RR DIAN TRISTIANA


Thing That Never Change is Changes

Dibuang sayang lagi

Dengarlah aku bicara

Meski aku sadar tak akan ada yang pernah mau mendengar

Telinga telah tertutup ego yang begitu tebal

Mata hati telah tertutup amarah yang menguasai tiap hembusan nafas dan derapan jantung

 

Tak apalah, biarlah aku tetap berbicara

Bukan bermaksud menggurui bukan juga bermaksud untuk menasehati

Biarlah perasaanku lepas dan bebas

Karena mengurungnya terasa sesak dan pedih

 

Kalau aku boleh bicara, diluar penilaian benar atau salah

Diluar persepsimu persepsiku

Diluar hitam maupun putih

Ini adalah isi hatiku saat ini

 

Ini bukan masalah suka atau tidak suka

Suka atau tidak suka adalah alasan primitif dalam menyatakan suatu argumen

Suka atau tidak suka adalah penggambaran ego yang terlampau

Suka atau tidak suka adalah ucapan yang menghapus

 

Ini adalah proses belajar saling memahami satu sama lain

Ini adalah saat ego kita diuji

Dua kepala memang  tidak bisa disatukan

Namun bisa berjalan beriringan

Berjalan beriringan tidak mudah dilakukan karenanyalah butuh satu kata

Satu kata itu adalah kompromi

Seperti kaki yang bisa berjalan dengan selaras, tak, tahu kapan melangkahkan diri agar harmonis antara kanan maupun kiri

 

Kalau hidup ini didasarkan suka dan tidak suka

Maka tidak ada lagi kata saling memahami

Tak ada lagi kata saling mencintai, menyayangi

Karena hidup ini penuh dengan kompromi

Tentu saja dengan tidak keluar dari prinsip pribadi

 

Menyayangi tidak berpijak pada rasa suka atau tidak suka

Menyayangi adalah ketika kita belajar ikhlas dan memaafkan, bersabar, berperang dengan nafsu benci, Menerima orang lain apa adanya

Memang tidak semudah mengucapkannya

Karena ada banyak hal dari ego kita yang harus dikorbankan

 

Lantas apakah cinta itu sebuah pengorbanan?

Bukan

Pengorbanan Cinta bukanlah pengorbanan

Meskipun cinta dan kasih sayang adalah menerima tanpa syarat

Menerima tanpa syarat bukanlah pengorbanan

Tapi menerima saja tidaklah cukup

Belajar menghadapi diri sendirilah yang lebih sulit

 

Maka belajarlah menghadapi diri sendiri

Bukan berpijak pada suka dan tidak suka

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :