Kontrak yang akan datang bertujuan mempersiapkan apa yang akan didiskusikan pada pertemuan berikutnya.
VERBAL
K : Sudah banyak suster, dengan Y, D, banyak...
NON VERBAL
K : ekspresi serius, sambil tetap mempertahankan kontak mata
P : Mengangguk dan tersenyum
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat merasa senang karena klien menerima tawaran perawat
K : Klien menyetujui kontrak mendatang
RASIONAL
Persetujuan untuk mengulangi menunjukkan adanya motivasi dari klien untuk menyelesaikan masalahnya

VERBAL
P : Wah, bagus sekali. Bapak sudah bisa menyebutkan cara berkenalan yang baik. Bagaimana bila kita lanjutkan dengan praktik kemampuan bersosialisasi dengan sikap tubuh yang baik?
NON VERBAL
P : Tersenyum memandang klien
K : mengangguk mempertahankan kontak mata
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat memberikan reinforcement (+)
K : Klien terlihat setuju dengan kontrak yang ditawarkan perawat
RASIONAL
Pemberian reinforcement positif merupakan bentuk penghargaan atas upaya yang dilakukan klien, hal ini dapat meningkatkan harga diri klien dan memotivasi klien mempertahankan perilaku baru

VERBAL
P : Bagaimana perasaan Bapak setelah kita ngobrol? Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau besok kita lanjutkan pembicaraan kita dengan topik kemampuan bersosialisasi dengan sikap tubuh yang baik? jam berapa Bapak bersedia ngobrol lagi?
NON VERBAL
P : Mengangguk dan tersenyum
K : Memandang perawat
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat mengevaluasi perasaan klien
K : Klien terlihat antusias menyimak pertanyaan perawat

VERBAL
K : Senang suster... Ya suster, besok jam 09.30 aja ya, tempatnya disini saja
NON VERBAL
K : Tersenyum dan memandang senang pada perawat
P : Tersenyum pada klien
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat mengamati ekspresi klien untuk memvalidasi ungkapan verbal dan non verbal klien
K : Klien tampak serius mengungkapkan perasaannya
RASIONAL
Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan
VERBAL
P : baiklah pak, kita akan ketemu lagi jam 09.30, di teras ini, kita akan praktikkan cara berteman dengan sikap tubuh yang baik. Sampai bertemu lagi...
NON VERBAL
P : Tersenyum, memandang klien dengan bersahabat, mempertahankan sikap terbuka
K : Memandang perawat.dengan ekspresi serius
ANALISA BERPUSAT
P : Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien"


41. Ucik nurmalaningsih

pada : 09 April 2017

"
Banyak aspek dan method penting yang perlu dilakukan oleh perawat dalam melakukan asuhan keperawatan terhadap pasien gangguan jiwa diantaranya dengan menggunakan API (Analisa Proses Interaksi), API digunakan juga untuk menentukan pola perilaku yang terjadi antara perawat dengan pasien, selain itu API digunakan untuk membantu perawat menentukan tindakan keperawatan terhadap pasien .
Komponen yang dikaji melalui API :
• Komunikasi verbal dan non verbal perawat dan klien
• Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
• Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
• Analisa makna dan rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi
• Menentukan rencana tindakan keperawatan.
Contoh :
Inisial Klien : Nn. U
Usia : 21 tahun
Pukul : 09.00
Status Interaksi: Pertemuan ke-2
Tujuan :
1. Meningkatkan rasa percaya diri klien dan mampu berinteraksi dengan orang lain
Berikut contoh percakapan :
Komunikasi Verbal :
P: Selamat pagi Mbak, bagaimana kabarnya?
K : Baik mbak
P: Bagaimana dengan hari ini Mbak?
K: Baik
P: Kemarin saya sudah memperkenalkan diri, Mbak masih ingat dengan nama saya?
K: Mbak.Ucik
P: Mbak, kalau tidak keberatan bisakah kita cerita-cerita sebentar sekitar 10 menit.
K: Ia Mbak
P: Maunya Mbak kita ceritanya dimana ?
K: Di sini saja mbak
P: Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh Mbak
P: mbak, saya praktek di sini setiap hari selama 2 minggu dari jam 08.00 – 14.00. Saya akan bersama-sama dengan Mbak. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang Mbak rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya, Untuk itu saya sangat berharap Mbak mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah Mbak setuju ?
K: Iya
P: Mbak bagaimana perasaannya hari ini,
apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak ?
K: Merasa baik-baik saja.
P: Bisakah mbak cerita, mulanya kenapa sampai mbak dibawah ke rumah sakit ?
K: Saya Trauma mbak
P : Trauma terhadap apa mbak?
K: Trauma pada laki-laki, saya pernah mendapat penyimpangan seksual, sehingga untuk saat ini saya takut jika bertemu dengan seorang laki-laki.
Komunikasi Non Verbal :
P: Tetap tersenyum, memperhatikan K, dengan sikap terbuka.
K: Menatap ke arah P .
P: Tetap tersenyum, dan tetap mempertahankan kontak mata.
K: Ekspresi tersenyum pada perawat, kadang menundukkan kepala.
P: Menggunakan nada suara sedang tapi jelas.
Analisa Berfokus pada klien
Klien mau menuruti apa yang diminta perawat.
Mau mendengar dengan serius dan memperhatikan.
Mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.

Analisa Berfokus pada perawat :
• Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.
• Berharap K mulai mau berinteraksi dengan Perawat.
• Berharap K mau terbuka dan menceritakan masalahnya.
Rasional :
• Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan P mengadakan interkasi dengan K.
• Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya.
• Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.
"


42. Nisaul Azmi Nafilah

pada : 09 April 2017

"A. Pengertian API
Analisa Proses Interaksi yang selajutnya disingkat API merupakan suatu alat yang digunakan oleh perawat atau mahasiswa dalam menentukan dan memahami interaksi yang beralngsung antara perawat dengan klien. Catatan hubungan perawat dengan klien merupakan resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan dengan individual klie, kelompok klien, dan pada terapi modalitas klien. Catatan hubungan antara klien dengan perawat yang secara verbal dapat berupa tape-recording, catatan secara garis besar, dan catatan interaksi. Tujuan dari API sendiri adalah untuk meningkatkan kemampuan mendengar, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan, serta sebagai dasar belajar. Dalam API biasanya terdiri atas komunikasi verbal dan non verbal antara perawat dengan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, kesan dan evaluasi terhadap keefektifan dalam berkomunikasi, serta rencana lanjutan tidakan keperawatan.

B. Contoh Analisa Proses Interaksi dengan masalah keperawatan resiko bunuh diri

Inisial klien : Nn. TKK
Usia : 21 tahun
Status interaksi : Pertemuan ke 1 (Fase Orientasi)
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di ruang Melati. Di ujung ruagan terdapat perawat lain yang sedang berinteraksi dengan salah satu klien. Jarak antara Nn. TKK dan perawat tersebut kira-kira 5 meter.
Deskripsi klien : Penampilan klien sukup bersih, klien terlihat murung dan terlihat sedang memikirkan sesuatu, menatap perawat, namun sesekali pandangan kosong.
Tujuan : Untuk membina perasaan saling percaya, mengeksplorasi perasaan klien saat ini, dan mencegah resiko bunuh dri.
Nama Mahasiswa : Nisal Azmi Nafilah
Tanggal : 8 April 2017
Waktu : 08.00-08.30
Ruang : Melati

1.
 Komunikasi Verbal
P : Selamat pagi, mbak. Perkenalkan nama saya ners Nisaul. Nama mbak siapa? Biasanya senang dipanggil siapa?
K : Pagi. Panggil aja T
 Komunikasi Non Verbal
P : Menghampiri klien sambil tersenyum dan mengulurkan tangan
K : Diam, lalu kemudian mengulurkan tangan dan menjawab pertanyaan perawat
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin berkenalan dan membuka percakapan
 Analisa berpusat pada klien
Mungkin bingung dengan maksud dan tujuan perawat menghampirinya
 Rasional
Mengucapkan salam sambil tersenyum dan menjulurkan tangan merupakan cara awal untuk membina hubungan saling percaya antara perawat dengan klien

2.
 Komunikasi Verbal
P : Bagaimana kabar mbak hari ini? Disini saya akan menemani mbak selama kurang lebih 30 menit
K : Baik ners
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tersenyum
K : Memandang perawat tanpa tersenyum
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin membuka percakapan sebelum ke pertanyaan selanjutnya
 Analisa berpusat pada klien
Klien mau berinteraksi dengan perawat namun sedang memikirkan masalahnya
 Rasional
Menanyakan kabar merupakan cara agar percakapan yang akan berlangsung lebih rileks dan tidak tegang

3.
 Komunikasi Verbal
P : Bagaimana perasaan mbak hari ini? Saya siap mendengarkan keluh kesah yang mbak rasakan sekarang
K : Saya sedih ners, bingung. Mungkin lebih baik saya mati saja
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tetap tersenyum
K : Menunduk dengan ekspresi sedih
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengeksplorasi perasaan yang klien rasakan
 Analisa berpusat pada klien
Klien sedih karena teringat dengan masalahnya
 Rasional
Menanyakan perasaan bertujuan agar dapat mengetahui apa yang dirasakan klien saat ini

4.
 Komunikasi Verbal
P : Memangnya apa yang terjadi mbak? Tenang saja, saya tidak akan menceritakan hal ini kepada siapapun, jadi mbak jangan takut ya. Cerita saja mbak
K : Saya merasa gagal ners. Mungkin lebih baik saya tiada
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tersenyum
K : Memandang perawat dengan ekspresi menaruh harapan
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui masalah yang dihadapi klien
 Analisa berpusat pada klien
Klien mulai percaya dengan perawat
 Rasional
Untuk mendapat kepercayaan dari klien agar klien mampu menceritakan masalah yang sedang dihadapinya
5.
 Komunikasi Verbal
P : Apa yang membuat mbak merasa gagal?
K : Saya kuliah di salah satu universitas di kota ini ners. Namun dari semester 2 hingga sekarang saya mendapatkan IPK yang jelek. Oleh orangtua saya, saya selalu dibanding-bandingkan dengan sepupu saya yang pintar. Padahal saya adalah anak satu-satunya dari orang tua saya.
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil menunjukkan perasaan empati
K : Memandang perawat dengan ekspresi menaruh harapan
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui masalah yang membuat klien seakan putus asa
 Analisa berpusat pada klien
Klien mulai percaya dengan perawat sehingga mau menceritakan masalahnya
 Rasional
Untuk mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi oleh klien

6.
 Komunikasi Verbal
P : Kira-kira menurut mbak sendiri apa yang membuat IPK mbak tidak sesuai harapan mbak?
K : Saya merasa bahwa motivasi untuk belajar saya masih kurang ners
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tetap menunggu jawaban klien
K : Menunduk dengan ekspresi sedih
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui masalah yang dihadapi klien
 Analisa berpusat pada klien
Klien mulai percaya dengan perawat
 Rasional
Untuk dapat mengetahui sumber dari masalah yang dihadap oleh klien

7.
 Komunikasi Verbal
P : Apa tidak ada teman-teman yang membantu mbak dalam belajar selama ini?
K : Sebenarnya ada banyak ners, namun setelah sahabat sekampus saya yang selalu memotivasi pindah ke luar negeri pada smester 2 lalu, saya sangat sedih ners kehilangan dia, saya seolah kehilangan motivasi untuk belajar karena tidak ditemani oleh dia
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tetap mendengarkan jawaban klien
K : Memandang perawat sambil menceritakan masalahnya
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui masalah yang dihadapi klien
 Analisa berpusat pada klien
Klien mulai percaya dengan perawat
 Rasional
Untuk dapat mengetahui sumber dari masalah yang dihadap oleh klien
8.
 Komunikasi Verbal
P : Oh jadi begitu ya mbak. Mbak, saya mengerti tentang kesedihan yang mbak alami. Namun mbak tidak boleh terus menerus seperti ini mbak. Mbak harus bangkit dari semua ini. Apalagi mbak tadi bilang kalau sampai ingin mengakhiri hidup. Itu bukan cara untuk menyelesaikan masalah mbak. Pasti akan banyak pihak yang sangat kecewa dan terpukul dengan kepergian mbak. Mbak pasti tidak mau kan?
K : Iya, tentunya saya tidak mau ners. Namun ini semua sangat berat bagi saya ners.
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil memberikan kata-kata positif yang membangun untuk klien
K : Memandang perawat dan memperhatikan dengan seksama
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin memberi solusi tentang masalah yang dihadapi klien
 Analisa berpusat pada klien
Klien ingin mendapat motivasinya kembali melalui perawat
 Rasional
Untuk memberikan motivasi dan solusi yang baik atas masalah yang dihadapi klien

9.
 Komunikasi Verbal
P : Saya mengerti bahwa ini sangat berat bagi mbak. Namun mbak harus tahu bahwa motivasi yang bisa mbak dapatkan bukan hanya dari teman mbak yang berada di luar negeri tersebut. Masih banyak teman mbak yang sangat menyayangi mbak. Masih banyak teman-teman mbak yang bisa memberikan motivasi untuk mbak juga. Oh iya mbak, sebenarnya orang tua mbak melakukan hal seperti itu bukan karena tidak menyayangi mbak. Orang tua mbak melakukan hal itu karena mereka ingin melihat anaknya termotivasi kembali. Mbak adalah satu-satunya harapan untuk mereka. Mbak tidak ingin melihat mereka kecewa kan?
K : Oh ternyata seperti itu ya ners, jadi ternyata saya selama ini salah mengartikan maksud dan tujuan mereka. Tentunya saya tidak mau mengecewakan mereka, ners.
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil memberikan kata-kata positif yang membangun untuk klien
K : Memandang perawat dan memperhatikan dengan seksama
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin memberi solusi tentang masalah yang dihadapi klien
 Analisa berpusat pada klien
Klien mulai memahami apa yang dikatakan oleh perawat
 Rasional
Untuk memberikan motivasi dan solusi yang baik atas masalah yang dihadapi klien


10.
 Komunikasi Verbal
P : Iya mbak, jadi seperti itu. Mulai sekarang mbak harus lebih semangat ya mbak. Mbak harus mengingat tujuan awal mbak untuk kuliah. Saya yakin ada banyak orang yang ingin melihat mbak sukses di masa depan
K : Saya sekarang mengerti ners, saya akan mencoba untuk mengembalikan motivasi hidup dan motivasi belajar saya
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tersenyum dan memberikan kata-kata positif yang membangun untuk klien
K : Memandang perawat dan memperhatikan dengan seksama
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin memberi solusi tentang masalah yang dihadapi klien
 Analisa berpusat pada klien
Klien mulai memahami apa yang dikatakan oleh perawat
 Rasional
Untuk memberikan motivasi dan solusi yang baik atas masalah yang dihadapi klien

11.
 Komunikasi Verbal
P : Bagus mbak, saya juga siap untuk membantu mbak. Besok pada pukul 08.00 saya ingin mengobrol lagi disini dengan mbak, apakah bisa?
K : Terimakasih, ners. Iya bisa ners
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tersenyu,
K : Memandang perawat dan tersenyum
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin meyakinkan klien
 Analisa berpusat pada klien
Klien mulai memahami apa yang dikatakan oleh perawat
 Rasional
Untuk memberikan motivasi dan solusi yang baik atas masalah yang dihadapi klien

12.
 Komunikasi Verbal
P : Kalau boleh tau bagaimana perasaan mbak setelah berbincang-bincang dengan saya?
K : Saya sangat senang bisa menceritakan masalah saya dengam ners. Saya merasa plong mbak.
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tersenyum
K : Memandang perawat sambil tersenyum
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui perasaan klien setelah mengobrol
 Analisa berpusat pada klien
Klien puas dengan percakapannya hari ini
 Rasional
Sebagai evaluasi terhadap percakapan yang berlangsung hari ini


13.
 Komunikasi Verbal
P : Baik mbak, saya juga sengan bisa berbincang-bincang dengan mbak. Terimakasih atas waktunya, besok saya akan mengobrol lagi dengan mbak. Kalau begitu saya pamit dahulu ya mbak. Selamat pagi
K : Baik ners. Selamat pagi
 Komunikasi Non Verbal
P : Memandang klien sambil tersenyum
K : Memandang perawat sambil tersenyum
 Analisa berpusat pada perawat
Ingin menutup percakapan
 Analisa berpusat pada klien
Klien senang dapat berbincang dengan perawat
 Rasional
Untuk menutup percakapn yang telah dilakukan hari ini


"


43. Dyah Puddya Haningtyas

pada : 09 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) adalah suatu alat kerja yang dapat digunakan oleh perawat maupun mahasiswa untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Analisa Proses Interaksi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Serta menjadi dasar belajar atau alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan klien dan data bagi pembimbing untuk memberikan arahan. API juga dapat meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan dasar klien sehingga perawat dapat merencanakan dengan tepat tindakan keperawatan yang akan dilakukan.
Analisa Proses Interaksi (API) memiliki banyak komponen diantaranya adalah komunikasi verbal dan non verbal, analisa dan identifikasi perasaan perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa makna dan rasionali dari komunikasi, evaluasi terhadap efektifitas komunikasi dan rencana lanjutan tindakan keperawatan.
Pencatatan API sangatlah penting, karena pencatatan dari pencatatan dapat dilakukan analisa oleh tim kesehatan yang lain. Aspek yang perlu dicatat dalam API adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat dan klien.

Contoh :
a. Inisial Klien : Nn. B
b. Interaksi : II (Fase Kerja)
c. Lingkungan : suasana kamar Nn. B tenang, perawat duduk disamping tempat tidur klien. Nn. B sedang berbaring, pengaman tempat tidur klien terpasang.
d. Deskripsi Klien : penampilan Nn. B bersih dan rapi. Kaki kanan nya yang patah dibalut dengan perban, ekspresi Nn. B tampak sedih dan tatapan mata kosong, klien tampak gelisah dengan menarik-narik jari tangannya.
e. Tujuan : membina hubungan saling percaya antara perawat dan klien, serta klien mau terbuka tentang perasaannya.
f. Nama Perawat : Ns. T
g. Tanggal : 9 April 2017
h. Waktu: 08.00 – 08.30
i. Ruangan : Kenanga
* Komunikasi Verbal (Non Verbal)
P: Selamat pagi mbak B, saya ners T. Apa saya boleh duduk disini ? (menyentuh tangan klien sambil tersenyum)
K : (menatap perawat tanpa ekspresi wajah, menggangguk)
P: Bagaimana mbak kabarnya hari ini ?, sudah lebih baik atau belum ?
K: (menunduk dan tetap terdiam)
P: bagaimana mbak kakinya apa masih terasa sakit ?
K: (hanya menggeleng dan menunduk ke bawah)
P: Mbak B sarapannya kok belum di makan, apa mau saya suapi ? (tersenyum)
K: (hanya menggeleng)
P: Ada apa mbak ? Mbak B bisa cerita ke saya, saya disini siap mendengarkan cerita mbak. Tidak perlu takut sama saya. (menyentuh tangan klien dan tetap tersenyum)
K: saya sudah tidak berguna lagi (tiba-tiba menangis)
P: kenapa mbak B merasa seperti itu ? (memegang erat tangan klien)
K: saya Cuma punya ibu saya sus, ibu saya sudah sakit sakitan dan sekarang kaki saya patah. Saya anak yang tidak berguna lagi sus, saya hanya bisa menyusahkan ibu saya. (menangis dan memukul kakinya yang patah dengan tangan kirinya)
P: mbak b tidak boleh bilang seperti itu, mbak b bukan anak yang tidak berguna, pasti mbak B bisa melakukan sesuatu hal untuk membahagiakan ibu mbak B. walaupun dengan keterbatasan mbak B sekarang ini, mbak B bisa menyenangkan ibu mbak B dengan ikhlas dan terus berusaha. (tetap menggenggam tangan pasien sambil tersenyum)
K: saya ingin mati saja sus, saya ingin mati!, dari pada harus melihat ibu saya kesusahan merawat saya. (pasien berteriak dan menunjukkan ekspresi kecewa)
P: Mbak B tidak boleh putus asa, kalau mbak B tidak ada pasti ibu mbak B jadi semakin sedih karena kehilangan mbak B. Ibu mbak B pasti sangat sedih, nanti siapa yang menemani ibu mbak B di hari tua kalau mbak B tidak ada ? (memberi semangat klien dengan ekspresi wajah yang tenang )
K: saya tidak tau harus bagaimana sus, saya takut ibu saya semakin susah. (menangis)
P: mbak B jangan putus asa, mbak B harus semangat untuk ibu mbak B ya. Saya yakin mbak B pasti bisa membahagiakan ibu mbak B. (tersenyum )
K: menurut suster apa saya bisa membahagiakan ibu saya dengan keadaan seperti ini? (mulai tenang)
P: saya yakin mbak B pasti bisa, mbak B harus cepat sembuh dan mengikuti terapi agar mbak B bisa beradaptasi dengan kondisi mbak B. (tersenyum)
K: terimakasih ya sus, semoga saya bisa membahagiakan ibu saya (menunduk dan menghapus air matanya)
P: iya mbak B, semoga kesehatan mbak cepat pulih. Kalau mbak B membutuhkan bantuan bisa panggi kami ya mbak. (tersenyum )
K: (tersenyum)

*Analisa berfokus pada Perawat
- berusaha berkomunikasi dengan baik agar diterima oleh klien
- berusaha meyakinkan klien agar mau berbagi perasaan dengan perawat
- menunjukkan sikap simpati terhadap kondisi klien
- memberi semangat dengan menguatkan harapan klien

* Analisa berfokus pada Klien
- klien tampak sangat sedih dengan keadaannya
- klien mungkin berfikir perawat bukan teman untuk berbagi cerita
- klien merasa putus asa dengan kondisi yang dialami
- klien meraasa kehilangan harapan hidup
- klien mulai menerima kondisinya

* Evaluasi
- Komunikasi berjalan dengan baik walaupun awalnya pasien tampak ragu
- Pasien sudah mulai terbuka tentang perasaan yang dialami
- Pasien menerima masukan dari perawat
- Pasien mulai memiliki harapan hidup.

"


44. Abyan Shafly Nur F.

pada : 09 April 2017

"Analisa proses interaksi adalah satu metode yang secara umum digunakan untuk mengetahui interaksi yang terjadi saat perawat memberikan asuhan keperawatannya kepada semua klien dengan gangguan jiwa. Analisa proses interaksi memiliki tujuan yaitu:
1. Meningkatkan kemampuan mendengar dan berkomunikasi
2. Sebagai dasar pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengkaji kemampuannya dalam berkomunikasi kepada klien
3. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
4. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan
Analisa proses interaksi mempunyai beberapa komponen yaitu:
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
6. Rencana lanjutan tindakan keperawanan

Contoh API
Initial klien : Nn.S
Umur : 22 tahun
Lingkungan : Di ruang VIP KEUPULA , duduk berhadapan, suasana tenang
Beberapa klien lain sedang menonton TV dan ada yang duduk di teras
Deskripsi Klien : Klien mengenakan baju kotak-kotak warna biru, rambut dikepang,
tidak memakai sandal
Tujuan Interaksi : Klien dapat mengenal halusinasinya
Tgl/Jam : 3 April jam 09.00 – 09.15 WIB
Ruang : R. II (R. vip keupula)

Komunikasi verbal
P : Selamat pagi, mbak T?”
K : Pagi.
P : Mbak T masih ingat nama saya?” Apakah Mbak T sudah makan?”
K : Mas E. Sudah
P : Bagaimana khabar Mbak T hari ini ?”
K : Baik.
P : Sesuai dengan kontrak kita kemarin, hari ini kita akan membicarakan tentang suara-suara yang sering Mbak T dengar. Berapa lama kita akan berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit? Dimana tempat yang menurut Mbak T cocok untuk kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau di ruang tamu. Mbak T setuju?”
K : Ya
P : Coba sekarang Mbak T ceritakan suara-suara yang sering Mbak T dengar! Apa yang dikatakan oleh suara-suara itu? Apakah suara itu mengancam Mbak T atau menyuruh Mbak T melakukan sesuatu.”
K : Suara itu menyuruhnya yang baik-baik saja. Tidak boleh malas, tidak boleh tidur pagi sebelum jam 1 siang, rajin shalat, bersih-bersih , suara gurunya yang lucu
P : Apakah Mbak T mengenali suara itu ? Kalau Mbak T kenal suara siapa itu?
K : Tidak
P : Kapan saja suara itu muncul? Apakah pada saat mau tidur, bangun tidur atau pada saat Mbak T melamun?”
P : Berapa kali suara itu muncul dalam sehari?
K : Ya tidak tahu.
P : Apakah Mbak T merasa terganggu dengan suara-suara itu?”
K: Senang. Soalnya menyuruh yang bagus-bagus
P : Apa yang Mbak T lakukan jika suara-suara itu muncul?”
K : Ya dikerjakan
P : tidak terasa kita sudah berbincang-bincang lama. Saya senang sekali Mbak T mau berbincang-bincang dengan saya. Bagaimana perasaan Mbak T setelah kita berbincang-bincang?”
K : Ya senang sekali
P : Jadi seperti yang Mbak T katakan tadi, Mbak T mendengar suara-suara yang menyuruh Mbak T tidak boleh malas, yang rajin shalat, bersih-bersih. Suara itu muncul setiap waktu dan Mbak T merasa senang mendengar suara-suara itu
K : Ya
P : Nanti kalau suara-suara itu terdengar lagi, Mbak T panggil perawat supaya dibantu agar suara itu hilang
K : Ya
P : Bagaimana Mbak T kalau besok kita berbincang-bincang lagi tentang cara agar suara-suara itu tidak muncul lagi. Besok kita berbincang-bincang disini atau di tempat lain ? Jam berapa Mbak T bisa ? Bagaimana kalau jam 08.00? Mbak setuju?
K : Ya
P : Terima kasih Mbak T karena Mbak T sudah mau berincang-bincang dengan saya. Sampai ketemu besok pagi.”

Komunikasi non-verbal
P : Tersenyum dan menatap klien yang sedang duduk di teras
K : Menoleh dan tersenyum pada perawat
K : Klien menjawab salam
P : Menatap klien dengan tersenyum
P : Sambil menatap klien, tersenyum dan memegang pundak klien
K : Klien menatap perawat dan tersenyum
K : Klien menatap perawat, kontak mata lama dan tersenyum
P : Perawat menatap klien dengan tersenyum dan mengangguk
P : Menatap klien kemudian tersenyum
K : Menatap perawat, tersenyum
K : Klien menatap perawat, berbicara dengan nada jelas
P : Mendengarkan jawaban klien sambil tersenyum
P : Menatap mata klien, bicara dengan pelan dan nada jelas
K : Menatap perawat
K : Menatap perawat, berbicara dengan jelas
P : Mendengarkan jawaban klien sambil tersenyum
P : Menatap klien
K : Menatap perawat
K : Klien menatap perawat
P : Mendengarkan klien sambil menganggukan kepala
P : Menatap klien
K : Menatap perawat
K : Klien menatap perawat sambil menggelengkan kepala
P : Menatap klien
P : Menatap klien, bicara dengan nada jelas
K : Menatap perawat
K : Menatap perawat, nada suara jelas
P : Mendengarkan penjelasan klien
P : Menatap klien sambil memegang tangan klien
K : Menatap perawat
K : Klien menjawab sambil menatap perawat
P : mendengarkan jawaban klien
P : Menatap klien dan menunggu jawaban klien
K : Menatap perawat
K : Menatap perawat
P : Menatap klien
P : Menatap klien dan berbicara dengan pelan dan jelas
K : Menatap perawat
K : Menatap perawat
P : Menatap klien dan menganggukkan kepala
P : Menatap klien, bicara dengan pelan dan jelas
K : Mendengarkan dan menatap perawat
K : Menatap perawat dan tersenyum
P : Menatap klien, menunggu jawaban klien
P : Menatap klien bicara dengan nada jelas dan pelan
K : Menatap perawat
K : Menatap perawat
P :Tersenyum dan menunggu jawaban klie
P : Menatap klien
K : Menatap perawat
K : Menatap perawat sambil menganggukkan kepala
P : Menatap klien dan tersenyum
P : Menatap klien, memegang tangan klien
K : Menatap perawat
K : Menatap perawat dan menganggukkan kepala
P : Menatap klien dan tersenyum pada klien
P : Menatap klien dan menjabat tangan klien
K : Membalas jabatan tangan perawat sambil menatap perawat

Analisa berpusat pada perawat
• Mengharap klien mau menjawab salam perawat dengan perawat
• Perawat menghargai klien
• Perawat berharap klien mengingat namanya
• Memberi reinforcement atas kemampuan klien mengingat nama perawat
• Memberikan perasaan nyaman pada klien
• Meyakinkan klien bahwa jawaban klien sangat dibutuhkan perawat
• Menunjukkan perhatian pada klien dan berharap peertanyaan perawat diterima dengan jelas oleh klien
• Meyakinkan bahwa jawaban klien sangat dibutuhkan
• Meminta persetujuan klien
• Meyakinkan klien bahwa jawaban yang diberikan sangat dibutuhkan oleh perawat
• Menunjukkan perhatian pada klien
• Berusah memberikan pertanyaan yang jelas pada klien
• Menunjukkan perhatian pada klien
• Mempertahankan kontak dengan klien
• Menghargai klien
• Meyakinkan klien bahwa jawabannnya sangat dibutuhkan oleh perawa
• Menunjukkan perhatian pada klien
• Pertanyaan yang disampaikan akan lebih mudah diterima oleh klien
• Menghargai jawaban klien
• Berharap diterima klien dengan jelas
• Meyakinkan klien bahwa jawabannya diharapkan oleh perawat
• Berusaha penjelasan yang diberikan bisa diterima oleh klien dengan jelas
• Menghargai klien
• Meyakinkan klien dan nempertahankan kontak
• Menghargai klien
• Memberikan perhatian pada klien
• Menunjukkan perhatian pada klien
• Berusaha mengakhiri interaksi dengan bersahabat

Analisa berpusat pada klien
• Klien menyadari kehadiran perawat
• Klien mengawali percakapan dengan membalas salam perawat
• Klien berusaha mengingat nama perawat
• Klien menanggapi kehadiran perawat dengan baik
• Memperhatikan pertanyaan perawat
• Klien meyakinkan perawat bahwa jawaban yang disampaikan sesuai dengan kenyataan
• Menunjukkan adanya perhatian terhadap pertanyaan yang diajukan oleh perawat
• Meyakinkan perawat atas jawaban yang dipilih klien
• Memperhatikan pertanyaan perawat
• Klien meyakinkan perawat bahwa jawaban yang diberikan sesuai kenyataan
• Menunjukkan perhatian pada pertanyaan perawat
• Berusaha meyakinkan perawat
• Memperhatikan pertanyaan perawat
• Berusaha meyakinkan perawat
• Mendengarkan pertanyaan perawat
• Klien berusaha meyakinkan perawat
• Mendengarkan pertanyaan perawat
• Meyakinkan perawat
• Klien memperhatikan pertanyaan perawat
• Klien meyakinkan perawat atas jawaban yang diberikan
• Memperhatikan perawat
• Menunjukkan bahwa klin senang berinteraksi dengan perawat
• Memperhatikan penjelasan perawat
• Meyakinkan perawat
• Memperhatikan apa yang dibicarakan oleh perawat
• Meyakinkan perawat
• Memperhatikan pertanyaan yang diajukan oleh perawat
• Klien meyakinkan perawat bahwa dia setuju
• Menghargai tindakan perawat

Rasional
• Dengan mengucapkan salam diharapkan klien mau berinteraksi dengan perawat
• Klien mau menjawab salam perawat menunjukkan klien mau berinteraksi dengan perawat.
• Menstimulasi klien terhadap ingatan dan perhatiannya kepada perawat
• Klien masih mengenal perawat menandakan perhatian dan kesediannya menerima hubungan
• Dengan menanyakan khabar klien diharapkan klien akan merasa diperhatikan oleh perawat
• Klien mengungkapkan perasaannya dengan senang hati
• Menawarkan pilihan pada klien akan membuat klien merasa dihargai oleh perawat
• Klien memberikan persetujuan pada perawat
• Perawat mengklariikasi masalah yang dialami oleh klien
• Klien berusaha mejelaskan suara-suara yang didengar pada perawat
• Perawat mencoba menggali masalah yang dialami oleh klien
• Klien memberikan jawaban pada perawat
• Memberikan alternatif jawaban pada klien
• Memberikan jawaban yang jelas pada perawat
• Mencoba mengklarifikasi jawaban klien
• Klien berusaha memberikan jawaban yang sebenarnya
• Perawat berusaha mengetahui perasaan klien sehubungan dengan suara-suara yang klien dengar
• Klien mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya dan meyakinkan perawat
• Perawat berusaha mengetahui yang klien lakukan jika suara –suara muncul
• Meyakinkan perawat kejadian yang dialami
• Pertanyaan terbuka akan membuat klien lebih bebas untuk mengungkapkan perasaannya dan merasa lebih dihargai
• Klien mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya dan berharap klien percaya padanya
• Perawat mengklarifikasi dari apa yang sudah diungkapkan oleh klien
• Jawaban singkat klien meyakinkan perawat
• Berusaha membantu klien dengan memberikan pilihan yang harus dilakukan oleh klien
• Klien memberikan jawaban singkat yang meyakinkan perawat
• Memberikan kebebasan pada klien untuk memilih dengan memberikan alternatif jawaban akan membuat klien merasa dihargai oleh perawat
• Menunjukkan bahwa klien menyetujui untuk interaksi lagi dengan perawat
• Ucapan terima kasih setelah berinteraksi akan semakin meningkatkan kepercayaan klien pada perawat"


45. Gita Kurnia W

pada : 09 April 2017

"Analisa Proses Interaksi atau yang biasa disingkat sebagai API, merupakan pencatatan atau pelaporan hasil interaksi perawat dengan klien.
API ini berfungsi sebagai alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan.
Catatan verbal dapat berupa video, recorder, catatan garis besar, maupun catatan interaksi.

Contoh study kasus nomor 1(Halusinasi) :
Nama mahasiswa : Gita
Tanggal : 9 April 2017
Jam : 15.00 – 15.20 WIB
Ruang : Anggrek
Initial klien : Nyonya A
Status interaksi perawat – klien : pertemuan ke-1 (perkenalan)
Lingkungan : tenang, klien duduk di kursi sambil menatap sudut kanan ruangan dekat almari.
Deskripsi klien : klien terlihat rapi, bersih, dan bau tubuh klien harum.
Tujuan : setelah intervensi keperawatan diharapkan klien dan perawat dapat membina hubungan saling percaya.
1. Komunikasi verbal
Perawat : Selamat pagi, Bu.
Komunikasi non-verbal
Perawat memasuki kamar klien, tersenyum sambil menghampiri klien.
Analisa berpusat pada perawat
Perawat bersemangat saat akan memulai interaksi.

2. Komunikasi verbal
Klien : Selamat pagi.
Komunikasi non-verbal
Klien tertegun sebentar, masih dengan keadaan semula, kemudian perlahan menatap perawat dan menjawab salam.
Analisa berpusat pada klien
Klien merasa sedikit ragu. Akan tetapi, klien mau menjawab salam dari perawat.

3. Komunikasi verbal
Perawat : Ibu, perkenalkan saya Ners Gita. Saya mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang sementara praktik disini selama 1 bulan. Kalau boleh tau nama Ibu siapa?
Komunikasi non-verbal
Perawat tetap tersenyum, duduk di samping klien, menjulurkan tangan untuk berkenalan.
Analisa berpusat pada perawat
Perawat berharap utnuk memperoleh respon positif dari klien.

4. Komunikasi verbal
Klien : nama saya Ana.
Komunikasi non-verbal
Klien menatap perawat, tersenyum kemudian menjabat tangan perawat.
Analisa berpusat pada klien
Klien mau memberikan respon positif terhadap perkenalan.

5. Komunikasi verbal
Klien : ayo nak sini kenalan sama perawatnya mama.
Komunikasi non-verbal
Klien menatap sudut kanan ruangan dekat almari sambil melambaikan tangan.
Analisa berpusat pada klien
Klien nampak sedang mengajak seseorang.

6. Komunikasi verbal
Perawat : siapa dia Bu?
Komunikasi non-verbal
Perawat secara spontan menoleh ke arah klien sesaat kemudian menatap sudut kanan ruangan.
Analisa berpusat pada perawat
Perawat nampak sedikit terkejut terhadap apa yang telah dikatakan dan dilakukan oleh klien. Namun perawat mencoba mengontrol diri untuk tidak menampakkan keterkejutannya.

7. Komunikasi verbal
Klien : anak saya mbak, namanya Nino.
Komunikasi non-verbal
Klien menatap perawat, kemudian tersenyum.
Analisa berpusat pada klien
Klien mau merespon pertanyaan dari perawat.

Rasional : perkenalan dapat menjadi langkah intervensi keperawatan awal untuk membangun rasa percaya antara klien dengan perawat. Perkenalan juga mampu menjadi sarana dalam mengumpulkan data awal bagi perawat untuk menentukan intervensi selanjutnya.
Kesan perawat : perawat menganalisa bahwa tujuan pertemuan pertama dengan klien dapat tercapai, yaitu tercapainya rasa saling percaya antara klien dengan perawat. Hal ini dapat diketahui dari respon positif klien dengan bersedia menjawab pertanyaan perawat. Hasil interaksi pertama dengan klien menunjukkan bahwa klien perlu penanganan untuk mengembalikan kesadaran akan halusinasinya."


46. HOMSIYAH

pada : 09 April 2017

""Analisa proses interaksi merupakan suatu metode yang digunakan oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien dalam diagnosa keperawatan apapun. Tujuannya adalah untuk membangun komunikasi yang baik antara klien dan perawat, membantu merencanakan intervensi keperawatan, dan memaksimalkan intervensi keperawatan yang dilakukan.

Contoh :
Inisial Klien : Ny. S
Usia : 25 tahun
Pukul : 10.00
Status Interaksi: Pertemuan ke-1
Lingkungan :
Kondisi lingkungan di sekitar klien tidak terlalu ramai dan mengganggu.
Posisi interaksi perawat dan klien yaitu klien berada di tempat tidur sedangkan perawat duduk di samping tempat tidur klien dan menghadap klien
Deskripsi klien :
Klien meunjukkan wajah yang lemas, terdapat raut mukanya eserta mata yang leam. Baju klien terlihat kusut berantakan namun masih terlihat bersih.
Tujuan : klien mampu meningkatkan harga dirinya dan mampu mengontrol rasa cemasnya dan perasaan yang membuat dirinya merasa tidak berguna dan tidak dihargai.
Perawat : Ners SISI
Masalah keperawatan : Harga Diri Rendah
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisa berfokus pada perawat Analisa berfokus pada klien Rasional

Berikut contoh percakapan :
Komunikasi verbal :
P : Selamat pagi mbak, mohon maaf, dengan mbak siapa?
K : Nn. S. (tidak menjawab salam).
P : Perkenalkan nama saya ners sisi dari fakultas keperawatan Universitas Airlangga.
Komunikasi non verbal :
P : Tersenyum saat memandang klien
K : Biasa saja, tidak tersenyum.
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat ingin memberikan kesan yang baik saat bertemu dengan klien dan membuka percakapan
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan respon negative saat diajak komunikasi dengan perawat, da nada yang tidak dijawa oleh pasien.
Rasional :
Ucapan selamat pagi, atau sapaan apapun, menujukkan rasa ramah dan menghargai antara sesama.

Komunikasi Verbal :
P : Bagaimana mak kaarnya? Sudah baikkan?.
K : Baik Ners
Komunikasi Non Verbal :
P : Perawat terus tersenyum, dengan menggunakan intonasi yang baik dan lembut
K : Klien nampak tidak senang, tidak menunjukkan rasa ramah
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa canggung karena sepertinya kehadirannya tidak diharapkan oleh klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien merespon dengan singkat pertanyaan perawat
Rasional :
Bertanya kabar menunjukkan sikap peduli. Sedangkan memperkenalkan diri menunjukkan rasa ingin mengenal dan akrab dengan orang yang diajak berbicara.

Komunikasi Verbal :
P : apa yang mbak rasakan selama mbak dirawat disini?
K : pusing dan gelisah Ners saya sendirian disini.
P :kenapa mbak merasa sendiri disini kan banyak orang?
K : gak ada yang mau berteman denganku.
Komunikasi Non Verbal :
P : Masih tersenyum dan memandang klien
K :klien sedih, mulai memandang perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha ramah agar klien mau menceritakan masalah yang dialaminya
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien merasa sedih, dan mulai bercerita
Rasional :
Untuk menggali semua apa yang dirasakan oleh klien

Komunikasi Verbal :
P : Mbak kenapa kok merasa putus asa? Karena masalah teman-teman di kampus?
K : Saya juga bingung Ners
Komunikasi Non Verbal :
P : Perawat memandang klien
K : Ekspresi klien bingung, memandang ke arah depan
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat masih berusaha untuk menggali perasaan klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai mencoba untuk terbuka kepada perawat
Rasional :
Untuk menggali semua apa yang dirasakan oleh klien

Komunikasi Verbal :
P : Apa yang membuat mbak merasa tidak mempunyai teman?
K : Semua orang itu sama saja mbak gak ada yang baik, hanya memanfaatkan saja, saya dulu pernah dihianati teman saya makanya saya tidak mau erteman dengan siapapun.
Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien dengan rasa empati
K : Pandangan klien mulai berfokus pada perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mendengarkan klien dengan baik dengan empati
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai terbuka dengan perawat
Rasional :
Menjadi pendengar yang baik, sehingga pasien merasa tenang dan nyaman dan merasa mempunyai teman yang dapat mengerti dirinya.

Komunikasi Verbal :
P : jangan sedih, masih banyak orang yang perduli sama kamu keluargamu saudaramu juga banyak yang perduli sama kamu, jadi jangan pernah merasa sendiri, mungkin teman kamu itu ukan teman yang baik buat kamu.
K : hmmm,, iya juga ya Ners
Komunikasi Non Verbal :
P : Tersenyum, pandangan fokus pada klien, dan mulai memberi nasehat
K : Memandang perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha memberikan solusi
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mencoba untuk menerima ucapan perawat
Rasional :
pasien merasa lebih menerima terhadap apa yang telah terjadi dan mulai erfikiran positif.

Komunikasi Verbal :
P : Bagaimana apa kamu masih merasa putus asa?
K : jadi sebenarnya ini semua sudah adalah cobaan untukku, dan juga mungkin masih banyak orang baik yang mau erteman dengan ku dengan ikhlas.
Komunikasi Non Verbal :
P : Tersenyum, memandang klien
K : Tersenyum memandang perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mengevaluasi perasaan klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien semakin antusias dan terbuka kepada perawat dan merasa lebih lega dan mulai senang
Rasional :
Kemampuan klien untuk bertanya mengenai solusi menunjukkan perkembangan diri klien yang lebih baik

Komunikasi Verbal :
P : iya benar, masih banyak orang baik, keluargamu saudaramu, terus semangat yak arena tidak ada masalah yang diberikan tuhan kepada hambanya melampaui batas kemampuan hanbanya
K : Iya Ners, makasi ya
Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien dengan tersenyum
K : mendengarkan sambli tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat memberikan nasehat dan arahan pemikiran yang baik
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien memberikan umpan balik positif pada perawat
Rasional :
Nasehat yang baik serta dikemalikan kepada tuhanya akan membuat klie lebih senang dan berfikiran positif dengan perasaan yang lega.

Komunikasi Verbal :
P : iklah , kalau ada apan-apa lagi, mbak bisa panggil saya atau perawat yang bertugas disini. Sekarang mbak bisa istirahat
K : Iya ners, terima kasih banyak
Komunikasi Non Verbal :
P : Tersenyum kepada klien. Merapikan tempat tidur klien
K : Tersenyum kepada perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha meyakinkan klien bahwa banyak orang yang mau mendengarkannya dan masih banyak yang perduli padanya.
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien terlihat sangat ahagia dan semangat
Rasional :
Menyatakan kehadiran membuat klien merasa ada yang menghargai dan mendengarkan

Komunikasi Verbal :
P : Saya tinggal dulu ya mbak
K : Iya
Komunikasi Non Verbal :
P : Tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal
K : Tersenyum kepada perawat dan mengganggukkan kepala
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa puas dan senang dengan respon klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien terlihat lebih baik dari sebelumnya
Rasional :
Tahap akhir merupakan tahap dimana sikap klien jauh lebih baik dan berusaha melupakan hal buruk yang telah terjadi kepada dirinya, dengan dikemalikan kepada apa yang telah diyakininya yaitu agamanya.

"


47. Agi Putri Alfiyanti

pada : 09 April 2017

"Analisa proses interaksi adalah metode atau kegiatan perawat untuk memahami tentang interaksi yang terjalin antara perawat dan klien (pasien). Diperlukan analisa proses interaksi adalah tidak lain agar perawat mengerti apa yang terjadi pada klien melalui interaksi secara verbal maupun pola perilaku klien. Tujuan khusus dari analisa proses interaksi untuk perawat adalah agar perawat dapat menjalin komunikasi yang baik dan harmonis dengan klien, sehingga mempermudah perencaan intervensi dan evaluasi keperawatan yang akan dilakukan.
Robert Bales (1950) menyusun teori yang menjelaskan mengenai analisis proses interkasi (interaction process analysis) yang saat ini sudah menjadi salah satu karya klasik teori komunikasi. Bales menyatakan terdapat 12 jenis pesan dalam komunikasi kelompok yang dapat disederhanakan menjadi empat pesan, yang terdiri atas: tindakan positif, upaya jawaban, pertanyaan dan tindakan. Jenis – jenis perilaku bersifat berpasangan, dan setiap pasangan perilaku memiliki wilayah masalah tertentu bagi kelompok yang bersangkutan. Misalnya “memberikan informasi” dipasangakan dengan “meminta informasi”, “memberikan pendapat” dipasangakan dengan “meminta pendapat”, dan “memberikan saran” dipasangkan dengan “meminta saran”.
Seperti halnya seorang perawat yang sedang berkomunikasi kepada klien, saat klien membutuhkan informasi dan saran maka seorang perawat akan bertindak sebagai pemberi informasi dan saran.
Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan
• Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien.
• Ada 3 macam catatan :
- Catatan perkembangan (proses keperawatan)
- Catatan hubungan perawat-klien
- Catatan resume
• Catatan hubungan P-K adalah interaksi yang terjadi selama perawat berhubung individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan.
• Catatan hubungan P-K secara verbal dapat berupa :
- Video tape; tape recording
- Catatan secara garis besar
- Catatan interaksi

Contoh API
Initial klien : Nn.D
Tujuan interaksi :
a) SP 1 (Percakapan untuk melindungi pasien dari isyarat bunuh diri)
b) SP 2 (Percakapan untuk meningkatkan harga diri pasien isyarat bunuh diri)
Usia : 17 Tahun
Waktu interaksi : 09.00 WIB
Interaksi ke : 1 (9 April 2017)
Ruang : Anggrek
No. RM : 1003754
Lingkungan : Di Halaman Rs dengan keadaan Nyaman, tenang, dan santai.
Diskripsi klien : Klien mengenakan baju dan Celana bersih, rambut rapi, tidak memakai sandal dan klien duduk di halaman Rs.


KOMUNIKASI VERBAL
P: Assalamu’alaikum Mbak, perkenalkan saya perawat yuni, mahasiswi stikes dr Soebandi, dengan mbak siapa ?
K: Waalaikumsalam. Nn.D
P: Bagaimana perasaan mbak hari ini? Saya akan selalu menemani mbak disini selama 20 menit. Bagaimana D?
K: Saya baik mbak, iya
P: Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang apa yang mbak rasakan selama ini? saya siap mendengarkan sesuatu yang ingin mbak sampaikan.Bagaimana kalau kita lakukan disini saja?
K: Iya mbak.
P: Bagaimana perasaanD setelah bencana itu terjadi? Apakah dengan bencana tersebut Dmerasa paling menderita di dunia ini? Apakah Dkehilangan kepercayaan diri?
K: saya merasa segala sesuatu akan lebih baik jika tanpa saya. Saya adalah orang yang selalu membawa musibah sudah sepantasnya saya pergi jauh dari sini.
P: Apakah D merasa tidak berharga dan lebih rendah dari pada orang lain? Apakah D sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi?
K: Ia benar mbak,saya semenjak kejadian itu,saya tidak bisa berkosentrasi dan selalu ingat dan ingat kejadian itu,saya takut musibah itu terulang lagi karena saya.
P: Apakah D berniat untuk menyakiti diri sendiri seperti ingin bunuh diri atau berharapD mati? Apakah Dmencoba untuk bunuh diri? Apa sebabnya?
K: Ia mbak dari pada saya merugikan banyak orang, arah fikiran saya lebih baik saya mati saja mbak. Lalu saya mencoba melakukannya mbak karena saya tidak kuat menanggung musibah itu sendiri.waktu saya mau melakukan bunuh diri itu ada ibu saya yang mengetahui. Sampai akhirnya saya dibawa ksini.
P: Setelah beberapa hari disini, Apakah yang akan D lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul?
K: Saya mencoba untuk mencari perawat yang ada disini untuk membantu saya agar tidak melakukannya lagi.
P: Ya, bagus sekali. Dharus memaggil perawat yang bertugas di tempat ini untuk membantu D. Saya percaya D dapat melakukannya
K: Ia mbak.
P: Bagaimana perasaanD setelah kita bincang – bincang selama ini ?
K: Senang mbak.
P: D, untuk pertemuan selanjutnya kita membicarakan tentang cara mensyukuri hidup. Bagaimana D?
Jam berapa D bersedia bercakap-cakap lagi? mau berapa lama?
K: Ia mbak,
Terserah mbak aja.
P: D, mau dimana tempatnya?
K: di sini saja mbak.
P: Baiklah D, kita akan ketemu lagi jam 09.00, di halaman ini, kita akan terapkan cara hidup bersyukur dengan baik.
Sampai bertemu lagi...
K: Ia mbak, terimakasih.

KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Memandang D dan tersenyum.
K: pandangan tidak fokus dan tersenyum.
P: memandang D dan tersenyum.
K: pandangan mata waspada mengarah ke belakang.
P:Memandang dan tersenyum
K: Pandangan tidak focus terhadap perawat yang bertanya
P: memandang D
K: menatap perawat dan terlihat sedang berpikir.
P: memandang D
K : Mengingat-ingat kejadian yang telah terjadi, penuh kekwatiran, memandang perawat, dan sesekali memandang ke arah kanan dengan tatapan mata tajam.
P: memandang D
K: memandang perawat dan tampak berpikir.
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian.
K : Suara klien terdengar pelan dan memandang perawat dengan serius.
P: Memandang D dengan pandangan menghargai dan tersenyum.
K: Menunduk
P : Suara jelas, tetap tersenyum, sikap terbuka
K : Memandang perawat, wajah tampak lebih rileks
P : Mendengarkan penjelasan dari klien dengan serius
K : Menjawab dengan suara yang jelas dan kemudian terdiam.
P : Memperhatikan klien,
K : Mendengarkan kata-kata perawat dengan serius dan menjawab dengan suara jelas
P: memandang D dan berbicara dengan sopan.
K: menganggukkan kepala

ANALISIS BERPUSAT PADA KLIEN
• P : Ingin membuka percakapan dengan klien
• P : merasa senang karena D memberikan respon positif terhadap percakapan
• P: Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
• P: Ingin mengetahui keadaan D saat ini.
• P: Perawat mencoba menggali lebih dalam tentang masalah klien
• P: Perawat berusaha mendengar ungkapan klien
• P: Perawat berusaha menyimak kembali cerita klien
• P: Perawat berusaha memberi reinforcement (+) dan menggali permasalahan klien
• P: Perawat mengevaluasi perasaan klien
• P: Perawat membuat kontrak pertemuan dan menentukan topik pembicaraan
• P: Perawat merasa senang atas kemampuan klien menyepkati kontrak dan menetukan pilihan waktu dan tempat
• P: Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien

ANALISIS BERPUSAT PADA PERAWAT
• K : memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat.
• K: Klien mendengarkan pertanyaan perawat dengan serius
• K: Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
• K: Klien tampak ingin menceritakan Masalahnya dengan perawat
• K: Klien mencoba memahami pertanyaan perawat
• K: Klien tampak tegas mengambil kesimpulan tentang kejadiannya
• K: Klien tampak lebih bersemangat menceritakan rencananya kepada perawat
• K: Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang menjadi rencananya

• K: Klien terlihat antusias menyimak pertanyaan perawat
• K: Klien terlihat setuju dengan kontrak yang ditawarkan perawat
• K: Klien mencoba memahami perawat
• K: Klien tampak senang karena perawat membantunya dalam mengatasi masalahnya

RASIONAL
• Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.
• Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka, memberi kesempatan klien mengeksplorasikan apa yang dirasakan klien
• Untuk mendapatkan persetujuan dari pasien.
• Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
• Mengeksplorasi permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
• Mengetahui keadaan pasien sekarang menurut sudut pandang pasien
• Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik
• Reinforcement (+) meningkatkan harga diri klien, teknik eksplorasi dengan memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien.
• Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan
• menyepakati kontrak merupakan bentuk penghargaan kepada klien, hal ini dapat meningkatkan harga diri klien dan memotivasi klien mempertahankan perilaku baru
• Kemampuan klien menentukan tempat dan waktu interaksi menunjukkan kemampuan klien dalam penilaian dan pengambilan keputusan sederhana
• Terminasi adalah saat untuk mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai"


48. Dewi Ayu Kumalasari

pada : 09 April 2017

"Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.
Analisa proses interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Tujuan dari API ini sendiri adalah selain untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi tetapi juga memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien. Salah satu komponen dari API yakni berupa komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien .

Contoh :
Inisial Klien : Nn. X
Usia : 19 tahun
Pukul : 08.00
Status Interaksi : Pertemuan ke-1
Lingkungan :
Kondisi lingkungan disekitar klien tidak ramai. Posisi klien berada berhadapan dengan perawat. Klien dan perawat sama-sama duduk di kursi kamar rumah sakit.
Deskripsi Klien :
Klien terlihat melamun dan menunjukkan raut wajah acuh tak acuh dan malas menanggapi pertanyaan.

Percakapan :
Day I
P: Selamat pagi ibu (dengan senyuman tulus)
Ny.X: (memalingkan wajah)
Analisa berpusat pada perawat: Pembukaan percakapan dilakukan perawat dengan memberikan energi positif berupa senyuman
Analisa berpusat pada klien: Memberikan tanggapan dengan berpaling dan tak menjawab perawat
Rasional: Sapaan yang dilakukan dengan senyuman oleh perawat menunjukkan pemberian energi positif untuk klien pada permulaan percakapan

(Komunikasi Verbal)
P: Bagaimana ibu kabarnya hari ini? (tetap dengan senyuman seperti biasanya)
Ny.X: Baik (nada singkat, padat dan jelas)
P: Pagi ini sudah sarapan bu?
Ny.X: hmm
Analisa berpusat pada perawat: perawat tetap berusaha mentransfer energi positif dan tetap mencoba melakukan pendekatan pada klien
Analisa berpusat pada klien: klien mulai memberikan tanggapan verbal kepada perawat
Rasional: Dengan rasa tulus dan berusaha tetap memberikan energy positif serta tetap teguh melakukan pendekatan, klien mulai terbuka berkomunikasi dengan perawat.

P: Ibu.. coba ibu saya ingin bercakap dengan menatap wajah cantik ibu (sambil tersenyum dan mendinginkan suasana)
Ny.X: Iya iya ini wajah saya, memang kenapa
P: Naah.. begitukan ibu jadi terlihat lebih cantik..
Analisa berpusat pada perawat: perawat mulai memberikan pujian sedikit demi sedikit untuk klien
Analisa berpusat pada klien: klien mulai menanggapi perawat dengan kata-kata yang lebih panjang
Rasional : dengan tetap sabar dan memberikan pujian sedikit demi sedikit klien mulai menunjukkan interaksi yang lebih terbuka dari sebelumnya
P: Bagaimana ibu hari ini? Hari ini langitnya cerah bukan? Apa ibu tidak ingin berjalan-jalan di halaman taman depan?
Ny.X: hmm..boleh saja asal ada yang menemani aja (memandang ke atas sambil malu dan ekspresi sangat datar)
Analisa berpusat pada perawat: perawat mulai memberikan penawaran agar klien semakin menunjukkan interaksi yang lebih baik dibanding sebelumnya dengan mengajak berjalan-jalan disekitar taman
Analisa berpusat pada klien: klien menunjukkan keinginan yang sebenarnya bahwa ia ingin melakukan aktivitas akan tetapi itu dilakuakn klien masih dengan perasaan malu-malu
Rasional : dengan tetap memberikan tanggapan terus menerus yang positif dan beranjak mulai memberikan ajakan melakukan aktivitas yang ringan dan bersifat menyegarkan pikiran klien, klien mulai memberikan respon interaksi melalui sebuah tindakan
P: Ibu, dicuaca yang seperti ini sepertinya menikmati cuaca taman cocok sambil menikmati minuman isotonic. Ini ibu saya punya 2 minuman satu untuk ibu dan satu untuk saya..
Ny.X: hm (sambil melirik perawat)
P: Ini untuk ibu..diminum ya bu.. (menyodorkan minuman ke pangkuan Ny.X)
Ny.X: menganggukkan kepala dan menerima minuman isotonic tsb
Analisa berpusat pada perawat: perawat terus melakukan pendekatan dengan perhatian lebih dan tetap mengajak berinteraksi dengan energy positif
Analisa berpusat pada klien: klien tampak masih malu-malu akan tetapi menunjukkan ketertarikan akan perhatian perawat
Rasional : dengan perhatian dan energy positif yang terus diberikan perawat, klien menerima pemberian perawat walaupun dengan rasa masih malu-malu

Day II
P: ibuk, ini saya bawain sarapan pagi buat ibuk. Ayo ibu harus makan biar makin sehat, yah?
Ny.X : Iya.. taruh disitu saja..terimakasih ya sus. (sambil melihat wajah perawat)
P: nah..begitu dong ibu.. TOP deh kalau ibu seperti itu setiap hari.. ayo ibu fighting (semangat)
Ny.X: Siap. OK sus (sambil memberikan senyuman tipis kepada perawat)
P: baik ibu.. saya sangat senang dan mensupport ibu .. semoga besok semakin semangat dalam beraktivitas ya ibu
Ny.X: Iya sus terimakasih..
Analisa berpusat pada perawat : perawat keesokan harinya seperti biasa memberikan energy positif dengan berupa senyum dan perhatian pada klien
Analisa berpusat pada klien: klien memberikan tanggapan atau respon yang postif yakni dengan jawaban dan raut wajah yang senang atas apa yang dilakukan perawat
Rasional : dengan perhatian dan energy positif yang sedikit demi sedikit selalu diberikan oleh perawat, sikap menarik diri yang dilakukan klien selama ini mulai perlahan terobati dengan penangan perawat yang sabar dan tulus.



"


49. Ima Matul Khoiriyah

pada : 09 April 2017

"A. Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan pasien. Hasil analisa proses interaksi ini memberikan dampak positif terhadap proses keperawatan karena dapat meningkatkan peran perawat untuk berkomunikasi, melakukan pendekatan terhadap klien, mengidentifikasi kebutuhan klien, serta mengevaluasi efektifitas proses keperawatan yang telah dilaksanakan.

Analisa Proses Interaksi (API)
1.Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan timkesehatan
2.Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilakudan hubungan interpersonal perawat-klien.
Ada 3 macam catatan :
- Catatan perkembangan (proses keperawatan)
- Catatan hubungan perawat-klien
- Catatan resume
3.Catatan hubungan P dan K adalah interaksi yang terjadi selama perawat berhubungindividual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan.
4.Catatan hubungan P-K secara verbal dapat berupa :
- Video tape; tape recording
- Catatan secara garis besar
- Catatan interaksi
5.Analisa proses interaksi merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untukmemahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.

B. Percakapan API

Nama klien : Tn. N
Usia : 30 th
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
Waktu : Pukul 15.00-15.20 WIB (15 Menit)
Tempat : Taman RS Akbar
Lingkungan : Di tempat duduk berhadapan dengan perawat, suasana tenang.
Deskripsi pasien : Klien mengenakan baju kumuh dan celana hijau kekuning-kuningan, rambut tidak rapi dan bau tidak sedap,tidak memakai sandal.
Tujuan komunikasi : Agar defisit perawatan diri klien teratasi

- Komunikasi Verbal
P : Selamat siang pak, perkenalkan saya Ners Riya. Ini dengan bapak siapa?
K : Selamat siang mbak. Panggil saja Tn.N
P : Boleh saya duduk di sini dan cerita-cerita dengan bapak ± 15 menit
K : iya silahkan duduk mbak
- Komunikasi non verbal
P : Duduk berhadapan, mengulurkan tangan, tersenyum, badan agak membungkuk ke depan.
K : Melihat ke arah perawat dan mengulurkan tangan.
P : Suara jelas, tetap tersenyum, mempertahankan sikap terbuka, memandang klien dengan bersahabat
K : Memandang perawat dengan wajah serius
- Analisa berpusat pada perawat
a.Perawat memulai percakapan dengan sikap terbuka dan menjaga posisi tubuh dengan terapeutik
b.Perawat mencoba untuk membuka diri dan mencoba menggali identitas klien

- Komunikasi Verbal
P :Bagaimana pak perasaannya pagi ini, kelihatannya bapak nampak lesu, Apa bapak sudah mandi ?
K : Belum, nanti saja
P : loh mengapa kok belum mandi pak?
K : Belum ingin mandi mbak
P : Sebaiknya bapak segera mandi agar badannya terasa segar.
K : iya, nanti saja
P : Alangkah baiknya bapak mandi terlebih dahulu agar dapat bisa kembali aktifitas dengan nyaman
K : (Diam)
P : Baik pak, terima kasih sudah mau cerita dengan saya. Bagaimana kalau nanti selesai bapak mandi kita bercerita-cerita lagi?
K : iya mbak
P : Baiklah kalau begitu, saya pergi dulu ya pak. Selamat siang.
K : Siang
- Komunikasi non verbal
P : Kontak mata, bicara santai tapi jelas.
K : Memandang ke arah P kemudian pandangan ke tempat lain.
P : Menatap ke arah K, nada bersahabat tidak menuduh atau menghakimi.
K : Bicara pelan dan pandangan kearah lain
P : Bicara jelas, sikap terbuka dan tersenyum
K : Menunduk dan meludah.
P : Bicara santai tapi jelas.
K : Tampak berpikir sambil menunduk.
P : Kontak mata tetap.
K : mengangguk
P : Tersenyum dan mengulurkan jabat tangan
K : Menoleh dan berjabat tangan dengan P
- Analisa berpusat pada perawat
a.Berusaha mengetahui keadaan hari ini , dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi klien saat ini.
b.Bersikap persuasif agar klien dapat bekerja sama menjalankan kontrak sebelumnya.
c.Memberikan penguatan dengan harapan K terus mau cerita.
"


50. Zulfia Rahmih

pada : 09 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Analisa proses interaksi ini diperlukan untuk meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat dan membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan. Dalam analisa proses interaksi harus terdapat beberapa komponen penting antara lain: komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa makna dan rasional dari komunikasi, kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4, dan rencana lanjutan tindakan keperawatan.

Percakapan Semu antara Perawat dan Klien


Nama Mahasiswa : Zulfia Rahmih
Tanggal : 09 April 2017
Tempat : Ruang Kasuari Rumah Sakit Jiwa Sumber Porong Lawang Jawa Timur
Inisial Klien : Tn. W
Interaksi ke : I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Di Kamar RSJ Lawang, berhadapan dengan klien, suasana kondusif
Deskripsi Klien : Penampilan sangat rapi, selalu memakai dasi dan peci.
Tujuan Komunikasi : Terjalin hubungan saling percaya antara perawat dan klien serta klien dapat bercerita tentang apa yang dirasakannya selama ini.
Masalah Keperawatan : Waham Curiga

N : Ners Zulfia
W : Klien (Tn. W)


1.
Komunikasi verbal
N : Selamat pagi pak, apakah saya boleh duduk disamping bapak?
W : Silahkan

Komunikasi non verbal
N : Menatap Tn. W dan tersenyum ramah
W : Ekspresi merenung

Analisa berpusat pada perawat
N : Dapat memulai percakapan dengan menggunakan salam dan diberikan tanggapan oleh klien.

Analisa berpusat pada klien
W : Ragu terhadap orang baru di sekitarnya

Rasional
Salam merupakan awalan yang baik untuk mengawali suatu percakapan.


2.
Komunikasi verbal
N : Perkenalkan pak, saya Ners Zulfia perawat baru di rumah sakit ini.
W : Iya

Komunikasi non verbal
N : Menjabat tangan ke klien
W : Menerima jabatan tangan dari perawat sambil menatap perawat

Analisa berpusat pada perawat
N : Mencoba lebih dekat dengan klien menggunakan kontak fisik(berjabat tangan)

Analisa berpusat pada klien
W : Mulai mencoba menerima keberadaan perawat saat itu.

Rasional
Perkenalan diri sambil berjabat tangan dapat memulai rasa saling percaya antara klien dengan perawat.


3.
Komunikasi verbal
N : Tadi saya sudah perkenalkan diri saya, supaya saling kenal saya boleh tahu nama Bapak siapa?
W : Nama saya Tn. W.A.P , panggil saja saya Tn. W

Komunikasi non verbal
N : Tersenyum ramah dan supel
W : Menatap perawat dan mengucapkan namanya

Analisa berpusat pada perawat
N : Mencoba mengenal identitas kliennya

Analisa berpusat pada klien
W : Klien mulai tertarik dengan keberadaan perawat disampingnya

Rasional
Mengetahui nama klien secara langsung dapat memudahkan interaksi lebih dalam


4.
Komunikasi verbal
N : Bapak rumahnya dimana?
W : Kepanjen mbak, asli orang Kepanjen saya

Komunikasi non verbal
N : Menatap klien
W : Menunduk dan berpikir

Analisa berpusat pada perawat
N : Membuat percakapan ringan untuk semakin akrab

Analisa berpusat pada klien
W : Klien berusaha mengingat

Rasional
Percakapan ringan memudahkan klien untuk merespon perawat


5.
Komunikasi verbal
N : Masih daerah Malang ya pak, bapak disini sudah berapa lama?
W : 3 tahunan mungkin mbak

Komunikasi non verbal
N : Menatap klien dengan sikap supel
W : Merespon perawat sambil ekspresi berfikir

Analisa berpusat pada perawat
N : Perawat mulai mengkaji identitas klien

Analisa berpusat pada klien
W : Berusaha mengingat

Rasional
Lama rawat inap klien menentukan seberapa parahkah klien


6.
Komunikasi verbal
N : Bapak ingat, mengapa bapak berada disini?
W : Saya sedang sembunyi disini . Saya sedang diincar oleh rekan saya. Dia takut kalah tersaingi oleh saya untuk menjadi anggota DPR. Saya lulusan luar negeri sedangkan dia lulusan kampung. Dia itu tidak ada apa-apanya dibandingan dengan saya. Mbaknya jangan bilang siapa-siapa ya. Saya sedang di mata-matai oleh musuh saya. Orang-orang berbaju hitam itu adalah orang suruhan rekan saya dan sekarang mereka sedang mengincar saya dan kemudian saya akan diculik dan dibunuh oleh mereka.

Komunikasi non verbal
N : Bertanya perlahan takut menyakiti perasaan klien.
W : Klien langsung menceritakan masalahnya dengan penuh amarah dan berekspresi berhati hati dalam menjelaskan bahwa dia sedang diincar oleh orang-orang yang berbaju hitam.

Analisa berpusat pada perawat
N : Perawat mulai mengkaji penyebab klien dirawat di rumah sakit.

Analisa berpusat pada klien
W : Klien mengalami waham curiga. Setiap orang yang memakai baju hitam dia beranggapan bahwa itu orang yang mengincarnya dan akan membunuhnya.

Rasional
Waham curiga terjadi dengan menyakini bahwa ada seseorang yang berusaha mencederai dirinya.


7.
Komunikasi verbal
N : Bapak bersembunyi disini, lalu bagaimana dengan keadaan keluarga Bapak dirumah?
W : Keluarga saya sudah saya suruh pergi ke luar negeri agar mereka aman dari orang-orang jahat itu.

Komunikasi non verbal
N : Mendekatkan diri dan juga memperhatikan apa yang dikatakan klien
W : Mengatakan dengan nada berbisik-bisik

Analisa berpusat pada perawat
N : Melanjutkan pengkajian dan menyambungkan dengan perkataan klien sebelumnya.

Analisa berpusat pada klien
W : Mengingat keluarganya

Rasional
Waham kemungkinan terjadi karena menarik diri.


8.
Komunikasi verbal
N : Semoga bapak disini aman ya, tidak ada orang jahat yang mengincar bapak.
W : Iya mbak, jangan kasih tahu siapa-siapa ya mbak saya disini kalau ada orang-orang berbaju hitam mencari saya.

Komunikasi non verbal
N : Memandang klien dan menepuk bahu klien.
W : Memohon dan menatap klien

Analisa berpusat pada perawat
N : Mencoba ber empati pada klien.

Analisa berpusat pada klien
W : Meminta pertolongan kepada perawat agar klien tetap aman disini.

Rasional
Sikap empati akan membantu klien lebih tenang menghadapi masalahnya dan klien dapat menyadari bahwa ada orang yang masih peduli dengan masalahnya.


9.
Komunikasi verbal
N : Bapak saya sekarang harus mengerjakan tugas saya yang lainnya, kalau ada kesempatan kita lanjutkan ya ceritanya. Saya tinggal dulu ya pak.
W : Iya mbak

Komunikasi non verbal
N : Berdiri dan menatap klien dengan ramah.
W : Tersenyum dan mengangguk.

Analisa berpusat pada perawat
N : Menutup fase I

Analisa berpusat pada klien
W : Klien menunjukkan rasa percaya pada klien

Rasional
Untuk mengakhiri fase I perlu digunakan digunakan salam penutup agar tetap terjaga hubungan saling percaya.


"


51. Itsnaini Lina Khoiriyyah

pada : 09 April 2017

"API (Analisis Proses Interaksi) merupakan suatu metode yang dilakukan oleh perawat melibatkan klien untuk memahami suatu interaksi antara perawat dan klien. API ini memerlukan suatu komunikasi yang baik. Dalam hal ini, komunikasi yang digunakan yaitu komunikasi terapeutik. Didalam analisa ini, mencakup 4 hal yaitu komunikasi verbal, komunikasi non verbal, analisis berpusat pada perawat, analisis berpusat pada klien, dan rasional. 4 Hal ini harus ada dalam API untuk membantu proses analisis interaksi yang nantinya akan mempengaruhi tindakan keperawatan.

API ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengar, berkomunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap klien, dan untuk membantu proses tindakan keperawatan.

Contoh interaksi semu defisit perawatan diri :
a. Inisial klien : Ny. A
b. Status interaksi : Pertemuan I (perkenalan)
c. Hari/tanggal : Minggu, 9 April 2017
d. Pukul : 15.41
e. Lingkungan : Lingkungan nyaman, tenang, tidak ada pasien lain yang berlalu lalang
f. Deskripsi : Perawat dan klien duduk berhadapan. Klien dalam kondisi lemas, tidak ada tenaga untuk melakukan aktivitas, bau, pakaian kotor, rambut berantakan, badan tampak kotor.

1. Komunikasi verbal :
Ns : Selamat pagi ibu, saya Ns B. Boleh minta waktunya kira-kira 10 menit saja bu ?
K : Iya, boleh
Ns : Ibu namanya siapa kalau boleh tau ?
K : A
Ns : Oh, Ny. A. bagaimana perasaannya sekarang ?
K : Biasa aja, saya ingin dijenguk suami dan anak saya. sudah 1 minggu mereka tidak kesini. Biasanya jam segini saya disiapkan untuk mandi, saya ngga mau mandi kalau tidak ada mereka
Ns : Oh begitu, apakah tidak ada kabar dari mereka? Meskipun begitu, ibu harus tetap mandi. Bu, kebersihan badan itu sangat perlu. Jika kita bersih, kita akan lebih bersemangat, kita juga terhindar dari penyakit dan badan kita akan sehat. Gimana bu ? masak tetep ngga mau mandi
K : Iya nanti aja
Ns : Beneran ya buk ? Nanti kalau ketemu saya lagi, ibu harus sudah mandi yaa. Biar kalau suami dan anak ibu kesini, nanti ikut senang kalau ibu berpenampilan bersih. Oke buk ?
K : Iya sus
Ns : Yasudah, saya permisi dulu ya buk. Terimakasih waktunya. Tetep semangat yaa, jangan lupa pesan saya ya buk. Sampai ketemu lagi
K : Iya sus

2. Komunikasi non verbal
Ns : Tersenyum, menghampiri klien
K : Tersenyum menatap Ns
Ns : Tersenyum
K : Berfikir, menatap ke arah atas
Ns : Memandangi klien
K : Sedih, menatap ke arah bawah
Ns : Serius, namun diselingin bercanda mencoba menggoda klien
K : Mengalihkan pandangan ke arah lain dan berpikir sejenak
Ns : Tersenyum
K : Memandang perawat, mengangguk dan tersenyum
Ns : Tersenyum memandang klien
K : Memandang perawat dan tersenyum

3. Analisis berpusat pada perawat
Berusaha membuka interaksi
Berusaha mencari tau informasi
Berusaha mencari tau keadaan klien saat ini dan berharap klien mau bercerita
Memberikan informasi dan memberikan rayuan atau ajakan untuk memenuhi tindakan keperawatan
Berharap klien mau mendengar saran perawat
Berharap klien senang dalam interaksi yang dilakukan

4. Analisis berpusat pada klien
Menerima proses interaksi
Mulai berani bercerita, dan berhasil masuk dalam interaksi
Mau mengikuti apa yang disarankan perawat

5. Rasional
Salam merupakan awalan penting untuk membuka interaksi
Santai dan pertanyaan terbuka mampu memancing klien untuk dapat masuk dalam proses interaksi
Informasi dan dorongan yang diberikan dapat berguna untuk klien kedepannya

Kesan/evaluasi perawat :
Perawat menganalisis bahwa dalam pertemuan pertama perawat berhasil mencapai hubungan saling percaya dengan klien. Hal ini ditandai dengan klien sudah mau bercerita tentang apa yang dirasakannya. Hasil interaksi menunjukkan kemampuan klien menerima dan ingin mempraktikkan yang disarankan, Interaksi perlu ditingkatkan untuk membantu klien mengoptimalkan kemampuan sosialisasi (verbal dan non verbal) yang telah dimiliki
"


52. Laksana Rouf Rohimna

pada : 09 April 2017

"A. Jelaskan apa itu analisa proses interaksi? Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ? Tambahkan informasi lain tentang API yang anda ketahui?
• Analisa proses interaksi merupakan analisa mendalam yang dilakukan perawat terhadap interaksi yang terjadi antara perawat dengan klien.
• Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ?
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
• Analisa proses interaksi merupakan pencatatan dan pelaporan sebagai alat komunikasi antar tim kesehatan. Aspek yg penting dicatat dan dilaporkan dalam kep. Jiwa adalah pola prilaku dan hub interpersonal perawat - klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat - klien dan resume. Catatan hubungan perawat klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan.
B. Buatlah satu percakapan semu antara perawat dan pasien, kemudian buat analisa proses interaksi. Pilihlah klien dengan salah satu masalah kepererawatan di bawah ini:
1. Gangguan persepsi sensori halusinasi
2. Harga diri rendah
3. Isolasi sosial: menarik diri
4. Waham
5. Resiko bunuh diri
6. Resiko perilaku kekerasan
7. Defisit perawatan diri
• Analisa proses interaksi
Nama Klien : Tn. K
Hari/Tanggal : Senin, 21 April 2017
Umur : 21 tahun
Waktu : 09.00-09.15
Interaksi : fase 1 ( pengenalan )
Lingkungan : Tenang, duduk di tempat tidur pasien
Deskripsi : Penampilan klien terlihat cukup rapi, rambut bersih dan disisir, wajah bersih, sudah mandi
Tujuan : Klien mau berkomunikasi dengan perawat, terbina hubungan saling percaya, perawat dapat mengetahui permasalahan klien
Interaksi
P : selamat siang pak? (Tersenyum, berdiri sejenak disamping Tn. K). Rasional ( memberi salam merupakan awal yang baik dalam sebuah perbincangan)
Tn. K : selamat pagi. ( Duduk agak ragu dan mencoba tidur lagi kemudian bangkit lagi)
Analisa klien ( Merasa terkejut disapa oleh P )
P : Saya mahasiswa S1 Keperawatan yang sementara praktek di sini selama 2 minggu. Kalau bapak siapa namanya ?( Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya). Rasional ( perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya )
Analisa perawat ( Merasa ragu apakah Tn. K mau menerima kehadiran P. Berharap dapat melanjutkan pembicaraan ).
Tn. K : Nama Saya Kaharuddin. ( memperhatikan P namun kelihatan masih ragu ).
P : Oh... namanya Kaharuddin, biasanya dipanggil apa?
Tn. K : Nama saya Kaharuddin, tapi saya biasanya Kahar.
Analisa perawat ( Merasa lega karena Tn. K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P dan Tn. K mau menyebut namanya ).
P : Kahar, kalau tidak keberatan bisakah kita cerita-cerita sebentar sekitar 10 menit. ( Tetap tersenyum, memperhatikan Tn. K, dengan sikap terbuka).
Tn. K : Ia sus. ( Menatap ke arah P ).
Analisa perawat ( Berpikir apakah Tn. K mau melanjutkan interaksi ).
Analisa klien ( Klien mau menuruti apa yang diminta perawat )
P : Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh Kahar. ( Tetap tersenyum, dan tetap mempertahankan kontak mata ).
P : Kahar, saya praktek di sini setiap hari selama 2 minggu dari jam 08.00 – 13.00. Saya akan bersama-sama dengan Kahar. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang Kahar rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya, Untuk itu saya sangat berharap Kahar mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah Kahar setuju ? ( Menggunakan nada suara sedang tapi jelas ). Rasional ( Kalimat terbuka memberi kesempatan pada Tn. K untuk mengungkapkan perasaannya).
K : Ia sus.
P : Kahar, bagaimana perasaannya hari ini. Apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak ?
K : Merasa baik-baik saja.
P : Bisakah Kahar cerita, mulanya kenapa sampai kahar dibawah ke rumah sakit ?
K : Saya memukul orang.
Analisa klien ( Tidak merasa keberatan dengan permintaan P ).
P : Baiklah mungkin Kahar mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Nanti besok kita lanjutkan pembicaraan kita sekitar jam 10.00 pagi, tentang mengapa sampai Kahar memukul orang ? Bagaimana apakah Kahar setuju ? Rasional. ( Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubungan saling percaya )
K : Ia sus. ( Nampak tersenyum dan menatap ke arah P )
Analisa klien ( Tampak Tn. K tidak keberatan dengan kontrak watu yang ditawarkan ).
P : Bagus sekali, sudah mau bercerita dengan saya, Selamat siang.
K : Terima kasih sus. Selamat siang.
Analisa perawat ( Merasa senang karena Tn. K setuju untuk kontrak petemuan berikutnya )
Keterangan :
P : perawat
K : klien
Kesan : pada fase perkenalan ini interaksi antara perawat dan klien berjalan dengan baik. Klien tidak keberatan dengan adanya perawat dan mau berkomunikasi. Perawat juga dapat mengetahui apa yang menyebabkan klien datang ke rumah sakit.
"


53. Ni Komang Ayu Santika

pada : 09 April 2017

"A. Analisa Proses Interaksi
Analisa proses interaksi atau bisa disingkat API merupakan suatu instrumen yang digunakan oleh perawat untuk menganalisa secara mendalam serta memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. API dapat dilakukan pada semua pasien dengan berbagai diagnosa keperawatan. Manfaat dari adanya API bagi perawat antara lain: meningkatkan kemampuan perawat dalam berkomunikasi; meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien; serta membantu peawat dalam penyusunan rencana tindakan. Terdapat beberapa komponen dalam API, yaitu:
1. Komunikas verbal, merupakan ucapan verbal dari perawat dan juga klien
2. Komunikasi non verval, merupakan non verbal perawat dan klien saat berbicara dan mendengarkan
3. Analisa berpusat pada perawat, merupakan analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang daapat dilakukan perawat.
4. Analisa berpusat pada klien, merupakan analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
5. Rasional, merupakan analisa makna dan rasionalisasi dari komunikasi
6. Kesan atau evaluasi perawat
7. Rencana tindakan lanjutan
Sebelum menuliskan komponen dari API, terdapat beberapa informasi yang harus dilengkapi, seperti:
1. Nama peawat, tanggal dan waktu, serta tempat
2. Inisial klien: tuliskan hanya nama inisial, bukan nama lengkap
3. Status interaksi: tuliskan pertemuan keberapa dan fase interaksi. Fase interaksi ada 3, yaitu: orientasi (perkenalan); kerja; dan teminasi (penuutup)
4. Lingkungan; bagaimana kondisi dan situasi tempat interaksi serta posisi perawat dan klien
5. Deskripsi klien: bagaimana penampilan unum klien
6. Tujuan: tuliskan tujuan yang terkait dengan proses keperawatan klien

B. Contoh analisa proses interaksi pada klien yang mengalami gangguan persepsi sensori halusinasi

Nama perawat : Ners S
Tanggal : 27 Maret 2017
Waktu : Pukul 10.00- 10.20 WIB (20 menit)
Tempat : Ruang Anggrek RS X
Inisial klien : Tn. YZ
Status interaksi : I (fase orientasi)
Lingkungan : Lingkungan tenang, posisi klien di atas tempat tidur dan perawat duduk di samping tempat tidur
Deskripsi klien : Klien menggunakan pakaian yang bersih dan terlihat bengong dengan tatapan kosong
Tujuan : Membina hubungan saling percaya antara klien dan perawat agar klien dapat mengekspresikan perasaannya kepada perawat.

1. Komunikasi verbal
Ners (N) : Selamat pagi Bapak
Klien (K) : Iya, Pagi
Komunikasi non verbal :
N Tersenyum, memandang klien
K Menoleh dengan ekspresi datar, menjawab dengan ekspresi datar
Analisa berpusat pada perawat: Perawat ingin membuka percakapan dengan sapaan sederhana
Analisa berpusat pada klien: Klien terlihat masih ragu dan takut dengan kehadiran orang baru
Rasional: Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.
2. Komunikasi verbal
N : Perkenalkan Bapak, saya Ners S. Saya yang akan merawat Bapak hari ini. Boleh saya tau nama Bapak?
K : YZ
Komunikasi non verbal:
N: tersenyum, mengulurkan tangan
K: menunduk, menjabat tangan perawat lalu menarik tangannya
Analisa berpusat pada perawat: ingin memperkenalkan diri dan mengetahui nama klien agar lebih dekat
Analisa berpusat pada klien: Masih ragu-rau dengan kedatangan orang baru
Rasional: Saling mengenal akan menciptakan hubungan yang saling percaya serta dapat mempermudah interaksi
3. Komunikasi verbal
N: Wahhh hari ini cerah ya Pak, tidak mendung seperti kemarin
K: (diam)
Komunikasi non verbal:
N: memandang keluar jendela sambil melrik klien
K: ikut melirik keluar jendela
Analisa berpusat pada perawat: ingin memulai dengan topik ringan sebelum menanyakan terkait kondisi klien
Analisa berpusat pada klien: mulai merasa tertarik dengan ucapan perawat
Rasional: Topik ringan akan mencairkan suasana dan memudahkan interaksi lebih lanjut
4. Komunikasi verbal
N: Bapak asalnya dari mana?
K: Dari Surabaya Ners
Komunikasi non verbal:
N: memandang klien sambil tersenyum
K: diam sejenak lalu melirik perawat saat menjawab
Analisa berpusat pada perawat: ingin membangun keakraban dengan topik sederhana
Analisa berpusat pada klien: klien mengingat kembali daerah tempat tinggalnya
Rasional: Topik ringan akan mencairkan suasana dan membatu menjalin kedekatan antara perawat dengan klien
5. Komunikasi verbal
N: Wahh Surabaya ya Pak. Hmmm, Bapak sudah berapa lama dirawat disini?
K: Sekitar 2 bulan Ners
Komunikasi non verbal:
N: memandang klien sambil tersenyum
K: menunduk
Analisa berpusat pada perawat: ingin memperoleh data umum pasien sekaligus mengkaji daya ingat klien
Analisa berpusat pada klien: klien berusaha mengingat
Rasional: Lama waktu perawatan akan menunjukkan apakah penyakit klien bersifat akut atau kronis
6. Komunikasi verbal
N: Apakah Bapak masih ingat kenapa dirawat disini?
K: Itu,.. itu … sa… saya sering diikuti sama anak saya yang sudah meninggal Ners
Komunikasi non verbal:
N: memandang klien sambil tersenyum
K: melihat sekeliling, gemetar
Analisa berpusat pada perawat: ingin mengkaji alasan klien diawat
Analisa berpusat pada klien: klien menjadi lebih waspada dan ketakutan
Rasional: Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS
7. Komunikasi verbal
N: Tenang Pak, anak Bapak tidak disini kok. Kita ngomong hal yang lain yaa, keluarga Bapak sering menjenguk Bapak?
K: Istri saya datang seminggu sekali Ners, biasanya membawakan saya banyak makanan
Komunikasi non verbal:
N: menepuk pundak klien, memandang klien sambil tersenyum
K: mulai tenang, berbicara sambil tersenyum
Analisa berpusat pada perawat: mengalihkan perhatian klien dan ingin mengetahui support sistem yang diterima klien
Analisa berpusat pada klien: klien melupakan halusinasinya dan bahagia mengingat keluarganya
Rasional: Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya
8. Komunikasi verbal
N: Wah senangnya ya Pak. Apakah Bapak nyaman dirawat disini?
K: Nyaman Ners, tapi saya juga ingin pulang, ingin sembuh. Ingin berkumpul lagi dengan istri saya, ingin bekerja lagi.
Komunikasi non verbal:
N: memandang klien sambil tersenyum
K: menunduk, menjawab dengan lirih
Analisa berpusat pada perawat: ingin mengkaji keinginan klien untuk sembuh
Analisa berpusat pada klien: klien mengingat keadaannya dulu
Rasional: Keinginan klien untuk sembuh dapat menjadi semangat bagi klien untuk menjalani perawatan
9. Komunikasi verbal
N: Kalau bapak menjalani perawatan dengan baik Bapak pasti bisa sembuh
K: (diam)
Komunikasi non verbal:
N: menepuk pundak klien, tersenyum
K: mengangguk, tersenyum
Analisa berpusat pada perawat: ingin memberikan semangat pada klien
Analisa berpusat pada klien: keinginan klien untuk sembuh bertambah
Rasional: Dukungan dari orang sekitar akan menambah semangat klien
10. Komunikasi verbal
N: Senang sekali saya bisa mengobrol dengan Bapak. Nanti setelah bapak tidur siang, apakah saya boleh datang untuk mengobrol lagi Pak?
K: Oooh tentu boleh Ners
Komunikasi non verbal:
N: memandang klien sambil tersenyum
K: memandang perawat, lalu mengangguk dan tersenyum
Analisa berpusat pada perawat: ingin membuat kontrak waktu interaksi selanjutnya
Analisa berpusat pada klien: klien terlibat dalam menentukan kontrak kontrak waktu interaksi selanjutnya
Rasional: Kontrak berikutnya harus ditentukan dan harus mendapatkan persetujuan klien agar klien ingat terhadap kontrak
11. Komunikasi verbal
N: Terima kasih ya Pak, sampai bertemu nanti sore. Selamat pagi Pak
K: Iya sama-sama
Komunikasi non verbal:
N: mengulurkan tangan sambil tersenyum
K: menjabat tangan perawat sambil tersenyum
Analisa berpusat pada perawat: perawat beterima kasih karena klien mau berinteraksi
Analisa berpusat pada klien: klien sudah percaya dengan perawat
Rasional: Ucapan terima kasih dan salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk menghargai klien dan menjaga hubungan saling percaya antara klien dengan perawat

Kesan perawat
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik dan klien cukup kooperatif, meskipun saat disinggung mengenai halusinasinya klien tampak ketakutan. Data yang tergali adalah data mengenai halusinasi klien, support sistem yang diterima klien, dan motivasi klien untuk sembuh. Kontrak selanjutnya telah disepakati dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja."


54. Laksana Rouf Rohimna

pada : 09 April 2017

"A. Jelaskan apa itu analisa proses interaksi? Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ? Tambahkan informasi lain tentang API yang anda ketahui?
• Analisa proses interaksi merupakan analisa mendalam yang dilakukan perawat terhadap interaksi yang terjadi antara perawat dengan klien.
• Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ?
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
• Analisa proses interaksi merupakan pencatatan dan pelaporan sebagai alat komunikasi antar tim kesehatan. Aspek yg penting dicatat dan dilaporkan dalam kep. Jiwa adalah pola prilaku dan hub interpersonal perawat - klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat - klien dan resume. Catatan hubungan perawat klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan.
B. Buatlah satu percakapan semu antara perawat dan pasien, kemudian buat analisa proses interaksi. Pilihlah klien dengan salah satu masalah kepererawatan di bawah ini:
1. Gangguan persepsi sensori halusinasi
2. Harga diri rendah
3. Isolasi sosial: menarik diri
4. Waham
5. Resiko bunuh diri
6. Resiko perilaku kekerasan
7. Defisit perawatan diri
• Analisa proses interaksi
Nama Klien : Tn. K
Hari/Tanggal : Senin, 21 April 2017
Umur : 21 tahun
Waktu : 09.00-09.15
Interaksi : fase 1 ( pengenalan )
Lingkungan : Tenang, duduk di tempat tidur pasien
Deskripsi : Penampilan klien terlihat cukup rapi, rambut bersih dan disisir, wajah bersih, sudah mandi
Tujuan : Klien mau berkomunikasi dengan perawat, terbina hubungan saling percaya, perawat dapat mengetahui permasalahan klien
Interaksi
P : selamat siang pak? (Tersenyum, berdiri sejenak disamping Tn. K). Rasional ( memberi salam merupakan awal yang baik dalam sebuah perbincangan)
Tn. K : selamat pagi. ( Duduk agak ragu dan mencoba tidur lagi kemudian bangkit lagi)
Analisa klien ( Merasa terkejut disapa oleh P )
P : Saya mahasiswa S1 Keperawatan yang sementara praktek di sini selama 2 minggu. Kalau bapak siapa namanya ?( Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya). Rasional ( perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya )
Analisa perawat ( Merasa ragu apakah Tn. K mau menerima kehadiran P. Berharap dapat melanjutkan pembicaraan ).
Tn. K : Nama Saya Kaharuddin. ( memperhatikan P namun kelihatan masih ragu ).
P : Oh... namanya Kaharuddin, biasanya dipanggil apa?
Tn. K : Nama saya Kaharuddin, tapi saya biasanya Kahar.
Analisa perawat ( Merasa lega karena Tn. K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P dan Tn. K mau menyebut namanya ).
P : Kahar, kalau tidak keberatan bisakah kita cerita-cerita sebentar sekitar 10 menit. ( Tetap tersenyum, memperhatikan Tn. K, dengan sikap terbuka).
Tn. K : Ia sus. ( Menatap ke arah P ).
Analisa perawat ( Berpikir apakah Tn. K mau melanjutkan interaksi ).
Analisa klien ( Klien mau menuruti apa yang diminta perawat )
P : Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh Kahar. ( Tetap tersenyum, dan tetap mempertahankan kontak mata ).
P : Kahar, saya praktek di sini setiap hari selama 2 minggu dari jam 08.00 – 13.00. Saya akan bersama-sama dengan Kahar. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang Kahar rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya, Untuk itu saya sangat berharap Kahar mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah Kahar setuju ? ( Menggunakan nada suara sedang tapi jelas ). Rasional ( Kalimat terbuka memberi kesempatan pada Tn. K untuk mengungkapkan perasaannya).
K : Ia sus.
P : Kahar, bagaimana perasaannya hari ini. Apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak ?
K : Merasa baik-baik saja.
P : Bisakah Kahar cerita, mulanya kenapa sampai kahar dibawah ke rumah sakit ?
K : Saya memukul orang.
Analisa klien ( Tidak merasa keberatan dengan permintaan P ).
P : Baiklah mungkin Kahar mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Nanti besok kita lanjutkan pembicaraan kita sekitar jam 10.00 pagi, tentang mengapa sampai Kahar memukul orang ? Bagaimana apakah Kahar setuju ? Rasional. ( Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubungan saling percaya )
K : Ia sus. ( Nampak tersenyum dan menatap ke arah P )
Analisa klien ( Tampak Tn. K tidak keberatan dengan kontrak watu yang ditawarkan ).
P : Bagus sekali, sudah mau bercerita dengan saya, Selamat siang.
K : Terima kasih sus. Selamat siang.
Analisa perawat ( Merasa senang karena Tn. K setuju untuk kontrak petemuan berikutnya )
Keterangan :
P : perawat
K : klien
Kesan : pada fase perkenalan ini interaksi antara perawat dan klien berjalan dengan baik. Klien tidak keberatan dengan adanya perawat dan mau berkomunikasi. Perawat juga dapat mengetahui apa yang menyebabkan klien datang ke rumah sakit.
"


55. Ayik Yudi Ardianto

pada : 09 April 2017

"A. Jelaskan apa itu analisa proses interaksi? Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ? TaMashkan informasi lain tentang API yang anda ketahui?
Jawab :
A. Pengertian
Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Analisa proses interaksi merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Semua pasien dapat dilakukan API.

B. Tujuan API
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkeMasngan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

C. Catatan Analisa Proses Interaksi (API)
Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Ada 3 macam catatan :
- Catatan perkembangan (proses keperawatan)
- Catatan hubungan perawat-klien
- Catatan resume
Catatan hubungan P-K adalah interaksi yang terjadi selama perawat berhubung individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan. Catatan hubungan P-K secara verbal dapat berupa :
- Video tape; tape recording
- Catatan secara garis besar
- Catatan interaksi


D. Komponen API :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan

B. Buatlah satu percakapan semu antara perawat dan pasien, kemudian buat analisa proses interaksi. Pilihlah klien dengan salah satu masalah kepererawatan di bawah ini:
1. Gangguan persepsi sensori halusinasi
2. Harga diri rendah
3. Isolasi sosial: menarik diri
4. Waham
5. Resiko bunuh diri
6. Resiko perilaku kekerasan
7. Defisit perawatan diri
Jawab :
ANALISA PROSES INTERAKSI
PASIEN GANGGUAN WAHAM

Inisial klien : Tn. H
Nama Perawat : Ayik Yudi Ardianto
Usia : 46 tahun
Tanggal : Sabtu, 08 April 2017
Jam : 07.45 WIB
Interaksi : I (Fase Pengenalan)
Lingkungan : Duduk di kursi taman, perawat duduk disamping klien dan suasana
sekitar tenang.
Deskripsi Klien : Pasien tampak tersenyum dan datar.
Tujuan : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka
Permasalahannya.

Keterangan :
P = Perawat
K = Klien
1.
Komunikasi Verbal
P: Selamat pagi pak, apakah boleh kita ngobrol sebentar ?
K: Pagi, iya.
Komunikasi Non-Verbal
P: Tersenyum memandang klien dan memandang K
K: Tersenyum dan memandang P
Analisa Berpusat pada Perawat
P Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh K.
P merasa senang ada tanggapan atas salam walaupun belum diekpresikan secara tulus.
Analisa Berpusat pada Klien
K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
K ragu terhadap orang baru
Rasional
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.

2.
Komunikasi Verbal
P: Suasana di taman ini lumayan menyenangkan ya Pak ?
K: Iya.
Komunikasi Non-Verbal
P: Menatap K dan sekitar taman.
K: Memandang P dan taman sekitar
Analisa Berpusat pada Perawat
P ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
Analisa Berpusat pada Klien
K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P
Rasional
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih lanjut



3.
Komunikasi Verbal
P: Oh iya, perkenalkan saya Ayik mahasiswa UNAIR yang akan praktek disini selama 1 bulan. Kalau boleh tahu, nama Bapak siapa?
K: Haidar Sumilo.
Komunikasi Non-Verbal
P: Memandang K sambil menjulurkan tangan.
K: Menerima uluran tangan dari para P.
Analisa Berpusat pada Perawat
P mencoba tidak mengasingkan diri dengan K dan merasa bahwa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P
Analisa Berpusat pada Klien
K masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu
Rasional
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat

4.
Komunikasi Verbal
P: Kalau boleh tahu juga, sehari-hari Bapak dipanggil siapa ?
K: Panggil saja, Haidar.
Komunikasi Non-Verbal
P: Memandang K
K: Memandang P dan menunduk kembali
Analisa Berpusat pada Perawat
P ingin menjalin kedekatan dengan pasien
P senang karena mulai ada respon positif dari pasien
Analisa Berpusat pada Klien
K mulai tertarik dengan perkenalan dengan P
Rasional
Nama panggilan merupakan nama akrab klien sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya



5.
Komunikasi Verbal
P: Wah, kalau begitu saya panggil Pak Haidar aja ya.
K: Iya mas.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Tersenyum dan menoleh ke P
Analisa Berpusat pada Perawat
P mencoba mengakrabkan suasana
P merasa pertanyaan Haidar mendapatkan respon
Analisa Berpusat pada Klien
K mulai merasa bahwa P datang untuk membantu K
Rasional
Pujian berguna untuk mendekatkan perawat menjalin hubungan therapeutik dengan klien

6.
Komunikasi Verbal
P: Pak Haidar asalnya dari mana?
K: Madiun.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K
K : Diam dan berpikir, memandang ke P dan tersenyum sedikit tertawa.
Analisa Berpusat pada Perawat
P masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
P senang karena K memberi respon
Analisa Berpusat pada Klien
K berpikir dan mengingat-ingat
K senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut
Rasional
Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien




7.
Komunikasi Verbal
P: Ooh Madiun. Bapak sudah berapa lama disini?
K: Sudah 3 bulan dan sudah 2 kali masuk rumah sakit jiwa ini
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Bicara sambil menatap P kontak mata baik,
Analisa Berpusat pada Perawat
P mulai mengkaji data umum pasien
P khawatir kalau pertanypertanyaan membuat K tersinggung
Analisa Berpusat pada Klien
K berpikir dan berusaha mengingat
K membayangkan keadaan yang telah lama dijalaninya
Rasional
Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut

8.
Komunikasi Verbal
P : Umur Bapak sekarang berapa ?
K : 42 tahun.
Komunikasi Non-Verbal
P : Mendekatkan diri ke K sambil tersenyum
K : Memandang P sambil tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat
P mengkaji daya ingat K.
P merasa arah pertanyaan sudah dapat dijawab jelas oleh K.
Analisa Berpusat pada Klien
K tampak berpikir dan berusaha mengingat-ingat.
K menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya.
Rasional
Umur mempengaruhi daya ingat klien



9.
Komunikasi Verbal
P : Kalau boleh tahu, Bapak ingat tidak kenapa bapak dirawat disini ?
K : Ingat. Penyakit saya belum sembuh.
Komunikasi Non-Verbal
P : Menunjukkan wajah keseriusan
K : bicara sambil tersenyum dan kontak mata baik.
Analisa Berpusat pada Perawat
P berhati-hati karena pertanyaan tsb sangat spesifik dan takut menyinggung pasien
P lega karena K tidak tersinggung
Analisa Berpusat pada Klien
K berpikir dan mencoba mengingat-ingat
K menjawab agak ragu-ragu
Rasional
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa

10.
Komunikasi Verbal
P : Pak Haidar, Apakah Bapak pernah ngamuk atau marah-marah waktu dirumah ?
K : iya, saya kesal dengan istri saya.
Komunikasi Non-Verbal
P : Bertanya pelahan dan memperhatikan respon K
K : Menjawab dengan pandangan serius ke P
Analisa Berpusat pada Perawat
P mengkaji lebih jauh alasan pasien dirawat
Analisa Berpusat pada Klien
K mengingat-ingat mencoba untuk menjawab
Rasional
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa





11.
Komunikasi Verbal
P : -
K : saya merasa dibodohi istri saya dan dokter, katanya saya sudah sembuh tetapi dimasukkan lagi kesini.
Istri saya itu jahat saya seperti tidak dianggap suami, saya sering marah-marah dirumah.
Saya ingin membunuh istri saya karena telah menjahati saya. Saya ingin membunuh Tuhan yang telah member saya istri jahat.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandangi K
K : memandang ke P, ekspresi agak sedikit kesal dan marah
Analisa Berpusat pada Perawat
P diam dan berwajah hati-hati karena belum menemukan pertanyaan yang tepat untuk K dan takut menyinggung perasaan K.
P menemukan adanya inkoheren tentang faktor penyebab
Analisa Berpusat pada Klien
K berwajah serius dan mencoba menceritakan semuanya
Rasional
Dengan diam therapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya

12.
Komunikasi Verbal
P : -
K: saya juga ingi jadi presiden biar bias jadi orang kaya, presiden uangnya banyak jadi saya bis membawa orang tua saya naik haji.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K dan Mendekatkan diri ke K
K : Memandang kearah P
Analisa Berpusat pada Perawat
P berusaha mengkaji data yang terkait kata-katanya tadi
P menemukan adanya kemungkinan waham kebesaran pada pasien
Analisa Berpusat pada Klien
K menikmati waham yang dirasakannya
Rasional
Waham kemungkinan terjadi karena harga diri rendah dan riwayat halusinasinya

13.
Komunikasi Verbal
P : Bapak, disini sehari-hari kegiatan bapak apa ?
K : Mandi, makan, bantu bersih-bersih ruangan nyapu atau ngepel, saya suka ngajak ngobrol mas/Mas disini.
Komunikasi Non-Verbal
P : memandang K dan memperhatikan jawaban K
K : Tersenyum sambil menggaruk-garuk badannya
Analisa Berpusat pada Perawat
P mencoba mengalihkan pembicaraan haidar terkait waham
P merasa senang karena pasien bisa beralih
Analisa Berpusat pada Klien
K teralih karena pertanyaan baru
Rasional
Pengalihan agar klien tidak larut dalam wahamnya

14.
Komunikasi Verbal
P : Bapak, nyaman tinggal disini?
K : Tidak, saya mau pulang, Biar bisa kerja lagi.
Komunikasi Non-Verbal
P : memandang K dan memperhatikan jawaban K
K : Memandang P
Analisa Berpusat pada Perawat
P mengalihkan perhatian K dari waham
P senang karena dapat mengalihkan perhatian pasien
Analisa Berpusat pada Klien
K masih terbawa oleh waham
K berusaha menjawab keinginannya
Rasional
Pengalihan agar pasien tidak larut pada waham dan pada fase interaksi ini

15.
Komunikasi Verbal
P : Keluarga Pak Haidar sering menjenguk ?
K : Dulu menjenguk, tapi sekarang tidak pernah lagi, apa karena orang tua saya malu sama saya.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K sambil tersenyum dan memperhatikan respon K
K : Memandang P dan nampak tersenyum sedikit tertawa
Analisa Berpusat pada Perawat
P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K
P senang mendapatkan jawaban K
Analisa Berpusat pada Klien
K berusaha mengingat keluarganya
K ingat terhadap keluarganya
Rasional
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya

16.
Komunikasi Verbal
P : Kalau boleh tahu, bapak berapa bersaudara, dan anak keberapa?
K : ada 5 bersaudara, saya anak pertama.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K
K : Bercerita dengan tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat
P mengalihkan perhatian K dari waham
P senang karena dapat mengalihkan perhatian pasien
Analisa Berpusat pada Klien
K masih terbawa oleh waham
K berusaha menjawab sekenanya
Rasional
Pengalihan agar pasien tidak larut pada waham dan pada fase interaksi ini


17.
Komunikasi Verbal
P : Kalau di rumah, Bapak melakukan kegiatan apa aja ?
K : Saya suka masak, nyuci, bersihin rumah terus bantu ayah saya jualan.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Memandang P sambil tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat
P berusaha mengkaji aktivitas K di rumah
Analisa Berpusat pada Klien
K mengingat aktivitasnya di rumah
K menikmati waham yang dialaminya
Rasional
Aktivitas di rumah merupakan data pantas tidaknya pasien dilibatkan dalam keluarga

18.
Komunikasi Verbal
P : Kalau disini, kegiatan Bapak apa saja ?
K : Saya biasa bantu perawat nyapu membersihin ruangan-ruangan.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Memandang P sambil tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat
P mengalihkan topik bahasan
P membuka pembicaraan lain
Analisa Berpusat pada Klien
K sedikit kebingungan dengan pertanyaan yang diberikan
Rasional
Pengalihan agar K tidak larut dengan wahamnya





19.
Komunikasi Verbal
P : Pak Haidar, kita tadi sudah berkenalan, terus ngobrol-ngobrol tentang bapak, masih inget nggak nama saya siapa?
K : Mas Ayik UNAIR
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K
K : Memandang P
Analisa Berpusat pada Perawat
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
P senang karena K ingat nama P
Analisa Berpusat pada Klien
K memperhatikan P
K mengingat-ingat nama P
Rasional
Evaluasi fase I berhasil jika K dapat mengingat nama P sehingga nantinya terjalin trust

20.
Komunikasi Verbal
P : Nah, saya senang sekali bisa ngobrol dengan pak Haidar. Bagaimana kalau besok kita ngobrol lagi? Sebentar saja kok, mungkin sekitar 15 menit saja.
K : Boleh, saya suka kalo ngobrol sama Mas Ayik
Komunikasi Non-Verbal
P : tersenyum pada K
K: Memandang dan tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat
P memberikan reinforcement pada K
P senang karena K mau menentukan kontrak berikutnya
Analisa Berpusat pada Klien
K senang diberikan reinforcement
K ikut menentukan kontrak
Rasional
Kontrak berikutnya harus ditentukan dan harus mendapatkan persetujuan klien agar klien ingat terhadap kontrak
21.
Komunikasi Verbal
P : Terimakasih atas kesediaan Pak Haidar untuk ngobrol dengan saya. Saya permisi dan mohon ijin untuk pergi dulu. Selamat pagi, Pak
K : Selamat Pagi Mas, besok kita ngobrol lagi ya.
Komunikasi Non-Verbal
P : Menepuk bahu K dan mengulurkan jabat tangan sambil tersenyum
K : Menoleh, menjabat tangan P sambil Tersenyum sedikit tertawa.
Analisa Berpusat pada Perawat
P menutup fase I
P senang karena K mau berinteraksi dengan P
Analisa Berpusat pada Klien
K menunjukkan rasa percaya pada P
K menyambut salam P
Rasional
Salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk mencegah tidak percaya pada fase berikutnya.

"


56. Sajid Putut Setiawan

pada : 09 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.
Tujuan APL
•Meningkatkan kemampuan mendengar
•Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
•Memberi dasar belajar
•Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
•Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Komponen API :
•Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
•Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
•Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
•Analisa makna dan rasional dari komunikasi
•Rencana lanjutan tindakan keperawatan

Analisa proses interaksi Gangguan persepsi sensori halusinasi
Inisial klien : Nn.X
Umur : 25 tahun
Lingkungan : Di taman belakang R. mawar, dengan suasana tenang
Deskripsi Klien : Klien dengan baju hitam, berjilbab
Tujuan Interaksi : Klien mampu membina hubungan saling percaya
Tgl/Jam : 1 januari 2017/08.00
Ruang : R. Mawar

P : Selamat pagi mbak
P : Tersenyum dan menatap klien yang sedang duduk di ruang tamu
K : Menoleh dan tersenyum pada perawat
Analisa :Mengharap klien mau mengawali perkenalan dengan perawat
:Klien menyadari kehadiran perawat
Dengan mengucapkan salam diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat

K : Iya pagi
K :Klien menjawab salam
P :Menatap klien dengan tersenyum
Analisa: Perawat menghargai klien
:Klien mengawali percakapan dengan membalas salam perawat
Klien mau menjawab salam perawat menunjukkan klien mau mengawali pembicaraan dengan perawat

P : Perkenalkan nama saya sajid putut setiawan bisa di panggil sajid. saya mahasisawa FKP UNAIR. saya yang merawat mbak selama dirumah sakit ini. nama mbak siapa?
P : Sambil menatap klien dan tersenyum mengulurkan tangan untuk berjabat tangan
K : Klien mengulurkan tangan sebagai wujud balasan terhadap ajakan perawat
Analisa :Untuk menumbuhkan keakraban interaksi
:Klien mau memulai perkenalan dengan perawat
Dengan memperkenalkan diri pada klien diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat

K : Nn X mas
K :Klien menatap perawat dan melepaskan jabatan tangan
P :Perawat menatap klien sambil tersenyum dan mendengarkan dengan kesungguhan
Analisa :Menatap klien untuk tetap mempertahankan komunikasi dan meyakinkan klien bahwa perawat ingin membantu
:Klien mau menerima perkenalan perawat
Klien membuka diri untuk berkenalan atau klien mulai menerima hubungan dengan perawat

P : Mbak biasa dipanggil siapa?
P :Menatap klien kemudian tersenyum
K :Diam, menatap perawat
Analisa :Memberikan perasaan nyaman pada klien
:Memperhatikan pertanyaan perawat
Dengan menanyakan panggilan kesukaan klien diharapkan klien akan merasa dihargai oleh perawat

K : X aja mas
K :Klien menatap perawat dan menyebutkan namanya dengan senang
P :Mendengarkan jawaban klien
Analisa :Klien mau membina hubungan saling percaya dengan perawat
:Dengan mendengarkan klien akan mempertahankan hubungan yang sudah terbina
Klien percaya dengan perawat dengan mau menyebutkan panggilan kesenangan.

P : Bagaimana keadaan mbak X hari ini ?
P :Menatap mata klien dengan tersenyum
K :Melihat perawat sambil menata duduknya
Analisa :Menunjukkan perhatian pada klien
:Menunjukkan adanya perhatian terhadap pertanyaan yang diajukan oleh perawat
Memberikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya sehingga klien akan merasa diperhatikan oleh perawat
K : Baik.
K :Menatap perawat
P :Menatap klien sambil mengangukkan kepala
Analisa :Menunjukkan perhatian pada klien
:Klien mau mengungkapkan perasaannya pada perawat
Klien mau mengungkapkan perasaannya pada perawat

P : Bagaimana kalau sekarang kita mengobrol sebentar mbak agar saling mengenal?
P :Menatap klien
K :Menatap perawat
Analisa :Meminta persetujuan klien
Klien Memperhatikan pertanyaan perawat
Memberikan kesempatan pada klien untuk memutuskan tindakan

K : Iya silakan
K :Klien menatap perawat dan menganggukkan kepala
P :Menatap klien, menunggu jawaban klien
Analisa :Meyakinkan klien bahwa keputusan klien diharapkan oleh perawat
:Klien memberikan persetujuan pada perawat
Pernyataan persetujuan dari klien akan memudahkan klien dan perawat untuk lebih saling mengenal

P :Kita nanti akan mengobrol nggak lama mbak pling sekitar 15 menit? Dimana tempat yang menurut mbak cocok? Bagaimana kalua di taman belakang ruangan ini ?
P :Menatap klien sambil memberitahu tempat taman
K :Melihat ke arah yang ditunjuk oleh perawat kemudian menatap perawat lagi
Analisa : Menunjukkan tempat yang akan digunakan untuk mengobrol
Menunjukkan perhatian pada perawat
Dengan meminta persetujuan klien untuk memilih tempat akan membuat klien merasa nyaman dan lebih leluasa dalam berinteraksi dengan perawat

K : Iya mas
K :Klien berjalan kearah taman
P :Membimbing klien dan mengikuti klien kearah taman
Analisa :Mendampingi klien selama interaksi
Menunjukkan kesediaan berinteraksi dengan perawat dan menerima keberadaan perawat
Dengan tanggapan yang baik dari klien menunjukkan klien percaya dengan perawat

P : Mbak X rumahnya mana? Dan Mengapa Mbak X sampai masuk ke disini
P :Menatap klien dan tersenyum
K :Menatap perawat
Analisa :Menunjukkan perhatian pada klien
:Memperhatikan pertanyaan perawat
Dengan menanyakan penyebab klien dibawa ke rumah sakit akan membantu perawat dalam merawat klien

K :Di Sutorejo mas Saya tidak bisa tidur mas setiap malam,saya melihat hal-hal yang aneh dan mendengar suara-suara
K :Menatap perawat
P :Mendengarkan penjelasan klien
Analisa :Menunjukkan perhatian pada klien
:Menunjukkan keterbukaan pada perawat
Jawaban klien menunjukkan bahwa klien merasakan kalau keadaannya perlu perawatan di rumah sakit

P : Mbak tahu kan berada dimana Siapa yang membawa Mbak X kemari? Dan sejak kapan Mbak X disini ?
P :Menatap klien
K :Melihat sekeliling kemudian menatap perawat lagi
Analisa :Mempertahankan kontak dengan klien
Klien memastikan keberadaannya
Mengarahkan klien terhadap orientasi tempat dan waktu

K : Iya tahu ini di rumah sakit. Kalau tidak salah yang membawa bapak dan ibu. Hari senin kemarin
K :Klien menjawab sambil menatap perawat dan tampak mengingat sesuatu
P :Mendengarkan jawaban klien dan menganggukkan kepala
Analisa :Menunjukkan perhatian pada klien
Klien beusaha mengingat peristiwa yang dialaminya
Klien orientasi terhadap tempat, waktu

P :Saya senang sekali Mbak X mau berkenalan dengan saya, kalua mbak gimana senang apa tidak setelah mengobrol kurang lebih 15 menit?
P :Menatap klien dan tersenyum pada klien sambal melihat jam tangan
K :Mendengarkan ucapan perawat, menatap perawat
Analisa :Menunjukkan rasa senang setelah berinteraksi dengan klien dan meyakinkan bahwa waktu yang telah disepakati telah berakhir
:Menunjukkan perhatian pada perawat
Mengetahui perasaan klien setelah berbincang-bincang membantu perawat untuk mengadakan kontrak selanjutnya dengan klien

K :Iya mas Senang sekali
K :Menatap perawat dan tersenyum
P :Tersenyum pada klien
Analisa :Menunjukkan perhatian pada klien dan rasa senang setelah berinteraksi dengan klien
:Menunjukkan rasa senang setelah berinteraksi dengan perawat
Ungkapan rasa senang klien akan semakin membuat klien percaya pada perawat

P :Mbak X tadi mengatakan kalau Mbak melihat hal hal aneh dan mendengar suara-suara. Bagaimana kalau besok kita mengobrol lagi tentang suara-suara yang Mbak X lihat dan dengar? Waktu dan tempat sama disini lagi bagaimana mbak?
P :Menatap klien dan berbicara dengan pelan dan jelas
K :Menatap perawat
Analisa :Pertanyaan yang disampaikan akan lebih mudah diterima oleh klien
Klien memperhatikan pertanyaan perawat
Kontrak dengan klien akan meningkatkan kepercayaan klien pada perawat

K : Iya mas boleh
K :Menatap perawat dan menganggukan kepala
P :Menatap klien dan bernafas lega
Analisa :Menunjukkan rasa lega karena klien mau berbincang-bincang lagi dengan perawat
:Klien setuju dengan kontrak yang diajukan oleh perawat
Persetujuan yang telah disampaikan klien akan memudahkan perawat dalam berinteraksi dengan klien

P : Terima kasih karena Mbak X sudah mau mengobrol dengan saya. Sampai bertemu besok pagi. Dan silakan beristirahat kembali mbak
P :Menatap klien sambil menjabat tangan klien
K :Membalas jabatan tangan perawat dan menatap perawat
Analisa :Mengakhiri pembicaraan dengan bersahabat
:Menunjukkan perhatian pada perawat
Ucapan terima kasih pada klien akan meningkatkan kepercayaan klien pada perawat

K :Iya mas
K :Menatap kepergian perawat dan menuju kamar mau tidur
P :Meninggalkan klien sambil melambaikan tangan
Analisa :Mengucapkan selamat tinggal pada klien
Klien menerima perpisahan dengan perawat
Jawaban klien menunjukkan keterbukaan klien pada perawat

P : Perawat
K: Klien
"


57. Arman Rosyadio Firmansyah

pada : 09 April 2017

"1.Definisi
API (Analisis Proses Interaksi) merupakan alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan (LPSP). Pada LPSP, perawat sudah merencanakan berbagai pertanyaan untuk mengkaji atau bahkan melaksanakan interaksi keperawatan. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan ini ditulis dalam analisis proses keperawatan. Analisa proses interaksi adalah alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.

2.Tujuan
•Meningkatkan ketrampilan komunikasi
•Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien
•Mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
•Memberi dasar pembelajaran, bahwa API merupakan alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan pasien dan menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan.
•Membantu perawat dalam penerapan proses keperawatan.
API tidak hanya bisa digunakan dalam keperawatan jiwa namun API juga dapat digunakan dalam bidang keperawatan lain, contohnya keperawatan medical bedah yang menggunakan API dalam menggali informasi mengenai status neurologi.

3.Komponen API
•Komunikasi verbal perawat dan pasien
•Komunikasi nonverbal perawat dan pasien
•Analisis berpusat pada perawat, yang merupakan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
•Analisis berpusat pada pasien, yang merupakan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi pasien
•Rasional dan makna dari komunikasi
•Kesan perawat yang merupakan evaluasi terhadap efektivitas komunikasi yang telah dilakukan
•Rencana tindak lanjut, yang merupakan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan berikutnya berdasarkan hasil evaluasi dari komunikasi yang telah dilakukan

4.Percakapan
•Komunikasi Verbal
P : Selamat siang Bapak?
P : Halooo, Bapak, selamat siang?
K : Siang
P : Maaf pak, ganggu waktunya sebentar ya perkenalkan nama saya Ners Arman, senang dipanggil Mas Arman, saya disini setiap hari Senin-Rabu dari jam 08.00 sampai jam 17.00 untuk merawat Pak Budi. Nama Bapak benar pak Budi? Senang dipanggil siapa Pak?
K : Iya benar Mas Arman nama saya Budi, panggil saya Mas Budi saja
P : Ooohhh.. iya baik Mas Budi, kita hari ini ngobrol-ngobrol yuk? Mau ya?
K : Baik mas
P : Bagaimana perasaan Mas Budi hari ini?
K : Buruk Mas…
P : Buruk, bagaimana Mas Budi bisa diceritakan?
K : Saya ditinggal mati calon istri saya Mas. Padalah pernikahan kami tinggal menghitung hari. Tapi karena kecelakaan malam itu dia ninggalin saya. Saya ngerasa ngga berguna lagi. Untuk apa saya hidup??
P : Iya Mas, saya paham... pasti itu sangat berat sekali ya... Tetapi, saya berharap dengan kehadiran saya disini, paling tidak Mas Budi ada tempat bercerita dan punya sedikit kelegaan. Mas Budi yang sabar ya... saya, mas Budi, bahkan semua pasien disini juga punya masalah. Kita disini semua sama-sama ingin meringankan beban Mas Budi…
K : Saya ngga bisa mas... saya ngga bisa hidup tanpa dia... saya juga harus mati kalau dia mati!!!
P : Mas Budi… Mas Budi tenang, Mas Budi tenang dulu yaa.. Jangan emosi Mas. Ayo, kakinya jangan gitu. Tarik nafas dalam-dalam dulu yuk..
P : Bagaimana Mas? Sudah merasa lebih tenang?
K : Lumayan Mas. Saya benar-benar bingung mas… saya harus apa. Saya sedih sekali ditinggal calon istri saya
P : Ada banyak sekali hal positif yang bisa Mas Budi lakukan... Hobi Mas Budi apa kalau boleh tau?
K : Saya senang bermain games, tapi kalau lagi senggang saya juga senang menggambar-gambar
P : Waah bagus itu, hobi nya positif sekali, Mas Budi biar ngga diem terus gini mending melakukan hobinya saja ya, Mas. Pemandangan di taman depan bagus itu mas kalau untuk digambar atau dilukis
K : Iya mas baik… nanti saya coba



P : Oke mas… Gitu dong kan makin keren jadinya. Nanti kalau di ruangan saya tersedia peralatan menggambar saya bawakan khusus untuk Mas Budi.
K : Baik Mas Arman terimakasih banyak
P : Terus nanti, kalau mas Budi tiba-tiba keinginan bunuh diri muncul lagi, langsung panggil saya atau keluarganya ya. Jadi Mas Budi ngga sendirian dan sebisa mungkin jangan pernah sendirian dulu ya di kamar. Main-main diluar sama kakaknya mungkin mas…
K : Oke Mas Arman, siap. Terimakasih mas sudah mau mendengarkan cerita dan kesedihan saya..
P : Iya Mas, sudah menjadi tugas saya, kita saling men-support satu sama lain ya…
K : Iya Mas, baik..
P : Nah.. setelah kita tadi ngobrol-ngobrol agak lama, gimana perasaan Mas Budi sekarang? Sudah lebih baik?
K : Iya mas saya sudah lebih baik sekarang… saya senang ada teman mengobrol..
P : Baik kalau begitu, bisa Mas Budi ulangi bagaimana cara mengusir kesedihan Mas Budi ini?
K : Bisa mas, pertama kalau lagi sedih dan emosi kita tarik nafas dalam-dalam, kemudian cari aktifitas lain yang menghibur seperti melakukan hobi, dan ketiga hindari sendiri di rumah/kamar.
P : Waah hebat Mas Budi ini. Kalau begitu nanti sore kita ngobrol-ngobrol lagi ya? Saya mau tau nih karya langsung Mas Budi. Jadi nanti sore jam 15.00 saya kasih liat ya hasil gambarnya.
K : Oke Mas, siap…
P : Mau ngobrol dimana? Diruang ini lagi atau di taman depan?
K : Di taman depan saja Mas
P : Oke.. kalau begitu sampai ketemu nanti ya Mas Budi, selamat siang…
•Komunikasi Non-Verbal
Komunikasi Non Verbal
K : Masih diam sama seperti posisi awal, tidak menggubris

P : Mempertahankan kontak mata dengan klien
K : Perlahan-lahan tersadar dan melihat ke arah perawat

P : Tersenyum, pada saat klien melihat wajahnya
K : Bersuara lemah, kembali memalingkan wajahnya ke posisi awal

P : Tetap mempertahankan kontak mata dengan memandangi ke arah wajah klien
K : Melihat ke arah perawat, menghela napas

P : Tersenyum, mempertahankan kontak mata, menunjukkan sikap terbuka dengan duduk posisi santai
K : Berbicara dengan nada pelan sambil tetap melihat ke arah perawat

P : Mempertahankan kontak mata, mengangguk, tersenyum
P : Mempertahankan kontak mata, tersenyum

K : Bernada sedih, pelan seperti menahan tangis
P : Bernada empati, mengelus punggung klien, memerlihatkan wajah empati

K : Wajah menunduk, bernada sedih, suara dalam, menahan tangis,
P : Bernada halus, mengelus punggung klien, sikap terbuka, empati, mempertahankan kontak mata, tersenyum

K : Mendengarkan, mencoba menghayati kalimat perawat
K : Bersuara keras, menghantamkan kakinya ke lantai

P : Menenangkan pasien, menahan kakinya, mempertahankan kontak mata, mengajarkan untuk tarik nafas dalam
P : Melihat mata pasien dalam-dalam, tersenyum

K : Wajah sudah lebih tenang, ekspresi masih sedikit sedih, posisi duduk rileks
P : Menunjukkan wajah meyakinkan, kontak mata, tersenyum

K : Menjawab pertanyaan perawat sambil melihat wajah perawat dan lingkungan sekitar
P : Wajah sumringah, tersenyum, melihat ke wajah pasien kemudian melihat ke arah lingkungan sekitar

K : Menjawab pertanyaan dengan nada yakin, mulai menunjukkan wajah bahagia, tersenyum simpul

P : Mengacungkan jempol, berbicara lugas, kontak mata, tetap tersenyum
P : Kontak mata, tetap tersenyum, duduk berhadapan

K : Mendengarkan dengan seksama, menatap mata perawat
P : Mempertahankan kontak mata, tersenyum

K : Melihat balik ke arah wajah perawat, membalas senyum

K : Bernada yakin, melihat ke arah perawat
P : Mengacungkan jempol, berwajah sumringah

K : Mengacungkan jempol, bersemangat

P : Berjabat tangan dengan klien, berdiri
K : Membalas jabat tangan
perawat, berdiri

•Analisa Berpusat pada Klien
K : Belum terespon terhadap seseorang yang ingin mengajaknya mengobrol, kemungkinan sedang melamun
K : Mencoba merespon terhadap sumber suara
K : Klien tidak terlalu tertarik dengan sapaan perawat

K : Mulai menunjukkan sikap terbuka dan mau mengungkapkan perasaannya

K : Mengungkapkan perasaan apa yang dialami klien saat ini
K : Mengungkapkan permasalahan yang dihadapi, mengingat kejadian yang membuatnya sedih
K : Merasakan bahwa perawat memperhatikan klien

K : Klien mengungkapkan kesedihannya dengan sedikit emosi
K : Klien menuruti perawat agar bersikap tenang dengan teknik menarik nafas dalam
K : Mencoba meminta pendapat perawat tentang solusi selanjutnya agar ia tidak sedih lagi
K : Menunjukkan respon positif (ada niat baik dari klien untuk mau melakukan hobinya)

K : Klien menujukkan respon positif dan lebih kooperatif dengan perawat
K : Klien menujukkan respon positif dan lebih kooperatif dengan perawat

K: Mencoba mengulang
kembali apa yang sudah
diajarkan perawat

K : Menyepakati kontrak waktu pertemuan yang akan datang

K : Mengakhiri pertemuan dengan membalas salam



•Analisa Berpusat pada Perawat
P : Mencoba membina hubungan saling percaya dengan klien
P : Mulai merasakan klien mau berinteraksi dengan perawat
P : Mencoba untuk terus membina hubungan saling percaya dengan klien
P : Mulai merasakan klien mau berinteraksi dengan perawat

P : Memulai menggali perasaan dan permasalahan klien
P : Mendengarkan permasalahan yang ungkapkan oleh klien
P : Berusaha memahami perasaan klien dan mencoba memotivasi klien untuk meningkatkan harga dirinya
P : Berusaha memahami perasan dan menenangkan klien dengan mengajarkan teknik nafas dalam

P : Senang dengan jawaban klien yang sesuai dengan keinginan perawat

P : Memikirkan jawaban untuk solusi agar klien tidak sedih lagi
P : Mencoba menawarkan alternatif lain untuk mengisi waktu luang klien agar tidak sedih

P : Senang dengan jawaban klien

P : Senang pasien masih mampu dan bersedia untuk melakukan aktifitas-aktifitas positif
P : Respon klien yang kooperatif lebih memotivasi perawat demi kesehatan klien
P : Respon klien yang kooperatif lebih memotivasi perawat demi kesehatan klien
P : Melakukan evaluasi objektif untuk melihat kemampuan kognitif dan psikomotor yang telah diajarkan

P : Mengungkapkan waktu untuk pertemuan yang akan datang

P : Mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan salam
"


58. Elly Ardianti

pada : 09 April 2017

"ik, baik aja, sehatkan, Cuma masih sering marah ananya
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan perhatian
K : Menunduk sambil memandang jam tangan
Analisa berpusat pada klien :
P perawat mencoba membuka diri dan mencoba menggali data baru.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan sekedarnya
Rasional :
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka.

Komunikasi verbal :
P : Sekarang mbak Ana umurnya berapa?
K : 25, Suster berapa umurnya?
Komunikasi nonverbal :

P : Mendekatkan diri ke K
K : menjawab dengan antusias.
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji daya ingat K
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha mengingat-ingat. K menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya
Rasional :
Umur mempengaruhi daya ingat klien

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana ingat nggak, kenapa mbak Ana dirawat disini?
K : itu, karena dirumah sering marah-marah.
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan keseriusan
K : Nada suara tinggi, tatapan tajam.
Analisa berpusat pada perawat :
P lega karena K tidak tersinggung K menjawab dengan spontan
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat-ingat keluhan
Rasional :
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sering marah-marah dirumah ?
K : iya, kalau keinginannya gak diturutin suka marah-marah dan mecahin barang-barang kaca
Komunikasi nonverbal :
P : Bertanya pelahan dan memperhatikan respon pasien
K : Menunduk dan main botol minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih jauh alasan pasien dirawa. P kaget, dan sadar kalau pasien mengalami halusinasi.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan spontan
Rasional :
Halusinasi dapat terjadi kapan saja karena adanya stimulus tertentu

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana pernah dengar suara-suara?
K : Gak pernah, itu aja suka marah
Komunikasi nonverbal :
P : Memperhatikan respon klien
K : Memandang ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih lanjut
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan mengingat pelan pelan
Rasional :
Dengan diam terapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sudah berkeluarga?
K : belum Sus
Komunikasi nonverbal :
P : Mendekatkan diri
K : Memandang kosong ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji data yang terkait kata-katanya tadi
Analisa berpusatpada klien :
K membayangkan keadaan keluarganya
Rasional : Menjalin hubungan saling percaya.

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kegiatan sehari- hari ngapain saja ?
K : Mandi, Makan, beresin tempat tidur, senam, berdoa. gitu-gitu terus disini bosen pengen pulang.
Komunikasi nonverbal :
P : Memegang bahu K
K : Menggaruk-garuk kepalanya
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba mengalihkan pembicaraan terkait halusinasinya
Analisa berpusat pada klien :
K teralih karena pertanyaan baru
Rasional :
Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana betah tinggal di sini ? Suasananya enak ya!
K : Betah, banyak temen bisa ngobrol-ngobrol
Komunikasi nonverbal :
P : memperhatikan K
K : menunduk dan mainan botol minum sambil minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengalihkan perhatian K dari halusinasi
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha menjawab dengan spontan
Pengalihan agar pasien tidak larut pada halusinasinya pada fase interaksi ini

Komunikasi verbal :
P : Tentunya keluargambak Ana suka menjenguk kesini.
K : belum, belum pernah dijenguk
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menunduk, bengong
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K
Analisa berpusat pada klien :
K ingat terhadap keluarganya
Rasional :
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya

Komunikasi verbal :
P : Kalau mbak Ana suka pulang juga ya?
K : enggak udah disini aja.
P : Memandang K
K : Menunduk
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji hubungan K dengan keluarganya
Analisa berpusat pada klien :
Respon klien datar
Rasional :
Berada di lingkungan keluarga akan membuat klien melihat realitas menyenangkan atau malahan stressor

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kapan marah itu datang ?
K : kalau pas lagi diledek temen- temen, pas keinginannya ga diturutin
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh P lalu melihat ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji aktivitas K di rumah
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat aktivitasnya di rumah
Rasional :
Berusaha mengeskplorasi lebih jauh untuk menjelaskan masalah utama.

Komunikasi verbal :
P : bagaimana cara mbak Ana ngilangin marah itu ?
K : berdoa aja, istigfr, tarik napas dalam
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Memperagakan
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji pertanyaan terbuka
Analisa berpusat pada klien :
K tampak terbuka
Rasional :
Menarik diri membuat K asyik dengan dunianya sendiri

Komunikasi verbal :
P : bagaimana kalau kita mengalihkan marah itu dengan cara yang lain. Contohnya : Jika mbak Ana marah, mukul bantal, sholat/berwudhu dan lain-lainnya
K : iya boleh, mau diajarin dong, biar bisa ngontrol marah
Komunikasi nonverbal :
P : Memperagakan cara mengontrol marah
K : K memperhatikan
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba menjelaskan dengan sedikit memperagakan cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien.
Analisa berpusat pada klien :
K tampak menyimak dengan serius
Rasional :
Cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien

Komunikasi verbal :
P : -
K : udah dulu yah mau ngambil air buat minum
Komunikasi nonverbal :
P : membiarkan Klien pergi
K : Menunjuk ke sana
Analisa berpusat pada perawat :
P memikirkan topik lain
Analisa berpusat pada klien :
K merenungkan keadaannya
Rasional :
Diam berguna untuk memikirkan interaksi selanjutnya

Komunkasi verbal :
P : baiklah besok kita ngobrol- ngobrol lagi yaa, maunya jam berapa mbak Ana ? Dimana ?
K : iya, jam 9 aja, disinilah
Komunkasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Pergi
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
Analisa berpusat pada klien :
K Pergi dan setuju dengan kontrak
Rasional :
Evaluasi fase 1 selesai, pemberian reinforcemen positif dan menyepakati kontrak.


KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik.Klien cukup kooperatif walaupun sering berbicara dengan nada suara tinggi. Data yang tergali adalah data mengenai resiko prilaku kekerasan, flight of ideas dan ideal diri yang tinggi. Kontrak selanjutnya telah
dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu mengulangi cara mengontrol marah Karena klien mau dan antusias untuk belajar mengontrol marah denan cara yang lain.
62qb2"


59. Riris Medawati

pada : 10 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.
Tujuan
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan
Dalam API terdiri dari
1. Komunikasi verbal dan non verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dan komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
5. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
Contoh analisa proses interaksi pada klien dengan harga diri rendah
Inisial klien : Tn. P
Interaksi : I (fase perkenalan)
Lingkungan : Duduk berhadapan dengan jarak 1 meter pada ruangan A dengan situasi yang tenang dan santai
Deskripsi klien : klien memakai baju rumah sakit berwarna bitu dengan sandal jepit. Penampilan klien bersih dengan rambut tersisir rapih.
Tujuan komunikasi :Klien dapat memperkenalkan diri dan terbina hubungan saling percaya antara perawat dan klien
Waktu : siang hari, minggu 09 April 2017
1.
• Komunikasi verbal
P: selamat siang
K: siang
• Komunikasi non verbal
P: Tersenyum dengan menatap klien
K: Menatap perawat dan tersenyum tipis, lalu kembali menunduk
• Analisa berpusat pada klien
Klien tampak merenung dengan tatapan kosong
• Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien dapat menerima perkenalan dengan baik
• Rasional
Salam merupakan salah satu cara memberi perhatian pada klien sekaligus memulai komunikasi
2.
• Komunikasi verbal
P: Perkenalkan saya riris mahasiswa fakultas keperawatan universitas airlangga. Saya disini akan bertugas selama 3 hari. Bisakah saya berbincang-bincang dengan mas selama 20 menit?
K: baik
• Komunikasi non verbal
P: Perawat menatap klien dengan tersenyum dan berbicara dengan nada pelan sambil mengulurkan tagan (berjabat tangan)
K: Klien menatap perawat saat menjawab dan menerima uluran tangan perawat untuk berjabat tangan
• Analisa berpusat pada klien
Klien mulai memperhatikan perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Perawat mencoba untuk lebih dekat dengan pasien
• Rasional
Perkenalan merupakan salah satu cara untuk membina hubungan saling percaya
3.
• Komunikasi verbal
P: Kalau mas namanya siapa?
K: nama saya P
• Komunikasi non verbal
P: bertanya sambil tersenyum dengan memperhatikan respon klien
K: klien menyebutkan namanya sambil menatap perawat
• Analisa berpusat pada klien
Klien memberikan respon terhadap pertanyaan yang diberikan menandakan bahwa klien menerima keberadaan perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Perawat berharap klien dapat menjawab
• Rasional
Menyebutkan nama menandakan kesediaan menerima hubugan dengan baik
4.
• Komunikasi verbal
P: mas P sekarang ada dimana?
K: di RS
• Komunikasi non verbal
P: bertanya sambil tersenyum dengan nada pelan
K: menjawab sambil memainkan jari tangan dan dengan menatap perawat
• Analisa berpusat pada klien
Klien memainkan jari tangan namun mampu menjawab dengan cepat dan tepat tanpa berpikir lama
• Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien mengetahui lokasinya saat ini dan perawat merasa senang karena klien dapat menjawab dengan baik
• Rasional
Menilai kemampuan mengingat dan memahami lingkungan
Inisial klien : Tn. P
Interaksi : II (fase kerja)
Lingkungan : Duduk berhadapan dengan jarak 1 meter pada ruangan A dengan situasi yang tenang dan santai
Deskripsi klien : klien memakai baju rumah sakit berwarna bitu dengan sandal jepit. Penampilan klien bersih dengan rambut tersisir rapih.
Tujuan komunikasi :Klien dapat menyebutkkan alasan MRS
Waktu : 07.00 WIB , senin 10 April 2017
1.
• Komunikasi verbal
P: halo mas P, apa kabar?
K: baik mbak
• Komunikasi non verbal
P: menatap klien dengan tersenyum ramah dan berjabat tangan
K: menjawab sambil tersenyum tipis dan menerima jabat tanagan
• Analisa berpusat pada klien
Klien dapat menerima kehadiran perawat dengan baik
• Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien kooperatif
• Rasional
Menyapa secara akrab menunujukkan hubungan yang akrab

2.
• Komunikasi verbal
P: mas P terlihat begitu sehat tapi kenapa mas P dirawat disini?
K: saya tidak tahu sus kenapa orang tua saya mengirim saya kesisni. Mereka menganggap saya ini aib bagi keluarga karena saya gagal menjadi polisi. Tidak seperti kakak saya dia begitu hebat. Mungkin orang tua saya tidak mau memiliki anak tidak berguna seperti saya, sehingga mereka membuang saya kemari. Mereka pasti malu memiliki anak seperti saya. Bahkan saya sendiripun malu dengan diri saya. Padahal dirumah saya selalu mengunci diri dikamar dan tidak berbicara dengan siapapun agar keluarga saya tidak malu, saya juga selalu merenungkan kesalahan saya, tapi mereka tetap saja mengirim saya kemari. Saya sadar sus betapa tidak bergunanya saya ini
• Komunikasi non verbal
P: memperhatikan cerita klien dengan serius
K: bercerita serius dengan ekspresi sedih
• Analisa berpusat pada klien
Klien menceritakan masalahnya menandakan klien percaya pada perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien menceritakan setiap masalahnya
• Rasional
Menggali perasaan klien dan mencari tahu masalah klien untuk dapat menentukan tindakan yang harus dilakukan.
3.
• Komunikasi verbal
P: mas setiap orang itu memiliki garis hidupnya masing-masing. Mas tidak harus menjadi seperti kakak mas, mungkin tuhan merencanakan hal yang lebih baik untuk mas. Walaupun tidak menjadi polisi, masih banyak hal lain yang dapat mas lakuakan. Saya yakin orang tua mas juga tahu akan hal itu. Mereka tidak membenci mas atau menganggap mas lebih buruk dari kakak mas. Mereka tidak membuang mas. Tidak ada orang tua yang mau membuang anak yang sudah dirawatnya selama ini. Mereka semua sayang dengan mas, meraka juga ingin mas kembali kerumah jadi mas tidak boleh merenung dan menarik diri lagi. Selama ini mas sudah merenung sangat lamakan?
K: iya
P: saya rasa itu sudah cukup, mas P tidak perlu merenung lagi. Jadi mas harus mulai mencoba berkomunikasi dengan teman-teman atau petugas yang ada disini dan jangan merenung sendirian lagi ya mas
K: baik sus, saya tidak akan merenung lagi dan saya akan belajar bersosialisasi
• Komunikasi non verbal
P: memberikan saran dengan memandang klien secara serius dan tersenyum
K: mendengarkan secara serius dan mencoba untuk memahami setiap ucapan perawat dengan memperhatikan setiap perkataan perawat
• Analisa berpusat pada klien
Klien merasa mendapat pencerahan dan jalan keluar terkait dengan masalahnya
• Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien menerima saran perawat
• Rasional
Meningkatkan hubungan saling percaya dan membantu mengatasi masalah klien
4.
• Komunikasi verbal
P: kalau begitu sampai jumpa besok ya
K: iya sus
• Komunikasi non verbal
P: beranjak dari tempat duduk sambil tersenyum
K: menatap perawat sambil tersenyum
• Analisa berpusat pada klien
Klien semakin percaya dengan perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien mengikuti nasehat yang diberikan perawat
• Rasional
Terminasi yang disepakati dapat membina saling percaya
Inisial klien : Tn. P
Interaksi : III (fase terminasi)
Lingkungan : Duduk berhadapan dengan jarak 1 meter pada ruangan A dengan situasi yang tenang dan santai
Deskripsi klien : klien memakai baju rumah sakit berwarna bitu dengan sandal jepit. Penampilan klien bersih dengan rambut tersisir rapih.
Tujuan komunikasi :Klien dapat menyebutkkan alasan MRS
Waktu : 09.00 WIB , selasa 11 April 2017
1.
• Komunikasi verbal
P: selamat pagi mas P, apa kabar
K: pagi sus, alhamdulillah baik sus
• Komunikasi non verbal
P: menyapa dengan berjabat tangan sambil tersenyum
K: berjabat tangan dengan tersenyum
• Analisa berpusat pada klien
Klien merasa dekat dengan perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Berharap interaksi tetap berjalan lancar
• Rasional
Salam merupakan cara untuk menjalin hubungan karab dan bertanya kabar menunjukkan sikap empati
2.
• Komunikasi verbal
P: bagai mana mas sudah mencoba untuk mengikuti saran saya?
K: sudah sus, walaupun sedikit sulit saya akan berusaha mengikuti saran anda
• Komunikasi non verbal
P: menatap klien sambil tersenyum
K: mengangguk dan tersenyum
• Analisa berpusat pada klien
Klien mencoba untuk meyakinkan perawat dan dirinya sendiri bahwa dia akan berusaha mengikuti nasehat perawat
• Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien mengikuti nasehat yang diberikan perawat
• Rasional
Memastikan apakah klien mengikuti saran dari perawat
3.
• Komunikasi verbal
P: mas P, hari ini merupakan hari terkhir saya disini, jadi mas P haru menjaga kondisi dengan baik dan jangan lupa mengikuti saran saya ya?
K: iya sus, tapi kalau ada waktu suster kesini ya
P: baik mas, sampai jumpa
• Komunikasi non verbal
P: beranjak dari tempat duduk sambil tersenyum dan berjabat tangan
K: menatap perawat sambil tersenyum dan berjabat tanagn
• Analisa berpusat pada klien
Klien menerima perpisahan dengan baik
• Analisa berpusat pada perawat
Perawat senang karena klien menerima perpisahan dengan baik
• Rasional
Terminasi yang disepakati dapat membina saling percaya
"


60. Alip Nur Apriliyani

pada : 10 April 2017

"A. Analisa proses interaksi merupakan suatu alat kerja atau system yang digunakan oleh perawat untuk membanu memahami dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi antara perawat dengan pasien sehingga perawat dapat merencanakan tindakan keperawatan. API diperlukan karena dapat meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat terhadap klien.

Fase-fase analisa proses interaksi adalah:
1. Tahap pra interaksi : Merupakan tahap dimana perawat akan bertemu dengan klien.
2. Tahap orientasi : Merupakan tahap dimana perawat pertama kali bertemu dengan klien
3. Tahap kerja : Merupakan tahap dimana perawat memulai kegiatan. Tugas perawat pada saat ini adalah melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan pada tahap pra interaksi.
4. Tahap terminasi : Merupakan tahap dimana perawat akan menghentikan interaksinya dengan klien. Tahap ini bisa merupakan tahap terminasi sementara maupun akhir.

B. Contoh percakapan semu API dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi

1. Nama : Tn. A
2. Usia : 34 tahun
3. Status interaksi : Pertemuan ke-2 (tahap orientasi)
4. Tanggal : 9 April 2017
5. Waktu : 10.00 – 10.20 WIB
6. Tujuan : Setelah dilakukan interaksi klien tidak merasakan halusinasi dan terbina hubungan saling percaya antara perawat dengan klien
7. Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di depan ruang rawat Melati dengan suasana yang cukup tenang
8. Deskripsi klien : Penampilan klien cukup bersih dan rapi, ekspresi klien tampak kurang tenang, dan terkadang memandang ke arah lain.

a) Komunikasi Verbal
Perawat : Selamat pagi, Pak
Klien : Selamat pagi mbak
Perawat : Perkenalkan pak, nama saya Ners Alip. Saya dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Nama bapak siapa dan biasa dipanggil siapa pak?
Klien : Nama saya APN Ners, panggil saja A
Perawat : Iya pak A, senang bertemu dengan bapak. Bagaimana perasaan bapak hari ini?
Klien : Biasa saja Ners, tapi saya merasa ada yang mengawasi saya dari ruangan di depan
Perawat : Baiklah pak, bagaimana jika kita kita membicarakan apa yang bapak rasakan hari ini? Kita bias berbicara di depan ruang rawat bapak, apakah bapak bersedia?
Klien : Tapi saya takut Ners, ada yang memperhatikan saya dari ruangan yang di depan
Perawat : Tidak apa-apa pak. Nanti saya akan menemani bapak, jadi bapak akan merasa aman dan nyaman bersama saya. Bagaimana pak?
Klien : Baik Ners, saya bersedia.
Perawat : Baiklah sekarang coba bapak ceritakan sejak kapan bapak merasa ada yang memperhatikan bapak?
Klien : Belum lama Ners, mungkin sejak 1 atau 2 hari yang lalu
Perawat : Lalu seperti apa dan bagaimana orang yang memperhatikan bapak itu?
Klien : Orang itu sangat asing untuk saya dan dia menatap saya dengan penuh kekesalan. Awalnya saya berpikir kalau orang itu tidak memperhatikan saya, tapi melihat keadaan di sekitar. Orang itu selalu berdiri di depan pintu dan menatap saya dengan tatapan yang tajam sehingga membuat saya ketakutan.
Perawat : Oh, begitu ya pak. Mungkin bapak perlu menenangkan diri sehingga pikiran dan perasaan bapak bias tenang lagi. Bapak anggap saja kalau orang itu hanyalah orang yang mengagumi bapak atau orang itu ingin berbincang dengan bapak tapi dia malu. Anggap saja begitu bapak, jadi bapak akan merasa lebih tenang
Klien : Iya Ners, saya sangat perlu untuk menenangkan diri. Tapi saya bingung Ners bagaimana caranya.
Perawat : Bapak tidak perlu khawatir, saya akan membina dan menemani bapak agar bapak bias lebih tenang
Klien : Iya Ners, saya sangat bersedia jika Ners mau membantu saya
Perawat : Iya pak, itu sudah menjadi tugas saya. Nanti sore saya akan kembali lagi kesini untuk membantu bapak
Klien : Baik Ners, terimakasih banyak
Perawat : Iya pak sama-sama. Sekarang bapak istirahat dulu saja. Saya permisi dulu, sampai ketemu nanti sore ya pak

b) Komunikasi non verbal
Perawat : menghampiri klien dengan tersenyum dan berdiri di samping klien lalu mengulurkan tangan
Klien : melihat ke arah perawat dan mengulurkan tangan
Perawat : memandang klien dengan tersenyum dan suara yang jelas
Klien : memandang perawat dengan serius dan suaranya sedikit pelan
Perawat : suara jelas dan tetap tersenyum
Klien : memandang perawat dengan ekspresi sedikit ketakutan
Perawat : mengangguk perlahan dan mencoba meyakinkan klien
Klien : memandang perawat dan tampak sedikit rileks dan menunduk
Perawat : tersenyum dan memandang klien dengan ramah
Klien : ekspresi sedikit rileks tetapi sedikit menunduk
Perawat : tersenyum dan memandang klien dengan ramah
Klien : menjawab dengan suara agak pelan dan sedikit menunduk
Perawat : mengangguk perlahan, tersenyum dan memperhatikan klien
Klien : menjawab dengan suara agak pelan dan sedikit menunduk serta tampak ketakutan
Perawat : mendengarkan penjelasan klien dengan serius dan memperhatikan klien
Klien : tampak kebingungan
Perawat : tersenyum dan memandang klien dengan ramah
Klien : tampak lebih tenang dan rileks
Perawat : menangguk dan tersenyum
Klien : memandang perawat dengan ekspresi serius
Perawat : tersenyum pada klien

c) Analisa berfokus pada klien
- Klien ketakutan dengan kondisi di sekitar
- Klien kebingungan menghadapi masalahnya
- Klien berpikir bahwa keadaannya tidak akan mengalami perubahan

d) Analisa berfokus pada perawat
- Merasa ragu dengan interaksinya pada klien
- Merasa ragu dengan sikap dan tanggapan dari klien
- Berusaha memahami perasaan klien dan mencari solusi
- Memberi kepercayaan pada klien agar klien dapat terbuka
- Memberi dukungan pada klien agar klien merasa tenang dan tidak ketakutan

e) Rasional
- Salam merupakan salah satu cara memberi perhatian pada klien
- Perkenalan merupakan salah satu cara untuk membina hubungan saling percaya
- Menyebutkan nama menandakan kesediaan menerima hubungan dengan baik
- Menggali perasaan klien untuk menimbulkan rasa empati
- Kontrak penting untuk melakukan interaksi selanjutnya
- Memberikan perhatian dan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan klien"


61. Asti Pratiwi

pada : 10 April 2017

"A. Pengertian Analisa Proses Interaksi (API)
Analisa Proses Interaksi (API) adalah alat kerja yang digunakan atau dipakai oleh perawat maupun mahasiswa untuk memahami interkasi yang terjadi antara perawat dengan klien.
Perlu adanya API dikarenakan tujuan dari API itu sendiri adalah:
1. Untuk meningkatkan kemampuan mendengar
2. Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberikan dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat atau mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan.
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
Dalam API umumnya terdiri dari:
a. Komunikasi verbal dan nonverbal antara perawat dengan klien.
b. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
c. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien.
d. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4.
e. Rencana lanjutan tindakan keperawatan.
Petunjuk pengisian:
1. Inisial klien: tulis inisial bukan nama lengkap.
2. Status interkasi: pertemuan ke berapa dan fase hubungan
3. Lingkungan:
a. Tempat interaksi
b. Situasi tempat interaksi
c. Posisi mahasiswa dank lien.
4. Deskripsi klien: penampilan umum klien
5. Tujuan:
a. Tujuan yang akan dicapai dalam interaksi selama 20-30 menit.
b. Tujuan ini berpusat pada klien.
c. Tujuan terkait dengan proses keperawatan klien.
6. Komunikasi verbal: ucapan verbal perawat dank lien
7. Komunikasi nonverbal: nonverbal klien dan perawat pada saat bicara atau saat mendengarkan.
8. Analisa berpusat pada perawat: Pusatkan analisa proses yang berhubungan dengan komponen sebagai berikut:
a. Perasaan sendiri
Perawat waspada tentang respon perasaan sendiri dan menunjukkan peningkatan kemampuan untuk menjelaskan riwayat atau latar belakang arus dan analisa, apa dan mengapa perasaan itu muncul. Bagaimana perasaan perawat dipengaruhioleh klien.
b. Tingkah laku nonverbal
Cari atau kenali, diskusikan, dan analisa tingkah laku nonverbal diri sendiri.
c. Isi pembicaraan yang muncul dan terselubung
Cari atau kenali, bedakan, dan diskusikan teknik komunikasi yang dugunakan.
d. Tujuan interaksi:
1. Perawat berperan sebagai apa? Pasien sebagai apa?
2. Apa anggapan perawat tentang kejadian yang telah terjadi?
3. Bagaimana seharusnya mereka berinteraksi?
4. Bagaimana pengaruh proses interaksi pada mereka?
5. Apakah mereka perlu berubah? Jika perlu berubah, mengapa?
6. Apakah interaksi ini mempengaruhi tujuan dan rencana interaksi yang akan datang?
7. Berdasarkan tujuan anda saat ini bagaimana ana mengkaji interaksi ini?
e. Mengubah intervensi.
9. Analisa berpusat pada klien: Pusatkan analisa proses yang berhubungan dengan komponen sebagai berikut:
a. Tingkah laku nonverbal
Cari atau kenali, diskusikan, dan analisa tingkah laku nonverbal klien.
b. Isi pembicaraab yang muncul dan terselubung (laten)
Cari atau kenali, bedakan, dan diskusikan.
c. Perasaan klien
Temukan atau cari arti tingkah laku klien, identifikasi dan diskusikan keadaan perasaan klien, bagaimana perasaan klien dipengaruhi oleh perawat?
d. Kebutuhan klien
Cari kebutuhan klien dengan menggunkan data dari interaksi yang baru terjadi, interaksi sebelumnya, riwayat klien, dan teori.
10. Alasan teoritsi (rasional)
Sintesa dan terapan teori pada proses interpersonal: berikan alasan teoritis intervensi anda atau intervensi lain dan tunjukkan peningkatan kemampuan dalam mendiskusikan tingkah laku klien dalam rangka teori psikodinamika, teori adaptasi, setiap teori-teori lain yang dikenal.

Sumber:
Muhith, Abdul. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET (Penerbit ANDI).





B. Percakapan semu antara perawat dengan klien dan analisa proses interaksi (API):
Masalah keperawatan: Harga Diri Rendah.
Analisa Proses Interaksi
Nama : Nn. NH
Usia : 22 tahun
Hari/tanggal : Senin, 10 April 2017
Waktu : 10.00-10.30 WIB
Interkasi : fase I (perkenalan)
Lingkungan : di Taman dekat ruang klien dirawat.
Deskripsi : Penampilan klien nampak mengurung diri, dan selalu menyalahkan dirinya sendiri, merasa takut, cemas, dan gelisah.
Tujuan : Setelah diberikan intervensi keperawatan klien sudah tidak merasa harga dirinya rendah lagi dan untuk menjalin kepercayaan dengan klien.
1. Komunikasi verbal
N: Selamat pagi Nn NH.
K: Selamat pagi Ners.
Komunikasi nonverbal
N: Menghampiri NH, tersenyum, dan duduk di samping NH
K: Melihat kearah N dengan terkejut dan dengan cepat memalingkan wajahnya.
Analisa berfokus pada klien
Klien kaget dan merasa terkejut ketika disapa oleh N
Analisa berfokus pada perawat
Merasa ragu apakah K mau menerima kehadiran N
Rasional
Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya.
2. Komunikasi verbal
N: Perkenalkan saya Ners Asti, mahasiswa keperawatan Unair yang sementara praktek di sini selama 1 minggu. Nn namanya siapa ya, boleh saya tahu?
K: Nama saya Zaskia Ners.
Komunikasi nonverbal
N: Tersenyum, duduk di depan klien, kemudian mengulurkan tangan untuk bersalaman
K: Mau bersalaman, menjawab dengan nada yang lemah
Analisa berfokus pada klien
Klien melihat dengan ketakutan dan ragu-ragu.
Analisa berfokus pada perawat
N merasa senang karena K mau menjawab salam darinya.
Rasional
Dengan perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya antara K dengan N.
3. Komunikasi Verbal
N: Oh…. Namanya Zaskia, biasanya dipanggil apa?
K: Biasanya saya dipanggil Kia Ners.
Komunikasi Nonverbal
N: Tersenyum
K: Memperhatikan N, namun menatapnya penuh dengan ketakutan.
Analisa Berfokus pada Klien
Klien duduk dengan ragu sambil menoleh ke arah N
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap bisa melanjutkan pembicaraan dengan K dan merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh N dan K mau menyebut namanya.
Rasional
Untuk menimbulkan kepercayaan bagi klien.
4. Komunikasi Verbal
N: Baik Kia, emm apakah Nn Kia keberatan jika kita cerita-cerita sebentar, sekitar 15 sampai dengan 20 menit?
K: Baik Ners, saya tidak keberatan.
Komunikasi Nonverbal
N: Tersenyum, memperhatikan K dengan sikap terbuka.
K: Tersenyum, memperhatikan N.
Analisa Berfokus pada Klien
Klien mau menuruti apa yang diminta oleh Ners
Analisa Berfokus pada Perawat
Berfikiran apakah K mau melanjutkan interaksi selanjutnya.
Rasional
Memberikan informasi tentang waktu dan tujuan N mengadakan interaksi dengan K.
5. Komunikasi Verbal
N: Apakah Nn. Kia mau kita berbicara di tempat lain atau di dalam kamar Nn Kia saja?
K: Misalnya di taman itu bagimana Ners? soalnya saya jenuh berada di kamar ini terus.
Komunikasi Nonverbal
N: Tersenyum, bertanya dengan lembut, sambil merangkul bahu K.
K: Menatap N, sambil menunjuk kearah taman dekat dengan kamar K.
Analisa Berfokus pada Klien
Mau mendengar dengan serius dan memperhatikan.
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mulai mau berinterkasi dengan perawat.
Rasional
Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya.
6. Komunikasi Verbal
N: Baik, boleh-boleh, mari saya bantu untuk jalan.
K: Iya Ners.
Komunikasi Nonverbal
N: Tersenyum dengan wajah yang meyakinkan, dan mengulurkan tangannya untuk membantu klien turun dari ranjang tidur dan membantunya untuk berjalan.
K: Mengenggam tangan N, dengan kepala menunduk dan berjalan bersamanya.
Analisa Berfokus pada Klien
Merespon dengan baik atas pertanyaan N
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mau melanjutkan interkasinya dan N merasa lega karena K mau menerima perintah dari N
Rasional
Memberikan bantuan dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman dan keyakinan pada K.
7. Komunikasi verbal
N: Nn.Kia, saya praktek di sini setiap hari selama 1 minggu dari jam 10.00-15.00. saya akan terus bersama-sama dengan Nn, nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang Nn rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalah yang Nn hadapi, untuk itu saya sangat berharap Nn. Kia mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, supaya saya tahu, tenang saja saya akan menjaga rahasia Nn. Kia. Apakah Nn setuju?
K: Baik Ners
Komunikasi Nonverbal
N: Menggunakan nada yang pelan dengan suara yang jelas.
K: Menjawab dengan menundukkan kepala.
Analisa Berfokus pada Klien
Tidak merasa keberatan dengan permintaan N
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mau menjawab pertanyaan N.
Rasional
Kalimat terbuka untuk memberikan kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.
8. Komunikasi Verbal
N: Nn. Kia, bagaimana keadaannya sekarang ini?
K: Saya baik-baik saja Ners.
Komunikasi Nonverbal
N: Tersenyum, memperhatikan K dengan sikap terbuka.
K: Tersenyum, menatap ke arah N
Analisa Berfokus pada Klien
Klien tidak merasa keberatan atas pertanyaan yang diajukan oleh N.
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mau menjawab pertanyaan N.
Rasional
Menanyakan kabar menunjukkan perhatian dan merupakan awal yang baik untuk membina hubungan saling percaya.
9. Komunikasi Verbal
N: Bisakah Nn. Kia menceritakan, bagaimana awalnya Nn. Kia sampai di bawa ke rumah sakit?
K: Saya selalu murung di kamar Ners, tidak mau makan, dan setiap bertemu dengan orang saya merasa bahwa diri saya itu tidak pantas bertemu dengan orang-orang, apalagi jika bertemu dengan teman-teman kuliah saya, saya merasa bahwa saya itu paling rendah di hadapan mereka.
Komunikasi Nonverbal
N: Tersenyum, tetap mempertahankan kontak mata dengan K, bicara dengan lembut.
K: Menceritakan dengan menangis, dan menatap ke arah N.
Analisa Berfokus pada Klien
Tidak keberatan dengan permintaan N dan menjawab dengan baik.
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mau menjawab pertanyaan N.
Rasional
Pertanyaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.
10. Komunikasi Verbal
N: Jadi seperti itu kejadiannya, apa yang membuat Nn. Kia merasa seperti itu?
K: Saya tidak PD saja Ners karena keadaan saya yang seperti ini, tubuh saya pendek, saya tidak cantik seperti teman-teman saya, dan juga kemampuan saya untuk bersosialisasi dengan orang-orangvyang berada di sekitar rumah saya sangat kurang.
Komunikasi Nonverbal
N: Mempertahankan kontak mata dengan K, tersenyum, dan merangkul bahunya.
K: Menceritakan dengan nada yang pelan, sambil menundukkan kepala.
Analisa Berfokus pada Klien
K mulai terbuka dengan N tentang masalah dan perasaan yang dihadapi.
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa senang karena K mau menjawab pertanyaan N dengan baik dan mulai terbuka.
Rasional
Memberikan pertanyaan mengenai masalah yang sedang dihadapi adalah kesempatan untuk K meluapkan segala apa yang dirasakan oleh K.
11. Komunikasi Verbal
N: Apa yang membuat kamu kurang bersosialosasi dengan orang-orang yang ada di sekitar Nn. Kia?
K: Saya terlalu sibuk dengan kuliah dan kegiatan di kampus Ners, sehingga saya jarang keluar rumah jika sudah pulang dari kampus.
Komunikasi Nonverbal
N: Tersenyum, mempertahankan kontak mata dengan K.
K: Menatap mata N, tersenyum.
Analisa Berfokus pada Klien
Klien tidak keberatan dengan pertanyaan yang diajukan lagi oleh N.
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mau menjawab pertanyaan N.
Rasional
Mengidentifikasi kegiatan apa yang membuat K merasa harga dirinya rendah.
12. Komunikasi Verbal
N: Jadi seperti itu masalah Nn. Baiklah Nn. Kia karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 waktunya untuk istirahat dan makan, jadi pertemuan kita cukup dulu ya, besok kita lanjutkan lagi pembicaraan kita di jam yang sama, untuk membahas apa yang harus Nn. Kia lakukan supaya tidak rendah diri seperti ini. Apakah Nn. setuju?
K: Baik Ners, saya setuju.
Komunikasi Nonverbal
N: Tersenyum, mendekat ke K, dan berusaha menenangkan K dengan mengusap bahu K.
K: Tersenyum dan menatap kearah N.
Analisa Berfokus pada Klien
Tampak K tidak keberatan dengan kontrak waktu yang ditawarkan.
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa senang karena K setuju untuk kontrak pertemuan berikutnya
Rasional
Kontrak penting unutk melakukan interaksi selanjutnya.
13. Komunikasi Verbal
N: Oke, kalau begitu mari saya antar ke kamar Nn Kia.
K: Baik Ners.
N: Sekarang sudah sampai kamar Nn, selamat beristirahat, dan selamat siang.
K: Iya Ners, terimakasih. Selamat siang Ners.
Komunikasi Noneverbal
N: Berdiri di samping K sambil mengulurkan tangan kepada K dan menggandengnya
K: Tersenyum, dan menatap N.
N: Tersenyum, dan salaman dengan K sebagai tanda perpisahan.
K: Membalas jabat tangan.
Analisa Berfokus pada Klien
Tampak K mulai berubah dan tidak murung lagi.
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa senang karena K menuruti perintah N dan merasa yakin bahwa dengan mengakhiri pembicaraan adalah tepat supaya K bisa istirahat.
Rasional
Menunjukkan perhatian merupakan awal yang baik untuk membina hubungan saling percaya.



"


62. Elly Ardianti

pada : 10 April 2017

"Analisis proses interaksi atau disingkat API (the interactional process analysis) adalah suatu metode berupa serangkaian proses tanya jawab antara perawat dengan klien yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan keluhan klien, meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi terapeutik, untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap kebutuhan klien, dan memudahkan perawat dalam merencanakan tindakan keperawatan. Dari interaksi ini, akan tergambar data yang ditemukan baik verbal maupun nonverbal dan teknik wawancara yang diterapkan. Dengan demikian, API dapat mengoreksi ketepatan diagnosis atau intervensi yang diberikan. Beberapa komponen yang harus ditulis dalam API yaitu komunikasi verbal dan non-verbal antara perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan oleh perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi, serta rencana lanjutan tindakan keperawatan.
Contoh :
Nama Mahasiswa : Elly Ardianti
Tanggal : 9 April 2017
Waktu : Pkl. 16.30 - 16.50 WIB (20 Menit)
Tempat : Ruang Mawar
Inisial Klien : Ny. A
Interaksi ke : I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Meja makan, berhadapan dengan klien, suasana tenang
Deskripsi pasien : Penampilan kurang rapi, rambut berantakan/tidak disisir
Tujuan komunikasi : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahannya
Masalah Keperawatan : Risiko Perilaku Kekerasan

Contoh Percakapan :
Komunikasi verbal :
P : Selamat sore Ana, boleh saya duduk di sebelah Ana?
K : Sore, yaudah sini-sini duduk aja.
Komunikasi nonverbal :
P: Memandang K dan tersenyum
K: Ekpresi datar
Analisa berpusat pada perawat :
P : Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh K
Analisa berpusat pada klien :
K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
Rasional :
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya

Komunikasi verbal :
P : Wah, suasana sore ini sejuk sekali ya An?
K : Iya nih, biasanya panas.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang ke halaman sambil melirik.
K : Ikut melihat ke halaman dan sambil minum .
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
Analisa berpusat pada klien :
K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P lanjut
Rasional :
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih mudah

Komunikasi verbal :
P : Oh ya, perkenalkan saya Ners Elly , saya mahasiswa praktik disini yang akan merawat Ana.
K : Jam kamu bagus, jam berapa sekarang ?
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil menjulurkan tangan ke K
K : menerima uluran tangan P dan respon positif, antusias
Analisa berpusat pada perawat :
P merasa bahwa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P
Analisa berpusat pada klien :
K masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu
Rasional :
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat

Komunikasi verbal :
P : Nama lengkap Ana siapa ?
K : Ana Savira
Komunikasi nonverbal :
P : Masih menjabat tangan pasien dan mendekatkan diri ke-K
K : Menoleh sebentar dan menyebut nama dengan cuek lalu menarik tangannya
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin tahu nama pasien
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab pertanyaan P dan tanpa ragu-ragu.
Rasional :
Mengenal nama pasien akan memudahkan interaksi

Komunikasi verbal :
P : Ana senangnya dipanggil dengan nama apa?
K : Ana saja
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K.
K : Menoleh ke halaman sambil minum.
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin menjalin kedekatan dengan pasien P senang walaupun jawaban singkat
Analisa berpusat pada klien :
K mulai tertarik dengan perkenalan dengan P
Rasional :
Nama panggilan merupakan nama akrab klien sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya

Komunikasi verbal :
P : oke, saya akan memanggil nama mbak Ana
K : eh, kamu wangi banget
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh ke P, dan tertawa-tawa
Analisa berpusat pada perawat :
P : Memperhatikan K P mencoba mengakrabkan suasana
Analisa berpusat pada klien :
K mulai merasa bahwa P datang seperti orang biasa
Rasional :
Pujian berguna untuk mendekatkan perawat menjalin hubungan therapeutik dengan klien

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana asalnya dari mana ?
K : Serang, saya orang serang
Komunikas nonverbal :
P : Memandang K dan tersenyum
K : Ikut tersenyum dan menatap mata P
Analisa berpusat pada perawat :
P masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
Analisa berpusat pada klien :
K senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut
Rasional :
Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien

Komunikasi verbal :
P : Wah, orang serang ternyata ya, sama dong saya juga dari banten ! Sudah lama disini ?
K : baru kemarin dianterin bapak kesini, karena marah2 dirumah nonjok kaca sampe pecah
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Bicara dan memperhatikan P
Analisa berpusat pada perawat :
P memegang bahu K mulai mengkaji data umum pasien
Analisa berpusat pada klien :
K membayangkan keadaan yang telah lama dijalaninya
Rasional :
Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut

Komunikasi verbal :
P : Sudah, mbak Ana sudah mandi ? Bagaimana perasaan mbak Ana hari ini ?
K : baik, baik aja, sehatkan, Cuma masih sering marah ananya
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan perhatian
K : Menunduk sambil memandang jam tangan
Analisa berpusat pada klien :
P perawat mencoba membuka diri dan mencoba menggali data baru.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan sekedarnya
Rasional :
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka.

Komunikasi verbal :
P : Sekarang mbak Ana umurnya berapa?
K : 25, Suster berapa umurnya?
Komunikasi nonverbal :

P : Mendekatkan diri ke K
K : menjawab dengan antusias.
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji daya ingat K
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha mengingat-ingat. K menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya
Rasional :
Umur mempengaruhi daya ingat klien

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana ingat nggak, kenapa mbak Ana dirawat disini?
K : itu, karena dirumah sering marah-marah.
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan keseriusan
K : Nada suara tinggi, tatapan tajam.
Analisa berpusat pada perawat :
P lega karena K tidak tersinggung K menjawab dengan spontan
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat-ingat keluhan
Rasional :
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sering marah-marah dirumah ?
K : iya, kalau keinginannya gak diturutin suka marah-marah dan mecahin barang-barang kaca
Komunikasi nonverbal :
P : Bertanya pelahan dan memperhatikan respon pasien
K : Menunduk dan main botol minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih jauh alasan pasien dirawa. P kaget, dan sadar kalau pasien mengalami halusinasi.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan spontan
Rasional :
Halusinasi dapat terjadi kapan saja karena adanya stimulus tertentu

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana pernah dengar suara-suara?
K : Gak pernah, itu aja suka marah
Komunikasi nonverbal :
P : Memperhatikan respon klien
K : Memandang ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih lanjut
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan mengingat pelan pelan
Rasional :
Dengan diam terapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sudah berkeluarga?
K : belum Sus
Komunikasi nonverbal :
P : Mendekatkan diri
K : Memandang kosong ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji data yang terkait kata-katanya tadi
Analisa berpusatpada klien :
K membayangkan keadaan keluarganya
Rasional : Menjalin hubungan saling percaya.

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kegiatan sehari- hari ngapain saja ?
K : Mandi, Makan, beresin tempat tidur, senam, berdoa. gitu-gitu terus disini bosen pengen pulang.
Komunikasi nonverbal :
P : Memegang bahu K
K : Menggaruk-garuk kepalanya
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba mengalihkan pembicaraan terkait halusinasinya
Analisa berpusat pada klien :
K teralih karena pertanyaan baru
Rasional :
Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana betah tinggal di sini ? Suasananya enak ya!
K : Betah, banyak temen bisa ngobrol-ngobrol
Komunikasi nonverbal :
P : memperhatikan K
K : menunduk dan mainan botol minum sambil minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengalihkan perhatian K dari halusinasi
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha menjawab dengan spontan
Pengalihan agar pasien tidak larut pada halusinasinya pada fase interaksi ini

Komunikasi verbal :
P : Tentunya keluargambak Ana suka menjenguk kesini.
K : belum, belum pernah dijenguk
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menunduk, bengong
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K
Analisa berpusat pada klien :
K ingat terhadap keluarganya
Rasional :
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya

Komunikasi verbal :
P : Kalau mbak Ana suka pulang juga ya?
K : enggak udah disini aja.
P : Memandang K
K : Menunduk
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji hubungan K dengan keluarganya
Analisa berpusat pada klien :
Respon klien datar
Rasional :
Berada di lingkungan keluarga akan membuat klien melihat realitas menyenangkan atau malahan stressor

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kapan marah itu datang ?
K : kalau pas lagi diledek temen- temen, pas keinginannya ga diturutin
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh P lalu melihat ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji aktivitas K di rumah
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat aktivitasnya di rumah
Rasional :
Berusaha mengeskplorasi lebih jauh untuk menjelaskan masalah utama.

Komunikasi verbal :
P : bagaimana cara mbak Ana ngilangin marah itu ?
K : berdoa aja, istigfr, tarik napas dalam
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Memperagakan
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji pertanyaan terbuka
Analisa berpusat pada klien :
K tampak terbuka
Rasional :
Menarik diri membuat K asyik dengan dunianya sendiri

Komunikasi verbal :
P : bagaimana kalau kita mengalihkan marah itu dengan cara yang lain. Contohnya : Jika mbak Ana marah, mukul bantal, sholat/berwudhu dan lain-lainnya
K : iya boleh, mau diajarin dong, biar bisa ngontrol marah
Komunikasi nonverbal :
P : Memperagakan cara mengontrol marah
K : K memperhatikan
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba menjelaskan dengan sedikit memperagakan cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien.
Analisa berpusat pada klien :
K tampak menyimak dengan serius
Rasional :
Cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien

Komunikasi verbal :
P : -
K : udah dulu yah mau ngambil air buat minum
Komunikasi nonverbal :
P : membiarkan Klien pergi
K : Menunjuk ke sana
Analisa berpusat pada perawat :
P memikirkan topik lain
Analisa berpusat pada klien :
K merenungkan keadaannya
Rasional :
Diam berguna untuk memikirkan interaksi selanjutnya

Komunkasi verbal :
P : baiklah besok kita ngobrol- ngobrol lagi yaa, maunya jam berapa mbak Ana ? Dimana ?
K : iya, jam 9 aja, disinilah
Komunkasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Pergi
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
Analisa berpusat pada klien :
K Pergi dan setuju dengan kontrak
Rasional :
Evaluasi fase 1 selesai, pemberian reinforcemen positif dan menyepakati kontrak.


KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik.Klien cukup kooperatif walaupun sering berbicara dengan nada suara tinggi. Data yang tergali adalah data mengenai resiko prilaku kekerasan, flight of ideas dan ideal diri yang tinggi. Kontrak selanjutnya telah
dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu mengulangi cara mengontrol marah Karena klien mau dan antusias untuk belajar mengontrol marah denan cara yang lain.





"


63. Niswatus Sangadah

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang digunakan oleh perawat (mahasiswa) untuk memahami dan interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Semua pasien dapat dilakukan A.P.I.
Analisa Proses Interaksi (API) diperlukan karena dapat meningkatkan kemampuan mendengar klien, meningkatkan kemampuan berkomunikasi klien, memberi dasar belajar, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat, membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
Komponen A.P.I terdiri dari :
a.Komunikasi verbal dan non verbal perawat klien.
b.Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
c.Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap komunikasi dan emosi klien.
d.Analisa makna dan rasional dari komunikasi.
e.Kesan/evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4.
f.Rencana lanjutan tindakan keperawatan.

Analisa Proses Interaksi
Inisial klien : Ny. A
Usia : 30 tahun
Status interaksi : Interaksi 1 (fase perkenalan)
Lingkungan : dilaksanakan di ruangan rumah sakit, klien berada di tempat tidur , perawat berada di sisi klien.
Deskripsi klien : Penampilan klien rapi dan bersih.
Tujuan : Klien dapat memperkenalkan diri/identitas dan terbina hubungan saling percaya antara perawat dan klien
Hari/Tanggal/Waktu : Senin/27 Maret 2017/pukul 08.00 WIB


1.Komunikasi verbal
P : Selamat pagi bu !
K : Selamat pagi !
Komunikasi non verbal
P : Tersenyum sambil menatap klien
K : Eskpresi datar sambil menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien menanggapi dengan positif
Analisa berpusat pada klien
Klien mau menjawab salam klien
Rasional : Mengucapkan salam sebagai awal terjadi hubungan saling percaya
2.Komunikasi verbal
P : Perkenalkan, saya Ners Niswa, saya mahasiswa S1 Keperawatan UNAIR yang sementara akan praktek disini selama 4 minggu. kalau boleh tahu, ibu namanya siapa ?
K : Nama saya Amelia Ners.
Komunikasi non verbal
P : Tersenyum sambil menatap klien
K : Ekspresi datar sambil menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien menyebutkan nama dan interaksi berjalan sesuai harapan
Analisa berpusat pada klien
Klien mau menjawab pertanyaan perawat.
Rasional : Perkenalan dapat meningkatkan hubungan saling percaya antara perawat dan klien
3.Komunikasi verbal
P : Oooh bu Amelia, biasanya ibu dipanggil apa?
K : Biasanya dipanggil Amel Ners.
Komunikasi non verbal
P : Tersenyum sambil menetapa klien
K : Ekspresi datar dan menatap klien
Analisa berpusat pada perawat
Merasa lega klien memberikan respon positif
Analisa berpusat pada klien
Klien mau menjawab pertanyaan perawat
Rasional : Mengulangi apa yang diucapkan untuk memvalidasi atau menegaskan kembali.
4.Komunikasi verbal
P : Bagaimana keadaan ibu hari ini ?
K : Saya merasa cukup baik ners
Komunikasi non verbal
P : Menatap Ny.A sambil tersenyum
K : Menatap perawat dengan ekspresi datar
Analisa berpusat pada perawat
Ingin mengetahui perasaan klien
Analisa berpusat pada klien
Mulai mengutarakan keadaannya pada hari ini
Rasional : Kalimat terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengutarakan keadaannya hari ini
5.Komunikasi verbal
P : Bu Amel, kalau tidak keberatan kita akan berbincang-bincang pada pagi hari ini mengenai keadaan ibu sekarang, apakah ibu bersedia ?
K : Iya, saya bersedia ners
Komunikasi non verbal
P : Tersenyum sambil menatap klien
K : Mulai bisa tersenyum sambil menatap perawat
Analisa berpusat pada pada perawat
Berpikir apakah klien mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.
Analisa berpusat pada klien
Klien mau menuruti apa yang diminta perawat
Rasional : Untuk mendapatkan persetujuan dari klien
6.Komunikasi verbal
P : Ibu masih ingat, kenapa ibu bisa di bawa kerumah sakit ini ?
K : Saya ingat ners, waktu itu saya sedang berjalan pulang menuju rumah, tapi tiba-tiba ada orang yang menyiram wajah saya dengan air keras. Saya berteriak minta tolong. Kemudian ada tetangga saya datang menolong saya dan membawa saya kerumah sakit ini.
Komunikasi non verbal
P : Tersenyum kepada klien
K : Menatap perawat dengan ekspresi sedih
Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien mau menceritakan kejadian yang dialaminya.
Analisa berpusat pada klien
Klien mau menceritakan kejadian yang dialaminya.
Rasional : Pertanyaan terbuka memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan kejadian yang dialaminya.
7.Komunikasi verbal
P : Lalu, bagaimana perasaan ibu saat ini setelah kejadian tersebut?
K : Saya merasa sangat sedih ners, saya malu dengan keadaan wajah saya saat ini. Kejadian kemarin membuat saya trauma dan dengan wajah saya sekarang , saya merasa semua orang takut pada saya. Mereka menjauhi saya.
Komunikasi verbal
P : Tersenyum sambil menatap klien
K : Menatap klien dengan ekspresi sedih
Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien menceritakan perasannya saat ini
Analisa berpusat pada klien
Klien mulai merasa nyaman dengan keberadaan perawat dan mau menceritakan perasaannya saat ini.
Rasional : Pertanyaan terbuka memberikan kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya saat ini.
8.Komunikasi verbal
P : Baiklah bu, untuk hari ini cukup sampai disini pembicaraan kita. Silahkan ibu istirahat. Terimakasih sudah mau bercerita kepada saya. Kita lanjutkan besok lagi jam 08.00 ya bu, Selamat siang bu !
K : Iya ners, Selamat siang !
Komunikasi non verbal
P : Tersenyum sambil menatap klien
K : Tersenyum sambil menatap perawat
Analisa berpusat pada klien
Merasa senang klien setuju menerima kontrak pertemuan selanjutnya
Analisa berpusat pada klien
Klien tidak keberatan dengan kontrak waktu yang ditawarkan
Rasional : Kontrak penting untuk menentukan interaksi selanjutnya








"


64. Erlinna Nur Syah Putri

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi adalah suatu metode yang digunakan oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan kliennya. Tujuan dari Analisa Proses Interaksi adalah : meningkatkan kemampuan mendengar, member dasar belajar, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan perubahan pendekatan perawat dan membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan. Ada berbagai komponen yang dibutuhkan dalam Analisa Proses Interaksi diantaranya adalah : komunikasi verbal dan non verbal perawat dengan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat, analida dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa makna dan rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1-4, dan rencana lanjtan tindakan keperawatan. Pencatatan dan pelaporan adalah metode komunikasi antara tim perawat dan tim kesehatan lainnya. Aspek yang penting untuk dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal antara perawa denga kliennya. Ada 3 macam catatan dalam Analisa Proses Interaksi yaitu : catatan perkembangan, catatan hubungan perawat dengan klien dan catatan resume.
Contoh percakapan antara perawat dengan klien :
Inisial : Nn.D
Usia : 20 Tahun
Waktu : 09.00 (Senin, 10 April 2017)
Status Interaksi : II (Fase Kerja)
Lingkungan : klien duduk di bangku taman Rumah Sakit dan perawat duduk di sebelah klien
Deskripsi Klien : klien tampak senyum-senyum sendiri dengan memakai pakaian bersih dan sandal jepit
Tujuan : klien mampu untuk mengontrol dirinya sehingga tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak wajar
Mahasiswa : Erlinna Nur Syah Putri
Masalah Keperawatan : Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi
Komunikasi Verbal
P : Selamat Pagi Nn.D, bagaimana kabarnya ?
K : Ohh selamat pagi , saya baik-baik saja sus.
P : Begitu ya, apakah Nn.D pagi ini sudah makan ?
K : Sudah sus, barusan aja saya selesai makan.
Komunikasi Non Verbal
P : Menatap klien dengan tersenyum ramah
K : Tersenyum menatap perawat
P : Kontak mata dengan klien sambil berbicara dengan jelas
K : Menjawab pertanyaan perawat sambil memainkan jarinya
Komunikasi Verbal
P : Ohh iya Nn.D kalau boleh saya tahu, kenapa ya anda dirawat di Rumah Sakit ini ? padahal anda tampak ceria sekali daripada pasien-pasien yang lain ya ?
K : Nah itu juga yang membuat saya bingung sus, kenapa orangtua saya membawa saya kemari padahal saya itu hanya memiliki kebiasaan sering keluar rumah pada waktu akan tidur malam hari sus.
P : Loh memangnya apa yang menyebabkan Nn.D tiba-tiba keluar rumah pada saat akan tidur malam hari ?
K : Begini ya sus, saya itu keluar rumah karena saya dipanggil oleh teman saya. Teman saya memanggil dari luar, ya akhirnya saya keluar rumah untuk menemui teman saya itu.
P : Apakah yang memanggil anda itu adalah teman dekat Nn.D ?
K : Tidak sus, dia adalah teman yang sering muncul tiba-tiba didepan saya.


Komunikasi Non Verbal
P : Kontak mata dengan ekspersi yang serius menatap klien
K : Bercerita dengan serius sambil sesekali menatap perawat dan memainkan jarinya
P : Mempertahankan kontak mata dengan klien
K : Menatap perawat, bercerita dengan wajah serius dan sesekali tersenyum
Komunikasi Verbal
P : Oh jadi begitu ya ceritanya, apakah dia saat ini ada didekat Nn.D?
K : Iya, dia sekarang ada diseberang sana itu lagi main bunga.
P : Berarti dia sekarang ada disini ya, tapi saya tidak melihatnya daritadi. Biasanya kalau dia muncul didepan Nn.D, apa yang anda lakukan ?
K : Saya biasanya menuruti apa yang dia katakana sus, kalau dia memanggil saya ya saya langsung menghampirinya.
P : Lain kali kalau teman Nn.D memanggil, sebaiknya Nn.D mengatakan kalau tidak mau melakukan apa yang dia suruh atau Nn.D bisa bercerita kepada perawat saat dia muncul secara tiba-tiba didepan Nn.D. Apakah Nn.D mau mencoba melakukannya ?
K : Baiklah sus, saya akan mencoba melakukannya.
P : Kalau begitu sampai jumpa besok ya Nn.D
K : Iya sus
Komunikasi Non Verbal
P : Ekspresi wajah tenang, memegang pundak klien dan kontak mata dengan klien
K : Bercerita dengan semangat sambil memainkan jari-jarinya
P : Kontak mata dengan klien dan berbicara sambil sesekali tersenyum
K : Klien menganggukan kepala dan menatap perawat
P : Tersenyum kepada klien
K : Membalas senyum kepada perawat

Analisa Berpusat Pada Perawat
- Berharap klien mampu kooperatif
- Berharap klien mau menjawab pertanyaan dari perawat
- Berharap klien bisa bercerita dengan jelas
- Berharap klien dapat mempercayai perawat
- Berharap klien bisa menerima saran yang diberikan oleh perawat

Analisa Berpusat Pada Klien
- Klien merasa lebih percaya diri
- Klien mengungkapkan atau bercerita tentang masalahnya dengan jelas dan benar
- Klien merasa senang dan bahagia karena diperhatikan oleh perawat
- Klien membalas ekspresi senyum perawat

Rasional
- Menyapa klien dengan akrab dan mencoba menjalin hubungan baik dengan klien
- Menggali perasaan klien dan informasi untuk memunculkan rasa empati
- Mencari tahun sejauh mana klien mengenali halusinasi yang dirasakannya
- Membantu klien untuk bebas dari halusinasinya dan memberikan saran yang bermanfaat untuk klien
- Membantu klien mengontrol halusinasinya
"


65. Windi Khoiriyah

pada : 10 April 2017

"Analisis Proses Interaksi (API) adalah alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Semua klien dapat dilakukan API. Ada 3 macam catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien dan resume. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien.
Tujuan API:
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
Komponen API:
 Komunikasi verbal dan non verbal perawat dan klien
 Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
 Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi serta komunikasi klien
 Analisa makna dan rasional dari komunikasi
 Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 s/d 4
 Rencana lanjutan tindakan keperawatan

ANALISA PROSES INTERAKSI RESIKO BUNUH DIRI
Nama : Nn. ‘Y’
Usia : 18 tahun
Interaksi : I (Fase perkenalan)
Ruang : Melati
No. RM : 100456
Lingkungan : Di Halaman RS dengan keadaan Nyaman, tenang, dan santai.
Deskripsi : Klien mengenakan baju dan celana bersih, rambut rapi,namun tidak memakai sandal dan klien sedang duduk di halaman RS.
Hari/Tanggal : Senin/ 10 April 2017
Waktu : 10.00 WIB
Tujuan : a) SP 1 (Percakapan untuk melindungi pasien dari isyarat bunuh diri)
b) SP 2 (Percakapan untuk meningkatkan harga diri pasien isyarat bunuh diri)
Mahasiswa/perawat : Windi Khoiriyah

1. Komunikasi verbal
P: Assalamu’alaikum Mbak, perkenalkan saya perawat Windi, mahasiswi Universitas Airlangga, dengan mbak siapa ?
K: Wa’alaikumsalam. Iya mbak, Saya Nn.Y
Komunikasi non verbal
P: Memandang Y dan tersenyum.
K: pandangan tidak fokus dan tersenyum.
Analisis berpusat pada klien
P : Ingin membuka percakapan dengan klien
Analisis berpusat pada perawat
K : memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat.
Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lain merupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.
2. Komunikasi verbal
P: Bagaimana perasaan mbak hari ini? Saya akan selalu menemani mbak disini selama 20 menit. Bagaimana mbak?
K: Saya baik mbak, iya silahkan
Komunikasi non verbal
P: memandang Y dan tersenyum.
K: pandangan mata waspada mengarah ke belakang.
Analisis berpusat pada klien
P : merasa senang karena Y memberikan respon positif terhadap percakapan
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien mendengarkan pertanyaan perawat dengan serius
Rasional
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka, memberi kesempatan klien mengeksplorasikan apa yang dirasakan klien
3. Komunikasi verbal
P: Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang apa yang mbak rasakan selama ini? saya siap mendengarkan sesuatu yang ingin mbak sampaikan. Bagaimana kalau kita lakukan disini saja?
K: Iya mbak.
Komunikasi non verbal
P:Memandang dan tersenyum
K: Pandangan tidak fokus terhadap perawat yang bertanya
Analisis berpusat pada klien
P: Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
Rasional
Untuk mendapatkan persetujuan dari pasien.
4. Komunikasi verbal
P: Bagaimana perasaan Y setelah bencana itu terjadi? Apakah dengan bencana tersebut Y merasa paling menderita di dunia ini? Apakah Y kehilangan kepercayaan diri?
K: saya merasa segala sesuatu akan lebih baik jika tanpa saya. Saya adalah orang yang selalu membawa musibah sudah sepantasnya saya pergi jauh dari sini.
Komunikasi non verbal
P: memandang Y
K: menatap perawat dan terlihat sedang berpikir.
Analisis berpusat pada klien
P: Ingin mengetahui keadaan Y saat ini
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien tampak ingin menceritakan masalahnya dengan perawat
Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
5. Komunikasi verbal
P: Apakah Y merasa tidak berharga dan lebih rendah dari pada orang lain? Apakah Y sering mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi?
K: Ia benar mbak,saya semenjak kejadian itu,saya tidak bisa berkosentrasi dan selalu ingat dan ingat kejadian itu,saya takut musibah itu terulang lagi karena saya.
Komunikasi non verbal
P: memandang Y
K: Mengingat-ingat kejadian yang telah terjadi, penuh kekwatiran, memandang perawat, dan sesekali memandang ke arah kanan dengan tatapan mata tajam.
Analisis berpusat pada klien
P: Perawat mencoba menggali lebih dalam tentang masalah klien
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien mencoba memahami dan menjawab pertanyaan perawat
Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien dan bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
6. Komunikasi verbal
P: Apakah Y berniat untuk menyakiti diri sendiri seperti ingin bunuh diri atau berharap Y mati? Apakah Y mempunyai fikiran mencoba untuk bunuh diri? Apa sebabnya melakukan hal tersebut?
K: Ia mbak dari pada saya merugikan banyak orang, arah fikiran saya lebih baik saya mati saja mbak. Lalu saya mencoba melakukannya mbak karena saya tidak kuat menanggung musibah itu sendiri.waktu saya mau melakukan bunuh diri itu ada ibu saya yang mengetahui. Sampai akhirnya saya dibawa kesini.
Komunikasi non verbal
P: memandang Y
K: memandang perawat dan tampak berpikir.
Analisis berpusat pada klien
P: Perawat berusaha mendengar ungkapan klien
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien tampak tegas mengambil kesimpulan tentang kejadiannya
Rasional
Mengetahui keadaan pasien sekarang menurut sudut pandang pasien
7. Komunikasi verbal
P: Setelah beberapa hari disini, Apakah yang akan Y lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul?
K: Saya mencoba untuk mencari perawat yang ada disini untuk membantu saya agar tidak melakukannya lagi.
Komunikasi non verbal
P: Mendengarkan dengan penuh perhatian.
K :Suara klien terdengar pelan dan memandang perawat dengan serius.
Analisis berpusat pada klien
P: Perawat berusaha menyimak kembali cerita klien
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien tampak lebih bersemangat menceritakan rencananya kepada perawat
Rasional
Penjelasan dari klien menunjukkan proses berfikir yang masih baik
8. Komunikasi verbal
P: Ya, bagus sekali. Y harus memaggil perawat yang bertugas di tempat ini untuk membantu Y. Saya percaya Y dapat melakukannya dan tidak melakukan hal bunuh diri
K: Ia mbak.
Komunikasi non verbal
P: Memandang Y dengan pandangan menghargai dan tersenyum.
K: Hanya menundukkan kepala
Analisis berpusat pada klien
P: Perawat berusaha memberikan kekuatan positif dan menggali permasalahan yang dialami klien
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang menjadi rencananya
Rasional
Kekuatan/ dorongan positif meningkatkan harga diri klien, teknik eksplorasi dengan memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien.
9. Komunikasi verbal
P: Bagaimana perasaan Y setelah kita bincang – bincang selama ini ?
K: Saya merasa senang mbak.
Komunikasi non verbal
P : Suara jelas, tetap tersenyum, sikap terbuka terhadap klien
K : Memandang perawat, wajah tampak lebih rileks
Analisis berpusat pada klien
P: Perawat mengevaluasi perasaan yang dialami klien
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien terlihat antusias menyimak pertanyaan perawat
Rasional
Evaluasi subjektif membantu perawat mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan
10. Komunikasi verbal
P: Y, untuk pertemuan selanjutnya kita membicarakan tentang cara mensyukuri hidup. Bagaimana Y?
Jam berapa Y bersedia bercakap-cakap lagi? mau berapa lama?
K: Ia mbak,Terserah mbak aja.
Komunikasi non verbal
P : Mendengarkan penjelasan dari klien dengan serius
K : Menjawab dengan suara yang jelas dan kemudian terdiam.
Analisis berpusat pada klien
P: Perawat membuat kontrak pertemuan dan menentukan topik pembicaraan
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien terlihat setuju dengan kontrak yang ditawarkan perawat
Rasional
menyepakati kontrak merupakan bentuk penghargaan kepada klien, hal ini dapat meningkatkan harga diri klien dan memotivasi klien mempertahankan perilaku baru
11. Komunikasi verbal
P: Y, mau dimana tempatnya?
K: di sini saja mbak.
Komunikasi non verbal
P : Memperhatikan klien,
K : Mendengarkan kata-kata perawat dengan serius dan menjawab dengan suara jelas
Analisis berpusat pada klien
P: Perawat merasa senang atas kemampuan klien menyepakati kontrak dan menentukan pilihan waktu dan tempat
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien mencoba memahami perawat
Rasional
Kemampuan klien menentukan tempat dan waktu interaksi menunjukkan kemampuan klien dalam penilaian dan pengambilan keputusan sederhana
12. Komunikasi verbal
P: Baiklah Y, kita akan ketemu lagi jam 10.00, di halaman ini, kita akan terapkan cara hidup bersyukur dengan baik. Sampai bertemu kembali...
K: Iya mbak, terimakasih.
Komunikasi non verbal
P: memandang Y dan berbicara dengan sopan.
K: hanya menganggukkan kepala
Analisis berpusat pada klien
P: Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien
Analisis berpusat pada perawat
K: Klien tampak senang dan tidak ada beban karena perawat membantunya dalam mengatasi masalahnya
Rasional
Fase Saat untuk mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai.

"


66. Elly Ardianti

pada : 10 April 2017

"Analisis proses interaksi atau disingkat API (the interactional process analysis) adalah suatu metode berupa serangkaian proses tanya jawab antara perawat dengan klien yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan keluhan klien, meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi terapeutik, untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap kebutuhan klien, dan memudahkan perawat dalam merencanakan tindakan keperawatan. Dari interaksi ini, akan tergambar data yang ditemukan baik verbal maupun nonverbal dan teknik wawancara yang diterapkan. Dengan demikian, API dapat mengoreksi ketepatan diagnosis atau intervensi yang diberikan. Beberapa komponen yang harus ditulis dalam API yaitu komunikasi verbal dan non-verbal antara perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan oleh perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi, serta rencana lanjutan tindakan keperawatan.
Contoh :
Nama Mahasiswa : Elly Ardianti
Tanggal : 9 April 2017
Waktu : Pkl. 16.30 - 16.50 WIB (20 Menit)
Tempat : Ruang Mawar
Inisial Klien : Ny. A
Interaksi ke : I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Meja makan, berhadapan dengan klien, suasana tenang
Deskripsi pasien : Penampilan kurang rapi, rambut berantakan/tidak disisir
Tujuan komunikasi : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahannya
Masalah Keperawatan : Risiko Perilaku Kekerasan

Contoh Percakapan :
Komunikasi verbal :
P : Selamat sore Ana, boleh saya duduk di sebelah Ana?
K : Sore, yaudah sini-sini duduk aja.
Komunikasi nonverbal :
P: Memandang K dan tersenyum
K: Ekpresi datar
Analisa berpusat pada perawat :
P Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana
Analisa berpusat pada klien :
K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
Rasional :
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya

Komunikasi verbal :
P : Wah, suasana sore ini sejuk sekali ya An?
K : Iya nih, biasanya panas.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang ke halaman sambil melirik.
K : Ikut melihat ke halaman dan sambil minum .
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
Analisa berpusat pada klien :
K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P
Rasional :
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih mudah

Komunikasi verbal :
P : Oh ya, perkenalkan saya Ners Elly , saya mahasiswi praktik disini yang akan merawat Ana.
K : Oh iya sus.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil menjulurkan tangan ke K
K : Menerima uluran tangan P dan respon positif.
Analisa berpusat pada perawat :
P merasa bahwa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P
Analisa berpusat pada klien :
K masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu
Rasional :
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat

Komunikasi verbal :
P : Nama lengkap Ana siapa ?
K : Ana Savira
Komunikasi nonverbal :
P : Masih menjabat tangan pasien dan mendekatkan diri ke-K
K : Menoleh sebentar dan menyebut nama dengan cuek lalu menarik tangannya
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin tahu nama pasien
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab pertanyaan P dan tanpa ragu-ragu.
Rasional :
Mengenal nama pasien akan memudahkan interaksi lebih akrab

Komunikasi verbal :
P : Ana senangnya dipanggil dengan nama apa?
K : Panggil Ana saja
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Menoleh ke halaman sambil minum
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin menjalin kedekatan dengan pasien P senang walaupun jawaban singkat
Analisa berpusat pada klien :
K mulai tertarik dengan perkenalan dengan P
Rasional :
Nama panggilan merupakan nama akrab klien sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya

Komunikasi verbal :
P : Baiklah, saya akan memanggil dengan nama mbak Ana
K : Iya sus
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh ke P, dan tertawa-tawa
Analisa berpusat pada perawat :
P : Memperhatikan K. P mencoba mengakrabkan suasana
Analisa berpusat pada klien :
K mulai merasa bahwa P datang seperti orang biasa
Rasional :
Pujian berguna untuk mendekatkan perawat menjalin hubungan therapeutik dengan klien

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana asalnya dari mana ?
K : Bandung, saya orang Bandung
Komunikas nonverbal :
P : Memandang K dan tersenyum
K : Ikut tersenyum dan menatap mata P
Analisa berpusat pada perawat :
P masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
Analisa berpusat pada klien :
K senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut
Rasional :
Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien

Komunikasi verbal :
P : Wah, orang Bandung ternyata ya, sama dong saya juga dari Bandung ! Sudah lama disini ?
K : Baru kemarin dianterin bapak kesini.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Bicara dan memperhatikan P
Analisa berpusat pada perawat :
P memegang bahu K mulai mengkaji data umum pasien
Analisa berpusat pada klien :
K membayangkan keadaan yang telah lama dijalaninya
Rasional :
Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sudah mandi ? Bagaimana perasaan mbak Ana hari ini ?
K : Baik-baik saja.
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan perhatian
K : Menunduk sambil memandang jam tangan
Analisa berpusat pada klien :
P perawat mencoba membuka diri dan mencoba menggali data baru.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan sekedarnya
Rasional :
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka.

Komunikasi verbal :
P : Sekarang mbak Ana umurnya berapa?
K : 28, Suster berapa umurnya?
Komunikasi nonverbal :
P : Mendekatkan diri ke K
K : menjawab dengan antusias.
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji daya ingat K
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha mengingat-ingat. K menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya
Rasional :
Umur mempengaruhi daya ingat klien

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana ingat nggak, kenapa mbak Ana dirawat disini?
K : Saya sering marah-marah di rumah dan menonjok barng-barang kaca di rumah sampai pecah
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan keseriusan
K : Nada suara tinggi, tatapan tajam.
Analisa berpusat pada perawat :
P lega karena K tidak tersinggung K menjawab dengan spontan
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat-ingat keluhan
Rasional :
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sering marah-marah dirumah ?
K : Iya, kalau keinginannya gak diturutin suka marah-marah dan mecahin barang-barang kaca karena saya melihat ada anak kecil yang menertawakan saya di kaca tersebut saat saya marah.
Komunikasi nonverbal :
P : Bertanya pelahan dan memperhatikan respon pasien
K : Menunduk dan main botol minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih jauh alasan pasien dirawa. P kaget, dan sadar kalau pasien mengalami halusinasi.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan spontan
Rasional :
Halusinasi dapat terjadi kapan saja karena adanya stimulus tertentu

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana pernah dengar suara-suara?
K : Pernah, anak kecil yang tertawa saat saya marah. Ketika saya melihat dia di kaca, ingin rasanya saya memukulnya
Komunikasi nonverbal :
P : Memperhatikan respon klien
K : Memandang ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih lanjut
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan mengingat pelan pelan
Rasional :
Dengan diam terapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sudah berkeluarga?
K : Belum Sus
Komunikasi nonverbal :
P : Mendekatkan diri
K : Memandang kosong ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji data yang terkait kata-katanya tadi
Analisa berpusatpada klien :
K membayangkan keadaan keluarganya
Rasional : Menjalin hubungan saling percaya.

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kegiatan sehari- hari ngapain saja ?
K : Mandi, makan, beresin tempat tidur, senam, berdoa. Seperti itu terus, kadang saya merasa bosan
Komunikasi nonverbal :
P : Memegang bahu K
K : Menggaruk-garuk kepalanya
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba mengalihkan pembicaraan terkait halusinasinya
Analisa berpusat pada klien :
K teralih karena pertanyaan baru
Rasional :
Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana betah tinggal di sini ? Suasananya enak ya!
K : Betah, banyak temen yang bisa diajak ngobrol-ngobrol
Komunikasi nonverbal :
P : Memperhatikan K
K : Menunduk dan mainan botol minum sambil minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengalihkan perhatian K dari halusinasi
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha menjawab dengan spontan
Pengalihan agar pasien tidak larut pada halusinasinya pada fase interaksi ini

Komunikasi verbal :
P : Apakah keluarga mbak Ana sering menjenguk mbak Ana?
K : Belum, belum pernah dijenguk
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menunduk, bengong
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K
Analisa berpusat pada klien :
K ingat terhadap keluarganya
Rasional :
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kapan marah itu datang ?
K : Kalau ada orang yang ngeledekin saya perawan tua, dan pas keinginan saya gak diturutin
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh P lalu melihat ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji aktivitas K di rumah
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat aktivitasnya di rumah
Rasional :
Berusaha mengeskplorasi lebih jauh untuk menjelaskan masalah utama.

Komunikasi verbal :
P : Bagaimana cara mbak Ana ngilangin marah itu ?
K : Menarik napas dalam
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Memperagakan sikap menarik napas dalam
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji pertanyaan terbuka
Analisa berpusat pada klien :
K tampak terbuka
Rasional :
Menarik diri membuat K asyik dengan dunianya sendiri

Komunikasi verbal :
P : Bagaimana kalau kita mengalihkan marah itu dengan cara yang lain. Contohnya : Jika mbak Ana marah, mukul bantal, sholat/berwudhu dan lain-lainnya
K : Iya boleh, mau diajarin dong, biar bisa ngontrol marah
Komunikasi nonverbal :
P : Memperagakan cara mengontrol marah
K : K memperhatikan P
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba menjelaskan dengan sedikit memperagakan cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien.
Analisa berpusat pada klien :
K tampak menyimak dengan serius
Rasional :
Cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien

Komunkasi verbal :
P : Baiklah besok kita ngobrol- ngobrol lagi ya, maunya jam berapa mbak Ana ? Dimana ?
K : Iya sus, jam 9 aja, disini aja lah. Saya ke kamar mandi dulu sus.
Komunkasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Pergi
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
Analisa berpusat pada klien :
K Pergi dan setuju dengan kontrak
Rasional :
Evaluasi fase 1 selesai, pemberian penguatan positif dan menyepakati kontrak.


KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Klien cukup kooperatif walaupun masih cuek dan kadang dengan suara tinggi. Data yang tergali adalah data mengenai resiko prilaku kekerasan. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu mengulangi cara mengontrol marah. Karena klien mau dan antusias untuk belajar mengontrol marah denan cara yang lain.
"


67. Elly Ardianti

pada : 10 April 2017

"Analisis proses interaksi atau disingkat API (the interactional process analysis) adalah suatu metode berupa serangkaian proses tanya jawab antara perawat dengan klien yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan keluhan klien, meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi terapeutik, untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap kebutuhan klien, dan memudahkan perawat dalam merencanakan tindakan keperawatan. Dari interaksi ini, akan tergambar data yang ditemukan baik verbal maupun nonverbal dan teknik wawancara yang diterapkan. Dengan demikian, API dapat mengoreksi ketepatan diagnosis atau intervensi yang diberikan. Beberapa komponen yang harus ditulis dalam API yaitu komunikasi verbal dan non-verbal antara perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan oleh perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi, serta rencana lanjutan tindakan keperawatan.
Contoh :
Nama Mahasiswa : Elly Ardianti
Tanggal : 9 April 2017
Waktu : Pkl. 16.30 - 16.50 WIB (20 Menit)
Tempat : Ruang Mawar
Inisial Klien : Ny. A
Interaksi ke : I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Meja makan, berhadapan dengan klien, suasana tenang
Deskripsi pasien : Penampilan kurang rapi, rambut berantakan/tidak disisir
Tujuan komunikasi : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahannya
Masalah Keperawatan : Risiko Perilaku Kekerasan

Contoh Percakapan :
Komunikasi verbal :
P : Selamat sore Ana, boleh saya duduk di sebelah Ana?
K : Sore, yaudah sini-sini duduk aja.
Komunikasi nonverbal :
P: Memandang K dan tersenyum
K: Ekpresi datar
Analisa berpusat pada perawat :
P Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana
Analisa berpusat pada klien :
K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
Rasional :
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya

Komunikasi verbal :
P : Wah, suasana sore ini sejuk sekali ya An?
K : Iya nih, biasanya panas.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang ke halaman sambil melirik.
K : Ikut melihat ke halaman dan sambil minum .
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
Analisa berpusat pada klien :
K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P
Rasional :
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih mudah

Komunikasi verbal :
P : Oh ya, perkenalkan saya Ners Elly , saya mahasiswi praktik disini yang akan merawat Ana.
K : Oh iya sus.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil menjulurkan tangan ke K
K : Menerima uluran tangan P dan respon positif.
Analisa berpusat pada perawat :
P merasa bahwa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P
Analisa berpusat pada klien :
K masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu
Rasional :
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat

Komunikasi verbal :
P : Nama lengkap Ana siapa ?
K : Ana Savira
Komunikasi nonverbal :
P : Masih menjabat tangan pasien dan mendekatkan diri ke-K
K : Menoleh sebentar dan menyebut nama dengan cuek lalu menarik tangannya
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin tahu nama pasien
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab pertanyaan P dan tanpa ragu-ragu.
Rasional :
Mengenal nama pasien akan memudahkan interaksi lebih akrab

Komunikasi verbal :
P : Ana senangnya dipanggil dengan nama apa?
K : Panggil Ana saja
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Menoleh ke halaman sambil minum
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin menjalin kedekatan dengan pasien P senang walaupun jawaban singkat
Analisa berpusat pada klien :
K mulai tertarik dengan perkenalan dengan P
Rasional :
Nama panggilan merupakan nama akrab klien sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya

Komunikasi verbal :
P : Baiklah, saya akan memanggil dengan nama mbak Ana
K : Iya sus
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh ke P, dan tertawa-tawa
Analisa berpusat pada perawat :
P : Memperhatikan K. P mencoba mengakrabkan suasana
Analisa berpusat pada klien :
K mulai merasa bahwa P datang seperti orang biasa
Rasional :
Pujian berguna untuk mendekatkan perawat menjalin hubungan therapeutik dengan klien

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana asalnya dari mana ?
K : Bandung, saya orang Bandung
Komunikas nonverbal :
P : Memandang K dan tersenyum
K : Ikut tersenyum dan menatap mata P
Analisa berpusat pada perawat :
P masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
Analisa berpusat pada klien :
K senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut
Rasional :
Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien

Komunikasi verbal :
P : Wah, orang Bandung ternyata ya, sama dong saya juga dari Bandung ! Sudah lama disini ?
K : Baru kemarin dianterin bapak kesini.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Bicara dan memperhatikan P
Analisa berpusat pada perawat :
P memegang bahu K mulai mengkaji data umum pasien
Analisa berpusat pada klien :
K membayangkan keadaan yang telah lama dijalaninya
Rasional :
Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sudah mandi ? Bagaimana perasaan mbak Ana hari ini ?
K : Baik-baik saja.
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan perhatian
K : Menunduk sambil memandang jam tangan
Analisa berpusat pada klien :
P perawat mencoba membuka diri dan mencoba menggali data baru.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan sekedarnya
Rasional :
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka.

Komunikasi verbal :
P : Sekarang mbak Ana umurnya berapa?
K : 28, Suster berapa umurnya?
Komunikasi nonverbal :
P : Mendekatkan diri ke K
K : menjawab dengan antusias.
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji daya ingat K
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha mengingat-ingat. K menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya
Rasional :
Umur mempengaruhi daya ingat klien

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana ingat nggak, kenapa mbak Ana dirawat disini?
K : Saya sering marah-marah di rumah dan menonjok barng-barang kaca di rumah sampai pecah
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan keseriusan
K : Nada suara tinggi, tatapan tajam.
Analisa berpusat pada perawat :
P lega karena K tidak tersinggung K menjawab dengan spontan
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat-ingat keluhan
Rasional :
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sering marah-marah dirumah ?
K : Iya, kalau keinginannya gak diturutin suka marah-marah dan mecahin barang-barang kaca karena saya melihat ada anak kecil yang menertawakan saya di kaca tersebut saat saya marah.
Komunikasi nonverbal :
P : Bertanya pelahan dan memperhatikan respon pasien
K : Menunduk dan main botol minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih jauh alasan pasien dirawa. P kaget, dan sadar kalau pasien mengalami halusinasi.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan spontan
Rasional :
Halusinasi dapat terjadi kapan saja karena adanya stimulus tertentu

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana pernah dengar suara-suara?
K : Pernah, anak kecil yang tertawa saat saya marah. Ketika saya melihat dia di kaca, ingin rasanya saya memukulnya
Komunikasi nonverbal :
P : Memperhatikan respon klien
K : Memandang ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih lanjut
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan mengingat pelan pelan
Rasional :
Dengan diam terapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sudah berkeluarga?
K : Belum Sus
Komunikasi nonverbal :
P : Mendekatkan diri
K : Memandang kosong ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji data yang terkait kata-katanya tadi
Analisa berpusatpada klien :
K membayangkan keadaan keluarganya
Rasional : Menjalin hubungan saling percaya.

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kegiatan sehari- hari ngapain saja ?
K : Mandi, makan, beresin tempat tidur, senam, berdoa. Seperti itu terus, kadang saya merasa bosan
Komunikasi nonverbal :
P : Memegang bahu K
K : Menggaruk-garuk kepalanya
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba mengalihkan pembicaraan terkait halusinasinya
Analisa berpusat pada klien :
K teralih karena pertanyaan baru
Rasional :
Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana betah tinggal di sini ? Suasananya enak ya!
K : Betah, banyak temen yang bisa diajak ngobrol-ngobrol
Komunikasi nonverbal :
P : Memperhatikan K
K : Menunduk dan mainan botol minum sambil minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengalihkan perhatian K dari halusinasi
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha menjawab dengan spontan
Pengalihan agar pasien tidak larut pada halusinasinya pada fase interaksi ini

Komunikasi verbal :
P : Apakah keluarga mbak Ana sering menjenguk mbak Ana?
K : Belum, belum pernah dijenguk
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menunduk, bengong
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K
Analisa berpusat pada klien :
K ingat terhadap keluarganya
Rasional :
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kapan marah itu datang ?
K : Kalau ada orang yang ngeledekin saya perawan tua, dan pas keinginan saya gak diturutin
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh P lalu melihat ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji aktivitas K di rumah
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat aktivitasnya di rumah
Rasional :
Berusaha mengeskplorasi lebih jauh untuk menjelaskan masalah utama.

Komunikasi verbal :
P : Bagaimana cara mbak Ana ngilangin marah itu ?
K : Menarik napas dalam
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Memperagakan sikap menarik napas dalam
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji pertanyaan terbuka
Analisa berpusat pada klien :
K tampak terbuka
Rasional :
Menarik diri membuat K asyik dengan dunianya sendiri

Komunikasi verbal :
P : Bagaimana kalau kita mengalihkan marah itu dengan cara yang lain. Contohnya : Jika mbak Ana marah, mukul bantal, sholat/berwudhu dan lain-lainnya
K : Iya boleh, mau diajarin dong, biar bisa ngontrol marah
Komunikasi nonverbal :
P : Memperagakan cara mengontrol marah
K : K memperhatikan P
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba menjelaskan dengan sedikit memperagakan cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien.
Analisa berpusat pada klien :
K tampak menyimak dengan serius
Rasional :
Cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien

Komunkasi verbal :
P : Baiklah besok kita ngobrol- ngobrol lagi ya, maunya jam berapa mbak Ana ? Dimana ?
K : Iya sus, jam 9 aja, disini aja lah. Saya ke kamar mandi dulu sus.
Komunkasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Pergi
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
Analisa berpusat pada klien :
K Pergi dan setuju dengan kontrak
Rasional :
Evaluasi fase 1 selesai, pemberian penguatan positif dan menyepakati kontrak.


KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Klien cukup kooperatif walaupun masih cuek dan kadang dengan suara tinggi. Data yang tergali adalah data mengenai resiko prilaku kekerasan. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu mengulangi cara mengontrol marah. Karena klien mau dan antusias untuk belajar mengontrol marah denan cara yang lain.





"


68. Elly Ardianti

pada : 10 April 2017

"Analisis proses interaksi atau disingkat API (the interactional process analysis) adalah suatu metode berupa serangkaian proses tanya jawab antara perawat dengan klien yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan keluhan klien, meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi terapeutik, untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap kebutuhan klien, dan memudahkan perawat dalam merencanakan tindakan keperawatan. Dari interaksi ini, akan tergambar data yang ditemukan baik verbal maupun nonverbal dan teknik wawancara yang diterapkan. Dengan demikian, API dapat mengoreksi ketepatan diagnosis atau intervensi yang diberikan. Beberapa komponen yang harus ditulis dalam API yaitu komunikasi verbal dan non-verbal antara perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan oleh perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi, serta rencana lanjutan tindakan keperawatan.
Contoh :
Nama Mahasiswa : Elly Ardianti
Tanggal : 9 April 2017
Waktu : Pkl. 16.30 - 16.50 WIB (20 Menit)
Tempat : Ruang Mawar
Inisial Klien : Ny. A
Interaksi ke : I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Meja makan, berhadapan dengan klien, suasana tenang
Deskripsi pasien : Penampilan kurang rapi, rambut berantakan/tidak disisir
Tujuan komunikasi : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahannya
Masalah Keperawatan : Risiko Perilaku Kekerasan

Contoh Percakapan :
Komunikasi verbal :
P : Selamat sore Ana, boleh saya duduk di sebelah Ana?
K : Sore, yaudah sini-sini duduk aja.
Komunikasi nonverbal :
P: Memandang K dan tersenyum
K: Ekpresi datar
Analisa berpusat pada perawat :
P Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana
Analisa berpusat pada klien :
K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
Rasional :
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya

Komunikasi verbal :
P : Wah, suasana sore ini sejuk sekali ya An?
K : Iya nih, biasanya panas.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang ke halaman sambil melirik.
K : Ikut melihat ke halaman dan sambil minum .
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
Analisa berpusat pada klien :
K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P
Rasional :
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih mudah

Komunikasi verbal :
P : Oh ya, perkenalkan saya Ners Elly , saya mahasiswi praktik disini yang akan merawat Ana.
K : Oh iya sus.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil menjulurkan tangan ke K
K : Menerima uluran tangan P dan respon positif.
Analisa berpusat pada perawat :
P merasa bahwa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P
Analisa berpusat pada klien :
K masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu
Rasional :
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat

Komunikasi verbal :
P : Nama lengkap Ana siapa ?
K : Ana Savira
Komunikasi nonverbal :
P : Masih menjabat tangan pasien dan mendekatkan diri ke-K
K : Menoleh sebentar dan menyebut nama dengan cuek lalu menarik tangannya
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin tahu nama pasien
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab pertanyaan P dan tanpa ragu-ragu.
Rasional :
Mengenal nama pasien akan memudahkan interaksi lebih akrab

Komunikasi verbal :
P : Ana senangnya dipanggil dengan nama apa?
K : Panggil Ana saja
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Menoleh ke halaman sambil minum
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin menjalin kedekatan dengan pasien P senang walaupun jawaban singkat
Analisa berpusat pada klien :
K mulai tertarik dengan perkenalan dengan P
Rasional :
Nama panggilan merupakan nama akrab klien sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya

Komunikasi verbal :
P : Baiklah, saya akan memanggil dengan nama mbak Ana
K : Iya sus
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh ke P, dan tertawa-tawa
Analisa berpusat pada perawat :
P : Memperhatikan K. P mencoba mengakrabkan suasana
Analisa berpusat pada klien :
K mulai merasa bahwa P datang seperti orang biasa
Rasional :
Pujian berguna untuk mendekatkan perawat menjalin hubungan therapeutik dengan klien

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana asalnya dari mana ?
K : Bandung, saya orang Bandung
Komunikas nonverbal :
P : Memandang K dan tersenyum
K : Ikut tersenyum dan menatap mata P
Analisa berpusat pada perawat :
P masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
Analisa berpusat pada klien :
K senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut
Rasional :
Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien

Komunikasi verbal :
P : Wah, orang Bandung ternyata ya, sama dong saya juga dari Bandung ! Sudah lama disini ?
K : Baru kemarin dianterin bapak kesini.
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Bicara dan memperhatikan P
Analisa berpusat pada perawat :
P memegang bahu K mulai mengkaji data umum pasien
Analisa berpusat pada klien :
K membayangkan keadaan yang telah lama dijalaninya
Rasional :
Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sudah mandi ? Bagaimana perasaan mbak Ana hari ini ?
K : Baik-baik saja.
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan perhatian
K : Menunduk sambil memandang jam tangan
Analisa berpusat pada klien :
P perawat mencoba membuka diri dan mencoba menggali data baru.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan sekedarnya
Rasional :
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka.

Komunikasi verbal :
P : Sekarang mbak Ana umurnya berapa?
K : 28, Suster berapa umurnya?
Komunikasi nonverbal :
P : Mendekatkan diri ke K
K : menjawab dengan antusias.
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji daya ingat K
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha mengingat-ingat. K menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya
Rasional :
Umur mempengaruhi daya ingat klien

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana ingat nggak, kenapa mbak Ana dirawat disini?
K : Saya sering marah-marah di rumah dan menonjok barng-barang kaca di rumah sampai pecah
Komunikasi nonverbal :
P : Menunjukkan keseriusan
K : Nada suara tinggi, tatapan tajam.
Analisa berpusat pada perawat :
P lega karena K tidak tersinggung K menjawab dengan spontan
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat-ingat keluhan
Rasional :
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sering marah-marah dirumah ?
K : Iya, kalau keinginannya gak diturutin suka marah-marah dan mecahin barang-barang kaca karena saya melihat ada anak kecil yang menertawakan saya di kaca tersebut saat saya marah.
Komunikasi nonverbal :
P : Bertanya pelahan dan memperhatikan respon pasien
K : Menunduk dan main botol minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih jauh alasan pasien dirawa. P kaget, dan sadar kalau pasien mengalami halusinasi.
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan spontan
Rasional :
Halusinasi dapat terjadi kapan saja karena adanya stimulus tertentu

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana pernah dengar suara-suara?
K : Pernah, anak kecil yang tertawa saat saya marah. Ketika saya melihat dia di kaca, ingin rasanya saya memukulnya
Komunikasi nonverbal :
P : Memperhatikan respon klien
K : Memandang ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji lebih lanjut
Analisa berpusat pada klien :
K menjawab dengan mengingat pelan pelan
Rasional :
Dengan diam terapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana sudah berkeluarga?
K : Belum Sus
Komunikasi nonverbal :
P : Mendekatkan diri
K : Memandang kosong ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji data yang terkait kata-katanya tadi
Analisa berpusatpada klien :
K membayangkan keadaan keluarganya
Rasional : Menjalin hubungan saling percaya.

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kegiatan sehari- hari ngapain saja ?
K : Mandi, makan, beresin tempat tidur, senam, berdoa. Seperti itu terus, kadang saya merasa bosan
Komunikasi nonverbal :
P : Memegang bahu K
K : Menggaruk-garuk kepalanya
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba mengalihkan pembicaraan terkait halusinasinya
Analisa berpusat pada klien :
K teralih karena pertanyaan baru
Rasional :
Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana betah tinggal di sini ? Suasananya enak ya!
K : Betah, banyak temen yang bisa diajak ngobrol-ngobrol
Komunikasi nonverbal :
P : Memperhatikan K
K : Menunduk dan mainan botol minum sambil minum
Analisa berpusat pada perawat :
P mengalihkan perhatian K dari halusinasi
Analisa berpusat pada klien :
K berusaha menjawab dengan spontan
Pengalihan agar pasien tidak larut pada halusinasinya pada fase interaksi ini

Komunikasi verbal :
P : Apakah keluarga mbak Ana sering menjenguk mbak Ana?
K : Belum, belum pernah dijenguk
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menunduk, bengong
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K
Analisa berpusat pada klien :
K ingat terhadap keluarganya
Rasional :
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya

Komunikasi verbal :
P : Mbak Ana kapan marah itu datang ?
K : Kalau ada orang yang ngeledekin saya perawan tua, dan pas keinginan saya gak diturutin
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh P lalu melihat ke halaman
Analisa berpusat pada perawat :
P berusaha mengkaji aktivitas K di rumah
Analisa berpusat pada klien :
K mengingat aktivitasnya di rumah
Rasional :
Berusaha mengeskplorasi lebih jauh untuk menjelaskan masalah utama.

Komunikasi verbal :
P : Bagaimana cara mbak Ana ngilangin marah itu ?
K : Menarik napas dalam
Komunikasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Memperagakan sikap menarik napas dalam
Analisa berpusat pada perawat :
P mengkaji pertanyaan terbuka
Analisa berpusat pada klien :
K tampak terbuka
Rasional :
Menarik diri membuat K asyik dengan dunianya sendiri

Komunikasi verbal :
P : Bagaimana kalau kita mengalihkan marah itu dengan cara yang lain. Contohnya : Jika mbak Ana marah, mukul bantal, sholat/berwudhu dan lain-lainnya
K : Iya boleh, mau diajarin dong, biar bisa ngontrol marah
Komunikasi nonverbal :
P : Memperagakan cara mengontrol marah
K : K memperhatikan P
Analisa berpusat pada perawat :
P mencoba menjelaskan dengan sedikit memperagakan cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien.
Analisa berpusat pada klien :
K tampak menyimak dengan serius
Rasional :
Cara mengontrol marah merupakan solusi yang baik bagi klien

Komunkasi verbal :
P : Baiklah besok kita ngobrol- ngobrol lagi ya, maunya jam berapa mbak Ana ? Dimana ?
K : Iya sus, jam 9 aja, disini aja lah. Saya ke kamar mandi dulu sus.
Komunkasi nonverbal :
P : Memandang K
K : Pergi
Analisa berpusat pada perawat :
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
Analisa berpusat pada klien :
K Pergi dan setuju dengan kontrak
Rasional :
Evaluasi fase 1 selesai, pemberian penguatan positif dan menyepakati kontrak.


KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Klien cukup kooperatif walaupun masih cuek dan kadang dengan suara tinggi. Data yang tergali adalah data mengenai resiko prilaku kekerasan. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu mengulangi cara mengontrol marah. Karena klien mau dan antusias untuk belajar mengontrol marah denan cara yang lain.





"


69. Fifa Nasrul Ummah

pada : 10 April 2017

"A. Analisa proses interaksi merupakan alat kerja yang digunakan perawat khususnya mahasiswa untuk mengetahui atau memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Semua pasien dapat dilakukan analisa proses interaksi (API). Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam kesehatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat dengan klien. Ada 3 macam catatan, yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien, dan resume. Catatan hubungan perawat-klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan. Catatan hubungan perawat dengan klien secara verbal dapat berupa video-tape, tape-recording, catatan secara garis besar, dan catatan interaksi. –
B. Perlunya API karena:
a.Dapat meningkatkan kemampuan mendengar
b.Dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi
c.Dapat memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat atau mahasiswa dalam berinterkasi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan
d. Dapat meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
e. Dapat membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
C. API seyogyanya terdiri dari:
a. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
b. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
c. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dn komunikasi klien
d. Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
e. Rencana lanjutan tindakan keperawatan, (abdul, 2015).

D. Klien dengan Resiko Perilaku Kekerasan
ANALISA PROSES INTERAKSI TAHAP 1
Inisial Klien: Ny. H
Usia : 40 tahun
Interaksi ke : I (Fase perkenalan)
Lingkungan : Di dalam kamar klien, duduk berhadapan dengan jarak 1 meter, suasana tenang ada perawat
Deskripsi : Klien memakai baju seragam warna hijau bermotif bunga, model daster, rambut sebahu dikuncir, klien memakai sandal jepit
Tujuan interaksi:
- Klien mau memperkenalkan diri
- Terbina hubungan saling percaya antara perawat dan klien
Waktu interaksi: Hari Selasa, 04 April 2017, Jam 09.30 WIB
• Komunikasi verbal
P: ”selamat pagi ibu….”
- Komunikasi non verbal
P: kontak mata, berjabat tangan, mendekati klien
K: kontak mata baik dan lama
- Analisa berpusat pada klien: Agak tercengang dan sedikit terkejut disapa oleh perawat
- Analisa berpusat pada perawat: Berharap klien mau diajak berkenalan
- Rasional: ucapan salam sebagai tanda awal dari terjadinya hubungan saling percaya.
• Komunikasi verbal
K: ”selamat pagi mbak…”
- Komunikasi non verbal
K: mendekat duduk dikursi berhadapan dengan perawat
P: langsung menyentuh tangan klien untuk diajak berjabat tangan
- Analisa berpusat pada klien: duduk, agak ragu sambil menatap lekat pada wajah perawat
- Analisa berpusat pada perawat: merasa senang ada signal penerimaan oleh klien, klien mau diajak berjabat tangan
- Rasional: Signal persahabatan belum begitu kuat, perlu ditingkatkan, sudah terjalin hubungan saling percaya
• Komunikasi verbal
P : ”Perkenalkan nama saya Fifa Nasrul Ummah, saya biasa dipanggil fifa, saya mahasiswi dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Selama 2 minggu kedepan saya akan merawat ibu dan pasien yang lain yang berada disini. Bagaimana kalau kita ngorol sebentar sekitar 10 menit. Apakah ibu setuju? ”
- Komunikasi non verbal
K: Kontak mata baik
P : Memperhatikan tingkah laku klien
- Analisa berpusat pada klien: Klien duduk berhadapan, tidak ada keraguan
- Analisa berpusat pada perawat: Berharap dapat melanjutkan pertemuan
- Rasional: Sudah terasa adanya hubungan saling percaya sehingga klien terasa terlindungi
• Komunikasi verbal
K : ”Iya, setuju mbak”
- Komunikasi non verbal
K: Kontak mata baik
P : Memperhatikan tingkah laku klien
- Analisa berpusat pada klien: Klien duduk berhadapan, tidak ada keraguan
- Analisa berpusat pada perawat: Berharap dapat melanjutkan pertemuan
- Rasional: Sudah terasa adanya hubungan saling percaya sehingga klien terasa terlindungi
• Komunikasi verbal
P : ”Nama ibu siapa? Biasanya suka dipanggil siapa?Umur ibu berapa? Terus asal ibu darimana?”
- Komunikasi non verbal
P : Kontak mata, berjabat tangan sambil tersenyum
K : Kontak mata bersahabat, klien merasa ada hubungan
- Analisa berpusat pada klien: Klien merasa senang selama berkomunikasi dengan perawat
- Analisa berpusat pada perawat: Perawat menginginkan adanya pertemuan ulang
- Rasional: Menyebutkan nama, umur dan asal menandakan sudah terjadi hubungan
• Komunikasi verbal
K : ”Nama saya Husnia Arif, saya biasa dipanggil Husnia, umur saya 40 tahun, rumah saya di Mulyorejo utara mbak”
- Komunikasi non verbal
K : Kontak mata bersahabat,klien sudah merasa ada hubungan
P : Kontak mata, memperhatikan klien
- Analisa berpusat pada klien: Klien bicara lancar tidak canggung, selalu bicara sesuai pertanyaan
- Analisa berpusat pada perawat: Perawat senang, pertanyaan dapat diklasifikasi masalah yang diajukan
- Rasional: Menstimulasi klien terhadap perubahan
• Komunikasi verbal
P : ”Apakah bu Husnia masih ingat sudah berapa lama ibu dirawat disini? Dan sudah berapa kali bu Husnia dirawat disini?”
- Komunikasi non verbal
P : Kontak mata, memperhatikan klien
K : Klien mendengarkan dengan serius saat perawat mengajukan pertanyaan
- Analisa berpusat pada klien: klien bicara jelas
- Analisa berpusat pada perawat: Perawat berharap klien bisa mengatakan apa yang ingin digali oleh perawat
- Rasional: Mengetahui seberapa terbuka klien terhadap perawat
• Komunikasi verbal
K : ”Saya sudah 23 hari disini mbak, saya dulu dirawat diruang anggrek dapat seminggu terus dipindah diruang melati sampai sekarang. Dulu saya pernah dirawat disini mbak waktu anak saya umur 7 tahun sekarang anak saya sudah kelas 1 SMA”
- Komunikasi non verbal
K : Kontak mata bersahabat, bicara tidak ada hambatan dan sesuai dengan pertanyaan
P : Mendengarkan klien dengan penuh perhatian
- Analisa berpusat pada klien: Klien bicara tidak ada penghalang
- Analisa berpusat pada perawat: Perawat berharap klien kooperatif dan bicara sesuai pertanyaan
- Rasional: Orientasi waktu, tempat dan orang cukup baik
ANALISA PROSES INTERAKSI TAHAP 2
Inisial Klien : Ny. H
Usia : 40 tahun
Interaksi ke : II (Fase kerja)
Lingkungan : Di dalam ruang makan, duduk berhadapan berbatas sudut meja makan jarak setengah meter, suasana tenang
Deskripsi : Klien memakai baju seragam warna kuning bermotif bunga, model daster, rambut sebahu dikuncir, kulit sawo matang, klien memakai sandal jepit, ekspresi wajah tenang
Tujuan interaksi:
- Klien dapat mengidentifikasi penyebab marah
- Mengetahui respon klien terhadap penyebab marah
Waktu interaksi: Hari Rabu, 05 April 2017, Jam 09.00 WIB
• Komunikasi verbal
P : ”Selamat pagi bu ...”
- Komunikasi non verbal
P : Kontak mata, berjabat tangan, mendekati klien
K : Klien tersenyum
- Analisa berpusat pada klien: Klien senang disapa oleh perawat
- Analisa berpusat pada perawat: Berharap klien dapat berinteraksi dengan perawat
- Rasional: Mengkaji perasaan sehingga dapat mengetahui mood klien
• Komunikasi verbal
K :”Selamat pagi mbak Fifa...”
- Komunikasi non verbal
K : Klien tersenyum, berjabat tangan, kooperatif, kontak mata baik
- Analisa berpusat pada klien: Klien kooperatif
- Analisa berpusat pada perawat: Senang karena klien menerima kehadiran perawat
- Rasional: Hubungan saling percaya sudah terbina
• Komunikasi verbal
P : ”bu Husnia bagaimana kabar ibu? saya mau berbincang-bincang dengan ibu apa boleh? ”
- Komunikasi non verbal
P: mendekati klien dan berjabat tangan
K: kontak mata baik
- Analisa berpusat pada klien: klien merasa senang
- Analisa berpusat pada perawat: berharap dapat melanjutkan pertemuan ulang
- Rasional: klien menjawab pertanyaan
• Komunikasi verbal
K: ”kabar saya baik mbak, iya boleh mbak...”
- Komunikasi non verbal
P: Kontak mata baik
K: Memperhatikan tingkah laku klien
- Analisa berpusat pada klien: Klien duduk berhadapan, tidak ada keraguan
- Analisa berpusat pada perawat: Berharap dapat melanjutkan pertemuan
- Rasional: Sudah ada hubungan saling percaya sehingga klien merasa nyaman
• Komunikasi verbal
P: ”ibu Husnia masih ingat kenapa ibu dirawat disini? ”
- Komunikasi non verbal
P : Mempertahankan kontak mata
K : Klien diam
- Analisa berpusat pada klien: Ada sedikit perasaan ragu untuk menceritakan masalahnya dengan perawat
- Analisa berpusat pada klien: Berharap klien mau menjawab pertanyaan perawat
- Rasional: klien mengungkapkan perasaan marahnya
• Komunikasi verbal
K : ”Saya dirumah marah-marah”
P : ”Iya, dalam catatan dokter dan perawat ditulis kalau bu Husnia di rumah marah-marah sampai memukul anak ibu bahkan hampir menonjok suami ibu sendiri. Ibu juga membanting piring dan gelas. Apa penyebabnya sampai bu Husnia melakukan itu? Apa ada yang membuat bu Husnia kesal?
- Komunikasi non verbal
K : Kontak mata, kadang menunduk
P : mempertahankan kontak mata
K : Klien mendengarkan perawat dan terkadang tersenyum
- Analisa berpusat pada klien: Ada banyak keinginan untuk mengungkapkan perasaannya
- Analisa berpusat pada perawat: Berharap klien mengungkapkan perasaannya sesuai yang dialami
- Rasional: Klien mengungkapkan perasaan penyebab marah
• Komunikasi verbal
K : ”Saya bertengkar dengan suami saya, suami saya membuat saya kesal.”
- Komunikasi non verbal
K : Kontak mata lama, bicara pelan
P : Kontak mata, memperhatikan gerakan dan kata-kata klien
- Analisa berpusat pada klien: Menyebutkan penyebab marah
- Analisa berpusat pada perawat: Menilai klien menyebutkan penyebab marahnya
- Rasional: Klien menjadi lebih dekat dengan perawat
• Komunikasi verbal
P : ”Bagaimana perasaan bu Husnia setelah kita berbincang-bincang tadi?”
- Komunikasi non verbal
P : Kontak mata, tersenyum pada klien
K : Tersenyum, kooperatif
- Analisa berpusat pada klien: Klien kooperatif
- Analisa berpusat pada perawat: Berharap perasaan klien menjadi lega
• Komunikasi verbal
K : ”Perasaan saya jadi lega mbak, jadi plong”
- Komunikasi non verbal
K : Kontak mata baik, bicara pelan sambil tersenyum
- Analisa berpusat pada klien: Klien senang karena dapat mengungkapkan perasaannya
- Analisa berpusat pada perawat: Perawat senang klien mau bercerita tentang masalahnya
• Komunikasi verbal
K : ”syukurlah, baik bu, ibu istirahat dulu tenangkan pikiran ibu dan hilangkan semua rasa kesal dalam hati ibu, pertemuan ini kita lanjut besok ya bu, saya permisi dahulu”
- Komunikasi non verbal
K : Kontak mata baik,
P: berjabat tangan sambil tersenyum
- Analisa berpusat pada klien: Klien senang dan berespon positif
- Analisa berpusat pada perawat: Perawat senang klien mau melanjutkan pertemuan berikutnya
- Rasional: perawat tetap mempertahankan sikap terbuka.



"


70. Annisa Prabaningrum

pada : 10 April 2017

"A. Pengertian API
Analisis proses interaksi (API) merupakan suatu alat kerja yang digunakan oleh perawat untuk memahami dan mengetahui lebih jelas mengenai interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien. API ini adalah merupakan alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan (LPSP). Pada LPSP, perawat sudah merencanakan berbagai pertanyaan untuk mengkaji atau bahkan melaksanakan intervensi keperawatan. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan ini ditulis dalam analisis proses interaksi.
Ketepatan diagnosis keperawatan yang ditemukan akan dengan mudah dikoreksi dari hasil wawancara dan pengkajian yang dilakukan dalam pelaksanaan fase kerja LPSP. Dari hal ini, akan tergambar data yang ditemukan baik verbal maupun nonverbal dan teknik wawancara yang diterapkan. Dengan demikian, API dapat mengoreksi ketepatan diagnosis atau intervensi yang diberikan. Beberapa komponen yang harus ditulis dalam API adalah komunikasi verbal, komunikasi nonverbal perawat dan pasien, analisis berpusat pada perawat, dan analisis berpusat pada pasien. Setelah itu, berikan alasan perawat melakukan tindakan berupa komunikasi verbal dan nonverbal di atas, serta temukan masalah pasien dari apa yang terjadi dengan pasien selama wawancara. Jelaskan alasan rasional teknik terapeutik yang dilakukan oleh perawat. Dengan demikian, API adalah merupakan alat evaluasi dari kemampuan terapeutik perawat. Tujuannya adalah 1. Meningkatkan keterampilan komunikasi. 2. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien. 3. Mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat. 4. Memberi dasar pembelajaran, yang berarti bahwa API merupakan alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan pasien dan menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan. 5. Membantu perawat dalam penerapan proses keperawatan.
B. Contoh percakapan perawat dan pasien dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi.
• Initial klien : Nn.S
• Umur : 22 tahun
• Status Interaksi ke : Ke-2 (Dua)
• Lingkungan : Di ruang tamu R. Asoka, duduk berhadapan, suasana tenang, dan beberapa klien lain sedang menonton TV
• Deskripsi Klien : Klien mengenakan baju kotak-kotak warna merah, rambut dikuncir rapi, tidak memakai sandal
• Masalah Keperawatan : Gangguan persepsi sensori halusinasi
• Tujuan Interaksi : Klien dapat mengenal halusinasinya
• Tgl/Jam : 6 April jam 09.00 WIB
• Ruang : R. I (R. Asoka)


1. Komunikasi Verbal :
P : Selamat pagi, Mbak S ?
Komunikasi non verbal :
Perawat : Tersenyum dan menatap klien yang sedang duduk di teras
Klien : Menoleh dan tersenyum pada perawat
Analisa berpusat pada perawat :
mengharap klien mau menjawab salam perawat dengan perawat
Analisa berpusat pada klien :
Klien menyadari kehadiran perawat
Rasional : Dengan mengucapkan salam diharapkan klien mau berinteraksi dengan perawat
2. Komunikasi Verbal :
K: Pagi mbak.
Komunikasi non verbal :
K: Klien menjawab salam
P : Menatap klien dengan tersenyum
Analisa berpusat pada perawat :
Perawat menghargai klien
Analisa berpusat pada klien :
Klien mengawali percakapan dengan membalas salam perawat
Rasional : Klien mau menjawab salam perawat menunjukkan klien mau berinteraksi dengan perawat.
3. Komunikasi Verbal :
P: Mbak S masih ingat nama saya?” Apakah Mbak S sudah makan?”
Komunikasi non verbal :
P : Sambil menatap klien, tersenyum dan memegang pundak klien
K : Klien menatap perawat dan tersenyum
Analisa berpusat pada perawat :
Perawat berharap klien mengingat namanya
Analisa berpusat pada klien :
Klien berusaha mengingat nama perawat
Rasional : Menstimulasi klien terhadap ingatan dan perhatiannya kepada perawat
4. Komunikasi Verbal :
K : Ingat, mbak adalah suster Arum. Saya sudah makan.
Komunikasi non verbal :
K : Klien menatap perawat, kontak mata lama dan tersenyum
P : Perawat menatap klien dengan tersenyum dan mengangguk
Analisa berpusat pada perawat :
Memberi reinforcement atas kemampuan klien mengingat nama perawat
Analisa berpusat pada klien :
Klien menanggapi kehadiran perawat dengan baik
Rasional : Klien masih mengenal perawat menandakan perhatian dan kesediannya menerima hubungan
5. Komunikasi Verbal :
P : Bagaimana kabar Mbak S hari ini ?”
Komunikasi non verbal :
P : Menatap klien kemudian tersenyum
K : Menatap perawat, tersenyum
Analisa berpusat pada perawat :
Memberikan perasaan nyaman pada klien
Analisa berpusat pada klien :
Memperhatikan pertanyaan perawat
Rasional : Dengan menanyakan khabar klien diharapkan klien akan merasa diperhatikan oleh perawat
6. Komunikasi Verbal :
K : Baik.
Komunikasi non verbal :
K : Klien menatap perawat, berbicara dengan nada jelas
P : Mendengarkan jawaban klien sambil tersenyum
Analisa berpusat pada perawat :
Meyakinkan klien bahwa jawaban klien sangat dibutuhkan perawat
Analisa berpusat pada klien :
Klien meyakinkan perawat bahwa jawaban yang disampaikan sesuai dengan kenyataan
Rasional : Klien mengungkapkan perasaannya dengan senang hati
7. Komunikasi Verbal :
P : Sesuai dengan kontrak kita kemarin, hari ini kita akan membicarakan tentang suara-suara yang sering Mbak S dengar. Berapa lama kita akan berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit? Dimana tempat yang menurut Mbak S cocok untuk kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau di ruang tamu. Mbak S setuju?”
Komunikasi non verbal :
P : Menatap mata klien, bicara dengan pelan dan nada jelas
K : Menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat :
Menunjukkan perhatian pada klien dan berharap peertanyaan perawat diterima dengan jelas oleh klien
Analisa berpusat pada klien :
Menunjukkan adanya perhatian terhadap pertanyaan yang diajukan oleh perawat
Rasional : Menawarkan pilihan pada klien akan membuat klien merasa dihargai oleh perawat
8. Komunikasi Verbal :
K : Ya mbak Arum.
Komunikasi non verbal :
K : Menatap perawat, berbicara dengan jelas
P : Mendengarkan jawaban klien sambil tersenyum
Analisa berpusat pada perawat :
Meyakinkan bahwa jawaban klien sangat dibutuhkan
Analisa berpusat pada klien :
Meyakinkan perawat atas jawaban yang dipilih klien
Rasional : Klien memberikan persetujuan pada perawat
9. Komunikasi Verbal :
P : Coba sekarang Mbak S ceritakan suara-suara yang sering Mbak S dengar. Apa yang dikatakan oleh suara-suara itu? Apakah suara itu mengancam Mbak S atau menyuruh Mbak S melakukan sesuatu?”
Komunikasi non verbal :
P : Menatap klien
K : Menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat :
Meminta persetujuan klien
Analisa berpusat pada klien :
Memperhatikan pertanyaan perawat
Rasional : Perawat mengklariikasi masalah yang dialami oleh klien
10. Komunikasi Verbal :
K : Suara itu menyuruhnya yang baik-baik saja. Tidak boleh malas, tidak boleh tidur pagi sebelum jam 1 siang, rajin shalat, rajin mandi, terus bersih-bersih, begitu.
Komunikasi non verbal :
K : Klien menatap perawat
P : Mendengarkan klien sambil menganggukan kepala
Analisa berpusat pada perawat :
Meyakinkan klien bahwa jawaban yang diberikan sangat dibutuhkan oleh perawat
Analisa berpusat pada klien :
Klien meyakinkan perawat bahwa jawaban yang diberikan sesuai kenyataan
Rasional : Klien berusaha mejelaskan suara-suara yang didengar pada perawat
11. Komunikasi Verbal :
P : Apakah Mbak S mengenali suara itu ? Kalau Mbak S kenal suara siapa itu?
Komunikasi non verbal :
P : Menatap klien
K : Menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat :
Menunjukkan perhatian pada klien
Analisa berpusat pada klien :
Menunjukkan perhatian pada pertanyaan perawat
Rasional : Perawat mencoba menggali masalah yang dialami oleh klien
12. Komunikasi Verbal :
K : Tidak. Saya tidak mengenalinya.
Komunikasi non verbal :
K : Klien menatap perawat sambil menggelengkan kepala
P : Menatap klien
Analisa berpusat pada perawat :
Menunjukkan perhatian pada klien
Analisa berpusat pada klien :
Berusaha meyakinkan perawat
Rasional : Klien memberikan jawaban pada perawat
13. Komunikasi Verbal :
P : Kapan saja suara itu muncul? Apakah pada saat mau tidur, bangun tidur atau pada saat Mbak S melamun?”
Komunikasi non verbal :
P : Menatap klien, bicara dengan nada jelas
K : Menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat :
Berusah memberikan pertanyaan yang jelas pada klien
Analisa berpusat pada klien :
Memperhatikan pertanyaan perawat
Rasional : Memberikan alternatif jawaban pada klien
14. Komunikasi Verbal :
K : Setiap waktu.
Komunikasi non verbal :
K : Menatap perawat, nada suara jelas
P : Mendengarkan penjelasan klien
Analisa berpusat pada perawat :
Menunjukkan perhatian pada klien
Analisa berpusat pada klien :
Berusaha meyakinkan perawat
Rasional : Memberikan jawaban yang jelas pada perawat
15. Komunikasi Verbal :
P : Berapa kali suara itu muncul dalam sehari?
Komunikasi non verbal :
P : Menatap klien sambil memegang tangan klien
K : Menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat :
Mempertahankan kontak dengan klien
Analisa berpusat pada klien :
Mendengarkan pertanyaan perawat
Rasional : Mencoba mengklarifikasi jawaban klien
16. Komunikasi Verbal :
Ya tidak tahu. Pokoknya sering.
Komunikasi non verbal :
K : Klien menjawab sambil menatap perawat
P : mendengarkan jawaban klien
Analisa berpusat pada perawat :
Menghargai klien
Analisa berpusat pada klien :
Klien berusaha meyakinkan perawat
Rasional : Klien berusaha memberikan jawaban yang sebenarnya
17. Komunikasi Verbal :
P : Apakah Mbak S merasa terganggu dengan suara-suara itu?”
Komunikasi non verbal :
P : Menatap klien dan menunggu jawaban klien
K : Menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat :
Meyakinkan klien bahwa jawabannnya sangat dibutuhkan oleh perawat
Analisa berpusat pada klien :
Mendengarkan pertanyaan perawat
Rasional : Perawat berusaha mengetahui perasaan klien sehubungan dengan suara-suara yang klien dengar
18. Komunikasi Verbal :
K : Senang. Soalnya menyuruh yang bagus-bagus
Komunikasi non verbal :
K : Menatap perawat
P : Menatap klien
Analisa berpusat pada perawat :
Menunjukkan perhatian pada klien
Analisa berpusat pada klien :
Meyakinkan perawat
Rasional : Klien mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya dan meyakinkan perawat
19. Komunikasi Verbal :
P : tidak terasa kita sudah berbincang-bincang lama. Saya senang sekali Mbak S mau berbincang-bincang dengan saya. Bagaimana perasaan Mbak S setelah kita berbincang-bincang?”
Komunikasi non verbal :
P : Menatap klien, bicara dengan pelan dan jelas
K : Mendengarkan dan menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat :
Berharap diterima klien dengan jelas
Analisa berpusat pada klien :
Memperhatikan perawat
Rasional : Pertanyaan terbuka akan membuat klien lebih bebas untuk mengungkapkan perasaannya dan merasa lebih dihargai
20. Komunikasi Verbal :
K : Ya senang sekali
Komunikasi non verbal :
K : Menatap perawat dan tersenyum
P : Menatap klien, menunggu jawaban klien
Analisa berpusat pada perawat :
Meyakinkan klien bahwa jawabannya diharapkan oleh perawat
Analisa berpusat pada klien :
Menunjukkan bahwa klin senang berinteraksi dengan perawat
Rasional : Klien mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya dan berharap klien percaya padanya
21. Komunikasi Verbal :
P : Nanti kalau suara-suara itu terdengar lagi, Mbak S panggil saya ya atau mbak suster yang lain supaya dibantu agar suara itu hilang.
P : Terima kasih Mbak S karena Mbak S sudah mau berincang-bincang dengan saya. Sampai ketemu besok pagi.”
Komunikasi non verbal :
P : Menatap klien dan menjabat tangan klien
K : Menatap perawat dan membalas jabatan tangan perawat
Analisa berpusat pada perawat :
Meyakinkan klien dan mempertahankan kontak serta berusaha mengakhiri interaksi dengan bersahabat
Analisa berpusat pada klien :
Memperhatikan apa yang dibicarakan oleh perawat dan menghargai tindakan perawat
Rasional : Berusaha membantu klien dengan memberikan pilihan yang harus dilakukan oleh klien dan mengucapkan terima kasih setelah berinteraksi akan semakin meningkatkan kepercayaan klien pada perawat
22. Komunikasi Verbal :
Ya, mbak baiklah.
Komunikasi non verbal :
K : Menatap perawat dan menganggukkan kepala beserta menjabat tangan perawat
P : Menatap klien dan tersenyum pada klien
Analisa berpusat pada perawat : Menunjukkan perhatian pada klien
Analisa berpusat pada klien : Klien meyakinkan perawat bahwa dia setuju
Rasional : Menunjukkan bahwa klien menyetujui untuk interaksi lagi dengan perawat.
"


71. Wahyu Agustin Eka Lestari

pada : 10 April 2017

"Analisa proses interaksi adalah suatu cara atau proses yang dilakukan perawat untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan klien untuk menggali apa yang ingin diketahui mengenai sesuatu yang berhubungan dengan penyakit yang sedang diderita klien. Tujuannya adalah untuk membangun komunikasi yang baik antar perawat dengan klien Sehingga perawat dapat membantu klien dalam mengatasi masalah yang sedang dihadapinya.

Nama klien : Nn. B
Usia : 20 Tahun
Pertemuan : ke-1
Lingkungan : Klien berada di RSJ Menur, kondisi lingkungan klien tidak terlalu ramai. Dan klien berada di ruangan sendiri, posisi klien berada di atas tempat tidur dan perawat duduk di kursi samping klien
Kondisi klien : klien menunjukkan wajah yang ketakutan ketika perawat mendekat, dan memalingkan wajah tidak mau melihat perawat, klien tampak kusam, letih, dan wajahnya menunjukkan seperti kurang tidur.
Tujuan : klien dapat menceritakan masalah yang sedang dihadapinya
Mahasiswa : Wahyu Agustin Eka Lestari
Masalah : isolasi sosial (Menarik diri)
Contoh Percakapan :
Komunikasi Verbal
Ners : Selama Pagi Nn. B
Nn. B : (tetap diam, tidak mau menjawab dan menunjukkan wajah ketakutan)
Komunikasi non verbal
Ners : (mencoba mendekat, dengan wajah senyum)
Nn. B : (Tetap diam, namun matanya mulai mengarah pada perawat seperti ingin memastikan sesuatu)
Analisa berpusat pada Perawat :
- perawat memulai percakapan dengan sikap meyakinkan untuk mendapatkan kepercayaan klien, perawat memperkenalkan diri dan menggali permasalahan klien
Analisa berpusat pada klien :
- Klien hanya diam dan ragu-ragu dengan orang baru
Rasional :
Salam adalah cara yang tepat untuk memulai suatu percakapan


Komunikasi Verbal
Ners : Nn. B tidak usah takut saya Wahyu, disini saya akan menemani Nn. B dan akan menjadi teman Nn. B, saya tidak akan menyakiti ataupun membuat Nn. B takut
Nn. B : Tidak !! jangan dekat dekat
Ners : Nn. B harus percaya kepada saya, saya akan mencoba membantu permasalahan yang Nn. hadapi, apakah Nn. B tidak ingin tidak ingin pulang lagi ke rumah dan beraktivitas lagi seperti dulu ?
Nn. B : tidak !
Ners : lohh kenapa ? apa Nn. B tidak ingin sembuh, masak pingin tetap disini ditempat sepi begini ?
Nn. B : ( hanya Menggangguk)
Ners : Nn. B bisa menceritakan kepada saya kenapa Nn. B tidak ingin pulang, apakan ketika dirumah Nn. B ada masalah dengan keluarga ? kalau Nn. B bercerita kepada saya nanti Insya Allah saya bisa membantu, saya janji akan menjaga rahasia
Nn. B : (Memandang Ners )
Komunikasi non Verbal
Ners : (memegang tangan klien dengan wajah meyakinkan untuk mendapatkan kepercayaan klien )
Nn. B : (matanya mulai berbinar seperti ingin mengeluarkan air mata)
Analisa berpusat pada perawat :
- Ners mulai mendekati klien dengan tenang dan lembut untuk mendapat kepercayaan klien
Analisa berpusat pada klien:
- Klien mulai memberi respon dan umpan balik kepada perawat
Rasional :
Dengan memegang tangan klien adalah cara untuk menunjukkan rasa empati

Komunikasi Verbal
Ners : benar Nn. B, saya tidak bohong, jangan takut saya teman Nn. B, jadi Nn. B bisa cerita kepada saya
Nn. B : saya takut, saya takut pulang kerumah, lebih baik saya disini saja
Ners : Lohh memangnya kenapa kok tidak mau pulang kerumah ? apakah Nn. B ada yang menyakiti dirumah ?
Nn. B : ( Mengangguk)
Ners : Siapa yang menyakiti Nn. B?
Nn. B : orang itu sudah menyakiti saya, saya takut saya tidak mau bertemu lagi dengan orang itu
Komunikasi non verbal
Ners : (memandang klien, dan mengelus pundak klien )
Nn. B : (memperlihatkan wajah ketakutan)
Analisa berpusat pada Perawat
- Perawat tetap mencoba menggali permasalahan klien
Analisa berpusat pada klien
- Klien mulai berbicara meskipun masih dengan perasaan takut
Rasional
untuk menggali permasalahan yang dihadapi klien

Komunikasi Verbal
Ners : Orang itu siapa ? apakah ayah Nn. B ?
Nn. B : tidak !! dia bukan ayah saya, dia bukan ayah saya (sambil menjerit ketakutan)
Ners : Nn. B harus tenang, saya disini saya akan membantu Nn. B, tidak usah takut. Nn. B bisa menceritakan kepada saya, kenapa orang itu menyakiti Nn. B
Nn. B : Ibu saya menikah dengan orang itu, saat saya masih SMA. Awalnya dia sangat baik sama saya, tapi kemudian dia mendekati saya ketika ibu saya tidak dirumah
Ners : memangnya ibu Nn. B kemana ?
Nn. B : Ibu saya bekerja di ditempat yang sama dengan orang itu
Ners : Terus dia berbuat apa kepada Nn. B ? apakah Nn. B dipukul atau diapakan ?
Nn. B : (Klien hanya diam)
Komunikasi non verbal
Ners : (mengambilkan minum untuk menenangkan klien)
Nn. B : (klien mulai menangis dan badannya gemetar)
Analisa berpusat pada perawat
Perawat terus menggali permasalahan klien
Analisa berpusat pada klien
Klien sudah mulai berbicara dan bercerita
Rasional
Perawat memberi minum supaya klien supaya klien lebih tenang

Komunikasi verbal
Ners : apakah Nn. B dilecehkan oleh ayah tiri Nn. B ?
Nn. B : iya (sambil menangis)
Ners : baik Nn. B saya paham bagaimana perasaan Nn. B, sekarang Nn. B tidak perlu takut lagi saya ada disini, saya teman Nn. B
Nn. B : Saya tidak mau bertemu dengan orang itu, saya takut dia akan memperlakukan saya seperti itu lagi harga diri saya sudah hancur sekarang
Komunikasi non verbal
Ners : (Memeluk klien dan mencoba menenangkan klien)
Nn. B : (Menangis tersedu-sedu, namun sudah tampak merasa lega)
Analisa berpusat pada perawat
- Perawat merasa senang karena telah mengetahui permasalahan klien
Analisa berpusat pada klien
- Klien merasa lega karena sudah bercerita, dan percaya dengan perawat
Rasional
Menciptakan suasana yang komunikatif, dan memeluk klien untuk menenangkan klien dan menjadikan klien merasa lebih baik

Komunikasi Verbal
Ners : Baik Nn. B saya akan mencoba membantu Nn. B, sekarang bagaimana perasaan Nn. B dengan berbagi cerita kepada saya ?
Nn. B : saya merasa lega Ners, namun saya masih merasa takut untuk bertemu dengan orang-orang
Ners : Nn. B jangan takut, masa depan Nn. B masih panjang. Nn. B tidak mau kan selamanya berada disini,
Nn. B : Tidak
Ners : Saya adalah teman Nn. B jadi, jadi kalo ada apa-apa Nn. B bisa cerita kepada saya dengan begitu saya bisa membantu, kalo Nn. B hanya diam tidak akan ada yang bisa menyelesaikan masalah Nn. B
Nn. B : Iya Ners, tapi janji ya jangan menceritakan kepada siapa-siapa saya malu
Ners : saya berjanji akan menjaga rahasia, baik Nn. B sekarang Nn. B bisa istirahat dahulu nanti kalau ada apa-apa bisa memanggil saya
Nn. B : Baik Ners
Komunikasi Non Verbal
Ners : (Tersenyum, kemudian mengulurkan tangan)
Nn. B : (Memandang perawat, mencoba meraih tangan perawat)
Analisa berpusat pada perawat
- Perawat mencoba memberikan solusi, kemudian menutup fase 1
Analisa berpusat pada Klien
- Klien mencoba menerima masukan dari perawat,
Rasional
Perawat mengulurkan tangan sebagai tanda persahabatan, dan menutup fase 1 sebagai akhir dari percakapan dengan salam penutup untuk menjaga kepercayaan
"


72. Lili Putri Roesanti

pada : 10 April 2017

"A. TEORI
Definisi API :
Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.

Tujuan API :
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa)dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberiarahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Analisa Proses Interaksi (API) :
1. Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan
2. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilakudan hubungan interpersonal perawat-klien.
3. Ada 3 macam catatan :
 Catatan perkembangan (proses keperawatan)
 Catatan hubungan perawat-klien
 Catatan resume
4. Catatan hubungan P-K adalah interaksi yang terjadi selama perawat berhubungindividual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan.
5. Catatan hubungan P-K secara verbal dapat berupa :
 Video tape; tape recording
 Catatan secara garis besar
 Catatan interaksi
6. Analisa proses interaksi merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untukmemahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.
7. Semua pasien dapat dilakukan API.

Komponen API :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1-4
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan

B. PERCAKAPAN PERAWAT-KLIEN KASUS RESIKO BUNUH DIRI AKIBAT PERSELINGKUHAN

Inisial Nama : Ny. Z
Usia : 30 tahun
Interaksi ke-1 : 10 April 2017
Lingkungan : di taman belakang RS
Keadaan klien : terlihat murung dan melamun
Tujuan Interaksi: mengurangi resiko klien untuk melakukan tindakan bunuh diri

1.
Komunikasi Verbal
L : selamat siang Ibu perkenalkan saya Ners L
Z : siang juga

Komunikasi Non-Verbal
L : menatap Ibu Z sambil tersenyum dan mengulurkan tangan
Z : hanya tersenyum kecil

Analisa Berpusat Pada Perawat
L : dapat memulai percakapan

Analisa Berpusat Pada Klien
Z : tidak memperdulikan keadaan sekitar
Rasional : Memberikan salam ialah suatu awalan yang perlu dilakukan untuk memulai suatu percakapan

2.
Komunikasi Verbal
L : kalau boleh saya tahu, nama ibu siapa ya?
Z: nama saya Z

Komunikasi Non-Verbal
L : menatap Ibu Z sambil tersenyum dan mengulurkan tangan
Z : tersenyum kecil

Analisa Berpusat Pada Perawat
L : mencoba untuk mengetahui identitas klien

Analisa Berpusat Pada Klien
Z : klien mulai menerima keberadaan Ners L

Rasional : Mengetahui nama klien memudahkan untuk melakukan percakapan

3.
Komunikasi Verbal
L : kalau boleh saya tahu, alamat Ibu Z dimana ?
Z : rumah saya di jl. Semarang no.12 surabaya

Komunikasi Non-Verbal
L : menatap klien sambil tersenyum
Z : tersenyum kecil dan menatap perawat

Analisa Berpusat Pada Perawat
L : Ners L mulai mengkaji alamat klien

Analisa Berpusat Pada Klien
Z : menjawab dengan lancar

Rasional : Klien masih memiliki ingatan yang baik

4.
Komunikasi Verbal
L : apa boleh saya tahu, Ibu Z berada di Rumah Sakit ini dikarenakan apa?
Z : setelah saya melihat suami saya berada di satu ruangan bersama sahabat saya. Saya merasa terhianatidan kecewa, semenjak saat itu tidak ada lagi gairah untuk hidup jadi saya mencoba untuk bunuh diri dan dilarikan ke Rumah Sakit ini

Komunikasi Non-Verbal
L : melihat Ibu Z
Z : bercerita sambil melamun

Analisa Berpusat Pada Perawat
L : Ners Z mulai mengkaji penyebab Ibu Z berada di R.S

Analisa Berpusat Pada Klien
Z : Ibu Z beranggapan bahwa setiap laki-laki sama dengan suaminya

Rasional
Resiko bunuh diri terjadi karena Ibu Z sudah tidak memiliki gairah hidup lagi

5.
Komunikasi Verbal
L : apakah ibu tidak pernah membagi masalah ibu dengan keluarga terdekat ibu?
Z : sudah, keluarga saya menganjurkan untuk bercerai, tapi saya cinta dengan suami saya
Komunikasi Non-Verbal
L : menatap Ibu Z
Z : Terlihat melamun

Analisa berpusat Pada Perawat
L : Melanjutkan pengkajian dengan menyembungkan cerita klien

Analisa Berpusat Pada Klien
Z : terlihat melamun
Rasional : Resiko bunuh diri dapat dikarenakan rasa kecewa dan sedih yang berlebihan

6.
Komunikasi Verbal
L : baik Ibu Z terima kasih atas kesempatannya semoga Ibu lekas membaik
Z : iya mbak terima kasih
Komunikasi Non-Verbal
L : tersenyum sambil mengulurkan tangan
Z : tersenym kecil dan menerima uluran tangan

Analisa berpusat Pada Perawat
L : menutup fase ke-1

Analisa berpusat Pada Klien
Z : penunjukan rasa percaya

Rasional : untuk mengakhiri fase-1 perlu untuk berjabat tangan kembali

"


73. lilik Choiriyah

pada : 10 April 2017

"Analisis Proses Interaksi (API) adalah suatu alat kerja yang dipakai oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien. (A. Muhith,2015)
Menurut Abdul Muhith (2015), Tujuan dilakukan Analisa Proses Interaksi (API) pada Keperawatan Jiwa
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.

Komponen Analisa Proses Interaksi (API), (A. Muhith,2015)
a. Komunikasi verbal perawat dan pasien.
b. Komunikasi nonverbal perawat dan pasien.
c. Analisis berpusat pada perawat, yang merupakan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
d. Analisis berpusat pada pasien, yang merupakan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi pasien.
e. Rasional dan makna dari komunikasi.
f. Kesan perawat yang merupakan evaluasi terhadap efektivitas komunikasi yang telah dilakukan.
g. Rencana tindak lanjut, yang merupakan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan berikutnya berdasarkan hasil evaluasi dari komunikasi yang telah dilakukan.
Muhith, Abdul. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi


Masalah Keperawatan : Waham
Percakapan antara klien (K) dan perawat (P), di ruang rehabilitasi Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik
P : Selamat pagi ibu, apa kabar ? (membuka pintu kamar dan tersenyum)
K : Pagi mbak (sambil tersenyum)
P : sudah menunjukkan pukul 07.00 ya bu, waktunya ibu makan dan minum vitamin (meletakkan nampan berisi makanan di meja, dan berdiri di samping tempat tidur klien )
P: nama ibu siapa bu ? (mencacat analisa )
K : Sinta Diningrat (duduk di ranjang )
P: bagus ibu, sekarang hari apa ya bu ?
K: hari Senin, 10 April 2017 mbak (menjawab dengan bersemangat )
P : bagus sekali ibu, bagaimana peraasaan ibu pagi ini ?
K : saya sangat senang mbak, konser saya tadi malam ditonton oleh banyak penggemar saya (sambil tertawa terbahak-bahak)
P: wah hebat, ya ibu. Apa ibu mengikuti kegiatan senam pagi tadi ?
K : saya mengikutinya mbak, lihtlah saya terlihat sangat sehat, sayapun sudah mandi setelah senam tadi. Saya harus menjaga penampilan saya, penggemar tidak boleh kecewa dengan saya. (tertawa terbahak-bahak)
P: waaah, sangat bagus ibu, benar ibu terlihat sangat segar, tak salah jika saya mencium bau harum dari tadi (tersenyum).
P: baik ibu, ibu silahkan makan dulu sarapan ibu ya, saya nanti akan kembali untuk memberikan obat kepada ibu.
K; obat apa mbak, saya tidak sakit, saya sehat. (menangis)
P: maksut saya vitamin untuk ibu, ibu harus menjaga kesehatan ibu yaa, (menenanggkan klien)
K: baik mbak, saya akan memakannya ( turun dari tempat tidur, menuju meja untuk makan)
P: selamat pagi bu, saya tinggal dulu ya (pergi, dan menutup pintu kamar)
K : (tertawa terbahak-bahak)

ANALISIS PROSES INTERAKSI
Inisial Pasien : “SD”
Status interaksi perawat-pasien : pertemuan ke-2
Tanggal : Senin, 10 April 2017
Waktu : 07.00-07.10 WIB
Lingkungan : berdiri di samping tempat tidur klien dan klien sedang duduk di atas tempat tidur.
Tempat : kamar klien, ruang rehabilitasi RS Ibnu Sina Gresik.
Tujuan Interaksi : menilai respon klien dann kesadaran klien.
Deskripsi pasien : klien sudah mandi, rapi dan berpakaian.

Komunikasi Verbal :
P : Selamat pagi ibu, apa kabar ?

K : Pagi mbak

P : sudah menunjukkan pukul 07.00 ya bu, waktunya ibu makan dan minum vitamin

P: nama ibu siapa bu ?

K : Sinta Diningrat

P: bagus ibu, sekarang hari apa ya bu ?

K: hari Senin, 10 April 2017 mbak

P : bagus sekali ibu, bagaimana peraasaan ibu pagi ini ?

K : saya sangat senang mbak, konser saya tadi malam ditonton oleh banyak penggemar saya

P: wah hebat, ya ibu. Apa ibu mengikuti kegiatan senam pagi tadi ?

K : saya mengikutinya mbak, lihtlah saya terlihat sangat sehat, sayapun sudah mandi setelah senam tadi. Saya harus menjaga penampilan saya, penggemar tidak boleh kecewa dengan saya.

P: waaah, sangat bagus ibu, benar ibu terlihat sangat segar, tak salah jika saya mencium bau harum dari tadi

P: baik ibu, ibu silahkan makan dulu sarapan ibu ya, saya nanti akan kembali untuk memberikan obat kepada ibu
K; obat apa mbak, saya tidak sakit, saya sehat
P: maksut saya vitamin untuk ibu, ibu harus menjaga kesehatan ibu yaa,

K: baik mbak, saya akan memakannya

Komunikasi Non- Verbal
P : membuka pintu kamar dan tersenyum

K : tersenyum

P : meletakkan nampan berisi makanan di meja, dan berdiri di samping tempat tidur klien
P: mencacat analisa

K : duduk di ranjang


P: menjawab dengan bersemangat


K : tertawa terbahak-bahak


K:tertawa terbahak-bahak
P: tersenyum

K: menangis

P: menenanggkan klien

K: turun dari tempat tidur, menuju meja untuk makan.
P: pergi, dan menutup pintu kamar

Analisa Berpusat pada perawat


Menginformasikan waktu dan kegiatan yang harus dilakukan
Menanyakan identitas klien, untuk menganalisa kesadaran

Menanyakan informasi untuk mengecek kesadaran

Memberikan, apresiasi atas apa yang telah klien ungkapkan

Menganjurkan klien mengikuti kegiatan yang positif untuk mengalihkan masalah

Memberikan, apresiasi atas apa yang telah klien kerjakan
Menginformasikan kepada klien tentang kegiatan yang harus dilakukan



Menginformasikan dan berpamitan jika inginmeninggalkan klien



Analisa Berpusat pada pasien

klien berespon dengan interaksi perawat


Dapat menjawab pertanyan perawat dengan benar

Mengetahui dan dalam keadaan sadar

Klien masih meyakini bahwa dirinya adalah artis

Pikiran klien masih tercampur anatara kenyataan dan khayalan


Rasional


Menjelaskan kegiatan yang akan menjadi rutinitas klien
Secara rutin menanyakan identitas klien dan informasi tentang klien untuk mengetahui tingkat kesadaran klien

Secara rutin menanyakan identitas klien dan informasi tentang klien untuk mengetahui tingkat kesadaran klien

Selalu memberikan apresiasi kepada pasien agar pasien merasa dihargai

Mengingatkan dan menganjurkan kepada klien untuk mengikuti kegiatan yang positif untuk mengurangi tingkat stress klien

Alihkan khayalan klien agar klien tidak terus berkhayal


Lakukan kounikasikasi terapeutik agar klien tidak merasa tertekan

"


74. Lely Suryawati

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan kesehatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Catatan harus mencakup contoh bukan hanya interprestasi. Ada tiga macam catatan, yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien, dan resume.
Tujuan API adalah
1.Meningkatkan kemampuan mendengar
2.Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3.Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi supervisor/pembimbing untuk memberi arahan.
4.Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
5.Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
Dalam API seyogyanya terdiri dari
1.Komunikasi verbal dan nonverbal perawat dan klien.
2.Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
3.Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien.
4.Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4.
5.Rencana lanjutan tindakan keperawatan.

Contoh percapakan
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial Klien : Nn. M
Usia : 24th
Mahasiswa : Lely Suryawati
Status interaksi: Pertemuan ke 1 (Fase Orientasi)
Tanggal : 9 April 2017
Jam : 10.00-10.20 WIB
Ruang : Melati
Lingkungan : Posisi duduk disamping dan berhadapan dengan perawat di kamar klien
Deskripsi klien: Nn. M tampak murung, rambutnya acak-acakan, kantung matanya menghitam, dan tatapan mata kosong.
Tujuan : Setelah Intervensi Keperawatan dapat membantu klien agar terhindar dari resiko bunuh diri.

Komunikasi Verbal
P : Selamat pagi mbak, Assalamuallaikum.
K: Pagi!
P : Perkenalkan saya Lely mahasiswa keperawatan yang sementara akan praktik disini selama 2 minggu, Kalau mbak namanya siapa?
K: Saya M
P : Oh Mbak M, biasanya dipanggil siapa?
K: Saya M mbak
Komunikasi Non verbal
P : Tersenyum, berdiri sejenak disamping K.
K : Menatap kearah P tampak murung
P : Sambil duduk disamping K dan setelah itu mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan K.
K: Mau bersalaman tersenyum dan menatap ke arah P.
P : Sikap terbuka, tetap tersenyum
K: Memperhatikan P namun masih kelihatan ragu.
Analisa Berfokus pada Klien
-Merasa terkejut disapa oleh P
-Duduk agak ragu
-K duduk berhadapan kelihatan ragu dan curiga sambil menoleh kearah P.
Analisa Berfokus pada Perawat
-Merasa ragu apakah K mau menerima kehadiran perawat.
-Merasa senang karena K mau menjawab salam.
-Berharap dapat melanjutkan pembicaraan
-Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P dan K mau menyebut namanya.
Rasional
- Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya
- Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.
- Untuk menimbulkan kepercayaan bagi klien
- Mengulangi apa yang diucapkan untuk memvalidasi atau menegaskan kembali.

Komunikasi Verbal
P : Mbak, kalau tidak keberatan bisakah kita bercerita sebentar?
K: Iya Sus
P : Enaknya kita bercerita dimana ?
K: Disini saja sus
P : Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh Mbak. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang Mbak M rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya. Untuk itu saya berharap Mbak M mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah Mbak M setuju?
K: Iya Sus
P : Bagaimana perasaannya hari ini, Apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak?
K: Saya merasa baik-baik saja Sus.
P : Bisakah mbak menceritakan asal mula kenapa sampai dibawa ke rumah sakit?
K: Saya merasa sakit hati dengan tunangan saya, rasanya saya ingin mati saja.
Komunikasi Non verbal
P : Tetap tersenyum memperhatikan K dengan sikap terbuka.
K : Menatap ke arah P
P : Tetap tersenyum dan tetap mempertahankan kontak mata.
K: Ekspresi sedih kadang menundukkan kepala.
P : Menggunakan nada suara sedang tapi jelas.
Analisa Berfokus pada Klien
-Klien mau menuruti apa yang diminta perawat.
-Mau mendengar dengna serius dan memperhatikan.
-Mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.
Analisa Berfokus pada Perawat
- Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.
- Berharap K mulai mau berinteraksi dengan Perawat.
- Berharap K mau terbuka dan menceritakan masalahnya.
Rasional
- Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan P mengadakan interkasi dengan K.
- Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya.
- Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.

Komunikasi Verbal
P : Baiklah mungkin Mbak mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Nanti besok kita lanjutkan pembicaraan kita besok pagi, tentang masalah mbak m? Bagaimana apakah mbak M setuju ?
P : Iya sus
K: Baiklah, terimakasih sudah mau bercerita dengan saya, selamat pagi.
P : Iya, Selamat siang.
Komunikasi Non verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K: Menatap ke arah P
P : Berdiri di samping K sambil mengulur tangan dan salaman dengan K sebagai tanda perpisahan
K: Membalas jabat tangan.
Analisa Berfokus pada Klien
- Tampak K tidak keberatan dengan kontrak waktu yang ditawarkan.
Analisa Berfokus pada Perawat
- Merasa senang karena K setuju untuk kontrak petemuan berikutnya.
- Tidak memaksakan diri untuk bertanya tentang masalah K dan mengalihkan pembicaraan.
- Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa istirahat
Rasional
- Pertanyaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.
- Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubunga dan saling percaya
- Kontrak penting untuk melakukan interaksi selanjutnya.
"


75. Khulasotun nuriyah

pada : 10 April 2017

"A. Analisa Proses Interaksi adalah suatu alat kerja yang dipakai oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien. API ini adalah alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan(LPSP).
Manfaat dari API adalah:
a. Keterampilan komunikasi meningkat
b. Kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien meningkat
c. Mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan
d. Perkembangan dan perubahan pendekatan perawat menjadi mudah
e. Perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien
f. Bisa menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan
Tujuan dilakukan Analisa Proses Interaksi (API) pada Keperawatan Jiwa :
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.



B. Contoh Analisa Interaksi Proses :
(Dengan Gangguan Defisit Prawatan Diri)
Nama Inisial Klien : Ny. Agi
Umur : 48 Tahun
Nama Ners : Ria
Status Interaksi perawat-klien : Fase I (Perkenalan)
Hari/tanggal : Senin, 10 April 2017
Waktu : 08.00-08.30
Tempat : Ruang Kamar Melati Mawar RS Semen
Deskripsi Klien :Penampilan klien tidak rapi, bau badan menyengat, rambut lengket dan berminyak,bau nafas, gigi kuning dan kuku panjang.
Tujuan Komunikasi :Klien mampu mengenal perawat, berkomunkasi serta merawat diri dengan baik.


KOMUNIKASI VERBAL
Ners R : Selamat Pagi Bu.. Bagaimana keadaannya hari ini?
Ny Agi : Pagi sus, Alhamdulillah sudah membaik.
(tercium bau nafas yang tidak sedap)
Ners R : Saya Ners Ria yang akan bertugas merawat kebersihan ibu pagi ini, Hari ini ada jadwal kegiatan apa Bu?
Ny. Agi : Iya sus (Garuk-garuk kepala)
(Terlihat rambut berminyak dan lengket)
Analisa berpusat pada perawat
- Merasa senang karena K mau menjawab salam
Analisa berpusat pada klien
- Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
Rasional
- Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya, Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.

KOMUNIKASI NON VERBAL
Ners R: Memandang rambut dan pakaian klien
Ny. Agi : tidak merespon, hanya bermain dengan tangannya sendiri
Analisa berpusat pada perawat
- Melihat kebersihan dari tubuh klien
Analisa berpusat pada klien
- Klien tampak bingung
Rasional
- Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya, Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.
-
KOMUNIKASI VERBAL
Ners R : Bu Agi sudah sarapan?
Ny Agi: Sudah sus, baru selesai
Ners R : Gimana bu apa sarapannya enak?
Ny Agi : Iya, enaaakkk sekali sus...
(Sambil garuk-garuk badan)
Ners R : Bu Agi sudah menggosok gigi pagi ini?
Ny Agi : Belum sus, saya aja belum mandi soalnya airnya dingin saya nggak suka
Ners R : Looohh, kok belum mandi? Nanti kalo gak mandi badan Bu Agi menjadi bau, nanti gak ada temennya.. Bu Agi mau?
Ny Agi : Gak mau sus ...
(sambil garuk-garuk kepala dan badan)
Ners R : Nahh... kalau tidak mau Bu Agi sekarang mandi yaa, keramas dan gosok gigi juga ya bu.. habis itu kuku-kuku nya juga dipotong biar nanti nggak ngelukain kulit ibu
Ny Agi : Oke sus...
Analisa berpusat pada perawat
- Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
Analisa berpusat pada klien
- Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
Rasional
- Untuk mendapatkan persetujuan dari pasien.
Ners R : Bu Agi bisa mandi sendiri apa perlu saya bantu?
Ny Agi : Nggak usah sus, biar saya mandi sendiri saya bisa kok
Ners A : Ibu tau nggak apa yang terjadi jika kita tidak mandi atau kita tidak menjaga kebersihan pada tubuh kita?
Ny Agi : tidak tau sus (sambil mengkorek-korek telinga)
Ners A : Nah kalo kita tidak mandi dan tidak menjaga kebersihan tubuh kita, kita akan mudah terserang penyakit karena penyakit lebih suka bersarang ditubuh kita. Selain itu badan kita menjadi bau nanti nggak ada yang mau deket sama kita.
Ny Agi : Ooooooohhhh macemm tuuuu... (sambil menganggukan kepala)
Ners A : Bu Agi tau nggak kenapa kuku harus dipotong kalau sudah panjang?
Ny Agi : Tau sus, biar tidak ada kuman dan tidak melukai diri kita sendiri
Ners A : Naahh itu bu Agi sudah tau, sekarang ibu Agi mandi ya habis itu kuku-kukunya dipotong ya buu.. Kalau bisa sebaiknya Bu Agi mandi 2 kali sehari, pagi sama sore. Bu Agi mengerti?
Ny Agi : Oke sus, makasih yaaaa habis ini saya mandi dan akan menjaga kebersihan tubuh setiap hari biar penyakit jauh dari saya
Ners A : okee Bu Agi

"


76. Rahmadanti Nur Fadilla

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi merupakan komponen kerja yang dipakai untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien menggunakan metode pencatatan dan pelaporan. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilakudan hubungan interpersonal perawat-klien yang terdiri dari 3 macam catatan yakni, catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat-klien dan catatan resume.
Komponen-komponen yang harus tercantum dalam API berupa:
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapatdilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi

Inisial klien : Nn. A
Nama Mahasiswa : Rahmadanti Nur Fadilla
Status interaksi perawat – kien : Fase I (Perkenalan)
Tanggal : 8 Mei 2016
Lingkungan : Klien berbaring di atas Kasur dan Perawat duduk disebelah kasur klien
Jam : 09.30 – 09.50
Deskripsi Klien : Pasien tampak tersenyum dan tertawa
Bangsal : Archimedes
Tujuan (Berorientasi pada klien) : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahannya

1.
Komunikasi Verbal:
P: Selamat pagi Mbak, assalamualaikum boleh kita ngobrol sebentar?
K: Pagi, waalaikumsalam iya.

Komunikasi non-verbal:
P: Tersenyum memandang klien
K: tersenyum

Analisa berpusat pada perawat:
P: Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh K.
P merasa senang ada tanggapan atas salam walaupun belum diekpresikan secara tulus

Analisa berpusat pada klien:
K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
K ragu terhadap orang baru

Rasional:
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.
2. Komunikasi Verbal:
P: Wah, ruangannya nyaman ya? Ada buket bunganya juga
K: Iya (masih sambil tersenyum)

Komunikasi non-verbal:
P: Memandang K dan ruangan sekitar.
K: ikut memandang ruangan sekitar

Analisa berpusat pada perawat:
P ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K

Analisa berpusat pada klien:
K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P

Rasional:
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih lanjut
3. Komunikasi Verbal:
P: Oh iya, perkenalkan saya Danti mahasiswa Unair yang akan praktek disini selama 2 minggu. Nama Mbak siapa?
K: (Senyum) Nama saya A

Komunikasi non-verbal:
P: Memandang K sambil menjulurkan tangan.
K: Menerima uluran tangan dari para P. sambil tersenyum

Analisa berpusat pada perawat:
P merasa bahwa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P

Analisa berpusat pada klien:
K masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu

Rasional:
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat
4. Komunikasi Verbal:
P: Mbak A asalnya dari mana?
K: Dari Malang.

Komunikasi non-verbal:
P: Memandang K
K: berpikir

Analisa berpusat pada perawat:
P masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
P senang karena K memberi respon

Analisa berpusat pada klien:
K berpikir dan mengingat-ingat
K senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut

Rasional:
Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien
5. Komunikasi Verbal:
P: Ooh, Malang. Mbak sudah berapa lama disini?
K: sudah 8 bulan

Komunikasi non-verbal:
P: Memandang K sambil tersenyum
K: Bicara sambil menatap P kontak mata baik,
P: Memandang K

Analisa berpusat pada perawat:
P mulai mengkaji data umum pasien

Analisa berpusat pada klien:
K berpikir dan berusaha mengingat

Rasional:
Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut
6. Komunikasi Verbal:
P: Sekarang Mbak umurnya berapa?
K: Umur saya 25 tahun

Komunikasi non-verbal:
P: Mendekatkan diri ke K sambil tersenyum
K: Memandang P sambil tersenyum

Analisa berpusat pada perawat:
P mengkaji daya ingat K
P merasa arah pertanyaan sudah dapat dijawab jelas oleh K

Analisa berpusat pada klien:
K berusaha mengingat-ingat
K menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya

Rasional:
Umur mempengaruhi daya ingat klien

7. Komunikasi Verbal:
P: Mbak ingat nggak kenapa bisa dirawat?
K: Katanya saya masih belum sembuh, masih sering kumat

Komunikasi non-verbal:
P: Menunjukkan keseriusan
K: bicara sambil tersenyum dan kontak mata baik.

Analisa berpusat pada perawat:
P berhati-hati karena pertanyaan tsb sangat spesifik dan takut menyinggung pasien
P lega karena K tidak tersinggung

Analisa berpusat pada klien:
K mengingat-ingat
K menjawab agak ragu-ragu

Rasional:
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa

8. Komunikasi Verbal:
P: Memangnya kenapa Mbak? Apa Mbak sering marah-marah di rumah?
K: Iya. Saya sering marah soalnya adik saya sering bilang kalau saya itu bukan siapa-siapa. Padahal saya ini kan artis.

Komunikasi non-verbal:
P: Bertanya pelahan
K: tersenyum
K: Memandang ke P kemudian menjawab
P: Memperhatikan respon pasien

Analisa berpusat pada perawat:
P mengkaji lebih jauh alasan pasien dirawat

Analisa berpusat pada klien:
K mengingat-ingat mencoba untuk menjawab

Rasional:

9. Komunikasi Verbal:
P: -
K: Saya merasa dibodohi oleh dokter dan orang tua saya. Katanya saya sudah sembuh tapi ketika dua bulan lalu saya bilang mau ajak orang tua saya ke Jepang, saya malah dibawa lagi kesini. Padahal kan saya sudah beli tiketnya, rugi lah saya.

Komunikasi non-verbal:
P: Memandangi P
K: memandang ke P, ekspresi agak sedikit kesal dan marah. Intonasi meninggi

Analisa berpusat pada perawat:
P mendiamkan karena belum menemukan pertanyaan yang tepat untuk K

Analisa berpusat pada klien:
K mencoba menceritakan semuanya

Rasional:
Dengan diam therapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya

10. Komunikasi Verbal:
P: -
K: Padahal saya sudah bekerja keras, sering pulang syuting sampe pagi. Tapi begitu saya mau lihat sinetron saya di TV saya dimarahin. Dilarang menyalakan tv.

Komunikasi non-verbal:
P: Mendekatkan diri
K: Memandang kearah P
K: P tampak sedikit tersenyum
P: Memperhatikan

Analisa berpusat pada perawat:
P berusaha mengkaji data yang terkait kata-katanya tadi
P menemukan adanya kemungkinan waham kebesaran pada pasien

Analisa berpusat pada klien:
K menikmati waham yang dirasakannya

Rasional:
Waham kemungkinan terjadi karena harga diri rendah dan riwayat halusinasinya

11. Komunikasi Verbal:
P: Mbak betah tinggal disini?
K: Tidak, saya mau pulang. Jadwal syuting saya jadi berantakan gara-gara tinggal disini.

Komunikasi non-verbal:
K: memandang P
P: memperhatikan

Analisa berpusat pada perawat:
P mengalihkan perhatian K dari waham
P senang karena dapat mengalihkan perhatian pasien

Analisa berpusat pada klien:
K masih terbawa oleh waham
K berusaha menjawab keinginannya

Rasional: Pengalihan agar pasien tidak larut pada waham dan pada fase interaksi ini

12. Komunikasi Verbal:
P: Keluarga apa sering menjenguk?
K: Dulu menjenguk, tapi sekarang tidak pernah lagi.

Komunikasi non-verbal:
P: memandang K sambil tersenyum (memperhatikan respon K)
K: Memandang P (nampak tersenyum dan sedikit tertawa)

Analisa berpusat pada perawat:
P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K

Analisa berpusat pada klien:
K berusaha mengingat keluarganya

Rasional:
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya
13. Komunikasi Verbal:
P: Bagaimana perasaan Mbak sekarang? Mbak biasanya disini ngapain aja?
K: Pengen pulang sih, tapi saya seneng ada yang ngajak ngobrol begini. Biasanya sih nyanyi-nyanyi, main ke taman.

Komunikasi non-verbal:
P: Memandang K sambil tersenyum
K: Memandang P sambil tersenyum

Analisa berpusat pada perawat:
P mengalihkan topik bahasan
P membuka pembicaraan lain

Analisa berpusat pada klien:
K bingung dengan pertanyaan yang diberikan
K menjawab tentang keadaannya

Rasional:
Pengalihan agar K tidak larut dengan wahamnya
14. Komunikasi Verbal:
P: Oh iya, Mbak masih ingat nggak nama saya?
K: hmmmm Danti dari unair.

Komunikasi non-verbal:
P: memandang K sambil tersenyum
K: Memandang P sambil tersenyum

Analisa berpusat pada perawat:
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
P senang karena K ingat nama P

Analisa berpusat pada klien:
K memperhatikan P
K mengingat-ingat nama P

Rasional:
Evaluasi fase I berhasil jika K dapat mengingat nama P sehingga nantinya terjalin trust
15. Komunikasi Verbal:
P: Wah nggak terasa ya udah ngobrol lama. Seneng deh bisa ngobrol bareng Mbak A. Bagaimana kalau besok kita ngobrol lagi? Sebentar saja kok, sekitar 10-15 menit saja.
K: Boleh. Saya suka ngobrol dengan Danti. Seperti saya punya teman berbagi cerita.

Komunikasi non-verbal:
P: tersenyum dan memperhatikan mimik wajah K
K: sedikit tertawa dan menganggukkan kepala

Analisa berpusat pada perawat:
P memberikan reinforcement pada K
P senang karena K mau menentukan kontrak berikutnya

Analisa berpusat pada klien:
K senang diberikan reinforcement
K ikut menentukan kontrak

Rasional:
Kontrak berikutnya harus ditentukan dan harus mendapatkan persetujuan klien agar klien ingat terhadap kontrak
16. Komunikasi Verbal:
P: Terimakasih atas kesediaan Mbak A untuk ngobrol dengan saya, Assalamualaikum
K: Wa’alaikumsalam, besok kita ngobrol lagi yaa.

Komunikasi non-verbal:
P : Menepuk bahu K dan mengulurkan jabat tangan (tersenyum)
K : Menoleh, menjabat tangan P (tersenyum)

Analisa berpusat pada perawat:
P menutup fase I
P senang karena K mau berinteraksi dengan P

Analisa berpusat pada klien:
K menunjukkan rasa percaya pada P
K menyambut salam P

Rasional:
Salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk mencegah tidak percaya pada P

Kesan Perawat :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Klien kooperatif dan komunikatif meskipun kadang-kadang pembicaraannya beralih-alih. Data yang tergali adalah data mengenai harga diri rendah, halusinasi dengar, menarik diri, koping individu tidak efektif, koping keluarga kurang efektif, bicara inkoheren dan flight of idea dan keputusasaan. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.
"


77. Heny Oktora Safitri

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) merupakan metode yang digunakan perawat untuk memahami interaksi yang terjadi saat berinteraksi dengan klien. API sangat perlu dilakukan karena dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta membuat hubungan komunikasi yang baik antara perawat dengan klien, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, dan membantu dalam merencanakan tindakan keperawatan.
API meliputi beberapa komponen, diantaranya: komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien, analisa dan identifikasi, serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa makna dan rasional dari komunikasi, kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4, dan rencana lanjutan tindakan keperawatan.

Percakapan mengenai Harga Diri Rendah:

ANALISA PROSES INTERAKSI
Hari/Tanggal : Senin, 10 April 2017
Waktu : 09.24 WIB
Nama Mahasiswa : Ners Heny
Inisial klien : Ny. N
Usia : 37 tahun
Status interaksi perawat-klien : I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Duduk dikursi taman, perawat duduk di samping klien dan kondisi lingkungan sekitar tidak terlalu ramai
Deskripsi klien : Klien duduk sendiri di taman dengan wajah datar dan Nampak menundukkan kepala, tatapan mata kosong, penampilan rapi dan cukup bersih (memakai kaos biru lengan 3/4, celana kain hitam dan sandal jepit warna merah muda)
Tujuan : Klien dapat memperkenalkan diri dan terbina hubungan saling percaya antara klien dan perawat serta klien dapat mengungkapkan permasalahannya secara terbuka.

Komunikasi Verbal:
P : Selamat pagi Bu, boleh saya duduk di sebelah Ibu ?
K : Pagi, silahkan.
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang klien dengan tersenyum
K : Biasa saja tanpa tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat ingin memberikan kesan yang baik saat bertemu dengan klien dan membuka percakapan dengan sapaan yang bisa diterima klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan ekspresi yang tidak tulus saat diajak komunikasi dengan perawat
Rasional :
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memluai percakapan dan menujukkan rasa ramah serta menghargai antara sesama.

Komunikasi Verbal:
P : Wah, suasana pagi ini sejuk sekali ya Bu
K : (diam)
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang ke halaman sambil melirik klien
K : Melihat ke halaman dan menunduk lagi
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat memulai percakapan dengan topik ringan
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien masih menunjukkan ekspresi malu-malu
Rasional :
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih jauh

Komunikasi Verbal:
P : Oh ya, perkenalkan saya Heny, mahasiswa praktik disini yang akan merawat Ibu
K : (diam)
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang klien sambil menjulurkan tangan
K : Menjulurkan tangan lalu menunduk
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat merasa bahwa klien harus diberikan penjelasan tentang kedatangan perawat
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu
Rasional :
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat

Komunikasi Verbal:
P : Oh ya, perkenalkan saya Heny, mahasiswa praktik disini yang akan merawat Ibu, kalau boleh tahu nama Ibu siapa?
K : N P
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang klien sambil menjabat tangan klien
K : Menjulurkan tangan sambil menoleh sebentar lalu menunduk dan menarik tangannya
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat merasa bahwa klien harus diberikan penjelasan tentang kedatangan perawat
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu
Rasional :
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat dan akan memudahkan interaksi

Komunikasi Verbal:
P : Ibu senangnya dipanggil dengan nama apa
K : N
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang klien
K : Melihat kearah perawat, menjawab lalu menunduk lagi
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat ingin menjalin kedekatan dengan pasien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai tertarik dengan perkenalan dengan perawat tersebut
Rasional :
Nama panggilan merupakan nama akrab sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya

Komunikasi Verbal:
P : Wah, kedengarannya enak kalau saya manggil Ibu N
K : Iya
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memperhatikan klien sambil tersenyum
K : Menoleh ke perawat lalu menunduk lagi
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat mencoba mencairkan/mengakrabkan diri dengan klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai merasa bahwa Perawat datang untuk membantunya
Rasional :
Pujian berguna untuk mendekatkan perawat menjalin hubungan terapeutik dengan klien

Komunikasi Verbal:
P : Ibu, asalnya darimana? Sudah berapa lama disini?
K : Lamongan. Lama, sudah 5 tahun.
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang klien
K : Menoleh ke perawat, berpikir, tersenyum lalu menunduk lagi
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut
Rasional :
Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien seklaigus mengkaji daya ingat klien

Komunikasi Verbal:
P : Sekarang Ibu N umurnya berapa?
K : Em…37 tahun
Komunikasi Non-Verbal:
P : Mendekatkan diri ke klien sambil tersenyum
K : Menoleh ke halaman dan terdiam beberapa lama kemudian Menoleh P
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat mengkaji daya ingat Klien dan merasa arah pertanyaan sudah dapat dijawab jelas oleh klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien berusaha mengingat-ingat dan mencoba menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya
Rasional :
Umur mempengaruhi daya ingat klien

Komunikasi Verbal:
P : Ibu N ingat nggak, kenapa Ibu dirawat disini?
K : Tetangga saya meninggal dan saya merupakan saksi tapi saya tidak mau bicara. Saya takut salah bicara jadi saya hanya diam.
Komunikasi Non-Verbal:
P : Menunjukkan keseriusan
K : Menoleh ke perawat dan memegang kepalanya kemudian menunduk
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat berhati-hati karena pertanyaan tersebut sangat spesifik dan takut menyinggung pasien dan perawat lega karena klien tidak tersinggung
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mengingat-ingat dan menjawab dengan ragu-ragu
Rasional :
Keluhan utama merupakan dasar klien dirawat di RS Jiwa

Komunikasi Verbal:
P : Ibu punya anak berapa?
K : 2. Yang satu kuliah di Bandung yang satu masih SD. Saya Guru SMP di Lamongan
Komunikasi Non-Verbal:
P : Menepuk pundak klien dengan halus
K : Menoleh ke perawat
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat takut menyinggung pasien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai menjawab dengan yakin
Rasional :
anak merupakan kerabat terdekat dari klien

Komunikasi Verbal:
P : Ibu N pernah marah?
K : Nggak, nggak, saya suka menyendiri, saya tidak percaya diri untuk berinteraksi dengan masyarakat. Saya cerai dengan suami saya. Suami saya punya istri lagi. Istrinya yang baru lebih cantik dari saya. Istrinya lebih pintar dari saya, dosen di universitas di Surabaya. Saya tidak ada apa-apanya disbanding Saya pusing mikirin biaya sekolah anak-anak.
Komunikasi Non-Verbal:
P : Bertanya perlahan, kaget dengan cerita klien dan mendengarkan klien dengan serius
K : Menoleh ke halaman sambil bercerita dengan nada sedih
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat hanya diam dengan harapan klien akan lebih terbuka dengan dirinya
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien teringat kondisi keluarganya, membayangkan anak-anaknya dan sedih tentang anaknya
Rasional :
Dengan diam terapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya serta akan membantu klien mengungkapkan perasaannya pada perawat

Komunikasi Verbal:
P : Kegiatan sehari-hari ngapain saja Bu?
K : Kerja, baca buku.
Komunikasi Non-Verbal:
P : Menepuk bahu klien dan memperhatikan respon klien
K : Menggaruk-garuk kepalanya, menoleh ke halaman
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat mencoba mengalihkan pembicaraan terkait harga diri rendah dan Perawat merasa senang karena klien bisa beralih
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien teralih karena pertanyaan baru dan klien merasa dirinya harus rajin belajar
Rasional :
Pengalihan agar klien tidak larut dalam pikiran yang menunjukan harga diri rendah dan bertujuan untuk mendapatkan data lebih banyak terkait masalah klien

Komunikasi Verbal:
P : Keluarga Ibu N suka menjenguk kesini gak?
K : Sebulan sekali.
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang klien sambil tersenyum serta memperhatikan respon klien
K : Menoleh ke perawat lalu menunduk
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan klien serta senang mendapatkan jawaban klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien berusaha ingat terhadap keluarganya
Rasional :
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya

Komunikasi Verbal:
P : Kalau Ibu N suka pulang juga ya?
K : Ya, sebulan sekali juga
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memperhatikan respon klien
K : Menoleh Perawat dan tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat mengkaji hubungan klien dengan keluarganya
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mengingat hubungannya dengan keluarga serta senang membayangkan pulang
Rasional :
Berada di lingkungan keluarga akan membuat klien melihat realitas menyenangkan atau malahan stressor

Komunikasi Verbal:
P : Kalau di rumah, ngapain aja Bu?
K : Yah, tidur dan baca-baca buku, saya tidak percaya diri untuk bergaul dengan anak-anak maupun keluarga saya yang lain
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memperhatikan respon klien sambil tersenyum
K : Menoleh Perawat lalu menunduk
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat berusaha mengkaji aktivitas klien di rumah dan menemukan pengulangan harga diri rendah
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mengingat hubungannya dengan keluarga serta senang membayangkan pulang
Rasional :
Aktivitas di rumah merupakan data untuk melihat klien dilibatkan dalam keluarga atau tidak

Komunikasi Verbal:
P : Suka ngobrol nggak dengan keluarga
K : Enakan diem, soalnya bingung mau ngobrol tentang apa
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang klien
K : Menunduk
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat mengkaji peran keluarga terhadap klien dan mendapatkan data menarik diri dari keluarga
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mengingat aktivitasnya di rumah serta bingung ingin ikut mengobrol dengan keluarga namun takut untuk memulai pembicaraan
Rasional :
Menarik diri membuat keluarga juga ikut bingung apa yang harus dilakukan

Komunikasi Verbal:
P : Bagaimana perasaan Ibu sekarang?
K : Baik
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang klien
K : Menoleh ke halaman
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat mengalihkan topic bahasan
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menjawab tentang keadaannya tanpa berpikir
Rasional :
Pengalihan agar klien tidak larut dengan kepercayaan dirinya

Komunikasi Verbal:
P : Ibu N, kita tadi sudah berkenalan, masih inget nggak nama saya?
K : Heny
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memperhatikan klien
K : Menoleh, memandang perawat dan tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien memperhatikan perawat
Rasional :
Evaluasi fase I berhasil jika klien dapat mengingat nama perawat sehingga nantinya terjalin kepercayaan antara klien dengan perawat

Komunikasi Verbal:
P : Nah, saya senang sekali bisa ngobrol dengan Ibu N. Bagaimana kalau besok pagi kita ngobrol lagi? Sebentar saja kok, yah cukup 20 menit saja.
K : Boleh
Komunikasi Non-Verbal:
P : Menepuk bahu klien dengan tersenyum
K : Menoleh perawat dengan tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat memberikan bantuan pada klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien senang diberikan bantuan dan didengarkan ceritanya oleh perawat
Rasional :
Kontrak berikutnya harus ditentukan dan harus mendapatkan persetujuan klien agar klien ingat terhadap kontrak

Komunikasi Verbal:
P : Nah kalau Ibu setuju, besok kita ngobrol tentang perasaan Ibu terhadap keluarga Ibu N. Sekalian saya periksa tekanan darahnya ya.
K : Ya, ya….
Komunikasi Non-Verbal:
P : Memandang klien dengan tersenyum
K : Mengangguk
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat menentukan topik dan aktivitas pada kontrak berikutnya serta senang karena klien setuju dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien memikirkan tentang kegiatan yang ditawarkan dan setuju mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan
Rasional :
Kegiatan yang akan dilaksanakan harus mendapat persetujuan K sehingga bila K keluar dari kegiatan dimaksud, bisa diingatkan tentang batasan kegiatan sesuai kontrak

Komunikasi Verbal:
P : Terimakasih atas kesediaan Ibu N mengobrol dengan saya, selamat pagi
K : pagi
Komunikasi Non-Verbal:
P : Menepuk bahu klien dan mengulurkan tangan
K : Menoleh, menjabat tangan perawat dan tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat:
Perawat menutup fase I
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan rasa percaya pada perawat dan menyambut salam dari perawat
Rasional :
Salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk terlihat ramah dan menghargai satu sama lain"


78. Lely Suryawati

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan kesehatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Catatan harus mencakup contoh bukan hanya interprestasi. Ada tiga macam catatan, yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien, dan resume.
Tujuan API adalah
1.Meningkatkan kemampuan mendengar
2.Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3.Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi supervisor/pembimbing untuk memberi arahan.
4.Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
5.Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.

Dalam API seyogyanya terdiri dari
1.Komunikasi verbal dan nonverbal perawat dan klien.
2.Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
3.Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien.
4.Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4.
5.Rencana lanjutan tindakan keperawatan.
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial Klien : Nn. M
Usia : 24th
Mahasiswa : Lely Suryawati
Status interaksi: Pertemuan ke 1 (Fase Orientasi)
Tanggal : 9 April 2017
Jam : 10.00-10.20 WIB
Ruang : Melati
Lingkungan : Posisi duduk disamping dan berhadapan dengan perawat di kamar klien
Deskripsi klien: Nn. M tampak murung, rambutnya acak-acakan, kantung matanya menghitam, dan tatapan mata kosong.
Tujuan : Setelah Intervensi Keperawatan dapat membantu klien agar terhindar dari resiko bunuh diri.

Komunikasi Verbal
P : Selamat pagi mbak, Assalamuallaikum.
K: Pagi!
P : Perkenalkan saya Lely mahasiswa keperawatan yang sementara akan praktik disini selama 2 minggu, Kalau mbak namanya siapa?
K: Saya M
P : Oh Mbak M, biasanya dipanggil siapa?
K: Saya M mbak
Komunikasi Non verbal
P : Tersenyum, berdiri sejenak disamping K.
K : Menatap kearah P tampak murung
P : Sambil duduk disamping K dan setelah itu mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan K.
K: Mau bersalaman tersenyum dan menatap ke arah P.
P : Sikap terbuka, tetap tersenyum
K: Memperhatikan P namun masih kelihatan ragu.
Analisa Berfokus pada Klien
-Merasa terkejut disapa oleh P
-Duduk agak ragu
-K duduk berhadapan kelihatan ragu dan curiga sambil menoleh kearah P.
Analisa Berfokus pada Perawat
-Merasa ragu apakah K mau menerima kehadiran perawat.
-Merasa senang karena K mau menjawab salam.
-Berharap dapat melanjutkan pembicaraan
-Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P dan K mau menyebut namanya.
Rasional
- Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya
- Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.
- Untuk menimbulkan kepercayaan bagi klien
- Mengulangi apa yang diucapkan untuk memvalidasi atau menegaskan kembali.

Komunikasi Verbal
P : Mbak, kalau tidak keberatan bisakah kita bercerita sebentar?
K: Iya Sus
P : Enaknya kita bercerita dimana ?
K: Disini saja sus
P : Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh Mbak. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang Mbak M rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya. Untuk itu saya berharap Mbak M mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah Mbak M setuju?
K: Iya Sus
P : Bagaimana perasaannya hari ini, Apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak?
K: Saya merasa baik-baik saja Sus.
P : Bisakah mbak menceritakan asal mula kenapa sampai dibawa ke rumah sakit?
K: Saya merasa sakit hati dengan tunangan saya, rasanya saya ingin mati saja.
Komunikasi Non verbal
P : Tetap tersenyum memperhatikan K dengan sikap terbuka.
K : Menatap ke arah P
P : Tetap tersenyum dan tetap mempertahankan kontak mata.
K: Ekspresi sedih kadang menundukkan kepala.
P : Menggunakan nada suara sedang tapi jelas.
Analisa Berfokus pada Klien
-Klien mau menuruti apa yang diminta perawat.
-Mau mendengar dengna serius dan memperhatikan.
-Mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.
Analisa Berfokus pada Perawat
- Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.
- Berharap K mulai mau berinteraksi dengan Perawat.
- Berharap K mau terbuka dan menceritakan masalahnya.
Rasional
- Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan P mengadakan interkasi dengan K.
- Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya.
- Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.

Komunikasi Verbal
P : Baiklah mungkin Mbak mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Nanti besok kita lanjutkan pembicaraan kita besok pagi, tentang masalah mbak m? Bagaimana apakah mbak M setuju ?
P : Iya sus
K: Baiklah, terimakasih sudah mau bercerita dengan saya, selamat pagi.
P : Iya, Selamat siang.
Komunikasi Non verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K: Menatap ke arah P
P : Berdiri di samping K sambil mengulur tangan dan salaman dengan K sebagai tanda perpisahan
K: Membalas jabat tangan.
Analisa Berfokus pada Klien
- Tampak K tidak keberatan dengan kontrak waktu yang ditawarkan.
Analisa Berfokus pada Perawat
- Merasa senang karena K setuju untuk kontrak petemuan berikutnya.
- Tidak memaksakan diri untuk bertanya tentang masalah K dan mengalihkan pembicaraan.
- Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa istirahat
Rasional
- Pertanyaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.
- Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubunga dan saling percaya
- Kontrak penting untuk melakukan interaksi selanjutnya.

"


79. Khulasotun nuriyah

pada : 10 April 2017

"A. Analisa Proses Interaksi adalah suatu alat kerja yang dipakai oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien. API ini adalah alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan(LPSP).
Manfaat dari API adalah:
a. Keterampilan komunikasi meningkat
b. Kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien meningkat
c. Mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan
d. Perkembangan dan perubahan pendekatan perawat menjadi mudah
e. Perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien
f. Bisa menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan
Tujuan dilakukan Analisa Proses Interaksi (API) pada Keperawatan Jiwa :
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.



B. Contoh Analisa Interaksi Proses :
(Dengan Gangguan Defisit Prawatan Diri)
Nama Klien : Ny. Agi
Umur : 48 Tahun
Nama Ners : Ria
Status Interaksi perawat-klien : Fase I (Perkenalan)
Hari/tanggal : Senin, 10 April 2017
Waktu : 08.00-08.30
Tempat : Ruang Kamar Melati Mawar RS Semen
Deskripsi Klien :Penampilan klien tidak rapi, bau badan menyengat, rambut lengket dan berminyak,bau nafas, gigi kuning dan kuku panjang.
Tujuan Komunikasi :Klien mampu mengenal perawat, berkomunkasi serta merawat diri dengan baik.


KOMUNIKASI VERBAL
Ners R : Selamat Pagi Bu.. Bagaimana keadaannya hari ini?
Ny Agi: Pagi sus, Alhamdulillah sudah membaik.
(tercium bau nafas yang tidak sedap)
Ners R : Saya Ners Ria yang akan bertugas merawat kebersihan ibu pagi ini, Hari ini ada jadwal kegiatan apa Bu?
Ny. Agi : Iya sus (Garuk-garuk kepala)
(Terlihat rambut berminyak dan lengket)
Analisa berpusat pada perawat
- Merasa senang karena K mau menjawab salam
Analisa berpusat pada klien
- Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
Rasional
- Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya, Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.

KOMUNIKASI NON VERBAL
Ners R: Memandang rambut dan pakaian klien
Ny. Agi : tidak merespon, hanya bermain dengan tangannya sendiri
Analisa berpusat pada perawat
- Melihat kebersihan dari tubuh klien
Analisa berpusat pada klien
- Klien tampak bingung
Rasional
- Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya, Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.
-
KOMUNIKASI VERBAL
Ners R : Bu Agi sudah sarapan?
Ny Agi: Sudah sus, baru selesai
Ners R : Gimana bu apa sarapannya enak?
Ny Agi : Iya, enaaakkk sekali sus...
(Sambil garuk-garuk badan)
Ners R : Bu Agi sudah menggosok gigi pagi ini?
Ny Agi : Belum sus, saya aja belum mandi soalnya airnya dingin saya nggak suka
Ners R : Looohh, kok belum mandi? Nanti kalo gak mandi badan Bu Agi menjadi bau, nanti gak ada temennya.. Bu Agi mau?
Ny Agi : Gak mau sus ...
(sambil garuk-garuk kepala dan badan)
Ners R : Nahh... kalau tidak mau Bu Agi sekarang mandi yaa, keramas dan gosok gigi juga ya bu.. habis itu kuku-kuku nya juga dipotong biar nanti nggak ngelukain kulit ibu
Ny Agi : Oke sus...
Analisa berpusat pada perawat
- Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan pasien
Analisa berpusat pada klien
- Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang akan dilakukan dengan perawat
Rasional
- Untuk mendapatkan persetujuan dari pasien.
Ners R : Bu Agi bisa mandi sendiri apa perlu saya bantu?
Ny Agi : Nggak usah sus, biar saya mandi sendiri saya bisa kok
Ners R : Ibu tau nggak apa yang terjadi jika kita tidak mandi atau kita tidak menjaga kebersihan pada tubuh kita?
Ny Agi : tidak tau sus (sambil mengkorek-korek telinga)
Ners R : Nah kalo kita tidak mandi dan tidak menjaga kebersihan tubuh kita, kita akan mudah terserang penyakit karena penyakit lebih suka bersarang ditubuh kita. Selain itu badan kita menjadi bau nanti nggak ada yang mau deket sama kita.
Ny Agi : Ooooooohhhh macemm tuuuu... (sambil menganggukan kepala)
Ners R : Bu Agi tau nggak kenapa kuku harus dipotong kalau sudah panjang?
Ny Agi : Tau sus, biar tidak ada kuman dan tidak melukai diri kita sendiri
Ners R : Naahh itu bu Agi sudah tau, sekarang ibu Agi mandi ya habis itu kuku-kukunya dipotong ya buu.. Kalau bisa sebaiknya Bu Agi mandi 2 kali sehari, pagi sama sore. Bu Agi mengerti?
Ny Agi : Oke sus, makasih yaaaa habis ini saya mandi dan akan menjaga kebersihan tubuh setiap hari biar penyakit jauh dari saya
Ners R : okee Bu Agi
(Ny Agi segera pergi ke kamar mandi)
"


80. Nurul Fauziyah

pada : 10 April 2017

"A. Definisi API
Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.
• Tujuan API
1. Meningkatkan ketrampilan komunikasi
2. Meningkatkan kemampuan mendengar
3. Mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
4. Memberi dasar pembelajaran dalam arti bahwa API merupakan alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan menjadi data bagi CE / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan.
5. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien.
6. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan
• Komponen API :
1. Komunikasi verbal perawat dan klien
2. Komunikasi non verbal perawat dan klien
3. Analisa berpusat pada perawat
4. Rasional dan makna dari komunikasi
5. Kesan perawat
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
• Komunikasi Verbal Perawat dan Klien:
1. Ucapan verbal Perawat ( apa yang diucapkan perawat dan didengar oleh klien)
2. Ucapan verbal Klien (apa yang diucapkan klien dan didengar oleh perawat)
• Komunikasi Non Verbal Perawat dan Klien:
Sikap, gerakan, arah/pandangan mata, ekspresi wajah klien dan perawat pada saat bicara dan saat mendengar.

B. Contoh Analisa Proses Interaksi Pada Klien dengan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi.

Inisial klien : Tn D
Hari/Tanggal : Minggu, 9 April 2017
Usia : 35 Tahun
Waktu : 10.00-11.00
Nama Mahasiswa : Nurul Fauziyah
Status interaksi perawat-klien : Pertemuan I (Orientasi dan kerja)
Tempat : R. Gatot kaca
Lingkungan: Meja makan, suasana tenang, posisi disebelah klien
Deskripsi pasien : Klien tampak sedang melamun , walaupun duduk bersama teman-temannya, hanya berdiam diri
Tujuan (berorientasi pada klien) : Klien mampu mengenal halusinasinya, mengontrol halusinasi dengan satu cara.

KOMUNIKASI VERBAL
P : Selamat pagi, perkenalkan nama saya ners Nurul Fauziyah, senang dipanggil Ziyah, nama bapak siapa? Sukanya dipanggil siapa?
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Menatap perawat, suara pelan
P: Mempertahankan kontak mata, mendengarkan klien
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Ingin menceritakan apa yang sedang dirasakan klien saat ini.
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mencoba membina hubungan saling percaya dengan klien
RASIONAL
Hubungan saling percaya merupakan landasan dalam melakukan interaksi dengan pasien, Salam terapeutik merupakan awal dalam membina hubungan saling percaya.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Ya suster, saya Dimyati biasa dipanggil Dimi
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Mempertahankan kontak mata, tersenyum, bicara perlahan
K: Diam, menatap perawat
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengungkapkan perasaan apa yang dialami klien saat ini
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mulai merasakan klien mau berinteraksi dengan perawat
RASIONAL
Hubungan saling percaya merupakan landasan dalam melakukan interaksi dengan pasien, Salam terapeutik merupakan awal dalam membina hubungan saling percaya.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Bagaimana perasaan Dimi sekarang?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Kontak mata, sikap terbuka, memperhatikan klien
K: Melihat perawat, berfikir
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mulai merasakan perawat ingin mendengarkan permasalahan klien
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Memulai menggali perasaan dan permasalahan klien
RASIONAL
Mengeksplorasi permasahalan klien kilen bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama yang terjadi pada klien.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Biasa aja suster.
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Bicara sedikit keras, ekspresi wajah tegang
P: memandang klien, diam berfikir melihat jawaban pasien.
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mencoba mengidentifikasi perasaan yang dialami saat ini.
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: mencoba memahai dan merasakan keluhan klien saat ini
RASIONAL
Mengeksplorasi permasahalan klien kilen bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama yang terjadi pada klien.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Apa yang dimaksud biasa aja? kalau tidurnya semalam bagaimana?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Menatap dan memperhatikan klien , menganggukan kepala , sikap terbuka
K: Menganggukan kepala, diam
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: mengungkapkan permasalahan yang dihadapi
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: menggali permasalahan yang dialami klien
RASIONAL
Refleksi in action dilakukan untuk lebih mengidentifikasi fokus dari masalah yang dihadapi klien. Refleksi bertujuan mengarahkan ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan kepada pasien

KOMUNIKASI VERBAL
K: Badan saya lemes suster, semalam tidak bisa tidur
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Melihat lingkungan sekitar, Menatap klien.
P: Menatap dan memperhatikan klien , menganggukan kepala , sikap terbuka
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengingat kembali kejadian semalam
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mendengarkan permasalahan yang diungkapkan oleh klien.
RASIONAL
Refleksi in action dilakukan untuk lebih mengidentifikasi fokus dari masalah yang dihadapi klien. Refleksi bertujuan mengarahkan ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan kepada pasien


KOMUNIKASI VERBAL
P: Apa yang membuat dimi semalam tidak bisa tidur?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Sikap terbuka dan empati.
K: memperhatikan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: mengungkapkan perasan klien sat ini
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: melakukan klarifikasi terhadap masalah yang dihadapi klien, kontrak waktu pertemuan
RASIONAL
Klarifikasi berupaya untuk menjelaskan kedalam kata kata ide atau pikiran pasien yang tidak jelas atau meminta klien menjelaskan artinya.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Saya mendengar suara yang menakutkan setiap malam
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: suara pelan, sedikit menunduk
P: sikap terbuka, empati, mendengarkan
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Merasakan bahwa perawat memperhatikan klien K mau mengungkapkan perasaan yang dialami,pasien
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P:.Mendengarkan permasalahan yang ungkapkan oleh klien.
RASIONAL
Klarifikasi berupaya untuk menjelaskan kedalam kata kata ide atau pikiran pasien yang tidak jelas atau meminta klien menjelaskan artinya.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Oh jadi Dimi mendengar suara tangisan bayi? Baiklah sekarang kita akan bicara tentang suara yang menakutkan yang di dengar dimi waktunya selama 10 menit, tempatnya dimana?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: menyentuh klien, sedikit membungkuk, menatap klien
K: Mempertahankan kontak mata, diam, mendengarkan.
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: mulai merasakan perawat peduli terhadap klien
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P:.Mengklarifikasi permasalahan yang diungkapkan klien
RASIONAL
Pengidentidikasian tema tentang isu atau masalah pokok yang timbul Merumuskan kontrak bersama pasien untuk mempertahankan hubungan saling percaya dan saling keterikatan untuk berinteraksi

KOMUNIKASI VERBAL
K: Disini saja suster.
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Berfikir, menjawab pertanyaan.
P: mendengarkan, sikap terbuka
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: menyepakati kontak
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Senang klien mau menyepakati kontak
RASIONAL
Pengidentidikasian tema tentang isu atau masalah pokok yang timbul Merumuskan kontrak bersama pasien untuk mempertahankan hubungan saling percaya dan saling keterikatan untuk berinteraksi

KOMUNIKASI VERBAL
P: Baiklah tadi Dimi katakan mendengar suara- suara pada malam hari, apakah sering didengarnya, berapa kali dalam sehari?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Kontak mata, duduk berhadapan, bicara sedikit ditajamkan.
K: diam, mendengarkan, menatap perawat,
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mendengarkan maksud pertanyaan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: menanyakan frekuensi mendengar suara-suara
RASIONAL
Klarifikasi membantu mengungkapkan ide, perasan dan persepsi klien serta memberikan kejelasan tentang hubungan antara perasaan, ide, dan persepsi klien serta tindakannya

KOMUNIKASI VERBAL
K: Saya mendengarnya pada malam hari, yah sering juga suster
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Berfikir, menjawab pertanyaan.
P: mendengarkan, sikap terbuka
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Bingung untuk menjawab pertanyaan
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: jawaban tidak sesuai dengan yang diharapkan perawat
RASIONAL
Klarifikasi membantu mengungkapkan ide, perasan dan persepsi klien serta memberikan kejelasan tentang hubungan antara perasaan, ide, dan persepsi klien serta tindakannya

KOMUNIKASI VERBAL
P: Kira-kira berapa sering didengarnya suara itu pada malam hari apa satu kali,dua kali atau sepanjang malam
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Kontak mata, duduk berhadapan, bicara sedikit ditajamkan, sikap terbuka
K: Diam sambil berfikir, menjawab pertanyaan.
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mencoba mengingat-ingat kembali dan memahami isi pertanyaan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: memfokuskan isi pertanyaan kembali dengan member beberapa alternative pilihan
RASIONAL
Memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah sentral dan tetap mengarahkan komunikasi untuk mencapai tujuan.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Dua sampai tiga kali suster
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Menjawab pertanyaan, intonasi suara agak tinggi.
P: mendengarkan, posisi badan lebih membungkuk
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mencoba menjawab pertanyaan
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P Jawaban klien sesuai dengan pertanyaan perawat
RASIONAL
Memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah sentral dan tetap mengarahkan komunikasi untuk mencapai tujuan.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Biasanya pada saat kapan suara itu muncul dan apa yang dirasakan Dimi saat mendengar suara-suara itu.
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Kontak mata, duduk berhadapan, bicara sedikit ditajamkan, sikap terbuka
K: Diam sambil berfikir, menjawab pertanyaan
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Ingin segera mengekpresikan kekesalan terhadap suara-suara yang didengar.
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mencoba menggali perasan klien terhadap suara-suara itu.
RASIONAL
Eksplorasi bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan yang dialami pasien

KOMUNIKASI VERBAL
Suara itu muncul kalau saat malam hari suster.
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Berfikir, menjawab pertanyaan., menatap perawat
P: mendengarkan, sikap terbuka
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mencoba menjelaskan waktu munculnya suara tersebut
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Jawaban belum sesuai dengan apa yang diharapkan perawat
RASIONAL
Eksplorasi bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan yang dialami pasien.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Apakah suara itu muncul saat menjelang tidur atau saat malam hari Dimi terbangun karena mendengar suara itu.
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Kontak mata, duduk berhadapan, bicara sedikit ditajamkan, sikap terbuka, tersenyum
K: Diam ingin segera menjawab pertanyaan, menatap perawat, ekspresi wajah tegang
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Menganalisa maksud pertanyaan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: lebih memfokuskan isi pertanyaan kembali untuk mengetahui situasi yang seperti apa yang dapat memunculkan suarasuara
RASIONAL
Refleksi in Action dilakukan untuk memperjelas pertanyaan perawat. Refleksi bertujuan mengarahkan ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan kepada pasien pasien

KOMUNIKASI VERBAL
K: Biasanya saya terbangun karena mendengar suara itu suster
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: menjawab pertanyaan dengan intonasi tinggi, menatap perawat
P: mendengarkan, sikap terbuka
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Menjawab situasi timbulnya suara-suara
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Ingin segera kleien dapat mengidentifikasi suara-suara tersebut Klien dapat mengidentifikasi situasi yang seperti apa suarasuara itu muncul
RASIONAL
Refleksi in Action dilakukan untuk memperjelas pertanyaan perawat. Refleksi bertujuan mengarahkan ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan kepada pasien pasien.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Kalau begitu perasaan Dimi ketika mendengar suara itu bagaimana
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Kontak mata, duduk berhadapan, , sikap terbuka, tersenyum, menganggukan kepala
K: Diam, berfikir, ekspresi wajah tegang
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Klien ingin segera mengungkapkan perasan tentang suara yang didengar
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: .Mencoba menggali perasan klien
RASIONAL
Refleksi in Action dilakukan untuk memperjelas pertanyaan perawat.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Kesel suster.
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Menjawab pertanyaan.dengan intonasi tinggi, menatap perawat
P: mendengarkan, sikap terbuka, mengganggukan kepala
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengungkapkan perasaan kekesalan terhadap suara-suara tersebut
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Berusaha memahami perasan klien
RASIONAL
Eksplorasi perasaan dapat mengidentifikasi stressor yang dialami klien dan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan perawat.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Dimi bilang kesal karena mendengar suara itu, selama ini apa yang sudah dilakukan Dimi untuk mengatasi suara itu
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Bertanya, Menatap klien, bicara lebih dipertegas, tersenyum
K: Mendengarkan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengingat kembali apa yang biasa dilakukan saat suara itu muncul
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mengidentifikasi cara yang biasa digunakan klien saat mendengar suara-suara
RASIONAL
Respon maladaptif klien dapat menjadi stressor pemicu munculnya masalah baru

KOMUNIKASI VERBAL
K: ya didiamkan saja
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: menjawab pertanyaan.dengan cepat
P: mendengarkan, sikap terbuka
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengungkapkan cara yang biasa dilakukan.
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mengidentifikasi cara baru untuk mengontrol suara-suara itu
RASIONAL
Respon maladaptif klien dapat menjadi stressor pemicu munculnya masalah baru

KOMUNIKASI VERBAL
P: Baiklah suster punya cara untuk mengontrol suara itu, bagaimana kalau kita sekarang belajar satu cara dahulu?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P:Menatap klien, tersenyum, sedikit membungkuk
K: Mendengarkan dengan penuh perhatian
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Ingin segera mendapatkan cara baru untuk mengatasi suara yang menakutkan.
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Memikirkan tehnik yang paling mudah diterima untuk mengajarkan cara baru tersebut
RASIONAL
Latihan psikomotor membantu klien mengatasi permasalahan dengan cara yang konstruktif

KOMUNIKASI VERBAL
K: Gimana caranya suster?
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Menutup telinga, bicara dengan keras
P: Memperhatikan, sikap terbuka, tersenyum, menganggukkan kepala
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: ingin cepat mendapatkan informasi
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Memikirkan tehnik yang paling mudah diterima untuk mengajarkan cara baru tersebut
RASIONAL
Latihan psikomotor membantu klien mengatasi permasalahan dengan cara yang konstruktif

KOMUNIKASI VERBAL
P: Dimi bisa tutup telinga dan mengatakan pergi kamu-pergi kamu jangan ganggu saya. Bisa Dimi coba?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P:Menatap klien, menutup telinga, sambil bicara, intonasi sedikit lebih tinggi.
K: Mendengarkan dengan penuh perhatian
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mencoba memahami cara tersebut dan ingin segera mempraktekkan
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mengaajarkan dan mempraktekkan satu cara untuk mengatasi suara-suara
RASIONAL
Latihan mengontrol halusinasi secara psikomotor meningkatklan keterampilan klien untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi

KOMUNIKASI VERBAL
K: Pergi kamu-pergi kamu jangan ganggu saya, begitu yah suster
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Menutup telinga, bicara dengan keras
P: Memperhatikan, sikap terbuka, tersenyum, menganggukkan kepala
K: Diam, berfikir, melihat
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mempraktekkan cara untuk mengatasi suara-suara
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Senang klien mampu dengan cepat mengerti cara tersebut.
RASIONAL
Latihan mengontrol halusinasi secara psikomotor meningkatklan keterampilan klien untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi

KOMUNIKASI VERBAL
P: Iya, bagus sekali Dimi sudah mencobanya, nanti yang sudah Dimi coba itu dimasukkan dalam jadwal, suster bawakan jadwal kegiatan sehari-hari. Dimi mau latihan cara itu jam berapa?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Sedikit membungkukkan badan, tersenyum, menganggukkan kepala, mengacungkan jempol, memegang kertas dan pena.
K: Diam , memperhatikan, menatap perawat, tersenyum
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Memikirkan bahwa cara tersebut harus dicatat dalam daftar aktifitas harian.
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mencoba memasukkan cara yang sudah diajarkan kedalam jadwal kegiatan harian
RASIONAL
Reinforcement positif meningkatkan harga diri klien.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Jam sembilan aja suster
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Melihat jam perawat
P: tersenyum, menganggukan kepala
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Memikirkan jam berapa harus dilakukan cara tersebut
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Senang dengan jawaban klien yang sesuai dengan keinginan perawat
RASIONAL
Reinforcement positif meningkatkan harga diri klien.

KOMUNIKASI VERBAL
P: baiklah selain jam 09.00 mau jam berapa lagi .
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Sedikit membungkukan badan, tersenyum, menganggukkan kepala, memegang kertas dan
pena.
K: Diam, berfikir, melihat kekertas
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K .Memikirkan waktu lain untuk melatih cara tersebut
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mencoba menawarkan alternative untuk waktu yang lain melatih cara tersebut
RASIONAL
Latihan psikomotor secara continue meningkatkan ketrampilan klien untuk mengatasi permasalahan nya.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Sore aja suster jam empat sore dan malam yah suster
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Menatap perawat dan melihat kejadwal harian
P: Menatap perawat, menganggukan kepala, menulis
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengungkapkan waktu lain untuk melatih cara tersebut yaitu saat sore hari tidak ada kegiatan
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Setuju dengan jawaban klien
RASIONAL
Latihan psikomotor secara continue meningkatkan ketrampilan klien untuk mengatasi permasalahan nya.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Suster tulis disini yah jam 9 dan jam 16 malam saat Dimi mendengar suara itu bias latihan cara menutup telinga dan mengusir suarasuara itu dan jadwal ini nanti bisa disimpan dikamar Dimi
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Sedikit membungkukan badan, tersenyum, memegang kertas dan pena, sambil menulis
K: Diam, memperhatikan perawat menulis
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K:Mencoba memperhatikan apa saja yang harus ditulis
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Meminta persetujuan klien terhadap jadwal kegiatan yang telah disusun
RASIONAL
Jadwal kegiatan meningkatkan kesadaran klien untuk melaksanakan aktifitas secara rutin., sehingga merupakan tehnik distraksi agar klien tidak berfokus pada halusinasinya.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Iya suster
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: menganggukan kepala
P: tersenyum
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Menyetujui kesepakatan jadwal dengan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Respon klien yang koopertif lebih memotivasi perawat
RASIONAL
Evaluasi subjektif untuk mengevaluasi apa yang dirasakan klien setelah berinteraksi dengan perawat.

KOMUNIKASI VERBAL
P: bagaimana perasaan mbak setelah kita berbincang-bincang?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Sedikit membungkukan badan, tersenyum
K: diam, memperhatikan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
Mencoba Mengidentifikasi perasaan setelah berinteraksi dengan klien
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P melakukan evaluasi subjektif untuk menggali perasan klien
RASIONAL
Evaluasi subjektif untuk mengevaluasi apa yang dirasakan klien setelah berinteraksi dengan perawat.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Senang suster, sudah tau cara mengatasi suara yang menakutkan.
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: tersenyum, kontak mata dipertahankan
P: Tersenyum, sikap terbuka
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengungkapkan perasaan setelah berinteraksi dengan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Senang dengan jawaban klien
RASIONAL
Evaluasi subjektif untuk mengevaluasi apa yang dirasakan klien setelah berinteraksi dengan perawat.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Bisa Dimi ulangi kembali bagaimana cara mengatasi suara tangisan yang menakutkantersebut?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: bertanya, intonasi suara sedikit ditinggikan
K: Berfikir, diam, memperhatikan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengingat kembali apa yang sudah diajarkan
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P melakukan evaluasi objektif untuk melihat kemampuan kognitif dan psikomotor yang telah diajarkan
RASIONAL
Evaluasi objektif untuk mengidentifikasi kemampuan kognitif dan psikomotor yang telah dicapai oleh klien.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Menutup telinga dan mengatakan pergi kamupergi kamu saya tidak mau dengar.
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: menutup telinga, bicara dengan intonasi suara sedikit ditinggikan
P: Memperhatikan klien, tersenyum.
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mencoba mengulang kembali apa yang sudah diajarkan perawat
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Senang dengan kemampuan kognitif dan psikomotor yang telah dipahami klien
RASIONAL
Evaluasi objektif untuk mengidentifikasi kemampuan kognitif dan psikomotor yang telah dicapai oleh klien.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Wah Bagus sekali Dimi sudah melakukannya dengan baik nanti setiap jam 9 dan jam 4 sore dan malam hari saat Dimi dengar suara itu. Dimi bias latihan cara tersebut dan jangan lupa ditulis dijadwal seperti ini .sekarang sudah 10 menit , kapan kita mau ketemu lagi?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Tersenyum, mengacungkan jempol kontak mata
K: tersenyum, menganggukan kepala
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mencoba untuk membuat kontrak yang akan datang
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Melakukan kesepakatan kontrak untuk pertemuan yang akan datang
RASIONAL
Reinforcement positif meningkatkan harga diri klien. Terminasi sementara mengakhiri pertemuan saat itu dan untuk mempertahankan hubungan saling percaya.

KOMUNIKASI VERBAL
K: nanti siang jan 11 Suster
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: Melihat Jam, menatap perawat.
P: Tersenyum
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengungkapkan waktu untuk pertemuan yang akan datang
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Menentukan topic untuk pertemuan yang berikutnya
RASIONAL
Tersirat bahwa perawat adalah sesorang yang terbuka yang serasi,

KOMUNIKASI VERBAL
P: Baiklah nanti jam 11 kita ketemu lagi untuk melatih cara yang sudah suster ajarkan dan suster akan melatih 2 cara lagi untuk mengatasi suarasuara itu, tempatnya dimana?
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Menganggukan kepala, tersenyum, kontak mata
K: Memperhatikan perawat, diam, berfikir.
K: Menjawab dengan
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mencoba mengingat tujuan pertemuan berikutnya
K: Menjawab tempat untuk pertemuan berikutnya
K: Menyepakati tempat pertemuan yang akan datang
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Menyepakati tempat untuk pertemuan berikutnya.
RASIONAL
Kontrak yang akan datang bertujuan mempersiapkan klien apa yang akan didiskusikan pada pertemuan berikutnya dan lingkungan yang diharapkan oleh klien dan perawat agar hubungan terapeutik tetap dipertahankan.

KOMUNIKASI VERBAL
K: Disini saja suster.
KOMUNIKASI NON VERBAL
K: cepat, intonasi suara lebih tinggi
P: menganggukan kepala, tersenyum.
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Menyepakati tempat pertemuan yang akan datang
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Menyepakati tempat untuk pertemuan berikutnya.
RASIONAL
Kontrak yang akan datang bertujuan mempersiapkan klien apa yang akan didiskusikan pada pertemuan berikutnya dan lingkungan yang diharapkan oleh klien dan perawat agar hubungan terapeutik tetap dipertahankan.

KOMUNIKASI VERBAL
P: Kita ketemu lagi nanti jam 11 sekarang dimi bias melakukan kegiatan yang lain, Selamat Pagi
KOMUNIKASI NON VERBAL
P: Berjabat tangan dengan pasien, berdiri
K: Membalas jabat tangan perawat, berdiri
ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN
K: Mengakhiri pertemuan dengan membalas salam
ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P: Mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan salam
RASIONAL
Kontrak yang akan datang bertujuan mempersiapkan klien apa yang akan didiskusikan pada pertemuan berikutnya dan lingkungan yang diharapkan oleh klien dan perawat agar hubungan terapeutik tetap dipertahankan."


81. Cherlys Tin Lutfiandini

pada : 10 April 2017

"1. Analisa proses interaksi (API) merupakan cara yang dipakai perawat untuk memahami interaksi , melaporkan pola perilaku dan hubungan interpersonal yang terjadi antara perawat dan klien.
Tujuan dari API adalah meningkatkan kemampuan berkomunikasi, mengkaji kemampuan klien dalam berkomunikasi dengan perawat, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat dan membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Proses dalam Analisa proses Interaksi ini terdiri dari tiga fase yaitu fase perkenalan, fase kerja dan fase terminasi.
2. Contoh percakapan anatar klien dan perawat dengan masalah Gangguan persepsi sensori halusinasi.
Nama klien: Tn. Z
Usia: 45 Th
Hari/tanggal: Jumat, 07 April 2017
Waktu: 09.00 WIB
Interaksi :
1) Fase I (Perkenalan)
2) Fase 2 (Kerja)
3) Fase 3 (Terminasi)
Tujuan:
1) Fase Perkenalan: Klien dapat memperkenalkan diri dan terbina hubungan saling percaya antara perawat dan klien
2) Fase Kerja: Klien dapat menceritakan masalah yang dihadapi, sehingga perawat dapat memberika intervensi dengan tepat
3) Fase Terminasi:Klien dapat memahami dan menerima perpisahan
Lingkungan: suasana lingkungan tenang
Mahasiswa: Cherlys Tin L.
Fase 2 (Fase Kerja)
a. Percakapan pertama
a) Komunikasi verbal
- P: Selamat pagi, apa kabar Z? apakah masih ingat dengan saya
- K: baik, ners cherly?
b) Komunikasi non verbal
- P: menatap klien dengan ramah dan tersenyum
- K: tersenyum dan menatap klien
c) Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien kooperatif dan tidak memiliki ingatan yang baik
d) Analisa berpusat pada klien
Klien merasa percaya diri
e) Rasional
Menyapa secara akrab dan agar terjadi hubungan yang akrab

b. Percakapan kedua
a) Komunikasi verbal
- P: iya, betul sekali, baik kalau begitu. Apakah bisa diceritakan mengapa Z bisa dirawat di tempat ini?
- K: saya tidak tau ners kenapa ayah saya membawa saya disini padahal saya hanya ingin latihan beladiri.
b) Komunikasi non verbal
- P: pertahankan kontak mata, bicara dengan jelas danekspresi serius
- K: bercerita dengan serius, sesekali menatap perawat dan tangan digerak-gerakkan
c) Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien mau menjawab
d) Analisa berpusat pada klien
Klien mengungkapkan masalahnya dengan bebas
e) Rasional
Menggali informasi tentang perasaan klien untuk mengetahui alasan masuk RS
c. Percakapan ketiga
a) Komunikasi verbal
- P: Mengapa Z ingin latihan beladiri?
- K: saya latihan beladiri karena saya mendengar bisikan ditelinga yang menyuruh saya untuk latihan bela diri.
b) Komunikasi non verbal
- P: pertahankan kontak mata, bicara dengan jelas dan ekspresi serius
- K: menatap perawat dan bercerita dengan serius, sesekali tertawa
c) Analisa berpusat pada perawat
Klien mengungkapkan masalahnya dengan bebas
d) Analisa berpusat pada klien
Klien menceritakan apa yang ialami sehingga sampai di RS
e) Rasional
Mengetahui penyebab klien dapat meelakukan tindakan yang dilaukannya
d. Percakapan keempat
a) Komunikasi verbal
- P: apakah Z tahu, siapa yang menyuruh Z untuk latihan beladiri?
- K: Tidak Ners, tapi saya memang mendengar suara itu hampir setiap malam.
b) Komunikasi non verbal
- P: pertahankan kontak mata, bicara dengan jelas dan ekspresi serius
- K: ekspresi wajah tenang, bicara keras dan lancar
c) Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien mau menjawab pertanyaan dan dapat menimbulka rasa percaya pada perawat
d) Analisa berpusat pada klien
Menatap perawat dan tersenyu
e) Rasional
Mencari tahu sejauh mana klien mengatasi halusinasi yang didapatkan
e. Percakapan kelima
a) Komunikasi verbal
- P: tapi saya tidak bisa mendengarnya. Apa yang Z lakukan saat mendengar suara tersebut?
- K: oh begitu ya ners? Ketika saya mendengar suara tersebut saya langsung melakukan apa yang dia katakan
b) Komunikasi non verbal
- P: pertahankan kontak mata, bicara dengan lembut dan memegang pundak klien
- K: bicara kuat dan cepat dan menggerakkan tangannya saat bercerita
c) Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien mau menjawab pertanyaan dan dapat menimbulka rasa percaya pada perawat
d) Analisa berpusat pada klien
Senang karena diperhatikan
e) Rasional
Membantu klien mengenali halusinasinya dan memberikan masukan sederhana untuk meningkatkan hubungan saling percaya.
f. Percakapan keenam
a) Komunikasi verbal
- P: Kalau begitu kalau Z mendengarnya lagi katakana saja kalau tidak mau melakukannya atau Z bisa laporkan saja ke say ajika mendengar suara itu. Apakah Z mau melakukannya?
- K: Baik Ners
b) Komunikasi non verbal
- P: pertahankan kontak mata dan berbicara secara lembut
- K: mengangguk dan menatap klien
c) Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien dapat menerima saran perawat
d) Analisa berpusat pada klien
Tersenyum pada perawat
e) Rasional
Membantu klien untuk memutuskan atau mengontrol halusinasinya
g. Percakapan ketujuh
a) Komunikasi verbal
- P: Kalau begitu sampai jumpa besok lagi yah
- K: iya ners
b) Komunikasi non verbal
- P: tersenyum
- K: tersenyum dan kembali ke tempat tidur
c) Analisa berpusat pada perawat
Berharap klien mengurangi halusinasinya
d) Analisa berpusat pada klien
Tersenyum pada perawat
e) Rasional
Terminasi yang disepakati dapat membina saling percaya
"


82. Gali Wulan Sari

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) adalah Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan kesehatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Catatan harus mencakup contoh bukan hanya interpretasi. Ada tiga macam catatan, yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien, dan resume. Catatan hubungan perawat-klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan.
Catatan hubungan perawat-klien secara verbal dapat berupa:
1. Video-tape, tape-recording
2. Catatan secara garis besar
3. Catatan interaksi
Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai
perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien

Tujuan API adalah:
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan
klien, dan data bagi CI/supervisor/ pembimbing untuk memberi arahan.
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, sena mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan




Inisial klien : Nn.S
Status interaksi perawat-klien : fase I (perkenalan)
Lingkungan : Tenang, posisi agak menyamping dengan klien duduk atas tempat tidur
Deskripsi klien : Klien mengenakan baju warna kuning, jilbab pitih, tidak memakai sandal
Tujuan (berorientasi pada klien) : klien mampu membina hubungan saling percaya dan mampu menceritakan secara terbuka tentang permasalahannya kepada perawat
Nama mahasiswa : Ns.G
Tanggal : 10 April 2017
Jam : 09.00-09.30
Ruang : Mawar A1

* Komunikasi Verbal (Non Verbal)
P: Selamat pagi, mbak (Tersenyum dan menatap klien yang sedang duduk di atas tempat tidur)
K : (Menoleh dan tersenyum pada perawat)
P: Perkenalkan nama saya GWS, saya biasanya dipanggil G. Saya mahasiswa Fakultas Keperawatan Unair. Saya yang akan merawat mbak selama di rumah sakit ini Nama Mbak siapa? (Sambil menatap klien dan tersenyum mengulurkan tangan untuk berjabat tangan)
K: TS (Klien mengulurkan tangan sebagai wujud balasan terhadap ajakan perawat)
P: Mbak senang dipanggil dengan nama siapa?
K: S (Klien menatap perawat dan menyebutkan namanya dengan senang)
P : ( Tersenyum dan Mendengarkan jawaban klien)
P: Bagaimana perasaan mbak S hai ini ? (Menatap mata klien dengan tersenyum)
K: Baik. (Menatap perawat)
P: Bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang untuk lebih saling mengenal (menyentuh tangan klien dan tetap tersenyum)
K: Boleh (Klien menatap perawat dan menganggukkan kepala)
P: Apa mbak nyaman kalau kita berbincang-bincang di ruang ini? (memegang tangan klien)
K: Ya. (menatap mata perawat)
P: Kalau boleh saya tahu mbak S rumahnya dimana? Mengapa Mbak S sampai dibawa kemari. (menatap mata pasien sambil tersenyum)
K: saya takut, saya selalu mendengar suara-suara kekasih saya. (klien menunjukkan ekspresi sedih)
P: Coba sekarang Mbak S ceritakan suara-suara yang sering Mbak S dengar, Apa yang dikatakan oleh suara-suara itu? Apakah suara itu mengancam Mbak S atau menyuruh Mbak S melakukan sesuatu. ( memegang tangan klien )
K: setiap saya melamun dan mau tidur, saya mendengar suara kekasih saya yang telah meninggal. (menangis)
P: mbak S jangan menangis, mbak S bisa menceritakan kepada saya apa yang sebenarnya terjadi (Menatap klien sambil memegang tangan klien)
K: Dia telah meninggal karena kecelakaan satu minggu sebelum kami bertunangan (menangis)
P: Apakah Mbak S merasa terganggu dengan suara-suara itu?
K: Suara itu selalu mengingatkan kenangan kita dulu, Suara itu selalu menyuruh saya pergi ke tempat favorit kita dulu(menunduk dan menangis)
P: Apa yang Mbak S lakukan jika suara-suara itu muncul? (Menatap klien dan berbicara dengan pelan dan jelas)
K: saya...........(menangis)
P : Nah Mbak S coba untuk mengikhlaskan kekasihnya, dia sudah tenang disurga, perlu mbak S tahu bahwa setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian. Besok agar suara itu tidak mendatangi Mbak S k cobak tidak melamun dan melakukan kegiatan lain seperti membaca buku dan yg lain-lain (memberi semangat klien dengan ekspresi wajah yang tenang)
K : Ya saya akan mencoba ( menunduk dan menghapus air mata )
P : Terima kasih Mbak S sudah mau berbincang-bincang dengan saya. Sekarang mbk S bisa istirahat saya tinggal terlebih dahulu. Selamat pagi Mbak S.
K: ya, selamat pagi.


*Analisa berfokus pada Perawat
- berusaha berkomunikasi dengan baik agar diterima oleh klien
- berusaha meyakinkan klien agar mau berbagi perasaan dengan perawat
- menunjukkan perhatian pada klien
- Berusaha penjelasan yang diberikan bisa diterima oleh klien dengan jelas

* Analisa berfokus pada Klien
- Klien mengawali percakapan dengan membalas salam perawat
- Klien memperhatikan pertanyaan perawat
- Klien menunjukkan keterbukaan pada perawat
- klien menunjukkan kesedihannya
- klien menghargai tindakan perawat

"


83. Qurrata Ayuni Rasyidah

pada : 10 April 2017

"Teori analisis proses interaksi yaitu teori yang mengarah pada sejenis pesan yang disampaikan orang dalam kelompok dan bagaimana pesan itu bisa memengaruhi peran dan kepribadian kelompok
Menurut Robert Bales, Analisis proses interaksi dengan menggunakan penelitian bertahun-tahunnya sebagai sebuah fondasi, Bales menciptakan sebuah teori terpadu dan dikembangkan dengan baik dari komunikasi kelompok kecil yang bertujuan unutuk menjelaskan jenis pesan yang manusia tukar dalam kelompok, dari semua yang membentuk peran dan kepribadian anggota kelompok, dan cara mereka mempengaruhi semua karakter secara umum pada sebuah kelompok. Analisis Proses Interaksi ini merupakan sistem keseimbangan yang semua unsur-unsurnya berada dalam keadaan seimbang. Jumlah yang seimbang antara tugas dan sosio-emosiaonal dalam unsur positif dan negatifnya.
Dengan melakukan Analisa Proses Interaksi, kita bisa mencapai tujuan diantaranya :
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
Menggunakan Komponen API :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapatdilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampaidengan 4
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan

Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim
kesehatan.
• Aspek yg penting dicatat dan dilaporkan dalam kep. Jiwa adalah pola prilaku dan hubungan interpersonal perawat interpersonal perawat-klien.
• Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat perawat-klien dan resume. klien dan resume.
• Catatan hubungan perawat Catatan hubungan perawat-klien adalah resume klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan. 

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Tn. P
Nama Mahasiswa : Ns. Ayu
Status interaksi perawat – klien : Fase I (Perkenalan)
Tanggal : Tanggal, 10 April 2016
Lingkungan : Meja makan dan berhadapan dengan klien
Jam : 10.00 WIB
Deskripsi Klien : Pasien tampak tersenyum dan tertawa
Bangsal : Lavender
Tujuan (Berorientasi pada klien) : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahannya

KOMUNIKASI VERBAL

P: Selamat pagi Pak,Assalamualaikum boleh kita ngobrol,ngobrol sebentar?
K: Pagi mbak, waalaikumsalam iya.

P: Wah, suasana pagi ini lumayan menyenangkan ya Pak, bagaimana perasaan Bapak hari ini?
K: Iyah, masih sambil tersenyum. Baik mbak.

P: Oh iya, perkenalkan Ns. Ayu dari Unair yang akan praktek disini selama 4 minggu. Nama Bapak siapa?
K: Senyum. Putra Al-Hakim.

P: Biasanya bapak senang dipanggil dengan nama apa?
K: saya dipanggil Putra.

P: Wah, kalau begitu saya panggil Pak Putra saja ya.
K: Iya mbak.

P: Pak Putra asalnya dari mana?
K: Tuban mbak.

P: Oh Tuban ya Pak, lumayan dekat dong ya pak. Bapak sudah berapa lama disini?
K: mengatakan sudah 2 bulan dan sudah 5 kali masuk rumah sakit jiwa ini

P : Sekarang Bapak usia berapa?
K : umur saya 28 tahun

P : Bapak ingat ndak, kenapa pak Putra dirawat disini?
K : karena katanya penyakit saya belum sembuh mbak.

P : Pak Putra pernah ngamuk atau marah-marah waktu dirumah?
K : iya, karena saya kesal adik saya sering jahatin saya.
P : -
K : saya merasa dibodohi orang tua saya dan dokter, katanya saya sudah sembuh tetapi dimasukkan lagi kesini.
Orang tua saya itu jahat saya seperti tidak dianggap anak, saya sering marah-marah dirumah.
Saya juga ingin membunuh Tuhan karena sudah buat saya sakit, kalau saya membunuh Tuhan saya akan jadi orang sakti. Saya juga pernah kegreja dan berdoa disana, saya merasa berdosa besar mbak, iman saya sudah hilang.

P : -
K: saya juga ingin jadi presiden biar bias jadi orang kaya, presiden kan uangnya banyak jadi saya bisa membawa orang tua saya naik haji.

P : Pak, kegiatan bapak sehari-hari disini ngapain saja Pak ?
K : Mandi, makan, bantu bersih-bersih ruangan nyapu atau ngepel, saya suka ngajak ngobrol mba akper.

P : Bapak merasa betah tinggal disini?
K : Tidak, saya mau pulang, biar bisa kerja lagi, bisa bantu orang tua saya.

P : Keluarga Pak Putra sering menjenguk ?
K : Dulu menjenguk, tapi sekarang tidak pernah lagi, apa karena orang tua saya malu sama saya.

P : Bapak berapa bersaudara, dan anak keberapa?
K : ada 3 bersaudara saya anak pertama.

P : Kalau di rumah, ngapain aja Pak Putra?
K : Saya suka masak, nyuci, bersihin rumah terus bantu ayah saya jualan.

P : Bagaimana perasaan Pak Putra sekarang? Bapak biasanya disini ngerjain apa?
K : saya Senang bisa kenal mbak akper. Saya biasa bantu perawat nyapu membersihin ruangan.

P : Pak Putra, kita tadi sudah berkenalan, terus ngobrol-ngobrol tentang bapak, masih inget nggak nama saya siapa?
K : mba Ayu akper

P : Nah, saya senang sekali bisa ngobrol dengan pak Putra. Bagaimana kalau besok kita ngobrol lagi? Sebentar saja kok, yach cukup 15 menit saja.
K : Boleh, saya suka kalo ngobrol sama mba nisa

P : Terimakasih atas kesediaan Pak Putra untuk ngobrol dengan saya, Assalamualaikum
K : Wa’alaikumsalam mbak, besok kita ngobrol lagi yaa mbak.

KAMUNIKASI NON VERBAL

P: Tersenyum memandang klien
K: tersenyum

K: ekspresi senyum dan memandang P
P: tersenyum

P: Memandang K dan ruangan sekitar.
K: ikut memandang ruangan sekitar

K: Mengikuti P dengan memandang ruangan sekitar
P:menatap K

P: Memandang K sambil menjulurkan tangan.
K: Menerima uluran tangan dari para P. sambil tersenyum

P: Memandang K
K: Memandang P dan menunduk kembali

P : Memandang K sambil tersenyum
K : tersenyum

K : Menoleh ke P
P : Memperhatikan K

P : Memandang K
K : berpikir

K : Memandang ke P dan tersenyum lalu agak sedikit tertawa
P : Memperhatikan K

P : Memandang K sambil tersenyum
K : Bicara sambil menatap P kontak mata baik,

P : Memandang K
P : Mendekatkan diri ke K sambil tersenyum

K : Memandang P sambil tersenyum

P : Menunjukkan keseriusan

K : bicara sambil tersenyum dan kontak mata baik.

P : Bertanya pelahan
K : tersenyum

K : Memandang ke P kemudian menjawab
P : Memperhatikan respon pasien
P : Memandangi P

K : memandang ke P, ekspresi agak sedikit kesal dan marah
P : Mendekatkan diri

K : Memandang kearah P

K : P tampak sedikit tersenyum
P : Memperhatikan
P : memandang K
K : Nampak tersenyum

K : menggaruk-garuk badannya
P : Memperhatikan respon K
K : memandang P

P : memperhatikan
P : Memandang K sambil tersenyum

K : Memandang P

K : Nampak tersenyum dan dan sedikit tertawa
P : Memperhatikan respon K

P : Memandang K

K : Bercerita dengan tersenyum
P : Memandang K sambil tersenyum
K : bercerita sambil tersenyum P : mendengarkan

K : Memandang P

P : Memandang K sambil tersenyum
K : Memandang P

K : Memandang P sambil tersenyum

P : Memandang K
K : Memandang P

K : Memandang P dan tersenyum
P : Memperhatikan

P : yersenyum pada K
K : Memandang dan tersenyum

K : Tersenyum
P : Tersenyum

P : Menepuk bahu K dan mengulurkan jabat tangan
K : Menoleh, menjabat tangan P

K : Tersenyum sambil tertawa
P : Tersenyum

ANALISA BERPUSAT PADA PERAWAT
P : Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh K.

P merasa senang ada tanggapan atas salam walaupun belum diekpresikan secara tulus
P ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
P merasa bahwa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P
P ingin menjalin kedekatan dengan pasien

P senang karena mulai ada respon positif dari pasien
P mencoba mengakrabkan suasana

P merasa pertanyaan mendapatkan respon
P masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana

P senang karena K memberi respon

P mulai mengkaji data umum pasien

P khawatir kalau pertanyaan membuat K tersinggung
P mengkaji daya ingat K

P merasa arah pertanyaan sudah dapat dijawab jelas oleh K
P berhati-hati karena pertanyaan tsb sangat spesifik dan takut menyinggung pasien
P lega karena K tidak tersinggung
P mengkaji lebih jauh alasan pasien dirawat

P mendiamkan karena belum menemukan pertanyaan yang tepat untuk K

P menemukan adanya inkoheren tentang faktor penyebab
P berusaha mengkaji data yang terkait kata-katanya tadi

P menemukan adanya kemungkinan waham kebesaran pada pasien
P mencoba mengalihkan pembicaraan terkait waham

P merasa senang karena pasien bisa beralih
P mengalihkan perhatian K dari waham

P senang karena dapat mengalihkan perhatian pasien
P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K

P senang mendapatkan jawaban K
P mengalihkan perhatian K dari waham

P senang karena dapat mengalihkan perhatian pasien
P berusaha mengkaji aktivitas K di rumah


P mengalihkan topik bahasan

P membuka pembicaraan lain
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji

P senang karena K ingat nama P
P memberikan reinforcement pada K

P senang karena K mau menentukan kontrak berikutnya
P menutup fase I

P senang karena K mau berinteraksi dengan P

ANALISA BERPUSAT PADA KLIEN

K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya

K ragu terhadap orang baru
K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P
K masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu
K mulai tertarik dengan perkenalan dengan P

K mulai merasa bahwa P datang untuk membantu K

K berpikir dan mengingat-ingat

K senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut
K berpikir dan berusaha mengingat

K membayangkan keadaan yang telah lama dijalaninya
K berusaha mengingat-ingat

K menjawab sesuai dengan daya ingat yang dimilikinya
K mengingat-ingat


K menjawab agak ragu-ragu
K mengingat-ingat mencoba untuk menjawab
K mencoba menceritakan semuanya
K menikmati waham yang dirasakannya
K teralih karena pertanyaan baru

K masih terbawa oleh waham

K berusaha menjawab keinginannya
K berusaha mengingat keluarganya

K ingat terhadap keluarganya
K masih terbawa oleh waham

K berusaha menjawab sekenanya
K mengingat aktivitasnya di rumah

K menikmati waham yang dialaminya
K bingung dengan pertanyaan yang diberikan

K menjawab tentang keadaannya
K memperhatikan P

K mengingat-ingat nama P
K senang diberikan reinforcement

K ikut menentukan kontrak
K menunjukkan rasa percaya pada P

K menyambut salam P


RASIONAL

• Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.
• Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih lanjut
• Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat
• Nama panggilan merupakan nama akrab klien sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya
• Pujian berguna untuk mendekatkan perawat menjalin hubungan therapeutik dengan klien
• Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien
• Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut
• Umur mempengaruhi daya ingat klien
• Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa

• Dengan diam therapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya.
• Waham kemungkinan terjadi karena harga diri rendah dan riwayat halusinasinya.
• Pengalihan agar klien tidak larut dalam wahamnya.
• Pengalihan agar pasien tidak larut pada waham dan pada fase interaksi ini.
• Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya.
• Pengalihan agar pasien tidak larut pada waham dan pada fase interaksi ini.
• Aktivitas di rumah merupakan data pantas tidaknya pasien dilibatkan dalam keluarga.
• Pengalihan agar K tidak larut dengan wahamnya.
• Evaluasi fase I berhasil jika K dapat mengingat nama P sehingga nantinya terjalin kepercayaan.
• Kontrak berikutnya harus ditentukan dan harus mendapatkan persetujuan klien agar klien ingat terhadap kontrak.
• Salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk mencegah tidak percaya pada perawat.
"


84. Ririn Arianta

pada : 10 April 2017

"1.Definisi Analisa Proses Interaksi
Analisa Proses interaksi adalah suatu alat kerja yang dipakai oleh tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien.
Sedangkan teori analisis proses interaksi yaitu teori yang mengarah pada pesn atau informasi yang disampaikan kepada kelompok dan bagaimana pengaruh pesan tersebut terhadap peran dan kepribadian kelompok.
2.Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ?
Dengan adanya analisa proses interaksi dapat meningkatkan ketrampilan dalam komunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien, mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan, memudahkan perawat dalam pendekatan terkait perkembangan dan perubahan, perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien, dan bisa menjadi data bagi pembimbing klinik untuk memberi arahan.
Tujuan dilakukannya Analisa Proses Interaksi adalah :
a)Meningkatkan kemampuan mendengar
b)Meningkatkan kemapuan berkomunikasi
c)Memberi dasar belajar artinya berua alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan klien sekaligus sebagai data untuk pembimbing klinik dalam memberikan arahan.
d)Membantu prawat dalam merencanakan tindakan keperawatan
e)Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
Didalam analisa proses interaksi terdapat 4 tahap atau fase yaitu :
1)Tahap preinteraksi : tahap perawat akan bertemu dengan klien
2)Tahap orientasi : tahap perawat pertama kali bertemu dengan klien
3)Tahap kerja : tahap perawat memulai kegiatan. Tugas perawat pada tahap ini adalah melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan pada tahap prainteraksi.
4)Tahap terminasi: tahap perawat menghentikan interaksi dengan klien. dalam tahap ini bisa merupakan tahap terminasi sementara atau akhir.

3.Analisa Proses Interaksi
Inisial Pasien : Ny. J.M.
Umur : 50 tahun
Status Interaksi: Interaksi 1(Fase perkenalan)
Lingkungan : di meja makan, saling berhadapan, suasana tenang diruang Anggrek 01 Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya
Deskripsi Pasien : Klien tampak kurang rapi, sambil membawa koran bekas
Tujuan : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahannya
Hari/Tanggal/Waktu : Rabu, 29 Maret 2017 selama 30 menit dari pukul 09.00-09.30 WIB
Mahasiswa : Ririn Arianta

a.Komunikasi Verbal
P: “Selamat pagi bu, boleh saya diduduk dikursi sebelah ibu ?”
K: “ Silahkan.
Komunikasi Non-Verbal
P: Memandang, tersenyum.
K: Ekspresi datar dan sedikit cuek

P: Memandang dan mendekati K
K: Ekspresi datar
Analisa Berpusat Pada Perawat
P: ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh K

P: Merasa senang atas karena ada tanggapan dari klien walaupun masih agak cuek.
Analisa Berpusat Pada Klien
K: masih sedikit ragu dan cuek terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya

K: ragu terhadap orang baru
Rasional
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.

b.Komunikasi Verbal
P: “wah suasana di ruang ini nyaman ya bu, udaranya segar”
K: (diam)
Komunikasi Non-Verbal
P: Memandang ke ruangan sambil melihat ke arah K
K: tidak menghiraukan sambil melihat-lihat koran yang dibawanya
Analisa Berpusat Pada Perawat
P: ingin memulai percakapan dengan topik yang ringan
Analisa Berpusat Pada Pasien
K: tidak menghiraukan dan asik dengan aktivitasnya
Rasional
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih lanjut

c.Komunikasi Verbal
P: “oh ya bu, perkenalkan saya Ririn. Mahasiswi praktik disini yang akan merawat ibu,
K: oh iya mbak

P: “Nama ibu siapa?
K: “Juariyah Masriatin”
Komunikasi Non-Verbal
P: Memandang K sambil menjulurkan tangan
K: Mengalihkan aktivitasnya mencoret-coret koran dan menjulurkan tangannya

P: ingin tahu nama pasien
K: masih sedikit ragu-ragu
Analisa Berpusat Pada Perawat
P: Merasa bahwa K harus diberikan penjelasan mengenai kedatangan K
P: Ingin tahu nama pasien
Analisa Berpusat Pada Pasien
K: Mulai membuka diri tapi masih sedikit ragu-ragu
K: masih ragu-ragu
Rasional
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat
Mengenal nama pasien akan memudahkan interaksi

d.Komunikasi Verbal
P: "Ibu biasanya dipanggil siapa ?"
K: "dipanggil ibu Ju"

P: "Ibu asal nya dari mana ?"
K: "dari Gunung kidul, Jawa tengah"
Komunikasi Non-Verbal
P: Memandang K
K: memandang P
P: Memandang K sambil tersenyum
K: Menunduk dan berfikir
Analisa Berpusat Pada Perawat
P Ingin menjalin kedekatan dengan pasien
P Senang walaupun jawaban singkat
P Masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
P senang karena K memberi respon
Analisa Berpusat Pada Pasien
K: mencoba mengingat nama
K: mulai tertarik dengan perkenalan dengan P
K: berpikir dan mengingat-ingat
K: senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut
Rasional
Nama panggilan merupakan nama akrab klien sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya
Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien

e.Komunikasi Verbal
P: “wah, lumayan jauh ya bu, sudah berapa lama ibu berada disini ?
K: “ sudah lama, saya disini emm.. 5 tahun sepertinya.
Komunikasi Non-Verbal
P: Memandang K sambil tersenyum
K: ikut tersenyum

K: Memandangi langit-langit sambil berfikir
P: Memandang K
Analisa Berpusat Pada Perawat
P Mulai mengkaji data umum pasien
Analisa Berpusat Pada Pasien
K berpikir dan berusaha mengingat
Rasional
Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut

f.Komunikasi Verbal
P: "Sejak tahun berapa ibu disini ?"
K: “Tahun 2012 kemarin”
Komunikasi Non-Verbal
P : Menunjukkan perhatian
K : Menunduk sambil memandang kakinya
Analisa Berpusat Pada Perawat
P berharap dapat memperoleh data lama rawat secara lebih pasti sambil mengkaji daya ingat pasien
P senang karena mendapat respon dari K
Analisa Berpusat Pada Pasien
K berusaha mengingat
K menjawab dengan sekedarnya
Rasional
Daya ingat pasien dapat dikaji dengan menanyakan data-data pasien yang sederhana

g.Komunikasi Verbal
P: “Ibu ingat nggak, kenapa ibu bisa dirawat di tempat ini ?”
K:“saya dulu sakit syaraf mbak terus dengan keluarga saya di bawa kerumah sakit ini”

P:“oh iya bu, saya lihat dari tadi ibu sibuk dengan koran-koran itu,, buat apa ya bu ?
K:“oh koran ini, ini banyak sandi rahasianya mbak. Dan ini pekerjaan saya mbak, saya seorang pencari kode rahasia. Saya bekerja disebuah perusahaan terkenal di Amerika. Setiap hari saya harus mencari-cari kode rahasia dan mengirimkan kode tersebut ke Amerika. Saya juga mempunyai sekretaris pribadi mbak, itu dia sedang duduk disamping saya. Tentang pekerjaan saya jangan bilang-bilang ke yang lain ya mbak”

P:-
K : “Sekretaris saya sudah sangat profesional mbak, dia sudah bekerja dengan saya sekitar 70 tahun.”

Komunikasi Non-Verbal
P : Menunjukkan keseriusan
K : Menunduk

K: Menunjukkan keseriusan

P : Bertanya perlahan
K: Menjawab pertanyaan P dengan serius dan menoleh ke ruangan sambil menunjuk kesamping kanan pasien.

P: Kaget dan masih berusaha untuk mendengarkan K
K: Seperti menepuk-nepuk seseorang disampingnya, tersenyum dan berbisik.
Analisa Berpusat Pada Perawat
P berhati-hati karena pertanyaan tsb sangat spesifik dan takut menyinggung pasien
P lega karena K tidak tersinggung

P mengkaji lebih jauh aktivitas pasien
P kaget, dan sadar kalau pasien mengalami halusinasi lihat

P mendiamkan karena belum menemukan pertanyaan yang tepat untuk K
Analisa Berpusat Pada Pasien
K mengingat-ingat
K mengalami halusinasi lihat
K melihat sekretaris dan mencoba menceritakannya pada P
Rasional
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa
Halusinasi dapat terjadi kapan saja karena adanya stimulus tertentu
Dengan diam therapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya

h.Komunikasi Verbal
P :“Ibu Ju apakah sudah berkeluarga ?
K :“Sudah mbak, anak saya tiga. Semuanya bekerja. Tidak ada yang kuliah, ini semua gara-gara saya tidak bisa membiayai kuliahnya. Saya dipecat dari perusahaan. Untung saya di terima diperusahaan Amerika dan memiliki sekretaris pribadi yang handal.”
P:-
Komunikasi Non-Verbal
P : Mendekatkan diri
K : Memandang kosong ke halaman
K : Menunduk sambil nyerocos dan sedih
P : Memperhatikan
Analisa Berpusat Pada Perawat
P: berusaha mengkaji data lebih lanjut untuk menentukan penyebab dari keadaan nya
P menemukan adanya flight of ideas dan berpikir tentang faktor penyebab.
P mendiamkan dengan harapan pasien akan lebih terbuka tetang dirinya
Analisa Berpusat Pada Pasien
K menikmati waham yang dirasakannya
K terbawa perasaan haru terkait cerita tentang keadaannya dulu
Rasional
Waham kemungkinan terjadi karena menarik diri
Diam therapeutik akan membantu pasien mengungkapkan perasaannya pada perawat

i.Komunikasi Verbal
P:“Ibu sepertinya kerasan ya tinggal disini ?
K:"Iya mbak, enak disini suasananya nyaman bisa kerja maksimal. Tidak diganggu oleh anak-anak saya."

P :“Keluarga Ibu sering menjenguk ibu disini?”
K: “ iya sebulan sekali”
Komunikasi Non-Verbal
P : Melihat halaman
K : menunduk

K : Ikut melihat halaman
P : memperhatikan

P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh P

K : Menunduk lagi
P : Memperhatikan respon K
Analisa Berpusat Pada Perawat
P mengalihkan perhatian K dari waham
P senang karena dapat mengalihkan perhatian pasien

P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K
P senang mendapatkan jawaban K
Analisa Berpusat Pada Pasien
K masih terbawa oleh waham
K berusaha menjawab sekenanya

K berusaha mengingat keluarganya
K ingat terhadap keluarganya
Rasional
Pengalihan agar pasien tidak larut pada waham dan halusinasinya pada fase interaksi ini
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya

j.Komunikasi Verbal
P:“oh iya ibu, tadi saya sudah berkenalan dengan ibu, masih ingat nggak dengan nama saya ?”
K: “Mbak Ririn”
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K
K : Menoleh

K : Memandang P dan tersenyum
P : Memperhatikan
Analisa Berpusat Pada Perawat
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
P senang karena K ingat nama P
Analisa Berpusat Pada Pasien
K memperhatikan P
K mengingat-ingat nama P
Rasional
Evaluasi fase I berhasil jika K dapat mengingat nama P sehingga nantinya terjalin trust

k.Komunikasi Verbal
P:“wah, ternyata asik sekali ya ngobrol-ngobrol dengan ibu. Kapan-kapan boleh ngobrol lagi ya bu, ? Bagaimana kalau kalau besok pagi kita ngobrol lagi ?”
K: “boleh kok mbak”

P : “Kita besok ngobrol-ngobrol tentang keluarga ibu dan pekerjaan ibu ya ?, bagaimana bu setuju? Nanti sembari saya periksa tekanan darah ibu.”
K :” iya mbak boleh-boleh”
Komunikasi Non-Verbal
P: Memegang tangan lalu pundak K
K: menoleh kearah p dan tersenyum
Analisa Berpusat Pada Perawat
P memberikan reinforcement pada K
P senang karena K mau menentukan kontrak berikutnya
P menentukan topik dan aktivitas pada kontrak berikutnya
P senang karena K setuju dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
Analisa Berpusat Pada Pasien
K senang diberikan reinforcement
K ikut menentukan kontrak
K memikirkan tentang kegiatan yang ditawarkan
K setuju tentang kegiatan yang akan dilaksanakan
Rasional
Kontrak berikutnya harus ditentukan dan harus mendapatkan persetujuan klien agar klien ingat terhadap kontrak.
Kegiatan yang akan dilaksanakan harus mendapat persetujuan K sehingga bila K keluar dari kegiatan dimaksud, bisa diingatkan tentang batasan kegiatan sesuai kontrak

l.Komunikasi Verbal
P :“ Terimakasih ibu, atas kersediaan ibu ngobrol-ngobrol dengan saya, selamat sore.”
K :“iya sore mbak”
Komunikasi Non-Verbal
P: mengulurkan tangan kepada K dan berjabat tangan.
K : menoleh dan menjabat tangan P

P : tersenyum lalu menunduk
K: tersenyum
Analisa Berpusat Pada Perawat
P menutup fase I
P senang karena K mau berinteraksi dengan P
Analisa Berpusat Pada Pasien
K menunjukkan rasa percaya pada P
K menyambut salam P
Rasional
Salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk mencegah tidak percaya pada klien.

Kesan Perawat :
Fase awal yaitu fase 1(perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik, klien cukup kooperatif walaupun pada awal nya klien masih ragu-ragu dan sering terganggu dengan halusinasinya. Data yang didapatkan adalah pasien mengalami halusinasi, menarik diri , koping keluarga kurang efektif. Kontrak selanjutnya sudah dijadwalkan dengan pasien dan pasien menerima kontrak tersebut. secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan pada fase berikutnya.

Sumber : Muhith, Abdul. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa : Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : CV ANDI OFFSET
"


85. Nadia Nur Maratush Sholihah

pada : 10 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan metode yang digunakan perawat untuk mengerti dan memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien dalam melakukan diagnose keperawatan.
Tujuan Analisa Proses Interaksi untuk Meningkatkan kemampuan mendengar, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, memberi dasar belajar artinya berupa metode untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan klien, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.

Percakapan analisa proses interaksi
Nama perawat : Nadia Nur Mar’atush Sholihah
Tanggal : 10 April 2017
Waktu : 16.00
Tempat : Ruang Amfibi RS Surabaya
Inisial klien : Tn. B.E.E
Interaksi ke : I (fase perkenalan)
Lingkungan : perawat dan klien duduk berhadapan, susana tenang. Beberapa klien lain sedang duduk di teras.
Deskripsi Klien : Klien menggenakan baju polos hitam, celana rapi, dan rabut rapi tidak menggunakan alas kaki.
Tujuan interaksi : Klien gangguan persepsi sensori halusinasi

Komunikasi verbal :
P : selamat pagi, Mas B?
K : Pagi
Komunkasi Non Verbal
P : Menatap klien dan tersenyum
K : Menoleh, menjawab salam dan tersenyum pada perawat
Analisa berpusat pada perawat
P : Berharap klien mau menjawab salam perawat
K : Perawat mengahargai klien (dengan senyum)
Analisa berpusat pada klien
P : klien menyadari kehadiran perawat
K : Klien membalas salam perawat
Rasional
P : dengan mengucapkan salam diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat
K : klien menjawab salam berarti klien mau berbicara dengan perawat.

Komunikasi verbal
P : perkenalkan nama saya Nadia, saya senang dipanggil Nad. Saya mahasiswa UNAIR. Saya akan merawat mas selama di rumah sakit ini. Mas namanya siapa
K : Tn. B
Komunikasi non verbal
P : menatap klien dan tersenyum dan mengulurkan tangan (berjabat tangan)
K : klien berjabat tangan dan langsung melepaskan jabatannya dengan cepat
Analisa berpusat pada perawat
P : melakukan pendekatan dengan berjabat tangan untuk lebih akrab dengan klien
K : mentap klien untuk mempertahankan komunikasi dan meyakini perawat ingin membantu
Analisa berpusat pada klien
P : klien mau berkenalan dengan perawat
K : klien mau menerima perkenalan perawat
Rasional
P : Dengan memperkenalkan diri pada klien diharapkan klien mau berkenalan
K : klien mau berkenalan dengan perawat

Komunikasi Verbal
P : kalau boleh tau mas B rumahnya mana? Dan mengapa sampai ada di sini?
K : saya dibawak kesini karena saya mendengar suara suara menyurh dan memanggil nama saya terus menerus.
Komunikasi Non Verbal
P : menatap klien dengan tersenyum dan mendengarkan penjelasan klien
K : menatap perawat dan menjawab pertanyan perawat.
Analisa berpusat pada perawat
P : menunjukkan perhatian terhadap klien
K : menunjukkan perhatian kepada klien
Analisa berpusat pada klien
P :memperhatikan perawat
K : klien senang berinteraksi dengan perawat
Rasional
P : menanyakan penyebab klien di bawa akan membantu untuk merawat klien
K : menunnjukkan bahwa dia sedang membutuhkan perawatan

Komunikasi verbal
P : apa yang disuruh oleh suara itu?/
K : suara itu menyuruh saya untuk pergi dari rumah, dan menyuruh saya untuk tidak mendengarkan orang tua saya.
Komunikasi Non verbal
P : menatap klien dan mendengarkan klien sambil tersenyum
K : menatap perawat dan bercerita tentang apa yang ditanyakan perawat.
Analisa berpusat pada perawat
P : mendengarkan apa jawaban klien
K : meyakini bahwa jawaban tersebut dibutuhkan oleh perawat
Analisa berpusat pada klien
P : memperhatikan pertanyaan perawat
K : klien meyakinkan perawat bahwa jawaban yang diberikan benar sesuai kenyataan
Rasional
P : perawat menanyakan masalah yang dialami oleh klien dengan suara tersebut
K : klien berusaha menjelaskan suara yang didengan kepada perawat

Komunikasi Verbal
P : Apakah mas mengenali suara tersebut? Kapan suara itu muncul?? Apakahn saat mau tidur atau saat mas melamun??
K : Tidak. Muncul selalu.
Komunikasi Non verbal
P : menatap klien dan berbicara dengan nada jelas
K : klien mentap perawat sambil berteriak kepada perawat dan menunjukkan wajah kesal.
Analisa berpusat pada perawat
P : menunjukkan perhatian kepada klien dan memberikan pertanyaan yang jelas.
K : menunjukkan perhatian terhadap klien
Analisa berpusat pada klien
P : memberikan penjelasan dengan nada tinggi dan meyakini perawat terhadap jawabannya dan menunjukkan bahwa dia seddang kesal.
K : memberikan pennjelasan dengan nada tinggi.
Rasional
P :berusaha memberikan alternatif jawaban pada klien
K : memberikan jawaban dengan nada tinggi kepada perawat dan menunjukkan bahwa dia sedang kesal dan marah."


86. Alfi Rahmawati Mufidah

pada : 10 April 2017

"A. Jelaskan apa itu analisa proses interaksi? Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ? Tambahkan informasi lain tentang API yang anda ketahui?
Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.
Tujuan API adalah:
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan.
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan
Dalam API terdiri dari:
1. Komunikasi verbal dan non verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
5. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
B. Buatlah satu percakapan semu antara perawat dan pasien, kemudian buat analisa proses interaksi.
Masalah Keperawatan: Risiko Bunuh Diri
Percakapan antara perawat (A) dan klien (B) di halaman Rumah Sakit
A: Selamat pagi mbak, perkenalkan saya Ners.A mahasiswa Universitas Airlangga, dengan mbak siapa? (Memandang dan tersenyum)
B: Selamat pagi sus (pandangan tidak fokus dan tersenyum)
A: Bagaimana perasaan mbak hari ini? Apakah lebih baik? (tersenyum)
B: Iya sus, saya hari ini lebih baik. (pandangan mata waspada dan mengarah ke belakang)
A: Hari ini saya akan menemani mbak B selama 15 menit. Udaranya lagi bagus ya mbak, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang yang mbak rasakan selama ini. Saya siap mendengarkan apa yang akan mbak sampaikan. (Memandang klien)
B: Iya sus (pandangan klien tidak fokus)
A: Bagaimana perasaan mbak setelah kejadian kemarin? (sambil memandang ke klien)
B: Saya merasa segala sesuatu akan lebih baik apabila tanpa saya. Saya merasa bahwa saya selalu membawa masalah bagi orang-orang terdekat saya. Saya merasa dunia ini tidak adil, karena dengan adanya saya akan menimbulkan musibah untuk oang lain. (Mengingat kejadian yang telah terjadi dengan penuh kekhawatiran dan sesekali memandang dengan tatapan tajam)
A: Apakah karena hal tersebut mbak B berniat untuk bunuh diri? Apakah mbak B tidak kasihan dengan keluarga mbak B? (sambil memandang ke klien)
B: Iya sus, karena saya merasa yang saya lakukan akan lebih menguntungkan bagi banyak orang dengan kejadian ini. Saya tidak ada pikiran tentang keluarga saya sus, yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah apabila saya bunuh diri, maka orang-orang disekitar saya tidak akan mendapatkan musibah lagi. (memandang perawat dan terisak-isak sesekali mengeluarkan air mata)
A: Mba B di dunia ini tidak ada yang sempurna. Mbak B jangan berfikiran, bahwa mbak B yang menyebabkan musibah tersebut. Mbak harus ingat, bahwa ada orang-orang yang akan sangat terpukul atas kejadian yang mbak B lakukan. Saya yakin, bahwa mbak B adalah orang yang kuat. Setelah beberapa hari disini, apakah mbak B akan melakukan kejadian ini lagi? (memandang dan tersenyum)
B: Iya sus, terimakasih karena suster sudah mau mendengarkan cerita saya. Saya akan berusaha untuk tidak melakukan kejadian bunuh diri lagi. (Memandang ke Ns. A dengan suara pelan dan tersenyum)
A: Iya mbak B. Baiklah kalau begitu sekarang waktunya mbak B untuk istirahat. Besok kita sambung lagi percakapannya. (sambil tersenyum)
B: Iya sus, terimakasih (memandang dan tersenyum)
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial pasien: B
Usia: 25 tahun
Status interaksi: pertemuan ke-1
Lingkungan: di halaman Rumah Sakit
Deskripsi klien: Penampilan klien bersih dan rapi, dengan rambut terurai, klien terlihat cukup tenang.
Tujuan: Membina hubungan saling percaya dan mengeksplorasi perasaan klien saat ini.
Nama mahasiswa: Ns. A
Tanggal: Senin, 10 April 2017
Waktu: 09.00-09.15 WIB

Komunikasi Verbal:
A: Selamat pagi mbak, perkenalkan saya Ners.A mahasiswa Universitas Airlangga, dengan mbak siapa?
B: Selamat pagi sus
A: Bagaimana perasaan mbak hari ini? Apakah lebih baik?
B: Iya sus, saya hari ini lebih baik.
A: Hari ini saya akan menemani mbak B selama 15 menit. Udaranya lagi bagus ya mbak, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang yang mbak rasakan selama ini. Saya siap mendengarkan apa yang akan mbak sampaikan.
B: Iya sus
A: Bagaimana perasaan mbak setelah kejadian kemarin?
B: Saya merasa segala sesuatu akan lebih baik apabila tanpa saya. Saya merasa bahwa saya selalu membawa masalah bagi orang-orang terdekat saya. Saya merasa dunia ini tidak adil, karena dengan adanya saya akan menimbulkan musibah untuk oang lain
A: Apakah karena hal tersebut mbak B berniat untuk bunuh diri? Apakah mbak B tidak kasihan dengan keluarga mbak B?
B: Iya sus, karena saya merasa yang saya lakukan akan lebih menguntungkan bagi banyak orang dengan kejadian ini. Saya tidak ada pikiran tentang keluarga saya sus, yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah apabila saya bunuh diri, maka orang-orang disekitar saya tidak akan mendapatkan musibah lagi.
A: Mba B di dunia ini tidak ada yang sempurna. Mbak B jangan berfikiran, bahwa mbak B yang menyebabkan musibah tersebut. Mbak harus ingat, bahwa ada orang-orang yang akan sangat terpukul atas kejadian yang mbak B lakukan. Saya yakin, bahwa mbak B adalah orang yang kuat. Setelah beberapa hari disini, apakah mbak B akan melakukan kejadian ini lagi?
B: Iya sus, terimakasih karena suster sudah mau mendengarkan cerita saya. Saya akan berusaha untuk tidak melakukan kejadian bunuh diri lagi.
A: Iya mbak B. Baiklah kalau begitu sekarang waktunya mbak B untuk istirahat. Besok kita sambung lagi percakapannya
B: Iya sus, terimakasih

Komunikasi Non Verbal
A: Memandang dan tersenyum
B: pandangan tidak fokus dan tersenyum pandangan mata waspada dan mengarah ke belakang
A: Memandang klien
B: pandangan klien tidak fokus
A: sambil memandang ke klien
B: Mengingat kejadian yang telah terjadi dengan penuh kekhawatiran dan sesekali memandang dengan tatapan tajam
A: sambil memandang ke klien
B: memandang perawat dan terisak-isak sesekali mengeluarkan air mata
A: memandang dan tersenyum
B: Memandang ke Ns. A dengan suara pelan dan tersenyum
A: sambil tersenyum
B: memandang dan tersenyum

Analisa berpusat pada perawat
Membuka percakapan dengan klien
Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan klien
Perawat mencoba menggali lebih dalam tentang masalah yang dihadapi klien
Perawat berusaha mendengar ungkapan klien
Perawat berusaha memberikan dukungan kepada klien
Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien

Analisa berpusat pada pasien
Memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat
Klien tampak menerima dan terbuka dengan diskusi yang dilakukan
Klien mau menceritakan masalah yang dihadapi
Klien dengan serius mendengarkan apa yang dikatakan oleh perawat

Rasional
Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien.
Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka, memberi kesempatan klien mengeskplorasikan apa yang dirasakan.
Mengeksplorasi permasalahan klien dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien.
Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik.

Sumber:
Muhith, Abdul. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET"


87. Regina Dwi Fridayanti

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) yang berguna untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dank lien.

Tujuan Analisa Proses Interaksi (API) adalah:
•Meningkatkan kemampuan mendengar
•Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
•Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
•Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Komponen Analisa Proses Interaksi (API) adalah:
•Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dank lien
•Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
•Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
•Analisa makna dan rasional dari komunikasi
•Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
•Rencana lanjutan tindakan keperawatan

Contoh Analisa Proses Interaksi :
Nama Mahasiswa: Regina Dwi Fridayanti
Tanggal : 10 April 2017
Waktu : pukul 08.00- 08.30 WIB (30 menit)
Tempat : Ruang Melati RS.Unair Surabaya
Inisial Klien : Ny. M.S
Interaksi ke : I
Lingkungan : Di taman Rs dengan keadaan nyaman dan tenang
Deskripsi pasien : klien berpenampilan rapi dan bersih, klien duduk di bangku taman Rs
Tujuan komunikasi : klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahnnya
Komunikasi Verbal
P : Selamat pagi bu, perkenalkan saya perawat Regina, mahasiswi fakultas keperawatan universitas airlangga, ibu namanya siapa ?
K : Selamat pagi, Ny. M.S
Komunikasi non verbal
P : Memandang Ny.M.S dan tersenyum
K : Pandangannya kemana-mana dan sambil tersenyum
Analisis berpusat pada klien
P : Ingin membuka percakapan dengan klien
Analisis berpusat pada perawat
K : Memberikan tanggapan positif atas kehadiran ners
Rasional
Ucapan salam perawat menunjukkan bahwa perawat menghargai klien

Komunikasi Verbal
P : Bagaimana bu perasaannya hari ini ? disini saya akan menemani ibu sekitar 30 menit. Bagaimana bu ?
K : Saya baik-baik saja mbak, iya
Komunikasi non verbal
P : Memandang Ny.M.S dan tersenyum
K : Pandangan mata waspada mengarah ke belakang
Analisis berpusat pada klien
P : Merasa senang karena Ny.M.S memberikan respon positif terhadap percakapan
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien mendengarkan pertanyaan perawat dengan serius
Rasional:
Ners mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka, dengan memberi kesempatan klien untuk mengatakan apa yang sedang di rasakan

Komunikasi Verbal
P : Bagaimana kalau kita mengobrol tentang apa yang ibu rasakan selama ini ? saya siap mendengar apa yang ibu rasakan
K : Iya
Komunikasi non verbal
P : memandang dan tersenyum
K : Pandangan klien tidak focus terhadap perawat yang bertanya
Analisis berpusat pada klien
P : Ingin mengetahui perasaan yang dirasakan klien
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien tampat menerima dan terbuka dengan percakapan yang di buat oleh perawat
Rasional:
Untuk mendapat persetujuan klien

Komunikasi verbal
P : Bagaimana perasaan ibu setelah kejadian yang terjadi saat itu? Apakah dengan kejadian itu ibu merasa paling menderita di dunia ini? Apakah ibu kehilangan kepercayaan diri ?
K : Saya merasa segala sesuatu akan lebih baik jika tidak ada saya. Saya yang menyebabkan kejadian itu terjadi, sebaiknya lebih baik saya pergi dari sini
Komunikasi non verbal
P : Memandang Ny.M.S
K : Menatap perawat dan terlihat sedang berpikir sesuatu
Analisis berpusat pada klien
P : Ingin mengetahui keadaan klien saat ini
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien tampak ingin menceritakan kejadian yang dialami kepada perawat
Rasional:
Dapat mengeksplorasi permasalahan yang dialami klien yang bertujuan untuk mengetahui masalah utama klien

Komunikasi verbal
P : Apakah ibu merasa tidak berharga dan lebih rendah dibanding orang lain ?
K : Iya perawat semenjak kejadian itu, saya tidak bisa mengingat yang lain saya selalu mengingat kejadian itu, saya takut musibah itu terulang lagi karena saya
Komunikasi non verbal
P : Memandang Ny. M.S
K : Mengingat-ingat kejadian yang telah terjadi, penuh kekhawatiran, memandang perawat dengan tatapan yang tajam
Analisis berpusat pada klien
P : Perawat mencoba menggali lebih dalam tentang kejadian yang dialami perawat
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien mencoba memahami pertanyaan perawat
Rasional:
Dapat mengeksplorasi permasalahan yang dialami klien yang bertujuan untuk mengetahui masalah utama klien

Komunikasi verbal
P : Apakah ibu pernah mempunyai pemikiran ingin menyakiti diri ibu dan ingin bunuh diri atau berharap ingin mati ?
K : Iya, saya mempunyai niatan seperti itu, daripada saya merugikan banyak orang. Lebih baik saya mati daripada harus menanggung musibah seperti itu. Saya pernah mencoba untuk melakukannya dan ibu saya mengetahui dan akhirnya saya dibawa kesini
Komunikasi non verbal
P : Memandang Ny.M.S
K : Klien memandang perawat dan tampak memikirkan sesuatu
Analisis berpusat pada klien
P : Perawat berusaha mendengar ungkapan klien
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien tampak tegas dalam mengambil kesimpulan tentang kejadian yang dialaminya
Rasional:
Mengetahui keadaan klien menurut pendapat klien

Komunikasi Verbal
P : Setelah beberapa hari disini apa ibu pernah berpikir ingin melakukan bunuh diri lagi ? jika keinginan tersebut muncul kembali apa yang akan ibu lakukan ?
K : Pernah, tapi saya akan mencoba untuk mencari ners yang ada disini untuk membantu saya agar tidak melakukannya lagi
Komunikasi non verbal
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian
K : Suara klien terdengar pelan dan memandang ners dengan tatapan tajam
Analisis berpusat pada klien
P : Perawat berusaha menyimak kembali cerita tentang kejadian yang dialami klien
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien tampak lebih bersemangat menceritakan rencananya kepada perawat
Rasional:
Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik

Komunikasi verbal
P : Baik itu ibu, ibu harus memanggil ners yang sedang bertugas di tempat ini untuk membantu ibu. Saya percaya ibu dapat melakukannya
K : Iya
Komunikasi non verbal
P : Memandang Ny.M.S dengan pandangan menghargai dan tersenyum
K : menunduk
Analisis berpusat pada klien
P : Perawat berusaha menggali permasalahan klien
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien terlihat bersemangat mengungkapkan apa yang menjadi rencananya
Rasional:
Teknik eksplorasi dengan memberikan pertanyaan terbuka bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan klien

Komunikasi verbal
P : Sekarang bagaimana perasaan ibu setelah mengobrol selama ini ?
K : Senang saya
Komunikasi Non Verbal
P : Tetap tersenyum, sikap terbuka
K : Memandang perawat, wajah sudah tidak tegang lagi
Analisis berpusat pada klien
P : Perawat mengevaluasi perasaan klien
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien terlihat antusias menyimak pertanyaan dari perawat
Rasional:
Evaluasi secara subjektif membantu perawat untuk mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah yang diajarkan

Komunikasi verbal
P : Ibu untuk pertemuan selanjutnya kita bisa membicarakan tentang cara mensyukuri hidup . bagaimana bu ?
K : Iya, terserah saja
Komunikasi non verbal
P : Mendengar dengan perhatian dengan serius
K : Menjawab denga jelas dan kemudian terdiam
Analisis berpusat pada klien
P : Perawat membuat pertemuan dan menentukan topic pembicaraan
Analisis berpusat pada pasien
K : Klien terlihat setuju dengan kontrak yang ditawarkan perawat
Rasional:
Dengan memberikan persetujuan klien memberi bentuk penghargaan kepada klien, hal ini dapat meningkatkan harga diri klien dan memotivasi klien mempertahankan perilaku baru

Komunikasi verbal
P : Ibu mau dimana tempatnya?
K : Disini saja nyaman tempatnya
Komunikasi non verbal
P : Memperhatikan klien
K : Mendengarkan perkataan ners dengan serius dan menjawab dengan suara jelas
Analisis berpusat pada klien
P : Perawat merasa senang dengan klien menyepakati kontrak yang ditentukan
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien mencoba memahami perawat
Rasional:
Interaksi yang ditunjukkan klien dapat menunjukkan kemampuan klien dalam penilaian dan pengambilan keputusan sederhana

Komunikasi verbal
P : Baik bu, besok kita bertemu kembali di jam ini ya bu
K : Baik bu, terima kasih telah menemani saya
Komunikasi non verbal
P : Memandang Ny.M.S dan berbicara dengan sopan
K : Menganggukkan kepala
Analisis berpusat pada klien
P : Perawat puas dengan interaksi yang ditunjukkan klien
Analisis berpusat pada perawat
K : Klien tampak senang karena perawat membantu dalam mengatasi masalahnya
Rasional:
Mengubah perasaan dan memori serta untuk mengevaluasi kemajuan klien dan tujuan yang telah dicapai"


88. rifki fauzi maulida

pada : 10 April 2017

"Pengertian
Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.

B. Tujuan API
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan


Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antara tim keperawatan dan tim kesehatan . aspek yang penting dicatat dan dilaporkan perawatan kesehatan jiwa adalah perilaku dan hubungan interpersonal perawatat klien. Catatan harus mencakup contoh bukan hanya interpretasi. Ada tiga macam catatan, yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan),hubungan perawat-klien dan resume. Catatan hubungan [erawat-klien adalah resume interaktif yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan.
Catatan hubungan perawat -klien secara verbal dapat berupa:
a. Video tape , tape recording
b. Catatan secara garis besar
c. Catatan interaksi
Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi anatar perawat dan klien
Tujuan API adalah:
a. Meningkatkan kemampuan mendengar
b. Meningkatkan kemampuan komunikasi
c. Memberikan dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/ pembimbing untuk memberi arahan
d. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
e. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan


Analisa Proses Interaksi
Nama : Tn R
Mrs : 9 april 2017
Jam : 09.00 WIB
Usia : 21 tahun
Interaksi : ke I
Masalah keperawatan: resiko perilaku kekerasan
Lingkungan : lingkungan tenang, tidak terlalu ramai.
Kondisi perawat dan klien, klien berada di tempat tidur sambil memeluk bantal, sedangkan perawat duduk disamping tempat tidur klien dan menghadap ke klien. perawat duduk disamping temapt tidur klien dan menghadap ke klien.
Deskripsi klien : klien menunjukkan wajah yang takut dan gelisah, wajahnya terlihat ada bekas lebam. Kondisi perawat dan klien, klien berada di tempat tidur sambal memeluk bantal,
Tujuan:
1. Klien tidak merasa takut dengan orang lain
2. Klien dapat mengatasi rasa takut,
3. Klien dapat terbuk dengan orang disekitar
Contoh percakapan
Komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, analisa berpusat pada klien, Analisa berpusat pada perawat
P : assalamualaikum, selamat pagi mas !
R : selamat pagi mas
P : (tersenyum saat memandang pasien)
R : (sedikit tersenyum saat memandang perawat)
Perawat membuka percakapan untuk memberikan kesan yang baik pada klien
Klien menunjukkan respon kurang baik dan menutup diri pada perawat
Ucapan salam dan pembuka dengan intonasi yang sesuai menunjukkan sikap ramah perawat kepada klien
P : perkenalkan nama saya perawat Rifki fauzi , saya mahasiswa Ners yang sedang melakukan praktek di sini selama 2 minggu. Kalau boleh saya tahu nama mas siapa ? (tersenyum sambil mengulurkan tangan)
R : nama saya R, tetapi sering dipanggil james.(raut muka datar dan tampak ragu saat mengulurkan tangan)
Saling mengenal nama baik klien maupun perawat bertujuan untuk memudahkan dalam melakukan interaksi dan dapat membina hubungan saling percaya, sehingga mampu menciptakan sebuah komunikasi yang baik
P : kalau begitu saya panggil james ya mas? bagaimana mas james kabarnya hari ini?
R : (klien masih ragu untuk menjawab sambil menundukkan kepala) iya, alhamdulillah baik,
P : mas james, asalnya dari mana? (memandang klien)
R : (melamun memikirkan sesuatu)
P : (perawat bertanya sekali lagi dan menepuk pundak klien) mas james, asalnya dari mana?
R : (terkejut dan segera menatap perawat) dari daerah Nganjuk
Menepuk pundak klien merupakan salah satu untuk tindakan terapeutik yang digunakan untuk membantu komunikasi saat pasien melamun dan dapat membantu untuk mengakrabkan klien dengan perawat
P : bisa disebutkan lebih rinci lagi mas james?
R : ( melihat keatas sambil berfikir), dari desa Pacekulon Kec Pace. Kab Nganjuk.
Perawat berusaha membangun komunikasi dengan meberikan pertanyaan-pertanyaan yang mudah untuk di jawab
P : kalau dari sini jauh juga ya mas, (sambil tersenyum), mas james sudah berapa lama di rawat di sini?
R : kira-kira sekitar 1 bulan yang lalu (sambil berfikir dan mulai tersenyum)
Klien berfikir dan mencoba untuk menjawab, perawat mencoba untuk mengkaji daya ingat klien
P : bagaimana perasannya hari ini mas james? Apa semalam tidurnya enak?
R : baik, tapi saya masih merasakan sakit di bagian bekas lebam (sambil menunjukkan dimana letak sakit)
P : ( melihat bekas lebam di tubuh klien) bisakah mas james cerita, dari mana mas james bisa mendapat luka lebam tersebut?
Berharap pasien mau menjawab pertanyaan perawat,
R : saya dipukuli teman saya (menundukkan kepala merasa dirrinya seperti orang lemah)
Perawat merasa pertanyaannya direspon dengan baik dan tidak menyinggung perasaan klien
P : bagaimana mas kronologi sampai mas bisa sampai dipukuli teman? (menunjukkan rasa empati)
R : (menundukkan kepala dan merasa ragu untuk menjawab) jadi begini mas waktu itu saya sepulang sekolah kemudian ada segerombolan orang yang selalu memalak orang yang lewat disekitar situ, apabila saya tidak menyerahkan uang saya di pukuli. Sehingga saya takut untuk bertemu seseorang (ekspresi takut)
P : (menganggukkan kepala dan merasa berempati terhadap kejadian yang dialami klien, mendengarkan apa yang diktakan klien, mempertahankan sikap terbuka dan terapeutik terhadap klien)
R : (terus menundukkan kepala saat bercerita)
P ; (menganggukkan kepala memperhatikan apa yang dibicaran klien. Mencoba memberikan sentuhan terapeutik agar klien tidak terus menerus berbicara sambil menundukkan kepala)
R : (Setelah selesai bercerita klien mulai menatap perawat, dan menunjukkan wajah yang cemas)
P : (tersenyum kepada klien) baik mas
R : (klien melihat dan merespon perawat)
P : tersenyum kemudian memegang pundak klien. Memberikan motivasi agar klien merasa terbuka terhadap orang lain dan memberi solusi kepada klien tentang apa yang dilakukannya itu salah. Setelah itu perawat memberikan asuhan keperawatan terapeutik yang tepat kepada klien
R : iya mas, (menatap muka perawat dan menanggapi atau merespon perkataan perawat)
Klien dapat terbuka dengan perawat dan Klien merasa terbuka dan berespon
P : bagaimana mas perasaannya sekarang?
R : agak mendingan mas,(tersenyum dan menganggukkan kepala)
P : alhamdulillah, bagaimana kalau besok pagi saya datang menjenguk mas?
R : boleh mas (menganggukkan kepala dan memperlihatkan gerak-gerik terhadap respon positif perawat)
P : memperlihatkan gerak gerik-gerik tanggapan positif yang diberikan klien untuk kontrak selanjutnya. Pasien merasa lebih terbuka dan senang terhadap asuhan keperawatan terapeutik yang diberikan. Baik mas besok saya akan kembali lagi. Assalamualaikum wr.wb (tersenyum dan berjabat tangan)
R : waalaikumsalam,(tersenyum dan mengulurkan tangan)
P : (tersenyum dan berjabat tangan. mengetahui respon klien positif. Perawat dapat malakukan asuhan keperawatan terpeutik selanjutnya)

"


89. Hesti Lutfia Arif

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi
Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan. Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan kesehatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Ada tiga macam catatan, yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien, dan resume.
Tujuan analisa proses interaksi adalah:
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/ mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan.
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan
Dalam analisa proses interaksi terdiri dari:
1. Komunikasi verbal dan nonverbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan data 4
5. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
Percakapan semu
1. Komunikasi verbal
P: Selamat siang bapak, boleh saya duduk bersama bapak di sini?
K: Siang, boleh
Komunikasi nonverbal
P: Memandang K dengan tersenyum
K: Tidak memandang P, ekspresi datar
Analisa berpusat pada perawat
P: Membuka percakapan dengan K dan berharap sapaan P diterima, dan direspon oleh K
P: Ketika K menjawab sapaan, P merasa senang karena sapaan dijawab oleh K walaupun tanpa ekspresi
Analisa berpusat pada klien
K: Merasa belum kenal, ragu dengan orang baru
K: Merasa ragu dengan orang baru
Rasional
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai percakapan sehingga terjalin rasa percaya.
2. Komunikasi verbal
P: Cuaca siang ini cukup bersahabat ya pak, tidak terlalu panas.
K: (Diam)
Komunikasi nonverbal
P: Melihat halaman, melirik K dengan sedikit tersenyum
K: Ikut melihat halaman, menoleh ke arah lain
Analisa berpusat pada perawat
P: Memulai percakapan dengan topik ringan sebelum menanyakan hal yang lebih jauh, mencoba menjalin rasa nyaman.
Analisa berpusat pada klien
K: Memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian terhadap P
Rasional: Topik ringan dapat memudahkan interaksi lebih lanjut, dan dapat meningkatkan rasa nyaman
3. Komunikasi verbal
P: Oh ya, bapak perkenalkan nama saya Hesti Lutfia Arif, mahasiswa keperawatan Universitas Airlangga
K: (Diam)
Komunikasi nonverbal
P: Memandang K sambil menjulurkan tangan untuk berjabatan dan tersenyum
K: Menoleh ke arah P tanpa ekspresi, menerima jabatan tangan P
Analisa berpusat pada perawat
P: Mengenalkan, dan menjelaskan diri, karena P merasa bahwa K perlu dijelaskan siapa dirinya
Analisa berpusat pada klien
K: Masih ragu-ragu dengan adanya orang baru
Rasional: Memperkenalkan diri dapat membangun rasa aman dan nyaman
4. Komunikasi verbal
P: Nama bapak siapa?
K: Ridho Putra Sanjaya
Komunikasi nonverbal
P: Masih menjabat tangan K, mendekatkan diri ke K, tersenyum
K: Menoleh ke P, menyebut nama, menarik tangan dan menundukkan kepala setelah memberi tahu namanya
Analisa berpusat pada perawat
P: Ingin mengetahui nama K
Analisa berpusat pada klien
K: Ragu-ragu dengan orang baru, merasa perkenalan hanya formalitas
Rasional: Mengenal nama pasien dapat mempermudah interaksi selanjutnya
5. Komunikasi verbal
P: Bapak bisa dipanggil siapa? Oh iya bapak asal mana?
K: Ridho, Salatiga, Jawa Tengah
Komunikasi nonverbal
P: Memandang K
K: Menoleh ke halaman
Analisa berpusat pada perawat
P: Berusaha membangun keakraban dan kenyamanan dengan topik sederhana, senang karena K memberi respon.
Analisa berpusat pada klien
K: bepikir dan mengingat, senang karena ingat daerah asalnya
Rasional: Nama panggilan merupakan nama akrab, daerah asal merupakan tempat dimana klien dapat mengingat masalalu yang dapat menggali ingatan klien, dengan topik yang sederhana dapat menjalin kedekatan dengan klien.
6. Komunikasi verbal
P: Wah, lumayan jauh juga ya pak dari sini. Sejak kapan bapak disini?
K: Iya. Sejak 3 tahun yang lalu
Komunikasi nonverbal
P: memandang K dengan tersenyum
K: Memandangi sekelilingnya
Analisa berpusat pada perawat
P: Mulai membangun keakraban, dan mengkaji data umum pasien, dan mengkaji daya ingat klien.
Analisa berpusat pada klien
K: Berusaha mengingat dan menjawab sekedarnya
Rasional: daya ingat pasien dapat dikaji dengan menanyakan data-data klien mengenai hal-hal sederhana
7. Komunikasi verbal
P: Pak Ridho apa ingat kenapa bapak dirawat disini?
K: Saya sakit saraf, mbak.
Komunikasi nonverbal
P: Menunjukkan ekspresi keseriusan
K: Menoleh ke arah P dan menepuk-nepuk kepalanya
Analisa berpusat pada perawat
P: Berhati-hati karena pertanyaan tersebut sangat spesifik dan takut menyinggung klien, lega karena klien merespon dengan baik.
K: Mengingat-ingat, menjawab ragu-ragu.
Rasional: Keluhan utama merupakan dasar pasien di RS Jiwa
8. Komunikasi verbal
P: Bapak Ridho sering mengamukkah?
Komunikasi nonverbal
P: Menunjukkan keseriusan
K: Menunduk
Analisa berpusat pada perawat
P: Berhati-hati karena pertanyaan tersebut sangat spesifik dan takut menyinggung klien
Analisa berpusat pada klien
K: Mengingat-ingat
Rasional: Halusinasi dapat terjadi kapan saja karena adanya stimulus tertentu.
9. Komunikasi verbal
K: Nggak, saya nggak sering mengamuk. Saya suka menyendiri dengan sahabat saya. Sahabat saya dulu pernah meninggal tapi entah kenapa dia hidup lagi. Itu dia orangnya lagi duduk dikursi depan itu!
P: (Diam)
Komunikasi nonverbal
P: Memperhatikan respon klien, terkaget
K: Menunjuk kursi kosong di halaman, tersenyum
Analisa berpusat pada perawat
P: Terdiam karena kaget dan belum menemukan pertanyaan yang lain untuk K
Analisa berpusat pada klien
K: Melihat sahabatnya, mencoba menunjukkan pada P
Rasional: Dengan diam therapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya
10. Komunikasi verbal
P: Pak Ridho, kegiatannya bapak disini sehari-hari ngapain aja?
Komunikasi nonverbal
P: Memandang K, tersenyum, memperhatikan respon K
K: menoleh ke P
Analisa berpusat pada perawat
P: mencoba mengalihkan perhatian K
Analisa berpusat pada klien
K: mengingat-ingat
Rasional: Pengalihan agar klien tidak memikirkan tentang sahabatnya
11. Komunikasi verbal
K: Mandi, makan, jalan-jalan keliling sini
P: (Diam)
Komunikasi nonverbal
K: Menoleh ke arah P
P: Memandang K, tersenyum
Analisa berpusat pada perawat
P: Merasa senang karena K tidak mengingat sahabatnya
Analisa berpusat pada klien
K: Klien terlihat senang
12. Komunikasi verbal
P: Wah senang sekali bisa berbincang-bincang ringan dengan bapak. Sekarang waktunya bapak untuk istirahat, setelah istirahat nanti ngobrol lagi ya bapak, berbagi cerita.
K: Boleh mbak
Komunikasi nonverbal
P: Memandang K, tersenyum
K: Memandang P
Analisa berpusat pada perawat
P: Memberikan reinforcement pada K, senang karena mau menentukan kontrak berikutnya
Analisa berpusat pada klien
K: Senang diberi reinforcement, ikut menentukan kontrak, setuju mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan
Rasional:kontrak berikutnya harus ditentukan dan harus mendapatkan persetujuan klien agar klien ingat terhadap kontrak
13. Komunikasi verbal
P: Terimakasih bapak Ridho atas kesediaannya berbincang dengan saya. Selamat siang.
K: Siang mbak.
Komunikasi nonverbal:
P: Mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan K, tersenyum
K: Menerima jabatan tangan P, tersenyum
Analisa berpusat pada perawat
P: Senang karena K mau berinteraksi dengannya
Analisa berpusat pada klien
K: menunjukkan rasa percaya pada P, menyambut salam P
Rasional: salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk mencegah rasa tidak percaya atau rasa tidak nyaman pada klien
Kesan perawat:
Fase awal yaitu fase perkenalan dapat dilaksanakan dengan baik. Klien cukup kooperatif, tidak agresif walaupun sering terganggu dengan halusinasinya. Data yang tergali adalah halusinasi lihat. Kontrak selanjutnya telah ditentukan dan pasien menerima kontrak tersebut. secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.
"


90. Dewita Pramesti

pada : 10 April 2017

"A. API (Analisa Proses Interaksi)
Analisa proses interaksi merupakan alat kerja yang dipakai perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dank lien.
Tujuan adanya API adalah : meningkatkan kemampuan mendengar, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat, membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
API terdiri dari :
1. Komunikasi verbal dan non verbal perawat dank lien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasiyang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan indentifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
5. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
Analisa Proses Interaksi (API)
• Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan
• Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien.
Ada 3 macam catatan :
a. Catatan perkembangan (proses keperawatan)
b. Catatan hubungan perawat-klien
c. Catatan resume
• Catatan hubungan P-K adalah interaksi yang terjadi selama perawat berhubung individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan.
•Catatan hubungan P-K secara verbal dapat berupa :
- Video tape; tape recording
- Catatan secara garis besar
- Catatan interaksi
• Analisa proses interaksi merupakan alat kerja yang dipakai perawat
Untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dank lien.
• Semua pasien dapat dilakukan API

B. Percakapan antara Perawat dank lien

1. Komunikasi Verbal
P : selamat siang pak !
K : selamat siang
P : saya ners dewita, mahasiswa dari S1keperawatan universitas Airlangga. Dengan bapak siapa ?
K : Nama saya deddy mbak
P : Oh namanya Deddy, biasanya dipanggil siapa pak?
K: biasanya dipanggil pak edi mbak
P: pak edy, bisakah kita bercerita-cerita sebentar. Kalau bapak tidak keberatan.
K: iya mbak perawat
P : kita mulai ceritanya ya pak, Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh pak edi
P: saya praktek di sini setiap hari selama 2 minggu dari jam 08.00 – 14.00. Saya akan bersama-sama dengan Kahar. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang pak edi rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya, Untuk itu saya sangat berharap Kahar mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah Kahar setuju ?
K : iya ners dewita
P : bagaimana perasaannya hari ini, apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak ?
K : Merasa baik-baik saja
P : Bisakah pak edi cerita, mulanya kenapa sampai pak edi dibawah ke rumah sakit ?
K : saya memukul orang karena saya merasa dapat bisikan dari orang lain untuk memukul dia
P : Baiklah mungkin Kahar mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Nanti besok kita lanjutkan pembicaraan kita sekitar jam 10.00 pagi, tentang mengapa sampai pak edi memukul orang ? Bagaimana apakah pak edi setuju ?
K : iya ners dewita
P : Bagus sekali, sudah mau berceritera dengan saya. Terimakasi selamat siang pak edi
K : selamat siang juga ners dewita
2. Komunikasi non verbal
P: Tetap tersenyum, memperhatikan K, dengan sikap terbuka.

K: Menatap ke arah P .

P: Tetap tersenyum, dan tetap mempertahankan kontak mata.

K: Ekspresi tersenyum pada perawat, kadang menundukkan kepala.

P: Menggunakan nada suara sedang tapi jelas
P: Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.

K: Nampak tersenyum dan menatap ke arah P

P: Berdiri di samping K sambil mengulur tangan dan salaman dengan K sebagai tanda perpisahan.

K: Membalas jabat tangan.
3. Analisa berfokus pada klien
a. Merasa terkejut disapa oleh P
b. Duduk agak ragu dan mencoba tidur lagi kemudian bangkit lagi
c. Klien duduk berhadapan kelihatan ragu dan curiga sambil menoleh kearah klien
d. Klien mau menuruti apa yang diminta perawat
e. Mau mendengar dengan serius dan memperhatikan
f. Mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.
g. Tidak merasa keberatan dengan permintaan P
h. Tampak K tidak keberatan dengan kontrak watu yang ditawarkan.

4. Analisa berfokus pada perawat
a. Merasa ragu apakah K mau menerima kehadiran P.
b. Merasa senang karena K mau menjawab salam.
c. Berharap dapat melanjutkan pembicaraan
d. Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P dan K mau menyebut namanya.
e. Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.
f. Berharap K mulai mau berinteraksi dengan Perawat.
g. Berharap K mau terbuka dan menceritakan masalahnya.
h. Berharap K mau menjawab pertanyaan P.
i. Merasa senang karena K setuju untuk kontrak petemuan berikutnya.
j. Tidak memaksakan diri untuk bertanya tentang masalah K dan mengalihkan pembicaraan.
k. Tidak memaksakan diri untuk bertanya tentang masalah K dan mengalihkan pembicaraan.
l. Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa istirahat.

5. Rasional
a. Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya.
b. Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.
c. Untuk menimbulkan kepercayaan bagi klien
d. Mengulangi apa yang diucapkan untuk memvalidasi atau menegaskan kembali.
e. Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan P mengadakan interkasi dengan K.
f. Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya
g. Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.
h. Pertantaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya
i. Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubunga n saling percaya,
j. Kontrak penting untuk melakukan interaksi selanjutnya.

"


91. Nopen Trijatmiko

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi
Analisa Proses Interaksi adalah suatu tindakan oleh perawat atau mahasiswa untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan klien.
Analisa Proses Interaksi perlu karena dapat meningkatkan kemampuan mendengar dan berkomunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat serta merencanakan tindakan selanjutnya.
Komponen API terdiri dari komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, analisa makna dan rasional dari komunikasi, evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4, dan rencana lanjutan tindakan keperawatan

Nama : Nn. N
Umur : 20 tahun
Status Interaksi ke: Ke-1
Lingkungan : Di ruang Mawar, duduk berhadapan. Suasana tenang dengan beberapa klien lain yang sedang bermain.
Deskripsi Klien : Klien mengenakan baju batik, rambut dikepang, dan tidak memakai sandal.
Tujuan Interaksi : Klien mampu membina hubungan saling percaya.
Tanggal : 1 April 2017
Pukul : 09.00 WIB
Ruang : R. Mawar

P : Perawat
N : Klien

P : Selamat pagi, mbak (Tersenyum dan menatap klien yang sedang duduk)
Klien menoleh dan tersenyum pada perawat
Analisa
Perawat : Mengharap klien mau mengawali perkenalan dengan perawat
Klien : Klien menyadari kehadiran perawat
Rasional : Dengan mengucapkan salam diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat

N : Pagi (Klien menjawab salam)
Perawat menatap klien dengan tersenyum
Analisa
Perawat : Perawat menghargai klien
Klien : Klien mengawali percakapan dengan membalas salam perawat
Rasional : Klien mau menjawab salam perawat menunjukkan klien mau mengawali pembicaraan dengan perawat.

P : Perkenalkan nama saya Nopen Trijatmiko, saya biasa dipanggil Nopen. Saya mahasiswa Kepearawatan Universitas Airlangga. Disini saya yang akan merawat mbak selama di rumah sakit ini, Nama Mbak siapa? (Sambil menatap klien dan tersenyum mengulurkan tangan untuk berjabat tangan)
Klien mengulurkan tangan sebagai wujud balasan terhadap ajakan perawat
Analisa
Perawat : Melakukan pendekatan secara fisik untuk membangkitkan keakraban dalam interaksi
Klien : Klien mau memulai perkenalan dengan perawat
Rasional : Dengan memperkenalkan diri pada klien diharapkan klien mau berkenalan dengan perawat

N : Niki Ardia (Klien menatap perawat dan melepaskan jabatan tangan)
Perawat menatap klien sambil tersenyum dan mendengarkan dengan kesungguhan
Analisa
Perawat : Menatap klien untuk tetap mempertahankan komunikasi dan meyakinkan klien bahwa perawat ingin membantu
Klien : Klien mau menerima perkenalan perawat
Rasional : Klien membuka diri untuk berkenalan atau klien mulai menerima hubungan dengan perawat

P : Mbak senang dipanggil dengan nama apa? (Menatap klien kemudian tersenyum)
Klien diam, menatap perawat
Analisa
Perawat : Memberikan perasaan nyaman pada klien
Klien : Memperhatikan pertanyaan perawat
Rasional : Dengan menanyakan panggilan kesukaan klien diharapkan klien akan merasa dihargai oleh perawat

N : Niki (Klien menatap perawat dan menyebutkan namanya dengan senang)
Perawat mendengarkan jawaban klien
Analisa
Perawat : Dengan mendengarkan klien akan mempertahankan hubungan yang sudah terbina
Klien : Klien mau membina hubungan saling percaya dengan perawat
Rasional : Klien percaya dengan perawat dengan mau menyebutkan panggilan kesenangan.

P : Bagaimana perasaan mbak Niki hai ini ? (Menatap mata klien dengan tersenyum)
Klien melihat perawat sambil menata duduknya
Analisa
Perawat : Menunjukkan perhatian pada klien
Klien : Menunjukkan adanya perhatian terhadap pertanyaan yang diajukan oleh perawat
Rasional : Memberikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya sehingga klien akan merasa diperhatikan oleh perawat

N : Baik. (Menatap perawat)
Perawat menatap klien sambil mengangukkan kepala
Analisa
Perawat : Menunjukkan perhatian pada klien
Klien : Klien mau mengungkapkan perasaannya pada perawat
Rasional : Klien mau mengungkapkan perasaannya pada perawat

P : Bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang untuk lebih saling mengenal. (Menatap klien)
Klien menatap perawat
Analisa
Perawat : Meminta persetujuan klien
Klien : Memperhatikan pertanyaan perawat
Rasional : Memberikan kesempatan pada klien untuk memutuskan tindakan

N : Boleh (Klien menatap perawat dan menganggukkan kepala)
Perawat menatap klien, menunggu jawaban klien
Analisa
Perawat : Meyakinkan klien bahwa keputusan klien diharapkan oleh perawat
Klien : Klien memberikan persetujuan pada perawat
Rasional Pernyataan persetujuan dari klien akan memudahkan klien dan perawat untuk lebih saling mengenal

P : Berapa lama kita akan berbincang-bincang. Bagaimana kalau 10 menit? Dimana tempat yang menurut mbak cocok? Bagaimana kalau diruang tamu? Setuju ? (Menatap klien sambil tangan menunjuk ruang tamu)
Klien melihat ke arah yang ditunjuk oleh perawat kemudian menatap perawat lagi
Analisa
Perawat : Menunjukkan tempat yang akan digunakan untuk berbincang-bincang
Klien : Menunjukkan perhatian pada perawat
Rasional : Dengan meminta persetujuan klien untuk memilih tempat akan membuat klien merasa nyaman dan lebih leluasa dalam berinteraksi dengan perawat

N : Ya (Klien berjalan kearah ruang tamu)
Perawat membimbing klien dan mengikuti klien kearah ruang tamu
Analisa
Perawat : Mendampingi klien selama interaksi
Klien : Menunjukkan kesediaan berinteraksi dengan perawat dan menerima keberadaan perawat
Rasional : Dengan tanggapan yang baik dari klien menunjukkan klien percaya dengan perawat

P : Kalau boleh saya tahu mbak T rumahnya mana? Dan Mengapa Mbak T sampai dibawa kemari (Menatap klien dan tersenyum)
Klien menatap perawat dan sambil membetulkan tempat duduk
Analisa
Perawat :Menunjukkan perhatian pada klien
Klien :Memperhatikan pertanyaan perawat
Rasional : Dengan menanyakan penyebab klien dibawa ke rumah sakit akan membantu perawat dalam merawat klien

N : Saya tidak bisa tidur, mendengar suara-suara setiap malam (Menatap perawat)
Perawat mendengarkan penjelasan klien
Analisa
Perawat : Menunjukkan perhatian pada klien
Klien : Menunjukkan keterbukaan pada perawat
Rasional : Jawaban klien menunjukkan bahwa klien merasakan kalau keadaannya perlu perawatan di rumah sakit

P : Apakah Mbak Niki tahu sekarang berada dimana? Siapa yang membawa Mbak Niki kemari? Dan sejak kapan Mak T disini ? (Menatap klien)
Klien Melihat sekeliling kemudian menatap perawat lagi
Analisa
Perawat : Mempertahankan kontak dengan klien
Klien : Klien memastikan keberadaannya
Rasional : Mengarahkan klien terhadap orientasi tempat dan waktu

N : Di rumah sakit. Kalau tidak salah yang membawa bapak dan ibu. Hari Jumat (Klien menjawab sambil menatap perawat dan tampak mengingat sesuatu)
Perawat Mendengarkan jawaban klien dan menganggukkan kepala
Analisa
Perawat : Menunjukkan perhatian pada klien
Klien : Klien beusaha mengingat peristiwa yang dialaminya
Rasional :Klien orientasi terhadap tempat, waktu

P : Saya senang sekali Mbak Niki mau berkenalan dengan saya. Bagaimana perasaan Mbak Niki setelah kita berbincang-bincang selama kurang lebih 10 menit (Menatap klien dan tersenyum pada klien sambil melihat jam)
Klien mendengarkan ucapan perawat, menatap perawat
Analisa
Perawat : Menunjukkan rasa senang setelah berinteraksi dengan klien dan meyakinkan bahwa waktu yang telah disepakati telah berakhir
Klien : Menunjukkan perhatian pada perawat
Rasional : Mengetahui perasaan klien setelah berbincang-bincang membantu perawat untuk mengadakan kontrak selanjutnya dengan klien

N : Senang sekali (Menatap perawat dan tersenyum)
Perawat tersenyum pada klien
Analisa
Perawat : Menunjukkan perhatian pada klien dan rasa senang setelah berinteraksi dengan klien
Klien : Menunjukkan rasa senang setelah berinteraksi dengan perawat
Rasional : Ungkapan rasa senang klien akan semakin membuat klien percaya pada perawat

P : Mbak Niki tadi mengatakan kalau Mbak Niki mendengar suara-suara. Bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang lagi tentang suara-suara yang Mbak Niki dengar? Waktu dan tempat sama disini. Setuju ? (Menatap klien dan berbicara dengan pelan dan jelas)
Klien menatap perawat
Analisa
Perawat : Pertanyaan yang disampaikan akan lebih mudah diterima oleh klien
Klien : Klien memperhatikan pertanyaan perawat
Rasional : Kontrak dengan klien akan meningkatkan kepercayaan klien pada perawat

N : Ya (Menatap perawat dan menganggukan kepala)
Perawat menatap klien dan bernafas lega
Analisa
Perawat : Menunjukkan rasa lega karena klien mau berbincang-bincang lagi dengan perawat
Klien : Klien setuju dengan kontrak yang diajukan oleh perawat
Rasional : Persetujuan yang telah disampaikan klien akan memudahkan perawat dalam berinteraksi dengan klien

P : Terima kasih karena Mbak Niki sudah mau berbincang-bincang dengan saya. Sampai bertemu besok pagi. Mbak Niki mau tidur? (Menatap klien sambil menjabat tangan klien)
Klien membalas jabatan tangan perawat dan menatap perawat
Analisa
Perawat : Mengakhiri pembicaraan dengan bersahabat
Klien : Menunjukkan perhatian pada perawat
Rasional : Ucapan terima kasih pada klien akan meningkatkan kepercayaan klien pada perawat

N : Ya (Menatap kepergian perawat dan menuju kamar mau tidur)
Perawat meninggalkan klien sambil melambaikan tangan
Analisa
Perawat : Mengucapkan selamat tinggal pada klien
Klien : Klien menerima perpisahan dengan perawat
Rasional : Jawaban klien menunjukkan keterbukaan klien pada perawat
"


92. Dyah Rohmatussolichah

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) adalah suatu cara yang digunakan oleh perawat terutama mahasiswa untuk memahami interaksi antara perawat dengan klien .
API diperlukan untuk mencapai tujuan – tujuan diantaranya yaitu :
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat terutama mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan
Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat-klien dan catatan resume. Catatan hubungan perawat dengan klien adalah interaksi yang terjadi selama perawat berhubung individual klien atau kelompok klien pada terapi modalitas keperawatan.
Catatan hubungan perawat dengan klien secara verbal dapat berupa video tape; tape recording, catatan secara garis besar dan catatan interaksi.
Komponen API terdiri atas :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4 (Orientasi-Terminasi)
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
Contoh :
Inisial Klien : Nn. S
Usia : 21 tahun
Pukul : 16.20
Status Interaksi: Pertemuan ke-1
Lingkungan :
Kondisi lingkungan di sekitar klien tidak terlalu ramai dan mengganggu. Posisi interaksi perawat dan klien yaitu berada di taman Rumah Sakit.
Deskripsi klien :
Klien meunjukkan wajah yang lemas dan murung, terdapat lingkaran hitam di sekitar matanya. Baju klien terlihat kusut dan rambut tidak disisir. Klien menggunakan kursi roda karena tidak mampu menggunakan kakinya untuk berjalan normal.
Tujuan :
1. Klien mempunyai semangat lagi.
2. Klien mampu memperbaiki kualitas dirinya dan tidak rendah diri
Contoh percakapan :
Komunikasi verbal :
P : Selamat sore Mbak, saya Ns. Dyah, boleh minta waktunya sebentar? Kalo boleh tau dengan mbak siapa ya ini?
K : Selamat sore Sus. Saya Nn. S
Komunikasi non verbal :
P : Tersenyum saat memandang klien
K : Wajah datar terlihat ekspresi tidak tertarik.
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat membuka percakapan dan ingin memberikan kesan yang baik saat bertemu dengan klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan respon negative saat diajak komunikasi oleh perawat
Rasional :
Ucapan selamat pagi, atau sapaan apapun, menujukkan rasa ramah dan menghargai antara sesama.

Komunikasi Verbal :
P : Saya perawat yang nantinya akan merawat mbak disini, ngomong-ngomong bagaimana kabarnya mbak? Apa sudah mendingan?
K : Ya beginilah sus, seperti yang bisa anda lihat
Komunikasi Non Verbal :
P : Perawat terus tersenyum, berusaha menggunakan intonasi yang baik dan lembut
K : Klien nampak sedih, tidak bersemangat, dan terus memandangi kaki kanannya yang telah diamputasi.
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa canggung karena merasa klien terganggu dengan kehadirannya
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien merespon dengan singkat pertanyaan perawat
Rasional :
Bertanya kabar menunjukkan sikap peduli kepada orang lain.

Komunikasi Verbal :
P : Kalau mbak ingin bercerita apa saja, saya selalu disini untuk menjadi teman cerita.
K : Suster nggak akan ngerti rasanya
Komunikasi Non Verbal :
P : Masih tersenyum dan memandang klien dengan penuh arti.
K : Melihat perawat sambil tersenyum kecut.
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha agar klien mau menceritakan masalah yang dialaminya.
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien meremehkan perawat karena berfikir tidak akan ada satupun orang yang dapat merasakan kesedihannya
Rasional :
Untuk menggali semua kesedihan yang dirasakan klien

Komunikasi Verbal :
P : Saya dengar mbak S ini mahasiswa universitas negeri yang terkenal itu ya? Mahasiswa yang selalu dapat IP cumlaude dan merangkap jadi atlet renang nasional?
K : Kok suster bisa tau?
Komunikasi Non Verbal :
P : Perawat memandang klien
K : Ekspresi klien bingung dan heran
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat masih berusaha untuk menggali perasaan klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai terbuka kepada perawat
Rasional :
Untuk menggali semua apa yang dirasakan oleh klien

Komunikasi Verbal :
P : Dari keluarga dan temen-temen mbak. Mereka terlihat sangat khawatir, mereka mencemaskan kondisi mbak dan juga menunggu saat mbak menjalani operasi kemarin.
K : Iya, mereka adalah semangat hidup saya selama ini. Mereka yang membuat saya semangat hingga akhirnya dapat meraih medali emas di olimpiade renang tahun lalu. Saya sangat sedih, kecelakaan itu merebut satu kaki saya. Saya sudah tidak tahu bagaimana nanti masa depan saya jadinya. Saya kehilangan mimpi-mimpi yang sudah saya rajut sekian lama.
Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien dengan penuh rasa empati
K : Klien menatap lurus kearah depan, bulir air matanya mulai jatuh satu-persatu
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mendengarkan klien dengan baik
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai terbuka dengan perawat
Rasional :
Menjadi pendengar yang baik, menjadi salah satu pereda cemas atau apapun yang mengganggu hati yang bercerita.

Komunikasi Verbal :
P : Saya tahu ini tidak akan mudah. Tapi mbak harus percaya, Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Tuhan memberikan cobaan ini karena Tuhan tahu mbak orang yang kuat. Dan pasti Tuhan punya rencana dibalik setiap peristiwa yang mbak alami.
K : Jika mengingat bagaimana usaha saya sampai bisa meraih predikat atlet nasional, bagaimana kerasnya saya berlatih setiap hari, dan melihat kenyataan sekarang sudah jauh berbeda, bahkan untuk berjalan saja saya tidak bisa. Rasanya saya nggak kuat sus. Sepertinya tidak ada sakit hati yang melebihi sakit hati saya saat ini.
Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien dengan penuh empati
K : Intonsi bicara agak meninggi dan isakan tangisnya semakin menjadi-jadi.
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat masih menjadi pendengar yang baik
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mencurahkan semua kesedihan yang dirasakannya
Rasional :
Mencoba menguatkan hati klien dengan menghubungkan peristiwa dengan ketentuan yang sudah digariskan Tuhan.

Komunikasi Verbal :
P : Mbak, saya yakin mbak ini adalah wanita cerdas, karena tidak mudah menjadi mahasiswa di kampus mbak, apalagi mbak ini selalu mendapat predikat cumlaude. InsyaAllah mbak masih bisa berprestasi di jalan yang lain. Apalagi mbak ini masih muda, banyak jalan menuju Roma
K : Iya sih sus…
Komunikasi Non Verbal :
P : Perawat fokus memandang klien sambil menunduk lalu mengelus bahu pasien
K : Memandang perawat sambil mengusap air matanya dengan tangan
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha meyakinkan bahwa klien adalah pribadi yang berharga serta memberikan solusi
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mencoba untuk menerima ucapan perawat
Rasional :
Menciptakan suasana yang lebih komunikatif dengan memegang bahu klien menjadikan klien merasa semakin lebih baik dan merasa ada yang mendengarkan

Komunikasi Verbal :
P : Bagaimana? Sudah merasa lebih baik?
K : Lumayan lah daripada tadi. Tapi saya bingung sus harus memulai lagi kehidupan saya darimana.
Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien sambil tersenyum
K : Menatap perawat dengan tatapan bingung
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mengevaluasi perasaan klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien semakin bersemangat untuk memulai kehidupannya lagi
Rasional :
Kemampuan klien untuk bertanya mengenai solusi menunjukkan perkembangan diri klien yang lebih baik

Komunikasi Verbal :
P : Memulai? Memang apanya yang berakhir? Tidak ada yang berakhir mbak. Mbak tetaplah mbak yang cerdas dan berprestasi. Tetap menjadi orang yang disayang oleh keluarga dan teman-teman mbak. Semuanya menunggu mbak kembali ke kampus, menjadi pribadi yang ceria dan penuh tawa lalu merajut impian-impian lainnya.
K : Suster benar. Saya nggak boleh kalah sama keadaan. Saya akan berjuang sus. Saya akan belajar jadi orang yang lebih ikhlas dan memandang kehidupan sebagai teman, bukan lawan
Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien
K : Memandang perawat dengan penuh semangat, lalu tersenyum
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat memberikan solusi terbaik untuk klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien memberikan umpan balik positif pada perawat
Rasional :
Solusi yang baik, memberikan klien perasaan lega

Komunikasi Verbal :
P : Saya yakin, mbak pasti bisa. Sudah hampir maghrib, ayo saya antar ke kamar
K : Iya sus, terima kasih banyak ya
Komunikasi Non Verbal :
P : Tersenyum kepada klien. Mengambil alih kursi roda klien lalu mengantar klien kembali ke kamar
K : Tersenyum kepada perawat
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa puas dan lega dengan respon klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien terlihat lega, bersemangat, dan lebih baik.
Rasional :
Tahap akhir merupakan tahap dimana sikap klien jauh lebih baik dan tidak merasa rendah diri dengan kondisi kesehatannya saat ini.
"


93. Nyuasthi Genta Satriyaningarum

pada : 10 April 2017

"A. Konsep Analisa Proses Interaksi (API) merupakan sebuah alat kerja yang digunakan perawat untuk dapat memahami interaksinya dengan klien. Dalam prosesnya membutuhkan pencatatan dan pelaporan yang digunakan sebagai alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan lainnya. Dalam hal ini aspek paling penting yang harus ada pada pencatatan khususnya bidang keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal antara perawat dengan klien, baik mulai dari catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat dengan klien serta catatan resume. Tujuan diadakannya analisa proses interaksi ini diantaranya:
- Untuk meningkatkan kemampuan mendengar
- Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi
- Untuk menjadi alat pengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan klien
- Untuk meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan dari klien
- Untuk membantu serta memudahkan perawat dalam merencanakan tindakan keperawatan.
Di dalam menjalankan analisa proses interaksi (API) ada beberapa komponen yang diperhatikan diantaranya:
- Adanya komunikasi baik verbal maupun non verbal
- Adanya analisa dan identifikasi perasaan dari perawat serta komunikasi yang dapat dilakukan perawat
- Adanya analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi serta komunikasi klien
- Adanya analisa makna dan rasional dari komunikasi yang dilakukan antara perawat dan klien
- Memiliki kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi yang terjadi
- Adanya rencana lanjutan tindakan keperawatan
Di dalam menuliskan percakapan semu antara perawat dengan klien pada API, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:
- Initial klien
- Status interaksi : Menunjukkan urutan pertemuan, dan fase berhubungan antara perawat dengan klien
- Lingkungan : Menunjukkan tempat interaksi, situasi tempatnya serta posisi perawat dengan klien
- Deskripsi klien : Menunjukkan penampilan umum klien
- Tujuan : Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai yaitu, dalam interaksi selama 20 – 30 menit, berpusat pada klien, dan terkait proses keperawatan klien.
- Komunikasi verbal : Ucapan verbal antara perawat dengan klien
- Komunikasi non verbal
- Analisa berpusat pada perawat, berhubungan dengan komponen sebagai berikut:
1. Perasaan sendiri
2. Tingkah laku non verbal
3. Isi pembicaraan
4. Tujuan interaksi
- Analisa berpusat pada klien
1. Tingkah laku non verbal
2. Isi pembicaraan
3. Perasaan klien
4. Kebutuhan klien
- Rasional : Intervensi lain yang mendiskusikan tingkah laku klien dalam rangka teori psikodinamika, teori adaptasi, setiap sumber teori yg psikodinamika, teori adaptasi, setiap sumber teori yg dikenal. Selain itu juga teori komunikasi, teori interpersonal, teori perawatan psikiatri.

B. Percakapan Semua antara Perawat dengan Klien tentang Defisit Perawatan DIri
Nama Ners : Nyuasthi Genta S.
Tanggal : 09 April 2017
Waktu : 15.00 – 15.30 WIB (30 menit)
Tempat : Ruang Alamanda RSUD Nganjuk
Inisial Klien : Ny. G
Interaksi ke : I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Dalam ruangan perawatan, suasana tenang, perawat duduk disamping klien sambil berhadapan.
Deskripsi Klien : Rambut klien berantakan, kuku dari klien tampak kehitaman dan panjang, pakaian kurang rapi, tercium bau tidak sedap dari tubuh klien, terkadang klien menatap perawat namun juga terkadang menunduk kebawah.
Tujuan Komunikasi : Klien dapat mengenali perawat, serta dapat lebih terbuka untuk menyatakan permasalahan yang dialami.
1. Komunikasi Verbal
Ns. N : Selamat sore Ibu? Bolehkah saya duduk disamping Ibu?
Ny. G : Iya sore, silahkan
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Memandang Ny. G, sambil tersenyum dan tangannya mengarah ke samping tempat tidur klien.
Ny. G : Menunduk, ekspresi wajah datar.
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N ingin memulai pembicaraan dengan klien, dan ingin melihat respon dari klien terhadap pendekatannya.
Analisa berpusat pada Klien
Ny. G masih memberikan kesan ragu karena baru bertemu dengan perawat tersebut.
Rasional
Dengan diawali salam merupakan pembukaan yang baik dan dapat memberikan kesan yang baik dalam menjalin hubungan saling percaya
2. Komunikasi Verbal
Ns. N : Iya Ibu, perkenalkan nama saya Ners Nyuasthi dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Dan kebetulan saya yang dinas pada shift hari ini.
Ny. G : Oh
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Memandang Ny. G sambil tersenyum dan menjulurkan tangannya ke klien
Ny. G : Menjulurkan tangannya kepada perawat, dengan ekspresi tersenyum paksa, kemudian menunduk
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N memulai memperkenalkan siapa dirinya kepada Ny.G
Analisa Berpusat pada Klien
Ny. G mulai memberikan sedikit respon kepada Ns.N walaupun masih ada sedikit keraguan darinya.
Rasional
Dengan adanya perkenalan maka akan lebih mudah dan sangat membantu untuk menjalin hubungan rasa percaya diantara perawat dan klien.
3. Komunikasi Verbal
Ns. N : Ini dengan Ibu siapa?
Ny. G : Oh saya Ibu.G
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Memandang Ny. G, sambil tersenyum dan tangan perawat masih berjabat tangan dengan klien
Ny. G : Memandang perawat, dan tersenyum serta tangannya masih berjabat tangan dengan perawat
Analis Berpusat pada Perawat
Ns. N ingin mencoba mengenali klien
Analisa Berpusat pada Klien
Ny.G sudah mulai nyaman dengan kedatangan Ns. N dan memberikan respon yang signifikan
Rasional
Dengan adanya kesediaan memperkenalkan dirinya maka juga menunjukkan kesediaannya untuk menjalin hubungan kepercayaan antara klien dengan perawat
4. Komunikasi Verbal
Ns. N : Ibu disini dirawat karena sakit apa?
Ny. G : Saya 3 hari yang lalu kecelakaan sus, jatuh dari motor, dan pada waktu itu saya harus ditransfusi.Dari dokternya disarankan untuk saya beberapa hari berada di rumah sakit.
Komunikasi Non Verbal
Ns.N : Memandang Ny.G, sambil tersenyum dan penuh perhatian
Ny.G : Memandang Ns. N, dan menggerakkan tangannya sambil bercerita dan ekspresinya serius.
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N ingin mengetahui penyebab dari Ny.G rawat inap sekaligus ingin mengetahui penyebab dari deskripsi klien yang kurang baik
Analisa Berpusat pada Klien
Ny. G mulai bercerita dan percaya terhadap Ns.N
Rasional
Dengan adanya respon yang bagus dari klien maka merupakan kesedian dalam menerima hubungan saling percaya antara perawat dan klien, selain itu juga untuk menilai kemampuan ingatan.
5. Komunikasi Verbal
Ns. N : Oh begitu ya Bu, apakah Ibu sudah berkeluarga?
Ny. G : Sudah sus, saya juga sudah memiliki 2 orang anak
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Sambil memandang Ny. G dan tersenyum kepadanya
Ny. G : Sedikit menunduk, dan tampak sedih seketika.
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N ingin menggali informasi atau data dari klien
Analisa Berpusat pada Klien
Ny. G mulai membayangkan keadaan keluarganya
Rasional
Dengan adanya komunikasi dan mulai keterbukaan dari klien kepada perawat maka hubungan saling percaya semakin kuat.
6. Komunikasi Verbal
Ns. N : Lalu apakah anak ataupun keluarga lainnya jarang yang kesini?
Ny. G : Ya beginilah sus, suami saya ada tugas di luar kota yang tidak bisa ditinggalkan, dan anak saya yang sering kesini hanya yang nomor 2 karena dekat dengan rumahnya. Tapi dia kesininya hanya malam hari selesai kerja sedangkan anak saya yang nomor 1 dia tinggal di luar kota. Dan saya juga tidak mau merepotkan orang lain karena saya kira sakit saya ini tidak terlalu serius.
Ns. N : -
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Memandang Ny. G sambil tersenyum dan sambil memberikan sentuhan terapeutik kepada klien (memegang tangan klien)
Ny. G : Menunduk, bicaranya lirih dan ekspresi sedih
Ns. N : Hanya diam, memandang Ny. G dengan rasa empati
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N ingin menggali informasi atau data dari klien
Analisa Berpusat pada Klien
Ny. G mulai menjelaskan secara keseluruhan mengenai keluarganya
Rasional
Dengan lebih mengeksplor maka akan mendapatkan banyak informasi dari klien
7. Komunikasi Verbal
Ns. N : Sehari ini tadi apa saja yang ibu lakukan di kamar?
Ny. G : Hanya tiduran saja sus, sambil nonton TV. Karena saya bingung mau berbuat apa.
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Memandang Ny.G, sambil tersenyum
Ny. G : Memandang Ns. N, sambil menggaruk kepala
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N ingin mengetahui atau menggali informasi mengenai aktivitas yang dilakukan klien pada saat masa perawatan
Analisa Berpusat pada Klien
Ny. G menceritakan kebingungannya selama ada di ruang perawatan
Rasional
Dengan menggunakan teknik eksplorasi pertanyaan maka seluruh informasi yang diinginkan dari perawat menjadi semakin terpenuhi
8. Komunikasi Verbal
Ns. N : Berarti seharian tadi ibu tidak mandi?
Ny. G: Iya sus, sebenarnya saya jarang mandi, saya ini juga tidak suka kalau hanya diseka.Ditambah kalau anak saya pulang malam, dan terlihat capek, terkadang minta untuk membantu mandi tidak tega.
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Memandang Ny.G, sambil tersenyum
Ny. G : Sedikit menunduk, bicaranya lirih, menggunakan gerakan tangan dalam menginfokanceritanya dan sering menggaruk kepalanya
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N ingin memulai mencari permasalahan yang ada pada klien
Analisa Berpusat pada Klien
Ny.G menceritakan apa yang dialami dia selama ada di rumah sakit
Rasional
Dengan menggunakan teknik eksplorasi pertanyaan maka seluruh informasi yang diinginkan dari perawat menjadi semakin terpenuhi
9. Komunikasi Verbal
Ns. N : Gak boleh begitu, Ibu G harus mandi, paling gak diseka biar ibu tampak lebih segar. Nanti kalau memang butuh bantuan bisa panggil saya.
Ny. G : Baiklah sus, nanti saya akan bilang sama anak saya. Karena kebetulan juga anak saya pulang kerja sore
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Memandang Ny.G sambil tersenyum, dan memegang tangannya dengan nyaman
Ny. G : Memandang Ns. N sambil tersenyum dan sedikit sambil berpikir
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N ingin menunjukkan rasa simpati kepada klien
Analisa Berpusat pada Klien
Ny. G menuruti perkataan dari perawatnya dan merasa bahagia karena perhatian perawat
10. Komunikasi Verbal
Ns. N : Wah, nggak terasa ya bu sudah 20 menit kita ngobrol, nanti kapan-kapan kita ngobrol lagi ya.
Ny.G : Iya sus, sering – sering ya suster main ke kamar saya, biar saya tidak kesepian juga
Ns. N : Iya bu, saya juga doakan biar Bu. G segera keluar dari RS
Ny. G : Makasih sus
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Memandang Ny. G sambil tersenyum dan memegang tangan klien
Ny.G : Memandang Ns.N sambil tersenyum dan memegang tangan perawat
Ns. N : Memandang Ny. G sambil tersenyum
Ny. G : Memandang Ns.N sambil tersenyum dan tampak bersemangat
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N ingin mengakhiri fase 1 karena sudah memiliki data atau informasi dari klien
Analisa Berpusat pada Klien
Ny.G sangat memperhatikan Ns.N
11. Komunikasi Verbal
Ns. N : Baik kalau begitu saya permisi dahulu ya bu, selamat sore!
Ny. G : sore
Komunikasi Non Verbal
Ns. N : Memandang Ny.G sambil tersenyum dan berjabat tangan
Ny. G : Memandang Ns. N , sambil tersenyum dan berjabat tangan
Analisa Berpusat pada Perawat
Ns. N menutup fase 1 dan merasa senang pertemuannya dengan Ny.G
Analisa Berpusat pada Klien
Ny. G menunjukkan kepercayaan pada Ns.N dan menjawab salam yang diberikan Ns. N
Rasional
Salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk mencegah turunnya kepercayaan klien pada perawat
Kesan perawat : Dari fase awal yaitu fase perkenalan sudah dilakukan sangat baik, karena adanya respon yang sangat baik dari klien. Dan dirasa sudah terjalin bubungan saling percaya antara klien dengan perawat. Hal ini dilihat dari adanya data atau informasi yang diterima perawat mengenai kurangnya perawatan diri klien serta kurangnya perhatian dari keluarga sekitarnya. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.
"


94. Fitria Kusnawati

pada : 10 April 2017

"Pengertian
Analisa proses interaksi (API) merupakan media atau cara yang dipakai perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien.

Tujuan API
1. Meningkatkan kemampuan mendengarkan ungkapan klien
2. Meningkatkan kemampuan komunikasi
3. Alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan klien
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah adaptasi pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan yang tepat dilakukan
Komponen API :
1. Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien
2. Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3. Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4. Analisa makna dan rasional dari komunikasi
5. Kesan atau evaluasi terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4
6. Rencana lanjutan tindakan keperawatan
Sumber:
http://wir-nursing.blogspot.co.id/2013/01/analisa-proses-interaksi-api.html

Analisis Proses Interaksi
Inisial klien : Nn. LM
Tujuan Interaksi : Percakapan untuk meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri klien
Usia : 23 Tahun
Waktu Interaksi : 09.00 WIB
Interaksi ke : 1 (10 April 2015)
Ruang : Kartini
No.RM : 1005475
Lingkungan : Halaman Rumah Sakit dengan keadaan nyaman dan santai
Deskripsi Klien : Klien mengenakan baju dengan bersih, rapid an duduk sendiri terdiam di bangku taman
Komunikasi Verbal
P: Selamat pagi mbak, perkenalkan saya Ners Fitri, saya bicara dengan mbak siapa?
K: Pagi mbak, nama saya LM
P: Bisa dipanggil siapa mbak?
K: M saja mbak
P: Mbak sedang apa disini sendirian disini? Apa mbak sedang merasakan sesuatu?
K: Tidak mbak, saya baik.
P: Kalau begitu apa ada sesuatu yang mbak pikirkan?
K: Sebenarnya ada
P: Bagaimana kalau kita bercakap-cakap sebentar, saya siap mendengarkan apa saja yang ingin mbak sampaikan, kebetulan pagi ini saya bertugas untuk merawat ddan menemani mbak.
K: Iya mbak, boleh
P: Jadi,apa yang ingin mbak sampaikan?
K: saya merasa seperti tidak ada satupun orang yang mau mendekati saya. Saya merasa telah menjadi biang masalah baik di keluarga maupun teman-teman saya.
P: apakah akhir-akhir ini mbak juga kesulitan untuk berfokus pada hal-hal yang ingin mbak lakukan?
K: Iya mbak, benar. Saya merasa tiap hal yang saya lakukan selalu salah di mata orang lain, jadi saya tidak bisa untuk berfokus.
P: Sekarang gini, coba mbak pikirkan. Bagaimana orang-orang di sekeliling mbak ini turut andil dalam proses mbak menuju dewasa. Sampai saat ini, mbak adalah wanita yang kuat dan berharga, mbak adalah diri mbak sendiri dengan segala keistimewaan yang mbak miliki.
K: iya mbak, saya akan mencoba untuk berpikiran seperti itu, tapi saya takut untuk mencoba, saya takut salah dan saya takut menjadi orang yang dipandang tidak berguna.
P: Mbak, setiap kejadian itu butuh proses dan salah merupakan bagian dari proses itu. Tidak ada satupun manusia yang sempurna. Jangan perdulikan apa yang orang lain katakan selama mbak menjadi diri sendiri, lakukan apa saja yang menurut mbak baik dan itu bermanfaat bagi orang lain.
K: Baik mbak, terima kasih
P: Bagaimana perasaan mbak sekarang?
K: Alhamdulillah, perasaan saya sudah lebih baik dan lebih bersemangat.
P: Syukurlah kalau begitu, mbak nanti sore kita ketemu lagi ya untuk berbincang-bincang seperti ini lagi. mbak mau kita bertemu dimana?
K: Iya mbak, disini lagi boleh
P: Baiklah kalau begitu, sampai nanti yaa
K: Iya mbak, sekali lagi terima kasih banyak
Komunikasi Non Verbal
P: Berbicara seraya memandang klien dan tersenyum
K: Pandangan tidak fokus pada lawan bicara, menjawab sambil tersenyum
P: Bercakap santai sambil tersenyum
K: menjawab dengan canggung, masih belum membuka diri
P: Memandang klien seraya menggali informasi tentang klien
K: Klien terlihat berpikir dan mulai membuka diri
P: Memandang klien dengan lembut dan mencoba membujuk klien
K: Memandang perawat, bersedia untuk bercerita
P: bercakap sambil memandang klien dengan intens
K: mengingat hal yang pernah terjadi, sesekali mengalihkan pandangan
P: bertanya sambil memandang klien
K: mengangguk lalu menunduk
P: memandang klien seraya memberikan motivasi kepada klien
K: tatapannya sayu dan mata klien terlihat berkaca-kaca
P: Memandang seraya memberikan semangat kepada klien
K: memandang perawat seraya mendengarkan perawat
P: suara jelas, tetap tersenyum dan sikap terbuka
K: wajah klien terlihat rileks
P: Memperhatikan klien
K: mendengarkan kata-kata perawat
P: memandang klien dan berbicara dengan sopan
K: menganggukkan kepala
Analisis Berpusat Pada Klien
P: berusaha membuka percakapan dengan klien
P: berusaha membujuk karena klien sedikit ragu membuka diri
P: merasa senang karena klien memberikan respon positif
P: Ingin menggali informasi mengenai apa yang dirasakan klien
P: ingin menggali informasi mengenai apa yang dipikirkan klien
P: perawat memberikan motivasi untuk klien
P: perawat memberikan semangat agar klien percaya diri
P: perawat mendengarkan keluh kesah klien
P: perawat menyimak ungkapan klien dengan seksama
P: perawat mengevaluasi perasaan klien
P: perawat membuat kontrak pertemuan dengan klien
P: perawat merasa senang dan puas dengan interaksi yang telah dilakukan
Analisis Berpusat Pada Perawat
K: memberikan tanggapan positif atas kehadiran perawat
K: memberikan tanggapan positif pada awal perbincangan
K: klien mendengarkan pertanyaan perawat dengan serius
K: klien tampak belum terbiasa membuka diri dengan perawat
K: klien tampak mulai bisa membuka diri dengan perawat
K: klien tampak ingin menceritakan apa yang sedang dirasakannya
K: klien mencoba memahami pertanyaan perawat
K: klien dengan jelas mengungkapkan apa yang dirasakannya
K: klien berusaha terbuka hingga terbawa suasana
K: klien mendengarkan dengan seksama penjelasan perawat
K: klien setuju dengan kontrak yang ditawarkan perawat
K: klien tampak senang dan raut wajahnya lebih rileks dari sebelumnya.
Rasional
1.Ucapan salam perawat kepada klien menunjukkan penghargaan perawat kepada klien. Penghargaan kepada orang lainmerupakan modal awal seseorang dapat membuka diri dengan orang lain.
2.Perawat mencoba menggali kondisi klien dengan pertanyaan terbuka, memberi kesempatan klien untuk mengeksplorasikan apa yang dirasakan klien
3.Untuk mendapatkan persetujuan dari klien atas perbincangan yang dilakukan
4.Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan untuk mengidentifikasi masalah utama klien
5.Penjelasan dari klien menunjukkan proses kognitif yang masih baik
6.Memberikan motivasi kepada klien dengan tujuan meningkatkan harga diri klien
7.Memberikan semangat kepada klien dengan tujuan meningktakan rasa percaya diri klien
8.Evaluasi subjektif membantu perawat untuk mengevaluasi hasil proses penyelesaian masalah
9.Menyepakati kontrak merupakan bentuk penghargaan kepada klien, hal ini dapat meningkatkan harga diri klien dan memotivasi klien untuk melakukan perilaku baru
10.Kemampuan klien menentukan tempat menunjukkan kemampuan klien dalam pengambilan keputusan.
"


95. Ayu Rahmawati

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API)
Definisi
Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interkasi yang terjadi antara perawat dan klien. API merupakan alat evaluasi dari kemampuan terapeutik perawat.

Tujuan API
1) Meningkatkan kemampuan mendengar
2) Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3) Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan
4) Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5) Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Komponen API
1) Komunikasi verbal dan nonverbal perawat dan klien
2) Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
3) Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
4) Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai 4
5) Rencana lanjutan tindakan keperawatan

Analisa Proses Interaksi “Harga Diri”
Nama : Tn.H
Usia : 50 tahun
Interaksi : II (Fase Kerja)
Lingkungan : Duduk di kursi taman, perawat duduk disamping klien dan suasana sekitar tenang
Deskripsi : Klien nampak duduk sendiri ditaman dengan wajah yang datar dan Nampak menundukkan kepala, tatapan mata kosong dan penampilan cukup bersih
Hari/Tanggal : Senin/ 10 April 2015
Waktu : 09.00 WIB
Tujuan : Klien mampu mengontrol rasa cemasnya berhubungan dengan perasaan tidak bergunanya
Mahasiswa : Ayu Rahmawati

1.
Komunikasi Verbal
P: Selamat pagi, Tn.H?
K: Pagi suster
Komunikasi Non Verbal
P: Menghampiri klien, tersenyum lalu duduk bersampingan dengan klien
K: Memandang kearah perawat dan membalas senyum kemudian menundukkan kepala kembali
Analisa Berfokus Pada Perawat
Penuh percaya diri dan senang bertemu dengan klien
Analisa Berfokus Pada Klien
Kemungkinan klien berfikir mengapa perawat menghampiri dirinya
Rasional
Salam merupakan langkah awal untuk membina interaksi
2.
Komunikasi Verbal
P: Apa bapak masih ingat dengan saya?
K: Iya, masih ingat, suster Ayu kan?
P: Iya bapak betul sekali, kemarin saya sudah berjanji untuk mengajarkan bapak cara agar
bapak bisa merasa lebih berguna, bapak bersedia tidak kalau kita berbincang-bincang
sebentar?
K: Iya suster
Komunikasi Non Verbal
P: Tetap tersenyum sambil menyentuh pundak klien
K: Berkata sambil tersenyum
P: Tetap tersenyum, sambil memperbaiki posisi duduk dikursi taman
K: Menatap perawat
Analisa Berfokus Pada Perawat
Berharap klien masih mengingat tentang diri pasien
Analisa Berfokus Pada Klien
Klien merasa yakin masih mengenali lawan bicaranya
Rasional
Hubungan saling percaya sebagai interaksi dasar interaksi yang terupetik antara perawat dan klien. Memberikan kepercayaan kepada klien untuk berfikir bahwa interaksi bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan klien untuk mengingat
3.
Komunikasi Verbal
P: Bisa tidak kalau kita berbincang selama 30 menit kedepan?
K: ….
P: Bapaknya maunya dimana?
K: Disini saja suster
Komunikasi Non Verbal
P: Tetap tenang dan mempertahankan kontak mata dengan klien
K: Menganggukan kepala
P: Mata melihat daerah sekitar yang diikuti dengan gerakan tubuh
K: Menunjuk kursi tempat mereka berdua sedang duduk
Analisa Berfokus Pada Perawat
Ingin memulai percakapan dengan topik yang ringan sebelum memulai masuk kekondisi klien
Analisa Berfokus Pada Klien
Klien bersedia berinterkasi dengan perawat
Rasional
Informing: memberikan informasi tentang waktu dan tujuan perawat mengadakan interaksi dengan klien
4.
Komunikasi Verbal
P: Wah cuaca hari ini begitu sejuk ya pak?
K: …
Komunikasi Non Verbal
P: Memandang ke taman sambil melirik klien
K: Hanya diam, ikut memandang halaman, menganggukan kepala lalu menunduk kembali
Analisa Berfokus Pada Perawat
Ingin memulai percakapan dengan topik yang ringan sebelum memulai masuk kekondisi klien
Analisa Berfokus Pada Klien
Klien bersedia berinteraksi dengan perawat
Rasional
Topik ringan dapat memudahkan interaksi sebelum pertanyaan lebih lanjut.
5.
Komunikasi Verbal
P: Bagaimana perasaan bapak H hari ini?
K: Kepala saya pusing suster
Komunikasi Non Verbal
P: Nada suara rendah relaks dan jelas
K: Memandang lurus kedepan sambil memegang kepala
Analisa Berfokus Pada Perawat
Ingin mengetahui keadaan klien hari ini
Analisa Berfokus Pada Klien
Klien bersedia menceritakan apa yang dia rasakan saat itu
Rasional
Pertanyaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk menceritakan keadaannya
6.
Komunikasi Verbal
P: Kenapa bapak?
K: Saya merasa tidak berguna untuk keluarga saya
Komunikasi Non Verbal
P: Tetap dalam keadaan tenang sambil memegang pundak klien
K: Menundukkan kepala dengan mata yang mulai berkaca-kaca
Analisa Berfokus Pada Perawat
Berusaha menggali keluhan klien
Analisa Berfokus Pada Klien
Sedih karena merasa dirinya tidak berguna sama sekali
Rasional
Pertanyaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk menceritakan keadaannya
7.
Komunikasi Verbal
P: Jadi kalau bapak merasa seperti itu, biasanya melakukan apa?
K: Saya tidak melakukan apa-apa, hanya diam saja
P: Oh.. jadi kalau bapak diam pusingnya bisa hilang?
K: Tidak juga
Komunikasi Non Verbal
P: Tetap tersenyum pada klien
K: Menatap perawat, kemudian menunduk
P: Tetap tenang dan tersenyum
K: Menggelengkan kepala
Analisa Berfokus Pada Perawat
Mulai mengkaji kebiasaan klien dalam menghadapi masalah
Analisa Berfokus Pada Klien
Klien merasa tidak mampu berbuat apa-apa
Rasional
Pertanyaan ini diajukan perawat untuk mengeksplorasi kemampuan personal klien yang masih ada sebagai bahan untuk memberi tanggapan positif terhadap pikiran negatif yang muncul saat ini, dalam menyelesaikan masalahnya dalam hal ini masalah pikiran negatif tentang diri
8.
Komunikasi Verbal
P: Nah kalau begitu bapak mau tidak melakukan kegiatan yang bisa membuat pusingnya hilang?
K: Iya suster, mau
P: Bapaknya sukanya melakukan apa?
K: Saya sukanya jalan-jalan ditaman melihat bunga-bunga
Komunikasi Non Verbal
P: Bicara jelas, lembut dan melihat kearah klien sambil mempertahankan kontak mata
K: Menganggukan kepala sambil tersenyum
P: Tersenyum dan mempertahankan kontak mata
K: Pandangan mulai dialihkan ke taman didepannya
Analisa Berfokus Pada Perawat
Menawarkan kepada klien cara menghilangkan pusing
Analisa Berfokus Pada Klien
Bersedia mendengarkan tawaran saran dari perawat
Rasional
Pertanyaan ini diajukan perawat untuk mengeksplorasi kemampuan personal klien yang masih ada sebagai bahan untuk memberi tanggapan positif terhadap pikiran negative yang muncul saat ini, dalam menyelesaikan masalahnya dalam hal ini masalah pikiran negatif tentang diri
9.
Komunikasi Verbal
P: Kalau begitu bagaimana kalau bapak mulai menanam bunga di taman ini. Lihat taman ini, kekurangan bukan bukan? Karena tidak ada yang merawatnya. Bagaimana kalau bapak saja yang merawatnya
K: Apa saya bisa melakukannya?
Komunikasi Non Verbal
P: Suara lembut dan jelas. Tangan menunjuk kearah bunga bunga yang ada di taman
K: Menunduk kemudian menatap perawat beberapa saat dan kemudian menunduk kembali
Analisa Berfokus Pada Perawat
Mencoba memberikan alternative kegiatan pada klien
Analisa Berfokus Pada Klien
Merasa ragu akan kemampuannya
Rasional
Respon penguatan atas jawaban yang diutarakan klien akan memberikan kesan bahwa perawat serius memperhatikan masalah klien
10.
Komunikasi Verbal
P: Pasti bapak bisa, yang penting ada kemauan
K: …
P: Jadi bapak bisa mulai masukkan kegiatan ini dalam jadwal keseharian bapak
K: Capek tidak suster?
Komunikasi Non Verbal
P: Tersenyum sambil menepuk pundak klien
K: Diam sambil menganggukkan kepala
P: Tersenyum dan mempertahankan kontak mata
K: Menunduk mendengarkan apa yang dikatakan perawat dan kemudian melihat kearah bunga-bunga yang sudah mulai layu
Analisa Berfokus Pada Perawat
Meyakinkan klien bahwa klien mampu melakukan kegitan yang berguna
Analisa Berfokus Pada Klien
Masih merasa tidak mampu melakukan
Rasional
Respon penguatan atas jawaban yang diutarakan klien akan memberikan kesan bahwa perawat serius memperhatikan masalah klien
11.
Komunikasi Verbal
P: Tidak kok, kan setiap hari cuma disiram saja
K: …
Komunikasi Non Verbal
P: Tersenyum
K: Diam sejenak
Analisa Berfokus Pada Perawat
Kembali meyakinkan klien
Analisa Berfokus Pada Klien
Mulai berfikir dan mempertimbangkan masukan dari perawat
Rasional
Memotivasi klien memandang dirinya secara positif
12.
Komunikasi Verbal
P: Kalau bapak bisa merawat bunga-bunga dengan baik, taman ini akan terlihat semakin indah kalau bunganya mulai bermekaran. Yang bahagia tidak hanya bapak saja, perawat-perawat dan teman-teman bapak bisa menikmati pemandangan taman yang indah. Setuju tidak bapak?
K: Iya yah suster, dengan begitu saya bisa merasa berguna lagi
P: Iya pak, betul sekali.
Komunikasi Non Verbal
P: Menatap klien sambil tersenyum, nada suara lembut dan tetap tenang
K: Menganggukkan kepala dengan penuh keyakinan
Analisa Berfokus Pada Perawat
Membuka topik pembicaraan yang baru, agar bisa menawarkan kegiatan yang lain
Analisa Berfokus Pada Klien
Sudah mengerti dan mau menerima saran dari perawat
Rasional
Memotivasi klien memandang dirinya secara positif
13.
Komunikasi Verbal
P: Ngoming-ngomong kalau malam hari bapak biasanya melakukan apa?
K: Tidak ada suster, baring-baring saja di tempat tidur, sampai akhirnya tertidur. Kalau baring saya selalu ingat dengan anak-anak saja. Saya merasa betul-betul tidak berguna tidak bisa merawat mereka dengan baik
Komunikasi Non Verbal
P: Menatap klien dengan mempertahankan senyum
K: Terlihat sedih
Analisa Berfokus Pada Perawat
Membuka topik pembicaraan yang baru, agar bisa menawarkan kegiatan yang lain.
Analisa Berfokus Pada Klien
Klien mengingat hal-hal traumanya
Rasional
Memotivasi klien memandang dirinya secara positif
14.
Komunikasi Verbal
P: …
K: …
P: Anaknya sekarang dimana?
K: Dibawa pergi sama istri saya
Komunikasi Non Verbal
P: Diam sambil mengamati K dengan seksama
K: Menundukkan kepala
P: Volume suara kecil
K: Meroleh ke perawat kemudian menundukkan kepala kembali
Analisa Berfokus Pada Perawat
Menemukan adanya inkoheren dari pembicaraan awal
Analisa Berfokus Pada Klien
Mulai emosional
Rasional
Melakukan teknik focusing agar pembicaraan tetap focus
15.
Komunikasi Verbal
P: Oh begitu bapak, saya mengerti bapak begitu merindukan anak-anak bapak tapi kan saat ini kita membahas hal yang lain.
K: …
P: Apa bapak masih ingat yang kita bicarakan tadi?
K: Masih suster, apa yang saya lakukan biasanya sebelum tidur
Komunikasi Non Verbal
P: Tenang, volume suara kembali stabil
K: Ekspresi bingung
P: Tersenyum dan memperhatikan klien
K: Menjawab dengan nada yang pelan
Analisa Berfokus Pada Perawat
-Sadar bahwa pembicaraan telah keluar dari tujuan awal sehingga berusaha kembali untuk memfokuskan pembicaraan
-Senang karena klien masih ingat dengan pembicaraan sebelumnya.
Analisa Berfokus Pada Klien
Klien mengingat dengan baik focus pembicaraan meskipun sempat melenceng dari topik
Rasional
Melakukan teknik focusing agar pembicaraan tetap fokus
16.
Komunikasi Verbal
P: Iya bapak, bagaimana kalau bapak mulai menulis pusi lagi seperti waktu masih muda, kan katanya bapak bisa menulis puisi yang indah
K: Iya dulu saya sering menulis puisi, tapi sudah lama saya tidak melakukannya lagi
P: Bapak bisa mulai lagi dari sekarang, buatkan saya dan teman-teman yang lain puisi, siapa tahu puisi bapak bisa dimuat di majalah suatu hari nanti, kan bapak bisa terkenal dan anak-anak bapak yang membaca pasti akan sangat merasa bangga dengan bapak
K: Iya juga yah suster, nanti saya coba
Komunikasi Non Verbal
P: Tersenyum sambil memberikan saran
K: Menatap perawat sambil menganggukan kepala
P: Menjelaskan dengan tenang, mempertahankan kontak mata dan senyuman
K: Nampak kesungguhan saat mengucapkan
Analisa Berfokus Pada Perawat
Senang karena klien merespon dengan sangat baik saran yang ditawarkan
Analisa Berfokus Pada Klien
Menyetujui topik dalam upaya mengatasi masalah
Rasional
Pemberian pujian dapat meningkatkan harga dari klien
17.
Komunikasi Verbal
P: …
K: …
P: Nah, ini kan sudah 30 menit bu, bagaimana kalau perbicangan kita dilanjutkan besok, bapak setuju tidak?
K: …
Komunikasi Non Verbal
P: Mengacungkan jempol sambil tersenyum, kearah klien dan menepuk-nepuk bahunya
K: Menatap dan tersenyum kepada perawat
P: Memepertahankan kontak mata
K: Tersenyum dan mengangguk ke arah perawat
Analisa Berfokus Pada Perawat
-Mengingatkan bahwa kontrak telah selesai
-Menawarkan kontrak yang akan datang
Analisa Berfokus Pada Klien
Klien senang berinteraksi dengan perawat
Rasional
Menepati waktu merupakan salah satu tujuan dari meningkatkan hubungan saling percaya diantara perawat dengan klien
18.
Komunikasi Verbal
P: Bapak bisanya dimana dan jam berapa?
K: Di Taman ini saja suster, jam 5 sore
P: Iya pak, kalau begitu saya pamit dulu. Terimakasih pak. Selamat Siang.
K: Siang suster
Komunikasi Non Verbal
P: Melihat jam tangan
K: Menjawab dengan semangat
Analisa Berfokus Pada Perawat
Menawarkan kontrak yang akan datang
Analisa Berfokus Pada Klien
Antusias dengan rencana pertemuan selanjutnya
Rasional
Salam terakhir menunjukkan rasa percaya perawat-klien telah terbina


"


96. Alfian Gafar

pada : 10 April 2017

"Analisa proses interaksi(API)
Pencatatan dan pelaporan merupakan alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan. Aspek yg penting dicatat dan dilaporkan dalam kep. Jiwa adalah pola prilaku dan hub interpersonal perawat-klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien dan resume. Catatan hubungan perawat-klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan. Catatan hubungan perawat-klien secara verbal dapat berupa: video-tape, tape, recording, catatan secara garis besar, catatan interaksi.
Analisa proses interksi merupakan alat kerja yang di pakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interkaksi yang terjadi antara perawat dengan klien.

Contoh API:
Nama : Tn. M
Usia : 30 tahun
Deskripsi : Klien memakai baju seragam warna hijau bermotif bunga, model daster, rambut sebahu dikuncir, klien memakai sandal jepit

P: Selamat pagi pak,assalmualaikum boleh kita ngobrol sebentar?
Komunikasi non verbal: Tersenyum memandang klien
K: Pagi,waalaikumsalam iya
Komunikasi non verbal: ekspresi senyum dan memandang P
Analisa berpusat pada perawat: Ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh K.
Analisa berpusat pada klien: K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
P: Wah, suasana diruangan ini lumayan menyenangkan ya Pak?
Kominikasi non verbal: Memandang K dan ruangan sekitar.
K: Iyah, masih sambil tersenyum.
Komunikasi non verbal: ikut memandang ruangan sekitar
Analisa berpusat pada perawat: P ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
Analisa berpusat pada klien: K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P
P: oh ya, perkenalkan nama saya alfian perawat yg akan merawat bapak 2 minggu ke depan, nama bapak siapa?
Komunikasi non verbal: Memandang K sambil menjulurkan tangan.
K: Senyum. Amiruddin
Komunikasi non verbal: Menerima uluran tangan dari para P. sambil tersenyum
Analisa berpusat pada perawat: P merasa bahwa K harus diberikan penjelasan tentang kedatangan P
Analisa berpusat pada klien: K masih memberikan tanggapan secara ragu-ragu
P: Biasanya bapak senang dipanggil dengan nama apa?
Komunikasi non verbal: Memandang K
K: saya biasa dipanggil amir
Komunikasi non verbal: Memandang P dan menunduk kembali
Analisa berpusat pada perawat: P ingin menjalin kedekatan dengan pasien
Analisa berpusat pada klien: K mulai tertarik dengan perkenalan dengan P
P: Pak amir asalnya dari mana?
Komunikasi non verbal: Memandang K
K:saya dari ponorogo mas..
Komunikasi non verbal: berpikir
Analisa berpusat pada perawat: P masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
Analisa berpusat pada klien: K berpikir dan mengingat-ingat
P: Pak ingat nggak, kenapa pak Aan dirawat disini?
Komunikasi non verbal: Menunjukkan keseriusan
K: karena katanya belum sembuh penyakit saya
Komunikasi non verbal: bicara sambil tersenyum dan kontak mata baik.
Analisa berpusat pada perawat: P berhati-hati karena pertanyaan tsb sangat spesifik dan takut menyinggung pasien
Analisa berpusat pada klien: K mengingat-ingat
P: Pak Amir pernah ngamuk atau marah-marah waktu dirumah?
Komunikasi non verbal: Bertanya pelahan

K: iya, karena saya kesal adik saya sering jahatin saya.
Komunikasi non verbal: Memandang ke P kemudian menjawab
Analisa berpusat pada perawat: P mengkaji lebih jauh alasan pasien dirawat
Analisa berpusat pada klien: K mengingat-ingat mencoba untuk menjawab
P:-
Komunikasi non verbal: Memandangi K
K: saya merasa dibodohi orang tua saya dan dokter, katanya saya sudah sembuh tetapi dimasukkan lagi kesini. Orang tua saya itu jahat saya seperti tidak dianggap anak, saya sering marah-marah dirumah. Saya juga ingin membunuh Tuhan karena sudah buat saya sakit, kalau saya membunuh Tuhan saya akan jadi orang sakti. Saya juga pernah kegreja dan berdoa disana, saya merasa berdosa besar mba , iman saya sudah hilang.
Komunikasi non verbal: memandang ke P, ekspresi agak sedikit kesal dan marah
Analisa berpusat pada perawat: P mendiamkan karena belum menemukan pertanyaan yang tepat untuk K
Analisa berpusat pada klien: P menemukan adanya inkoheren tentang faktor penyebab
P: Pak, kegiatan bapak sehari-hari ngapain saja Pak ?
Komunikasi non verbal: memandang K
K: Mandi, makan, bantu bersih-bersih ruangan nyapu atau ngepel, saya suka ngajak ngobrol mba akper
Komunikasi non verbal: Nampak tersenyum
Analisa berpusat pada perawat: P mencoba mengalihkan pembicaraan terkait waham
Analisa berpusat pada klien: K teralih karena pertanyaan baru
P: Bapak, betah tinggal disini?
Komunikasi non verbal: memandang K
K: Tidak, saya mau pulang, biar bisa kerja lagi, bisa bantu orang tua saya
Komunikasi non verbal: memperhatikan
Analisa berpusat pada perawat: P senang karena dapat mengalihkan perhatian pasien
Analisa berpusat pada klien: K berusaha menjawab keinginannya
P: Keluarga Pak Aan sering menjenguk ?
Komunikasi non verbal: Memandang K sambil tersenyum
K: Dulu menjenguk, tapi sekarang tidak pernah lagi, apa karena orang tua saya malu sma saya.
Komunikasi non verbal: Nampak tersenyum dan dan sedikit tertawa
Analisa berpusat pada perawat: P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K
Analisa berpusat pada klien: K berusaha mengingat keluarganya
P: Bagaimana perasaan Pak Aan sekarang?
Bapak biasanya disini ngerjain apa?
Komunikasi non verbal: Memandang K sambil tersenyum
K: saya Senang sekarang, Saya biasa bantu perawat nyapu membersihin ruangan
Komunikasi non verbal: Memandang P sambil tersenyum
Analisa berpusat pada perawat: P mengalihkan topik bahasan
Analisa berpusat pada klien: K menjawab tentang keadaannya
P: Pak Aan, kita tadi sudah berkenalan, terus ngobrol-ngobrol tentang bapak, masih inget nggak nama saya siapa?
Komunikasi non verbal: Memandang K
K: mas alfian kan....
Komunikasi non verbal: Memandang P
Analisa berpusat pada perawat: P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
Analisa berpusat pada klien: K mengingat-ingat nama P
P: Nah, saya senang sekali bisa ngobrol dengan pak Aan. Bagaimana kalau besok kita ngobrol lagi? Sebentar saja kok, yach cukup 15 menit saja.
Komunikasi non verbal: tersenyum pada K
K: Boleh, saya suka kalo ngobrol sama mas alfian
Komunikasi non verbal : Memandang dan tersenyum
Analisa berpusat pada perawat: P memberikan reinforcement pada K
Analisa berpusat pada klien: K senang diberikan reinforcement
P: Terimakasih atas kesediaan Pak Aan untuk ngobrol dengan saya, Assalamualaikum
Komunikasi non verbal: Menepuk bahu K dan mengulurkan jabat tangan
K: Wa’alaikumsalam mba, besok kita ngobrol lagi yaa
Komunikasi non verbal: Menoleh, menjabat tangan sambil tersenyum dan tertawa
Analisa berpusat pada perawat: P senang karena K mau berinteraksi dengan P
Analisa berpusat pada klien: K menunjukkan rasa percaya pada P

Kesan perawat: Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Klien kooperatif dan komunikatif meskipun kadang-kadang pembicaraannya beralih-alih. Data yang tergali adalah data mengenai harga diri rendah, halusinasi dengar, menarik diri, koping individu tidak efektif, koping keluarga kurang efektif, bicara inkoheren dan flight of idea dan keputusasaan. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.
















"


97. Siska Kusuma Ningsih

pada : 10 April 2017

"A. Analisis Proses Interaksi (API) adalah suatu alat kerja yang dipakai oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien. Api ini adalah alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan(LPSP)

Manfaat dari API adalah:
a. Keterampilan komunikasi meningkat
b. Kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien meningkat
c. Mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan
d. Perkembangan dan perubahan pendekatan perawat menjadi mudah
e. Perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien
f. Bisa menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan

B. Contoh Percakapan
Nama : Ny.K
Usia : 25 tahun
Hari/tanggal : Rabu, 01 Maret 2017
Waktu :14.00-14.30
Interaksi : Fase ke 1 (perkenalan)
Lingkungan : Kondisi lingkungan disekitar klien tidak ramai. Posisi klien berada berhadapan dengan perawat. Klien dan perawat sama-sama duduk di kursi kamar rumah sakit
Deskripsi : Penampilan klien terlihat cukup rapi, rambut bersih disisir dan wajah bersih, sudah mandi

Komunikasi Verbal
P: Selamat sore bu
K: Selamat sore
Komunikasi Non Verbal
P: Tersenyum, berdiri sejenak disamping K.
K: Menatap ke arah P sambil tersenyum.
Analisa Berfokus pada Klien
Merasa terkejut saat disapa oleh P
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa ragu apakah K mau menerima kehadiran P
Rasional
Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya.

Komunikasi Verbal
P: Saya Ns.P. Kalau ibu namanya siapa?
K: Saya Ibu K
Komunikasi Non Verbal
P: Tetap tersenyum
K: Tersenyum
Analisa Berfokus pada Klien
Duduk agak ragu dan mencoba tidur lagi kemudian bangkit lagi
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa senang karena K mau menjawab salam
Rasional
Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya.

Komunikasi Verbal
P: Baik bu kalau tidak keberatan bisakah kita berbincang-bincang selama 15-20 menit?
K: Iya boleh sus
P: Ibu mau berbencang-bincang dimana?
K: Di taman saja sus
Komunikasi Non Verbal
P: Tetap tersenyum, memperhatikan K, dengan sikap terbuka.
K: Menatap ke arah P
P: Tetap tersenyum, dan tetap mempertahankan kontak mata.
K: Ekspresi tersenyum pada perawat, kadang menundukkan kepala.
Analisa Berfokus pada Klien
Klien mau menuruti apa yang diminta perawat.
Mau mendengar dengan serius dan memperhatikan
Analisa Berfokus pada Perawat
Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.
Rasional
Memberikan informasi tentang waktu dan tujuan P mengadakan interkasi dengan K

Komunikasi Verbal
P: Oke kita akan berbica tentang apa yang selama ini inu rasakan?
Oh ya bu dalam minggu ini saya praktek mulai dari jam 14.00-20.00. Saya akan bersama-sama dengan ibu K. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang dirasakan oleh ibu. Semoga saya dapat membantu mengatasi masalahnya, untuk itu saya berharap ibu K mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah ibu setuju ?
K: Iya sus
Komunikasi Non Verbal
K: Ekspresi tersenyum pada perawat, kadang menundukkan kepala.
P: Menggunakan nada suara sedang tapi jelas.
Analisa Berfokus pada Klien
Mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mau terbuka dan menceritakan masalahnya.
Rasional
Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.

Komunikasi Verbal
P: Bagaimana perasaannya hari ini bu? Apakah semalam tidur dengan nyenyak?
K: Baik sus, semalam saya tidur dengan nyenyak
Komunikasi Non Verbal
K: Ekspresi tersenyum pada perawat, kadang menundukkan kepala.
P: Menggunakan nada suara sedang tapi jelas.
Analisa Berfokus pada Klien
Tidak merasa keberatan dengan permintaan P
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mau menjawab pertanyaan P.
Rasional
Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.

Komunikasi Verbal
P: Bu silahkan cerita bagaimana awal mula ibu dibawah ke rumah sakit
K: Saya sering mendengar suara-suara aneh, semakin saya menolak untuk mengikuti suara itu semakin keras pula suara aneh itu. Akhirnya saya sering berteriak dan memecahkan semua yang ada di dekat saya.
P: Bagaimana dengan suara-suara yang sering Ibu dengar ? Apakah ibu masih mendengarnya ?
K: Ya.
Komunikasi Non Verbal
P: Kontak mata, bicara santai tapi jelas.
K : Tersenyum dan memandang ke arah P.
Analisa Berfokus pada Klien
Membayangkan ketika suara-suara itu muncul
Analisa Berfokus pada Perawat
Bersikap persuasif agar klien dapat bekerja sama menjalankan kontrak sebelumnya.
Rasional
Menjelaskan kontak untuk memudahkan intervensi selanjutnya.

Komunikasi Verbal
P: Kapan suara itu muncul?
K: Saat saya sendiri
P: Suara aneh itu mengatakan apa?
K: Saya disuruh mengikutinya
Komunikasi Non Verbal
P: Menatap ke arah K
K: Menatap ke arah P
P : Bicara santai tapi jelas.
K : Tampak berpikir sambil menunduk.
Analisa Berfokus pada Klien
Mengingat-ingatt apa yang dilakukan jika mendengar suara-suara.
Analisa Berfokus pada Perawat
Memberikan penguatan dengan harapan K terus mau cerita.
Rasional
Memberikan dorongan dan penguatan terhadap pernyataan klien.

Komunikasi Verbal
P: Saya percaya apa yang didengar oleh Ibu K, tapi saya sendiri tidak dengar. Ada juga teman lain di sini yang sama seperti ibu, juga sering mendengar suara-suara.
K: Iya sus
P: Apa yang dirasakan ibu bila mendengar suara-suara itu ?
K: Saya menolaknya, semakin saya menolak suara itu semakin keras sehingga saya marah dan memecahkan benda di sekitar
Komunikasi Non Verbal
P: Kontak mata tetap, nada bersahabat tidak menuduh atau menghakimi.
K: Terlihat sedikit terbawa suasana
P: Nada suara bicara santai dan bersahabat, tetap tersenyum dan mempertahankan kontak mata.
K: Menunduk
Analisa Berfokus pada Klien
Mengingat-ingatt apa yang dilakukan jika mendengar suara-suara.
Analisa Berfokus pada Perawat
Memberikan penguatan dengan harapan K terus mau cerita.
Rasional
Mengidentifikasi kegiatan atau hal-hal yang dilakukan K ketika terjadi halusinasi.

Komunikasi Verbal
P: Baik bu, bolehkan kita cerita-cerita lagi besok jam 14.30 di sini untuk membicarakan masalah yang dirasakan oleh ibu?
K: Iya boleh
P: Terima kasih bu telah cerita-cerita dengan saya. Selamat sore
Komunikasi Non Verbal
P: Berdiri di samping K sambil mengulur tangan dan salaman dengan K sebagai tanda perpisahan.
K: Membalas jabat tangan.
Analisa Berfokus pada Klien
-
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa istirahat.
Rasional
Kontrak penting untuk melakukan interaksi selanjutnya.
"


98. Prisdamayanti Ayuningsih

pada : 10 April 2017

"1. Definisi Analisa Proses Interaksi (API)
Analisis Proses Interaksi (API) adalah suatu alat kerja yang dipakai oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien.
Api ini adalah alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan(LPSP)
Beberapa Komponen yang harus ditulis dalam API adalah komunikasi verbal, komunikasi non-verbal perawat dengan pasien, analisis berpust pada perawat, dan analisis berpusat pada pasien.
2. Komponen Analisa Proses Interaksi (API)
a. Komunikasi verbal perawat dan pasien.
b. Komunikasi nonverbal perawat dan pasien.
c. 3.Analisis berpusat pada perawat, yang merupakan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
d. Analisis berpusat pada pasien, yang merupakan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi pasien.
e. Rasional dan makna dari komunikasi.
f. Kesan perawat yang merupakan evaluasi terhadap efektivitas komunikasi yang telah dilakukan.
g. Rencana tindak lanjut, yang merupakan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan berikutnya berdasarkan hasil evaluasi dari komunikasi yang telah dilakukan.
3. Manfaat Analisa Proses Interaksi (API)
Manfaat dari API adalah:
a. Keterampilan komunikasi meningkat
b. Kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien meningkat
c. Mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan
d. Perkembangan dan perubahan pendekatan perawat menjadi mudah
e. Perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien
f. Bisa menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan
4. Tujuan dilakukan Analisa Proses Interaksi (API) pada Keperawatan Jiwa
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
5. Analisa Proses Interaksi
Nama : Tn. Dimas
Nama Perawat: Prisma
Tanggal : 09 April 2017
Usia : 21 tahun
Pukul : 11.30 WIB
Interaksi : ke l (Fase Perkenalan)
Lingkungan : tanang, posisi duduk berdampingan dikursi/meja makan pasien
Tempat : Ruang Perawatan Marwah
Deskripsi : penampilan klien terlihat cukup rapi, rambut bersih disisir dan wajah bersih, sudah mandi
Contoh percakapan Masalah Keperawatan Resiko Perilaku kekerasan.
1. Komunikasi Verbal
P : selamat siang mas
K : selamat siang
Komunikasi Non Verbal
P : tersenyum, berdiri sejenak disamping klien
K : menatap ke arah Perawat sambil tersenyum
Analisa Berfokus pada klien
merasa terkejut disapa oleh perawat
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa ragu apakah Klien mau menerima kehadiran Perawat
Rasional
Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya
2. Komunikasi Verbal
P : saya Perawat Prisma, saya mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Airlangga yang sementara praktek disini selama 2 minggu. Kalau mas siapa namanya
K : Nama saya Dimas Hariono
Komunikasi Non Verbal
P : tetap tersenyum
K : tersenyum
Analisa Berfokus pada Klien
Duduk agak ragu dan mencoba tidur lagi kemudian bangkit lagi
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa senang karena Klien mau menjawab salam
Rasional
Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya

3. Komunikasi Verbal
P : oh namanya mas Dimas Hariono, biasanya dipanggil apa
K : nama saya, tapi saya biasanya dipanggil dimas
Komunikasi non verbal
P : Sambil duduk disamping Klien dan setelah itu, mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Klien.
K : Mau bersalaman tersenyum dan menatap ke arah Perawat.
Analisa Berfokus pada klien
Klien duduk berhadapan kelihatan ragu dan curiga sambil menoleh kearah klien
Analisa Berfokus pada perawat
Berharap dapat melanjutkan pembicaraan
Rasional
Untuk menimbulkan kepercayaan bagi klien
4. Komunikasi Verbal
P : mas dimas kalau tidak keberatan, bisakah kita cerita-cerita sebentar sekitar 10 menit ?
K : iya sus
Komunikasi non verbal
P : Tetap tersenyum, memperhatikan Klien, dengan sikap terbuka.
K : Menatap ke arah Perawat .
Analisa Berfokus pada Klien
Klien mau menuruti apa yang diminta perawat.
Analisa Berfokus pada perawat
Merasa lega karena Klien mau merespon stimulus yang disampaikan oleh Perawat dan Klien mau menyebut namanya.
Rasional
Mengulangi apa yang diucapkan untuk memvalidasi atau menegaskan kembali.
5. Komunikasi verbal
P : mas dimas maunya cerita dimana?
K : dimeja makan saja sus

Komunikasi non verbal
P : Tetap tersenyum, dan tetap mempertahankan kontak mata.
K : Ekspresi tersenyum pada perawat, kadang menundukkan kepala.
Analisa Berfokus pada klien
Mau mendengar dengan serius dan memperhatikan.
Analisa Berfokus pada perawat
Berpikir apakah Klien mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.
Rasional
Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan Perawat mengadakan interkasi dengan Klien.
6. Komunikasi verbal
P : Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh mas dimas.
P : mas dimas, saya praktek di sini setiap hari selama 2 minggu dari jam 08.00 – 14.00. Saya akan bersama-sama dengan mas dimas. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang mas rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya, Untuk itu saya sangat berharap mas dimas mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah mas dimas setuju ?
K : iya sus
Komunikasi non verbal
P : Menggunakan nada suara sedang tapi jelas.
K : tampak sedih
Analisa Berfokus pada Klien
Mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mulai mau berinteraksi dengan Perawat.
Rasional
Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya.


7. Komunikasi verbal
P : mas dimas bagaimana perasaan hari ini, apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak ?
K : merasa baik-baik saja
Komunikasi non verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K : menjawab dan tetap berekspresi tersenyum sembari menundukkan kepala
Analisa Berfokus pada klien
Tidak merasa keberatan dengan permintaan Perawat
Rasional
Kalimat terbuka memberi kesempatan pada Klien untuk mengungkapkan perasaannya.
8. Komunikasi Verbal
P : Bisakah mas dimas cerita, mulanya kenapa sampai mas dimas dibawah ke rumah sakit ?
K : saya memukul orang sus
Komunkasi non verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K : klien tampak sedih mengingat kejadian yang dilakukannya
Analisa Berfokus pada klien
Klien tampak sedih menceritakan perlakuannya sembari menangis
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap Klien bisa menjawan pertanyaan Perawat
Rasional
Pertantaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.
9. Komunikasi verbal
P : Baiklah mungkin mas dimas mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Nanti besok kita lanjutkan pembicaraan kita sekitar jam 10.00 pagi, tentang mengapa sampai mas dimas memukul orang ? Bagaimana apakah mas dimas setuju ?
K : iya baik sus
Komunikasi non verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K : Nampak tersenyum dan menatap ke arah Perawat
Analisa Berfokus pada klien
Tampak Klien tidak keberatan dengan kontrak watu yang ditawarkan.
Analisa Berfokus pada perawat
Merasa senang karena Klien setuju untuk kontrak petemuan berikutnya..
Rasional
Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubungan saling percaya
10. Komunikasi verbal
P : terimakasih mas dimas, sudah mau bercerita dengan saya, selamat siang
K : iya sus, selamat siang
Komunikasi non verbal
P : Berdiri di samping Klien sambil mengulur tangan dan salaman dengan Klien sebagai tanda perpisahan.
K : Membalas jabat tangan.
Analisa berfokus pada klien
Klien merasa senang
Analisa berfokus pada Perawat
Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa istirahat.
Rasional
Kontrak penting untuk melakukan interaksi selanjutnya.







"


99. Nensi Nur Asipah

pada : 10 April 2017

"Analisa Proses Interaksi (API) atau The Interactional Proses Analysis merupakan alat kerja atau suatu perantara yang dipakai perawat (mahasiswa) dalam memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan klien, da semua klien dapat dilakukan API.
Tujuan Analisa Proses Interaksi :
1.Meningkatkan kemampuan mendengar
2.Meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi
3.Memberikan dasar pembelajaran, yaitu berupa alat untuk mengkaji kemampuan mahasiswa (perawat) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi pembimbing untuk memberikan suatu arahan.
4.Meningkatkan kepekaan mahasiswa (perawat) terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
5.Membantu perawat untuk merencanakan tindakan keperawatan yang akan dilakukan berikutnya.
Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan jiwa adalah pola perilaku dan hubungan interpersonal antara perawat dan klien.
Dalam melakukan analisa proses interaksi dilakukan 3 macam catatan yaitu :
1.Catatan perkembangan (proses keperawatan)
2.Catatan hubungan antara perawat dan klien
Yaitu interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan dengan klien secara individual maupun kelompok. Catatan hubungan antara perawat dan klien secara verbal dapat berupa video tape, catatan secara garis besar dan catatan interaksi.
3.Catatan resume
Komponen API, meliputi :
1.Komunikasi verbal dan non-verbal antara perawat dan klien.
2.Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
3.Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien.
4.Analisa makna dan rasional dari komunikasi yang didapat.
5.Kesan dan evaluas terhadap efektivitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4.
6.Rencana lanjutan tindakan keperawatan yang akan dilakukan selanjutnya.
Contoh :
Nama Mahasiswa : Nensi Nur Asipah
Tanggal : 20 April 2017
Waktu : 09.00 Wib
Tempat : Ruang Dahlia
Inisial Klien : Ny. B
Interaksi ke- : I (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Di depan ruang Dahlia, duduk berdampingan di kursi.
Deskripsi Pasien: Klien mengenakan pakaian seragam RSJ, penampilan klien rapi, rambut digerai, bibir agar kering, gelisah dan klien nampak sedih.
Tujuan interaksi: Membina hubungan saling percaya dan mengidentifikasi penyebab kemarahan klien

Contoh percakapan :
Komunikasi Verbal :
P : Selamat pagi bu! Ibu kenapa sendirian saja? Saya temani ya? Perkenalkan nama saya Nensi Nur Asifah dari Nganjuk, panggil saja Nensi. Nama ibu siapa?
Komunikasi Non Verbal :
P : Tersenyum dan menatap klien
K : Menatap perawat dan ada kontak mata.
Analisa berpusat pada perawat :
Memberikan salam dan sebagai izin untuk melakukan interaksi, mengenalkan identitas dan keberadaan perawat sambil melakukan pendekatan secara fisik.
Analisa berpusat pada klien :
Klien tampak mau berkenalan dan menerima kehadiran perawat.
Rasional :
Dengan mengucapkan salam merupakan awal terjadinya hubungan saling percaya antara klien dengan perawat, perkenalan secara fisik dapat meningkatkan jalinan hubungan interaksi dengan klien sehingga terbentuk rasa trust dengan perawat.

Komunikasi Verbal :
K : Selamat pagi! Oh.. mbak Nensi dari Nganjuk? Nama saya Bettyria dari Surabaya, panggil saja Bu B.
Komunikasi Non Verbal :
K : Klien tampak bersahabat
P : Tersenyum bersahabat, dan menjaga agar kontak mata tetap ada.
Analisa berpusat pada perawat :
Menghargai klien dan mempertahankan komunikasi
Analisa berpusat pada klien :
Menerima perkenalan dan mau untuk mengenalkan identitasnya.
Rasional :
Penjelasan tentang naa menunjukkan kesediaan klien dalam membuka pembicaraan.

Komunikasi Verbal :
P : Bagus sekali! Saya harap ibu bersedia menerima keberadaan saya disini.
Komunikasi Non Verbal :
P : Menatap klien, tersenyum, berbicara secara lembut namun jelas.
K : Diam, menatap perawat dan lalu tersenyum.
Analisa berpusat pada perawat :
Menghargai klien dan mempertahankan komunikasi.
Analisa berpusat pada klien :
Menerima perkenalan perawat.
Rasional :
Sikap menghargai atas penerimaan klien terhadap perawat untuk meningkatkan harga diri klien.

Komunikasi Verbal :
P : Hari ini kita akan berbincang-bincang untuk lebih saling mengenal dan saya ingin mengetahui penyebab mengapa Bu B marah ± 15 menit yang lalu, apakah ibu bersedia? Bagaimana kalau kita mengobrolnya sambil duduk di kursi teras bu?
Komunikasi Non Verbal :
P : Menatap klien sambil tersenyum dan berbicara lembut namun tetap jelas.
K : Diam, sambil terus menatap perawat, lalu menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada perawat :
Memberikan informasi tentang tujuan pertemuan serta melakukan kontrak dengan klien.
Analisa berpusat pada klien :
Klien setuju terhadap rencana perawat.
Rasional :
Dengan pemberian informasi, klien dapat mengerti apa yang akan dilakukan oleh perawat terhadap diri klien.

Komunikasi Verbal :
K : Ya, bisa…
Komunikasi Non Verbal :
K : Menatap perawat, tersenyum sebentar, bicara pelan lalu berjalan keluar.
P : Kontak mata dengan klien, tersenyum, menganggukkan kepala sambil membungkukkan badan ke arah klien.
Analisa berpusat pada perawat :
Menunjukkan perhatian dengan rasa senang dan mampu mendengarkan dengan aktif.
Analisa berpusat pada klien :
Menerima penjelasan perawat.
Rasional :
Mendukung dan menerima informasi dengan tingkah laku yang menunjukkan penerimaan dan hubungan saling percaya mulai terbina.

Komunikasi Verbal :
P : Bagaimana perasaan ibu hari ini ?
Komunikasi Non Verbal :
P : Memelihara kontak mata, tersenyum, bicara jelas, bisa dipahami dan perawat sambil memegang pundak klien.
K : Menatap perawat lalu menghela napas panjang dan menoleh ke arah lain.
Analisa berpusat pada perawat :
Ingin mengetahui perasaan klien saat ini.
Analisa berpusat pada klien :
Bingung dengan informasi yang disampaikan.
Rasional :
Memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaanya saat ini. Pengungkapan perasaan, dengan tujuan untuk mendapatkan respon lebih lanjut.

Komunikasi Verbal :
K : Baik mbak!
Komunikasi Non Verbal :
K : Mengangguk, menatap perawat sebentar kemudian melihat koas yang lewat.
P : Menatap Klien.
Analisa berpusat pada perawat :
Menunjukkan perhatian dengan rasa senang dan mendengarkan dengan aktif.
Analisa berpusat pada klien :
Menjawab pertanyaan dari perawat.
Rasional :
Mendukung dan menerima informasi dengan tingkah laku yang menunjukkan penerimaan, dan hubungan saling percaya terbina.

Komunikasi Verbal :
P : Bu B, apakah masih ingat apa yang menjadi alasan mengana Bu B dibawa ke Rumah Sakit ini?
Komunikasi Non Verbal :
P : Mempertahankan kontak mata, mendekatkan kursi kearah klien, bicara lembut tapi jelas.
Analisa berpusat pada perawat :
Memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaannya saat ini dan mengetahui pendapat tentang keberadaannya dan membantu klien mengidentifikasi perasaan yang berhubungan dengan kejadian.
Analisa berpusat pada klien :
Bingung dengan keputusan yang akan diambil.
Rasional :
Pengungkapan perasaan, yaitu dengan tujuan untuk mendapatkan respon lebih lanjut.

Komunikasi Verbal :
K : Yaaa.. ndak tahu saya kenapa dibawa kesini!
Komunikasi Non Verbal :
K : Jawaban singkat, jelas dan klien lalu diam sambil memalingkan muka dan menundukkan kepala.
P : Kontak mata, duduk berhadapan, bersikap kalem dan rileks.
Analisa berpusat pada perawat :
Memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaannya saait ini dan mengetahui pendapat klien tentang keberadaannya.
Analisa berpusat pada klien :
Klien menyangkal dan bingung dengan keputusan yang akan diambil.
Rasional :
Pengungkapan perasaan dengan tujuan untuk mendapatkan respon lebih lanjut.

Komunikasi Verbal :
P : Ibu tidak usah kawatir dan takut, saya adalah teman Ibu. Jadi saya akan berusaha untuk membantu permasalahan Ibu!
Komunikasi Non Verbal :
P : sedikit membungkukkan badan ke arah depan klien, menatap klien dan bicara pelan sambil memegang bahu klien.
K : Memandang perawat tanpa berkedip, nampak tegang dan cemas.
Analisa berpusat pada perawat :
(Komunikasi aserif): meyakinkan klien dengan nyaman untuk mengekspresikan diri dengan perawat tetap menghargai pendapat klien.
Analisa berpusat pada klien :
Berpikir tentang apa yang telah perawat katakan.
Rasional :
Dengan komunikasi asertif, klien akan merasa nyaman dalam mengontrol perasaan negatif seperti cemas, takut, tegang atau malu.

Komunikasi Verbal :
K : Kenapa sih tanya-tanya? Saya kan sudah bilang ndak tahu!
Komunikasi Non Verbal :
K : Kontak mata, berbicara cepat dan jelas kemudian terdiam lagi.
P : Memperhatikan pendapat klien, tersenyum kemudian melakukan kontak mata.
Analisa berpusat pada perawat :
Pengungkapan komunikasi disertai bahasa tubuh yang jelas.
Analisa berpusat pada klien :
Mengamati dan memahami bahasa tubuh penolakan klien.
Rasional :
Merasa tidak ada lagi yang perlu dikatakan.

Komunikasi Verbal :
P : Yasudah kalau Bu B belum siap untuk bercerita kepada saya, kita akhiri perbincangan kita pagi ini dan nanti siang kita ketemu lagi ya Bu setelah makan siang, bisa ya Bu?
Komunikasi Non Verbal :
P : Memlihara kontak mata, bicara jelas, mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
K : Memandang perawat, tersenyum sedikit dan membalas uluran tangan dari perawat.
Analisa berpusat pada perawat :
Menerima penjelasan klien dan membuat kontrak waktu untuk melanjutkan hubungan saling percaya.
Analisa berpusat pada klien :
Menerima informasi, kesediaan mendengar tanpa menunjukkan keraguan atau ketidaksetujuan.
Rasional :
Menyediakan informasi untuk mendapatkan respon lebih lanjut.

Komunikasi Verbal :
K : Yo…!
Komunikasi Non Verbal :
K : Bicara singkat, jelas, tersenyum dan memandang ke arah depan
P : Tersenyum, dan meninggalkan tempat duduk klien.
Analisa berpusat pada perawat :
Menghargai keputusan klien.
Analisa berpusat pada klien :
Menerima informasi dan langsung terminasi.
Rasional :
Memberikan persetujuan atas inisiatif yang diberikan.

KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilakukan dengan cukup baik. Klien cukup kooperatif walaupun masih malu, tegang, takut, kawatir dan tidak terbuka. Data sementara belum dapat digali, namun perawat kemudian berusaha melakukan kembali dengan kontrak selanjutnya, dan klien mensetujui.
"


100. Damai WIdyandari

pada : 10 April 2017

"Analisa proses interaksi API (The Interactional Process Analysis) merupakan suatu alat kerja yang digunakan perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien. Analisa roses interaksi ini adalah alat yang bisa digunakan untuk evaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Strategi Pelaksanaan (LPSP). Pada LPSP perawat sudah merencankan berbagai pertanyaan untuk mengkaji atau melaksanakan intervensi keperawatan. Penatalaksanaan kegiatan ditulis dalam analisa proses interaksi. Ketepatan diagnosis keperawatan yang ditemukan akan dengan mudah dikoreksi hasil wawancara dan pekajiannya yang dilakukan dalam pelaksanaan fase kerja LPSP. Maka akan tergambar data yang ditemukan baik verbal maupun nonverbal. Tujuan API adalah untuk meningkatkan ketrampilan komunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien, mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan pasien, membantu perawat dalam penerapan proses keperawatan, meningkatkana kemampuan mendengar dan berkomunikasi, memberi dasar belajar serta membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan. Dengan demikian API dapat bertujuan untuk mengoreksi ketepatan diagnosis atau intervensiyang diberikan. Beberapa komponen yang harus ada dalam penulisan API meliputi komunikasi verbal, komunikasi nonverbal perawat dan pasien, analisa berpusat pada perawat dan analisis berpusat pada pasien. Setelah itu berikan alasan perawat melakukan tindakan berupa komunikasi verbal dan nonverbal, serta menemukan masalah pasien dari apa yang terjadi saat wawancara berlangsung. Jelaskan pula alasan rasional teknik terapeutik yang dilakukan.
Analisa Proses Interaksi
Inisial klien : Nn. SA
Usia : 22 tahun
Status interaksi: pertemuan ke 1 (fase orientasi)
Lingkungan : perawat dan klien duduk berhadapan di taman sebelah ruang cempaka dengan suasana tenang
Deskripsi klien : penampilan klien cukup bersih, rapi, rambut bersih disisir
Tujuan (berorientasi pada klien): membina hubungan saling percaya antara K (kliena) dengan P (perawat)
Nama mahasiswa : Damai Widyandari
Tanggal : 20 September 2016
Jam : 09.00 – 09.20
Ruang : merpati
Masalah keperawatan: waham
• Komunikasi verbal
P : selamat pagi, perkenalkan saya Ners Damai, maaf ini dengan mbak siapa?
K : selamat pagi, panggil saja Nn. SA
P : apakah boleh saya duduk di sini disebelah Nn. SA?
K : iya boleh, siliahkan sus
P : Nn. SA kalau tidak keberatan bisakah kita saling bercerita sebentar saja
K : iya sus, saya tidak keberatan
P : bagaimana perasaan Nn. SA pagi ini?
K : biasa saja sus, tapi saya ingin dibawakan masakan rumah sama keluarga saya sus karena sudah beberapa minggu tidak kesini dan kesinipun tidak membawa makanan rumahan.
P : jadi Nn. SA sudah kangen masakan rumah atau kangen sama keluarga ?
K : ya semuanya sus, saya kangen juga dengan keluarga besar dirumah yang ramai karena saya tinggal bersama nenek, orang tua, kakak dan adik saya. Masakan ibu enak membuat saya kangen dengan ibu dan masakannya sus.
P : jadi Nn. SA paling akrabnya dengan ibu ya? Kenapa kalau kangen ibu kangen masakannya juga?
K : ibu orang yang paling dekat dan paling perhatian sus, apalagi kalau ibu memasak itu yang pertama kali disuruh mencicipi masakan itu adalah saya dan saya juga yang membantu ibu memasak untuk orang rumah. Sudah beberapa minggu ini ibu tidak kesini jadi saya kangen sus
P : begitu ya Nn. SA, jika sudah di ijinkan dokter untuk pulang maka apa yang ingin Nn. SA lakukan pertama kali
K : keinginan saya sangat banyak sus, yang paling utama saya ingin memasak yang banyak saya juga ingin kumpul sama keluarga besar tapi sekarang saya berada disini suasanya lebih ramai dari pada suasana dirumah.
P : bagus sekali rencananya, brarti Nn. SA pandai memasak ya
K : ya lumayan sih sus tapi masih jago ibu sama nenek, kalau masak aromanya sangat menggoda dan ingin sekali belajar lebih banyak lagi tapi saya lupa ya resepnya apa saja (sambil tertawa)
P : wah hebat sekali, Nn. SA sudah memiliki kemampuan dalam memasak. Apa Nn. SA sekarang tidak merasa lapar?
K : iya ya sus saya kok sekarang jadi lapar sekali ya sudah berapa hari saya sepertinya tidak makan dan ingin memasak sendiri
P : wah begitu ya Nn. SA jadi sekarang waktunya Nn. SA untuk makan ya biar kenyang, berhubung makanan sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit jadinya Nn. SA tidak bisa memasak sendiri dan keadaan juga tidak memungkinkan
K : hhhmm begitu ya sus, sayang sekali
P : iya maaf ya, kalau begitu silahkan Nn. SA menikmati makanan yang sudah ada disini ya
K : iya sus saya makan dulu ya
P : selamat makan Nn. SA, saya permisi dulu ya besok kita lanjutkan pembicaraanya lagi
K : iya sus terimakasih

• Komunikasi nonverbal
P : Duduk berhadapan, mengulurkan tangan, tersenyum, badan agak membungkuk ke depan, kaki sikap terbuka
K : Melihat ke arah perawat dan mengulurkan tangan
P: Sikap terbuka, tetap tersenyum.
K : memperhatikan P namun kelihatan masih ragu
P: Tetap tersenyum, memperhatikan K, dengan sikap terbuka.
K: Menatap ke arah P
P : Suara jelas, memandang klien dengan bersahabat, sikap terbuka dan tersenyum
K : Memandang perawat dengan wajah serius
K : Suara klien terdengar pelan dan memandang perawat dengan serius
P : Mendengarkan dengan penuh perhatian dan sikap terbuka
P : Mempertahankan kontak mata, sambil mengangguk perlahan, dengan suara penuh perhatian
K : Memandang perawat, mendengarkan pertanyaan dengan serius.
P : Tersenyum, mempertahankan sikap terbuka, suara jelas
K : Mendengarkan pertanyaan perawat, memandang perawat.
K : menjawab dengan suara yang lirih &menunduk saat bercerita bahwa ia tinggal bersama orgtua
P : Mengangguk kepala, memandang klien dengan ramah
K : Menjawab dengan jelas sambil memandang ke arah perawat
P : Menatap klien dengan penuh perhatian
K : ekspresi serius, kontak mata dipertahankan
P : Mendengar cerita klien dengan seksama dan mengamati perubahan ekspresi wajah klien.
K : ekspresi serius, sambil memandang perawat.
P : Tersenyum, memandang klien dengan bersahabat, mempertahankan sikap terbuka

• Analisa data berfokus pada perawat
Perawat memulai percakapan dengan sikap terbuka
Perawat tetap menjaga posisi tubuh dengan terapeutik
Perawat mencoba untuk membuka diri dan mencoba menggali identitas klien
Perawat menunjukkan sikap terbuka dengan klien
Berharap K mau terbuka dan menceritakan masalahnya
Perawat melakukan klarifikasi terhadap Masalah yang dihadapi klien serta membuat kontrak pertemuan dan menentukan topik pembicaraan
Perawat melakukan klarifikasi terhadap Masalah yang dihadapi klien serta membuat kontrak pertemuan dan menentukan topik pembicaraan
Perawat memberikan pertanyaan terbuka kepada klien
Perawat mencoba memahami apa yang dikatakan oleh klien
Perawat mengevaluasi perasaan klien
Perawat berusaha memberi reinforcement (+) dan menggali permasalahan klien
Perawat mendengarkan keterangan yang disampaikan klien
Perawat merasa senang karena klien menerima tawaran perawat dan kesepakatan yang ditawarkan
Perawat puas dengan interaksi yang dilakukan dengan klien

• Analisa data berfokus pada klien
Klien terkejut saat disapa oleh Perawat
Mungkin bertanya dalam hati, maksud kedatangan perawat
Klien mau menuruti apa yang diminta perawat.
Klien mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.
Klien berfikir bahwa ia tidak mengalami perubahan.
Klien merasa tertarik dengan ajakan perawat dan merasa perawat peduli dengannya.
Klien merasa yakin untuk menceritakan pendapatnya pada perawat
Klien tampak bersemangat.
Klien merasa senang setelah bercerita pada perawat.
Klien setuju dengan kontrak yang telah dibuat oleh perawat pada pertemuan selanjutnya.

• Rasional
Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya dengan mengucapkan salam.
Memberikan informasi tentang waktu dan tujuan perawat mengadakan interkasi dengan Klien.
Kalimat terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.
Mengatakan hasil observasi adalah teknik komunikasi yang bisa digunakan untuk menggali perasaan klien lebih dalam.
Pertanyaan terbuka akan memungkinkan klien untuk menceritakan perasaanya secara mendalam.
Reinforment (+) membuat seseorang senang sehingga tingkah laku tersebut dapat diulangi.
Kontrak yanag akan datang akan menjadi lanjutan dari interaksi perawat dan klien."


101. Rizka Maudy Julianti

pada : 10 April 2017

"a. Definisi dari Analisa Proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat untuk memahami interkasi yang terjadi antara perawat dan klien. Tujuan dilakukannya analisa proses interaksi, yaitu untuk meningkatkan kemampuan mendengar; meningkatkan kemampuan berkomunikasi; memberi dasar belajar; meningkatkan kepekatan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat; dan membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan. Komponn A.P.I terdiri dari : (a) komunikasi verbal dan non verbal perawat dan klien, (b) analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakuakn perawat, (c) analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien, (d) analisa makna dan rasional dari komunikasi, (e) kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data 1 sampai dengan 4, (f) dan yang terakhir yaitu rencana lanjutan tindakan keperawatan.

b. Contoh A.P.I (gangguan persepsi sensori halusinasi)
Nama : Ny.L
Usia : 35 tahun
Fase interaksi : Fase perkenalan (1)
Tanggal : 10 April 2017
Waktu : 09.30
Tempat : Ruang kamar klien
Deskripsi : Klien memakai kaos dan rok selutut, rambutnya terurai, dan memakai sendal jepit.
Tujuan : membina hubungan saling percaya, mampu memutuskan dan mengontrol halusinasi klien.

Komunikasi Verbal
P : Selamat Pagi bu!
K : Pagi!
P : Peerkenalkan nama saya Rizka Maudy, disini saya yang akan merawat ibu selama beberapa hari kedepan, nama ibu siapa?
K : Nama saya L
Komunikasi Non Verbal
P : Kontak mata, tersenyum menatap klien
K : Menatap perawat, tersenyum melihat perawat
P : Kontak mata, dengan nada pelan dan mengulurkan tangan
K : Mengulurkan tangan, kontak mata singkat, sesekali berpaling, tertawa
Analisa berpusat pada klien
-Berdiri didepan perawat
-Klien mengulurkan tangan, kontak mata ada
-Klien bicara keras dan lancar
Analisa berpusat pada perawat
-Berharap klien dapat menerima perenalan
-Berharap klien menjawab pertanyaan dengan benar
Rasional:
-Salam merupakan salah satu cara memberi perhatian pada klien
-Perkenalan merupakan salah satu cara untuk membina saling percaya
-Menyebutkan nama menandakan kesediaan menerima hubungan dengan baik

Komunikasi Verbal
P : L terlihat sehat, kenapa L dirawat disini?
K : Iya, saya sehat kok sus, saya juga gak ngerti kenapa saya disini, padahal saya cuma latihan judo
P : Memang siap yang menyuruh latihan judo L?
K : Say latihan judo karena saya mendengar bisikan ditelinga saya bahwa saya disuruh untuk latihan karate
P : L tahu siapa yang membisikannya?
K : Saya tidak tahu sus, tapi saya selalu mendengar bisikan itu terus, hampir setiap saat
P : Oh begituu, tapi saya tidak mendengar ada suara bisikan itu L. Jika L mendengar bisikan itu apa yang L lakukan?
K : Saya selalu mengikuti apa yang disuruh oleh suara bisikan tersebut.
Komunikasi Non Verbal
P: Pertahankan kontak mata, ekspresi serius
K : Bercerita dengan serius, sesekali menatap perawat, kontak mata tajam, tangan digerak-gerakan
P : Pertahankan kontak mata, dengan ekspresi serius
K : Eksresi wajah tenang, kontak mata taam, bicara keras dan lancar
P : Bicara lembut, kontak mata, memegang pundak klien
K : Bicara kuat dan cepat, sambil menggerak-gerakan tanganya saat bercerita
Analisa berpusat pada perawat
-Berharap klien mau menjawab
-Berharap klien terus bercerita
-Berharap klien menjawab pertanyaan dan dapat mempercayainya
Analisa berpusat pada klien
-Bicara agak ragu-ragu kurang percaya diri
-Klien mengungkapkan masalahnya dengan bebas
-Klien menceritakan apa yang ia alami sehingga sampai di RS
-Menatap perawat dan tersenyum
Rasional:
-Mengenali perasaan klien untuk menimbulkan rasa empati
-Mencari tahu penyebab klien dapat melakuakn tindakan yang dilakukannya
-Mencari tahu sejauh mana klien mengenali halusinasinya

Komunikasi Verbal
P : Hmm kalu begitu mulai sekarang jika mendegar bisikan tersebut L harus bisa menolaknya, atau jika mendengar bisikan itu lagi L bilang saja pada saya
K : baik sus, saya mau kok
P : Oke, kalu begitu sus permisi dulu ya, sampai jumpa besok
K : iyaa..
Komnikasi Non Verbal
P : kontak mata
K : Mengangguk dan menatap perawat, tersenyum lalu kembali ketempat tidur
Analisa berpusat pada perawat
-Berharap klien dapat menerima saran perawat
Analisa berpusat pada klien
-Tersenyum pada perawat
Rasional :
-Membantu klien untuk memutuskan atau mengontrol halusinasinya
-Terminasi yang disepakati dapat membina saling percaya"


102. Sagita Wulan Sari

pada : 10 April 2017

"A. ANALISA PROSES INTERAKSI
Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Analisa proses interaksi banyak digunakan dengan tujuan diantaranya ;
1.Meningkatkan kemampuan mendengar
2.Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3.Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa)dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberiarahan
4.Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan,serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
5.Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
Terdapat 3 macam catatan yang digunakan dalam analisa proses interaksi yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), catatan hubungan perawat-klien dan catatan resume. Analisa proses interaksi merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Pada tindakan analisa proses interaksi terdapat komponen – komponen penting yang harus terdapat didalamnya seperti Komunikasi verbal dan non-verbal perawat dan klien, analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapatdilakukan perawat, analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien dan Analisa makna dan rasional dari komunikasi.
B. PERCAKAPAN PERAWAT DAN KLIEN KASUS MENYENDIRI DENGAN PERASAAN HARGA DIRI RENDAH
Nama Mahasiwa/Ners : Sagita Wulan Sari
Inisial Nama : Tn G
Hari / Tanggal : 09 April 2017
Waktu : 10.00 – 11.00 WIB
Usia : 20 tahun
Tempat : RSUD Bhakti Husada, Surabaya Barat
Lingkungan : Ditaman lingkungan RSUD Bhakti Husada, klien menyenderi tampak linglung, dan tidak berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Keadaan Klien : Terlihat menyendiri, melamun dan tertutup.
Tujuan Interaksi : Terciptanya komunikasi antara perawat dan klien yaitu langkah awal membangun hubungan saling percaya, sehingga dapat menarik klien untuk menceritakan masalah yang dialami dan bersikap terbuka. Meningkatkan harga diri klien dengan menggali kelebihan yang dimiliki klien dan mengatasi masalah yang membuat klien merasa minder
Tokoh komunikasi : Ners (N) dan Tn G (G)

Komunikasi verbal
N : Selamat pagi mas, saya Ners Sagita. Sebelumnya ini dengan mas siapa?
G : Selamat pagi Ners, saya G. “tampak ragu – ragu saat bicara”
N : Permisi Tn. G, apakah boleh saya duduk di sebelah mas G untuk berbincang - bincang?
G : Baik, boleh Ners. Silahkan.

Komunikasi Non – Verbal
N : Ners menyapa dengan penuh keramahan dan menyalurkan tangan untuk berjabat tangan.
G : Klien merenspon Ners bersalaman dan berjabat tangan dengan ekspresi wajah ragu.

Analisa berpusat pada klien
N : Terciptanya komunikasi antara Ners dan klien. Dimana adanya interaksi timbal balik melalui sapaan yang diberikan. Klien menjawab walaupun ragu – ragu.
N dan G : Terbentuknya saling menyapa dan memperkenalkan nama masing – masing menciptakan suasana saling mengenal satu sama lain.

Rasional
Salam merupakan awalan mencapai sebuah komunikasi yang dibangun dengan lawan yang akan diajak berinteraksi dan mengenal nama satu sama lain antara komunikan merupakan tahap mengenal satu sama lain.

Komunikasi verbal
N : pagi ini cerah sekali Tn. G, duduk di taman sambil melihat suburnya tumbuhan.
G : iya.. Ners
N : Apakah berjalan – jalan di taman sendiri ditaman adalah hobby Tn. G?
G : Tidak.. Ners

Komunikasi non – verbal
N : Ners tetap menjaga kontak mata saat komunikasi.
G : Tn. G merespons Ners hanya dengan singkat mengangguk dan menggelengkan kepala.

Analisa berpusat pada Ners
Ners berusaha menciptakan komunikasi dan berharap di jawab oleh Tn G.

Analisa Berpusat pada Klien
Klien tetap menjawab atau merespons dari pertanyaan Ners meskipun singkat.

Rasional
Ners berusaha membuat komunikasi dengan Tn G dengan mengeluarkan pertanyaan – pertanyaan, dengan pertanyaan dan komunikasi meningkatkan hubungan kepercayaan klien untuk memudahkan mengeluarkan permasalahan yang dialami dan terbuka.

Komunikasi Verbal
G : Ners, sebenarnya apa yang membuat Ners datang kesini dan bertanya – tanya kepadaku?
N : Tidak ada yang membuat suatu hal yang harus saya lakukan untuk bertanya dengan Tn, namun saya ingin berbincang – bincang dengan Tn. G. Apakah Tn. G merasa terganggu?
G : Tidak, mengganggu Ners. Namun setiap hari tidak ada yang mau menyapa diriku.
N : Apakah hal tersebut yang membuat Tn. G memilih menyendiri?
G : iya.. Ners.

Komunikasi Non – verbal
G : memasang wajah bertanya – tanya menatap wajab Ners, terbesit ekspresi ingin bertanya.
N : Tetap menjaga kontak mata ke Tn. G

Analisa Berpusat pada Klien
G memulai komunikasi ke Ners dengan cara bertanya.

Rasional
Sikap sendiri G bukan karena hobby atau keinginan, namun tidak berani dalam memulai percakapan.

Komunikasi Verbal
N : Boleh Tn. G menjelaskan kenapa tuan G lebih memilih menyendiri?
G :Jadi, sebenarnya saya memiliki keinginan yang sangat tinggi untuk dapat berkomunikasi, tertawa berkumpul dan saling berbagi dengan orang lain Ners, termasuk teman – teman sebaya saya. Namun, saya melihat diri saya kurang tidak mampu mengimbangi pengetahuan yang di miliki teman – teman. Takutnya saya nanti tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena kekurangan saya. Sehingga untuk menyapa dan berkumpulpun dengan teman – teman saya takut dan memilih sendiri. Terlalu lama saya membatasi diri, sampai sekarang pun akhirnya saya lebih banyak menyendiri dan teman – teman tidak ada yang mau mengajak komunikasi.
N : Jadi, penyebab Tn. G diam dan menyendiri muncul karena kebiasaan yang tertutup dan sulit untuk memulai komunikasi. Begini Tn. G, untuk mengatasi masalah tersebut yang pertama kita harus persepsikan diri, bahwa kita sebagai makhluk social yang tidak dapat lepas dari interaksi baik bicara, tolong menolong dengan orang lain. Mungkin Tn. G pada awalnya ingin mencoba berkomunikasi dengan orang lain, namun sangat sulit. Disini yang harus kita lakukan yaitu pertama, yakin kan pada hati kita, aku bisa melakukannya kemudian pada awalnya kita menyapa orang yang akan kita ajak komunikasi dan jangan lupa murah senyum. Selanjutnya, cara topic yang dapat membangun komunikasi dan hilangkan presepsi bahwa diriku tidak bisa, namun yakinkan lagi bahwa aku bisa. Kita dapat memulai belajar dan berlatih berinteraksi sedikit demi sedikit.
G : Begitu ya Ners, terima kasih banyak atas saran yang sangat membangun. Meskipun hal tersebut sangat sulit akan ku coba Ners.
N : Syukurlah Tn. G, semoga dapat membantu dan jangan lelah untuk berusaha memulai percakapan dengan orang lain. semangat Tn. G

Komunikasi Non-Verbal
N : Mempertahankan kontak mata, menampakkan empati dan terlihat senang hati untuk mendengarkan keluhan.
G : Menunjukan seseorang yang penuh tanya dan ragu – ragu untuk memulai pertanyaan.
N : Menunggu pertanyaan yang akan diberikan Tn. G
G : Tn. G dengan senang menjelaskan keluhan
N :Adanya tampak senang saat memberikan solusi yang membangun dalam meningkatkan kepercayaan diri Tn. G
G : Tn. G terlihat senyum di wajahnya.

Analisa berpusat pada perawat
Mendapatkan pertanyaan, keluhan yang dirasakan klien dan menerima respon klien.

Analisa yang berpusat pada Klien
Tn, G mulai percaya terhadap Ners dan terbuka dengan masalah yang dimiliki. Bahkan kondisi Tn,G lebih baik disbanding sebelumnya.

Rasional
Keluhan atas permasalahan yang dialami klien dapat di tunjukan secara sadar, berarti klien sudah dapat terbuka atas pemasalahan yang dialami dan mau mendengarkan saran yang membangun untuk dirinya.



"


103. Siti Lusiyanti

pada : 10 April 2017

"Analisa proses interaksi (API) merupakan suatu metode atau alat kerja yang digunakan oleh seorang perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Tujuan dari API adalah untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan komunikasi yang baik antara perawat dengan klien, membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan, dan meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien.
Terdapat beberapa komponen API yaitu:
• Komunikasi verbal dan non verbal perawat dan klien
• Analisa dan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat
• Analisa dan identifikasi persepsi perawat Analisa dan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi klien
• Analisa makna dan rasional dari komunikasi
• Kesan atau evaluasi terhadap efektifitas dari komunikasi berdasarkan data
• Rencana lanjutan tindakan keperawatan

Contoh :
• Inisial Klien : Tn. F
• Tanggal: 10 April 2017
• Usia : 43 tahun
• Pukul : 13.00
• Status Interaksi: Pertemuan ke-1
• Lingkungan : Kondisi lingkungan di sekitar klien tenang dan sunyi. Posisi interaksi perawat dan klien yaitu klien berada di tempat tidur sedangkan perawat berdiri di samping tempat tidur klien dan menghadap klien
• Deskripsi klien : Klien menunjukkan wajah yang kusut, rambut lepek, kulit lengket dan terdapat daki di area leher klien. Baju klien terlihat lecek dan tercium bau tidak sedap.
• Masalah keperawatan: Defisit perawatan diri
• Tujuan :
1. Klien terhindar dari defisit perawatan diri
2. Klien mampu meningkatkan kualitas kebersihan tubuhnya dan senantiasa terhindar dari resiko infeksi

Berikut contoh percakapan:
a.) Komunikasi verbal :
Ns : Selamat siang bapak. Mohon maaf, dengan bapak siapa ya ini?
K : Selamat siang. Saya Fuad

Komunikasi non verbal :
Ns : Tersenyum sambil menatap ke klien
K : tersenyum tipis

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat bermaksud memberikan kesan yang baik ketika bertemu dengan klien

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menunjukkan respon positif saat diajak berkomunikasi oleh perawat

Rasional :
Ucapan salam atau sapaan apapun, menujukkan sikap ramah, santun dan saling menghargai sesama.

b.) Komunikasi Verbal :
Ns : Perkenalkan saya Ns. Lusi yang nantinya akan merawat bapak disini. Bagaimana kabarnya bapak?
K : Baik Ners. Tapi ya begini

Komunikasi Non Verbal :
Ns : Perawat terus tersenyum dan berusaha bicara sopan dengan intonasi yang baik dan lembut
K : Klien nampak sedikit sinis karena kondisi yang dialaminya

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa agak canggung karena klien mulai menunjukklan sikap sinis terhadapnya

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien merespon dengan singkat pertanyaan perawat

Rasional :
Memperkenalkan diri menunjukkan rasa ingin mengenal dan akrab dengan lawan bicara sedangkan menanyakan kabar kepada orang lain umumnya berarti peduli kepada orang lain.

c.) Komunikasi Verbal :
Ns : Bagaimana tidurnya semalam bapak? Nyenyakkah?
K : Nggak begitu nyenyak Ners

Komunikasi Non Verbal :
Ns : Masih tersenyum dan memandang klien
K : Memandang perawat dengan tatapan sedih

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha agar klien mau memberitahukan apa yang sedang dirasakan.

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien tampak berpikir, apakah tindakan nya untuk menceritakan semua masalah nya itu dibenarkan atau tidak

Rasional :
Perawat berusaha mencari tahu apa yang dirasakan oleh klien

d.) Komunikasi Verbal :
Ns : Loh kenapa kok tidak nyenyak pak? Apakah ada sesuatu yang bapak rasakan?
K : Iya ners. Sebenarnya saya merasa tidak nyaman

Komunikasi Non Verbal :
Ns : Perawat memperhatikan klien dengan seksama
K : Ekspresi klien sedih, memandang ke arah depan

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat masih berusaha untuk mencari tahu apa yang dirasakan klien

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai mencoba untuk terbuka kepada perawat

Rasional :
Untuk mencari tahu apa yang sebenarnya dirasakan oleh klien

e.) Komunikasi Verbal :
Ns : Ceritakan saja pak, tidak apa-apa. Mungkin saya bisa membantu
K : Sebenarnya saya merasa tidak nyaman ners dengan kondisi saya. Badan saya terasa gatal dan lengket sekali. Saya juga mencium bau tidak enak dari tubuh saya. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya sebatangkara dan tidak ada keluarga yang bisa mengurus saya

Komunikasi Non Verbal :
P : Memandang klien dengan rasa empati
K : Pandangan klien mulai berfokus pada perawat

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mendengarkan klien dengan baik dan penuh perhatian

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai terbuka dengan perawat dan bercerita apa yang dirasakannya saat ini

Rasional :
Menjadi pendengar yang baik menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban batin seseorang

f.) Komunikasi Verbal :
Ns : Jadi begitu ceritanya. Sebenarnya bapak bisa saja melakukan perawatan terhadap diri bapak secara mandiri untuk menghilangkan ketidaknyamanan terhadap kondisi tubuh bapak saat ini.
K : Tapi bagaimana caranya ners?

Komunikasi Non Verbal :
Ns : Memandang klien dengan penuh empati
K : Menatap perawat dengan penuh perhatian

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mulai memberikan solusi terhadap apa yang dirasakan klien

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mencurahkan semua apa yang dirasakannya dan mulai bertanya-tanya apa yang harus dilakukan

Rasional :
Memberikan solusi merupakan hal yang dapat membantu seseorang keluar dari masalah

g.) Komunikasi Verbal :
Ns : Sebenarnya mudah saja pak. Bapak hanya harus bersabar dan terus berlatih sesuai dengan aturan yang ada. Perlahan tapi pasti, bapak pasti bisa melakukan perawatan terhadap diri bapak secara mandiri seperti mandi sendiri, ganti baju sendiri, dan lain-lain.
K : Begitu ya Ners

Komunikasi Non Verbal :
Ns : Tersenyum, pandangan fokus pada klien, memegang bahu klien
K : Memandang perawat

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha memperjelas solusi yang diberikan

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mencoba untuk percaya ucapan perawat

Rasional :
Menciptakan suasana yang lebih komunikatif dengan memegang bahu klien menjadikan klien merasa semakin lebih baik dan merasa ada yang mendengarkan


h.) Komunikasi Verbal :
Ns : Sekarang bapak bisa berlatih untuk membasuh wajah terlebih dahulu. Saya bantu ya pak
K : Iya.

Komunikasi Non Verbal :
Ns : Mengajarkan klien membasuh wajah dengan penuh hati-hati
K :Mengikuti latihan dengan penuh antusias

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mengajarkan klien cara menghilangkan ketidaknyamanan klien

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien memberikan umpan balik positif pada perawat

Rasional :
Solusi yang baik, memberikan klien perasaan lega dan dapat membawa perubahan pada diri klien

i.) Komunikasi Verbal :
Ns : Untuk hari ini saya rasa latihannya cukup ya pak. Bapak bisa melakukannya dengan baik. Lain kali bapak pasti bisa melakukannya sendiri
K : Wahh saya senang sekali ners, terima kasih banyak

Komunikasi Non Verbal :
Ns : Tersenyum kepada klien sambil merapikan alat-alat dan tempat tidur klien
K : Tersenyum kepada perawat

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat berusaha memberikan motivasi kepada klien

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien terlihat sangat senang

Rasional :
Memberikan motivasi dapat mendorong klien untuk berubah menjadi lebih baik

j.) Komunikasi Verbal :
Ns : Jika bapak butuh bantuan, kami siap membantu. Bapak hanya perlu memanggil ners yang sedang bertugas.
K : Baik ners.

Komunikasi Non Verbal :
Ns : Tersenyum, memandang klien
K : Tersenyum memandang perawat

Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat menyarankan klien tentang apa yang perlu dilakukan

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien antusias dan menerima saran perawat

Rasional :
Klien memahami solusi yang diberikan perawat dan berusaha melakukan hal yang dianjurkan perawat.


k.) Komunikasi Verbal :
Ns : Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. Ingat yaa pak. Mulai sekarang bapak tidak boleh mengabaikan tubuh bapak. Bapak harus bisa menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh. Jangan sampai bapak mengalami gangguan perawatan diri karena itu dapat meningkatkan risiko infeksi.
K : Siap ners

Komunikasi Non Verbal :
Ns : Memandang klien sambil tersenyum kemudian meninggalkan ruangan
K : Mengacungkan jempol kepada perawat dan tersenyum lebar
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa puas dan senang dengan respon klien

Analisa Berpusat pada Klien :
Klien terlihat lebih baik dan mengalami kemajuan dalam kemampuan merawat diri.

Rasional :
Tahap akhir merupakan tahap dimana klien merasa jauh lebih baik dan berusaha berlatih melakukan perawatan diri secara mandiri demi kebaikannya sendiri.
"


104. Umi Nafiatul Hasanah

pada : 10 April 2017

"A. Analisa proses Interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawta (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien (Muhith, 2015).
Analisis Proses Interaksi (API) adalah suatu alat yag dipakai oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien (Yusuf dkk, 2015).

Perlu adanya Analisa proses interaksi Karena untuk mengevaluasi kemampuan terapeutik perawat dalam pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan (LPSP) sehingga dapat dilakukan pengkajian sampai intervensi keperawatan.

Tujuan API
Menurut Ahmad Yusuf dkk (2015) tujuan dari Analisa Proses Interaksi (API) antara lain:
a. Meningkatkan keterampilan komunikasi.
b. Meningkatkan kepekaan oerawat terhadap kebutuhan pasien.
c. Mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
d. Memberi dasar pembelajaran, yang berarti bahwa API merupakan alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan pasien dan menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan.
e. Membantu perawat dalam penerapan proses keperawatan.

Komponen API
Menurut Ahmad Yusuf dkk (2015) komponen dari Analisa Proses Interaksi (API) antara lain:
1. Komunikasi verbal perawat dan pasien.
2. Komunikasi nonverbal perawat dan pasien.
3. Analisis berpusar pada perawat, yang merupakan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapt dilakukan perawat.
4. Analisis berpusat pada pasien, yang merupakan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi pasien.
5. Rasional dan makna dari komunikasi.
6. Kesan perawat yang merupakan evaluasi terhadap efektivitas komunikasi yang telah dilakukan.

Catatan hubungan perawat-klien secara verbal
Catatan hubungan perawat-klien secara verbal dapat berupa: (Muhith, 2015).
1. Video-tape, tape-recording
2. Catatan secara garis besar
3. Catatan interaksi

Sumber:
Muhith, Abdul. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi.
Yusuf, Ahmad, Rizky Fitryasari PK, dan Hanik Endang Nihayati. 2015. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika.

B.percakapan semu antara perawat dan pasien dengan masalah keperawatan "isolasi sosial: menarik diri"
1. Komunikasi verbal
P1: Selamat siang Adek
K: -
Komunikasi nonverbal
P1: Menghampiri klien
K: Takut dan berusaha kabur
Analisa berpusat pada perawat
P1: Membuka percakapan dengan klien dan berharap bisa diterima klien
Analisa berpusat pada klien
K: Takut terhadap orang baru yang berbicara dengannya
Rasional: Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya
2. Komunikasi verbal
P1: Adek mau kemana?. Perkenalkan namaku Nafi, perawat yang akan merawat Adek
K: -
Komunikasi nonverbal
P1: Menahan klien kabur
K: Hanya diam
Analisa berpusat pada perawat
P1: Berharap klien mau diajak berkenalan
Analisa berpusat pada klien
K: Takut berbicara dengan orang lain
Rasional: Perkenalan merupakan salah satu cara untuk membina hubungan saling percaya.
3. Komunikasi verbal
P1: Aku hanya akan bercakap-cakap dengan Adek. Adek tidak usah takut denganku. Mari kita berkenalan terlebih dahulu.
K: -
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap klien dan tersenyum
K: Menatap perawat dan mengangguk
Analisa berpusat pada perawat
P1: Merasa senang ada signal penerimaan dari klien
Analisa berpusat pada klien
K: Memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap perawat
Rasional: signal hubungan mulai terjalin untuk hubungan saling percaya
4. Komunikasi verbal
P1: Mari kita duduk disini dek. Nama Adek siapa?
K: Minah
Komunikasi nonverbal
P1: Menarik tangan klien dan mengajak duduk
K: Menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat
P1: Berusaha membuat klien nyaman
Analisa berpusat pada klien
K: Menunjukkan perhatian kepada perawat
Rasional: Kenyamanan dalam hubungan dibutuhkan untuk menimbulkan hubungan yang saling percaya. Mengenal nama pasien akan memudahkan interaksi.
5. Komunikasi verbal
P1: Dek Minah bagaimana keadaannya hari ini? Apakah baik?
K: Baik
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap klien
K: Menunduk ke arah bawah
Analisa berpusat pada perawat
P1: Memulai dengan percakapan ringan
Analisa berpusat pada klien
K: Duduk bersampingan dengan perawat dan masih ada sedikit keraguan
Rasional: Percakapan ringan dapat digunakan untuk memulai suatu interaksi
6. Komunikasi verbal
P1: Dek Minah mau bercakap-cakap tentang apa? tentang teman mau?
K: Iya
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap klien
K: Mengangguk
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat ingin menjalin kedekatan dengan pasien
Analisa berpusat pada klien
K: Mulai tertarik dengan percakapan yang dilakukan
Rasional: Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien
7. Komunikasi verbal
P1: Bagaimana perasaan adek selama disini?
K: Sepi
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap klien
K: wajah muram
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat berharap klien bisa mengatakan apa yang ingin digali oleh perawat
Analisa berpusat pada klien
K: Klien bicara jelas namun sedikit ragu
Rasional: mengetahui seberapa terbuka klien terhadap perawat
8. Komunikasi verbal
P1: Adek merasa kesepian? Disini banyak teman-teman yang bisa diajak bicara. Siapa yang adek kenal disini?
K: Tidak ada
Komunikasi nonverbal
P1: Melihat-lihat sekitar
K: Melihat-lihat sekitar
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat berharap klien bisa mengatakan apa yang ingin digali oleh perawat
Analisa berpusat pada klien
K: Klien bicara jelas dan mulai percaya
Rasional: Mengetahui seberapa terbuka klien terhadap perawat
9. Komunikasi verbal
P1: Disini banyak teman-teman yang bisa dek Minah ajak bicara, banyak keuntungan yang didapat bila kita punya teman. Menurut adek, apa keuntungannya bila kita punya teman ?
K: Ada yang diajak bicara, tidak sendiri.
Komunikasi nonverbal
P1: Menunjuk ke orang-orang sekitar
K: Ikut melihat orang-orang sekitar
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat berharap klien bisa mengatakan apa yang ingin digali oleh perawat
Analisa berpusat pada klien
K: Klien bicara jelas dan percaya
Rasional: Mengetahui seberapa terbuka klien terhadap perawat
10. Komunikasi verbal
P1: Kalau kerugiannya apa dek?
K: Sepi, tidak ada yang diajak bicara
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap Klien
K: Murung
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat berharap klien bisa mengatakan apa yang ingin digali oleh perawat
Analisa berpusat pada klien
K: Klien bicara jelas dan percaya
Rasional: mengetahui seberapa terbuka klien terhadap perawat
11. Komunikasi verbal
P1: Kalau begitu agar adek tidak kesepian, adek mau belajar mencari teman?
K: Iya
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap klien
K: Mengangguk
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat berharap klien bisa mengatakan apa yang ingin digali oleh perawat
Analisa berpusat pada klien
K: Klien bicara jelas dan percaya
Rasional: Mengetahui seberapa terbuka klien terhadap perawat
12. Komunikasi verbal
P1: Kalau begitu bagaimana kalau kita mulai belajar berkenalan dengan orang lain, mulai dengan orang-orang di sekitar kita.
K: Iya
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap perawat
K: Mengangguk
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat berharap klien bisa mengatakan apa yang ingin digali oleh perawat
Analisa berpusat pada klien
K: Klien bicara jelas dan percaya
Rasional: Mengetahui seberapa terbuka klien terhadap perawat
13. Komunikasi verbal
P1: Kalau kita berkenalan dengan orang lain kita mulai dengan memperkenalkan diri kita dulu. Kita sebutkan nama kita. Terus kita tanya nama orang yang kita ajak kenalan. Contohnya begini, halo namaku minah, namamu siapa. Gitu dek, adek mau coba perkenalan denganku?
K: mau
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap klien
K: memperhatikan perawat
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat berharap klien bisa mengatakan apa yang ingin digali oleh perawat
Analisa berpusat pada klien
K: Klien bicara jelas dan percaya
Rasional: mengetahui seberapa terbuka klien terhadap perawat
14. Komunikasi verbal
P1: Coba praktikkan sekarang denganku dek
K: Halo namaku minah, namamu siapa?
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap klien
K: Menatap perawat
Analisa berpusat pada perawat
P1: Berharap klien dapat mengingat pelajaran yang diberikan
Analisa berpusat pada klien
K: Klien berusaha mengingat
Rasional: Menilai kemampuan mengingat
15. Komunikasi verbal
P1: Bagus dek. Lain kali adek harus mencoba perkenalan dengan orang lain Sekarang waktunya makan siang, adek makan dulu di ruang makan ya. Nanti kita bertemu lagi.
K: Iya kak
Komunikasi nonverbal
P1: Menatap klien
K: Menatap perawat dan tersenyum
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat senang karena respon dan perkembangan klien bagus
Analisa berpusat pada klien
K: Klien terlihat senang dan percaya
Rasional: Kontrak berikutnya harus ditentukan dan harus mendapatkan persetujuan klien agar klien ingat terhadap kontrak.
16. Komunikasi verbal
P1: Sampai jumpa nanti dek Minah
K: Sampai Jumpa kak
Komunikasi nonverbal
P1: Melambaikan tangan dan tersenyum
K: Melambaikan tangan dan meninggalkan perawat untuk menuju ruang makan
Analisa berpusat pada perawat
P1: Perawat senang Karena klien menunjukkan interaksi dan respon yang bagus
Analisa berpusat pada klien
K: Klien membalas salam perawat
Rasional: Salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk mencegah tidak percaya dari klien.
"


105. Prisdamayanti Ayuningsih

pada : 10 April 2017

"1. Definisi Analisa Proses Interaksi (API)
Analisis Proses Interaksi (API) adalah suatu alat kerja yang dipakai oleh perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien.
Api ini adalah alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan(LPSP)
Beberapa Komponen yang harus ditulis dalam API adalah komunikasi verbal, komunikasi non-verbal perawat dengan pasien, analisis berpust pada perawat, dan analisis berpusat pada pasien.
2. Komponen Analisa Proses Interaksi (API)
a. Komunikasi verbal perawat dan pasien.
b. Komunikasi nonverbal perawat dan pasien.
c. 3.Analisis berpusat pada perawat, yang merupakan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
d. Analisis berpusat pada pasien, yang merupakan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi pasien.
e. Rasional dan makna dari komunikasi.
f. Kesan perawat yang merupakan evaluasi terhadap efektivitas komunikasi yang telah dilakukan.
g. Rencana tindak lanjut, yang merupakan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan berikutnya berdasarkan hasil evaluasi dari komunikasi yang telah dilakukan.
3. Manfaat Analisa Proses Interaksi (API)
Manfaat dari API adalah:
a. Keterampilan komunikasi meningkat
b. Kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien meningkat
c. Mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan
d. Perkembangan dan perubahan pendekatan perawat menjadi mudah
e. Perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien
f. Bisa menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan
4. Tujuan dilakukan Analisa Proses Interaksi (API) pada Keperawatan Jiwa
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar, artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat/mahasiswa dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI/supervisor/pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
5. Analisa Proses Interaksi
Nama : Tn. Dimas
Nama Perawat: Prisma
Tanggal : 09 April 2017
Usia : 21 tahun
Pukul : 11.30 WIB
Interaksi : ke l (Fase Perkenalan)
Lingkungan : tanang, posisi duduk berdampingan dikursi/meja makan pasien
Tempat : Ruang Perawatan Marwah
Deskripsi : penampilan klien terlihat cukup rapi, rambut bersih disisir dan wajah bersih, sudah mandi
Contoh percakapan Masalah Keperawatan Resiko Perilaku kekerasan.
1. Komunikasi Verbal
P : selamat siang mas
K : selamat siang
Komunikasi Non Verbal
P : tersenyum, berdiri sejenak disamping klien
K : menatap ke arah Perawat sambil tersenyum
Analisa Berfokus pada klien
merasa terkejut disapa oleh perawat
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa ragu apakah Klien mau menerima kehadiran Perawat
Rasional
Pada awal interaksi harus didahului atau dimulai dengan membina hubungan saling percaya
2. Komunikasi Verbal
P : saya Perawat Prisma, saya mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Airlangga yang sementara praktek disini selama 2 minggu. Kalau mas siapa namanya
K : Nama saya Dimas Hariono
Komunikasi Non Verbal
P : tetap tersenyum
K : tersenyum
Analisa Berfokus pada Klien
Duduk agak ragu dan mencoba tidur lagi kemudian bangkit lagi
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa senang karena Klien mau menjawab salam
Rasional
Perkenalan diharapkan dapat meningkatkan hubungan saling percaya

3. Komunikasi Verbal
P : oh namanya mas Dimas Hariono, biasanya dipanggil apa
K : nama saya, tapi saya biasanya dipanggil dimas
Komunikasi non verbal
P : Sambil duduk disamping Klien dan setelah itu, mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Klien.
K : Mau bersalaman tersenyum dan menatap ke arah Perawat.
Analisa Berfokus pada klien
Klien duduk berhadapan kelihatan ragu dan curiga sambil menoleh kearah klien
Analisa Berfokus pada perawat
Berharap dapat melanjutkan pembicaraan
Rasional
Untuk menimbulkan kepercayaan bagi klien
4. Komunikasi Verbal
P : mas dimas kalau tidak keberatan, bisakah kita cerita-cerita sebentar sekitar 10 menit ?
K : iya sus
Komunikasi non verbal
P : Tetap tersenyum, memperhatikan Klien, dengan sikap terbuka.
K : Menatap ke arah Perawat .
Analisa Berfokus pada Klien
Klien mau menuruti apa yang diminta perawat.
Analisa Berfokus pada perawat
Merasa lega karena Klien mau merespon stimulus yang disampaikan oleh Perawat dan Klien mau menyebut namanya.
Rasional
Mengulangi apa yang diucapkan untuk memvalidasi atau menegaskan kembali.
5. Komunikasi verbal
P : mas dimas maunya cerita dimana?
K : dimeja makan saja sus

Komunikasi non verbal
P : Tetap tersenyum, dan tetap mempertahankan kontak mata.
K : Ekspresi tersenyum pada perawat, kadang menundukkan kepala.
Analisa Berfokus pada klien
Mau mendengar dengan serius dan memperhatikan.
Analisa Berfokus pada perawat
Berpikir apakah Klien mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.
Rasional
Informing : memberikan informasi tentang waktu dan tujuan Perawat mengadakan interkasi dengan Klien.
6. Komunikasi verbal
P : Jadi hari ini kita akan membicarakan apa yang dirasakan oleh mas dimas.
P : mas dimas, saya praktek di sini setiap hari selama 2 minggu dari jam 08.00 – 14.00. Saya akan bersama-sama dengan mas dimas. Nanti kita akan sama-sama membahas masalah yang mas rasakan. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalahnya, Untuk itu saya sangat berharap mas dimas mau menceritakan masalah dan apa yang dirasakan atau dipikirkan sekarang ini, biar saya tahu. Saya akan menjaga kerahasiaannya. Apakah mas dimas setuju ?
K : iya sus
Komunikasi non verbal
P : Menggunakan nada suara sedang tapi jelas.
K : tampak sedih
Analisa Berfokus pada Klien
Mengerti apa yang dimaksud oleh perawat.
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap K mulai mau berinteraksi dengan Perawat.
Rasional
Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnya.


7. Komunikasi verbal
P : mas dimas bagaimana perasaan hari ini, apakah semalam tidurnya nyenyak atau tidak ?
K : merasa baik-baik saja
Komunikasi non verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K : menjawab dan tetap berekspresi tersenyum sembari menundukkan kepala
Analisa Berfokus pada klien
Tidak merasa keberatan dengan permintaan Perawat
Rasional
Kalimat terbuka memberi kesempatan pada Klien untuk mengungkapkan perasaannya.
8. Komunikasi Verbal
P : Bisakah mas dimas cerita, mulanya kenapa sampai mas dimas dibawah ke rumah sakit ?
K : saya memukul orang sus
Komunkasi non verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K : klien tampak sedih mengingat kejadian yang dilakukannya
Analisa Berfokus pada klien
Klien tampak sedih menceritakan perlakuannya sembari menangis
Analisa Berfokus pada Perawat
Berharap Klien bisa menjawan pertanyaan Perawat
Rasional
Pertantaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.
9. Komunikasi verbal
P : Baiklah mungkin mas dimas mau istirahat dan makan, pertemuan kita cukup dulu. Nanti besok kita lanjutkan pembicaraan kita sekitar jam 10.00 pagi, tentang mengapa sampai mas dimas memukul orang ? Bagaimana apakah mas dimas setuju ?
K : iya baik sus
Komunikasi non verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K : Nampak tersenyum dan menatap ke arah Perawat
Analisa Berfokus pada klien
Tampak Klien tidak keberatan dengan kontrak watu yang ditawarkan.
Analisa Berfokus pada perawat
Merasa senang karena Klien setuju untuk kontrak petemuan berikutnya..
Rasional
Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubungan saling percaya
10. Komunikasi verbal
P : terimakasih mas dimas, sudah mau bercerita dengan saya, selamat siang
K : iya sus, selamat siang
Komunikasi non verbal
P : Berdiri di samping Klien sambil mengulur tangan dan salaman dengan Klien sebagai tanda perpisahan.
K : Membalas jabat tangan.
Analisa berfokus pada klien
Klien merasa senang
Analisa berfokus pada Perawat
Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa istirahat.
Rasional
Kontrak penting untuk melakukan interaksi selanjutnya.







"


106. Nanda Elanti Putri

pada : 10 April 2017

" API. Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan suatu bentuk pencatatan dan pelaporan sebagai alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan Jiwa meliputi pola prilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien, dan resume. Catatan hubungan perawat-klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan
Perlunya dilakukan API bertujuan sebagai berikut,
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Analisa Proses Interaksi
Nama mahasiswa : Nanda Elanti Putri
Tanggal : 09 April 2017
Waktu : Pukul 09.00-09.25 WIB (25 menit)
Tempat : Ruang Dahlia RS.X
Inisial Klien : Klien K, berjenis kelamin laki-laki
Interaksi ke : 1 (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Ruangan Tenang, terdapat Lima kursi, berhadapan dengan klien
Deskripsi Pasien : Berpenampilan rapi, menggunakan pakaian setelan formal
Tujuan Komunikasi :Klien dapat mengenal perawat, memperkenalkan dirinya dengan baik, dan mau terbuka dengan permasalahannya.

Komunikasi Verbal
P: Selamat pagi pak, bagaimana kabarnya pagi ini?
K: Selamat pagi ners, kabar saya baik seperti biasanya.
P: Pagi ini cuacanya cerah sekali ya, oh iya bisa disebutkan nama bapak siapa?
K: Saya Jang Ja Yeol.
P: Perkenalkan saya Ners Nanda yang akan merawat bapak di rumah sakit ini, lebih enaknya bisa dipanggil siapa ya pak? Bagaimana kalau saya memanggil dengan sebutan pak Jang?
K: Iya boleh.
P: Bapak Jang saat ini berusia berapa tahun? Dan pak Jang ini berprofesi sebagai apa ya?
K: Sudah 34 tahun, profesi saya sebagai penulis.
P: Apakah pak Jang sudah berkeluarga?
K: Saya belum menikah ners. Saya sangat sibuk menulis demi memuaskan pembaca terhadap tulisan saya.
P: Kira-kira sudah berapa hari pak Jang dirawat di rumah sakit ini?
K: Kurang lebih dua hari ners,
P: Lalu bagaimana dengan tanggapan pembaca dengan tulisan-tulisan bapak?
K: Mereka sangat menyukai tulisan saya bahkan ada yang sampai ingin menjadi seperti saya, sampai-sampai dia sering mengikuti kemanapun saya pergi.
P: oh yaa… wah sampai seperti itu ya pak. Pasti tulisan bapak sangat menginspirasi dia.
K: Iya ners terkadang saya sampai kerepotan karena dia selalu mengikuti saya.
P: Boleh saya diberi tahu, memangnya sekarang saat ini penggemar yang pak Jang ceritakan sedang dimana?
K: Dia sedang duduk dikursi pojok itu ners, menanti saya selesai di interview.
P: Penggemar pak Jang itu siapa? Dan berusia berapa ya pak?
K: Dia berusia 16 tahun ners. Anak sekolah SMA Hwang Go kelas 2.
P: Lantas bagaimana dengan penampilannya?
K: Dia selalu masih memakai seragam ketika menemui saya, tapi tidak pernah memakai sepatu sehingga kulit kakinya lecet dan berdarah cukup banyak.
P: sepertinya sudah cukup lama ya pak kita berbincang-bincang disini, apakah pak Jang masih mengingat nama saya?
K: Ners Nanda kan?
P: Nah benar, senang sekali bisa bertemu dengan pak Jang hari ini. Semoga hari-hari bapak di rumah sakit ini menyenangkan ya pak.
K: iya ners.

Komunikasi Non Verbal
P: memandang K sambil tersenyum
K: tersenyum
P: memandang P sambil melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
K: memandang P dengan tersenyum
P: memandang K sambil tersenyum dan menjabat tangan K
K: menunduk
P: memandang sambil mengamati gerakan K
K: menunduk
P: memandang sambil mengamati gerakan K
K: menunduk lalu melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
K: menunduk
P: memandang K sambil tersenyum
K: memandang P dengan antusias
P: memandang K sambil tersenyum
K: memandang P lalu melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: Memandang K sambal mengamati lirikan K
K: Melihat sambil menunjuk tangan ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: memandang K sambal tersenyum
K: menunduk sambil melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan sambal tersenyum
P: memandang K sambil melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
K: melihat ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: memandang K sambil tersenyum dan menyentuh lengan K
K: memandang P
P: memandang K sambil tersenyum
K: menunduk

Analisa berpusat pada perawat beserta rasionalnya:
- Berniat membuka percakapan dengan klien dan berharap sapaan sederhana bisa di tanggapi oleh K
Rasional: salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.
- Ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
Rasional: Topik ringan dapat memudahkan interaksi selanjutnya
- P ingin mengatahui nama klien
Rasional: mengenal nama klien akan membuat interaksi lebih nyaman
- P ingin menjalin kedekatan interview dengan K
Rasional: Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien
- P ingin menanyakan tentang status pernikahan dan mencoba mengakrabkan suasana
Rasional: mengetahui lebih jauh selama ini klien hidup dengan siapa saja di lingkungannya
- P mulai mengkaji data umum klien
Rasional: Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut
- P membahas topik terkait pekerjaan klien
Rasional: Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya
- P membahas topik terkait pekerjaan klien
Rasional: Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya
- P mencoba menggali data lebih dalam
Rasional: Tehnik ekplorasi berguna untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien
- P mencoba menggali data lebih dalam
Rasional: Tehnik ekplorasi berguna untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien
- P mencoba menggali data lebih dalam
Rasional: Tehnik ekplorasi berguna untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien
- P mengalihkan topik bahasan pembicaraan
Rasional: Pengalihan agar K tidak larut dengan halusinasinya
- P ingin mengakhiri fase 1 karena data yang didapat sudah mencukupi
Rasional: salam penutup berguna untuk memberikan kesan yang baik untuk mengakhiri sebuah pertemuan dan pembicaraan

Analisa berpusat pada klien
- K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
- K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P
- K merasa perkenalan hanya formalitas belaka
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K memberikan tanggapan yang baik terhadap pertemuan dengan P
- K menunjukkan rasa percayanya terhadap P






"


107. Nanda Elanti Putri

pada : 10 April 2017

"API. Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan suatu bentuk pencatatan dan pelaporan sebagai alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan Jiwa meliputi pola prilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien, dan resume. Catatan hubungan perawat-klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan
Perlunya dilakukan API bertujuan sebagai berikut,
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Analisa Proses Interaksi
Nama mahasiswa : Nanda Elanti Putri
Tanggal : 09 April 2017
Waktu : Pukul 09.00-09.25 WIB (25 menit)
Tempat : Ruang Dahlia RS.X
Inisial Klien : Klien K, berjenis kelamin laki-laki
Interaksi ke : 1 (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Ruangan Tenang, terdapat Lima kursi, berhadapan dengan klien
Deskripsi Pasien : Berpenampilan rapi, menggunakan pakaian setelan formal
Tujuan Komunikasi :Klien dapat mengenal perawat, memperkenalkan dirinya dengan baik, dan mau terbuka dengan permasalahannya.

Komunikasi Verbal
P: Selamat pagi pak, bagaimana kabarnya pagi ini?
K: Selamat pagi ners, kabar saya baik seperti biasanya.
P: Pagi ini cuacanya cerah sekali ya, oh iya bisa disebutkan nama bapak siapa?
K: Saya Jang Ja Yeol.
P: Perkenalkan saya Ners Nanda yang akan merawat bapak di rumah sakit ini, lebih enaknya bisa dipanggil siapa ya pak? Bagaimana kalau saya memanggil dengan sebutan pak Jang?
K: Iya boleh.
P: Bapak Jang saat ini berusia berapa tahun? Dan pak Jang ini berprofesi sebagai apa ya?
K: Sudah 34 tahun, profesi saya sebagai penulis.
P: Apakah pak Jang sudah berkeluarga?
K: Saya belum menikah ners. Saya sangat sibuk menulis demi memuaskan pembaca terhadap tulisan saya.
P: Kira-kira sudah berapa hari pak Jang dirawat di rumah sakit ini?
K: Kurang lebih dua hari ners,
P: Lalu bagaimana dengan tanggapan pembaca dengan tulisan-tulisan bapak?
K: Mereka sangat menyukai tulisan saya bahkan ada yang sampai ingin menjadi seperti saya, sampai-sampai dia sering mengikuti kemanapun saya pergi.
P: oh yaa… wah sampai seperti itu ya pak. Pasti tulisan bapak sangat menginspirasi dia.
K: Iya ners terkadang saya sampai kerepotan karena dia selalu mengikuti saya.
P: Boleh saya diberi tahu, memangnya sekarang saat ini penggemar yang pak Jang ceritakan sedang dimana?
K: Dia sedang duduk dikursi pojok itu ners, menanti saya selesai di interview.
P: Penggemar pak Jang itu siapa? Dan berusia berapa ya pak?
K: Dia berusia 16 tahun ners. Anak sekolah SMA Hwang Go kelas 2.
P: Lantas bagaimana dengan penampilannya?
K: Dia selalu masih memakai seragam ketika menemui saya, tapi tidak pernah memakai sepatu sehingga kulit kakinya lecet dan berdarah cukup banyak.
P: sepertinya sudah cukup lama ya pak kita berbincang-bincang disini, apakah pak Jang masih mengingat nama saya?
K: Ners Nanda kan?
P: Nah benar, senang sekali bisa bertemu dengan pak Jang hari ini. Semoga hari-hari bapak di rumah sakit ini menyenangkan ya pak.
K: iya ners.

Komunikasi Non Verbal
P: memandang K sambil tersenyum
K: tersenyum
P: memandang P sambil melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
K: memandang P dengan tersenyum
P: memandang K sambil tersenyum dan menjabat tangan K
K: menunduk
P: memandang sambil mengamati gerakan K
K: menunduk
P: memandang sambil mengamati gerakan K
K: menunduk lalu melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
K: menunduk
P: memandang K sambil tersenyum
K: memandang P dengan antusias
P: memandang K sambil tersenyum
K: memandang P lalu melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: Memandang K sambal mengamati lirikan K
K: Melihat sambil menunjuk tangan ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: memandang K sambal tersenyum
K: menunduk sambil melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan sambal tersenyum
P: memandang K sambil melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
K: melihat ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: memandang K sambil tersenyum dan menyentuh lengan K
K: memandang P
P: memandang K sambil tersenyum
K: menunduk

Analisa berpusat pada perawat beserta rasionalnya:
- Berniat membuka percakapan dengan klien dan berharap sapaan sederhana bisa di tanggapi oleh K
Rasional: salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.
- Ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
Rasional: Topik ringan dapat memudahkan interaksi selanjutnya
- P ingin mengatahui nama klien
Rasional: mengenal nama klien akan membuat interaksi lebih nyaman
- P ingin menjalin kedekatan interview dengan K
Rasional: Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien
- P ingin menanyakan tentang status pernikahan dan mencoba mengakrabkan suasana
Rasional: mengetahui lebih jauh selama ini klien hidup dengan siapa saja di lingkungannya
- P mulai mengkaji data umum klien
Rasional: Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut
- P membahas topik terkait pekerjaan klien
Rasional: Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya
- P membahas topik terkait pekerjaan klien
Rasional: Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya
- P mencoba menggali data lebih dalam
Rasional: Tehnik ekplorasi berguna untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien
- P mencoba menggali data lebih dalam
Rasional: Tehnik ekplorasi berguna untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien
- P mencoba menggali data lebih dalam
Rasional: Tehnik ekplorasi berguna untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien
- P mengalihkan topik bahasan pembicaraan
Rasional: Pengalihan agar K tidak larut dengan halusinasinya
- P ingin mengakhiri fase 1 karena data yang didapat sudah mencukupi
Rasional: salam penutup berguna untuk memberikan kesan yang baik untuk mengakhiri sebuah pertemuan dan pembicaraan

Analisa berpusat pada klien
- K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
- K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P
- K merasa perkenalan hanya formalitas belaka
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K memberikan tanggapan yang baik terhadap pertemuan dengan P
- K menunjukkan rasa percayanya terhadap P
"


108. Nanda Elanti Putri

pada : 10 April 2017

"API. Analisa proses interaksi (API) (the interactional process analysis) merupakan suatu bentuk pencatatan dan pelaporan sebagai alat komunikasi antar tim keperawatan dan tim kesehatan Aspek yang penting dicatat dan dilaporkan dalam keperawatan Jiwa meliputi pola prilaku dan hubungan interpersonal perawat-klien. Ada 3 macam catatan yaitu catatan perkembangan (proses keperawatan), hubungan perawat-klien, dan resume. Catatan hubungan perawat-klien adalah resume interaksi yang terjadi selama perawat berhubungan individual klien, kelompok klien, pada terapi modalitas keperawatan
Perlunya dilakukan API bertujuan sebagai berikut,
1. Meningkatkan kemampuan mendengar
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
3. Memberi dasar belajar artinya berupa alat untuk mengkaji kemampuan perawat (mahasiswa) dalam berinteraksi dengan klien, dan data bagi CI / supervisor / pembimbing untuk memberi arahan
4. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
5. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan

Analisa Proses Interaksi
Nama mahasiswa : Nanda Elanti Putri
Tanggal : 09 April 2017
Waktu : Pukul 09.00-09.25 WIB (25 menit)
Tempat : Ruang Dahlia RS.X
Inisial Klien : Klien K, berjenis kelamin laki-laki
Interaksi ke : 1 (Fase Perkenalan)
Lingkungan : Ruangan Tenang, terdapat Lima kursi, berhadapan dengan klien
Deskripsi Pasien : Berpenampilan rapi, menggunakan pakaian setelan formal
Tujuan Komunikasi :Klien dapat mengenal perawat, memperkenalkan dirinya dengan baik, dan mau terbuka dengan permasalahannya.

Komunikasi Verbal
P: Selamat pagi pak, bagaimana kabarnya pagi ini?
K: Selamat pagi ners, kabar saya baik seperti biasanya.
P: Pagi ini cuacanya cerah sekali ya, oh iya bisa disebutkan nama bapak siapa?
K: Saya Jang Ja Yeol.
P: Perkenalkan saya Ners Nanda yang akan merawat bapak di rumah sakit ini, lebih enaknya bisa dipanggil siapa ya pak? Bagaimana kalau saya memanggil dengan sebutan pak Jang?
K: Iya boleh.
P: Bapak Jang saat ini berusia berapa tahun? Dan pak Jang ini berprofesi sebagai apa ya?
K: Sudah 34 tahun, profesi saya sebagai penulis.
P: Apakah pak Jang sudah berkeluarga?
K: Saya belum menikah ners. Saya sangat sibuk menulis demi memuaskan pembaca terhadap tulisan saya.
P: Kira-kira sudah berapa hari pak Jang dirawat di rumah sakit ini?
K: Kurang lebih dua hari ners,
P: Lalu bagaimana dengan tanggapan pembaca dengan tulisan-tulisan bapak?
K: Mereka sangat menyukai tulisan saya bahkan ada yang sampai ingin menjadi seperti saya, sampai-sampai dia sering mengikuti kemanapun saya pergi.
P: oh yaa… wah sampai seperti itu ya pak. Pasti tulisan bapak sangat menginspirasi dia.
K: Iya ners terkadang saya sampai kerepotan karena dia selalu mengikuti saya.
P: Boleh saya diberi tahu, memangnya sekarang saat ini penggemar yang pak Jang ceritakan sedang dimana?
K: Dia sedang duduk dikursi pojok itu ners, menanti saya selesai di interview.
P: Penggemar pak Jang itu siapa? Dan berusia berapa ya pak?
K: Dia berusia 16 tahun ners. Anak sekolah SMA Hwang Go kelas 2.
P: Lantas bagaimana dengan penampilannya?
K: Dia selalu masih memakai seragam ketika menemui saya, tapi tidak pernah memakai sepatu sehingga kulit kakinya lecet dan berdarah cukup banyak.
P: sepertinya sudah cukup lama ya pak kita berbincang-bincang disini, apakah pak Jang masih mengingat nama saya?
K: Ners Nanda kan?
P: Nah benar, senang sekali bisa bertemu dengan pak Jang hari ini. Semoga hari-hari bapak di rumah sakit ini menyenangkan ya pak.
K: iya ners.

Komunikasi Non Verbal
P: memandang K sambil tersenyum
K: tersenyum
P: memandang P sambil melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
K: memandang P dengan tersenyum
P: memandang K sambil tersenyum dan menjabat tangan K
K: menunduk
P: memandang sambil mengamati gerakan K
K: menunduk
P: memandang sambil mengamati gerakan K
K: menunduk lalu melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
K: menunduk
P: memandang K sambil tersenyum
K: memandang P dengan antusias
P: memandang K sambil tersenyum
K: memandang P lalu melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: Memandang K sambal mengamati lirikan K
K: Melihat sambil menunjuk tangan ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: memandang K sambal tersenyum
K: menunduk sambil melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan sambal tersenyum
P: memandang K sambil melirik ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
K: melihat ke arah kursi yang terletak di pojok ruangan
P: memandang K sambil tersenyum dan menyentuh lengan K
K: memandang P
P: memandang K sambil tersenyum
K: menunduk

Analisa berpusat pada perawat beserta rasionalnya:
- Berniat membuka percakapan dengan klien dan berharap sapaan sederhana bisa di tanggapi oleh K
Rasional: salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.
- Ingin memulai percakapan dengan topik ringan sebelum masuk ke kondisi K
Rasional: Topik ringan dapat memudahkan interaksi selanjutnya
- P ingin mengatahui nama klien
Rasional: mengenal nama klien akan membuat interaksi lebih nyaman
- P ingin menjalin kedekatan interview dengan K
Rasional: Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien
- P ingin menanyakan tentang status pernikahan dan mencoba mengakrabkan suasana
Rasional: mengetahui lebih jauh selama ini klien hidup dengan siapa saja di lingkungannya
- P mulai mengkaji data umum klien
Rasional: Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut
- P membahas topik terkait pekerjaan klien
Rasional: Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya
- P membahas topik terkait pekerjaan klien
Rasional: Pengalihan agar klien tidak larut dalam halusinasinya
- P mencoba menggali data lebih dalam
Rasional: Tehnik ekplorasi berguna untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien
- P mencoba menggali data lebih dalam
Rasional: Tehnik ekplorasi berguna untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien
- P mencoba menggali data lebih dalam
Rasional: Tehnik ekplorasi berguna untuk mendapatkan lebih banyak data terkait masalah klien
- P mengalihkan topik bahasan pembicaraan
Rasional: Pengalihan agar K tidak larut dengan halusinasinya
- P ingin mengakhiri fase 1 karena data yang didapat sudah mencukupi
Rasional: salam penutup berguna untuk memberikan kesan yang baik untuk mengakhiri sebuah pertemuan dan pembicaraan

Analisa berpusat pada klien
- K masih ragu terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya
- K memberikan respon sepintas dan menunjukkan perhatian cukup terhadap P
- K merasa perkenalan hanya formalitas belaka
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K berusaha mengingat dan menjawab pertanyaan P
- K memberikan tanggapan yang baik terhadap pertemuan dengan P
- K menunjukkan rasa percayanya terhadap P
"


109. Yenny Paramitha

pada : 10 April 2017

"Yenny Paramitha
A2 / 131511133071

A. Konsep Analisa Proses Interaksi (API)
Analisis Proses Interaksi (API) menurut Bales adalah sistem keseimbangan (equilibrium). Semua unsur komunikasi berada dalam keadaan seimbang. Terdapat jumlah yang sama antara kategori tugas dan kategori sosio-emosional, dan kedua kategori tersebut dibagi dalam unsur positif dan negatif yang sama. Jadi, Analisa proses interaksi (API) merupakan alat kerja yang dipakai perawat (mahasiswa) untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dan klien. Analisis Proses Interaksi (API) sangat bermanfaat dilakukan oleh perawat karena memiliki banyak tujuan seperti, meningkatkan kemampuan berkomunikasi kepada klien, meningkatkan kemampuan mendengar dari cerita yang disampaikan klien, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, dan membantu merawat untuk merencanakan tindakan keperawatan yang akan dilakukan.
Penelitian Bales menunjukan bahwa kelompok yang terlibat dalam kegiatan komunikasi yang berkaitan dengan tugas dan kebutuhan antar pribadi cenderung mempertahankan keseimbangan mereka. Hal ini dilakukan dengan cara meluangkan waktu yang lebih lama pada kegiatan sosio-emosional dalam tahapan keseimbangan, dan begitu pula sebaliknya. Ada tiga tahap dalam model analisa proses interaksi menurut Bales, diantaranya :
Tahap 1 : Orientation Phase
• Pada tahap orientasi, anggota yang baru masuk dalam suatu kelompok atau baru mendirikan suatu kelompok akan bertanya, mencari dan saling memberi informasi mengenai tujuan kelompok dan hakekat tugas-tugas dalam kelompok; pertanyaan-pertanyaan yang diajukan antara lain.
• Pada tahapan ini, anggota kelompok akan mencari konfirmasi dan melakukan orientasi akan keberadaan kelompok tersebut.

Tahap 2 : Evaluation Phase
• Pada tahap evaluasi, pertanyaan yang diajukan anggota kelompok berkisar seputar peran anggota kelompok dalam tugas-tugas atau pekerjaan yang dilakukan oleh kelompok.
• Pada tahap ini terjadi semacam pengekspresian opini dan perasaan dari anggota kelompok tentang berbagai isu yang berkembang.

Tahap 3 : Control Phase
• Para anggota kelompok akan saling membuat statement (pernyataan) dan mencari serta memberi petunjuk pada sesama anggota. Disini akan bermunculan pendapat-pendapat yang positif atau negatif dari anggota kelompok secara substansial.
• Pada tahap ini akan mulai tampak solidaritas kelompok dan minat mereka dalam kelompok.

B. Analisa Proses Interaksi pada Klien dengan Masalah Keperawatan Risiko Bunuh Diri

Analisa Proses Interaksi

Nama Mahasiswa : Yenny Paramitha
Hari, tanggal : Senin, 11 April 2017
Waktu : 09.00 – 09.10 WIB (10 menit)
Tempat : Ruang Kapuas RSJ Jember
Inisial Klien : Ny. R
Usia : 45 tahun
Interaksi ke : I (Fase Orientasi/Fase Perkenalan)
Lingkungan : Posisi duduk berdampingan di samping tempat tidur klien.
Deskripsi : Penampilan Ny. R tampak rapi, rambut tersisir rapi, wajah bersih, dan sudah mandi.
Tujuan : Setelah dilakukan intervensi keperawatan, P dan K dapat membina hubungan yang harmonis.

Komunikasi Verbal
P : Selamat pagi Bu, boleh saya duduk di samping Ibu ?
K : Pagi, ya silahkan.
Komunikasi Non Verbal
P : Tersenyum kepada klien sambil berdiri di samping tempat tidur K..
K : Menatap P dengan tersenyum.
Analisa Berfokus pada Klien
Merasa terkejut disapa oleh P.
Analisa Berfokus pada Perawat
Merasa ragu apakah kehadiran P akan diterima oleh K.
Rasional
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.

Komunikasi Verbal
P : Wah suasana pagi hari ini sangat sejuk sekali ya Bu.
K : (tersenyum)
P : Oh ya Bu, perkenalkan saya Ners Yenny, mahasiswi praktik disini yang akan merawat ibu.
K : (diam)
P : Kalau boleh tau, nama Ibu siapa ?
K : Nama saya Rokhimah.
P : Ibu lebih suka saya panggil dengan sebutan apa ?
K : Panggil saja Ima.
P : Wah kedengaran menyenangkan ya Bu kalau dipanggil Ibu Ima.
K : Iya.
Komunikasi Non Verbal
P : Duduk di samping K sambil memandang jendela dan tersenyum kepada K.
K : Hanya tersenyum.
P : Sambil duduk di samping K, P memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.
K : Diam.
P : P menggali lagi agar K mau berkenalan dengan P dengan tetap tersenyum.
K : Mau bersalaman dan menatap P dengan tersenyum.
P : Sikap terbuka dan tetap tersenyum.
K : Memperhatikan P dengan keraguan.
P : Sikap terbuka dan tetap tersenyum.
K : Menatap P dengan tersenyum.
Analisa Berfokus pada Klien
1. Memandang jendela luar dengan tersenyum.
2. Merasa bingung tujuan kedatangan P menghampirinya.
3. Menjawab pertanyaan P yang duduk di sampingnya tanpa menatap ke arah P.
4. Mulai terbuka dan menjawab pertanyaan P dengan tersenyum.
Analisa Berfokus pada Perawat
1. Merasa senang karena K menjawab sapaan P dan mulai percakapan santai agar K tidak merasa takut.
2. Berharap dapat melanjutkan pembicaraan dengan K.
3. Merasa lega karena K mau merespon stimulus yang disampaikan oleh P dan K mau menyebutkan namanya.
4. Berpikir apakah K mau melanjutkan interaksi, berfikir untuk interaksi selanjutnya.
Rasional
1. Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih lanjut.
2. Memperkenalkan diri dapat menumbuhkan rasa saling percaya kepada K.
3. Mengenal nama K dapat memudahkan proses interaksi.
4. Nama panggilan merupakan nama akrab K sehingga menciptakan rasa senang dan adanya pengakuan atas namanya.

Komunikasi Verbal
P : Oh ya Bu Ima, kalau Ibu tidak keberatan bolehkah saya mengobrol dengan Ibu sebentar sekitar 10 menit ?
K : Iya boleh Ners, silahkan.
Komunikasi Non Verbal
P : Tetap tersenyum dengan memperhatikan kondisi K.
K : Menatap ke arah P.
Analisa Berfokus pada Klien
1. Mulai membuka diri dan mengikuti permintaan dari P.
2. Mau mendengar dengan serius dan memperhatikan P.
Analisa Berfokus pada Perawat
1. Berharap K mulai mau berinteraksi dengan P.
2. Berharap K mau terbuka dengan masalahnya dan menceritakannya kepada P.
Rasional
Kontrak waktu diperlukan untuk interaksi selanjutnya.

Komunikasi Verbal
P : Ibu Ima, saya praktik disini setiap hari selama 4 minggu dari jam 08.00-15.00. Saya akan bersama-sama dengan Ibu Ima. Nanti kita akan membahas permasalahan yang Ibu Ima rasakan. Untuk itu, saya berharap Ibu Ima dapat terbuka untuk berbagi cerita dengan saya. Ibu Ima jangan khawatir, saya akan menjaga kerahasiaan cerita dari Ibu. Apakah Ibu Ima setuju ?
K : Iya Ners saya setuju.
P : Ibu Ima, bagaimana perasaan Ibu hari ini ? Apakah semalam tidur Ibu nyenyak ?
K : Saya baik-baik saja. Semalam tidur saya juga nyenyak.
P : Kalau boleh tau, alasan Ibu Ima dibawa ke Rumah Sakit kenapa ya Bu ?
K : Saya dulu ketahuan mau gantung diri oleh adik saya.
Komunikasi Non Verbal
P : Dengan suara sedang namun tetap lembut kepada K dan tetap mempertahankan kontak mata.
K : Menatap P lalu menundukkan wajah.
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K : Menatap ke arah P dengan tersenyum.
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K : Menundukkan wajah.
Analisa Berfokus pada Klien
1. Menjawab pertanyaan P dengan santai.
2. Tidak merasa keberatan dengan permintaan P.
Analisa Berfokus pada Perawat
1. Merasa senang karena K mau mengatakan permasalahan yang dihadapi.
2. Merasa senang karena K setuju dengan kontrak pertemuan berikutnya.
Rasional
1. Kalimat terbuka memberi kesempatan pada K untuk mengungkapkan perasaannya.
2. Pertantaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.

Komunikasi Verbal
P : Oh begitu. Baiklah mungkin Ibu Ima mau beristirahat dan makan pagi, pertemuan kita di pagi hari ini kita cukupkan sampai disini dulu ya Bu. Nanti kita akan lanjutkan pembicaraan ini sekitar jam 11.00 pagi, tentang mengapa Ibu Ima mau melakukan gantung diri, apakah Ibu Ima setuju ?
K : Iya Ners silahkan.
P : Bagus sekali Ibu Ima sudah mau cerita dengan saya. Selamat beristirahat dan selamat pagi Ibu !
K : Terimakasih Ners. Selamat pagi !
Komunikasi Non Verbal
P : Tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum.
K : Menatap ke arah P.
P : Berdiri di samping K sambil mengulur tangan dan bersalaman dengan K sebagai tanda perpisahan.
K : Membalas jabat tangan dan tampak tersenyum.
Analisa Berfokus pada Klien
1. Tampak K tidak keberatan dengan kontrak waktu yang diajukan P.
2. Memandang P dengan tersenyum.
Analisa Berfokus pada Perawat
1. Tidak memaksakan diri untuk bertanya tentang masalah K dan mengalihkan pembicaraan.
2. Merasa yakin bahwa dengan mengakhiri pembicaraan adalah tindakan yang tepat agar K bisa istirahat
Rasional
1. Menunjukkan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubunga n saling percaya.
2. Kontrak waktu penting untuk melakukan interaksi berikutnya.
"


110. Erna Yunita

pada : 10 April 2017

"Manfaat dari API adalah:
a. Keterampilan komunikasi meningkat
b. Kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien meningkat
c. Mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan
d. Perkembangan dan perubahan pendekatan perawat menjadi mudah
e. Perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien
f. Bisa menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan
"


111. Risniawati

pada : 10 April 2017

"Manfaat dari API adalah:
a. Keterampilan komunikasi meningkat
b. Kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien meningkat
c. Mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan
d. Perkembangan dan perubahan pendekatan perawat menjadi mudah
e. Perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien
f. Bisa menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan
"


112. Kifayatus Saadah

pada : 10 April 2017

"A.
Analisa proses interaksi (API) adalah alat kerja yang dipakai perawat atau mahasiswa untuk memahami interaksi anatara perawat dan klien.
Api ini adalah alat untuk mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dalam Laporan Pendahuluan Strategi Pelaksanaan (LPSP).
Beberapa Komponen yang harus ditulis dalam API adalah komunikasi verbal, komunikasi non-verbal perawat dengan pasien, analisis berpust pada perawat, dan analisis berpusat pada pasien.
1. Komponen Analisa Proses Interaksi (API)
a. Komunikasi verbal perawat dan pasien.
b. Komunikasi nonverbal perawat dan pasien.
c. Analisis berpusat pada perawat, yang merupakan identifikasi perasaan perawat serta kemungkinan komunikasi yang dapat dilakukan perawat.
d. Analisis berpusat pada pasien, yang merupakan identifikasi persepsi perawat terhadap emosi dan komunikasi pasien.
e. Rasional dan makna dari komunikasi.
2. Manfaat Analisa Proses Interaksi (API)
a. Keterampilan komunikasi meningkat
b. Kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien meningkat
c. Mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan
d. Perkembangan dan perubahan pendekatan perawat menjadi mudah
e. Perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien
f. Bisa menjadi data bagi pembimbing klinik atau supervisor untuk memberi arahan
3. Tujuan Analisa Proses Interaksi (API)
a. Meningkatkan kemampuan mendengar
b. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
c. Memberi dasar belajar
d. Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat
e. Membantu perawat merencanakan tindakan keperawatan.
B. Analisa Proses Interaksi

Inisial Klien : Nn. R
Usia : 18 tahun
Status Interaksi : Pertemuan ke 1
Lingkungan : Kondisi lingkungan klien tenang. Posisi klien duduk diatas tempat tidur, posisi perawat duduk menghadap klien dan berada di samping tempat tidur klien.
Deskripsi klien : Klien menunjukkan wajah yang sedih dan termenung. Klien terlihat jarang tidur.
Tujuan : Klien tidak mencoba tindakan bunuh diri dan dapat hidup lebih baik
Nama Mahasiswa : Kifayatus Sa’adah
Tanggal : 12 Maret 2016
Jam : 09.00 WIB
Tempat : Salah satu ruangan di rumah sakit jiwa

Contoh percakapan :
Komunikasi Verbal :
P : selamat pagi mbak
K : selamat pagi
P : perkenalkan saya ners Kifa dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, yang bertugas merawat mbak, kalau mbak namanya siapa ?
K : saya Nn. R
Komunikasi Non Verbal :
P : perawat menyapa dan memperkenalkan diri pada klien dengan selalu tersenyum dan ramah, menggunakan bahasa yang sopan dan berperilaku lembut.
K : klien membalas dengan ekspresi terlihat sedih dan murung
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat merasa ragu diawal apakah kehadirannya akan diterima oleh klien
Perawat senang karena sapaannya dibalas oleh klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien merasa agak ragu dan bimbang dengan kehadiran perawat, tapi pada akhirnya klien menerima kedatangan perawat
Rasional :
Awal perkenalan dan sapaan akan meningkatkan hubungan saling percaya antara perawat dan klien.

Komunikasi Verbal :
P : bagaimana kabarnya mbak R hari ini? Apakah lebih baik dari kemarin?
K : ya seperti ini ners
Komunikasi Non Verbal :
P : perawat tetap tersenyum dan mencoba membuat kenyamanan anatara klien dan perawat
K : klien masih terlihat sedih dan bahkan mulai menangis
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mencoba memulai komunikasi yang nyaman dengan klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien menangis karena merasa tertekan dengan masalahnya, dan mungkin mulai merasa nyaman dengan perawat
Rasional :
Membangun komunikasi yang nyaman akan menambah kepercayaan klien untuk menceritakan masalahnya

Komunikasi Verbal :
P : mbak R kenapa menangis? Jika ada yang mbak R pendam, ceritakan ke saya tidak apa-apa
K : saya takut ners, saya takut
Komunikasi Non Verbal :
P : perawat tetap mencoba menyamankan klien untuk bercerita
K : klien merasa ragu dan takut
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mencoba mencari cara dengan menyamankan klien supaya mau bercerita
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mencoba percaya pada perawat, tapi agak ragu
Rasional :
Meningkatkan kenyamanan dalam berkomunikasi akan menambah kepercayaan antara klien dan perawat

Komunikasi Verbal :
P : jangan takut mbak R, saya siap mendengarkan cerita mbak R. jika mbak R ingin menangis, tangiskan saja mbak, jangan di pendam ya.
K : iya ners, tapi…
P : tapi kenapa mbak ? saya akan menjaga rahasia dan masalah mbak. Mudah-mudahan saya dapat membantu mengatasi masalah mbak. Karena itu saya sangat berharap mbak mau bercerita kepada saya
K : saya takut orang tua saya marah dan mengacuhkan saya ners
P : kalau boleh saya tahu, bagaimana awal mula permasalahannya mbak?
K : dulu saya disarankan orang tua saya untuk masuk ke sekolah kedokteran, tapi saya tau kemampuan saya tidak mumpuni , karena saya suka bermain music ners, terutama piano. Saya ingin menjadi seorang pemain piano terkenal. tapi saya tidak berani melawan orang tua saya dan saya merasa tertekan ners.
P : lalu apa penyebab orang tua mbak marah dan mengacuhkan mbak ?
K : sampai suatu saat saya merasa tidak kuat karena tekanan orang tua, saya memberanikan diri untuk berbicara ke orang tua saya. Saya mengatakan tidak ingin masuk sekolah kedokteran. Tapi malah saya dimarahi habis-habisan ners.
P : lalu kapan saat mbak merasa sangat tertekan, kalau saya boleh tahu
K : saat saya mengikuti ujian tes kedokteran sampai tiga kali dan saya ternyata gagal. Saat itu orang tua saya benar-benar marah dan mengacuhkan saya. Saya bingung ners, saya tidak tahu harus cerita kepada siapa. Saya takut ners, saya merasa tertekan setiap hari, bahkan saya terkadang merasa ingin bunuh diri.
P : begini mbak, semua orang tentu memiliki impian. Mbak tidak salah, menjadi seorang pemain piano terkenal adalah cita-cita yang sangat luar biasa.
K : iya ners, tapi selama ini tidak ada yang mendukung saya satupun. Saya merasa tidak ada yang perhatian dan mendengar pendapat ke saya.
Komunikasi Non Verbal :
P : perawat mendengarkan cerita klien dengan seksama, perawat tertarik dengan cerita klien
K : klien bercerita dengan ekspresi sedih
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mencari titik permasalahan klien dan berusaha mencari solusi
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai percaya kepada perawat terbukti karena menceritakan segala permasalahan yang dialami klien
Rasional :
Klien dapat menceritakan permasalahan yang dihadapi untuk sedikit meringankan beban dan stress yang dirasakan.

Komunikasi Verbal :
P : sekarang mbak R bias cerita ke saya ya, jika ada masalah. Jangan merasa tidak ada yang perhatian dan mengacuhkan mbak. mungkin orang tua mbak punya pemikiran yang berbeda dan perlu sedikit informasi dan nasihat tentang apa yang sebenarnya mbak rasakan. Nanti saya coba berbicara dengan orang tua mbak ya.
K : iya ners, terima kasih sudah mendengar cerita saya dan mau membantu saya
P : sekarang apakah mbak R sudah lebih lega?
K : iya ners, saya lebih lega
Komunikasi Non Verbal :
P : perawat tersenyum pada klien dan mencoba membuat klien tersenyum juga
K : klien mulai sedikit tersenyum meskipun tidak terlalu nampak
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat mencoba menghibur klien, memberikan motivasi dan saran pada klien untuk hidup lebih baik
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien mulai mencoba mendengarkan apa yang perawat sarankan untuk hidup lebih
Rasional :
Motivasi dan saran sangat dibutuhkan oleh klien. Klien juga sangat membutuhkan orang yang dapat dipercaya untuk mendengar ceritanya.

Komunikasi Verbal :
P : sekarang mbak R bias istirahat dulu ya, saya akan kembali ke ruangan. Mulai biasakan untuk selalu berpikir positif dan jangan selalu di pendam sendiri ya masalahnya.
K : iya ners, terima kasih banyak. Saya akan coba melakukannya.
Komunikasi Non Verbal :
P : perawat tetap tersenyum dan bersikap sopan
K : klien mencoba tersenyum dan terlihat lebih baik dari ekspresi wajahnya
Analisa Berpusat pada Perawat :
Perawat meninggalkan ruangan dan berusaha tetap memotivasi klien
Analisa Berpusat pada Klien :
Klien terlihat lebih baik dan mau mendengarkan saran dari perawat untuk selalu berpikir positif.
Rasional :
Motivasi dan saran selalu dibutuhkan, namun motivasi terbesar adalah dari diri sendiri. Perawat membantu menumbuhkan semangat dari dalam diri klien.
"


113. Ririn Arianta

pada : 10 April 2017

"1.Definisi Analisa Proses Interaksi
Analisa Proses interaksi adalah suatu alat kerja yang dipakai oleh tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memahami interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien.
Sedangkan teori analisis proses interaksi yaitu teori yang mengarah pada pesn atau informasi yang disampaikan kepada kelompok dan bagaimana pengaruh pesan tersebut terhadap peran dan kepribadian kelompok.
2.Mengapa perlu adanya analisa proses interaksi ?
Dengan adanya analisa proses interaksi dapat meningkatkan ketrampilan dalam komunikasi, meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan pasien, mempermudah perawat dalam penerapan proses keperawatan, memudahkan perawat dalam pendekatan terkait perkembangan dan perubahan, perawat dapat mengukur kemampuannya dalam berinteraksi dengan pasien, dan bisa menjadi data bagi pembimbing klinik untuk memberi arahan.
Tujuan dilakukannya Analisa Proses Interaksi adalah :
a)Meningkatkan kemampuan mendengar
b)Meningkatkan kemapuan berkomunikasi
c)Memberi dasar belajar artinya berua alat untuk mengkaji kemampuan perawat dalam berinteraksi dengan klien sekaligus sebagai data untuk pembimbing klinik dalam memberikan arahan.
d)Membantu prawat dalam merencanakan tindakan keperawatan
e)Meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, serta mempermudah perkembangan dan perubahan pendekatan perawat.
Didalam analisa proses interaksi terdapat 4 tahap atau fase yaitu :
1)Tahap preinteraksi : tahap perawat akan bertemu dengan klien
2)Tahap orientasi : tahap perawat pertama kali bertemu dengan klien
3)Tahap kerja : tahap perawat memulai kegiatan. Tugas perawat pada tahap ini adalah melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan pada tahap prainteraksi.
4)Tahap terminasi: tahap perawat menghentikan interaksi dengan klien. dalam tahap ini bisa merupakan tahap terminasi sementara atau akhir.

3.Analisa Proses Interaksi
Inisial Pasien : Ny. J.M.
Umur : 50 tahun
Status Interaksi : Interaksi 1(Fase perkenalan)
Lingkungan : di meja makan, saling berhadapan, suasana tenang diruang Anggrek 01 Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya
Deskripsi Pasien : Klien tampak kurang rapi, sambil membawa koran bekas
Tujuan : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahannya
Hari/Tanggal/Waktu : Rabu, 29 Maret 2017 selama 30 menit dari pukul 09.00-09.30 WIB
Mahasiswa : Ririn Arianta

a. Komunikasi Verbal
P : “Selamat pagi bu, boleh saya diduduk dikursi sebelah ibu ?”
K : “ Silahkan.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang, tersenyum.
K : Ekspresi datar dan sedikit cuek

P : Memandang dan mendekati K
K : Ekspresi datar
Analisa Berpusat Pada Perawat
P : ingin membuka percakapan dengan klien dan berharap dengan sapaan sederhana P bisa diterima oleh K

P : Merasa senang atas karena ada tanggapan dari klien walaupun masih agak cuek.
Analisa Berpusat Pada Klien
K : masih sedikit ragu dan cuek terhadap orang baru yang masuk ke lingkungannya

K : ragu terhadap orang baru
Rasional
Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai suatu percakapan sehingga dapat terjalin rasa percaya.

b. Komunikasi Verbal
P : “wah suasana di ruang ini nyaman ya bu, udaranya segar”
K : (diam)
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang ke ruangan sambil melihat ke arah K
K : tidak menghiraukan sambil melihat-lihat koran yang dibawanya
Analisa Berpusat Pada Perawat
P : ingin memulai percakapan dengan topik yang ringan
Analisa Berpusat Pada Pasien
K : tidak menghiraukan dan asik dengan aktivitasnya
Rasional
Topik ringan akan memudahkan interaksi lebih lanjut

c. Komunikasi Verbal
P : “oh ya bu, perkenalkan saya Ririn. Mahasiswi praktik disini yang akan merawat ibu,
K : oh iya mbak

P : “Nama ibu siapa?
K : “Juariyah Masriatin”
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K sambil menjulurkan tangan
K : Mengalihkan aktivitasnya mencoret-coret koran dan menjulurkan tangannya

P : ingin tahu nama pasien
K : masih sedikit ragu-ragu
Analisa Berpusat Pada Perawat
P : Merasa bahwa K harus diberikan penjelasan mengenai kedatangan K
P : Ingin tahu nama pasien
Analisa Berpusat Pada Pasien
K : Mulai membuka diri tapi masih sedikit ragu-ragu
K : masih ragu-ragu
Rasional
Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa percaya klien terhadap perawat
Mengenal nama pasien akan memudahkan interaksi

d. Komunikasi Verbal
P : Ibu biasanya dipanggil siapa ?
K : dipanggil ibu Ju

P : Ibu asal nya dari mana ?
K : dari Gunung kidul, Jawa tengah
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K
K : memandang P
P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menunduk dan berfikir
Analisa Berpusat Pada Perawat
P Ingin menjalin kedekatan dengan pasien
P Senang walaupun jawaban singkat
P Masih berusaha membangun keakraban dengan topik sederhana
P senang karena K memberi respon
Analisa Berpusat Pada Pasien
K : mencoba mengingat nama
K : mulai tertarik dengan perkenalan dengan P
K : berpikir dan mengingat-ingat
K : senang karena ingat daerah asalnya dan kembali membayangkan daerah asalnya tersebut
Rasional
Nama panggilan merupakan nama akrab klien sehingga menciptakan rasa senang akan adanya pengakuan atas namanya
Topik sederhana membantu menjalin kedekatan dengan klien

e. Komunikasi Verbal
P : “wah, lumayan jauh ya bu, sudah berapa lama ibu berada disini ?
K : “ sudah lama, saya disini emm.. 5 tahun sepertinya.
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K sambil tersenyum
K : ikut tersenyum

K : Memandangi langit-langit sambil berfikir
P : Memandang K
Analisa Berpusat Pada Perawat
P Mulai mengkaji data umum pasien
Analisa Berpusat Pada Pasien
K berpikir dan berusaha mengingat
Rasional
Lama rawat menentukan apakah klien kronis atau akut

f. Komunikasi Verbal
P : Sejak tahun berapa ibu disini ?
K : “Tahun 2012 kemarin”
Komunikasi Non-Verbal
P : Menunjukkan perhatian
K : Menunduk sambil memandang kakinya
Analisa Berpusat Pada Perawat
P berharap dapat memperoleh data lama rawat secara lebih pasti sambil mengkaji daya ingat pasien
P senang karena mendapat respon dari K
Analisa Berpusat Pada Pasien
K berusaha mengingat
K menjawab dengan sekedarnya
Rasional
Daya ingat pasien dapat dikaji dengan menanyakan data-data pasien yang sederhana

g. Komunikasi Verbal
P : “Ibu ingat nggak, kenapa ibu bisa dirawat di tempat ini ?”
K : “ saya dulu sakit syaraf mbak terus dengan keluarga saya di bawa kerumah sakit ini”

P : “ oh iya bu, saya lihat dari tadi ibu sibuk dengan koran-koran itu,, buat apa ya bu ?
K : “ oh koran ini, ini banyak sandi rahasianya mbak. Dan ini pekerjaan saya mbak, saya seorang pencari kode rahasia. Saya bekerja disebuah perusahaan terkenal di Amerika. Setiap hari saya harus mencari-cari kode rahasia dan mengirimkan kode tersebut ke Amerika. Saya juga mempunyai sekretaris pribadi mbak, itu dia sedang duduk disamping saya. Tentang pekerjaan saya jangan bilang-bilang ke yang lain ya mbak”

P:-
K : “Sekretaris saya sudah sangat profesional mbak, dia sudah bekerja dengan saya sekitar 70 tahun.”

Komunikasi Non-Verbal
P : Menunjukkan keseriusan
K : Menunduk

K: Menunjukkan keseriusan

P : Bertanya perlahan
K: Menjawab pertanyaan P dengan serius dan menoleh ke ruangan sambil menunjuk kesamping kanan pasien.

P: Kaget dan masih berusaha untuk mendengarkan K
K: Seperti menepuk-nepuk seseorang disampingnya, tersenyum dan berbisik.
Analisa Berpusat Pada Perawat
P berhati-hati karena pertanyaan tsb sangat spesifik dan takut menyinggung pasien
P lega karena K tidak tersinggung

P mengkaji lebih jauh aktivitas pasien
P kaget, dan sadar kalau pasien mengalami halusinasi lihat

P mendiamkan karena belum menemukan pertanyaan yang tepat untuk K
Analisa Berpusat Pada Pasien
K mengingat-ingat
K mengalami halusinasi lihat
K melihat sekretaris dan mencoba menceritakannya pada P
Rasional
Keluhan utama merupakan dasar pasien dirawat di RS Jiwa
Halusinasi dapat terjadi kapan saja karena adanya stimulus tertentu
Dengan diam therapeutik, klien merasa didengarkan dan bercerita tentang keadaannya

h. Komunikasi Verbal
P : “ Ibu Ju apakah sudah berkeluarga ?
K : “ Sudah mbak, anak saya tiga. Semuanya bekerja. Tidak ada yang kuliah, ini semua gara-gara saya tidak bisa membiayai kuliahnya. Saya dipecat dari perusahaan. Untung saya di terima diperusahaan Amerika dan memiliki sekretaris pribadi yang handal.”
P:-
Komunikasi Non-Verbal
P : Mendekatkan diri
K : Memandang kosong ke halaman
K : Menunduk sambil nyerocos dan sedih
P : Memperhatikan
Analisa Berpusat Pada Perawat
P: berusaha mengkaji data lebih lanjut untuk menentukan penyebab dari keadaan nya
P menemukan adanya flight of ideas dan berpikir tentang faktor penyebab.
P mendiamkan dengan harapan pasien akan lebih terbuka tetang dirinya
Analisa Berpusat Pada Pasien
K menikmati waham yang dirasakannya
K terbawa perasaan haru terkait cerita tentang keadaannya dulu
Rasional
Waham kemungkinan terjadi karena menarik diri
Diam therapeutik akan membantu pasien mengungkapkan perasaannya pada perawat

i. Komunikasi Verbal
P : “Ibu sepertinya kerasan ya tinggal disini ?
K: Iya mbak, enak disini suasananya nyaman bisa kerja maksimal. Tidak diganggu oleh anak-anak saya.

P :“Keluarga Ibu sering menjenguk ibu disini?”
K: “ iya sebulan sekali”
Komunikasi Non-Verbal
P : Melihat halaman
K : menunduk

K : Ikut melihat halaman
P : memperhatikan

P : Memandang K sambil tersenyum
K : Menoleh P

K : Menunduk lagi
P : Memperhatikan respon K
Analisa Berpusat Pada Perawat
P mengalihkan perhatian K dari waham
P senang karena dapat mengalihkan perhatian pasien

P ingin mengkaji keterlibatan keluarga terhadap perawatan K
P senang mendapatkan jawaban K
Analisa Berpusat Pada Pasien
K masih terbawa oleh waham
K berusaha menjawab sekenanya

K berusaha mengingat keluarganya
K ingat terhadap keluarganya
Rasional
Pengalihan agar pasien tidak larut pada waham dan halusinasinya pada fase interaksi ini
Keluarga merupakan support sistem bagi klien sehingga harus dikaji keterlibatannya

j. Komunikasi Verbal
P: “oh iya ibu, tadi saya sudah berkenalan dengan ibu, masih ingat nggak dengan nama saya ?”
K: “Mbak Ririn”
Komunikasi Non-Verbal
P : Memandang K
K : Menoleh

K : Memandang P dan tersenyum
P : Memperhatikan
Analisa Berpusat Pada Perawat
P ingin mengakhiri fase I karena sudah cukup banyak data yang terkaji
P senang karena K ingat nama P
Analisa Berpusat Pada Pasien
K memperhatikan P
K mengingat-ingat nama P
Rasional
Evaluasi fase I berhasil jika K dapat mengingat nama P sehingga nantinya terjalin trust

k. Komunikasi Verbal
P: “wah, ternyata asik sekali ya ngobrol-ngobrol dengan ibu. Kapan-kapan boleh ngobrol lagi ya bu, ? Bagaimana kalau kalau besok pagi kita ngobrol lagi ?”
K: “boleh kok mbak”

P : “Kita besok ngobrol-ngobrol tentang keluarga ibu dan pekerjaan ibu ya ?, bagaimana bu setuju? Nanti sembari saya periksa tekanan darah ibu.”
K :” iya mbak boleh-boleh”
Komunikasi Non-Verbal
P: Memegang tangan lalu pundak K
K: menoleh kearah p dan tersenyum
Analisa Berpusat Pada Perawat
P memberikan reinforcement pada K
P senang karena K mau menentukan kontrak berikutnya
P menentukan topik dan aktivitas pada kontrak berikutnya
P senang karena K setuju dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
Analisa Berpusat Pada Pasien
K senang diberikan reinforcement
K ikut menentukan kontrak
K memikirkan tentang kegiatan yang ditawarkan
K setuju tentang kegiatan yang akan dilaksanakan
Rasional
Kontrak berikutnya harus ditentukan dan harus mendapatkan persetujuan klien agar klien ingat terhadap kontrak.
Kegiatan yang akan dilaksanakan harus mendapat persetujuan K sehingga bila K keluar dari kegiatan dimaksud, bisa diingatkan tentang batasan kegiatan sesuai kontrak

l. Komunikasi Verbal
P : “ Terimakasih ibu, atas kersediaan ibu ngobrol-ngobrol dengan saya, selamat sore.”
K : “iya sore mbak”
Komunikasi Non-Verbal
P: mengulurkan tangan kepada K dan berjabat tangan.
K : menoleh dan menjabat tangan P

P : tersenyum lalu menunduk
K: tersenyum
Analisa Berpusat Pada Perawat
P menutup fase I
P senang karena K mau berinteraksi dengan P
Analisa Berpusat Pada Pasien
K menunjukkan rasa percaya pada P
K menyambut salam P
Rasional
Salam penutup merupakan akhir fase yang harus dilakukan untuk mencegah tidak percaya pada klien.

Kesan Perawat :
Fase awal yaitu fase 1(perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik, klien cukup kooperatif walaupun pada awal nya klien masih ragu-ragu dan sering terganggu dengan halusinasinya. Data yang didapatkan adalah pasien mengalami halusinasi, menarik diri , koping keluarga kurang efektif. Kontrak selanjutnya sudah dijadwalkan dengan pasien dan pasien menerima kontrak tersebut. secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan pada fase berikutnya.

Sumber : Muhith, Abdul. 2015. Pendidikan Keperawatan Jiwa : Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : CV ANDI OFFSET

"


114. Adhe Kukuh SLP

pada : 10 April 2017

"ANALISA PROSES INTERAKSI
Analisa proses interaksi adalah suatu alat kerja atau metode yang digunakan untuk memahami interaksi yang terjadi antara klien dengan perawat. Analisis proses interaksi sangat dibutuhkan oleh perawat. Tujuan dari analisa proses interaksi untuk meningkatkan keterampilan komunaksi perawat sehingga; dapat meningkatkan kepekaan perawat terhadap kebutuhan klien, mempermudah pendekatan pada klien, dan dapat membantu perawat dalam menegakkan diagnosa keperawatan. Terdapat beberapa komponen dalam API, antaralain;
1. Komunikasi verbal antara perawat dan klien
2. Komunikasi non verbal antara perawat dan klien
3. Analisa yang berpusat pada perawat
4. Analisa yang berpusat pada klien
5. Rasional dan makna dari interaksi yang terjadi
6. Kesan dan rencana tindak lanjut perawat

Inisail Klien : Ny. N
Nama Mahasiswa : Adhe Kukuh
Status Interaksi Perawat-Klien : Pertemuan I (Orientasi dan kerja)
Tanggal : 10 April 2017
Lingkungan : R. Bougenville
Jam : 19.00-20.00 WIB
Deskripsi Klien : Klien tampak sedih, lemah, lesu dan berpakaian rapi
Tujuan Interaksi : Klien mampu mengungkapkan perasaan yang dialami saat ini, klien mampu mengontrol keinginannya bunuh diri

Komunikasi Verbal
Ners A : Selamat pagi, perkenalkan nama saya ners Adhe Kukuh, biasa dipanggil Adhe. Nama mbak siapa dan senang dipanggil siapa?
K :Ya ners, saya Nada Narissa, biasa dipanggil Nada.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Mempertahankan kontak mata.
K : Diam, menatap perawat.
K : Menatap perawat, suara pelan.
Ners A : Mempertahankan kontak mata, tersenyum, mendengarkan klien.
Analisa berpusat pada Klien
K : Ingin menceritakan apa yang sedang dirasakan klien saat ini.
K : Mengungkapkan perasaan apa yang dialami klien saat ini.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mencoba membina hubungan saling percaya dengan klien.
Ners A : Mulai merasakan kien mau berinteraksi dengan perawat.
Rasional
Hubungan saling percaya merupakan landasan dalam melakukan interaksi dengan pasien. Salam terapeutik merupakan awal dalam membina hubungan saling percaya.

Komunikasi Verbal
Ners A : Pada malam ini, saya bertugas di ruang Bougenville ini dari jam 4 sore sampai jam 10 malam. Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang apa yang mbak Nada rasakan selama ini? Waktunya selama 10 menit, tempatnya dimana?
K : Disini aja ners.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Kontak mata, sikap terbuka, memperhatikan klien.
K : Melihat perawat, berpikir.
K : Berpikir, menjawab pertanyaan.
Ners A : Mendengarkan dengan sikap terbuka.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mulai merasakan perawat ingin mendengarkan permasalahan klien.
K : Menyepakati kontrak.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Memulai menggali perasaan dan permasalan klien.
Ners A : Senang klien mau menyepakati kontrak.
Rasional
Pengidentifikasi tema tentang isu atau masalah pokok yang timbul. Merumuskan kontrak bersama pasien untuk mempertahankan hubungan saling percaya dan saling keterikatan untuk berinteraksi.

Komunikasi Verbal
Ners A : Baiklah, bagaimana perasaan mbak Nada saat ini?
K : Saya sedih ners.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Kontak mata, sikap terbuka, memperhatikan klien.
K : Bicara pelan, ekspresi wajah sedih.
Ners A : Memandang klien, diam, berpikir mendengar jawaban klien.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mulai merasakan perawat ingin mendengarkan permasalahan klien.
K : Mencoba mengidentifikasi perasaan yang dialami saat ini.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Memulai menggali perasaan dan permasalan klien.
Ners A : Mencoba memahi dan merasakan keluhan klien saat ini.
Rasional
Mengeksplorasi permasalahan klien bertujuan mengidentifikasi masalah utama yang terjadi pada klien.

Komunikasi Verbal
Ners A : Sedih bagaimana? Apa yang membuat Nada bersedih?
K : Saya merasa tidak berguna untuk hidup lagi ners.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Menatap dan memperhatikan klien, menganggukkan kepala, sikap terbuka.
K : Menundukkan kepala, diam.
K : Melihat lingkungan sekitar, menatap perawat.
Ners A : Menatap, memperhatikan klien, dan menganggukkan kepala, sikap terbuka.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mencoba mengidentifikasi perasaan sedih yang dialami saat ini.
K : Mencoba mengidentifi-kasi perasaan yang dialami saat ini.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Menggali permasalahan yang dialami klien,
Ners A : Mencoba memahami dan merasakan keluhan klien saat ini.
Rasional
Refleksi in action dilakukan untuk lebih mengidentifikasi fokus masalah yang dihadapi klien. Refleksi bertujuan mengarahkan ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan kepada klien.

Komunikasi Verbal
Ners A : Apa yang membuat mbak Nada merasa tidak berguna lagi?
K : Saya selalu menyusahkan orang tua saya ners, yaa selalu menyusahkan.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Sikap terbuka dan empati.
K : Memperhatikan perawat.
K : Menjawab pertanyaan, menundukkan kepala, diam.
Ners A : Mendengarkan, sikap terbuka.
Analisa berpusat pada Klien
K : Merasakan bahwa perawat memperhatikan klien.
K : Sedikit bingung untuk menjawab pertanyaan
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Menggali permasalahan yang dialami klien.
Ners A : Jawaban tidak sesuai dengan yang diharapkan perawat.
Rasional
Klarifikasi berupaya menjelaskan ke dalam kata-kata ide atau pikiran klien yang kurang jelas.

Komunikasi Verbal
Ners A : Oh jadi Nada merasa selalu menyusahkan orang tua Nada? Lalu apakah ada hal lain lagi yang membuat Nada merasa tidak berguna lagi?
K : Saya merasa usaha saya tidak dihargai oleh orang-orang itu ners.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Kontak mata, sikap terbuka dan empati.
K : Diam sambil berpikir.
K : Menjawab pertanyaan, intonasi suara agak tinggi.
Ners A : Mendengarkan, posisi badan lebih membungkuk.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mulai merasakan perawat peduli terhadap klien.
K : Mencoba memahami pertanyaan perawat dan menjawab.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mendengar permasalahan yang diungkapkan klien.
Ners A : Jawaban klien sesuai dengan pertanyaan perawat.
Rasional
Memberikan kesempatan kepada klien untuk membahas masalah sentral dan tetap mengarahkan komunikasi untuk mencapai tujuan.
Komunikasi Verbal
Ners A : Kalau boleh saya tahu, siapa orang-orang yang Nada maksud?
K : Beberapa orang yang satu organisasi dengan saya. Saya merasa mereka tidak mau tahu bagaimana usaha keras saya, bagaimana perasaan saya, mereka egois, seenaknya sendiri.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Kontak mata, duduk berhadapan, bicara sedikit ditajamkan, sikap terbuka
K : Diam sambil berpikir.
K : Menjawab pertanyaan dengan intonasi tinggi, menatap perawat.
Ners A : Mendengarkan, sikap terbuka.
Analisa berpusat pada Klien
K : Ingin segera mengatakan siapa orang-orang yang dimaksud.
K : Menjelaskan orang yang dimaksud tadi.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mencoba menggali siapa orang-orang yang dimaksud klien.
Ners A : Ingin segera klien dapat mengidentifikasi orang-orang yang dimaksud.
Rasional
Eksplorasi bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan yang dialami klien.

Komunikasi Verbal
Ners A : Kalau begitu bagaimana perasaan Nada ketika bertemu orang-orang tersebut?
K : Kesal. Saya lebih memilih menghindar ketika akan bertemu mereka.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Kontak mata, duduk berhadapan, bicara sedikit ditajamkan, sikao terbuka
K : Diam sambil berpikir, ekspresi wajah tegang.
K : Menjawab pertanyaan dengan intonasi tinggi, menatap perawat.
Ners A : Mendengarkan, sikap terbuka, menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada Klien
K : Ingin segera meng-ekspresikan kekesalan terhadap orang-orang yang dimaksud.
K : Mengungkapkan pe-rasaan kesal terhadap orang-orang yang dimaksud.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mencoba menggali perasaan klien.
Ners A : Berusaha memahami perasaan klien.
Rasional
Refleksi in action dilakukan untuk lebih memperjelas pertanyaan yang diberikan oleh perawat.

Komunikasi Verbal
Ners A : Apakah karena hal itu, jadi mbak Nada merasa selalu menyusahkan orang tua? Bagaimana bisa?
K : Orang tua saya telah membiayai saya kuliah, tapi karena orang-orang itu saya tidak bisa fokus.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Kontak mata, duduk berhadapan, bicara sedikit ditajamkan, sikap terbuka
K : Diam sambil berpikir, ekspresi wajah tegang.
K : Menjawab pertanyaan, menatap perawat.
Ners A : Mendengarkan, sikap terbuka, menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada Klien
K : Merasakan perawat peduli terhadap klien.
K : Mencoba menjawab pertanyaan.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mengklarifikasi permasalahan yang diungkapkan klien.
Ners A : Jawaban sesuai dengan harapan perawat.
Rasional
Mengidentifikasi tema tentang isu atau masalah pokok yang timbul.

Komunikasi Verbal
Ners A : Tidak fokus yaa.. Apakah yang mbak Nada jadi sering mengalami kesulitan konsentrasi?
K : Iya ners. Saya sulit konsentrasi saat kuliah. Saat di kos saya sering terdiam, bingung mau ngapain padahal tugas saya sangat banyak.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Sikap terbuka dan empati.
K : Memperhatikan perawat.
K : Menjawab pertanyaan dengan cepat, menatap perawat.
Ners A : Mendengarkan, sikap terbuka, menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada Klien
K : Menganalisa maksud pertanyaan perawat.
K : Mencoba meng-ungkapkan permasalahan yang dialami.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mengklarifikasi perma-salahan yang diungkapkan klien.
Ners A : Jawaban sesuai dengan harapan perawat.
Rasional
Mengidentifikasi tema tentang isu atau masalah pokok yang timbul.

Komunikasi Verbal
Ners A : Saat mbak Nada mengalami hal seperti itu, apakah yang mbak Nada lakukan? Terutama saat mbak Nada di kos.
K : Yaa diam, merenung ners, soalnya gak tau harus ngapain dan tidak tau harus cerita ke siapa? Ujungnya paling yaa nangis.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Sikap terbuka, menatap klien.
K : Berpikir, memperhatikan perawat
K : Menjawab pertanyaan dengan cepat, menatap perawat.
Ners A : Mendengarkan, sikap terbuka, menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mengingat kembali apa yang biasa dilakukan saat mengalami hal demikian, terutama saat di kos.
K : Mengungkapkan cara yang biasa dilakukan saat mengalami hal demikian.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mengidentifikasi cara yang dilakukan klien saat mengalami hal demikian, terutama saat di kos.
Ners A : Berusaha memahami klien.
Rasional
Respon maladaptif klien dapat menjadi stessor pemicu munculnya masalah baru.

Komunikasi Verbal
Ners A : Apakah mbak Nada berniat untuk menyakiti diri sendiri atau ingin bunuh diri?
K : Iya ners.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Kontak mata, bicara sedikit ditajamkan, sikap terbuka
K : Memperhatikan perawat.
K : Menjawab pertanyaan dengan cepat, menatap perawat.
Ners A : Menatap klien, menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mengingat kembali apakah pernah ada niat bunuh diri.
K : Mengatakan bahwa klien pernah ada niat yang tidak baik untuk diriya sendiri.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mengidentifikasi apa-kah ada risiko bunuh.
Ners A : Jawaban tidak sesuai dengan harapan perawat.
Rasional
Eksplorasi niat dan tindakan klien dapat mengidentifikasi stessor yang dialami klien dan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan perawat.

Komunikasi Verbal
Ners A : Itu hanya sekedar niat atau sudah pernah mbak Nada lakukan? Dan niatnya hanya ingin menyakiti diri atau ingin mati?
K : Yang pernah saya lakukan adalah menyakiti diri ners.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Kontak mata, bicara sedikit ditajamkan, sikap terbuka.
K : Mendengarkan perawat.
K : Menjawab pertanyaan.
Ners A : Mendengarkan, sikap terbuka.
Analisa berpusat pada Klien
K : Memikirkan maksud pertanyaan perawat.
K : Mengungkapkan bahwa klien pernah menyakiti diri sendiri.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mengidentifikasi apa-kah niat klien hanya untuk menyakiti diri atau bunuh diri.
Ners A : Mendengarkan ungkap-an bahwa klien pernah menyakiti dirinya sendiri.
Rasional
Klarifikasi berupaya menjelaskan ke dalam kata-kata ide atau pikiran klien yang kurang jelas.

Komunikasi Verbal
Ners A : Bagaimana mbak Nada melakukannya?
K : Saya memukuli kepala saya dengan tangan dan membenturkannya ke tembok.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Bertanya, menatap klien, bicara lebih dipertegas.
K : Mendengarkan perawat.
K : Menjawab pertanyaan dengan cepat, menatap perawat.
Ners A : Menatap klien, menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mengingatingat caranya menyakiti diri sendiri.
K : Mengungkapkan caranya menyakiti diri sendiri.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mencoba mengidentifikasi bagaimana cara klien menyakiti diri.
Ners A : Mendengar ungkapan klien tentang caranya menyakiti diri.
Rasional
Eksplorasi tindakan klien dapat mengidentifikasi stessor yang dialami klien dan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan perawat.

Komunikasi Verbal
Ners A : Dimana mbak Nada melalukannya? Apakah ada yang mengetahui saat mbak Nada melakukan itu?
K : Di kamar kos saya ners Tidak ada yang tahu karena kos saya hanya bertiga, tapi kedua teman saya jarang di kos dan saat itu kedua teman kos saya sedang tidak di kos.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Bertanya, menatap klien, bicara lebih dipertegas.
K : Mendengarkan perawat.
K : Menjawab pertanyaan
Ners A : Mendengarkan, sikap ter-buka.
Analisa berpusat pada Klien
K : Menganalisa maksud pertanyaan perawat.
K : Menjawab dimana tempat dan bagaimana situasi saat klien menyakiti diri sendiri.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mengidentifikasi situasi dan tempat dimana dia melakukan.
Ners A : Ingin segera klien dapat mengidentifikasi tempat dan situasi seperti apa saat klien menyakiti diri.
Rasional
Refleksi bertujuan mengarahkan ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan kepada klien.

Komunikasi Verbal
Ners A : Apakah itu adalah kejadian pertama dan satu-satunya yang mbak Nada lakukan untuk menyakiti diri atau pernah melakukannya lagi?
K : Itu pertama kali dan satu-satunya.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Bertanya, menatap klien, bicara lebih dipertegas.
K : Berpikir, mendengarkan perawat.
K : Menjawab pertanyaan
Ners A : Mendengarkan, sikap ter-buka.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mendengar maksud pertanyaan perawat.
K : Mencoba menjawab pertanyaan.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Menanyakan frekuensi klien menyakiti diri.
Ners A : Jawaban sesuai dengan yang diharapkan perawat
Rasional
Eksplorasi tindakan klien dapat meng-identifikasi stessor yang dialami klien dan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan perawat.

Komunikasi Verbal
Ners A : Apakah itu niat yang pertama atau sebelumnya pernah berniat tapi tidak dilakukan?
K : Itu niat pertama saya untuk menyakiti diri sendiri sus.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Bertanya, menatap klien, bicara lebih dipertegas.
K : Berpikir, mendengarkan perawat.
K : Menjawab pertanyaan
Ners A : Mendengarkan, sikap ter-buka.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mendengar maksud pertanyaan perawat.
K : Mencoba menjawab pertanyaan.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mengidetifikasi apakah klien dahulunya sudah pernah mempunyai niat tapi tidak dilakukan.
Ners A : Mendengarkan jawaban klien.
Rasional
Eksplorasi bertujuan untuk menjelaskan pikiran klien.

Komunikasi Verbal
Ners A : Lalu apa yang mbak Nada rasakan sekarang? Apakah ada niat atau keinginan menyakiti diri sendiri?
K : Saya sedih ners, saya tidak berguna lagi.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Bertanya, menatap klien, bicara lebih dipertegas.
K : Menatap perawat.
K : Bicara pelan, ekspresi wajah sedih.
Ners A : Memandang klien, diam, berpikir mendengar jawaban klien
Analisa berpusat pada Klien
K : Mendengar maksud pertanyaan perawat.
K : Klien bersedih dan merasa tidak berguna.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Menggali perasaan klien dan mengidentifikasi adakah niat untuk menyakiti diri.
Ners A : Berusaha memahami perasaan klien dan mencari cara agar klien tidak melakukan tindakan yang membahayakan dirinya..
Rasional
Eksplorasi bertujuan untuk menjelaskan pikiran dan perasaan yang dialami klien

Komunikasi Verbal
Ners A : Baiklah, tampaknya mbak Nada membutuhkan pertolongan segera karena ada keinginan untuk menyakiti diri. Saya perlu memeriksa seluruh isi kamar mbak Nada ini untuk memastikan tidak ada benda-benda yang yang membahayakan.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Tersenyum, menatap klien, memeriksa seluruh isi kamar.
K : Diam, melihat parawat yang sedang memeriksa ruangan.
Analisa berpusat pada Klien
K : Wajah klien terlihat sedih dan mengungkapkan bahwa klien sudah tidak berguna.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Memastikan bahwa tidak ada benda-benda berbahaya di sekitar klien.
Rasional
Melindungi klien agar tidak sampai melakukan bunuh diri.

Komunikasi Verbal
Ners A : Nah, mbak Nada tampaknya masih memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup, maka saya tidak akan membiarkan mbak Nada sendiri.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Menatap klien, bicara lebih dipertegas.
K : Menatap perawat.
Analisa berpusat pada Klien
K : Merasa bahwa perawat memperhatikan klien.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Memikirkan teknik yang paling mudah diterima untuk mengajarkan cara mengatasi keinginan untuk bunuh diri.
Rasional
Dengan menemani klien diharapkan klien bisa mengatasi keinginannya untuk bunuh diri.

Komunikasi Verbal
Ners A : Sekarang saya ingin mengajarkan cara mengatasi ketika keinginan bunuh diri itu muncul.
K : Gimana caranya ners?
Komunikasi non Verbal
Ners A : Menatap klien, tersenyum, sedikit membungkuk.
K : Mendengarkan dengan penuh perhatian.
K : Bertanya, menatap perawat.
Ners A : Memperhatikan, sikap terbuka, tersenyum, menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada Klien
K : Ingin segera mendapatkan cara untuk mengatasi keinginan klien untuk bunuh diri.
K : Ingin cepat mendapat-kan informasi.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Ingin mengajarkan cara mengatasi ketika keinginan klien untuk bunuh diri muncul.
Ners A : Memikirkan teknik yang mudah untuk mengatasi permasalahan klien.
Rasional
Membantu klien mengatasi permasalahan dengan cara yang konstruktif.

Komunikasi Verbal
Ners A : Kalau keinginan bunuh diri itu muncul, maka untuk mengatasinya, mbak Nada harus langsung minta bantuan kepada perawat di ruangan ini dan juga keluarga atau teman yang sedang besuk. Jadi mbak Nada jangan sampai sendirian ya, katakan pada perawat, keluarga atau teman jika ada dorongan untuk mengakhiri hidup. Saya yakin, mbak Nada dapat mengatasi masalah.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Menatap klien, memegang pundak klien sambil berbicara
K : Mendengarkan dengan penuh perhatian, menganggukkan kepala.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mencoba memahami cara tersebut.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Mengajarkan cara untuk mengatasi keinginan untuk bunuh diri.
Rasional
Membantu klien mengatasi permasalahan dengan cara yang konstruktif.

Komunikasi Verbal
Ners A : Bagaimana perasaan mbak Nada setelah kita berbincang-bincang? Sudah paham kan dengan apa yang saya katakan tadi?
K : Senang sekali suster, sekarang saya sudah tahu bagaimana cara mengatasi keinginan bunuh diri. Saya harus langsung minta bantuan kepada perawat di ruangan ini dan juga keluarga atau teman yang sedang besuk jika keinginan bunuh diri itu muncul.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Sedikit membungkukkan badan, tersenyum.
K : Diam, menatap perawat, tersenyum.
K : Menatap perawat, kontak mata dipertahankan, tersenyum.
Ners A : Tersenyum, sikap terbuka.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mencoba mengidentifikasi perasaan setelah berinteraksi dengan perawat
K : Mengungkapkan perasaan setelah berinteraksi dengan perawat
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Melakukan evaluasi subjektif untuk menggali perasaan klien.
Ners A : Senang dengan jawaban klien.
Rasional
Evaluasi subjektif untuk mengevaluasi apa yang dirasakan klien setelah berinteraksi dengan perawat.

Komunikasi Verbal
Ners A : Bagus, sekarang mbak Nada sudah tahu yaa cara mengatasinya. Misalnya saja, saat ini keinginan untuk bunuh diri muncul, coba peragakan yang telah saya ajarkan tadi.
K : Ners tolong temani saya, saat ini keinginan saya untuk bunuh diri sedang muncul, tolong jangan biarkan saya sendiri, tolong temani saya.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Intonasi suara sedikit tinggi, kontak mata dipertahankan.
K : Berpikir, diam, memperhatikan perawat.
K : Bicara dengan intonasi suara sedikit ditinggikan, menatap perawat, kontak mata.
Ners A : Memperhatikan klien, tersenyum.
Analisa berpusat pada Klien
K : Mengingat kembali apa yang sudah diajarkan.
K : Mencoba memprak-tikkan apa yang sudah diajarkan perawat.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Melakukan evaluasi objektif untuk melihat kemampuan kognitif dan psikomotor yang telah diajarkan.
Ners A : Senang dengan kemampuan kognitif dan psikomotor yang telah dipahami klien.
Rasional
Evaluasi kognitif untuk mengidentifikasi kemampuan kognitif dan psikomotor yang telah dicapai klien.

Komunikasi Verbal
Ners A : Waah bagus sekali, mbak Nada sudah mengerti cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri. Saya akan menemani mbak Nada terus sampai keinginan bunuh diri hilang.
Komunikasi non Verbal
Ners A : Tersenyum, mengacung-kan jempol, kontak mata.
K : Tersenyum, mengang-gukkan kepala.
Analisa berpusat pada Klien
K : Merasa nyaman dengan perawat yang mau menemani dan mengajakknya bicara.
Analisa berpusat pada Perawat
Ners A : Respon klien yang kooperatif lebih memotivasi perawat.
Rasional
Reinforcement positif meningkatkan harga diri klien. Menemani klien agar klien tidak berfokus pada keinginannya untuk bunuh diri.
"


115. Nurul Fauziyah

pada : 10 April 20