RR DIAN TRISTIANA


Thing That Never Change is Changes

Konsep Triangles Family Theraphy

Konsep Triangles Family Theraphy

2.2.1 Pengertian

Triangle adalah suatu unit social yang fundamental, dan triangulasi (keterlibatan pihak ketiga)  adalah suatu proses social yang bisa terjadi dimana saja. Terapi keluarga triangle merupakan salah satu terapi yang dapat mempengaruhi atau memperbaiki respon koping keluarga dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah yang dirasakan oleh keluarga. (Shives, 2005)

2.2.2 Tujuan

Terapi triangle ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu pasangan dan individu mengantisipasi berbagai cara dalam menyelesaikan masalah-masalah  yang timbul  (Kazak, Simms & Rourke, 2002). Menurut Perez,  (1979) tujuan dari terapi triangles ini adalah

  1. Untuk membantu keluarga meningkatkan pengetahuan.
  2. Menghentikan pengulangan hubungan keluarga yang menimbulkan masalah. 
  3. Membantu individu, pasangan dalam  hubungan keluarga. 

2.2.3 Manfaat

Menurut  Kazak, Simms & Rourke (2002),   manfaat dari terapi triangles ini adalah 

  1. Orientasi berfokus pada keluarga bukan pada individu.
  2. Fokus pada pemahaman keluarga terhadap struktur keluarga, peran, fungsi, sosial dan  budaya, yang akan mempengaruhi stabilitas hubungan keluarga.
  3. Menjelaskan timbal balik hubungan keluarga sebagai tolok ukur keberhasilan.
  4. Membantu keluarga yang mempunyai masalah.
    1. Masalah dengan pasangan
    2. Perceraian atau putus hubungan dengan pasangan
    3. Pasangan dengan perilaku kekerasan
    4. Post traumatic stress disorder
    5. Masalah perilaku pada anak
    6. Masalah yang melibatkan keluarga besar (extended family)

2.2.4 Indikasi

2.2.5 Proses Pelaksanaan Triangles Family Theraphy

Penting untuk dipahami bahwa sebelum melaksanakan terapi yang harus dilakukan oleh terapis adalah mengidentifikasi keluarga yang memiliki masalah. Setelah itu keluarga diberi penjelasan tentang terapi ini, dan jika keluarga setuju buat kontrak dengan keluarga yang meliputi pertemuan selama 6 sesi dan siapa anggota keluarga yang akan mengikuti terapi ini adalah orang yang sama. Kemudian terapis mengidentifikasi masalah klien dan keluarga secara terpisah, hal ini dilakukan untuk mendapatkan persepsi yang sama. Setelah ditemukan kesamaan dalam masalah yang dihadapi maka klien dan keluarga dapat dipertemukan dalam terapi.

SESI I : identifikasi masalah, dengan tujuan klien dan keluarga dapat mengungkapkan perasaan, menjelaskan masalah yang dihadapi keluarga dan memilih prioritas masalah yang akan diatasi. Pada sesi ini terapis  harus mengidentifikasi dimana triangle terjadi dan siapa saja yang terlibat.

SESI II : identifikasi kompetensi, dengan tujuan klien dan keluarga dapat menjelaskan peran dalam keluarga, fungsi dalam keluarga, dan cara berkomunikasi yang dilakukan dalam keluarga.

SESI III : kolaborasi, dengan tujuan klien dan keluarga dapat menjelaskan rencana pemecahanan masalah, sumber-sumber pendukung yang terlibat selama ini, dan harapan yang ingin dicapai dari terapi.

SESI IV : penyelesaian masalah (system dan struktur keluarga) dengan tujuan klien dan keluarga dapat menyampaikan cara mengatasi masalah yang dipilih dan telah dilakukan, siapa saja yang membantu mengatasi masalah, dan siapa saja yang membuat keputusan dalam keluarga.

SESI V : penyelesaian masalah (hubungan dan cara merawat) dengan tujuan klien dan keluarga dapat menjelaskan hambatan-hambatan dalam menyelesaikan masalah, cara yang sudah dilakukan untuk menangani hambatan, dan dukungan yang diberikan oleh keluarga serta cara melakukan perawatan terhadap klien selama ini.

SESI VI : evaluasi hasil, dengan tujuan klien dan keluarga dapat memanfaatkan kemampuan diri, sisten pendukung keluarga dan system rujukan pelayanan kesehatan yang ada.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :