RR DIAN TRISTIANA


Thing That Never Change is Changes

Pelayanan Keperawatan Jiwa

Pelayanan Keperawatan Jiwa

Definisi keperawatan kesehatan jiwa

Center for Mental Health Services (CMHS) secara resmi mengakui Keperawatan kesehatan jiwa adalah salah satu dari lima inti disiplin kesehatan jiwa. Perawat jiwa menggunakan pengetahuan dari ilmu psikososial, biofisik, teori kepribadian dan perilaku manusia untuk mendapatkan kerangka berpikir teoretis yang mendasari praktek keperawatan (Suart,2007). American Nurses Association (ANA) sependapat dengan CMHS yang menjelaskan bahwa keperawatan kesehatan jiwa merupakan area khusus dalam praktek keperawatan yang menggunakan ilmu perilaku manusia sebagai dasar dan menggunakan diri sendiri (ekspresi, gerak tubuh, bahasa, tatapan mata, sentuhan, nada suara) secara terapeutik sebagai kiatnya dalam meningkatkan, mempertahankan, memulihkan kesehatan mental klien dan masyarakat dimanapun berada. Caroline (1999)  memperjelas bahwa keahlian keperawatan kesehatan jiwa adalah merawat seseorang dengan penyimpangan mental dimana perawat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan (peka, mau mendengar, tidak menyalahkan dan memberikan dorongan) untuk menemukan kebutuhan dasar klien yang terganggu seperti kebutuhan fisik, aman dan nyaman, kebutuhan mencintai dan dicintai, harga diri dan aktualisasi diri. Pasien atau klien yang dirawat berupa individu,  keluarga, kelompok, organisasi dan masyarakat (Sadock) dalam seluruh rentang kehidupan mulai sejak konsepsi sampai lanjut usia (Otong, 1995). Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan keperawatan kesehatan jiwa adalah :

  1. Merupakan salah satu bidang spesialisasi ilmu keperawatan jiwa dalam praktek keperawatan
  2. Memiliki dasar keilmuan yang khas sebagai batang tubuh ilmunya yaitu ilmu perilaku,psikososial,biofisik,teori kepribadian,komunikasi,pendidikan dll
  3. Memiliki kiat khusus merawat klien yaitu menggunakan diri perawat yaitu gerak tubuh, bahasa, ekspresi, sentuhan, tatapan mata dan nada suara.
  4. Perawat harus menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan (peka, mau mendengar, empati, tidak menyalahkan, memotivasi dll.
  5. Klien yang dirawat berupa individu, keluarga, kelompok, organisasi dan masyarakat dengan penyimpangan mental mulai masa konsepsi sampai lanjut usia dimanapun berada.
  6. Tugas atau peran perawat adalah menemukan kebutuhan klien yang terganggu berupa kebutuhan biopsikososiospiritual.
  7. Bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan dan memulihkan kesehatan mental klien

BACA JUGA:

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :